cover
Contact Name
Muchamad Suradji
Contact Email
jurnaldarelilmi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaldarelilmi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora
ISSN : 23033487     EISSN : 25500953     DOI : -
Core Subject : Education,
DAR EL-ILMI: Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan, dan Humaniora diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul Ulum Lamongan. Terbit pada bulan April dan Oktober setiap tahun. DAR EL-ILMI: Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan, dan Humaniora memuat kajian-kajian ilmiah tentang pemikiran dalam bidang Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora dalam bentuk: 1) Hasil penelitian, 2) Gagasan konseptual, 3) Kajian kepustakaan, dan pengalaman praktis.
Arjuna Subject : -
Articles 240 Documents
Implikasi Filsafat Ilmu terhadap Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Sulhatul Habibah
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 4 No 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.59 KB)

Abstract

AbstrakIlmu sebagai hasil aktivitas manusia yang mengkaji pelbagai hal, baik diri manusia maupun realitas di luar dirinya, sedangkan teknologi merupakan instrument bagi manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Pada zaman kontemporer ilmu pengetahuan mengalami kemajuan sangat cepat dengan penemuan pelbagai teknologi canggih. Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) berimplikasi dalam perubahan peradaban manusia. Diversifikasi dan spesialisasi ilmu serta inovasi teknologi telah mencapai temuan-temuan baru beserta penerapannya dibidang nuklir, kimia, bioteknologi dan genoteknologi, mikroelektronik, dan antariksa. Perkembangan ilmu pengetahuan dan Inovasi teknologi menimbulkan dampak positif serta negatif. Dampak negatif tentunya dapat mengancam eksistensi manusia, hal itu merupakan problem fundamental diantara problem yang lain seperti di bidang sosial, ideologi, politik, ekonomi, serta pendidikan. Adanya dimensi etis, merupakan hal penting dalam penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mengembangkan IPTEK harus memperhatikan martabat manusia, menjaga keseimbangan ekosistem, bertanggung jawab pada kepentingan umum, baik sebagai pribadi, hubungan dengan lingkungannya maupun sebagai makhluk yang bertanggung jawab terhadap Khaliknya. Teknologi mutakhir yang semakin berkembang perlu didasarkan pada filsafat ilmu sebagai arah bagi pengembangannya, supaya para ilmuwan menyadari keterbatasan dirinya dan tidak terperangkap ke dalam sikap arogansi intelektual.
PENERAPAN METODE INKUIRI PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn) DI KELAS V MI SALAFIYAH SYAFIIYAH KLINTEREJO SOOKO MOJOKERTO Didik Supriyanto
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 4 No 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.845 KB)

