cover
Contact Name
Muchamad Suradji
Contact Email
jurnaldarelilmi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaldarelilmi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora
ISSN : 23033487     EISSN : 25500953     DOI : -
Core Subject : Education,
DAR EL-ILMI: Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan, dan Humaniora diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul Ulum Lamongan. Terbit pada bulan April dan Oktober setiap tahun. DAR EL-ILMI: Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan, dan Humaniora memuat kajian-kajian ilmiah tentang pemikiran dalam bidang Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora dalam bentuk: 1) Hasil penelitian, 2) Gagasan konseptual, 3) Kajian kepustakaan, dan pengalaman praktis.
Arjuna Subject : -
Articles 240 Documents
STUDI KRITIS TAFSIR AL-MANAR KARYA MUHAMMAD ABBDUH DAN RASYID RIDLA Mahbub Junaidi
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 8 No 1 (2021): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur’an, dalam tradisi pemikiran Islam, telah melahirkan sederetan teks turunan yang demikian luas dan mengagumkan yang disebut Tafsir. Tafsir al-Qur’an adalah penjelasan tentang maksud firman-firman Allah sesuai dengan kemampuan manusia. Kecenderungan manusia juga berbeda-beda, sehingga apa yang dihidangkan dari pesan-pesan ilahi dapat berbeda antara yang satu dengan yang lain. Meminjam bahasa Komaruddin Hidayat, bahwa perkembangan kajian al-Qur’an dengan berbagai macam corak, aliran, dan metodologinya, bagaikan “ledakan nuklir” yang memancarkan getaran dimana radiasinya tidak semakin melemah, melainkan malah menguat dan melahirkan pusat-pusat pusaran baru. Dalam beberapa kajian terhadap kitab tafsir, Tafsir Al-Manar karya bersama Muhammad Abduh dan Rasyid Ridla dianggap sebagai peletak dasar tafsir modern. Dalam pembahahasan Tafsir Al-Manar inilah tulisan ini difokuskan, walaupun tidak menutup kemungkinan menyinggung tafsir yang lain. Artinya, hal-hal yang berhubungan dengan Tafsir Al-Manar akan sebisa mungkin dibahas dalam kajian ini secara konprehensip. Hal ini bertujuan untuk dapat melihat dan menilai karya ini dengan obyektif dan adil. Tentang penulisan tafsir al-Manar, bahwa Muhammad Abduh menenulis Tafsir al-Manar hanya sampai pada surah al-Nisa’ ayat 126, kemudian diteruskan oleh Rasyid Ridla. Adapun manhaj sumber penafsiran: Dilihat dari sumber penafsiran bahwa Tafsir al-Manar pada dasarnya lebih merupakan wujud dari bentuk iqtiran; Manhaj cara penjelasan; Penjelasan dalam Tafsir al-Manar ini menurut penulis termasuk dalam kategori muqarin atau perbandingan; Manhaj dari segi keluasan penjelasan: Dilihat dari aspek luas tidaknya penjelasan terhadap ayat-ayat yang ditafsirkan Tafsir al-Manar dapat dikategorikan dalam kelompok tafsir yang memiliki penjabaran yang luas; Manhaj dari segi tertib ayat; Tafsir al-Manar dapat digolongkan sebagai tafsir yang mengikuti metode tahlili, bukan nuzuli atau maudlu’i. Naz’ah: Dilihat dari segi naz’ah atau coraknya, Tafsir al-Manar dapat dikategorikan sebagai tafsir yang bercorak adabi- ijtimai atau sosial-kemasyarakatan.
