cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pemikiran Sosiologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 152 Documents
Demokrasi Ekonomi Lokal Mahendra Wijaya
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 1, No 1 (2012): Menerobos Kemandekan Demokrasi di Indonesia
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2216.621 KB) | DOI: 10.22146/jps.v1i1.23428

Abstract

” Artikel ini ingin menunjukkan mengenai sisi demokratis dari usaha bisnis kecil terutama batik di Solo. Dengan menggunakan jaringan sosial berbasiskan kepercayaan dan juga nilai-nilai lokal yang berbasiskan agama dan budaya, usaha bisnis kecil ini dapat bertahan dalam era neoliberal. Semua faktor-faktor ini berhubungan satu sama lain dan menjadi alat utama untuk menciptakan jaminan sosial. Hal ini menunjukkan keterlekatan aktivitas ekonomi dengan konteks sosial budayanya. Berangkat dari realitas tersebut, artikel ini mengusulkan bahwa pemerintah seharusnya memberikan prioritas yang lebih kepada usaha bisnis kecil sebagaimana telah tertulis dalam undang-undang dasar terkait dengan demokrasi ekonomi.”Kata kunci: demokrasi ekonomi, usaha kecil lokal, jaringan sosial, keterlekatan
Gelombang Globalisasi ala Korea Selatan Annissa Valentina; Ratna Istriyani
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 2, No 2 (2013): Tantangan Global Dalam Perubahan Lokal
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (901.977 KB) | DOI: 10.22146/jps.v2i2.30017

Abstract

Globalisasi menciptakan kompetisi dan saling ketergantungan di antara negara-negara di dunia. Selama ini, dominasi globalisasi selalu diidentikkan dengan Amerika Serikat. Namun ada fenomena menarik yang sedang populer akhir-akhir ini yang merupakan Korean Wave. Korean Wave merupakan sebuah strategi ekspansi untuk meningkatkan perekonomian Korea Selatan, terutama setelah terjadi krisis di akhir 1990-an. Terdapat aktor di balik Korean Wave di mana pemerintah Korea Selatan yang melakukan konsolidasi dengan perusahaan yang bergerak di berbagai sektor. Konsolidasi, kreativitas, dan kerja keras dari para aktor tersebut mampu meningkatkan perekonomian Korea Selatan secara signifikan. Korean Wave mampu menarik perhatian masyarakat dunia menjadi produk secara luas sebagai budaya alternatif yang mengombinasikan unsur-unsur modernitas (Barat) dengan budaya tradisional (Konghucu).
Membaca Ulang Kultur Kepolisian Negara Republik Indonesia (Sebuah Refleksi Kritis Dari Dalam) Barito Mulyo Ratmono
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 2, No 1 (2013): Kontestasi Mendidik Bangsa di Era Reformasi
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.567 KB) | DOI: 10.22146/jps.v2i1.23409

