cover
Contact Name
Faradila Hasan
Contact Email
Faradila Hasan
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.alsyirah@iain-manado.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah
ISSN : 16934202     EISSN : 25280368     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah, with registered number ISSN 1693-4202 (Print), ISSN 2528-0368 (Online) is a peer-reviewed journal published twice a year in June and December by Faculty of Sharia, State Islamic Institute of Religious Affairs (IAIN) Manado. Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah is a Communication Media between Sharia and Law Scholars (Law, Islamic Law, Sharia Economic Law and Social Society). Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah invites enthusiasts and experts in Islamic Law and Legal Sciences to write or disseminate research results relating to Sharia and Law issues.
Arjuna Subject : -
Articles 606 Documents
Pertimbangan Hukum tentang Putusan Hakim Di Pengadilan Agama Manado Yasin Yasin
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 5, No 1 (2007)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v5i1.225

Abstract

Peradilan Agama adalah Badan peradilan khusus bagi orang-orang yang beragama Islam untuk menerima, memeriksa, mengadili, memutus dan menyelesaikan perkara perdata tertentu sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku . peradilan khusus ini meliputi perkara perkawinan, kewarisan, wasiat, wakaf, sedekah dan hibah yang dilakukan berdasarkan Islam. Sedang putusan adalah pernyataan hakim yang dituangkan dalam bentuk tertulis dan diucapkan oleh hakim dalam siding terbuka untuk umum, sebagai hasil dari pemeriksaan perkara gugatan. Bagian ini terdiri dari alas an memutus (pertimbangan) yang biasanya dimulai dengan kata “menimbang” dan dari dasar memutus yang biasanya dimulai dengan dengan kata “mengingat” pada alasan memutus maka apa yang diutarakan dalam bagian ‘duduk perkaranya’ terdahulu yaitu keterangan pihak-pihak berikut dalil-dalilnya, alat-alat bukti yang diajukan harus di timbang semua secara seksama satu persatu, tidak boleh ada yang luput dari pertimbangan, diterima atau ditolak. Pertimbangan terakhir adalah mengenai pihak mana yang akan dinyatakan sebagai pihak yang akan dibebankan untuk memikul biaya. Pada dasar memutus, dasar hukumannya ada 2 (dua), yaitu peraturan perundang-undangan Negara dan hukum Syara. Peraturan perundang-undangan Negara disusun menurut urutan derajatnnya. kesimpulan bahwa Hakim di Pengadilan Agama Manado telah memutuskan perkara berdasarkan peraturan yang berlaku.
The Productivity of West Sumatra Muhammadiyah Cash Waqf as a Model for the Development of Sharia Investment in Empowering UMKM Elfia Elfia; Duhriah Duhriah
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jis.v20i2.2053

Abstract

Muhammadiyah is one of the organizations that initiated the development of cash waqf in West Sumatra. This institution experienced many obstacles because cash waqf is a new thing in society. People's understanding of waqf objects so far is in the form of objects that are not used up. This study aimed to explore the West Sumatra Muhammadiyah cash waqf's productivity to develop sharia investment and micro, small and medium enterprises in Padang. This research is a field research study with a qualitative approach. The data is in the form of primary data obtained through in-depth interviews with selected informants through snowball sampling?secondary data as supporting data to complete information and theory about cash waqf. Data analysis used an interactive model of qualitative analysis with data reduction, data presentation, verification, and conclusion. The findings of this study indicate that the productivity of cash waqf carried out by the West Sumatra Muhammadiyah Cash Waqf Board is in the form of capital investment and work (business). However, development in the form of work or business has not been fully implemented. This is not due to constraints in development efforts but in the productivity of micro and small businesses caused by unprofessional management and the lack of other development models that are more appropriate to make the business productive for each of the various productive investment units. Investments that are made and can produce waqf funds are more in the form of capital investment than work investment.
URGENSI AKAD DALAM HUKUM EKONOMI ISLAM Ramli Semmawi
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 8, No 2 (2010)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v8i2.23

Abstract

Manusia tidak pernah lepas dari kontrak (perjanjian/akad) da­ lam kehidupannya. Untuk melegalkan setiap hubungan maka akad senantiasa menjadi acuan dalam kehidupan. Misalkan, seorang laki-laki dan seorang perempuan terikat pernikahan hanya apabila telah dilaksanakan akad nikah. Dalam kegiatan perekonomian umat, lahirnya jual beli pasti dimulai dengan akad, demikian pula terjadinya sewa menyewa didahului oleh akad. Hal demikian menggambarkan bahwa akad sangat penting dalam kehidupan manusia. Untuk memahami akad tersebut maka penulis melakukan telu­ suran pustaka yang membahas tentang landasan filosofis dalam perjanjian (akad) Islam. Kemudian dilakukan analisis dengan memberi contoh kasus sebagai bahan kajian. Hasil studi yang dilakukan ditemukan bahwa ada tiga poin penting yang sepatutnya diperhatikan dalam akad. Pertama, penting di­ pahami bahwa asas-asas yang melahirkan akad tersebut merupa­ kan acuan moral agama. Kedua, memahami syarat dan rukun dalam akad merupakan aspek penting kedua yang sepatutnya dipenuhi dalam akad. Ketiga, pemahaman yang lebih baik ten­ tang asas, rukun dan syarat pada akad akan melahirkan para pihak yang bertanggung jawab dalam melaksanakan isi perjan­ jian kontrak yang dilahirkan dan senantiasa menjunjung tinggi nilai ajaran agama sebagai spirit di dalamnya
Pemahaman Muzakki Tentang Zakat Maal (Studi Kasus Masjid Al-Magfirah Kelurahan Karame Kecamatan Singkil Kota Manado) Siska Zakaria
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v12i1.275

