cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pemikiran Sosiologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 152 Documents
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis “Social Entrepreneurship” Bidang Pertanian dan Peternakan: Studi Kasus Desa Bukit Langkap Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau Bekti Nur Utami; Dwi Khonitan
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 5, No 2 (2018): Dimensi Kesejahteraan dalam Perspektif Sosiologi Kritis: Praktik Ekonomi Baru, P
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1548.706 KB) | DOI: 10.22146/jps.v5i2.44638

Abstract

Penelitian dilakukan di Desa Bukit Langkap, Kabupaten Lingga, Kepualauan Riau. Desa Bukit Langkapmerupakan desa transmigrasi yang dibentuk pada tahun 1988. Sebanyak 80% lahan masyarakat belumdibuka dan dimanfaatkan. Pembukaan lahan yang dilakukan masyarakat berbasis social entrepreneurship.Tujuan penelitian (1) mengetahuai proses pemberdayaan masyarakat berbasis social enterpreneurship dibidang pertanian dan peternakan (2) mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pemberdayaanmasyarakat berbasis social enterpreneurship di bidang pertanian dan peternakan. Metode penelitian adalahkualitatif dengan teknik analisis data pendekatan deskriptif desain Grounded Theory Approach. Sampel yangdigunakan adalah purposive sampling sebanyak 33 orang yang dipilih. Pengumpulan data dilakukan melaluiobservasi, wawancara dan dokumentasi. Validasi data dilakukan dengan cara member checking. Analisis datamenggunakan open, axial, dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemberdayaanmasyarakat melalui tahapan (1) Penyadaran, melibatkan tokoh masyarakat sebagai penyuluh, penggerak,motivator dan teladan, (2) Pengakapasitasan, melalui kegiatan pelatihan,(3) Pendayaan, melalui otoritasmasyarakat. Faktor pendukung social entrepreneurship adalah (a) Modal awal, (b) Partisipasi aktifkelompok tani dan ternak dan (c) Peran tokoh masyarakat. Faktor penghambat social entrepreneurshipadalah (a) Rendahnya leadership, (b) Kurang siapnya sumberdaya manusia dan (c) Kurangnya kemampuandi bidang pertanian dan peternakan.
Pengantar Redaksi: “Dekolonisasi Ilmu Sosial Humaniora: dari Pengetahuan Lokal ke Pemberdayaan Masyarakat” Jurnal Pemikiran Sosiologi
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 6, No 1 (2019): Dekolonisasi Ilmu Sosial Humaniora Dari Pengetahuan Lokal ke Pemberdayaan Masyar
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.114 KB) | DOI: 10.22146/jps.v6i1.47461

Abstract

-
Modal Sosial: Konsep, Inklusivitas dan Pemberdayaan Masyarakat Rusydan Fathy
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 6, No 1 (2019): Dekolonisasi Ilmu Sosial Humaniora Dari Pengetahuan Lokal ke Pemberdayaan Masyar
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1507.517 KB) | DOI: 10.22146/jps.v6i1.47463

Abstract

Modal sosial diasumsikan sebagai alternatif bentuk modalitas lain. Secara teoritis ada perdebatan mengenai modal sosial bermuara kepada relasi-relasi sosial. Perdebatan itu berkenaan dengan konseptualisasi modal sosial sebagai kapital konkrit dimana individu atau kelompok mampu mendayagunakan relasi-relasi sosial mencakup nilai-norma, jaringan sosial dan kepercayaan untuk memperoleh keuntungan ekonomi dan manfaat sosial. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, artikel ini bertujuan untuk menjelaskan modal sosial sebagai konsep teoritis. Pemaparan studi menunjukkan adanya hubungan antara modal sosial dengan inklusivitas dan pemberdayaan masyarakat terutama dalam konteks pembangunan inklusif berkelanjutan. Artikel ini menyimpulkan bahwa konsep modal sosial berfungsi sebagai kerangka berpikir yang bermanfaat dalam keberhasilan pembangunan dan perumusan kebijakan.
Wisata Halal dan Identitas Islami: Studi Kasus Lombok, Nusa Tenggara Barat Mohammad Jeffry Maulidi
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 6, No 1 (2019): Dekolonisasi Ilmu Sosial Humaniora Dari Pengetahuan Lokal ke Pemberdayaan Masyar
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.174 KB) | DOI: 10.22146/jps.v6i1.47464