Abstract

Pelekatan stigma terhadap kultur Polri oleh masyarakat masih terjadi, meskipun telah dilakukan reformasi struktural dan instrumental. Polri kerap memperdebatkan bahwa bukan kultur organisasinya yang tidak baik, melainkan ada sebagian aktor Polri yang memiliki perilaku bertentangan dengan nilai, norma, dan simbolisasi normatif kultur Polri (Tri Brata dan Catur Prasetya). Namun perilaku tersebut terus menerus diproduksi melintasi ruang dan waktu sehingga mereproduksi struktur yang merupakan metafora dari kultur Polri yang tidak baik.Penelitian dilakukan sejak Februari 2011 sampai Oktober 2012 dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode etnografi kritis, yaitu mengeksplorasi fenomena sosial melalui penyajian bentuk-bentuk kontradiksi dari berbagai gagasan serta aktivitas yang mengkonstruksi kultur Polri saat ini. Informan yang dilibatkan sebanyak empatpuluh satu orang meliputi empat wilayah penelitian, yaitu: Mabes Polri, Akademi Kepolisian, Sekolah Polisi Negara Purwokerto, dan Polda Jawa Tengah. Data pendukung diperoleh dari foto, film, dokumen sejarah Polri, serta kliping koran yang memuat pemberitaan Polri (2009-2011). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, pengamatan kegiatan pendidikan di Akpol dan SPN serta kegiatan kepolisian di jajaran Polda Jawa Tengah. Teori yang digunakan terdiri dari teori strukturasi (Giddens), teori hegemoni (Gramsci), dan teori kritis self reflextion (Habermas).Ada tiga temuan dari hasil penelitian: (1) konstruksi struktur kultur organisasi tidak dilaksanakan dengan baik di pabrik aktor Polri dengan indikasi adanya kebijakan memutasikan aktor yang menyimpang ke pabrik aktor Polri, fenomena kontradiksi posisi aktor pendidik, konfigurasi pengetahuan profesionalisme tugas lebih banyak terdapat dalam narasi kurikulum dibandingkan gugus pengetahuan kultur normatif Polri, ada beberapa perkataan di lembaga pendidikan pembentukan yang memiliki makna tertentu dan dapat mempengaruhi kesadaran para calon aktor dalam memunculkan gagasan dan perilaku sebagai aktor Polri; (2) ada praktik hegemoni absolut dan hegemoni ala Gramsci dalam relasi antar aktor Polri yang bertarung dalam arena praktik-praktik kepolisian; dan (3) adanya struktur pertarungan kepentingan dan motivasi dalam konstruksi kultur Polri, yaitu pertarungan gagasan dan tindakan yang sesuai dan tidak sesuai dengan nilai, norma, dan simbolisasi normatif Polri.Disimpulkan bahwa belum membaiknya kultur Polri hingga saat ini dikarenakan telah ada proses produksi yang cacat di pabrik aktor Polri, adanya penyalahgunaan jabatan dan kewenangan melalui proses hegemoni serta pertarungan kepentingan antar aktor Polri. Oleh karena itu, direkomendasikan perubahan kultur Polri harus dimulai dari lembaga pendidikan dan satuan kewilayahan secara bersamaan melalui proses hegemoni untuk menanamkan gagasan dan tindakan yang sesuai dengan nilai, norma, dan simbolisasi normatif kultur Polri.
Modal Sosial Perempuan Dalam Peran Penguatan Ekonomi Keluarga Dewi Cahyani Puspitasari
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 1, No 2 (2012): Dinamika Sosial dalam Masyarakat Indonesia Kontemporer
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1144.363 KB) | DOI: 10.22146/jps.v1i2.23445

Abstract

Eksistensi perempuan memiliki peran penting baik pada ranah domestik (keluarga) dan publik (masyarakat). Dalam perannya mengelola keuangan keluarga baik dari hasil nafkah suami maupun kerja produktifnya menjadikan perempuan sadar akan posisinya menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga. Perempuan mampu mendayagunakan sumber ekonomi melalui pemanfaatan stok modal sosial yang dimilikinya berupa jejaring sosial dalam lingkungan sosial untuk mempertahankan bahkan meningkatkan ekonomi keluarga. Dari pengalaman pendampingan ekonomi perempuan usaha mikro, penulis mencoba mengkonseptualisasikan dalam kerangka fungsi dan peran modal sosial untuk penguatan ekonomi keluarga. Dengan demikian, pilihan saluran penghidupan perempuan dan keluarganya melalui pemanfaatan modal sosial menjadi peluang strategis dan produktif untuk menjaga daya tahan ekonomi keluarga.Kata Kunci: perempuan, modal sosial, ekonomi keluarga.
Subkultur Hiphop Indie Label di Yogyakarta: Sebuah Alternatif atau Siasat dalam Menciptakan “Pasar” Baru? Reza Putradarma
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 4, No 2 (2017): Merangkai Kebhinnekaan Indonesia
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1229.734 KB) | DOI: 10.22146/jps.v4i2.28585

