cover
Contact Name
Muchamad Suradji
Contact Email
jurnaldarelilmi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaldarelilmi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora
ISSN : 23033487     EISSN : 25500953     DOI : -
Core Subject : Education,
DAR EL-ILMI: Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan, dan Humaniora diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul Ulum Lamongan. Terbit pada bulan April dan Oktober setiap tahun. DAR EL-ILMI: Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan, dan Humaniora memuat kajian-kajian ilmiah tentang pemikiran dalam bidang Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora dalam bentuk: 1) Hasil penelitian, 2) Gagasan konseptual, 3) Kajian kepustakaan, dan pengalaman praktis.
Arjuna Subject : -
Articles 240 Documents
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA ARAB MAHASISWA UNIVERSITAS ISLAM DARUL ‘ULUM LAMONGAN JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA ARAB Ida Latifatul Umroh
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 5 No 2 (2018): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.027 KB)

Abstract

Kesalahan berbahasa dan pengajaran bahasa merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Dalam mengajarkan bahasa pasti ditemukan kesalahan-kesalahan berbahasa yang dilakukan pembelajar. Kesalahan-kesalahan tersebut bisa diminimalisir bahkan dihilangkan jika telah diketahui pola kesalahan yang dilakukan oleh pembelajar bahasa. Pendidikan bahasa Arab merupakan salah satu jurusan di universitas Islam darul ‘ulum Lamongan. Sebagai jurusan bahasa Arab, mahasiswanya harus mampu menggunakan bahasa Arab dengan baik, terutama dalam hal tulisan, karena tugas akhir yang berupa skripsi harus ditulis dengan menggunakan bahasa Arab. Kenyataannya, dalam proses pembelajaran bahasa Arab nampak mahasiswa melakukan banyak kesalahan dalam penggunaan kaidah bahasa Arab. Hal tersebut yang menarik peneliti untuk melakukan penelitian tentang kesalahan berbahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kesalahan bahasa Arab yang berfokus pada kesalahan tulisan dalam kategori linguistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian lapangan, karena data yang dikumpulkan langsung dari lokasi penelitian, yaitu universitas Islam darul ‘ulum Lamongan. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat jenis kesalahan yang dilakukan mahasiswa, yaitu: fonologi, morfologi, sintaksis, dan kesalahan semantik.
IMPLEMENTASI MEDIA PAPAN MAHIR BAHASA ARAB DALAM PEMBELAJARAN MAHAROH KITABAH Khoirotun Ni’mah
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 5 No 2 (2018): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.305 KB)

Abstract

Mata pelajaran bahasa Arab menempati posisi yang penting dalam pendidikan. Materi bahasa Arab terdiri dari beberapa keterampilan yaitu: maharah istima’, maharah kalam, maharah qiro’ah dan maharah kitabah. Maharah kitabah merupakan keterampilan berbahasa yang rumit, namun kerumitan itu dapat kita atasi dengan menghadirkan media pembelajaran. Papan mahir bahasa Arab merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk pembelajaran bahasa Arab pada maharah kitabah. Media papan mahir bahasa Arab dirancang dengan sistem bermain sehingga dalam pembelajaran media papan mahir bahasa Arab memberikan suasana bermain yang menyenangkan dan meningkatkan semangat belajar anak.
OPTIMALISASI KESEDERHANAAN SARANA PENDIDIKAN DI PONDOK PESANTREN SALAFIYYAH DALAM MEMBENTUK KARAKTER ISLAMI Siti Lathifatus Sun’iyah
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 5 No 2 (2018): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.095 KB)

Abstract

Modernisasi lembaga pendidikan tidak terlepas dari pengembangan sarana pendidikan. Lembaga pesantren Salafiyah yang dibuat dengan kesederhanaan terkesan tidak dapat optimal dalam penyelenggaraan pendidikannya. Kesederhanaan sarana pesantren tidak menyurutkan santri untuk berprestasi. Keunggulan pesantren Salafiyah terletak pada keberadaan. Asrama sebagai tempat yang menyediakan lingkungan mendukung praktek pembiasaan berperilaku Islami. Masjid merupakan sarana pendidikan pesantren karena sistem pembiasaan memerlukan tempat tersebut sebagai pembiasaan salat berjamaah dan amaliah lainnya. Pembelajaran ilmu ‘Alat juga merupakan sarana pendidikan sudah dioptimalkan di pendidikan pesantren Salafiyah. Pergaulan di lingkungan pesantren jauh lebih terjaga daripada pergaulan muda-mudi lainnya. Hal ini dapat dioptimalisasi dengan kelompok belajar bersama.
METODE PEMBELAJARAN DALAM PERSPEKTIF HADIS NABI Khotimah Suryani
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 5 No 2 (2018): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.196 KB)