MEMAHAMI BAHASA TAMSIL DALAM AL-QUR’AN Khotimah Suryani
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 8 No 1 (2021): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Betapa banyak makna indah dalam kandungan Al-Qur’an diungkapkan dengan bahasa tamsil, maka bahasa tamsil dalam Al-Qur’an semakin menambah keindahan dan keelokan makna yang dimaksud. Hal itu dapat mendorong jiwa seseorang semakin bisa menerima kandungan Al-Qur’an dan akal tergerak dapat mencerna ungkapan ini. Bahasa tamsil menjadi salah satu gaya bahasa (uslub) Al-Qur’an ketika ia mengungkapkan makna serta menampilkan segi-segi kemu’jizatannya. Apalagi beberapa hadis Rasulullah telah mendorong umat Islam untuk mengkaji bahasa tamsil dalam Al-Qur’an. Atas dasar itu maka makalah ini akan merumuskan kajian mengenai: (1) bagaimana pengertian bahasa tamsil atau amtsal Al-Qur’an; (2) bagaimana macam-macamnya atau wujudnya dalam Al-Qur’an; (3) bagaimana manfaat bahasa tamsil dalam Al-Qur’an; (4) bagaimana sikap ulama dalam merespon bahasa tamsil dalam Al-Qur’an; serta (5) bagaimana cara memahami ayat Al-Qur’an yang ber-uslub bahasa tamsil. Untuk mendapatkan jawaban dari beberapa masalah di atas, tulisan ini disajikan menggunakan metode deskriptif-analitik. Penyajian data dilakukan secara deskriptif lalu dilakukan analisis, kemudian diakhiri dengan penyimpulan. Dari berbagai pemaparan mengenai persoalan ini dapat disarikan beberapa hal yang menjadi kesimpulan dari makalah ini, antara lain: (1) Bahasa tamsil atau kalam matsal adalah majaz murakkab yang relevansi (‘alaqah) ungkapannya bersifat penyerupaan (متشابهة). Dalam definisi lain dinyatakan bahwa amtsal Al-Qur’an adalah menghadirkan makna dalam suatu konsepsi yang indah, struktur kalimatnya pendek, maknanya lebih mengena pada jiwa seseorang, baik ungkapan tersebut berjenis tasybih atau non-tasybih; (2).Macam-macam bahasa tamsil dalam Al-Qur’an antara lain: (a) al-tasybih al-sharih; (b) al-tasybih al-dhimni; dan (c) tamsil non-tasybih atau non-isti’arah. Sedangkan Manna’ Khalil al-Qattan menggunakan istilah lain yaitu: (a) al-amtsal al-musharrihah; (b) al-amtsal al-kaminah; dan (c) al-amtsal al-mursalah. (3).Manfaat bahasa tamsil dalam Al-Qur’an, antara lain: (a) dapat mengungkapkan sesuatu yang bersifat imajinatif dengan sesuatu yang bersifat empiris; (b) menghadirkan makna yang indah dengan bahasa singkat; (c) memotivasi prilaku baik dan mencegah prilaku buruk; (d) memuji orang berprilaku baik dan mencaci prilaku buruk; dan (e) dapat menyampaikan pesan Al-Qur’an lebih mengena; (4).Terdapat sikap pro dan kontra di kalangan ulama terkait redaksi ayat Al-Qur’an dikategorikan sebagai bahasa tamsil. Bagi yang kontra berpendapat bahwa mengkategorikan ayat Al-Qur’an sebagai bahasa tamsil akan merendahkan derajat Al-Qur’an, namun bagi yang pro menyatakan bahwa bahasa tamsil dalam redaksi ayat Al-Qur’an menambah kemu’jizatan Al-Qur’an itu sendiri di bidang sastera dengan tanpa merendahkannya; dan (5).Memahami bahasa tamsil yang berjenis al-tasybih al-sharih dapat dilakukan dengan cara memilah unsur-unsur tasybih-nya, sedangkan tamsil yang ber-jenis al-tasybih al-dhimni dapat dipahami dengan cara menaksir unsur-unsurnya karena tasybih jenis ini tidak tampak di permukaan sebagaimana tasybih pada umumnya. Adapun bahasa tamsil yang berjenis non-tasybih, non-isti’arah atau al-amtsal al-mursalah dapat dilakukan dengan cara memahami kandungan ayat melalui nalar logika yang benar, lalu menyimpulkannya, yang hasil kesimpulan tersebut menjadi ibrah bagi kehidupan.
