Articles
152 Documents
MEMENTO DARI PULAU ‘PURGATORIO’: Membaca Sejarah Narasi Hak Asasi Manusia Melalui ‘Memoar Pulau Buru Karya Hersri Setiawan’
Budi Irawanto
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 3, No 2 (2016): Tantangan Gerakan Sosial
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (730.404 KB)
|
DOI: 10.22146/jps.v3i2.23531
Buku Memoar Pulau Buru bukan sekedar mengisahkan kehidupan para tahanan politik akibat dampak peristiwa setelah 30 September 1965 secara dramatis semata. Buku karya Hersri Setiawan ini menyodorkan suatu narasi kemanusiaan yang oleh kebanyakan generasi khususnya di masa Orde Baru nyaris terabaikan. Narasi yang disampaikan di dalam buku ini bukan hanya mengilustrasikan kehidupan pribadi yang dialami oleh penulis selama dalam masa tahanan di pulau itu, melainkan mengisyaratkan adanya suatu harapan yang sebelumnya pernah menjadi ‘mimpi’ para tapol ketika Indonesia baru saja memulai kehidupannya sebagai bangsa yang berdaulat sebelum peristiwa 30 September 1965 terjadi. Narasi sejarah semacam ini memberi alternatif membaca gerakan sosial khususnya ketika persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) juga menjadi prasyarat penting bagi masa depan bangsa Indonesia di mata masyarakat internasional.
Capitalist Globalization (Consequences, Resistance, and Alternative) Karya Martin Hart-Landsberg
Wahyu Kustiningsih
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 2, No 2 (2013): Tantangan Global Dalam Perubahan Lokal
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (843.223 KB)
|
DOI: 10.22146/jps.v2i2.30019
Globalisasi ekonomi merupakan bahasan umum dalam masyarakat kontemporer. Globalisasi ekonomi saat ini telah memasuki era post-kolonial dimana orientasi pembangunan lebih mengarah pada pasar bebas yang dikuasai oleh para kapitalis atau korporasi-korporasi raksasa swasta. Sesuai dengan judul bukunya, yaitu, “Capitalist Globalization:Consequences, Resistance, and Alternative”, Martin Hart-Landsberg menawarkan analisa tentang globalisasi kapitalis itu sendiri dan alternatif-alternatif terhadapnya. Menurutnya, kapitalis globalisasi memiliki andil yang cukup besar terhadap terjadinya krisis ekonomi dalam masyarakat kontemporer saat ini.
Pengembangan Aspek Nilai dalam Pendidikan Pesantren di PP Nurul Ummah
Ahmad Fadli Azami
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 2, No 1 (2013): Kontestasi Mendidik Bangsa di Era Reformasi
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (755.603 KB)
|
DOI: 10.22146/jps.v2i1.23413
Pesantren sebagai lembaga pendidikan keagamaan merupakan fakta sosial yang tidak bisa diabaikan keberadaannya. Secara historis, pesantren telah berhasil menunjukkan model pendidikannya yang cukup kokoh dalam menghadapi berbagai guncangan. Tak heran jika model pendidikan itu masih tetap diakui oleh masyarakat islam pada umumnya. Dalam konteks kekinian di mana dunia pendidikan lebih menonjolkan kecerdasan intelektual, pesantren hadir dengan warna yang berbeda. Pesantren hadir dalam rupa pendidikan yang lebih menitikberatkan pada nilai yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan nilai yang dikembangkan pesantren itu telah menjadi antithesis terhadap sistem pendidikan di luarnya dan terbukti berhasil dalam membentuk watak seseorang. Nilai itu berupa cara memandang segala sudut kehidupan sebagai ibadah. Bagi pesantren, segala macam bentuk pekerjaan hendaknya dilakukan dengan niatan beribadah. Pemusatan pada nilai ini menghantarkan pada sikap saling pengertian, menghargai, dan menghormati pada segala hal. Pandangan ini menemukan landasannya pada sikap santri yang rela berkorban untuk kepentingan umum, penghormatan total pada guru dan Kiai, serta kebiasaan bertirakat. Pondok Pesantren Nurul Ummah (PPNU) adalah salah satu pesantren yang mengembangkan model pendidikan seperti itu. Pola pendidikan itu telah lama dianut dan dikembangkan oleh para santri melalui proses dialektika yang panjang.Kata kunci: Pesantren, nilai, ibadah
Gejala Alienasi Dalam Masyarakat Konsumeristik
Aditya Permana
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 1, No 2 (2012): Dinamika Sosial dalam Masyarakat Indonesia Kontemporer
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (938.112 KB)
|
DOI: 10.22146/jps.v1i2.23449
” Masyarakat konsumer adalah masyarakat yang telah mengalami transformasi dari mode of production yang mencirikan kapitalisme lama ala Marx ke mode of consumption yang menandai era kapitalisme baru. Kapitalisme baru mengonstruksi masyarakat yang mengartikulasikan diri dalam objek-objek konsumsi yang menjadikan individu sekedar etalase tanda agar kemelimpahan produksi komoditi terus berjalan dan pemilik modal terus menangguk untung. Kapitalisme baru mereifikasi petanda-petanda (signifiers) komoditi dan melipatnya dalam kebutuhan-kebutuhan palsu (pseudo-needs) yang dijadikan ‘norma sosial’ baru yang berlandaskan pada konsumsi. Berkat kemajuan teknologi dan sistem konsumsi baru, kapitalisme baru menemukan solusi untuk mengatasi masalah alienasi buruh dalam mode of production. Namun konsumerisme sebagai efek langsung mode of consumption justru melahirkan alienasi yang jauh lebih luas dan tersamar. Tulisan ini mengangkat topik tersebut melalui kacamata pemikir sosial-filsafat postmodern, Jean Baudrillard”Kata kunci: konsumsi, masyarakat konsumer, konsumerisme, reifikasi, alienasi.
