cover
Contact Name
Muchamad Suradji
Contact Email
jurnaldarelilmi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaldarelilmi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora
ISSN : 23033487     EISSN : 25500953     DOI : -
Core Subject : Education,
DAR EL-ILMI: Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan, dan Humaniora diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul Ulum Lamongan. Terbit pada bulan April dan Oktober setiap tahun. DAR EL-ILMI: Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan, dan Humaniora memuat kajian-kajian ilmiah tentang pemikiran dalam bidang Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora dalam bentuk: 1) Hasil penelitian, 2) Gagasan konseptual, 3) Kajian kepustakaan, dan pengalaman praktis.
Arjuna Subject : -
Articles 256 Documents
TRANSFORMASI TRANSAKSI KEUANGAN ISLAM: MENDORONG KEPATUHAN SYARIAH MELALUI TEKNOLOGI BLOCKCHAIN Ayu Yuningsih; Huril A'ini
Dar el-Ilmi : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol. 13 No. 1 (2026): April-September
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v13i1.12933

Abstract

Digital transformation has significantly reshaped the global financial system, including the Islamic finance industry, which is required to maintain strict compliance with Sharia principles. This study aims to analyze the role of blockchain technology in transforming Islamic financial transactions to enhance Sharia compliance, as well as to identify the key challenges in its implementation. This research employs a library research method using a content analysis approach on relevant academic literature published between 2018 and 2025. The findings reveal that blockchain holds significant potential to improve transparency, accountability, and transaction efficiency through its distributed, immutable, and real-time verifiable ledger system. Furthermore, the implementation of smart contracts enables the automation of Sharia-based contracts, reducing moral hazard and ensuring consistent adherence to Islamic principles. However, the adoption of blockchain in Islamic finance still faces several challenges, including regulatory uncertainty, limited human capital, inadequate technological infrastructure, and difficulties in integrating with existing financial systems. This study concludes that the successful implementation of blockchain in Islamic finance requires a comprehensive and collaborative approach involving regulators, practitioners, academics, and Sharia scholars to ensure alignment between technological innovation and Islamic values.
REKONSTRUKSI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BERBASIS NILAI PANCASILA DALAM MENGHADAPI ERA SOCIETY 5.0 Astia Aprianti; Ahmad Arifi
Dar el-Ilmi : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol. 13 No. 1 (2026): April-September
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v13i1.12988

Abstract

The transformation of Civic Education in response to the dynamics of Society 5.0 requires integrating digital competencies and humanistic values grounded in Pancasila. This study aims to analyze the direction of pedagogical transformation in Civic Education and to identify ways to integrate Pancasila values into adaptive, context-based learning in digital environments. The research employs a qualitative descriptive approach using a narrative literature review of 32 reputable scholarly articles published between 2019 and 2025, focusing on themes such as Civic Education, Pancasila values, digital citizenship, and pedagogical innovation. The findings indicate a prevailing dominance of theoretical approaches in instruction, limited integration of digital civic competencies, and a gap between curriculum design and classroom implementation. Furthermore, participatory, experiential, and contextual learning models demonstrate significant potential to strengthen the internalization of Pancasila values and enhance students’ digital civic awareness. This study contributes to the reinforcement of a constructivist paradigm in Civic Education, positioning values as outcomes of experiential learning rather than mere knowledge transmission. Therefore, Civic Education needs to be reoriented toward an integrative and adaptive approach that supports the development of civic character aligned with the demands of Society 5.0.
DETERMINASI AKADEMIK MAHASISWA NON- S1 PBA DALAM MENEMPUH MAGISTER PENDIDIKAN BAHASA ARAB UIN SUNAN KALIJAGA Oktavia Dwi Lestari; Nirmala Luthfia Hamaz; Ahmad Riyadissolihin; Muhammad Subhi
Dar el-Ilmi : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol. 13 No. 1 (2026): April-September
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v13i1.13098

Abstract

Keberagaman latar belakang akademik mahasiswa nonlinier pada Program Magister Pendidikan Bahasa Arab yang memunculkan dinamika determinasi akademik dalam menghadapi tuntutan studi lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji faktor determinasi akademik, tantangan yang dihadapi, serta strategi adaptasi mahasiswa non-S1 Pendidikan Bahasa Arab di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan, melibatkan lima informan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancara tidak terstruktur, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa determinasi akademik terbentuk melalui interaksi faktor internal dan eksternal, di mana motivasi religius, pengembangan diri, dan tujuan profesional menjadi pendorong utama, sementara dukungan sosial, tuntutan karier, dan kondisi lapangan memperkuat arah keputusan akademik. Selain itu, mahasiswa menghadapi tantangan pada aspek teoritis dan metodologis yang disebabkan oleh kesenjangan latar belakang keilmuan, namun mampu mengembangkan strategi adaptif melalui pembelajaran mandiri, pemanfaatan teknologi, diskusi akademik, serta bimbingan dosen. Temuan ini menegaskan bahwa determinasi akademik tidak bersifat statis, melainkan berkembang melalui proses adaptasi, regulasi diri, dan dukungan lingkungan, serta memberikan implikasi bagi pengembangan pendekatan pembelajaran yang lebih adaptif dalam konteks pendidikan bahasa Arab
IMPLEMENTASI MEDIA HIJAIYYAH BOX UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN MUFRADAT BAHASA ARAB PADA SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH Aulia Qurratil Uyun; Arya Yudiawan; Zainuddin Mansur Munir; Muhammad Siratul Khaeri; Ahmad Riyadissolihin
Dar el-Ilmi : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol. 13 No. 1 (2026): April-September
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v13i1.13100

