cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pemikiran Sosiologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 157 Documents
Heteronormativitas, Wacana LGBT dan Perjuangan Komunitas Waria Melawan Stigma Inestya Kartinaningdryani
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 6, No 2 (2019): Memposisikan "Global South" dalam Peta Kajian Akademik di Indonesia
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.89 KB) | DOI: 10.22146/jps.v6i2.51587

Abstract

Kelompok LGBT sering mendapat diskriminasi dan kekerasan karena mereka dianggap melanggar nilai-nilai heteronormativitas. Waria yang termasuk dalam kelompok T (Transgender) merupakan kelompok paling rentan menerima kekerasan karena penampilan fisik mereka yang lebih kentara dibanding kelompok LGB. Ketidakselarasan tubuh dan perilaku ini membuat waria dianggap aneh dan tereksklusi dari masyarakat melalui konstruksi stigmatisasi yang bersifat homophobia. Kondisi marginalisasi ini mendorong mereka hidup di jalanan dan membentuk sebuah komunitas alternatif. Di Yogyakarta, tantangan bagi komunitas waria tidak serta merta melawan diskriminasi dan kekerasan. Pada 2014, Pemprov DIY mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang penanganan gelandangan dan pengemis. Kondisi ini mebuat perjuangan komunitas waria tidak hanya soal memperjuangkan identitas mereka, melainkan juga resistensi politik. Lebih dari itu, keberadaan perda ini dan aksi vigilantisme yang dilakukan kelompok intoleran mendorong adanya perubahan strategi gerakan komunitas waria. Sayangnya, perubahan ini tidak mendapat sambutan positif dari semua waria.
Pengantar Redaksi: Menelisik Konsep, Lembaga dan Pengorganisasian Tatanan Sosial di Indonesia Jurnal Pemikiran Sosiologi
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 7, No 1 (2020): Menelisik Konsep, Lembaga dan Pengorganisasian Tatanan Sosial di Indonesia
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.716 KB) | DOI: 10.22146/jps.v7i1.57671

Abstract

-
Implementasi POLMAS dalam Pencegahan Tawuran: Studi Kasus POLRES Metro Bekasi Sony Setiawan
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 7, No 1 (2020): Menelisik Konsep, Lembaga dan Pengorganisasian Tatanan Sosial di Indonesia
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (964.782 KB) | DOI: 10.22146/jps.v7i1.57672

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi Polmas atau pemolisian masyarakat (community policing) yang dilakukan anggota Bhabinkamtibmas Polres Metro Kota Bekasi sebagai upaya deteksi dini tawuran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu metode deskriptif analitis untuk mengeksplorasi dan memahami makna dari suatu ranah permasalahan khususnya untuk menggambarkan kinerja Bhabinkamtibmas dalam menerapkan Polmas bekerjasama dengan Polsek Metro Kota Bekasi. Polsek Metro Kota Bekasi menemui permasalahan di lapangan yakni masih maraknya kasus tawuran di Kota Bekasi. Kesulitan dalam menyelesaikan permasalahan tawuran masih sering terjadi dikarenakan beberapa faktor seperti kekurangan personel, kemampuan personel mengatasi permasalahan dan kemampuan anggota Bhabinkamtibmas dalam mempraktikkan program pemolisian masyarakat (Polmas) untuk mencegah tawuran. Polmas beserta masyarakat berupaya menjalin kerjasama dalam mendukung program deteksi dini pencegahan tawuran. Dalam pandangan kajian kepolisian melalui program deteksi dini ini diharapkan kasus tawuran dapat dicegah dan diminimalisir.
Dampak Akselerasi CSR PT Semen Indonesia (Persero) Tbk pada Petani Greenbelt di Tuban Mutiya Noorfiana; Sulismadi Sulismadi
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 7, No 1 (2020): Menelisik Konsep, Lembaga dan Pengorganisasian Tatanan Sosial di Indonesia
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.992 KB) | DOI: 10.22146/jps.v7i1.57673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak akselerasi Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Indonesia (Pesero) Tbk bagi petani greenbelt di Tuban yang dilatarbelakangi oleh keunikan dari program greenbelt. Program greenbelt ini merupakan tanggung jawab sosial perusahaan dimana program tidak hanya berfokus pada satu bidang saja sebagaimana praktik CSR pada umumnya, melainkan berfokus pada dua bidang sekaligus yaitu, sosial dan lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif yang dilakukan di Tuban, yaitu di Desa Temandang, Kecamatan Kerek. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Kerangka teoritis yang digunakan adalah teori modal sosial menurut Fukuyama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum program greenbelt berdampak cukup baik terhadap petani lokal. Perusahaan melakukan inovasi pertanian dengan mengajak petani untuk bercocok tanam untuk keberlanjutan program greenbelt dengan harapan dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.
Penggalangan Civic Literacy Melalui Organisasi Kemahasiswaan dan Pandangan mengenai Tantangan Demokrasi di Indonesia Yayuk Hidayah; Sapriya Sapriya; Cecep Darmawan; Elly Malihah
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 7, No 1 (2020): Menelisik Konsep, Lembaga dan Pengorganisasian Tatanan Sosial di Indonesia
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.755 KB) | DOI: 10.22146/jps.v7i1.57674