Abstract

Abstrak: Pendidikan Kewarganegaraan yang disajikan dengan ceramah dan latihan- latihan individual sering tidak disukai oleh para siswa. Akibatnya hasil belajar selalu di urutan paling bawah dibandingkan mata pelajaran lainnya. Padahal ilmu bahasamemiliki peranan sangat strategis dalam berbagai kehidupan. Untuk menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan, mengasyikkan dan dapat meningkatkan hasil belajar, maka perlu adanya perubahan pembelajaran yang menarik yaitu menerapkan pembelajaran model demonstrasi.Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, maka dilakukan penelitian dengan subyek 26 orang siswa dari jumlah siswa seluruhnya 26 siswa MI Salafiyah Syafiiyah Klinterejo Sooko Mojokerto Kelas IV. Pengambilan data menggunakan metode inkuiri. Penelitian dilakukan dengan tiga siklus. Setiap siklus dilakukan perencanaan, pelaksanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pelaksanaan tindakan secara berurutan berupa: pembelajaran klasikal, pembelajaran kelompok membuat soal dan jawaban model Demonstrasi. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Pertemuan I pembelajaran klasikal, kerja kelompok, dan unjuk kerja kelompok dalam bentuk kuis. Pertemuan lI melanjutkan unjuk kerja kelompok dalam kegiatan kuis dan evaluasi hasil belajar.Hasil penelitian pada siklus I, aktifitas pembelajaran klasikal hanya mencapai 54,22%. Hal ini belum mencapai peningkatan proses pembelajaran yang diharapkan yaitu 60-70%. Namun pada proses pembelajaran kelompok telah mencapai 91,66% dengan target 70-80%, dan kuis mencapai 74,82% dengan target 70-80%. Sedangkan hasil belajar hanya mencapai 66,66% siswa mencapai nilai 60 - >60 dengan rerata nilai 65 sedangkan target yang ditentukan 100% tuntas mencapai nilai 60 - >60.Untuk meningkatkan proses pembelajaran klasikal pada siklus II setiap siswa diberi peraga beberapa bangun datar untuk dibentuk menjadi berbagai gabungan bangun dalam membuat soal. Pada Siklus II terjadi peningkatan proses pembelajaran klasikal menjadi 66,15% karena mulai ada 4 orang siswa bertanya dan 20 orang siswa mencatat, di mana pada siklus I tidak ada siswa yang bertanya dan mencatat. Proses Pembelajaran kelompok182meningkat menjadi 92,85%. Dan Pembelajaran kuis meningkat menjadi 86,16%. Sedangkan hasil belajar mencapai rerata 72,3% dengan 76,92% siswa mencapai 60- >60. Dalam proses penyampaian soal kuis menunjukkan soal-soal yang dikemukakan siswa cukup rumit, karena berupa berbagai gabungan bangun datar yang bermacam-macam.Pada Siklus III selain ada peraga untuk setiap siswa, untuk dapat menemukan rumus luas bangun ruang berdasarkan rumus luas bangun datar yang telah dikuasai siswa, juga ditambah dengan pemberian tugas rumah berupa latihan-latihan. Hal ini disebabkan kompetensi yang harus dikuasai semakin sulit. Pada siklus III terjadi peningkatan proses pembelajaran klasikal yang cukup tinggi menjadi 84,61%. Hal ini disebabkan semakin banyaknya siswa yang mengajukan pertanyaan sebanyak 10 siswa dan mencatat sebanyak 26 siswa. Proses Pembelajaran kelompok meningkat menjadi 97,61%, dan proses kegiatan kuis meningkat menjadi 92,77%. Sedangkan hasil belajar mencapai rerata 79,61% dengan 100% siswa mencapai nilai 60 - >60. Dengan demikian semua target yang ditetapkan telah tercapai.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan (l) Pembelajaran model kooperatif Demonstrasi dapat mendorong siswa untuk belajar tentang luas bangun lebih bersemangat, meningkatkan proses pembelajaran, dan hasil belajar. (2) bermain kuis dapat mendorong siswa untuk belajar tentang luas bangun menjadi lebih bersemangat, meningkatkan proses belajar, dan hasil belajar.
Kebijakan Pemerintah dalam Meningkatkan Mutu Pendidik Pendidikan Agama Islam Jiddy Jiddy Masyfu’
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 4 No 2 (2017): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.188 KB)

Abstract

AbstrakMasalah pendidikan merupakan persoalan yang sangat penting bagi semua umat. Pendidikan selalu menjadi tumpuan harapan untuk mengembangkan individu dan masyarakat. Untuk itu, perlu adanya peningkatan mutu pendidikan terutama pendidik. Hal ini karena pendidik menempati posisi yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan peserta didik untuk mendapatkan eksistensi fitrahnya.Tugas pendidikan ini tidak hanya menjadi tugas dari guru maupun orang tua saja akan tetapi juga menjadi tugas dari pemerintah. Salah satu usaha yang dilakukan pemerintah untuk memperbaiki pendidikan Islam di Indonesia dapat kita lihat komitmen mereka dalam PP NO. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan bab VI dan PP RI No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, bab VI pasal 28 ayat (3). Tujuan penelittian ini adalah untuk mendeskripsikan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidik pendidikan agama Islam. Metode pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Metode deskriptif adalah sebuah penelitian yang mempelajari masalah-maslah dalam masyarakat, serta tatacara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena. Dari hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa Untuk meningkatkan mutu pendidik pendidikan agama Islam pemerintah sudah mengaturnya salah satunya dengan mengeluarkan kebijakan yang tertuang dalam PP NO. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan bab VI dan PP RI No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, bab VI pasal 28 ayat (3). Diharapkan dengan adanya peraturan pemerintah tersebut mutu mutu pendidik pendidikan agama Islam akan semakin meningkat.
Membangun Karakter Siswa dan Meningkatkan Kecerdasan Spiritual melalui The Hidden Curriculum di MI Wahid Hasyim Yogyakarta Lailatul Lailatul Maghfiroh
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 4 No 2 (2017): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.18 KB)

