DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora
DAR EL-ILMI: Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan, dan Humaniora diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul Ulum Lamongan. Terbit pada bulan April dan Oktober setiap tahun.
DAR EL-ILMI: Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan, dan Humaniora memuat kajian-kajian ilmiah tentang pemikiran dalam bidang Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora dalam bentuk: 1) Hasil penelitian, 2) Gagasan konseptual, 3) Kajian kepustakaan, dan pengalaman praktis.
Articles
240 Documents
SYI’IR ARAB DALAM PRESPEKTIF SEJARAH
Ida Latifatul Umroh
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 3 No 2 (2016): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sejarah mencacat, bahwa bersyi’ir sudah menjadi kebiasaan masyarakat Arab jahily, bagi mereka syi’ir adalah tanda keluhuran. Seseorang dikatakan terhormat, berpendidikan, dan bijaksana jika ia pandai menggubah syi’ir. Kebiasaan bersyi’ir tidak berhenti pada masa itu saja, tetapi terus berlanjut sampai Islam datang. Islam datang dengan al-Qur’an yang bahasanya tidak terkalahkan oleh karya sastra manapun, sehingga masyarakan Arab merasa tersaingi dan mereka tertantang untuk membuat karya yang lebih indah dari al-Qur’an. Sekeras apapun usaha yang mereka lakukan untuk menyaingi al-Qur’an, tidak akan bisa hal itu terjadi, karna al-Qur’an bukan hasil karya manusia tapi wahyu dari Allah. Dan pada masa selanjutnya perhatian masyarakat terhadap syi’ir mulai berkurang, hal tersebut disebabkan umat Islam lebih memperhatikan penyebaran agama Islam dan ilmu pengetahuan, sehingga tidak banyak masyarakat Arab menggubah syi’ir seperti yang dilakukan pada masa jahily. Sedangkan syi’ir pada masa modern bentuk dan isinya terpengaruh dari Barat. Tidak itu saja, ia juga mulai tersaingi dengan karya sastra lain yang berasal dari Barat.
PEMBELAJARAN ISTIMA’ BAHASA ARAB DENGAN METODE STORYTELLING
Khoirotun Ni’mah
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 3 No 2 (2016): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Didalam mempelajari bahasa arab ada empat faktor yang harus kita kuasai yaitu, istima’, kalam, qiraah, dan kitabah. Kegiatan pembelajaran keterampilan menyimak masih sering diabaikan karena banyak orang yang menganggap bahwa menyimak merupakan kemampuan yang sudah dimiliki manusia sejak lahir. Bahkan dalam kenyataan kehidupan sehari-hari, tidak semua orang mampu menyimak dengan baik. Hal itu mengindikasikan bahwa selama ini keterampilan menyimak kurang mendapatkan perhatian. Mengingat peranan menyimak dalam proses belajar berbahasa sangat besar, maka diperlukan suatu teknik yang efektif dalam pembelajaran keterampilan menyimak. Salah satu teknik yang dapat diterapkan dalam pembelajaran keterampilan menyimak adalah teknik storytelling atau menceritakan cerita. Teknik storytelling atau menceritakan cerita merupakan salah satu teknik pembelajaran dalam pendekatan cooperative teaching learning.
MEMAHAMI PERBEDAAN HADITH NABI
Khotimah Suryani
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 3 No 1 (2016): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perbincangan tentang hadit-hadits kontradiktif selalu menarik bagi berbagai kalangan. Yang demikian tentu dengan berbagai metode dan cara yang digunakan dalam rangka menemukan jalan keluarnya. Menurut para ulama terdapat beberapa langkah dan cara dalam menyelesaikan perbedaan tersebut, walaupun ulama lain kadang kurang sepakat dengan pendapat yang lain. Walaupun demikian, setidaknya dapat dikategorikan ke dalam tiga cara, yaitu tarjih, nasikh mansukh, dan am’ khos. Kritereria yang diberikan tentu berbeda pula dalam melakukan maisng-masing ke tiga langkah tersebut, khususnya yang pertama karena dalam memberikan penilaian atas keabsahan sebuah hadits pun ulama berbeda pendapat. Demikian pula yang kedua, karena tidak semua ulama menerima konsep nasikh mansukh. Walaupun demikian, kontradiktif dalam hadits harus diselesaikan sehingga memberikan pilihan solusi bagi umat yang menggunakan atau mengamalkan hadits tertentu tersebut.
