cover
Contact Name
Muchamad Suradji
Contact Email
jurnaldarelilmi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaldarelilmi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora
ISSN : 23033487     EISSN : 25500953     DOI : -
Core Subject : Education,
DAR EL-ILMI: Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan, dan Humaniora diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul Ulum Lamongan. Terbit pada bulan April dan Oktober setiap tahun. DAR EL-ILMI: Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan, dan Humaniora memuat kajian-kajian ilmiah tentang pemikiran dalam bidang Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora dalam bentuk: 1) Hasil penelitian, 2) Gagasan konseptual, 3) Kajian kepustakaan, dan pengalaman praktis.
Arjuna Subject : -
Articles 243 Documents
KEMAJUAN ISLAM PASCA DINASTI UMAYYAH (MURABBITHUN DAN MUWAHHIDUN) Khotimatus Sholikhah
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 3 No 1 (2016): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Murabbithun dan Muwahhidun merupakan Dinasti Islam yang pernah ada di benua biru (eropa) tepatnya di negara Andalusia yang saat ini kita kenal dengan Spanyol. Pada saat itu Spanyol merupakan bagian dari wilayah kekuasaan daulat bani Umayyah di Damaskus dan setelah itu dikuasai oleh Abdurrahman ad Dakhil pada tahun 756 M yakni Abdurrahman bin Muawiyah bin Hisyam bin Abdul Malik yang lolos dari serangan Dinasti Abbasiyah lalu hijrah ke Andalusia yang sebelumnya sudah menjadi basis kekuasaan wilayah nenek moyangnya yakni Dinasti Umayyah, bersamaan dengan hancurnya daulat bani Umayyah di Damaskus. Kemudian pemerintah Islam di Spanyol menjadi pemerintahan yang berdiri sendiri lepas dari bayang-bayang daulah Abbasiyah di masa khalifah Abdurrahman III (929-961 M) dan merupakan salah satu negara terbesar di masa itu, disamping daulat Abbasiyah di Timur, Bizantium dan kerajaan Charlemagne [Frank] di Barat. Masa tersebut dikenal sebagai masa Daulah Umayyah II, pada masa Islam di Andalusia ini, tentulah banyak hal yang bisa disumbangkan Islam terhadap wilayah tersebut. Sehingga kalau saat ini kita berada di Spanyol kita akan melihat masih banyak peninggalan-peninggalan bersejarah Islam yang terdapat disana. Sehingga ketika umat Islam di Spanyol memasuki masa disintegrasi yang bisa kita lihat dari sejarah perkembangan Islam di Spanyol pada periode ke-empat dan masih terdapat kekuatan besar yang dominan pada periode ke-lima yaitu Dinasti Murabbithun dan Dinasti Muwahhidun. Maka dari itu, perlu diketahui bahwa dua dinasti ini pada mulanya merupakan gerakan keagamaan akhirnya menjadi suatu gerakan yang berbentuk pasukan dan berhasil menguasai beberapa daerah Andalusia yang telah dikuasai penduduk pribumi Kristen. Meskipun diakhir pemerintahannya, daerah yang mereka kuasai itu pada akhirnya kembali dikuasai oleh pihak Kristen kecuali Granada, yang selanjutnya berada dibawah Dinasti Bani Ahmar namun kajian kali ini kita lebih menitik beratkan pada dua dinasti sebelumnya.
KONVERSI AGAMA DAN KECENDERUNGAN RELIGIUS DI ERA MODERN Siti Lathifatus Sun’iyah
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 3 No 1 (2016): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam sejarah agama, menurut Joachim Wach, dikenal dua macam pertumbuhan spiritual. Pertama, pertumbuhan yang bersifat mendadak, yang diikuti dengan pemeliharaan. Kedua, pertumbuhan yang terjadi secara teratur dan bersifat terus-menerus. Pertumbuhan spiritual dalam pengertian diatas, juga mencangkup pertumbuhan dan perubahan keagamaan, yang sering disebut dengan konversi agama. Oleh karena itu, sebagaimana dalam sejarah agama, teori pertumbuhan ini pun berlaku dalam pertumbuhan dan perubahan keagamaan pada diri seseorang. Konversi agama, yang secara umum dapat diartikan sebagai perubahan agama atau peralihan keagamaan, baik yang berkonotasi positif atau negatif pada dasarnya merupakan salah satu cara dari pertumbuhan spiritual sebagai mana yang dimaksud Joachim Wach. Banyak hal dalam hal konversi agama ini yang bisa diamati dengan tesis Wach dalam bukunya The Comparative Study of Religions, dengan mengadopsi teori pertumbuhan tersebut diatas di samping penjelasan William James dalam bukunya The Varieties of Religious Experience yang banyak mengutip pendapat tersebut. Konversi agama terdiri dari kata konversi dan agama. Menurut etimologi konversi berasal dari kata “conversio” yang berarti tobat, pindah, dan berubah (agama). Selanjutnya, kata tersebut dipakai dalam kata Inggris conversion yang mengandung pengertian berubah dari suatu keadaan atau dari suatu agama ke agama lain (change from one state, or from one religion, to another). Berdasarkan kata-kata tersebut dapat diartikan bahwa konversi agama mengandung pengertian bertobat, berubah agama, berbalik pendirian terhadap ajaran agama atau masuk ke dalam agama. Sebagai makhluk sosial, manusia yang kehilangan citra dan harga diri akan mengalami beban mental. Cara melepaskan beban mental ini adalah mengembalikan simpati masyarakat terhadap dirinya, yakni melalui tindakan penyesuaian diri. Dalam pendekatan psikologis tindakan ini dikenal dengan mekanisme pertahanan. Penyesuaian yang dilakukan dengan mekanisme pertahanan, ada yang masih dapat dinilai wajar, ada pula yang sudah termasuk tingkah laku yang tidak wajar. Dari sejumlah pengalaman, dalam konteks konversi agama, agaknya penyesuaian yang sering jadi pilihan adalah kompensasi. Penyesuaian melalui kompensasi ini ditampilkan dalam aktivitas yang berlebihan di bidang yang dianggap sebagai kelemahannya. Tingkah laku kompensatif ini semata-mata untuk menutupi kelemahan, dan sekaligus minta pengakuan dari lingkungan atau masyarakatnya. Mengharapkan dukungan dan solidaritas. Agama dinilai sebagai sarana yang paling efektif. Dalam pandangan Elizabeth K. Nottingham, salah satu fungsi agama dalam kehidupan adalah sebagai pemupuk solidaritas.
HUKUM CAMBUK BAGI PEZINA PRESPEKTIF HADITS Ufuqul Mubin
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 3 No 1 (2016): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hukum bagi pezina baik yang sudah menikah ataupun belum telah ditentukan dalam al-Qur’an. Walaupun demikian, terdapat banyak hadits nabi yang membicarakan dan membahas aspek-aspek yang berhubungan dengan perzinahan, khususnya hukuman bagi pelaku. Yang demikian dapat diartikan sebagai perhatian nabi yang serius, mengingat perzinahan pada zaman itu sangat marak dan terjadi di mana-mana. Karena yang demikian itulah banyak ditemukan hadits nabi dalam pembahasan zina. Hadits sebagai sumber hukum kedua setelah al-Qur’an memiliki kedudukan dan satus yang tinggi dan kuat. Bahkan apabila tidak ditemukan dalam al-Qur’an maka hadits menjadi solusi. Di samping itu, hadits juga dapat berfungsi sebagai penjelas/bayan dan juga tafsil/merinci yang global. Tidak terkecuali dalam pembahasan perzinahan pada zaman itu.
ANALISIS KUALITAS INSTRUMEN ASESMEN RANAH KOGNITIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA Jihanna Amalia
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 10 No 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v10i1.3787

