cover
Contact Name
Muchamad Suradji
Contact Email
jurnaldarelilmi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaldarelilmi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora
ISSN : 23033487     EISSN : 25500953     DOI : -
Core Subject : Education,
DAR EL-ILMI: Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan, dan Humaniora diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul Ulum Lamongan. Terbit pada bulan April dan Oktober setiap tahun. DAR EL-ILMI: Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan, dan Humaniora memuat kajian-kajian ilmiah tentang pemikiran dalam bidang Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora dalam bentuk: 1) Hasil penelitian, 2) Gagasan konseptual, 3) Kajian kepustakaan, dan pengalaman praktis.
Arjuna Subject : -
Articles 256 Documents
TANTANGAN DAN STRATEGI GURU PAI DALAM MEWUJUDKAN KELAS INKLUSIF DI MTS ZAINUL ISHLAH KOTA PROBOLINGGO Diyah Rhodiyah; Khoiriyah Khoiriyah
Dar el-Ilmi : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol. 12 No. 2 (2025): Oktober-Maret
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v12i2.11199

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tantangan dan strategi yang dilakukan guru dalam mewujudkan kelas inklusif di MTs Zainul Ishlah Kota Probolinggo, sebuah madrasah berbasis pesantren yang menghadapi beragam kebutuhan belajar siswa tanpa dukungan sistem pendidikan inklusi formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru, observasi partisipatif selama proses pembelajaran, dan dokumentasi kegiatan belajar-mengajar. Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data untuk menyaring informasi relevan, penyajian data secara sistematis untuk mengungkap pola dan hubungan antar kategori, serta penarikan kesimpulan yang berorientasi pada interpretasi makna dari hasil temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menghadapi tantangan dari aspek akademik berupa keragaman kemampuan dan kebutuhan belajar siswa, tantangan sosial seperti adanya diskriminasi dari teman sebaya, serta tantangan teknis yang meliputi kelelahan fisik siswa akibat aktivitas pesantren, keterbatasan media pembelajaran, dan belum adanya pelatihan khusus terkait pendidikan inklusif. Dalam merespons tantangan tersebut, guru menerapkan strategi berbasis empati, komunikasi interpersonal, dan adaptasi pembelajaran, seperti membangun relasi personal dengan siswa, memberikan waktu belajar tambahan, menyesuaikan materi ajar dengan konteks kehidupan santri, memanfaatkan peran teman sebaya sebagai dukungan belajar, dan menumbuhkan budaya saling menghargai di kelas. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif di madrasah berbasis pesantren tidak hanya ditentukan oleh sarana atau pelatihan formal, tetapi juga sangat bergantung pada sensitivitas sosial, kreativitas, dan komitmen guru dalam merespons kebutuhan beragam peserta didik.
IMPLEMENTASI TEKNIK DEMONSTRASI PADA PEMBELAJARAN FIQH DI SMP IT MAMBA'UL ULUM Ishmatun Nihayah
Dar el-Ilmi : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol. 12 No. 2 (2025): Oktober-Maret
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v12i2.11308

Abstract

This study aims to examine the implementation of the demonstration technique in the teaching of Islamic jurisprudence (fiqh) on the topic of funeral prayer for ninth-grade students at SMP IT Mamba’ul Ulum, as well as the challenges faced by the teacher during its application. The study employed a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that the demonstration technique used by the fiqh teacher enhanced students' understanding of the movements and recitations in the funeral prayer. The teacher directly demonstrated the procedures and involved students in the practice. Challenges encountered included limited teaching aids, students’ insufficient memorization of prayer recitations, and a lack of confidence among some students when asked to demonstrate in front of the class. Nevertheless, the teacher addressed these issues creatively, such as by utilizing students as part of the learning media. The demonstration technique proved effective in improving students’ psychomotor skills and made the learning experience more meaningful
INTEGRASI SAINS DALAM TAFSIR AL-QUR’AN: TELAAH ATAS PENDEKATAN SAINTIFIK TAFSIR SAMUDERA AL-FATIHAH M. Agus Muhtadi Bilhaq; Zunaidi Nur
Dar el-Ilmi : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol. 12 No. 2 (2025): Oktober-Maret
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v12i2.11349