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus penelitian lapangan yang menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sejarah dan sosiologis. Subyek penelitian ini adalah masyarakat pelaku pariwisata di Kawasan Ekonomi Khusus di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Penelitian dilakukan untuk melihat sejauhmana implementasi syariah Islam melalui wisata halal berkontribusi pada kondisi masyarakat lokal di pulau Lombok, NTB. Orientasi perubahan sosial masyarakat melalui formalisasi identitas Islam dianggap sebagai wujud kebijakan lokal untuk pembangunan sumberdaya manusia. Pemerintah lokal dan didukung oleh pemerintah pusat mewujudkannya dengan pembangunan ‘Daerah Kawasan Ekonomi Khusus’ (KEK). Kesimpulan penelitian ini menjelaskan bahwa implementasi pembangunan Daerah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) lebih mendatangkan keuntungan bagi kepentingan yang bersifat pro bisnis ketimbang pemberdayaan bagi masyarakat di Lombok yang relijius.
Bukan Sekedar Menggambar: Dinamika Kartunis Lepas Indonesia di Era Digital Roikan Roikan
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 6, No 1 (2019): Dekolonisasi Ilmu Sosial Humaniora Dari Pengetahuan Lokal ke Pemberdayaan Masyar
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.93 KB) | DOI: 10.22146/jps.v6i1.47465

Abstract

Dalam tradisi media, kartunis lepas menyandarkan kehidupannya pada kegiatan menggambar kartun untuk dimuat di rubrik humor atau politik di media massa cetak terutama koran atau majalah. Perkembangan teknologi digital telah berdampak pada aktivitas produktif kartunis tradisional yang semakin berkurang. Selain itu, perubahan pola konsumsi literasi masyarakat dari media cetak ke media daring juga telah mengubah proses kreatif para kartunis terutama yang masih resisten bergantung pada honor karya yang dimuat di media. Kartunis lepas berhadapan dengan perkembangan teknologi digital yang mutakhir, sehingga harus berinovasi dalam proses kreatifnya. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi partisipasi dan wawancara mendalam yang melibatkan para kartunis lepas. Hasil penelitian menunjukan adanya dinamika aktivitas ekonomi para kartunis lepas yang dipengaruhi oleh budaya siber (cyberculture) sebagai moda produksi untuk pengembangan karir. Kartunis dituntut untuk menghasilkan kartun sebagai karya seni yang populer, berkualitas dan berkelanjutan dengan mengembangkan strategi adaptasi proses kreatif melalui digitalisasi dan diversifikasi kekaryaan.
Merebut Paus di Laut Sawu: Konflik Kepentingan Konservasi Paus antara Negara dan Masyarakat Lamalera, Nusa Tenggara Timur Agustinus Gregorius Raja Dasion
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 6, No 1 (2019): Dekolonisasi Ilmu Sosial Humaniora Dari Pengetahuan Lokal ke Pemberdayaan Masyar
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.343 KB) | DOI: 10.22146/jps.v6i1.47466

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan kerangka teoritis wacana Laclau dan Mouffe. Analisa ini bertujuan untuk melihat seluruh praktik sosial yang dilakukan oleh negara dan masyarakat terkait wacana konservasi paus di Laut Sawu, NTT. Hasil penelitian menunjukan bahwa konflik antara masyarakat Lamalera dengan negara terjadi sejak tahun 2001. Konflik itu terkait wacana konservasi Laut Sawu yang secara langsung membatasi wilayah melaut masyarakat Lamalera. Wacana konservasi dimulai dengan pembentukan Kawasan Konservasi Laut Daerah Solor-Lembata-Alor (KKLD-Solar) di tahun 2006. Negara berusaha membangun kesadaran masyarakat lewat berbagai seminar, sosialisasi, dan program Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur. Masyarakat lokal merasa terusik dan berusaha menolak rencana konservasi tersebut. Mereka menilai bahwa perburuan paus yang mereka lakukan sejak dahulu, selalu mematuhi aturan-aturan adat lokal, dengan menerapkan pengetahuan tradisional tentang konservasi kehidupan laut.
Kemiskinan Perempuan Dayak Benawan di Kalimantan Barat sebagai Bentuk Kolonialisme Baru Nikodemus Niko
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 6, No 1 (2019): Dekolonisasi Ilmu Sosial Humaniora Dari Pengetahuan Lokal ke Pemberdayaan Masyar
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (832.504 KB) | DOI: 10.22146/jps.v6i1.47467

