cover
Contact Name
Faradila Hasan
Contact Email
Faradila Hasan
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.alsyirah@iain-manado.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah
ISSN : 16934202     EISSN : 25280368     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah, with registered number ISSN 1693-4202 (Print), ISSN 2528-0368 (Online) is a peer-reviewed journal published twice a year in June and December by Faculty of Sharia, State Islamic Institute of Religious Affairs (IAIN) Manado. Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah is a Communication Media between Sharia and Law Scholars (Law, Islamic Law, Sharia Economic Law and Social Society). Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah invites enthusiasts and experts in Islamic Law and Legal Sciences to write or disseminate research results relating to Sharia and Law issues.
Arjuna Subject : -
Articles 606 Documents
PANDANGAN IMAM SYAFI’I TENTANG IJMA sebagai SUMBER PENETAPAN HUKUM ISLAM dan RELEVANSINYA dengan PERKEMBANGAN HUKUM ISLAM DEWASA INI Sitty Fauzia Tunai
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 3, No 2 (2005)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v3i2.340

Abstract

Penilitian ini berjudul pandangan imam syafi’I tentang ijma sebagai sumber penetapan hukum islam dan relevansinya dengan perkembangan hukum islam dewasa ini, jadi yang menjadi titik penekanan  dalam pembahasan ini adalah konsep ijma-nya, imam syafi’i dan relefansinya dengan perkembangan hukum Islam dewasa ini.Hukum Islam sebagai pengatur hidup masyarakat dalam seluruh aspeknya baik bersifat individu maupun kolektif, menempati posisi yang mata penting dalam pandangan hidup umat Islam. Maka untuk dapat memahmi hukum Islam maka harus mengetahui metode-metode dalam penetapan hukum Islam. Seperti yang sekarang kita ketahui bahwa yang menjadi sumber penetapan hukum Islam adalah Al-Quran, Sunnah, Ijma dan Qiyas. Ijmak merupakan salah satu metode dalam menetapkan hukum atas segala permasalahan yang tidak didapatka di dalam Al-Quran dan Sunnah. Melihat berbagai masalah yang timbul di era globalisasi dan teknologi modern, nampaknya ijma yang merupakan salah satu metode menginstimbatkan hukum, terutama konsep ijma umat yang dipegang oleh imam Syafi’I sangatlah diperlukan.Dengan ini maka dilihat bahwa konsep ijmanya imam Syafi’I masih ada hubungannya dengan perkembangan hukum Islam. Ijtihat Jama’I sebagai konsep ijma dewasa ini harus mampu menjawab segala permasalahan yang ada tanpa meninggalkan apa yang telah diatur dalam Al-quran dana Sunnah.
POLIGAMI DALAM ISLAM Baso Mufti Alwi
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 11, No 1 (2013)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v11i1.162

Abstract

Jauh sebelum islam datang, praktek poligami memang telah ada, bahkan jumlah isteri bisa membengkak hingga belasan. Dari fakta ini membuktikan praktek ini terus terpelihara hingga kini dengan berbagai pembenaran dan legitimasi kultural, sosial, ekonomi, dan agama. Poligami telah menjadi bagian gaya hidup laki-laki dan karenanya di lingkungan tertentu praktek ini telah membudaya. Bila melihat variabel-variabel poligami dalam al-Qur’an, maka ada tiga poin penting yang dapat ditarik, yaitu pertama, memberikan kesempatan kepada laki-laki untuk berpoligami. Kedua peringatan atau warning kepada suami untuk harus berlaku adil. Ketiga, adanya ketidakmampuan laki-laku untuk dapat berperilaku adil di antara istri-istrinya sekalipun berusaha keras unutk itu. Ini artinya bila dilakukan komparasi atas berbagai ayat, kesimpulannya adalah satu ayat membolehkan poligami, sementara dua ayat lainnya justru (seakan-akan) ingin menafikkan terwujudnya syarat adil. Ayat yang membolehkan pun pada konteksnya berbicara tentang perlindungan terhadap yatim piatu dan janda korban perang.
Comparative Study Of Islamic Economic Law And The Capitalist Tesa Mellina; Mohammad Ghozali
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 16, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jis.v16i2.640