Abstract

The scientific approach to the Quran has been a subject of debate among muslim scholars, including in Indonesia. Some view it as a form of appreciation for the scientific verses in the Quran, while others criticize this approach for relying on relative scientific theories in interpreting the Quran. In this regard, Samudera Al-Fatihah by Bey Arifin (1968) is an interesting example because it relates the interpretation of Surah Al-Fatihah to various modern scientific findings, particularly in understanding the term al-‘alamin as the macrocosm and microcosm. Therefore, this article aims to analyze Bey Arifin’s scientific approach in his interpretation of Samudera Al-Fatihah and assess the relevance of the scientific theories he uses to the latest developments in science. The method used in this study is qualitative in the form of library research, using content analysis as the data analysis method. The results of the study show that Samudera Al-Fatihah integrates various concepts of modern science, such as astronomy, biology, and physics, in explaining the term al-‘alamin. This interpretation not only demonstrates the synergy between revelation and reason but also makes an early contribution to introducing a scientific approach within the Indonesian tradition of Quranic exegesis. Although the scientific theories employed are not immune to criticism regarding their relevance to the times, the Samudera Al-Fatihah remains one of the interpretations that pioneered the use of a new approach in understanding Quranic verses through science.
INOVASI INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN MENYIMAK BAHASA ARAB BERBASIS CEFR C1-C2 DAN HOTS SISWA KELAS X KURIKULUM MERDEKA Suci Noor Khaliza; Oktavia Dwi Lestari; Salsa Hauna Ajidin; Ahmad Riyadissolihin; Riyan Mastura
Dar el-Ilmi : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol. 13 No. 1 (2026): April-September
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v13i1.13700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik serta mengembangkan instrumen penilaian maharah istima’ berbasis Common European Framework of Reference (CEFR) level C1-C2 dan Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada buku ajar Bahasa Arab kelas X Kurikulum Merdeka terbitan Erlangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan model pengembangan 4-D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Data diperoleh melalui analisis dokumen dan divalidasi oleh ahli materi, ahli evaluasi pembelajaran, dan ahli bahasa Arab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen penilaian yang terdapat dalam buku ajar masih didominasi oleh soal-soal yang mengukur kemampuan memahami informasi secara literal dan berada pada level CEFR A1-A2 serta LOTS (C1-C2). Kondisi tersebut menyebabkan kemampuan analitis, evaluatif, dan kreatif peserta didik belum terukur secara optimal. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengembangkan instrumen penilaian yang mengintegrasikan deskriptor CEFR level C1-C2 dan indikator HOTS melalui aktivitas menyimpulkan gagasan utama, menganalisis informasi tersirat, mengevaluasi isi teks, serta menghasilkan gagasan baru berdasarkan materi simakan. Pengembangan instrumen ini memberikan alternatif asesmen yang lebih relevan untuk mengukur kompetensi komunikatif dan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran bahasa Arab.
ANALISIS GRANULAR KONSTRUK MINAT TAHFIDZ SISWA MA AL-AMIN TABANAN: DIMENSI INTRINSIK DAN EKSTRINSIK Abdul Hakim; Muchdjabir Wahid
Dar el-Ilmi : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol. 13 No. 1 (2026): April-September
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v13i1.12448

Abstract

Penelitian tentang minat tahfidz siswa umumnya masih menekankan aspek motivasi secara umumdan belum banyak mengkaji secara rinci kontribusi masing-masing indikator dalam dimensi intrinsikdan ekstrinsik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara deskriptif minat siswa MadrasahAliyah dalam menghafal Al-Qur’an berdasarkan dimensi intrinsik dan ekstrinsik. Penelitian inimenggunakan desain kuantitatif cross-sectional yang melibatkan 28 responden melalui teknik totalsampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya sertadianalisis menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasilpenelitian menunjukkan dimensi intrinsik memiliki peran lebih dominan dalam membentuk minat siswamenghafal Al-Qur’an. Sebagian besar siswa melaporkan tidak mengalami kesulitan yang berkaitandengan keterbatasan pengetahuan tajwid (46,4%), kosakata bahasa Arab (39,2%), maupun perubahanjadwal pembelajaran (35,7%). Niat internal muncul sebagai pendorong utama motivasi menghafal AlQur’an (35,7%). Sebaliknya, dimensi ekstrinsik berfungsi terutama sebagai faktor pendukung. Siswamenyatakan kadang-kadang termotivasi oleh pemberian reward (35,7%) serta jarang mengalamipengaruh negatif dari teguran guru (39,3%) maupun teman sebaya (42,9%). Fasilitas belajar tidakdipersepsikan sebagai hambatan dalam proses menghafal Al-Qur’an (35,7%). Penelitian iniberkontribusi secara ilmiah dengan memberikan pemetaan granular terhadap konstruk minat tahfidzsiswa, yang dapat menjadi dasar pengembangan strategi pembelajaran tahfidz berbasis penguatanmotivasi intrinsik dengan dukungan faktor ekstrinsik yang proporsional.
PERADABAN BANGSA ARAB SEBELUM ISLAM: STUDI MAKKAH DAN MADINAH Arif Muzayin Shofwan
Dar el-Ilmi : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol. 13 No. 1 (2026): April-September
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v13i1.12470