Abstract

Pembelajaran bahasa Arab di madrasah masih menghadapi permasalahan dalam penguasaan mufrodat akibat dominasi metode hafalan dan keterbatasan penggunaan media interaktif dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami, melafalkan, dan menggunakan kosakata bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media Hijaiyyah Box serta meningkatkan penguasaan mufrodat bahasa Arab pada peserta didik kelas VII MTs. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 25 peserta didik dan 1 guru bahasa Arab. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan penguasaan mufrodat secara signifikan, ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata dari 64,4 pada pra-siklus menjadi 74,8 pada Siklus I dan 86,0 pada Siklus II. Persentase ketuntasan belajar juga meningkat dari 48% menjadi 60%, kemudian mencapai 88% pada akhir Siklus II. Penerapan media Hijaiyyah Box mampu meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan kepercayaan diri peserta didik dalam pembelajaran bahasa Arab. Temuan ini menunjukkan bahwa Hijaiyyah Box dapat digunakan sebagai media pembelajaran mufrodat yang lebih efektif dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional berbasis hafalan.
INTEGRASI DIGITAL DALAM MODEL KURIKULUM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Inka Puji Prastika; Fajrotuz Zahroh; Triani Agustin; Azzyra Sholikhatun Nisa; Suci Noor Asa Khaliza
Dar el-Ilmi : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol. 13 No. 1 (2026): April-September
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/darelilmi.v13i1.13102

Abstract

Transformasi digital menuntut pembelajaran bahasa Arab yang mengintegrasikan literasi digital secara sistematis, sementara praktik di berbagai institusi masih didominasi oleh pendekatan konvensional yang belum responsif terhadap kebutuhan pembelajaran berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model pembelajaran bahasa Arab berbasis literasi digital yang terintegrasi dalam tujuan, materi, strategi, media, dan evaluasi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan analisis deskriptif-analitis terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi literasi digital secara terstruktur dapat menjadi acuan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran melalui pemanfaatan sumber autentik berbahasa Arab, penguatan kemampuan berpikir kritis, peningkatan keterampilan dalam produksi konten digital, serta pengembangan kolaborasi daring. Model yang dirumuskan menempatkan literasi digital sebagai kompetensi inti yang berjalan secara simultan dengan penguasaan istimā‘, kalām, qirā’ah, dan kitābah. Model ini bergantung pada penguatan kapasitas pedagogis guru dalam pengelolaan kelas digital serta penerapan evaluasi autentik berbasis performa digital. Dengan demikian, pembelajaran bahasa Arab berbasis literasi digital tidak hanya meningkatkan kompetensi linguistik, tetapi juga membentuk pembelajar yang adaptif, kritis, dan sesuai dengan tuntutan pendidikan di era digital.
EFEKTIVITAS PERAN PENYULUH AGAMA DALAM MENANGGULANGI PAHAM RADIKALISME MELALUI PENGUATAN WASATHIYAH ISLAM Hanna Fadhillah Isnaini; Muhammad Aji Nugroho
Dar el-Ilmi : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol. 12 No. 2 (2025): Oktober-Maret
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis peran dan strategi Penyuluh Agama Islam dalam menginternalisasikan nilai-nilai Islam wasathiyah sebagai upaya menangkal radikalisme dan intoleransi di masyarakat Desa Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap penyuluh agama serta masyarakat binaan. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluh agama berperan strategis sebagai komunikator, mediator sosial, edukator, dan motivator dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama. Internalisasi nilai wasathiyah dilakukan melalui penguatan majelis taklim, pendekatan persuasif berbasis kearifan lokal, serta pemanfaatan dakwah digital sebagai media pendukung. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan integratif empat peran penyuluh dalam konteks masyarakat desa urban-religius dengan resistensi keagamaan laten, termasuk resistensi terhadap simbol kebangsaan, serta kombinasi strategi dakwah tatap muka dan digital. Temuan ini menegaskan bahwa Penyuluh Agama Islam merupakan aktor kunci dalam memperkuat moderasi beragama dan menjaga harmoni sosial di tingkat akar rumput.