STUDI KOMPARASI ANTARA PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN AL-QUR’AN HADIS SISWA KELAS XI TARBIYATUL WATHAN CAMPUREJO PANCENG GRESIK
Ahmad Sulton
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 3 No 1 (2016): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This study started from that looks phenomena related with the process of learning occurs in senior high school of Tarbiyatul Wathan. As we know that the process of learning occurs in senior high school of Tarbiyatul Wathon looks boring because during the process of learning the teachers just lecture without regard to the wishes of students making learning achievement of students less than the maximum. Therefore researchers offer new strategies in the process of learning namely cooperative learning. In the cooperative learning there is two-way communication mutually in the learning process, for the achievement of optimal learning interactions, finnaly for achievement of maximum learning results.The approach used in this study is a quantitative approach with eksperiment design. For getting data, the researchers went directly to the subject of study for data obtained is valid and accurate, there are two sources of data to be obtained by researchers, namely: respondent and document. In this study, the population is students of class XI IPA and XI IPS senior high school of Tarbiyatul Wathon Campurejo Panceng Gresik totaling is 46 students.The results showed that: (1) There is significant differences between the implementation of STAD cooperative learning and implementation conventional learning on the subject Amar Ma’ruf nahi Mungkar in QS. Ali Imran verse 104, and the hadith to student achievement in XI class senior high school of Tarbiyatul Wathon Campurejo Panceng Gresik, (2) Implementation of STAD cooperative learning is better than conventional learning on the subject Amar Ma’ruf nahi Mungkar in QS. Ali Imran verse 104, and the hadith to student achievement in senior high school of Tarbiyatul Wathan Campurejo Panceng Gresik.
PRAGMATISME
Mahbub Junaidi
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 3 No 1 (2016): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang bercorak epistemologis, pada abad XVII muncul dua aliran filsafat yang memberikan jawaban yang berbeda, bahkan saling bertentangan. Aliran filsafat tersebut adalah rasionalisme dan empirismen. Empirisme sendiri pada abad berikutnya berkembang lebih jauh menjadi beberapa aliran yang berbeda, yaitu Positivisme, Materialisme, dan Pragmatisme. Pragmatisme berpandangan bahwa substansi kebenaran adalah jika segala sesuatu memiliki fungsi dan manfaat bagi kehidupan. Misalnya, beragama sebagai kebanaran, jika agama memberikan kebahagiaan; menjadi dosen adalah kebenaran jika mendapatkan kenikmatan intelektual, mendatangkan gaji atau apapun yang bernilai kuantitatif dan kualitatif. Kata pragmatis sendiri sering sekali diucapkan orang dan yang menyebutkan kata tersebut biasanya dalam pengertian praktis. Dalam konsep filsafat sendiri banyak tokoh yang memberikan pendapat mereka masing-masing secara berbeda tentang pragmatisme sehingga memunculkan kerancuan bagi pendukungnya masing-masing.
NORMA AGAMA SEBAGAI SUMBER HUKUM DALAM PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH DI INDONESIA
Siti Afiyah
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 3 No 1 (2016): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dengan adanya benturan nilai antara prinsip-prinsip negara kesatuan yang dianut Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan sistem pemerintahan daerah menurut UUD 1945. Ternyata menimbulkan konflik datam Pembentukan Peraturan daerah. Keputusan politik untuk memberikan otonomi kepada daerah telah memberikan perubahan yang signifikan terhadap sistem pemerintahan Indonesia pada umumnya dan pemerintahan daerah pada khususnya, yaitu dari sistem pemerintahan sentralistik pada masa Orde Baru ke sistem pemerintahan desentralistik pada masa Era Reformasi. Berkaitan dengan hai tersebut, maka hal itu dijabarkan lebih lanjut dalam Pasal 136 UU Nomor 23 Tahun 2014 Jo UU Nomor 32 Tahun 2004 bahwa Perda dibentuk dalam rangka penyelenggaraan otonomi daerah Provinsi/Kabupaten/Kota dan tugas perbantuan, sehingga muncullah sejumlah perda yang bernuansa agama. Secara sosiologis di tengah masyarakat masih ada sekelompok masyarakat yang mempersoalkan adanya Peraturan daerah yang bersumber dari norma agama terutama dari nilai-nilai agama Islam. Berdasarkan latar belakang di atas maka masalah yang diteliti adalah Bagaimana kedudukan dan fungsi norma agama dalam pembentukan Peraturan Daerah,dan Bagaimana konsep- konsep dasar peraturan daerah dalam mengakomodir norma-norma agama. Metode penelitian yang digunakan untuk mengurai masalah tersebut adalah yuridis normatif dengan pendekatan filosofis, yuridis,historis,dan komparatif. Analisis penelitian terhadap masalah yang dirumuskan ditemukan bahwa adanya latar belakang pandangan yang berbeda dalam memahami konsep norma dalam hierarki perundang-undangan, Adapun analisis terhadap permasalahan di atas adalah karena belum adanya kesatuan pandangan tentang pemaknaan Universalisme dalam pembentukan perundang-undangan, sehingga menimbulkan multiinterpretasi,dan disamping itu karen adanya keinginan yang kuat dari masyarakat untuk mengangkat norma-norma yang berlaku di tengah masyarakat seperti nilai-nilai kearipan lokal dan nilai-nilai agama yang dianut oleh masyarakat.
