cover
Contact Name
Muchamad Suradji
Contact Email
jurnaldarelilmi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaldarelilmi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora
ISSN : 23033487     EISSN : 25500953     DOI : -
Core Subject : Education,
DAR EL-ILMI: Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan, dan Humaniora diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul Ulum Lamongan. Terbit pada bulan April dan Oktober setiap tahun. DAR EL-ILMI: Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan, dan Humaniora memuat kajian-kajian ilmiah tentang pemikiran dalam bidang Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora dalam bentuk: 1) Hasil penelitian, 2) Gagasan konseptual, 3) Kajian kepustakaan, dan pengalaman praktis.
Arjuna Subject : -
Articles 240 Documents
Pengembangan Aplikasi EFE (Easy Fiqh Education) Pada Kelas XI di MA Mambaul Ulum Megaluh SULIS NING RAHAYU; HIDAYATUR ROHMAH
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 9 No 2 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v9i2.3573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk aplikasi EFE (Easy Fiqh Education) yang didalamnya berisi materi fiqih kelas XI bab pernikahan dalam Islam. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Research and Development (RnD) yang terdiri dari pencarian potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, Uji coba produk. Hasil pengembangan aplikasi EFE (Easy Fiqh Education) berdasarkan validasi ahli media menghasilkan bahwa produk yang dikembangkan termasuk dalam kategori layak dengan penilaian 93 % , sedangkan untuk validasi ahli materi memperoleh nilai sebesar 85% yang artinya produk yang dikembangkan termasuk dalam kategori layak. Adapun hasil respon siswa mencapai persentase sebesar 77,46 % jika dilihat pada tabel aturan pemberian skor, hasil respon siswa terhadap produk yang dikembangkan berada dalam kategori Baik (Baik). Kata Kunci: Aplikasi EFE (Easy Fiqh Education), Pernikahan
IMPLEMENTASI MODUL PAI BERBASIS GAMBAR DALAM MENINGKATKAN MINAT MEMBACA DAN PRESTASI SISWA SMPI HIDAYATUL UMMAH GONDOSULI PAKUNIRAN PROBOLINGGO Umi A'izzati
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 9 No 2 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v9i2.3710

Abstract

Membaca merupakan salah satu pintu utama untuk dapat mengakses pengetahuan. Dalam hal ini seorang siswa harus memahahami secara penuh sehingga pencapain yang didapat akan lebih maksimal. Untuk memudahkan itu semua lembaga harus menyiapkan beberapa fasilitas agar dapat menjadi pertimbangan untuk kegiatan belajar seperti fasilitas, sarana dan prasaran termasuk salah satunya yaitu buku , jika perlu seorang guru harus menyiapkan rangkuman yang akan di jadikan bahan ajar yang sesuai dengan kurikulum yang telah berlaku di negara ini. Dan guru juga juga berperan sebagai desainer pembelajaran, mediator pembelajaran, selain itu guru juga sebagai pelaksana kurikulum dalam pembelajaran. Guru harus mampu memberikan penekanan yang berbeda dari kurikulum sebelumnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, sesuai dengan pendapat Bodgan dan Taylor dalam bukunya”Metotodologi kulitatif”. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini melalui wawancara,observasi dan dokumentasi, dan hasil data yang diinformasikan dalam penelitian ini berupa pernyataan secara deskriptif sesuai dengan hasil observasi,dokumentasi dan wawancara dengan pihak terkait seperti kepala Sekolah, waka Kurikulum, wali kelas VIII, Guru PAI, Penjaga perpustakaan sekolah dan siswa kelas VIII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : implementasi Modul PAI berbasis gambar dalam pembelajaran PAI di SMPI Hidayatul Ummah berjalan dengan baik sesuai dengan rencana yang telah direncanakan, Implementasi Modul berbasis gambar juga bisa meningkatkan minat baca dan prestasi siswa.