Abstract

The implementation ofthe capitalist system has eliminated the Islamic values in economic practice. After the financial crisis hit the world, the capitalist system reaped many questions and its greatnessbegins to be doubted. The capitalist system implementationprecisely creates new problems in the economy. The concept of individualism which is the main key in capitalist practice only creates economic injustice and misery of the poor. The only economic theory that is expected as a light in dealing with economic problems is an economic system that is able to create justice,the welfare of all parties and blessings both the world and the hereafter. The theory is the Islamic economics which in practice is inseparable from Islamiceconomic law. Islamic economic law that underlies the Islamic economic system is totally different from the capitalist economic system.Keywords: Islamic Economic Law; Islamic economics; Capitalist Economy
AKTUALISASI HAK ASASI MANUSIA CIALAM KOMPILASI HUKUM ISLAM Nadir Makka
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 1, No 2 (2003)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v1i2.197

Abstract

Hak Asasi Manusia sesungguh­nva hak hak dasar yang dibawa manusia lahir kedunia. Ia merupakan fitrahsetiap orang untuk dinikmatinya dalam kehidupannya di dunia, oleh karena itu mutlak hams dijunjung tinggi. Hak Asasi Manusia yang di­populerkan oleh Barat dan yang lebih dio..lobalkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa terkesan hahwa dunia Timur terrnasuk Islam terasa asing dengannya. Padahal Islam sendiri melalui pembawa risalahnya Nabi Muhammad saw telah meletakkan dan mempraktekkannya. Dalam hubumgannya dengan hukum Islam di Indonesia tulisan ini merupakan wujud aktual penegakan hak asasi manusia dalam Kompilasi Hukum Islam.
Existence of Marriage Agreements in Islam Development Studies in the Community of Malay Border Indonesia-Malaysia Asman Asman; Marilang Marilang; Kurniati Kurniati
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 19, No 1 (2021)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jis.v19i1.1256

Abstract

This article explains how the Existence of the Marriage Agreement in the Sambas Community of the Indonesia-Malaysia Border. Based on the pros and cons of the Sambas Malay Society, especially about the marriage agreement regarding taklik talak as a marriage agreement in Islam. With qualitative research methods that are phenomenological observations in the field, the author wants to describe how the existence of divorce taklik talak as a marriage agreement in Islam itself and its practice in the Sambas Malay Community and the reasons for the pros and cons of religious leaders. Almost every prospective husband and wife in marriage to the Sambas Malay Community does not say sighat taklik talak by the husband to his wife after the ijab qobul consent. Sighat taklik talak only knowing that it has been written or listed in a marriage book without being notified to the husband and wife. Although divorce taklik talak has written in the marriage certificate is not an obligation to say. Still, once taklik talak has said, the taklik talak cannot be revoked again. If an agreement with a husband and wife did not fulfil by one of the parties, then the other party has the right to submit the matter to the Religious Court to resolve it. The study concludes that the pros and cons of divorce taklik talak as a marriage agreement in Islam cause a lack of knowledge about Marriage Law Number 1 of 1974 article 29 regarding marriage agreements and the Compilation of Islamic Law (KHI) Article 46 concerning taklik talak. And the lack of socialization of related parties from KUA through religious counsellors and BP4 in Sambas.
ANALISIS SEJARAH DAGANG MUHAMMAD PRA KERASULAN Syarifuddin Syarifuddin
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 5, No 2 (2007)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v5i2.232

Abstract

Nabi Muhammad adalah sosok pribadi yang paripurna dan tak habis-habisnya digali dan didiskusikan oleh umat manusia.  Seluruh dimensi kehidupan dikupas dan dikaji secara mendalam baik sejarawan muslim maupun tokoh-tokoh pemikir non muslim di seluruh entero dunia. Namun dimensi ketokohan dan kepopulerannya dalam dunia usahan dan bisnis sukses dalam legenda cerita, tapi kajian tulisan sangat memperihatinkan. Realita itu, mendorong penulis menelusuri lembaran-lembaran sejarah tentang karir dagang Muhammad dalam merubah peradaban kota Makkah dan Madinah serta menjadikan daera ini jalur perdagangan Internasional. Dobrakan ekonomi yang di kembangkan terpengaruh oleh kondisi lingkungan bngsa Arab yang telah terkontaminasi dengan ekonomi Romawi dan Persi.
The Contemporary Ushul Fiqh in Indonesia: An Idea and Practice Ahmad Rajafi
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 21, No 1 (2023)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jis.v21i1.2260

