cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Farmaseutik
ISSN : 1410590x     EISSN : 26140063     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 18, No 2 (2022)" : 16 Documents clear
Evaluasi Penggunaan Obat Berdasarkan Indikator Kinerja Pelayanan Kefarmasian Pada Puskesmas Wilayah Kota Kupang Achmad Fudholi; Tri Murti Andayani; Satibi Satibi; Natalia Gilarsih
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v1i1.54770

Abstract

Berangkat dari permasalahan belum optimalnya penerapan penggunaan obat secara rasional pada pelayanan kesehatan di Indonesia maka telah dikembangkan indikator khusus yang menjadi dasar penilaian kinerja pelayanan kefarmasian di puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan obat di puskesmas wilayah Kota Kupang berdasarkan indikator hasil metode Delphi yang dikembangkan oleh Satibi dkk. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan data retrospektif tahun 2018 dan melalui observasi langsung. Pemilihan sampel puskesmas dilakukan dengan purposive sampling. Data hasil penelitian berupa data kuantitatif, dianalisis secara deskriptif dan 6 indikator diantaranya dibandingkan dengan standar Kemenkes RI dan WHO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan obat belum rasional sesuai standar WHO ataupun Kemenkes RI pada indikator item per resep, penggunaan obat generik dan pemberian oralit dan zink sedangkan indikator antibiotik pada diare non spesifik, antibiotik pada ISPA non pneumonia dan penggunaan injeksi pada myalgia telah memenuhi standar yang ada. Indikator biaya obat per kunjungan resep sebesar Rp.9.394 ± Rp.1.341 digunakan sebagai parameter dalam penetapan alokasi dana pengadaan obat tahun berikutnya dan indikator kejadian medication error tidak dapat dievaluasi karena tidak tersedianya dokumentasi tersebut. Kesimpulan menunjukkan puskesmas wilayah Kota Kupang masih mengalami masalah dalam jumlah item obat per resep, penggunaan obat generik, pemberian oralit dan zink dan pendokumentasian kejadian medication error. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan untuk meningkatkan pengetahuan tenaga kefarmasian yang dapat mendukung penggunaan obat rasional di puskesmas.
Penggunaan Lean Hospital Untuk Meningkatkan Efisiensi Pelayanan Resep Rawat Jalan RSU PKU Muhammadiyah Delanggu Nurlaila Winarno; Marchaban Marchaban; Endang Yuniarti
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v1i1.58990

Abstract

Instalasi Farmasi merupakan pintu terakhir dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit. Baik buruknya pelayanan di instalasi farmasi menentukan tingkat kepuasan pasien secara umum. Oleh karena itu instalasi farmasi selalu dituntut untuk meningkatkan mutu yang berfokus pada kepuasan pasien dengan cara mengeliminasi pemborosan (waste) yang terjadi dalam proses pelayanan. Pasien menunggu pelayanan untuk waktu yang lama merupakan waste. Adanya waste berupa waiting akan menurunkan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan resep di depo farmasi rawat jalan dengan menurunkan waktu tunggu (lead time) menggunakan konsep lean hospital. Penelitian dilakukan dengan desain action research dengan pendekatan Partisipatory Action research (PAR). Gambaran proses pelayanan dipetakan dengan value stream mapping, gambaran adanya waste berupa waiting diperoleh dari  Focus Group Discussion (FGD) dengan petugas farmasi, dan pengukuran lead time dilakukan langsung di tempat penelitian. Perbaikan dilakukan dengan lean tools. Hasil penelitian setelah dilakukan perbaikan dengan konsep lean hospital terjadi peningkatan efisiensi pelayanan dilihat dari penurunan lead time dari 54’35” menjadi 39’23”. Pada pengukuran kepuasan pasien, secara keseluruhan pasien belum merasa puas terhadap pelayanan depo farmasi rawat jalan dengan nilai gap terbesar pada dimensi daya tanggap (responsiveness), kemudian diikuti dimensi berwujud (tangible), keandalan (reliability), empati (empathy) dan jaminan (assurance).
Evaluasi Kesesuaian Dosis dan Clinical Outcome Amikasin dan Gentamisin di Picu (Pediatric Intensive Care Unit) RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Novrilia Atika Nabila; Ika Puspitasari; Ida Safitri Laksanawati
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v1i1.59233