Abstract

Bangsa Arab sebelum Islam memiliki peradaban tersendiri. Penelitian deskriptif-kualitatif dengan studi kepustakaan ini menggali tentang peradaban Makkah dan Madinah sebelum Islam. Teknik analisa datanya menggunakan konten analisis dengan memilah data yang sesuai dengan fokus penelitian. Penelitian ini menemukan bahwa Makkah pra Islam terdapat bukit Qaf yang dikenal sebagai tempat media antara manusia dengan alam gaib. Masyarakatnya menyembah berhala, seperti: patung Shanam, Wathan, dan Nushub. Begitu pula, ada tiga berhala yang mereka yakini sebagai anak Tuhan, antara lain: Al-Latta, Al-Uzza, Manat, Wadda, Yaghuts, Ya’uq,  Nasr, dan Su’a. Masyarakat juga menyembah malaikat, jin, ruh, dan semacamnya. Adapun Madinah pra Islam dinamakan Yastrib dan nama Madinah merupakan pemberian Nabi Muhammad SAW. Madinah pra Islam memiliki tiga fase peradaban, antara lain: Yatrsib, Dinasti Amalekit, kaum Yahudi, suku Arab dari Yaman. Keyakinan masyarakat Madinah pra Islam adalah percaya agama nenek moyang dan menyembah berhala. Perbedaan keduanya, jika masyarakat Makkah cenderung fanatik pada keyakinannya, maka masyarakat Madinah tidak sedemikian fanatik dan meyakini datangnya Nabi Muhammad SAW.
Nilai-Nilai Pendidikan Islam Dalam Tradisi “Merariq” (Studi Kasus Masyarakat Suku Sasak Pagutan Timur Mataram) Shofia Maulida; Sabarudin
Dar el-Ilmi : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol. 13 No. 1 (2026): April-September
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v13i1.12551

Abstract

Tradisi merariq pada masyarakat Suku Sasak merupakan praktik pernikahan adat yang masih dilestarikan dan berkaitan erat dengan nilai sosial dan religius. Penelitian sebelumnya cenderung meninjau merariq dari perspektif antropologi budaya dan hukum adat, sementara kajian yang mengkaji sebagai media internalisasi nilai pendidikan Islam masih terbatas, khususnya di Lingkungan Petemon Pagutan Timur, Kota Mataram. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam tradisi merariq serta menjelaskan proses internalisasinya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif jenis field research, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap delapan informan. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana serta diuji melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa merariq mengandung nilai tanggung jawab, musyawarah, religiusitas, syukur, dan akhlak yang terinternalisasi melalui tahapan adat hingga doa bersama. Tradisi ini berfungsi sebagai media pendidikan karakter religius berbasis budaya lokal.
EPISTEMOLOGI ISLAM Vs BARAT DI ERA KECERDASAN BUATAN: TELAAH FILOSOFIS-ETIS ATAS TRANSFORMASI PENDIDIKAN Sulhatul Habibah; Ahmad Nur Fuad
Dar el-Ilmi : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol. 13 No. 1 (2026): April-September
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v13i1.12664

Abstract

This study stems from the development of artificial intelligence (AI), which has brought about radical transformations in education. AI is not merely a tool to assist in the learning and administrative processes, but also raises epistemic crises related to the authority of knowledge, the validity of truth, and ethical dimensions. Western epistemology, which is empirical-positivistic in nature, tends to place AI as a neutral and efficient instrument for the production of knowledge, but risks giving rise to reductionism and dehumanization. Meanwhile, Islamic epistemology, with its bayān, burhān, and ‘irfān frameworks, offers a transcendental foundation that links knowledge with moral, spiritual, and social responsibility values. This study uses the library research method with a comparative philosophical approach. The purpose of this study is to trace the relevance and limitations of both epistemologies in responding to the penetration of AI into educational practices. The discussion shows that Western epistemology is efficient in explaining the technical-instrumental aspects of AI, while Islamic epistemology is able to provide a normative and ethical framework to guide its use. This study argues for the need for a transcendental integrative epistemological model, in which AI is understood as a space of synthesis between empirical reason and spiritual-transcendental values.
STRATEGI MADRASAH DALAM MERESPONS DINAMIKA PERILAKU BELAJAR SISWA DARI KELUARGA BROKEN HOME Wawan Mulyadi Purnama; Helmi Najamudin; Saharudin
Dar el-Ilmi : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol. 13 No. 1 (2026): April-September
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v13i1.12685