Abstract

Abstraksi:Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan (Field Research) yaitu jenis penelitian yang didasarkan pada data yang diperoleh langsung dari tempat penelitian di lapangan dan bersifat deskriptif analitik. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi dan sosiologi. Masalah yang diangkat adalah bagaimana upaya sekolah membangun karakter siswa dan meningkatkan kecerdasan spiritual melalui hidden curriculum. Analisis data dilakukan dengan cara deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan pendidikan nilai karakter di sekolah dasar dapat membantu menumbuhkan kecerdasan spiritual siswa dengan menonjolkan nilai religius dan kedisiplinan. Konsep dasar pendidikan karakter dilandaskan pada visi, misi dan tujuan sekolah yang diimplementasikan ke dalam kurikulum dan mata pelajaran, budaya sekolah baik di lingkungan guru maupun siswa dan pengembangan diri melalui program pembiasaan dan pengembangan minat serta bakat siswa. Konsep pendidikan nilai karakter dijalankan melalui hidden curriculum dengan memasukkan nilai-nilai karakter yang masuk ke dalam semua mata pelajaran. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan adalah nilai religius, nilai mandiri, nilai menghargai prestasi, nilai rasa ingin tahu, nilai rasa cinta tanah air dan nilai kreatif.
TAKHRIJ HADITS “LA YAQRA’ AL-JUNUB” Mahbub Junaidi
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 5 No 1 (2018): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.263 KB)

Abstract

Hadits sebagai sumber hukum islam kedua setelah al-Qur’an menjadi penting dikaji dan diteliti. Baik penelitan tersebut menyangkut otentisitas atau orisinilitas hadits yang dimaksud atau menyangkut konten/isi di dalamnya. Untuk menentukan otentisitas tersebut jama’ difahami terdapat istilah naqd al-sanad dan naqd al-matan, yaitu kritik sanad dan kritik matan. Sebagai contoh adalah hadits tentang larangan menyentuh dan membaca al-Qur’an bagi orang yang junub dan haidl. Sebagain orang mengatakan hadits tersebut lemah atau dhoif, sebagian mengatakan hasan dan sebagian mengatakan shohih atau setidaknya shohih lighoirihi. Tulisan ini mencoba untuk sedikit melihat hadits tersebut dari aspek sanad atau naqd sanad-nya. Kritik sanad ini penting -walaupun tidak dapat merinci secara detail dan dalam-, setidaknya gambaran umum tentang posisi dan kualitas hadits tersebut dapat diketahui.
TAPE RECORDER SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KETRAMPILAN MENYIMAK Ida Latifatul Umroh
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 5 No 1 (2018): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.128 KB)

Abstract

Menyimak adalah ketrampilan berbahasa pertama yang harus dikuasai siswa. Seperti halnya bayi yang baru lahir, sebelum bisa mengucapkan kata, kalimat dan bercerita, mereka mendengarkan suara yang ada di sekitarnya. Dalam pembelajaran bahasa kedua hendaknya guru melihat bagaimana anak memperoleh bahasa pertamanya. Jadi, mereka harus diajarkan menyimak terlebih dahulu, sebelum berbicara, membaca, dan menulis. Akan tetapi itu belum disadari oleh guru bahasa, (terutama guru bahasa Arab), sehingga kemampuan siswa terhadap menyimak terkesan masih lemah. Dalam pengajaran menyimak dibutuhkan media yang bisa membantu guru dalam menyampaikan materinya. Salah satu media yang bisa digunakan adalah tape recorder. Media ini dirasa sangat efektif dalam pembelajaran menyimak. Karna media ini bisa diputar beberapa kali sesuai keinginan penggunanya. Dengan media ini, guru bisa mempedengarkan bunyi-bunyi bahasa Arab sehingga pendengaran siswa menjadi terbiasa dengan bahasa asing tersebut.
Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Dengan Menggunakan Metode Pembelajaran Kooperatif Model Jigsaw Imam Santoso
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 5 No 1 (2018): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.385 KB)