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan penggalangan civic literacy (literasi kewarganegaraan) di kalangan mahasiswa yang terlibat dalam organisasi kemahasiswaan. Tujuan penelitian untuk mengungkapkan pandangan mereka mengenai praktik demokrasi di Indonesia, khususnya melalui momentum Pemilu 2019. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif khususnya fenomenologi dengan pengambilan data wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa justru terdapat pandangan yang positif di kalangan mahasiswa terhadap pelaksanaan Pemilu 2019 sebagai skema rekruitmen kepemimpinan politik di Indonesia. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa dalam pandangan mahasiswa, tantangan demokrasi di Indonesia melalui Pemilu diuji oleh pengaruh budaya digital. Dalam konteks ini, pengetahuan responden tentang aspek literasi kewarganegaraan dan partisipasi politik mereka mengalami perubahan sebagai dampak dari meluasnya praktik budaya digital sehingga menjadi tantangan demokrasi Indonesia di masa depan.
Kami Bali-Lampung: Politik Identitas Etnik Bali Migran dalam Masyarakat Multikultural Way Kanan, Lampung Zainal Arifin
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 7, No 1 (2020): Menelisik Konsep, Lembaga dan Pengorganisasian Tatanan Sosial di Indonesia
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1107.634 KB) | DOI: 10.22146/jps.v7i1.57675

Abstract

Artikel ini menjelaskan bagaimana politik identitas etnik yang dipraktikkan komunitas Bali migran di wilayah Lampung yang multikultural, dimana berbagai etnik di Indonesia bisa ditemukan dan bermukim di wilayah ini. Komunitas Bali bermigrasi ke Lampung melalui proses transmigrasi pada tahun 1963 akibat meletusnya gunung Agung. Salah satu pemukiman komunitas Bali migran tersebut ada di desa Bali Sadhar di Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung. Dalam beberapa kasus, komunitas Bali dengan sentimen identitas budaya Hinduisme Bali yang kuat acapkali mengalami konflik sosial dengan etnis lain disekitarnya terutama di wilayah pemukiman baru. Tetapi komunitas Bali (Sadhar) di Way Kanan Lampung justru hidup dengan harmonis dengan komunitas lain di sekitarnya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan penyesuaian budaya dalam praktik politik identitas di kalangan komunitas Bali (Sadhar) ini dilakukan dengan meredefinisi nilai-nilai budaya (Hindu) yang mereka miliki sesuai dengan kondisi lingkungannya.
This is Not a Power Game: Dinamika Perkawinan Campur dalam Sebuah Relasi Bisnis Sinta Dwi Mustikawati
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 7, No 1 (2020): Menelisik Konsep, Lembaga dan Pengorganisasian Tatanan Sosial di Indonesia
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (842.903 KB) | DOI: 10.22146/jps.v7i1.57676

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan dinamika kuasa antara perempuan Indonesia dan laki-laki kulit putih dalam konteks pasangan perkawinan campur yang mengelola bisnis bersama. Relasi lintas bangsa, terutama relasi antarras di Indonesia masih dibayangi oleh stereotipe mobilitas vertikal seperti yang diungkapkan oleh Frantz Fanon. Perempuan masih diposisikan sebagai pihak yang tidak memiliki agensi di dalam relasi lintas bangsa semacam ini. Pada praktiknya, produk-produk hukum di Indonesia yang mengatur perkawinan campur membuktikan adanya kapital-kapital simbolis yang dimiliki oleh perempuan Indonesia untuk memunculkan agensi di dalam relasi perkawinan campur. Salah satu aspek perkawinan campur yang memperlihatkan kondisi ini adalah ketika para pelaku kawin campur mengelola bisnis bersama. Warga negara asing yang hendak membangun bisnis di Indonesia seringkali terganjal oleh ketatnya kebijakan pemerintah sehingga membina relasi dengan warga negara Indonesia merupakan salah satu strategi untuk mempermudah legalisasi bisnis yang mereka bangun. Meskipun demikian, kondisi ini juga memperlihatkan tumpang tindih relasi antar budaya, yakni antara relasi intim dan bisnis di dalam perkawinan mereka. Melalui metode observasi partisipatoris dan etnografi, kajian ini memperlihatkan relasi kuasa yang kompleks yang diakibatkan oleh pertukaran simbolik antara kapital kultural yang dimiliki oleh para pelaku kawin campur.
Komite Sekolah dan Pengembangan Pendidikan: Studi Kasus SMA Makassar Nurindah Sari; Kaharuddin Kaharuddin; Zainudin Hassan
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 7, No 1 (2020): Menelisik Konsep, Lembaga dan Pengorganisasian Tatanan Sosial di Indonesia
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.26 KB) | DOI: 10.22146/jps.v7i1.57677