Abstract

Fenomena keluarga broken home merupakan realitas sosial yang berkaitan erat dengan dinamika perilaku belajar siswa di madrasah, khususnya pada jenjang pendidikan dasar yang berada pada fase perkembangan emosional yang rentan. Ketidakharmonisan keluarga berdampak pada ketidakstabilan emosi, penurunan motivasi, serta melemahnya keterlibatan akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis dinamika perilaku belajar siswa dari keluarga broken home,  faktor-faktor psikologis dan sosial yang melatarbelakanginya, serta mengkaji strategi madrasah dalam merespons kondisi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di MI NW Penakak, melibatkan 5 siswa kelas IV dan V dari keluarga broken home, orang tua siswa, guru kelas, serta kepala madrasah. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan adanya kecenderungan penurunan motivasi belajar, kesulitan konsentrasi, perilaku menunda tugas, dan ketidakstabilan emosi di kelas. Faktor penyebab meliputi kurangnya dukungan sosial, pola asuh yang tidak konsisten, minimnya perhatian orang tua, serta lingkungan belajar rumah yang kurang kondusif. Madrasah merespons melalui penciptaan lingkungan melalui kegiatan ekstrakurikuler untuk memperkuat regulasi belajar siswa. Oleh karena itu, kebijakan pendidikan dasar perlu mengintegrasikan dukungan sosial-emosional dalam tata kelola madrasah guna menjamin stabilitas belajar siswa dari keluarga broken home.
NEGARA IDEAL DALAM AL-QUR’AN (HUBUNGAN ANTARA AL-IʿJĀZ AL-BAYĀNIY DAN AL-IʿJĀZ AL-ʿILMIY DALAM SURAT AL-BALAD) Muh Makhrus Ali Ridho; Deki Ridho Adi Anggara; Wahyu Ramadhan
Dar el-Ilmi : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol. 13 No. 1 (2026): April-September
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v13i1.12876

Abstract

Islam dan Barat tetap menjadi pembahasan yang menarik setidaknya bagi sebagian pemikir Islam. pembahasan menarik perhatian para pemikir Islam adalah topik negara ideal. Masalah ini sudah muncul sehubungan dengan keterbelakangan Islam dari Barat dalam hal peradaban dan ilmu pengetahuan atau dengan kata lain berkaitan dengan tradisi dan modernitas. Maka dari permasalahan di atas perlu adanya pembahasan mendalam mengenai negera ideal dalam perspektif Al-Qur’an, khususnya dalam surat al-balad. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan konsep negara ideal dalam Al-Qur'an melalui Al-Iʿjāz Al-Bayāniy dan Al-Iʿjāz Al-ʿIlmiy, di sisi lain penelitian ini di tujukan untuk mengungkapkan hubungan di antara keduanya. Hingga terbukti bahwa ada indikasi yang jelas dalam teks yang menunjuk bahwa al-qur’an adalah referensi peradaban. Dalam penelitiannya menggunakan metode deskriptif untuk mencoba menggambarkan penelitian ini, kemudian, melalui metode analitis, menganalisis korelasi antara Al-Iʿjāz al bayāniy dan Al-Iʿjāz Al-ʿIlmiy dalam Surat Al-balad. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kajian pustaka dengan pendekatan linguistik sains. Penulis menemukan bahwa negara ideal hakikatnya telah terintegrasikan oleh kota makkah, namun dari hasil analisis Al-Iʿjāz Al-Bayāni kota makkah yang di maksud adalah ketika zaman nabi Muhammad SAW. Adapun dari segi Al-Iʿjāz Al-ʿIlmiy negara ideal di tunjukan ke kota makkah sebagai kaca perbandingan, disajikan pula objek khusus dari sebuah negara ideal yang berupa manusia, baik secara pribadi maupun sosialnya, termasuk didalamnya membahas sistem pemerintahan pada sebuah negara ideal. Maka munculah hubungan dari keduanya bahwa negara ideal bukan pada kemoderenannya, melainkan apabila manusia didalamnya beriman dan berakhlak terpuji secara individu. Kemudian secara sosial yaitu tidak adanya perbudakan, dan menjunjung tinggi nilai kemaslahatan bersama seperti memberikan hak anak yatim dan fakir miskin. Adapun perihal sistem, Al-Qur’an tidak berbicara secara rinci, namun menyebutkan sebaik-baiknya sistem adalah yang kembali kepada Al-Qur’an dan sunnah.