Abstract

Pemakaian amikasin dan  gentamisin yang memiliki kisaran terapi sempit perlu dilakukan monitoring terapi. Monitoring terapi dilakukan melalui tinjauan secara farmakokinetika dengan menghitung estimasi kadar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat estimasi kadar amikasin dan gentamisin pada pasien PICU (Pediatric Intensive Care Unit) dan mengetahui hubungannya terhadap outcome klinis pasien serta kejadian nefrotoksisitas. Penelitian ini merupakan penelitian observational dengan desain cross sectional. Subjek penelitian ini adalah pasien pediatrik yang di rawat di PICU RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta periode 2017 – 2019. Jumlah pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 54 pasien. Hasil estimasi kadar diamati berdasarkan 2 parameter PK-PD yaitu kesesuaian rasio Cmax/MIC dan Cmin>MIC. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada penggunaan amikasin mencapai target rasio Cmax/MIC 17 (74%), dan Cmin > MIC yaitu 3 (13%) pasien. Pada penggunaan gentamisin mencapai target rasio Cmax/MIC 16 (46%), Cmin > MIC yaitu 7 (20%) pasien. Hasil analisis dengan uji Fisher menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan kedua parameter tersebut terhadap outcome klinis dengan nilai p > 0.05. Kesesuaian estimasi kadar tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian nefrotoksisitas. Tanda-tanda nefrotoksisitas terdapat pada 3 pasien (6%).
The Description of Knowledge of Type 2 Diabetes Mellitus Patient Measured by Simplified Diabetes Knowledge Scale Indonesia Version (SDKS-INA) Perdani Adnin Maiisyah; Zullies Ikawati; Zainol Akbar Zainal
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v1i1.60140

Abstract

Knowledge of diabetes is the important determinant to practice the self-care thus, the therapy goals of diabetes achieved. The aim of the study is to assess the knowledge of type 2 DM patients using SDKS-INA. This research is an observational study, with data collected in the community of the Yogyakarta province from January - May 2020. The assessment of knowledge of type 2 DM patients was measured by Simplified Diabetes Knowledge Scale in Bahasa Indonesia 1 for the non-insulin user (SDKS-INA1) and SDKS-INA2 for insulin user. Ninety-six of the non-insulin user and 28 insulin user type 2 DM participated in this study. The percentage of non-insulin user type 2 DM patients with a high level of knowledge was 53.13%, while in those in insulin user was 60,70%. However, high knowledge level is not the intention to discontinue giving education. The knowledge level also should be assessed routinely as well as delivering sustainable diabetes education.
Kepuasan Pasien Ulkus Diabetik Yang Menjalani Outpatient Parenteral Antimicrobial Treatment di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Elma Viorentina Sembiring; Ika Puspitasari; Rizka Humardewayanti Asdie; Hemi Sinorita
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v1i1.60276

Abstract

Outpatient parenteral antimicrobial treatment (OPAT) merupakan pemberian terapi antimikroba parenteral tanpa rawat inap. Tujuan utama program OPAT adalah memungkinkan pasien memperoleh terapi antibiotik parenteral dengan aman dan efektif tanpa menjalani rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan biaya pemberian antibiotika parenteral dan kepuasan pasien antara pasien ulkus diabetik terinfeksi yang memperoleh pelayanan rawat inap dan rawat jalan (OPAT). Penelitian ini adalah penelitian kuasi ekperimental dengan pendekatan prospektif pada pasien ulkus diabetik di RSUP Dr. Sardjito. Pengambilan sampel dilakukan secara non probability sampling kuota yang dilakukan pada bulan September 2019 – September 2020. Kuesioner kepuasan pasien yang digunakan dalam penelitian ini ialah Patient Satisfaction Quetionare-18 (PSQ-18) versi bahasa Indonesia yang telah melalui uji validitas dan reabilitas. Uji Mann Whitney dilakukan untuk mengetahui perbedaan kepuasan pasien antara kedua kelompok. Subjek penelitian dalam penelitian ini sebanyak 15 pasien pada kelompok OPAT dan 15 pasien pada kelompok kontrol (rawat inap). Pada penelitian ini didapatkan nilai rata-rata kepuasan pasien terhadap pelayanan OPAT dan control adalah 4,66  ± 0,09 dan 4,69 ± 0,08. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara tingkat kepuasan pasien yang mendapatkan pelayanan OPAT dengan pelayanan rawat inap (p = 0,817).
Perbandingan Regimen Terapi Antipsikotik Berbasis Risperidon Terhadap Sindrom Ekstrapiramidal, Fungsi Kognitif, dan Gangguan Metabolik Pada Pasien Schizophrenia Hendik Riawan; Cecep Sugeng Kristanto; Zullies Ikawati
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v1i1.60346