Abstract

Tulisan ini berkenaan dengan pemahaman muzakki mengenai zakat maal masjid Al-Magfirah Kelurahan Karame Kecamatan Singkil Kota Manado. Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang selalu disebutkan sejajar dengan shalat. Inilah yang menunjukkan betapa pentingnya zakat dalam Islam. Oleh karenanya zakat merupakan salah satu syari’at Islam yang harus dijalankan, maka zakat sangat ditekankankan kepada orang-orang yang beriman sebagai upaya peningkatan iman dan takwa kepada Allah swt. Banyak polemik yang terjadi dalam permasalahan zakat ini. Salah satunya adalah ketidak pahaman muzakki akan pentingnya zakat dalam meningkatkan taraf hidup orang muslim yang berada dalam kefakiran dan kemiskinan. Hasil penelitian ini ketidak pahaman muzakki akan zakat maal yang, mengakibatkan pengumpulan dan penerimaan zakat maal tidak maksimal. Akibat akhirnya adalah tujuan zakat maal yang diamanahkan oleh ajaran Islam tidak tercapai. Akhirnya jumlah fakir dan miskin akan semakin bertambah dari tahun ke tahun dan mustahik akan berkurang. Maka penulis menyimpulkan bahwa, jama’ah masjid Al-Magfirah Kelurahan Karame belum memahami apa yang disebut zakat maal. Karena dari 8 orang yang wajib mengeluarkan zakat hanya 2 Orang mengeluarkan zakat maal itupun tidak sesuai dengan jenis harta apa yang dikeluarkan.
EKSISTENSI DAN PERAN ADVOKAT DALAM MEMBERI BANTUAN HUKUM DI PENGADILAN AGAMA Edi Gunawan
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 10, No 1 (2012)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v10i1.153

Abstract

Advokat dalam memberikan bantuan hukum kepada masyarakat yangmembutuhkannya tidak membedakan agama, ras, budaya, keturunan, pangkat danjabatan, bahkan kaya atau miskin. Hal itu guna untuk mencapai kebenaran dankeadilan di depan hukum. Advokat dalam memberikan jasa hukum dapatberperan sebagai pendamping, pemberi advise hukum, atau menjadi kuasa hukumatas nama kliennya. Advokat termasuk profesi yang mulia karena ia dapatmenjadi mediator bagi para pihak yang bersengketa tentang suatu perkara, baikyang berkaitan dengan perkara pidana, perdata, maupun tata usaha negara.Advokat juga dapat menjadi fasilitator dalam mencari kebenaran danmenegakkan keadilan untuk membela hak asasi manusia dan memberikanpembelaan hukum yang bersifat bebas dan mandiri. Eksistensi dan peran seorangadvokat untuk beracara dan menggunakan jasanya di Pengadilan Agama samadengan eksistensi dan perannya di pengadilan umum. Walaupun perkara yangditangani berbeda dan masyarakat yang menggunakan jasa advokat diPengadilan Agama lebih sedikit. Tantangan seorang advokat untuk beracara danmenggunakan jasanya di Pengadilan Agama adalah tidak semua hukum acarayang berlaku di Pengadilan Agama diberlakukan juga di pengadilan umum,sehingga sebagian advokat yang menggunakan jasanya di Pengadilan Agamatidak menguasai sepenuhnya hukum acara yang berlaku di Pengadilan Agama.Kata Kunci: Eksistensi, Peran, Advokat, Bantuan Hukum, Pengadilan Agama
Konsepsi Bangunan Keluarga Sakinah Bagi Pasangan Suami Istri Yang Telah Bercerai Pada Masyarakat Muslim di Kota Manado Ardianto Ardianto; Ridwan Jamal; Munir Tubagus
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v15i1.470

Abstract

This study aims to describe the perception of married couples who have divorced to building harmonious family. The analysis is directed at the opinion of the informant research on the basic concept of harmonic family building which is understood to be glue of building harmonious family. This reserach is a case study using the qualitative approach. The results showed that couples who have been in Muslim Community in Manado city perceive that responsibility and mutual understanding, balance, and honesty is the foundation of harmonic family building.
PENYELESAIAN PERKARA GUGAT CERAI YANG DI DASARKAN ATAS ALASAN SYIQAQ (Studi Terhadap Proses Penyelesaian Gugat Cerai Syiqaq Di Pengadilan Agama Manado) Ridwan Jamal
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v13i2.178