Abstract

Pembelajaran merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan seseorang melalui serangkaian kegiatan membaca, mengamati, meniru dan mengikuti arahan. Pembelajaran akan lebih baik jika subyek belajar mengalami sendiri apa (materi) yang dibelajarkannya, sehingga proses transfer ilmu tidak bersifat verbalistik tetapi bersifat pengalaman individual (teacher’s experience). Sementara proses transfer ilmu ke objek -dalam batas tertentu- membutuhkan metode dan teknis operasional, agar capaian pembelajaran dapat diperoleh secara maksimal. Masa Nabi adalah masa yang singkat dalam proses transfer ilmu (hadis). Masa ini menuntut keseriusan dan kehati-hatian para sahabat sebagai generasi pertama pewaris ajaran Islam dan penerima pertama sumber hukum Islam yang kedua (hadis), karena di tangan merekalah hadis harus terjaga dan tersebar kepada pewaris selanjutnya secara simultan dan berkesinambungan. Penyampaian dan penyebaran hadis dimulai dari proses pembelajaran Nabi kepada para sahabatnya sehingga metode pembelajaran Nabi perlu dikaji. Terkait dengan persoalan ini, perlu dibahas beberapa hal: (a) bagaimana perkembangan hadis pada masa Nabi; (b) bagaimana keadaan pembelajaran hadis pada masa Nabi; dan (c) bagaimana metode pembelajaran Nabi dalam proses penyebaran hadis kepada murid-muridnya (sahabatnya). Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan beberapa hal berikut: (1) Hadis yang diterima sahabat tertentu (setelah mendapat pembelajaran dari Nabi) disebarluaskan kepada orang lain. Para sahabat sibuk mengkaji hadis disamping kesibukan harian untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Bagi sahabat yang tidak bisa selalu hadir di majlis Nabi, melakukan perjanjian sesama mereka untuk bergantian datang di majlis Nabi. Dengan begitu, hadis berkembang dari mulut ke mulut hingga dapat terwariskan kepada generasi sesudah mereka, bahkan sampai hari ini; (2) Pembelajaran hadis dilakukan sejak permulaan wahyu turun, yakni ketika Nabi masih di Makkah, sekalipun hanya terfokus pada sedikit tempat. Sedang ketika di Madinah, dakwah Nabi tidak hanya terfokus pada sedikit tempat melainkan banyak tempat, artinya dimana ada kesempatan dakwah maka di situ hadis dibelajarkan; (3) Pembelajaran Nabi dilakukan melalui tahapan yang bersifat gradual, dengan cara elegan, bersifat variatif, melalui keteladanan dalam kehidupan praktis, selalu mempermudah umat (murid-muridnya) dalam mengikuti pembelajarannya, dan tidak diskriminatif. Artinya, pembelajaran Nabi tidak terbatas pada kaum dengan level tertentu, usia tertentu dan jenis kelamin tertentu, karena tugas Nabi adalah melakukan pencerahan untuk semua umat.
PEMIKIRAN KALAM SYEKH ABDUL QODIR AL-JAILANI Mahbub Junaidi
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 5 No 2 (2018): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.384 KB)

Abstract

Di akhir abad V dan awal abad VI yang berada dalam pergolakan poltik yang hebat memberikan pengaruh tersendiri dalam karakter berfikir maupun pola hidup masyarakat, tidak terkecuali para tokoh dan ulama muslim. Kenyataan ini tidak menyeret Abdul Qadir ke dalam kelamnya kebodohan dan ketidak berdayaan. Justru keadaan ini menjadikannya pribadi yang penuh dengan keyakinan, optimis dan senentiasa membangun jiwa maupun keilmuanAl-Jailani mengajarkan: berbagai disiplin ilmu keislaman, seperti Tauhid, Fiqih, Tafsir, hingga Tasawuf. Dalam bidang Tauhid ia mengajarkan secara garis besar ketauhidan yang dibangun olehnya sama dengan konsep Ahlu Sunnah wal jama’ah. Dalam masalah kenabian ia mengharuskan umat islam harus meyakini Muhammad bin Abdullah adalah Rasulullah dan pemimpin para Rasul serta penutup para Nabi, tidak ada nabi sesudahnya. Tentang kiamat, ia mengajarkan akan ada pembalasan bagi seluruh manusia. Ruh para syuhada’ dan orang-orang mukmin akan datang menemui jasadnya lagi ketika peniupan ruh yang kedua ke bumi untuk klarifikasi dan penghitungan amal. Dalam hal Bid’ah ia menegaskan, bahwa tidak ada keberuntungan hingga umat islam mengikuti al-Kitab dan al-Sunnah. Lebih lanjut ia menegaskan pentingnya mengikuti ulama’ dalam memahami nash-nash al-Qur’an dan sunnah. Terhadap pemimpin ia mengajarkan konsep kehidupan sosial politik Aahlu Sunnah wal Jama’ah, bahwa umat harus mendengar dan mentaati pemimpin Islam, mengikuti mereka, shalat di belakang mereka, baik pemimpin yang adil, jahat, maupun lalim, baik orang yang menggantinya maupun orang yang yang mewakilinya.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN LIFE SKILL DALAM PEMBENTUKAN KEMANDIRIAN SANTRI Desy Naelasari
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 5 No 2 (2018): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.531 KB)