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan kondisi kemiskinan perempuan di komunitas adat Dayak Benawan Kalimantan Barat. Akses pengambilan keputusan yang terbatas bagi perempuan Dayak Benawa berimbas kepada adanya struktur pembagian kerja gender yang tidak adil. Tradisi adat yang tidak adil juga ikut menyebabkan kemiskinan. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif melalui observasi dan wawancara di lapangan dan data sekunder dari berbagai sumber pustaka seperti buku, dokumen dari kantor desa dan jurnal ilmiah.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan yang dialami kaum perempuan Dayak Benawan tidak hanya bersifat kultural dan struktural saja, melainkan juga bersifat multidimensi. Diberlakukannya tradisi lokal justru menjadi alat pelemahan posisi perempuan secara politis di dalam komunitas. Hal semacam itu merupakan praktik yang melangengkan patriarki di dalam komunitas masyarakat Dayak Benawan. Narasi kolonialisme baru muncul dalam konteks dimana keterlibatan perempuan ditiadakan melalui tradisi adat sehingga memperparah kondisi kemiskinan khususnya bagi perempuan di dalam komunitas Dayak Benawan.
Pesantren Waria dan Konstruksi Identitas Umi Latiefah
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 2, No 1 (2013): Kontestasi Mendidik Bangsa di Era Reformasi
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.909 KB) | DOI: 10.22146/jps.v2i1.23415

Abstract

Tulisan ini menjelaskan bagaimana waria memandang dirinya melalui masyarakat dan bagaimana pula sebaliknya masyarakat memandang identitas waria.Pada realitanya waria masih mendapatkan perlakuan diskriminatif karena identitasnya dipandang sebagai suatu penyimpangan. Pandangan ini berakibat pada penempatan waria sebagai kaum subaltern atau termarjinalkan, akan tetapi masyarakat sudah mulai terbuka dan menerima waria karena dilihat dari individunya bukan dari identitasnya, namun masyarakat sebagian besar belum bisa menerima identitasnya sebagai waria. Waria melakukan berbagai cara agar bisa diterima masyarakat salah satunya melalui pesantren. Pesantren sebagai alat untuk merekonstruksi identitas waria yang memberikan gambaran tentang image waria yang positif. Keberadaan pesantren khusus waria berhasil merekonstruksi identitas waria dengan menciptakan konstruksi baru yang mampu memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa waria memiliki sisi positif dan masyarakat menyakini adanya perbedaan tingkah laku antara waria yang di pesantren dengan waria yang tidak ikut pesantren.Kata Kunci: waria, pesantren, identitas, subaltern.
METODE-METODE APA SAJA YANG DIGUNAKAN DALAM PENELITIAN MEDIA SOSIAL UNTUK KEPENTINGAN BISNIS? Ambar Sari Dewi
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 3, No 1 (2016): Menggagas Kajian Digital Humanities di Indonesia
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1620.088 KB) | DOI: 10.22146/jps.v3i1.23526

Abstract

Beragam penelitian telah membuktikan dampak media sosial terhadap penampilan dan kinerja dunia bisnis. Artikel ini mengkaji pemetaan teknik-teknik statistik yang pernah digunakan oleh kalangan bisnis dalam meneliti dampak media sosial. Kajian ini menunjukkan bahwa ada kecenderungan yang meningkat dalam minat mengkaji pengaruh media sosial di dunia bisnis. Teknik yang dimodifikasikan yang selama ini dikenal sebagai generasi ketiga dari analisis regresi atau yang biasa disebut sebagai analisis sentimen juga menjadi kajian di dalam artikel ini. Berdasarkan seleksi atas beberapa artikel, kajian singkat ini menyimpulkan bahwa masa depan metode penelitian kuantitatif akan lebih banyak dipengaruhi oleh meningkatnya penggunaan Big Data dan kombinasi teknik-teknik statistik yang baru.
FORUM INTERNET SEBAGAI CYBER PUBLIC SPACE: ANALISA KOMPARASI KASKUS, ADSENSE-ID DAN SEMPROT.COM Roikan Roikan
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 3, No 1 (2016): Menggagas Kajian Digital Humanities di Indonesia
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.404 KB) | DOI: 10.22146/jps.v3i1.23527

Abstract

Penggunaan internet di Indonesia berdasarkan pengamatan saya mulai marak pada era akhir tahun 90-an dengan munculnya jasa warung internet (warnet). Berbagai kemudahan ditawarkan dari internet, dari mesin pencarian, surat elektronik (email), berita, jejaring sosial sampai forum. Forum dalam internet menjadi media penyampaian berita, diskusi sampai penyajian informasi dalam lingkup bidang khusus yang didominasi oleh interaksi yang intensif di antara anggotanya. Artikel ini mendiskusikan peranan forum cyber di internet sebagai ruang publik dengan menggunakan pendekatan antropologi visual dan antropologi media massa. Artikel ini juga memfokuskan diri pada fenomena komunitas-komunitas cyber dan interaksi mereka di dalam dunia virtual seperti KASKUS, Adsense-Id dan Semprot.com. Metode Penelitian yang digunakan di dalam artikel ini adalah analisis forum internet dengan menggunakan analisis partisipasi, analisis isi, dan analisis tema.

Page 8 of 16 | Total Record : 152