Abstract

Proses pembelajaran agar dapat berjalan efektif maka guru harus melibatkan siswa secara aktif dalam dalam belajar. Penelitian tindakan kelas ini berdasarkan permasalahan yang ada dikelas VII-A SMP Sunan Drajat Sugio, yang prestasi belajar matematikanya masih rendah. Agar prestasi belajar matematika dapat meningkat maka salah satunya adalah menggunakan metode pembelajaran kooperatif model Jigsaw yaitu memberi kesempatan belajar kepada siswa semakin banyak dan optimal serta guru menunjukan keseriusan pada saat mengajar. Makin banyak siswa yang terlibat aktif dalam belajar, maka makin tinggi kemungkinan prestasi. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP Sunan Drajat Sugio sebanyak tiga siklus pada kelas VIIA Tahun Pelajaran 2016/2017 sebanyak 28 siswa, dimana masing-masing siklus terdiri atas 2 pertemuan yang dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan bulan September 2016.Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran dengan metode pembelajaran kooperatif model Jigsaw memiliki dampak positif dalam peningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus yaitu pada siklus I 67,86 %, pada siklus II 82,14 %, dan pada siklus III 89,29 %.Penelitian tindakan kelas ini dapat membuktikan bahwa dengan metode pembelajaran kooperatif model Jigsaw dapat menigkatkan prestasi belajar siswa kelas VII-A SMP Sunan Drajat Sugio.
PENGGUNAAN PENDEKATAN CTL UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR DALAM MENGHAFAL RUMUS IPA Maturi Maturi
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 5 No 1 (2018): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.253 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) dalam menghafal rumus IPA, untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menghafal rumus IPA dan untuk mengetahui prestasi belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran yang menerapkan pendekatan CTL dalam menghafal rumus IPA. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua tindakan dengan dua kali tindakan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII A SMP Sunan Drajat Sugio Tahun Pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 30 siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan menggunakan pendekatan CTL (Contextual Teaching and Learning) untuk menghafal rumus IPA dapat meningkatkan aktivitas guru dan siswa. Kemampuan pengelolaan pembelajaran guru dengan menerapkan pendekatan CTL untuk menghafalkan rumus IPA pada pokok bahasan usaha dan energi, mengalami peningkatan pada tiap tindakan. Respon siswa selama pembelajaran juga meningkat.dilihat dari angket siswa yang diberikan tiap selesai tindakan, yaitu (1) Apakah pembelajaran dengan menerapan pendekatan CTL menyenangkan, 83 % siswa menjawab ya pada tindakan I dan 100 % pada tindakan II. (2) Apakah pembelajaran dengan menerapan pendekatan CTL membuat kamu mudah menghafalkan rumus IPA, 67 % siswa menjawab ya, meningkat menjadi 93 % pada tindakan II. (3) Apakah pembelajaran dengan menerapan pendekatan CTL membuat kamu bisa mengerjakan soal IPA, pada putaran I siswa yang menjawab ya 80 % sedangkan pada putaran II 93 %, (4) Apakah kamu mengalami kesulitan dalam pembelajaran dengan menerapan pendekatan CTL, siswa yang menjawab tidak 83 % pada putaran I dan 90 % pada putaran II.Kemampuan siswa dalam menghafal rumus fisika juga meningkat, ini di lihat dari hasil observasi selama kegiatan pembelajaran yaitu: (1) Banyaknya siswa yang aktif mengikuti proses menghafal rumus pada tindakan I 76% dan meningkat menjadi 79% pada tindakan II.(2) Banyaknya siswa yang mampu mengingat rumus dengan baik, pada tindakan I 83% sedangkan pada tindakan II 84%, (3) Kelancaran siswa dalam menjawab pertanyaan dalam evaluasi guru pada saat proses menghafal rumus, 75% pada tindakan I dan 79% padatindakan II.(4) Banyaknya siswa yang mampu mengerjakan soal latihan yang diberikan oleh guru 73% pada tindakat I dan meningkat menjadi 83% pada tindakan II.Prestasi belajar siswa mangalami peningkatan yaitu sebelum dilakukan tindakan nilai rata-rata kelas 60,6, siswa yang lulus KKM 33 %, Setelah dilakukan tindakan I nilai rata-rata kelasnya menjadi 80, dan siswa yang lulus KKM 83 %, ini mengalami peningkatan sebesar 50 %. Setelah dilakukan tindakan II nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 85 sedangkan siswa yang lulus dari KKM menjadi 90 % dan mengalami peningkatan sebesar 7 %.
STUDI PENGULANGAN AYAT PADA SURAT AL RAHMAN Lailatul Maskhuroh
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 5 No 1 (2018): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.269 KB)