Abstract

Learning in school should be useful for the provision of student life in the present and the future. Boarding school program the students are generally preoccupied with the Koran. This is in contrast with the PP-UW, students are not only taught here mrngaji, but students are also equipped with the skills / life skills / commonly called pious charity. Through this pious charity, the students had a spirit of independence. This study was to determine how the Life Skill education at UW-PP, PP-independence students at UW and implementation of Life Skill Education in the Formation of Self-Reliance Students in PP-UW. This research included the category of field research (fieldwork). Dippergunakan data collection techniques; interviews, observations and the data dokumentasi.analisis include; reduction, presentation and conclusion and verification. While the validity of test data is done by triangulai techniques and resources. From this research, life skill education in PP-UW existed since Abah Qoyim leadership. Education at boarding school al Urwatul Wutsqo is tarekah education where each job prioritizing practice than theory. Autonomy of each students in PP-UW, can be demonstrated by the students responsibility for their respective duties, students proficient create on, students become spoiled, students can determine the direction of his own life, the students were able to adapt to the outside environment, students become dependent on others , students skilled in solving their own problems, and students can take care of himself. Self-reliance here is not simply to open a business, but to glorify God. Implementation of life skills education in the formation of self-sufficiency in PP-UW students can be seen from their charitable activities in PP-UW pious soul kemandiran establish yourself each students. So, when the students out of the hut, they have the skill / expertise, skills in other areas, which will be useful in future society.
PERAN GURU AGAMA DI ERA GLOBALISASI Siti Rahayu NM
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 5 No 2 (2018): Oktober
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.941 KB)

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji peran guru di era globalisasi. Globalisasi menjadi salah satu dasar berpijak, karena kita hidup di era globalisasi, sehingga dapat memberikan gambaran perkembangan zaman, bagi guru PAI. Kajian tentang masyarakat desa dan kota juga menjadi dasar kajian, karena kini telah terjadi pergeseran tata hidup menuju masyarakat kota. Globalisasi juga memberikan gambaran, adanya perbedaan-perbedaan antara masyarakat desa dan kota mengenai tatanan nilai, budaya, pola pikir hingga perilaku, khususnya para murid. Pengetahuan amat dibutuhkan guru untuk menjadikannya sebagai landasan bertindak atau mengambil keputusan dalam menyesuai proses pembelajaran yang setara
PENGARUSUTAMAAN PEMBELAJARAN HADIS-ILMU HADIS BERORIENTASI KARAKTER CINTA RASUL DI MA UNGGULAN ULUMIYYAH JATIROGO TUBAN Siti Lathifatus Sun’iyah
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 6 No 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.545 KB)

Abstract

Orientasi pendidikan Madrasah Aliyah lebih condong pada pengkhususan keilmuan umum. Ditambah dengan kurangnya antusiasme peserta didik MA terhadap mata pelajaran keagamaan yang diberikan. Pentingnya upaya untuk menggeliatkan keilmuan Islam terlebih ilmu Hadis agar dapat menancap kuat dalam diri peserta didik. Bidang keilmuan Hadis-Ilmu Hadis yang merupakan pilar keilmuan Islam seharusnya perlu perhatian ekstra dari lembaga pendidikan Islam. Gambaran perhatian yang intensif adalah melalui pembelajaran yang optimal pada mata pelajaran ini yang menyesuaikan dengan pola perkembangan dunia pendidikan. Urgensi penggambaran secara mendetail dari seorang guru mapel Hadis-Ilmu Hadis agar peserta didik benar-benar dapat menjiwai sejarah periwayatan dan kodifikasi hadis. Amanah implisit dari pembelajaran mapel ini adalah menanamkan rasa kerinduan yang mendalam kepada Rasulullah Saw. dan selanjutnya sosok Rasulullah Saw seolah-olah dihidupkan di tengah-tengah peserta didik untuk dapat diambil keteladanannya. Banyak aspek keteladanan yang dapat diungkapkan dari materi kisah para Shahabat Muksir al-Hadis, para pentakhrij. Guru mapel ilmu Hadis dituntut untuk memiliki karakter cinta Rasul yang kuat dan dapat selalu memberikan motivasi kepada peserta didiknya. Pembelajaran Hadis-Ilmu Hadis yang terdapat di MA Unggulan Ulumiyyah diberikan melalu berbagai metode termasuk pemberian informasi visual untuk menggambarkan secara detail tentang informasi sejarah periwayatan hadis. Bekal kompetensi peserta didik dalam Takhrij al-Hadis diharapkan dapat ditindaklanjuti pada penelaahan kandungan hadis yang jumlahnya jutaan dan penelusuran perawi dari Rijal al-Hadis. Prinsip pembelajaran Hadis-Ilmu Hadis di MA Unggulan Ulumiyyah yang merupakan sekolah berlatarbelakang pesantren adalah menanamkan sikap kritis terhadap peserta didik dibarengi rasa ta’dhim terhadap para ulama Salaf as-Saleh.
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN MATA KULIAH BALAGHAH DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE PADA MAHASISWA SEMESTER IV PRODI PENDIDIKAN BAHASA ARAB UNISDA LAMONGAN Khoirotun Ni’mah
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 6 No 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.145 KB)