Abstract

Abstract Educators need to pay attention to the extent to which the reasons underlying the quality of the assessment instrument. Assessment of student learning outcomes includes competence attitudes knowledge and skills. In this study focused on analyzing the quality of cognitive domain assessment instrument for Islamic religious education lectures with qualitative analysis technique. The research embodies a variety of literature research. Methods of data accumulation, namely the documentation section and independent review with the descriptive analysis method. The data source is in the form of secondary data from several books and journals. The results of qualitative analysis of the quality of the cognitive doamain assessment instruments in the form of multiple choice and descriptions show that: 1) the material domain is sufficient in accordance with the indicators, measurement objectivies, and level of education. However, there are still several modules that do not cover indicators comprehensively; 2) the realm of construction is clearly arranged, avoiding alternative answers, the items are not related to each other, and do not have multiple meanings; 3) the realm of communicative language, according to an enhanced spelling order, and does not contain language that offends students. Keywords: Quality Instrumen Asessment, Cognitive, Islamic Religious Education Abstrak Pendidik perlu memperhatikan sejauhmana alasan yang mendasari kualitas instrumen penilaian. Penilaian hasil belajar peserta didik mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pada penelitian ini terfokus untuk menganalisis kualitas instrumen penilaian ranah kognitif mata kuliah pendidikan agama Islam dengan teknik analisis kualitatif. Penelitian mewujudkan ragam penelitian kepustakaan. Metode akumulasi data yaitu kajian dokumentasi. Dengan metode Analisis Isi-deskripsi. Sumber data berupa data sekunder yang bersumber dari berbagai buku, dan jurnal. Hasil analisis kualitatif kualitas instrumen asesmen ranah kognitif dalam bentuk multiple choice maupun uraian menunjukkan bahwa: 1) ranah materi sudah cukup sesuai dengan indikator, tujuan pengukuran, dan jenjang pendidikan. Namun masih terdapat beberapa modul yang belum komprehensif mencakup indikator; 2) ranah konstruksi disusun secara jelas, menghindari adanya alternatif jawaban, butir soal tidak saling berkaitan, dan tidak bermakna ganda; 3) ranah bahasa komunikatif, sesuai tatanan ejaan yang disempurnakan, dan tidak mengandung bahasa yang menyinggung peserta didik. Kata kunci : Kualitas Instrumen Penilaian, Kognitif, Pendidikan Agama Islam
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER MELALUI KEGIATAN KEAGAMAAN DI SDN KEDUNGLOSARI 2 TEMBELANG JOMBANG Amalia Mega Puspita
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 10 No 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v10i1.3952