Abstract

Target kerja setiap regimen antipsikotik menimbulkan efek samping berbeda baik digunakan secara tunggal maupun kombinasi. Risperidon tunggal, kombinasi risperidon-klorpromazin dan risperidon-klozapin merupakan 3 besar regimen terapi antipsikotik terbanyak yang digunakan di Instalasi rawat jalan RS Ernaldi Bahar Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh 3 regimen terapi antipsikotik berbasis risperidon terhadap kejadian sindrom ekstrapiramidal (EPS), fungsi kognitif, serta gangguan metabolik. Rancangan penelitian Cohort Prospective pre-post test menggunakan alat bantu kuesioner Extrapyramidal Symptom Rating Scale (ESRS) untuk mengetahui kejadian EPS, Mini Mental State Examination (MMSE) untuk mengetahui perubahan fungsi kognitif serta mengukur Body Mass Index (BMI), kolesterol total, tekanan darah, dan gula darah sewaktu (GDS) untuk mengetahui adanya gangguan metabolik. Pengambilan data dilakukan pada pasien rawat jalan periode Maret–April 2020. Diperoleh sebanyak 361 subyek penelitian, namun akibat pandemi covid-19 maka hanya 180 yang memenuhi kelengkapan data untuk dianalisa dan terdistribusi merata ke dalam 3 regimen terapi antipsikotik yang diteliti. Analisis demografi responden dilakukan secara deskriptif. Uji Kruskal Wallis digunakan untuk mengetahui perbandingan regimen terapi antipsikotik berbasis risperidon terhadap kejadian EPS, sedangkan untuk melihat perburukan fungsi kognitif dan gangguan metabolik digunakan Uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan munculnya kejadian parkinson (p=0,000) dan distonia (p=0,027). Penggunaan obat antikolinergik yang tidak adekuat merupakan faktor pengganggu yang ikut mempengaruhi secara signifikan terhadap kejadian parkinson (p=0,048). Serta tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam perburukan fungsi kognitif (p=0,465), BMI (p=0,610), kolesterol total (p=0,167), tekanan darah (p=0,327) dan GDS (p=0,218) antar 3 regimen terapi antipsikotik berbasis risperidon.
Pengaruh Konseling Apoteker Terhadap Outcome Anemia Pada Siswi SMA Yang Menerima Program Suplementasi Zat Besi Sisri Novrita; Ika Puspitasari; Nanang Munif Yasin; Chrisna Wardhani
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v1i1.60555

Abstract

Keberhasilan program pencegahan dan penanggulangan anemia defesiensi besi pada remaja putri tergantung dari tingkat kepatuhan individual terhadap pengobatan. Ketidakpatuhan remaja putri dalam menjalankan terapi merupakan salah satu penyebab kegagalan terapi. untuk meningkatkan kepatuhan yang berdampak kepada keberhasilan terapi sangat diperlukan pemberian informasi obat berupa konseling. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konseling apoteker dapat mempengaruhi hasil outcome anemia berupa peningkatan kadar hemoglobin dan peningkatan kepatuhan minum obat pada siswi SMA. Subjek penelitian ini remaja putri di Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah kerja puskesmas Mlati II selama bulan Januari - Agustus 2020. Desain penelitian ini adalah pretest posttest with control group design dengan metode pengambilan sampel simple random sampling. Sebanyak 68 remaja putri dikelompokkan secara random menjadi kelompok yang memperoleh intervensi konseling (35 remaja putri) dan kelompok tanpa intervensi atau kontrol (33 remaja putri). Subjek penelitian diikuti selama 30 hari untuk mengamati outcome anemia berupa  penigkatan kadar hemoglobin dan tingkat kepatuhan minum obat TTD siswi SMA sebelum dan sesudah konseling. Hasil intervensi berupa konseling oleh apoteker yang dibandingkan dengan kelompok kontrol terbukti meningkatkan kepatuhan pasien dalam pengobatan secara bermakna (p=0,020). Tingkat kepatuhan remaja putri kelompok kontrol sebelum dan setelah penelitian diketahui tidak berbeda signifikan (p≥0,05). Pemberian konseling mampu meningkatkan kadar hemoglobin yang dibandingkan dengan kelompok kontrol (p=0,042). Meskipun kadar hemoglobin kedua kelompok sebelum dan setelah penelitian mengalami peningkatan yang signifikan (p≤0,05).
Analisis Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Empiris Dan Definitif Pada Terapi Pneumonia Dan Profil Antibiogram di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada Annisa Aulia Savitri; Titik Nuryastuti; Ika Puspitasari
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v1i1.60556