PENERAPAN METODE INKUIRI DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA MUHAMMADIYAH 1 TAMAN SIDOARJO Siti Rahayu NM
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 8 No 1 (2021): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode inkuiri dalam meningkatkan kreativitas siswa dalam pembelajaran sejarah di SMA Muhammadiyah 1 Taman Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pilihan observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data dan tahapan dalam analisis yang digunakan adalah reduksi, display dan verifikasi dan penarikan kesimpul. hasil penelitian di atas dapat peneliti jelaskan bahwa penerapan metode inkuiri dalam meningkatkan kreativitas siswa dalam pembelajaran sejarah di SMA Muhammadiyah 1 Taman Sidoarjo berjalan dengan baik. Hal itu dapat dilihat dari bagaimana siswa menggunakan metode inkuiri untuk memecahkan masalah mulai dari melakukan observasi, bertanya, mengajukan dugaan (hipotesis), mengumpulkan data dan membuat kesimpulan. Dari tahapan tersebut tentu memberikan alternatif pilihan metode pada guru, sehingga metode pembelajaran yang digunakan tidak hanya konvensional saja.
FILOSOFI PEMBELAJARAN ALL ONE SYSTEM DALAM TERAPAN BAHASA M. Masrur Huda
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 7 No 1 (2020): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

All in one system tidak lagi menekankan pengajaran bahasa pada tataran pengetahuan Bahasa saja, tapi juga menekankan pada kemampuan praktik berbahasa, baik lisan maupun tulisan. Maka penekanan fungsi bahasa sebagai alat komunikasi menjadi perhatian besar metode ini. Maka inilah urgensi pembelajaran all in one system yang mendapatkan perhatian besar di lembaga-lembaga pengajaran bahasa, baik formal maupun non formal.
TALAQQI RUKBHAN Husni Pasarela
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 8 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Allah SWT mensyariatkan jual beli sebagai pemberian keluangan dan keleluasaan kepada hamba-hambanya karena semya manusia secara pribadi mempunyai kebutuhan berupa sandang pangan dan papan kebutuhan ini tidak akan putus selama masih hidup tak seorang pun dapat memenuhi hajat hidupnya sendiri, oleh karena itu manusia dituntut berhubungan dengan satu sam lainnya.dari sekian banyak hubungan antar manusia maka perdagangan adalah salah satunya. Menurut Mazhab Syafi’i, jual beli dalam arti bahasa adalah tukar menukar yang bersifat umum sehingga masih bisa ditukar dengan barang yang lain, seperti menukar uang dengan pakaian atau berupa barang yang bermanfaat suatu benda seperti akad ijarah, dengan demikian akad ijarah termasuk dalam arti jual beli menurut bahasa atau juga berupa sikap dan tindakan tertentu. Sebagai kesimpulan Talaqqi rukban adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh pedagang yang tidak menginformasikan harga yang sesungguhnya yang terjadi di pasar. Transaksi ini dilarang karena mengandung dua hal: pertama, rekayasa penawaran yaitu mencegah masuknya barang ke pasar (entry barrier), kedua, mencegah penjual dari luar kota untuk mengetahui harga pasar yang berlaku. Adanya pelarangan ini dikarenakan adanya unsur ketidakadilan atas tindakan yang dilakukan oleh pedagang kota yang tidak menginformasikan harga yang sesungguhnya terjadi di pasar. Mencari barang dengan harga lebih murah tidaklah dilarang, namun apabila transaksi jual-beli antara dua pihak dimana yang satu memiliki informasi yang lengkap sementara pihak lain tidak tahu berapa harga di pasar yang sesungguhnya, ini sangatlah tidak adil dan merugikan salah satu pihak.