TEKNOLOGI PEMBELAJARAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM
Muchamad Suradji
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 3 No 1 (2016): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Teknologi menjadi faktor penting dalam dunia pendidikan, terutama dalam pembelajaran. Karena pembelajaran sekarang baik visual maupun audio membutukan bantuan teknologi dalam prakteknya. Hal ini sesuai dengan system pendidikan modern yang berpusat pada siswa (student centered) dengan prinsip-prinsip yang sesuai dengan pendidikan islam. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui dan membahas peran teknologi pembelajaran dalam pendidikan islam. Metode penulisan ini adalah kajian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif dan eksploratif. Dapat disimpulan bahwa teknologi pembelajaran dalam pendidikan islam: (1) Penggunaan teknologi pembelajaran pendidikan Islam harus didasarkan pada prinsip-prinsip; dapat merubah (replicability), dapat dipercaya (realibility), membuat keputusan algorithmic, komunikasi dan pengendalian (communication and control), dan efek dari skala (the effect of scale). (2) Urgensi teknologi pembelajaran dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam yaitu (a) Mempermudah pemahaman anak. (b) Membuat hafalan dan pemahaman anak lebih lama karena seluruh indra dilibatkan untuk beajar. (c) Meningakatkan minat belajar anak. (d) Membantu dalam pemantapan iman. (e) Membantu dalam keberhasilan pembelajaran. (f) Membantu dalam mengatasi problematika moral dan penyimpangan-penyimpangan akhlak bahkan menghilangkan sifat-sifat tidak baik.
PEMBIAYAAN PADA LEMBAGA KEUANGAN
Syuhada’ Syuhada’
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 3 No 1 (2016): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Lembaga keuangan adalah lembaga yang kegiatan utamanya di bidang keuangan, memberikan pembiayaan pada nasaba/anggota yang membutukan dana untuk keperluan modal usaha maupun untuk keperluan konsumsi. Pada lembaga keuangan syariah, seluruh bentuk transaksi baik berupa akad maupun jenis usaha harus berlandaskan ketentuan syara’yang suda dirumuskan oleh para ulama’ yang ahli di bidangnya, di Indonesia berdasarkan fatwa MUI.
Eksistensi Penggerak Bahasa Guna Meningkatkan Ketrampilan Komunikasi Berbahasa Arab Di Pondok Pesantren Modern
M. Rizal Rizqi
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 3 No 1 (2016): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pondok pesantren modern merupakan salah satu lembaga pendidikan yang mengutamakan bahasa Arab dan Inggris, bukan hanya sebagai pengantar dalam proses belajar mengajar melainkan juga sebagai bahasa komunikasi sehari-hari. Salah satu usaha untuk meningkatkan kemampuan santri dalam berkomunikasi sehari-hari, maka pondok modern mendirikan sebuah Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) Organisasi tersebut merupakan wakil dari Kiai dan Asatidz yang mempercayai mereka sebagai pengurus karena kepengurusan mereka juga merupakan amanat dari pondok. Dalam organisasi tersebut merekalah yang mengatur segala kegiatan dipondok dengan bimbingan Asatidz dan persetujuan Kiai. Dalam organisasi tersebut ada berbagai bagian dan salah satunya bagian penggerak bahasa yang secara khusus menangani kebahasaan para santri.
METODE THINK PAIR SHARE DALAM PEMBELAJARAN QIRO’AH BAHASA ARAB
Khoirotun Ni’mah
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 3 No 1 (2016): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Bahasa Arab merupakan suatu kebutuhan yang harus kita kenalkan kepada peserta didik sejak dini, karena selain berfungsi sebagai alat komunikasi di dunia internasional, bahasa Arab juga digunakan sebagai alat untuk memahami khasanah keislaman. Akan tetapi masi banyak peserta didik yang kurang tertarik mempelajari bahasa Arab sehingga guru kesulitan untuk meningkatkan hasil belajar peseta didik. Pembelajaran bahasa Arab masih bersifat monoton karena hanya melalui metode ceramah dan tanya jawab. Media yang digunakan masih sebatas pada papan dan kapur tulis saja, sehingga siswa kurang bersemangat dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar dan mudah bosan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, diperlukan suatu metode alternatif, di antaranya pembelajaran bahasa Arab dengan menggunakan metode Think-Pair Share (TPS) untuk meningkatkan kemampuan membaca bahasa Arab.