FILSAFAT PERENIAL NURCHOLIS MADJID Mahbub Junaidi
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 3 No 2 (2016): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seluruh pemikiran Nurcholis Madjid mengenai neo-sufisme atau neo-modernisme berpusat terutama pada al-Quran. Dalam konteks ini, Nurcholis Madjid dapat disebut sebagai seorang teolog atau ahli ilmu kalam. Gerakan intelektual yang digagas Madjid dikenal dengan “Gerakan Pembaharuan Pemikiran Keagaman”. Makna penting dari gerakan ini terletak pada upayanya untuk mereformulasikan postulat doktrin Islam yang paling pokok berkaitan dengan masalah ketuhanan, kemanusiaan, dan dunia. Secara umum pendekatan Madjid dapat dikatakan didasarkan pada pemikirannya tentang pluralisme agama, toleransi, saling menghormati, antara sesama umat beragama, dan relativisme politik. Dia menegaskan bahwa yang lebih penting adalah bagaimana mempertahankan Islam yang substansial dari pada yang sekedar formalistik, yang hanya mementingkan simbol-simbol luar. Atas pembacaannya terhadap al-Qur’an, Nurcholis Madjid, secara teoritis memperkenalkan konsep al-Qur’an tentang kalimatun sawa atau titik temu agama-agama secara ekplisit. Jika dibandingkan dengan cendikiawan muslim lainnya, maka ia tampak lebih tegas dan jelas. Perspektif ke-Islaman Nurcholis tersebut bahkan telah menghasilkan suatu cara pandang Islam yang bersifat inklusif. Apabila landasan filosofis “teologi kesatuan agama-agama” yang digagas oleh Nurcholis di atas disebut sebagai filsafat perenial, sebagaimana yang dikatakan Frithjof Schuon, maka corak filsafat perenialnya Nurcholis jelas bersifat Islam. Atau dalam bahasa lain, apabila dilihat dari sudut epistemologi agama, belum bersifat universal yang mewadahi agama-agama dari berbagai belahan peradaban. Yang demikian disebabkan masih bersifat mono-agama. Sehingga untuk menjadi “teologi inklusif universal”, harus mampu menunjukkan adanya ide-ide yang sama dalam idiom-idiom agama-agama atau tradisi-tradisi religius lain yang pernah ada dan tumbuh di berbagai peradaban.
ISLAM NUSANTARA DAN BUDAYA JAWA Sulhatul Habibah
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 3 No 2 (2016): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini menyuguhkan tesis akar Islam Nusantara yang dikaitkan dengan budaya Jawa. Kajian tulisan ini menjawab apa yang dimaksud dengan istilah Nusantara dengan memberi batasan wilayah yang tepat, dan menjawab bagaimana hubungan falsafah hidup Nusantara dengan ajaran Islam sehingga fusi Islam dan Nusantara melahirkan corak keberagamaan yang toleran yang membedakan dari praktek Islam di negara-negara Arab dan di Timur-tengah.
INTERNALISASI SOFT SKILL MELALUI HIDDEN CURRICULUM DAN PROGRAM ADIWIYATA DI MI MA’ARIF BEGO SLEMAN Ahmad Yusron
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 3 No 2 (2016): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan soft skill dalam konteks pendidikan terwujud dalan pendidikan karakter. Visi MI Ma’arif menyiratkan adanya internalisasi soft skill terhadap peserta didiknya, yang direalisasikan dalam bentuk hidden curriculum. Kegiatan Pengembangan Diri yang merupakan bagian hidden curriculum menjadi sarana madrasah untuk menerapkan metode pendidikan karakter, yakni pembiasaan dan keteladanan. Program madrasah dalam bidang Pendidikan Lingkungan Hidup turut andil dalam pendidikan karakter, khususnya dalam internalisasi nilai karakter Peduli Lingkungan.
PERENCANAAN SDM DAN PERSONALIA MENUJU PENDIDIKAN BERKUALITAS Arif Mustafa
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 3 No 2 (2016): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan usaha memanusiakan manusia. Untuk itu lembaga pendidikan harus sigap dalam melakukan perubahan sesuai dengan tuntutan pengguna pendidikan. Pendidik dan tenaga pendidikan merupakan pihak yang paling menentukan perubahan tersebut. Untuk itu pendidik dan tenaga pendidikan harus ada penataan pendidik dan tenaga pendidikan agar tidak terjadi jurang pemisah antar berbagai daerah disamping penataan diperlukan pelatihan berkala yang disesuaikan dengan kebutuhan pendidik dan tenaga pendidikan secara berkala. Pemerintah dalam hal ini perlu memberikan dukungan yang dibutuhkan oleh pendidik dan tenaga pendidikan untuk mengembangkan kualitas diridemi terwujudkan lembaga pendidikan yang unggul
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Khotimah Suryani
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 3 No 2 (2016): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa adalah alat komunikasi manusia yang utama, sehingga kesalahan dalam pengungkapan sebuah bahasa akan menyebabkan salah dalam pemahaman juga. Bagi orang Indonesia, Bahasa arab adalah bahasa asing yang di dalamnya memiliki kultur yang berbeda dengan bahasa Indonesia, resiko kesenjangan makna simbol sangat dekat. sehingga dalam pengajaran Bahasa Arab terdapat beberapa problematika. Bahasa arab merupakan bahasa yang unik dibanding dengan bahasa lainnya. Terdapat problem linguistik, seperti fonetik, morfologi, dan struktur, dan problem non-linguistik, antara lain, motivasi belajar, sarana belajar, metode pengajaran, waktu belajar, dan lingkungan pembelajaran Persoalan pembelajaran bahasa sangat bervariasi sesuai dengan usia pelajar dan lingkungan tempat belajar Sebagai alternatif untuk mengatasi kesulitan tersebut, maka dalam pengajaran Bahasa Arab diperlukan adanya metode yang baik dan pendekatan yang tepat dari seseorang guru dan juga didukung dengan kemauan siswa, agar tujuan mempelajari Bahasa tersebut dapat tercapai.