RELASI ASBAB AL-NUZUL NASR HAMID ABU ZAYD DALAM PENAFSIRAN KONTEKSTUAL HISTORIS Khotimah Suryani
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 8 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan penafsiran pada tataran praktis maupun teoretis telah menjadi episentrum yang menimbulkan banyak perdebatan. Bahkan, pandangan subjektivisme tekstual dalam pemahaman Alquran telah menjadi problem yang dapat menjerumuskan umat Islam ke dalam paham radikal. Hal demikian ini menjadi motivasi para ulama berupaya untuk mencetuskan berbagai konsep untuk memperoleh pemahaman kandungan Alquran yang sesuai dengan substansinya. Nasr Hamid Abu Zayd menawarkan konsep yang nampak berbeda dari ulama sebelumnya. Nasr Hamid Abu Zayd memberikan sanggahan terhadap pendapat para ulama yang seakan-akan mengesampingkan dialektika antara teks dengan realitas. Menurut Nasr Hamid Abu Zayd, teks Alquran diturunkan sebagai respon terhadap realitas yang dihadapinya. Nasr Hamid Abu Zayd juga berpendapat bahwa asbab al-nuzul merupakan bukti otentik adanya dialektika antara teks dengan fakta realitas, sehingga Alquran adalah prodak budaya Arab dikarenakan faktor terbentuknya teks itu sendiri. Adapun hasil penelitian terkait konsep asbab al-nuzul Nasr Hamid Abu Zayd dalam penafsiran kontekstual historis terdapat empat aspek yaitu hubungan teks dengan realitas, model penurunan Alquran secara bertahab, konsep dalalah dalam asbab al-nuzul dan tata cara menentukan asbab al-nuzul. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memperoleh pemahaman terkait konsep asbab al-nuzul Nasr Hamid Abu Zayd dalam penafsiran yang bersifat kontekstual, sehingga dapat memberikan kontribusi keilmuan pada tataran teoretis dan praktis.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PAI DALAM PROGRAM PENDIDIKAN INKLUSIF PADA TINGKAT PENDIDIKAN DASAR Lathifatus Sun'iyah
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 8 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fakta di lapangan yang masih banyak ditemukan perlakuan diskriminatif terhadap anak penyandang disabilitas. Perlakuan ini menjadikan mereka terkucilkan, terhalang untuk mendapatkan hak untuk memperoleh informasi layaknya anak normal pada umumnya. Intervensi yang tidak diberikan dapat berakibat terhadap konsep diri mereka yang rendah. Islam memperlakuan secara adil bagi penyandang disabilitas layaknya orang normal. Terdapat ayat Al-Qur'an dan penjelasan tentang teguran perlakuan diskriminatif kepada penyandang disabilitas. Secara normatif, pemenuhan hak bagi penyandang disabilitas juga diatur oleh undang-undang. Salah satunya melalui penyelenggaraan pendidikan inklusif, terutama dalam pembelajaran agama bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Sekolah dalam penerimaan peserta didik baru mengakomodir anak penyandang disabilitas. Guru dituntut dapat melakukan pendekatan persuasif kepada peserta didik untuk mengetahui karakteristik mereka melalui tahapan identifikasi. Pada tahapan awal menandai peserta didik ini, juga perlu adanya alat (instrumen) identifikasi anakberkebutuhan khusus. Hasil data identifikasi berguna sebagai acuan bahan guruuntuk upaya penanganan lebih lanjut terhadap ABK. Untuk mengetahui latar belakang hambatan/kesulitan yang dialami oleh ABK dapat melalui asesmen. Tahapan ini merupakan screening secara mendalam bersama pakar. Jika tahapan asesmen tidak dilaksanakan, maka guru akan mengalami kesulitan dalam memberikan pelayanan kepada peserta didik yang bersangkutan. Setelah adanya screening dilanjutkan dengan diagnosis untuk menentukan pantas atau tidaknya peserta didik memerlukan pendidikan khusus. Upaya penanganan lebih lanjut terhadap anak penyandang disabilitas dilakukan dengan akomodasi sekolah melalui modifikasi dan adaptasi kurikulum.. Mekanisme penyelenggaraan pendidikan Inklusif pada penyesuaian kurikulum, tujuan pembelajaran
EFEKTIVITAS METODE AL–MIFTAH LIL ULUM DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA KITAB KUNING SANTRI DI PONDOK PESANTREN MATHOLI’UL ANWAR LAMONGAN Zainul Hakim