Abstract

Di dalam kehidupan rumah tangga sudah diatur berbagai macam hal terkait dengan kewajiban dan hak suami-isteri yang harus dipenuhi, namun pada prakteknya hak dan kewajiban yang sudah ditentukan itu sering luput dari perhatian baik itu suami maupun isteri, karenanya tidak bisa dihindari seringkali terjadi konflik didalam rumah tangga. dibanyak kasus perselisihan rumah tangga, kedua belah pihak (suami-isteri) tidak dapat dipertemukan (diselesaikan) untuk mencari jalan keluar bagaimana persoalan tersebut bisa terselesaikan, maka didalam fiqih munakahat diatur yang namanya Syiqaq. Tulisan ini akan fokus membahas tentang penyelesaian perkara gugat cerai yang didasarkan atas alasan Syiqaq, tulisan berbasis riset lapangan yakni mengambil studi kasus terhadap proses penyelesaian Syiqaq di pengadilan agama Manado. Riset ini menyuguhkan presentasi data kasus Syiqaq sejak tahun 2000 hingga 2003, lalu kemudian analisis kasus yang masuk di pengadilan agama Manado. hasil temuan adalah aplikasi penyelesaian perkara gugat cerai atas alasan syiqaq tetap mengacu jalur dan prosedur sistem hukum sebagai dasar pegangan. “penanganan perkara gugat cerai atas dasar syiqaq di Pengadilan Agama tetap mengacu pada sistem perundang-undangan berupa UU peradilan Agama UU No. 7 tahun 1989, juga sistem syariat islam tentang masalah syiqaq”. Penanganan secara prosedural hukum dimaksudkan untuk “menegakkan keadilan, kebenaran, ketertiban dan kepastian hukum yang mampu memberikan pengayoman masyarakat islam.
MORAL AND SPIRITUAL GUIDANCE ON PRISONERS (CASE STUDY AT CORRECTIONAL INSTITUTION CLASS IIA PEKANBARU) Try Wiganda Irfan; Hasrul Hasrul; Isnarmi Isnarmi
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 17, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jis.v17i2.927

Abstract

This study discusses the process of moral and spiritual coaching in correctional institution class IIA Pekanbaru. The purpose of the research is to know and analyze the form of implementation of moral and spiritual coaching in Correctional Institution class IIA Pekanbaru. This research has a descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques are through interviews, documentation, and observation of officials, prison officers, Dai, and priests and convicts. The results showed that the form of moral and spiritual coaching in inmates in the prison class IIA Pekanbaru is preaching (da’wah). Da’wah and imprisonment have the same role as the moral and spiritual coaching in order to form the whole person and restore human rights to socialize with the community.
RECHTSVINDING : PENEMUAN HUKUM ( Suatu Perbandingan Metode Penemuan Hukum Konvensional dan Hukum Islam ) Muliadi Nur
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 2, No 1 (2004)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/as.v2i1.216

Abstract

Tidaklah salah anggapan yang mengatakan bahwa undang-undang itu tidak sempurna, memang tidak mungkin undang-undang itu meng­atur segala kegiatan kehidupan manusia secara tuntas. Ada kalanya undang-undang itu tidak lengkap dan ada kalanya pula tidak jelas, namun walau demikian undang-undang tersebut hams dilaksanakan. Olehnya maka penegak hokum (hakim) dalam menyelesaikan swot( permasalahan hokum konkrit, entab karena aturan hularm yang mengaturnya tidak lengkap, tidak jelas auto bahkun tidak ada sania sekali, arau juga karena perubahan masyarakat yang sangat pesat, haru,slah mencari dan mene­mukan hukunmya, dengan kata lain is dituntut untuk melakukan suatu pe­nemuan hukum oleh karena ia dilarang menolak menjatuhkan putus­an dengan dalih tidak sempurnanya aturan hukum (undang-undang) yang mengatur
Disclosure of Ijtihad: The Changes of the Early Time of Dawn as a Sharia and Science Integration Effort Bakhtiar Bakhtiar; Fitra Nelli; Firdaus Firdaus
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 20, No 1 (2022)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jis.v20i1.1803

Abstract

This article elaborates how ijtihad to changes in the dawn as an effort to integrate sharia and science. With a bibliographic qualitative research method, the author wants to describe how the early dawn changes have been used as guidelines for Muslims. Fajr's schedule has been considered too fast so that it is not in line with the provisions of the texts and the findings of modern science. Muhammadiyah, in its ijtihad, responded openly by making changes to the previous decision compared to the Ministry of Religion and Nadhatul Ulama, which remained in the previous formulation. The study results concluded that reviewing the dawn error at Muhammadiyah had begun in 2016 until it reached maturity in 2020. The results were confirmed at the 31st Tarjih National Conference in 2021 and by the Muhammadiyah Central Executive on March 20, 2021. Effective starting from January 2021, together with the publication of the Muhammadiyah calendar. The Sun's height is the initial criterion for the dawn of time from the original -200. After review, it becomes -180. This change in criteria implies a delay of the early dawn of about eight minutes from the previous one. This change was made to combine aspects of sharia and science with an integrated approach of Bayani, Irfani, and Burhani, considering the benefit of the community.