Abstract

Al Quran di turunkan dalam rentang waktu tiga belas tahun secara berangsur-angsur. Dalam rentang waktu tersebut telah banyak kejadian dan juga pelajaran yang ingin di sampaikan kepada manusia karena fungsi al quran adalah hudan li al nas. Dan salah satu wasilah yang digunakan adalah banyaknya kisah-kisah yang terdapat dalam al Quran. Manusiasenang mendengarkan ataupun membaca kisah-kisah kaum terdahulu kemudian al-Qur`an datang mengobati fitrah manusia tersebut dengan mengetengahkan kisah kaum-kaum terdahulu dengan beragam kondisi yang mereka alami. Sebagian mereka tersiksa akibat maksiat yang mereka lakukan dan tidak patuh kepada perintah Tuhan dan sebagian mereka lagi dalam keadaan suka penuh kebahagian disebabkan perbuatan mereka yang terpuji1. Banyak sekali kita dapatkan pengulangan-pengulangan pada kisah al-Qur`andiantaranya pada kisah Musa yang diulang di banyak surat yaitu: Surat Taha, surat al-Syu`ara, surat al-A`raf, surat al-Isra, surat Yunus, surat al-nazi`at dan surat al-Dzariyat
EFEKTIFITAS PENDEKATAN QUANTUM TEACHING DALAM MEMOTIFASI MINAT BELAJAR BAHASA ARAB Khotimah Suryani
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 5 No 1 (2018): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.226 KB)

Abstract

Bagi orang Islam, belajar bahasa Arab adalah sangat dianjurkan. Bahasa arab adalah bahasa asing yang di dalamnya memiliki kultur berbeda dengan bahasa Indonesia. bahasa Arab juga ditakdirkan sebagai bahasa Al-Qur’an. Agar siswa termotivasi untuk mempelajari bahasa Arab maka siswa harus mempunyai minat untuk mempelajarinya. Minat dapat menjadi sebab sesuatu kegiatan dan sebagai hasil dari keikutsertaan dalam suatu kegiatan. Siswa yang berminat terhadap pelajaran bhs Arab akan mempelajari bhs Arab dengan sungguh-sungguh. Siswa akan mudah menghafal pelajaran yang menarik minatnya. Minat berhubungan erat dengan motivasi. Motivasi muncul karena adanya kebutuhan, begitu juga minat, sehingga tepatlah bila minat merupakan alat motivasi. Proses belajar akan berjalan lancar bila disertai minat. Oleh karena itu, guru perlu membangkitkan minat siswa agar pelajaran yang diberikan mudah siswa mengerti dengan metode yang tepat. Quantum Teaching merupakan proses pembelajaran dengan menyediakan latar belakang dan strategi untuk meningkatkan proses belajar mengajar menjadi menyenangkan. Pembelajaran Quantum Teaching mencakup petunjuk untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif merancang pengajaran, menyampaikan isi dan memudahkan proses belajar. Pembelajaran bahasa Arab dengan pendekatan Quantum Teaching merupakan suatu proses pembelajaran dengan menyediakan latar belakang dan strategi untuk meningkatkan proses belajar mengajar dan membuat proses pembelajaran tersebut menjadi lebih menyenangkan. Dengan cara ini siswa akan termotifasi minatnya dalam belajar bahasa Arab. Hal ini bisa membantu guru memperluas keterampilan siswa dalam berbahasa Arab sehingga guru akan memperoleh kepuasan yang lebih besar dari pekerjaannya.

Page 3 of 24 | Total Record : 240