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 8 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membaca kitab klasik/ kitab kuning adalah proyek terbesar bagi seorang santri di samping peningkatan kualitas akhlak. Ponpes Matholi‟ul Anwar menyadari bahwa membaca kitab bukanlah hal instan yang bisa diperoleh dengan mudah dan dalam waktu yang singkat. Ponpes Matholi‟ul Anwar mengadopsi metode cepat baca kitab al Miftah sebagai salah satu syarat awal bagi santri keagamaan untuk bisa melanjutkan pendidikannya di Ponpes Matholi‟ul Anwar. Diharapkan dengan metode ini, siswa mampu menguasai baca kitab dengan waktu yang relatif lebih singkat. Metode yang dipakai dalam penelitian ini meliputi pertama, observasi, diharapkan peneliti mampu memperoleh gambaran yang sebenarnya tentang berjalannya program. Kedua, wawancara, diharapkan dengan metode ini peneliti mampu memperoleh data yang lebih akurat dan bisa dipertanggungjawabkan mengenai jalannya kegiatan. Ketiga, dokumentasi, metode ini diharapkan mampu menjadi penguat dan bukti otentik tentang berjalannya penelitian. Penggunaan Program al Miftah di ponpes Matholi‟ul Anwar diikuti oleh 48 perserta yang terdiri dari 14 santri putra dan 34 santri putri. Program ini mengadakan dua evaluasi, yakni evaluasi guru dan evaluasi siswa. Ada beberapa hambatan yang dialami, baik oleh guru maupun santri. Hambatan yang dialami santri diantaranya adalah kesulitan membaca pegon dan kesulitan memahami materi secara khusus serta anak mengalami kejenuhan. Sedangkan hambatan yang dialami guru adalah kesulitan memahami kemampuan santri, Kesulitan mengendalikan kelas dan Kesulitan memotivasi. Secara umum, kesemua hambatan dapat dilalui karena tiap usai KBM, para guru melakukan evaluasi. Program al Miftah di Ponpes Matholi‟ul Anwar berjalan sesuai target, yakni mayoritas para santri mampu menyelesaikannya Sebelum Waktu yang diberikan usia yakni dua bulan dari batasan enam bulan.
DIGITAL FATIGUE BAGI KESEHATAN FISIK DAN MENTAL (Studi Fenomenologi pada Guru di Kabupaten Lamongan) Mufidatul Munawaroh
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 8 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketertarikan peneliti dalam melihat fenomena adanya pandemic covid 19 yang terjadi di dunia ini khususnya Negara Indonesia. Pandemicovid-19 mengharuskan masyarakat stay at home. Wrok from home, school from home dan kegiatan lainnya termasuk juga kegiatan untuk mengisi waktu luang dilakukan dengan berselancar di internet. Mengakses konten-konten yang sifatnya mendukung pekerjaan maupun untuk mengisi kesenangan saja. Tidak jarang berkutat dengan media digital dari pagi hingga malam. Intensitas berselancar dalam jejaring virtual dan terlalu lama berselancar di internet dapat meningkatkan risiko digital fatigue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak digital fatigue bagi kesehatan fisik dan mental guru di Lamongan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian studi fenomenologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa digital fatigue memberikan dampak negatif bagi kesehatan fisik dan mental guru di Lamongan yaitu lelah, malas bergerak, pusing atau migrain, otot dan sendi terasa nyeri, mata jadi lebih sensitif terhadap cahaya, pola tidur berubah, muncul gangguan suasana hati (mood), sulit berkonsentrasi dan mudah lupa, jenuh, bosan, mudah marah, lebih sensitif, cemashingga depresi.
LATAR BELAKANG ULAMA MENGADAKAN PENELITIAN SANAD HADIST (STUDI SEJARAH PASCA TADWIN HADIST) Muh Makhrus Ali Ridho
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 8 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadist atau sunnah Nabi Muhammad merupakan sumber ajaran Islam, Orang yang menolak hadist sebagai salah satu sumber ajaran Islam berarti orang itu menolak petunjuk al-Qur’an. Hadist yang berkembang pada zaman Nabi lebih banyak berlangsung secara hafalan daripada secara tulisan. Hal itu berakibat bahwa dokumentasi hadist Nabi secara tertulis belum mencakup seluruh hadist yang ada.Diantara penyebab terjadinya pemalsuan hadist ialah perselisihan politik dalam soal khilafat, golongan zandaqah, ashabiyah (fanatisme kelompok), untuk menarik minat pendengar, maka para pendongeng membuat kisah-kisah yang menakjubkan, perselisihan paham dalam masalah fiqih dan kalam, untuk mendekati kepada para penguasa. Latarbelakang penyebab ulama’ mengadakan penelitian hadist ialah hadistsebagai salah satu sumber ajaran Islam, tidak seluruh hadist tertulis pada masa Nabi, munculnya pemalsuan hadist, proses penghimpun (Tadwin) hadist yang memakan waktu lama, jumlah kitab hadist yang banyak dengan metode penyusunan yang beragam, telah terjadi periwayatan hadist secara makna.

Page 11 of 24 | Total Record : 240