Abstract

Latar belakang penelitian ini berawal dari observasi yang dilakukan peneliti pada mahasiswa didapatkan bahwa mahasiswa merasa kesulitan dalam memahami pokok bahasan pada mata kuliah Balaghah. Sebagian mahasiswa pasif hanya menjadi pendengar setia saja ketika temannya presentasi depan kelas dan tidak bertanya, sehingga hasil yang didapatkan belum bisa seperti yang diharapkan. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Berdasarkan hasil pengolahan data dan pembahasan hasil penelitian ini, maka kesimpulan yang didapatkan adalah sebagai berikut: (1) Strategi Think Talk Write sangat efektif digunakan dalam proses pembelajaran mata kuliah balaghah hal ini dapat diketahui pada siklus II pertemuan I dengan presentase yang didapatkan sebesar 85%. Ini menunjukkan bahwa aktivitas mahasiswa pada pertemua pertama meningkat 10% dari kegiatan pembelajaran pada siklus I pertemuan kedua. Pada siklus II pertemuan II dengan presentase yang didapatkan sebesar 90%. Ini menunjukkan bahwa aktivitas mahasiswa pada pertemuan kedua juga sudah mencapai ketuntasan minimal yang ditetapkan yaitu 80%. (2) Hasil belajar mahasiswa pada siklus II, mahasiswa yang mendapat nilai dengan kriteria tuntas sebanyak 18 mahasiswa dengan presentase yang didapatkan sebesar 90% dan mahasiswa yang mendapatkan nilai dengan kriteria tidak tuntas sebanyak 2 mahasiswa dengan presentase yang didapatkan sebesar 10%. Nilai ini sudah meningkat jika dibandingkan dengan siklus I dari 65% menjadi 90%.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA FLASH CARD TERHADAP PEMBELAJARAN KOSA KATA BAHASA ARAB (STUDY EKSPERIMEN TERHADAP SISWA KELAS 1 SD NEGERI TLOGOREJO SUKODADI LAMONGAN) Ida Latifatul Umroh
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 6 No 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.038 KB)

Abstract

Dalam pembelajaran dibutuhkan media yang dapat membantu terlaksananya proses belajar-mengajar secara efektif. Media flash card diyakini dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap pembelajaran kosa kata bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah terdapat pengaruh media flash card terhadap pembelajaran kosa kata bahasa Arab siswa SD Negeri Tlogorejo Sukodadi Lamongan. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan desain one group pre-test dan post-test, yakni satu kelas diberi treatment dan jumlah siswa adalah 17 orang. Instrument dalam penelitian ini adalah lembar observasi, soal pre-test dan post test, dan dokumentasi. Analisis data menunjukkan bahwa rata-rata nilai pre-test sebesar 75,4, dan post-test sebesar 81,76, artinya terdapat peningkatan nilai siswa sebesar 6,35. Adapun untuk mengetahui pengaruh media flash card terhadap pembelajaran kosa kata, digunakan analisis t-test. Dengan bantuan software SPSS 22.0 for windows diperoleh t-hitung sebesar -7.540 dengan P value (signifikansi) 0,000. Angka ini menunjukkan bahwa t hitung > -t table (-7.540 > 2.602). Kurva t-hitung dan t-tabel menunjukkan bahwa t-hitung yang berada di area Ho ditolak dengan demikian Ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media flash card berpengaruh terhadap pembelajaran kosa kata bahasa Arab siswa kelas 1 SD Negeri Tlogorejo Sukodadi Lamongan.

Page 5 of 24 | Total Record : 240