Abstract

This research explains the theory of Ushul Fiqh, which must live and not stagnate for Indonesia's benefit. Many of the study sources used as references come from Arabic-language books. A scientific study is needed that is more specific and shows the specificity of the Indonesian Ushul Fiqh model. This research method is a literature review by studying Ushul Fiqh in the Indonesian context. The results found are that the primary materials in the theory of Ushul Fiqh in Indonesia are always alive and experiencing evolution, starting from the implementation of established Ushul Fiqh products during the time of classical scholars to the birth of new theories which expected to be able to become new alternatives that responsive in answering the problems of the people who are also constantly moving and experiencing change. The theory of Ushul Fiqh implemented in the field by Indonesian scholars, such as the actualization of maqashid shariah in the Indonesian context, the flow of inculturation of revelation and local culture ilhaq al-masail bi nazhairiha, practicing qauli and manhaji Schools, and also making ijtihad plural or collective as the right solution for Indonesia as a form of prudence (ihtiyath) of the clergy.
SISTEM OPERASI BANK SYARIAH DAN PENYAJIAN DALAM AKUNTANSI SYARIAH Ridwan Ridwan
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 9, No 2 (2011)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v9i2.30

Abstract

Bank syariah merupakan lembaga keuangan yang beroperasi dengan tidak mengandalkan pada bunga yang berdasarkan asas-asas kemitraan, keadilan, transparan, dan universal yang di implementasikan dalam bentuk pelarangan riba dalam berbagai bentuknya dimana usaha pokoknya memberikan pembiayaan dan jasa-jasa lainnya dalam lalu lintas pembayaran serta peredaran uang yang operasinya tidak hanya berlaku untuk orang islam saja tetapi juga untuk seluruh lapisan masyarakat sesuai dengan prinsip syariah.Bank syariah bertujuan mengadakan kegiatan ekonomi ummat secara Islam, khususnya yang berhubungan dengan kegiatan perbankan agar terhindar dari praktek-praktek yang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan ekonomi rakyat.Hubungan ekonomi berdasarkan islam ditentukan oleh hubungan akad yang terdiri dari lima konsep dasar akad. Bersumber dari kelima konsep dasar inilah dapat ditemukan produk-produk lembaga keuangan bank syariah. Kelima konsep tersebut adalah (1) system simpanan, (2) bagi hasil, (3) margin keuntungan atau jual beli, (4) sewa, (5) fee/jasa. Dana yang dihimpun melalui produk penghimpunan dana yang terdiri dari prinsip wadi’ah dan prinsip mudharabah, sedangkan dana disalurkan melalui produk yang terdiri murabahah, bai’As-salam, al-istishnana, musyarakah.Penyajian dalam laporan akuntansi bank syariah telah diatur dengan Pedoman Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Pedoman akuntansi Perbankan Syariah Indonesia (PAPSI), yang salah satu penyajiannnya adalah Laporan keuangan yang menggambarkan fungsi bank islam sebagai investor serta hak dan kewajibannya
KEWARISAN BILATERAL ANTARA AHLI WARIS YANG BERBEDA AGAMA DALAM HUKUM PERDATA DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM Ridwan Jamal
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 14, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v14i1.312

Abstract

The inheritance in Indonesia commonly uses different law bases, such as civil law, Islamic law, and customary law. Due to religious plurality, the system of inheritance, particularly for those who have different religious background, becomes problematic. This paper will examine how the bilateral inheritance system works in the case of heirs who have different religious beliefs both in civil law and Islamic Law Compilation (KHI) from their testators. It seeks to know and understand the rules and the regulations of how to properly manage rights and obligations of testators and heirs who have different religious beliefs. The Civil law and KHI have different perspectives for this case. The civil law can accommodate the inheritance for those having different religious backgrounds in which the heirs can accept their own rights based on paternal or maternal kinship. The KHI, on other hand, emphasizes that differences in religion can prevent the testator and the heir from inheriting each other. The KHI also stresses that the heirs deserve for the heirdom if they profess Islam before the testators pass away. In other words, the KHI offers a guidance that the similarity of religious belief is the very condition to inherit each other.Keywords: inheritance, different religious background, civil law, Islamic Law Compilation (KHI).
Karakteristik dan Pendekatan Aspek Sosial Hukum Islam Mudassir Mudassir; Edi Gunawan
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 15, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v15i2.477

Abstract

This article is a conceptual study of the characteristics and approaches of social aspects of Islamic law. This study is important because Islamic law encompasses various dimensions, namely the abstract dimension, in the form of all the commandments and the prohibitions of Allah and His Messenger, and the concrete dimension, in the form of behavior that is steady among Muslims as an effort to do the command of Allah and His Messenger, In addition, Islamic law also includes substances that are internalized into various social institutions. Therefore, the study of the social aspects approaches in Islamic law is very important. Islamic law has a character, namely rabbaniyah, syumul, al-wasthiyah, and insanity. There are several methods of Islamic law enforcement conducted by aspects of the social approach, especially in Indonesia, namely the establishment of Islamic law through fiqh, the establishment of Islamic law through the law, the establishment of Islamic law through jurisprudence, and the affirmation of Islamic law through fatwas.