Abstract

Dewasa ini melihat perkembangan industri musik tanah air di Indonesia dari jalur profesional (major label) dengan genre yang itu-itu saja terasa semakin membosankan bagi banyak pemirsa. Dalam merespon situasi itu, para musisi yang muncul dari bawah melalui latar-belakang jalur non-profesional (indie label) mencoba hadir untuk memberikan jalur musik alternatif kepada para pendengarnya. Di Yogyakarta terdapat dua kelompok musik yang berusaha mengakulturasi suatu genre yang terbilang unik, yaitu Hiphop-Jawa, dimana jenis musik ini mampu mereka bungkus sedemikian rupa sehingga menyadarkan kita akan nilai-nilai kearifan lokal yang ternyata mampu mengadaptasi budaya global. Dalam studi ini, ada dua kelompok musik yang diteliti yaitu grup D.P.M.B dan grup NDX, dimana keduanya membawakan hiphop dari sudut pandangan kelokalan. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk menganalisis fenomena Hiphop Jawa melalui perspektif teoritis subkultur. Hasil studi ini menyimpulkan bahwa kedua kelompok grup musik Hiphop Jawa telah mengembangkan suatu strategi hegemonitanding (counter hegemony) dalam upaya kebertahanan hidup mereka melalui skema glokalisasi/hibridasi.
Perumahan Muslim dan Politik Ruang di Yogyakarta Kamil Alfi Arifin
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 4, No 1 (2017): Menerjemahkan-ulang Konsep Ruang dan Urbanisme
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.693 KB) | DOI: 10.22146/jps.v4i1.23627

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir hingga kini, telah banyak berdiri perumahan Muslim di Yogyakarta. Beberapa area yang meliputi wilayah di beberapa kabupaten seperti Sleman, Bantul, Gunungkidul dan Kulon Progo telah menjadi target para developer. Pembangunan perumahan Muslim bukan semata-mata merupakan proyek berorientasi bisnis, melainkan juga didorong dan dipengaruhi oleh nilai-nilai ideologis dan agama. Kajian ini ditujukan untuk menganalisis produksi ruang yang berlangsung dalam pembangunan perumahan Muslim dan hubungan ekonomi-politik yang dapat dijumpai melalui kepentingan antara pihak developer dan elit kelompok-kelompok Islam yang terlibat dalam proses produksi spasial untuk perumahan Muslim tersebut. Lebih lanjut, kajian ini menunjukkan adanya suatu konspirasi yang juga melatarbelakangi proyek yang dikelola oleh pihak developer dan elit kelompok-kelompok Islam tertentu. 
FOTO DIRI, REPRESENTASI IDENTITAS DAN MASYARAKAT TONTONAN DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM Evania Putri
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 3, No 1 (2016): Menggagas Kajian Digital Humanities di Indonesia
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.278 KB) | DOI: 10.22146/jps.v3i1.23528

Abstract

Pesatnya perkembangan media komunikasi modern, kemajuan media baru layaknya media sosial, memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi setiap individu untuk berkreasi dalam menampilkan identitas masing-masing. Membuat identitas virtual merupakan sebuah proses yang terus menerus selayaknya proses yang terjadi di dunia nyata. Kecenderungan fenomena seringkali dimunculkan dengan menampakkan “diri” kita di setiap foto yang dipaparkan di media sosial. Momen itu yang menunjukkan adanya kecenderungan bahwa diantara masyarakat maya di media sosial, terdapat ‘hubungan sosial’yang dimediasi oleh gambar. Melalui studi etnografi visual, artikel ini menjelaskan bagaimana foto diri merupakan realitas sosial, namun disatu sisi ia memiliki simbol-simbol berwujud visual yang mampu membentuk representasi seperti apa yang ingin kita sampaikan. Dalam hal ini menjadi suatu ‘representasi identitas’ yang direproduksi melalui Instagram yang memediasi ruang bagi ‘the spectacle society’ masyarakat tontonan.
Pekerja Migran dan Ekonomi Informal Ilegal (Prostitusi) di Wilayah Pasar Kembang, Yogyakarta Odam Asdi Artosa
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 5, No 1 (2018): Dimensi Kesejahteraan Dalam Perspektif Sosiologi Kritis
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1321.086 KB) | DOI: 10.22146/jps.v5i1.35400