Abstract

Pendidikan karaktermerupakanhal yang sangaturgen yang menjadikebutuhandalam dunia pendidikan,baikpendidikansecara internal maupunsecaraeksternal. Dunia pendidikan di Indonesia merupakan pendidikan yang sangat menjunjung tinggi nilai karakter ataulebihdikenaldengan tata krama,adab. Dalam pendidikan karakter ada berbagai cara dalam pelaksanaannya seperti yang ada di SDN Kedunglosari 2 Tembelang Jombang yaitu implementasi pendidikan karakter melalui kegiatan keagamaan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapanpendidikankaraktermelaluikegiatankeagamaan di SDN Kedunglosari 2 TembelangJombang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dimana pengumpulan data yang dilakukan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dari hasil analisis peneliti maka diperoleh kesimpulan bahwa bentuk-bentuk pendidikan karakter yang diterapkan di SDN Kedunglosari 2 TembelangJombang yaitupembiasaan yang berbentuk kedisiplinan,kemandirian,dan kekreatifan.
KEPALA SEKOLAH/MADRASAH SEBAGAI ADMINISTRATOR DALAM MANAJEMEN PENGAJARAN BAHASA ARAB DI TINGKAT MADRASAH Khotimah Suryani
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 10 No 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v10i1.4267

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk menjelaskan peran kepala sekolah/madrasah sebagai administrator dalam manajemen pengajaran bahasa arab di tingkat madrasah. Untuk mencapai tujuan pengajaran bahasa Arab yang telah direncanakan oleh suatu lembaga termasuk madrasah, tentunya dibutuhkan sebuah manajemen pengajaran bahasa Arab yang baik dan sesuai dengan makna dari manjemen itu sendiri yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan/pengarahan dan pengawasan/evaluasi sehingga tujuan pengajaran itu dapat tercapai seoptimal mungkin. Dalam artikel ini penulis menggunakan penelitian deskriptif yaitu dengan menyajikan gambaran lengkap dalam bentuk verbal atau numerical dan menyajikan informasi dasar mengenai suatu hubungan serta mengeksplorasi mengenai suatu fenomena dan kenyataan sosial. Berdasarkan pembahasan yang telah di tulis maka penulis memberikan garis besar bahwasannya Kepala sekolah dituntut memiliki strong leadership atau jiwa kepemimpinan yang kuat dalam dirinya, untuk mendorong semua guru agar mampu memberikan kinerja yang total dalam pembelajaran terhadap peserta didik terutama dalam pengajaran Bahasa arab di sekolah atau madrasah, sehingga akan tercapai tujuan Pendidikan dan pengajaran yang telah direncanakan.
PEMETAAN TAFSIR DARI SEGI PERIODESASI Muh. Makhrus Ali Ridho
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 10 No 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v10i1.4356

Abstract

Sejak zaman Rasulullah SAW sampai sekarang, perkembangan tafsir sangat pesat, dengan berbagai teori tafsir dan qoidahnya. Seiring dengan perkembangan zaman, banyak teori atau beberapa metode tafsir yang berkembang, dari sinilah para ‘ulama tafsir membagi beberapa periodesasi.Masa periodesasi tafsir terbagi menjadi beberapa periode, diantaranya pada masa Nabi dan sahabat, masa tabi’in, periode mutaqoddimin, periode muta’akhirin, periode modern dan periode kontemporer. Penelitian ini memaparkan metode beberapa periodesasi baik dari sumber penafsiran, bentuk penafsiran, karakteristik penafsiran, dan lain sebagainya. Sehingga dapat ditemukan baik persamaan, perbedaan ataupun perkembangan mulai periode Nabi Muhammad SAW hingga periode Kontemporer
METODE REWARD QUIZ UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KELAS IV SD NEGERI 2 BANYUKEMBAR WATUMALANG WONOSOBO Nur Iffani Kahirunnisa
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 10 No 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v10i1.4492