Uang dan Peluang: Konsumsi Barang Virtual dalam Game RF Online Indonesia
Ardhano Priatama
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 5, No 2 (2018): Dimensi Kesejahteraan dalam Perspektif Sosiologi Kritis: Praktik Ekonomi Baru, P
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1023.856 KB)
|
DOI: 10.22146/jps.v5i2.44633
Studi mengenai permainan daring merupakan fenomena yang menarik karena para pemain terlibat dalam aktivitas budaya ekonomi yang praktiknya belum cukup banyak dikenali atau tidak biasa. Salah satu contoh ditunjukkan melalui transaksi jual beli barang virtual yang melibatkan pertukaran barang dan uang yang dilakukan oleh para pemain. RF Online merupakan salah satu permainan daring di Indonesia yang melibatkan transaksi uang dengan suku bunga yang tinggi melalui pertukaran barang virtual. Barang virtual adalah kumpulan data komputer yang dianggap setara dengan nilai uang yang konkrit. Kajian ini menunjukkan bahwa kekayaan yang bersifat non fisik (intangible) mempengaruhi banyak orang untuk terus mengkonsumsi permainan daring. Kesediaan para pemain untuk membeli barang-barang virtual mengindikasikan bahwa ada “keuntungan” yang ada dibalik perilaku mengkonsumsi permainan daring tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab bagaimana konsumsi barang-barang virtual memberikan keuntungan pada para pemain RF Online. Metode virtual etnografi yang dilakukan dalam studi ini menunjukkan bahwa keuntungan-keuntungan dari konsumsi barang-barang virtual dalam permainan daring diobyektifikasikan melalui kapital budaya. Kapital budaya ini hanya dapat diperoleh dengan memperluas akses jejaring sosial yang menghasilkan cara-cara memperoleh keuntungan ekonomi.
Jogjaplan dan Kelompok Warga Pengawal Anggaran dalam Perencanaan Pembangunan di Daerah Istimewa Yogyakarta
Anggalih Bayu Muhamad Kamim;
Muhamad Rusmul Khandiq;
Ichlasul Amal
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 5, No 2 (2018): Dimensi Kesejahteraan dalam Perspektif Sosiologi Kritis: Praktik Ekonomi Baru, P
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1239.198 KB)
|
DOI: 10.22146/jps.v5i2.44634
Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki platform Jogjaplan yang ditujukan untuk perencanaan awal dan usulan perencanaan anggaran pembangunan. Evaluasi terhadap pemanfaatan platform Jogjaplan perlu dilakukan untuk memastikan adanya partisipasi warga DIY dalam proses perencanaan anggaran dan evaluasi pembangunan. Kajian ini menggunakan pendekatan participatory budgeting yang berusaha mendorong pelibatan warga secara aktif dalam seluruh siklus penganggaran. Penelitian dilakukan dengan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk melakukan evaluasi terhadap pemanfaatan Jogjaplan dalam perencanaan anggaran di DIY dan kehadiran Kelompok Warga Pengawal Anggaran (KWPA). Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan platform Jogjaplan lebih ditujukan untuk transparansi pembangunan secara formal yang melibatkan kinerja Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD), tetapi belum sepenuhnya melibatkan proses partisipasi warga khususnya dalam praktik penganggaran berbasis partisipasi.