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk kontribusi komite sekolah dalam pengembangan pendidikan dengan menggunakan studi kasus percontohan di SMA Makassar. Penelitian ini mendeskripsikan faktor penghambat peran komite sekolah dalam pengembangan pendidikan di SMA Makassar. Metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kontribusi komite sekolah dalam pengembangan pendidikan hanya terlihat pada pemberian pertimbangan atau ide-ide formal, mengontrol dan mengawasi siswa, serta menjadi mediator antara pihak sekolah dengan orang tua siswa dan masyarakat. Salah satu faktor penting yang menghambat komite sekolah dalam pengembangan pendidikan lebih lanjut adalah persepsi umum bahwa komite sekolah tidak memiliki dana sehingga banyak anggota komite sekolah merasa tidak memiliki kewajiban dalam menyelesaikan persoalan infrastuktur dan perolehan sumberdaya untuk sekolah.
Strategi Nafkah dan Kemiskinan: Studi Kasus Komunitas Nelayan Banawa, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah Sulthan Zainuddin; Mustainah Mustainah; Syufri Syufri
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 7, No 2 (2020): Modernitas Lanjut dan Masyarakat Berisiko (Tatanan Sosial, Pengorganisasian dan
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jps.v7i2.62525

Abstract

Menurut teori strategi nafkah, kemiskinan digambarkan sebagai pengaruh budaya yang terdapat dalam kebiasaan sehari-hari masyarakat tertentu dan atau tertanam dalam sistem nilai budaya yang menghambat produktivitas ekonomi (involusi). Hal semacam itu termasuk larangan dan atau pembatasan yang berlaku di kalangan komunitas nelayan Kabupaten Donggala di Sulawesi Tengah. Padahal kemiskinan struktural di Kabupaten Donggala justru dipengaruhi oleh banyak faktor. Yakni apa yang bisa dikenali sebagai berikut; kurangnya modal usaha, teknologi tradisional yang sederhana, wilayah penangkapan ikan yang terbatas, dan sistem pemasaran yang didominasi oleh tengkulak atau pedagang grosir. Di sisi lain, kemiskinan diperparah dengan perubahan musim atau perubahan iklim sehingga strategi mencari rejeki dilakukan dengan kegiatan di darat, misalnya dengan menjadi tukang atau buruh perkebunan. Bahkan pekerjaan informal melibatkan anggota keluarga termasuk perempuan dengan menjadi PRT dan atau pedagang kaki lima. Kesimpulan penelitian, kemiskinan terjadi akibat ketimpangan sosial ekonomi seperti disparitas sosial yang disertai penguatan budaya involusi perikanan pesisir.
Sabalong samalewa sebagai Etika Moral Orang Sumbawa Yaspis Edgar N. Funay
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 7, No 2 (2020): Modernitas Lanjut dan Masyarakat Berisiko (Tatanan Sosial, Pengorganisasian dan
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jps.v7i2.62526

Abstract

Kajian ini mendeskripsikan kearifan lokal dalam bentuk etika atau prinsip moral masyarakat Sumbawa yang disebut sabalong samalewa. Etika tersebut menjadi pedoman hidup masyarakat Sumbawa dalam menjaga eksistensi kehidupan manusia dan keseimbangan alam. Prinsip tersebut menugaskan masyarakat untuk menghormati hubungan antara kehidupan manusia dengan makhluk hidup lainnya, terutama karena adanya perubahan materi dan lingkungan yang mengakibatkan ketimpangan sosial sebagai akibat dari pembangunan lokal. Etika sabalong samalewa memberikan pedoman untuk menjaga keseimbangan antara perkembangan materi atau fisik dan perkembangan mental atau spiritual, sebagai nilai-nilai bersama dan tindakan universal bagi masyarakat Sumbawa lintas kelas sosial. Kajian ini menyimpulkan bahwa etika sabalong samalewa bagi masyarakat Sumbawa adalah suatu embodimen atau pengejawantahan nilai dan perangkat keramahtamahan (convivialisme) dalam pencapaian kehidupan harmonis antara warga dan lingkungannya melalui perwujudan nilai-nilai lokal dan praktik penghormatan terhadap penghuni lain di muka bumi agar tak musnah.

Page 10 of 16 | Total Record : 157