Abstract

Malioboro merupakan salah satu kawasan aktivitas perekonomian yang relatif besar khususnya yang berkaitan dengan industri pariwisatadi Yogyakarta. Di kawasan tersebut dapat ditemui berbagai macam aktivitas ekonomi informal yang sudah ada sejak zaman kolonial, mulai dari pedagang kaki lima hingga prostitusi.Pasar Kembang adalah salah satu wilayah khusus pariwisata yang berlokasi di utara Malioboro memiliki keragaman praktik ekonomi informal dan diduga juga menjadi lokasi praktik ilegal prostitusi. Berangkat dari konteks itu, kajian ini bertujuan untuk melihat dinamika sektor informal yang bersifat ilegal seperti prostitusi khususnya yang diduga telah berlangsung di wilayah Pasar Kembang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan fenomenologi yang bertujuan untuk menyajikan suatu analisis mengenai aktivitas ekonomi informal yang bersifat ilegal dengan cara memperoleh informasi mendalam atau gambaran penjabarannya mengenai praktik prostitusi dari perspektif para informan yang terlibat dalam kajian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja migran yang kesulitan mendapatkan pekerjaan di sektor formal dan juga praktik ekonomi informal yang legal harus menegosiasikan tekanan hidup karena kebutuhan ekonomi dengan memilih jalan pintas dalam praktik prostitusi ilegal.
Demokrasi dan Demokratisasi: Sebuah Kerangka Konseptual Untuk Memahami Dinamika Sosial-Politik di Indonesia Heru Nugroho
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 1, No 1 (2012): Menerobos Kemandekan Demokrasi di Indonesia
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.872 KB) | DOI: 10.22146/jps.v1i1.23419

Abstract

“Keruntuhan komunisme pada tahun 1989 menjadi momentum yang krusial bagi demokrasi sebagai sebuah sistem politik untuk menyebarkan pengaruhnya ke seluruh penjuru dunia. Sebagai sebuah konsep, demokrasi mempunyai makna yang luas dan juga kompleksitasnya sendiri. Artikel ini ingin menjelaskan varian dari demokrasi terutama debat antara demokrasi liberal dengan demokrasi sosial. Selain itu, penulis juga menjelaskan praktek demokrasi di Indonesia setelah era reformasi 1998 dan menunjukkan masalah yang dihadapi oleh negara ini dalam menciptakan masyarakat yang demokratis. Sebagai kesimpulan, artikel ini ingin menjelaskan bahwa demokratisasi di Indonesia masih dalam proses dan masih banyak hal yang perlu dibenahi”Kata Kunci: demokratisasi, liberal, sosial, akselerasi, Indonesia
Komunitas Muda Urban Mengelola Sampah: Kajian Partisipatoris Gerakan Peduli Sampah Nasional di Kota Yogyakarta Adityo Nugroho
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 4, No 1 (2017): Menerjemahkan-ulang Konsep Ruang dan Urbanisme
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.766 KB) | DOI: 10.22146/jps.v4i1.23633

Abstract

Beberapa komunitas muda urban di Yogyakarta berkolaborasi dalam Aliansi Komunitas Yogyakarta menginisiasi suatu gerakan lingkungan dengan nama Peduli Sampah Nasional (PESAN) 2017. Kajian ini menjelaskan bagaimana gerakan itu ditujukan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap ancaman pencemaran sampah yang mengancam lingkungan hidup dan keseimbangan ekologis. Melalui pendekatan partisipatoris dan analisis kualitatif, kajian ini dilakukan berdasarkan dua aksi kegiatan dalam gerakan ini. Gerakan PESAN 2017 dibagi menjadi dua kegiatan. Kegiatan pertama dimaksudkan untuk memberi edukasi kepada siswa-siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) tentang pentingnya pengelolaan sampah. Kegiatan kedua merupakan aksi bersih sampah di bantaran Kali Gajah Wong. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mendidik masyarakat yang tinggal di sekitar sungai dalam menangani metode sanitasi dan pengelolaan sampah.  

Page 4 of 16 | Total Record : 152