Informational Capability and the Development of Village Information System and Village Owned-Enterprises in Four Villages in Java
Arie Setyaningrum Pamungkas
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 5, No 2 (2018): Dimensi Kesejahteraan dalam Perspektif Sosiologi Kritis: Praktik Ekonomi Baru, P
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1478.678 KB)
|
DOI: 10.22146/jps.v5i2.44635
Undang-Undang Desa Indonesia No. 6 tahun 2014 mengamanatkan negara untuk memperlakukan desa sebagai subjek pembangunan melalui fasilitasi oleh pemerintah pusat. Fasilitasi semacam itu dicontohkan oleh pengembangan infrastruktur komunikasi dan teknologi informasi (TIK) yang berkenaan dengan prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi demokratis. Studi ini meneliti tiga isu utama tentang TIK untuk pembangunan pedesaan. Pertama, penerapan sistem informasi desa (SID) untuk mendukung layanan publik. Kedua, ekonomi kreatif penduduk desa dicontohkan dengan mendirikan 'perusahaan milik desa' (Bumdesa). Ketiga, memetakan potensi keunggulan serta kerentanan dalam implementasi SID dan Bumdesa. Studi etnografi melibatkan empat wilayah pedesaan di Jawa yang terdiri dari tiga desa di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dan satu desa di Provinsi Jawa Timur untuk studi banding. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun keempat desa telah menerapkan SID sehingga mampu menunjukkan profil lengkap desa di situs web mereka, orientasi TIK untuk pembangunan pedesaan hampir tidak ada. Masih ada perbedaan orientasi dalam memanfaatkan data desa antara penduduk desa, relawan desa, dan pemerintah desa. Ini terjadi karena kurangnya kapabilitas informasi. Kapabilitas informasi sangat berpengaruh dalam distribusi informasi dan partisipasi penduduk desa yang terlibat dalam pembangunan pedesaan khususnya dalam mengembangkan ekonomi kreatif berdasarkan sumber daya desa dan pengetahuan serta praktik yang secara khusus dimiliki penduduk desa.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Menggunakan Badan Usaha Milik Desa: Desa Ponggok dan Kritik Terhadap Prestasi “Terbaik Nasional”
Fajar Sidik;
Fatih Gama Abisono Nasution;
Herawati Herawati
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 5, No 2 (2018): Dimensi Kesejahteraan dalam Perspektif Sosiologi Kritis: Praktik Ekonomi Baru, P
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4864.119 KB)
|
DOI: 10.22146/jps.v5i2.44636
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pada salah satu Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa)“terbaik nasional” kategori pemberdayaan masyarakat menurut pemerintah pusat, yaitu BUM Desadi Desa Ponggok, Kabupaten Klaten. Penelitian ini dilatarbelakangi masalah meningkatnya jumlahBUM Desa secara signifikan setelah kebijakan UU Nomor 6/2014 tentang Desa ditetapkan, namunbanyak BUM Desa yang belum mampu mereduksi kemiskinan desa. Pemasalahan ini dipahamimenggunakan konseptual teori hybrid institutions. Penelitian kualitatif dengan pendekatan metodestudi kasus digunakan untuk mengeksplorasi BUM Desa di Desa Ponggok. Teknik wawancara,observasi dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data primer dan sekunder. Datasekunder dan primer dianalisis menggunakan tahapan analisis data kualitatif menurut Miles danHuberman. Berdasarkan hasil ekplorasi, tim peneliti menemukan bahwa Pemerintah Desa Ponggokberhasil mentransformasikan pemberdayaan masyarakat dari berbasis komunitas menjadi BUMDesa dalam mengelola dan memanfaatkan hasil sumber daya milik bersama (desa wisata alam).Meskipun berhasil bertransformasi, fakta di akar rumput menunjukkan bahwa pemberdayaanmasyarakat yang dilakukan oleh BUM Desa sebagai hybrid institutions gagal menyentuh danmemberdayakan warga miskin.
Giddens dan Kapitalisme: Etika Kerja Buruh Perkebunan Karet di Sumatera Selatan
Rica Arvenia;
Muhammad Fedryansyah;
Muhamad Fadhil Nurdin
Jurnal Pemikiran Sosiologi Vol 5, No 2 (2018): Dimensi Kesejahteraan dalam Perspektif Sosiologi Kritis: Praktik Ekonomi Baru, P
Publisher : Departemen Sosiologi Universitas Gadjah Mada
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1313.351 KB)
|
DOI: 10.22146/jps.v5i2.44637
Industri karet berkaitan pada kondisi buruh dan penguasaan wilayah, serta masuknya sistemkapitalisme dalam sektor perkebunan karet. Modernitas yang terjadi menjadi beban bagi buruh kerjaperkebunan karet karena sistem-sistem modern telah masuk dan dimiliki oleh sistem kapitalisme,sehingga menjadi dampak buruk bagi buruh, kesejahteraan merupakan bagian terpenting dalamsektor industri maupun perkebunan. Artikel ini berfokus pada masalah kapitalisme dan etika kerjayang ada pada perkebunan karet di Sumatera Selatan, dengan menggunakan pendekatan kualitatifdan analisis deskriptif.Teknik pengumpulan data berupa studi literatur, jurnal, observasi, sertawawancara mendalam pada pemilik kebun karet dan buruh perkebunan karet. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa: (1) terjadinya sistem kapitalisme pada perkebunan karet yang diakibatkanoleh ketikstabilan harga. (2) etika kerja pada perkebunan karet direproduksi oleh perorangan, (3)terjadinya modernitas memberikan dampak pada harapan buruh perkebunan dan menjadi bebanbagi pemilik untuk mensejahterahkan buruh. Dalam teori strukturisasi yang dikemukakan olehGiddens ialah bahwa perubahan struktur dipengaruhi oleh agen dan struktur sehingga kunci utamadari kesejahteraan ada pada sistem, sistem yang tidak baik dapat membawa dampak yang buruk