Abstract

Abstrak Nur Iffani Khairunnisa, METODE REWARD QUIZ UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KELAS IV SD NEGERI 2 BANYUKEMBAR WATUMALANG WONOSOBO. Skripsi, Wonosobo: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur`an Jawa Tengah di Wonosobo, 2023. Skripsi ini bertujuan untuk: 1) Untuk mengetahui bagaimana penerapan metode pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas IV SD Negeri 2 Banyukembar Watumalang Wonosobo; 2) Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam menggunakan metode reward quiz di kelas IV SD Negeri 2 Banyukembar Watumalang Wonosobo; 3) Untuk menganalisis peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode reward quiz pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas IV SD Negeri 2 Banyukembar Watumalang Wonosobo. Skripsi ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, dokumentasi dan tes. Sumber data diperoleh dari kepala sekolah, guru dan siswa kelas IV SD Negeri 2 Banyukembar Watumalang Wonosobo. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis pendahuluan berupa uji homogenitas dan uji normalitas data, kemudian analisis uji hipotesis menggunakan uji t dan uji gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penerapan Metode Reward Quiz di dalam kelas dengan melaksanakan perencanaan dan proses pembelajaran yang mengacu pada RPP, Metode Reward Quiz tersebut diterapkan dengan cara memberikan kuis pada setiap anak setelah pembelajaran berlangsung kemudian memberikan reward kepada siswa yang bisa menjawab kuis dengan benar. Dengan metode tersebut siswa menjadi lebih antusias dalam menerima pembelajaran PAI; 2); Setelah diterapkan metode Reward Quiz terdapat perbedaan hasil belajar PAI siswa kelas IV SD Negeri 2 Banyukembar Watumalang Wonosobo. Diperoleh thitung = 4,713 > ttabel = 2,602 untuk taraf signifikan 5%; 3) Dari hasil perhitungan diperoleh nilai <g>hitung = 0,50 yang berarti terdapat peningkatan hasil belajar dengan kategori sedang. Kata Kunci : Metode Reward Quiz, Peningkatan Hasil Belajar, PAI
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI BERBASIS TEORI KONEKTIVISME DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Ii Rahmanudin
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 10 No 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v10i1.4562

Abstract

The application of science and technology in education has two objectives. First, for the learning process activities. Second, to support administrative activities, namely the management of the education system concerned. Connectivism theory is considered a new learning theory that emphasizes interactive learning in online (online) contexts. There are four types of activities that can support connectivism learning theory, namely: aggregation, relations, creation, and sharing. Critical thinking helps students to evaluate what students learn in class. The purpose of developing students' critical thinking skills is because when students are able to think critically students can decide what to believe or do. The implications of connectivism learning theory in science and technology learning that uses digital are currently quite large to feel its influence on the development of students' critical thinking, especially in terms of student interpretation, student analysis, evaluative students, and student decision making. So the purpose of this study is to find out how Science and Technology Education Theory of Connectivism in developing students' critical thinking skills. This research uses a descriptive qualitative method with a library research approach. The data collection technique is by collecting data related to the theory of connectivism and critical thinking and analyzing the data using content analysis.
MAZHAB GOOGLE: Peran Vital Guru Fikih di Era Disrupsi Abdullah Faqih
Dar el-Ilmi : jurnal studi keagamaan, pendidikan dan humaniora Vol 10 No 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v10i1.4728

Abstract

Para generasi milineal saat ini sudah tidak perlu repot datang kepada seorang ulama’ untuk mempertanyakan sebuah hukum yang belum diketahuinya, mereka cukup dengan searching di “Mbah Google” yang jauh lebih efektif, efisien, banyak pilihan dan lengkap dengan dasar hukumnya. Dari pemaparan di atas, muncul beberapa permasalahan yang harus segera diantisipasi oleh semua guru Agama khususnya guru Fikih, yakni; (1) semakin berkurangnya budaya tanya jawab hukum terhadap gurunya (2) rawannya murid terjebak pada “talfiq yang dilarang” (3) semakin menipisnya pengaruh madzab yang selama ini “membelenggu” cara pandang umat Islam terhadap hukum fikih. Berdasarkan permasalahan yang muncul, penulis akan menggali untuk dijadikan laporan ilmiah.Pendekatan dalam tulisan ini menggunakan metode deskriptif analitis, artinya penulis menggali, menggambarkan dan menguraikan permasalahan yang menjadi pembahasan. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah library research, yaitu riset kepustakaan. Teknik pengolahan data dilakukan dengan mengklasifikasikan, mengatur, menyaring, menimbang data-data yang bersifat dokumenter atau library research. Analisis yang penulis gunakan adalah analisis data kualitatif yaitu data yang tidak bisa diukur atau dinilai dengan angka secara langsung.