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernafasan bawah yang menjadi penyebab kematian terbesar di negara berkembang terutama di Indonesia dengan persentase kematian sebesar 4,5% (2013). Yogyakarta sedikit lebih tinggi dari nilai nasional yaitu 4,6%. Pneumonia merupakan penyakit infeksi terbesar di RS Akademik UGM. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional dan pengambilan data secara retrospektif. Pengambilan data rekam medis pasien tahun 2018-2019 ditujukan untuk menyusun profil antibiogram dan untuk mengetahui hubungan rasionalitas pemilihan antibiotik empiris maupun definitif dengan kesembuhan pasien yang terdiagnosa pneumonia dengan metode Gyssens. Analisis data statistik menggunakan software SPSS versi 23rd  dengan analisis bivariate dan uji chi square test. Pada penelitian didapatkan 98 pasien masuk dalam kriteria inklusi. Dari 98 pasien pneumonia diketahui 83 pasien diberikan terapi antibiotik empiris dan 15 pasien diberikan kombinasi antibiotik empiris dan definitif. Hasil evaluasi kesesuaian penggunaan antibiotik empiris dan definitif berdasarkan Guideline IDSA/ATS dan PPAB RS Akademik UGM pada pasien pneumonia rawat inap di RS Akademik UGM menunjukkan 38,5% pasien yang mendapatkan antibiotik empiris dan definitif yang sesuai dan tidak mempengaruhi clinical outcome. Gambaran bakteri yang ditemukan di RS Akademik UGM adalah bakteri gram negatif (77,7%) dan bakteri gram positif (22,2%).
Outpatient Parenteral Antimicrobial Treatment Pada Pasien Ulkus Diabetik di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta: Kajian Clinical Outcome Dan Kualitas Hidup Pasien Rizki Rahmawati; Ika Puspitasari; Rizka Humardewayanti Asdie; Hemi Sinorita
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v1i1.60616

Abstract

Outpatient parenteral antimicrobial treatment (OPAT) adalah metode untuk memberikan antibiotik intravena di komunitas atau rawat jalan sebagai alternatif untuk perawatan rawat inap. Tujuan utama program OPAT adalah memungkinkan pasien memperoleh terapi antibiotik parenteral dengan aman dan efektif tanpa menjalani rawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh clinical outcome terhadap kualitas hidup pada pasien ulkus diabetik terinfeksi yang mendapatkan pelayanan OPAT dan rawat inap. Penelitian ini adalah penelitian kuasi ekperimental dengan pendekatan prospektif pada pasien ulkus diabetik di RSUP Dr. Sardjito. Pengambilan sampel dilakukan secara non probability sampling kuota yang dilakukan pada bulan September 2019 – September 2020. Clinical outcome dinilai dari skor PEDIS yang kemudian di kategorikan membaik atau tidak membaik. Kuisoner SF-36 digunakan dalam penilaian kualitas hidup pasien. Uji t tidak berpasangan dan Mann Whitney dilakukan untuk mengetahui perbedaan clinical outcome serta Uji Fisher exact test dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara clinical outcome terhadap kualitas hidup pasien. Subjek penelitian dalam penelitian ini sebanyak 30 pasien yang terdiri dari kelompok OPAT dan kelompok rawat inap. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu sebanyak 93% pasien OPAT membaik, dan 100% pasien Rawat Inap membaik. Tidak terdapat pengaruh yang significant antara clinical outcome dengan kualitas hidup pada pasien ulkus kaki diabetik di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.
Prevalensi Polimorfisme Gen CYP2B6*9 pada Populasi Jawa Faisal Rahman; Zullies Ikawati; Viren Ramadhan; Ahmad Hamim Sadewa
Majalah Farmaseutik Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v1i1.60635

Abstract

Polimorfisme enzim mempengaruhi respon obat baik secara langsung maupun tidak langsung. Varian genetik CYP2B6 berkontribusi pada perubahan metabolisme obat dan konsentrasi plasma. Polimorfisme nukleotida tunggal CYP2B6 yang diketahui, CYP2B6*9 (c.516G> T, g.15631, Q172H, rs 3745274) di ekson 4 menunjukkan variabilitas antar-etnis yang cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi polimorfisme CYP2B6*9 pada populasi suku Jawa di Indonesia. Sebanyak 89 subjek sehat berpartisipasi dalam penelitian ini. Polimorfisme CYP2B6*9 dianalisis dengan metode modifikasi alel-spesifik PCR untuk mengkonfirmasi prevalensi SNP dari 516G> T di ekson 4. Analisis ini melibatkan 89 orang subjek uji. Distribusi genotipe 516G/T CYP2B6 pada populasi Jawa teridentifikasi sebagai berikut: GG - 4,5%, GT - 88,8% dan TT - 6,7%. Frekuensi alel 516G/T dari gen CYP2B6 dalam populasi adalah G = 48,92% dan T = 51,08%. Tidak ada perbedaan signifikan yang diamati antara jenis kelamin (p>0,05, OR = 1,473, 95% CI [0,809-2,684]). Urutan berbasis populasi dianalisis dengan metode Hardy-Weinberg. Polimorfisme gen CYP2B6*9 ditemukan pada populasi suku Jawa. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi dampak varian ini pada respons klinis obat.

Page 1 of 2 | Total Record : 16