TAFSIR HAMDALAH Lailatul Maskhuroh
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 3 No 2 (2016): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lafaz} “hamdalah” merupakan lafaz} yang sangat sederhana, tetapi memiliki makna yang luar biasa dan mendasar. Lafaz} itu diucapkan oleh Alla>h sebagai awal dari pembuka kalam-Nya yaitu al-Qur’a>n. lafaz} itu memiliki makna yang luar biasa secara substansial. Di dalam lafaz} itu terkandung nilai-nilai edukatif filosofis untuk kita ketahui, sehingga melafaz}kan kalimat tersebut bukanlah hal yang sepele, tetapi memiliki pengaruh yang signifikan dalam kehidupan kita secara vertikal maupun horizontal. Pujian kepada Alla>h berupa kata-kata “الحمد لله رب العالمين” merupakan kata-kata pujian yang lebih universal ketimbang term-term pujian yang lain sebab keindahan sifat dan perbuatannya. Syeikh| Da>ud al- Qais}ari mengatakan bahwa pujian kepada Alla>h memiliki tiga bentuk: Bersifat Perkataan (qauli), perbuatan (fi’li), Bersifat hiasan (ha>li).
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Siti Lathifatus Sun’iyah
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 3 No 2 (2016): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mendidik anak pada usia ini ibarat membentuk ukiran di batu yang tidak akan mudah hilang, bahkan akan membekas selamanya. Artinya, pendidikan pada anak usia dini akan sangat membekas hingga anak dewasa. Pendidikan pada usia ini adalah peletak dasar bagi pendidikan anak selanjutnya. Keberhasilan pendidikan usia dini ini sangat berperan besar bagi keberhasilan anak di masa-masa selanjutnya. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan akses pelayanan pendidikan anak usia dini terus dilakukan, namun data membuktikan dari 28 juta anak usia 0-6 tahun, sebanyak 73 persen atau sekitar 20,4 juta anak belum mendapatkan layanan pendidikan, baik secara formal maupun non-formal. Khusus anak usia prasekolah, akses layanan pendidikan anak usia dini masih rendah (sekitar 20.0%). Artinya sebanyak 80.0% lainnya belum terlayani di pusat-pusat pendidikan anak usia dini. Pemikiran tentang pendirian lembaga pendidikan untuk anak usia dini sebagai salah satu alternatif langkah melakukan pemberdayaan anak-anak bangsa demi masa depan yang lebih prospektif, kreatif, bertanggung jawab dan bermoral sehingga tetap eksis sepanjang masa dan sepanjang hayatnya.
TANTANGAN PONDOK PESANTREN DALAM ERA GLOBALISASI Moh. Irmawan Jauhari
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 3 No 2 (2016): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok pesantren merupakan sebuah lembaga pendidikan yang dimiliki oleh Islam di Indonesia. Perkembangannya dari masa ke masa ibarat gelombang yang memiliki dinamika tersendiri. Dalam era globalisasi, pondok pesantren dituntut untuk tetap mampu menunjukkan eksistensinya. Mengingat pondok pesantren hingga kini tetap dikenal sebagai avant garde keilmuan islam. Globalisasi dengan segala pengaruh baik dan buruk memang tidak bisa dihindari lagi. Dorongan-dorongan menuju globalisasi telah dimulai dengan beberapa tanda. Seperti cepat berkembangnya era komunikasi di negara-negara berkembang. Globalisasi dengan demikian tinggal menunggu momentum untuk benar-benar menjamah wajah budaya masyarakat paling bawah sekalipun. Tantangan globalisasi terhadap pondok pesantren dimulai ketika terjadi benturan budaya kali pertama dengan dipopulerkannya media elektronik. Permasalahan yang harus diselesaikan adalah, apakah pondok pesantren akan tetap mampu berdiri tegar menghadang arus zaman, atau ia kemudian sedikit demi sedikit mulai berdialektika dengan globalisasi, atau bahkan tergerus dan hilang. Tulisan ini mencoba memotret beberapa jenis pondok pesantren beserta bagaimana cara untuk tetap survive bagi pondok pesantren tanpa harus kehilangan identitas mereka di lingkaran globalisasi.