cover
Contact Name
Muchamad Suradji
Contact Email
jurnaldarelilmi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaldarelilmi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora
ISSN : 23033487     EISSN : 25500953     DOI : -
Core Subject : Education,
DAR EL-ILMI: Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan, dan Humaniora diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul Ulum Lamongan. Terbit pada bulan April dan Oktober setiap tahun. DAR EL-ILMI: Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan, dan Humaniora memuat kajian-kajian ilmiah tentang pemikiran dalam bidang Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora dalam bentuk: 1) Hasil penelitian, 2) Gagasan konseptual, 3) Kajian kepustakaan, dan pengalaman praktis.
Arjuna Subject : -
Articles 240 Documents
Implementasi Pendidikan Karakter di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Rif’ah Rif’ah
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 4 No 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.605 KB)

Abstract

AbstractPondok Pesantren is part of agencies that have a role in character education. Fukus research are: 1) implementation of the values of character; 2) Method of character education. Objectives are: 1) describe the implementation of the values of character; 2) Describe the method of character education. Methods: Qualitative approach with phenomenological type. Mechanical Sampling purposive sampling and snowball sampling. Data collection techniques: interview, observation and documentation. Mechanical Analysis of field data: data reduction, data presentation and verification of data / conclusions. Results: 1) The values karkter developed form: the five compulsory congregational prayers, all students must enter madrasah diniyah in the morning, the Qur'an to be the standard rise and graduation, call the chaplain and ustadza to teachers, students Separation the sons and daughters, organizational activities to build creativity, Care for the environment with picket hygiene, national spirit with the commemoration of the great days. Method of Character Education: Understanding, Awareness and Practice. Benefits Research: a reference and study for school pupils, students, teachers, faculty and the community to the next can be carried out.
Upaya Guru Agama Islam dalam Membina Akhlaq Siswa Muchamad Suradji
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 4 No 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.338 KB)

Abstract

Abstrak : Guru merupakan sosok yang diharapkan mampu memberikan pencerahan dan pembinaan dalam berprilaku anak. Oleh karena itu, guru selalu dituntut untuk berupaya mengembangkan potensi-potensi siswanya agar siswa mengetahui potensi yang dimilikinya. Termasuk dalam pembinaan akhalak siswa, sehingga siswa dapat membedakan mana yang baik dan buruh menurut akal dan norma yang ada pada lingkungan dimana siswa berada. Pembinaan akhlak harus dimulai dari tingkatan dasar, agar siswa mempunyai pondasi yang kuat dalam berprilaku sehari-hari. Penelitian ini mengambil SD Darul Ilmi Surabaya sebagai objek penelitian, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SD Darul Ilmi Surabaya sangat heterogen (beraneka ragam) latarbelakangnya, ada yang sudah bisa membaca al-Qur’an, tetapi ada yang masih belum bisa sama sekali. Upaya yang dilakukan oleh Ustad dan Ustadzah (panggilan guru di sekolah) SD Darul Ilmi Surabaya dalam mendidik dan membina siswa dalam penguatan keimanan dan ketakwaan siswa serta akhlak dengan cara; (1) Belajar membaca al-Qur’an dan hafalan juz 30, (2) Hafalan do’a sehari-hari, (3) Sholat dhuha, dhuhur dan asar berjamaah, dan (4)Penanaman akhlak pada siswa. Pembinaan yang dilakukan oleh SD Darul Ilmi Surabaya dapat dikatakan berhasil, hal itu bisa dilihat 100% siswanya lulus, dengan hafal juz 30 dan do’a sehari-hari setelah mengikuti ujian munaqosah.
Manusia dalam berbagai Perspektif Mahbub Junadi
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 4 No 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.664 KB)

Abstract

Abstrak:Manusia merupakan makhluk yang tidak terwujud dengan sendirinya melainkan keberadaannya ada yang menciptakan. Menurut pendapat jumhur dan hampir seluruh mufassir menyebut Adam sebagai makhluk/manusia pertama yang kemudian diikuti penciptaan istrinya (Hawa) yang kemudian berkembang biak memenuhi bumi. Al-Qur’an tidak menjelaskan secara detail dan terperinci setidaknya apa yang ada dan disinggung dalam al-Qur’an tentang wujud fisik manusia adalah kebenaran dari Tuhan yang terbukti secara ilmiah. Adapun memahami manusia secara spritual (jiwa, nafs, roh) bukanlah hal yang sederhana, bahkan amat rumit. Hingga sekarang belum ada yang bisa membuktikannya secara ilmiah selain dari gejala-gejalanya saja. Informasi tentang jiwa dan roh tersebut di dalam al-Qur’an dijelaskan dalam kadar yang berbeda. Setidaknya ada 3 hal yang menyebabkan ruh dan jiwa berbeda, perbedaan pertama, pada substansinya. Jenis dan ruh berbeda dari segi kualitas dzatnya : jiwa digambarkan sebagai dzat yang bisa berubah-ubah kualitas, naik turun, jelek dan baik, kotor dan bersih, dan seterusnya. Sedangkan ruh digambarkan sebagai dzat yang selalu baik dan suci, berkualitas tinggi. Perbedaan kedua antara jiwa dan ruh adalah fungsinya. Jiwa digambarkan sebagai “sosok” yang bertanggung jawab atas segala dzat yang selalu baik dan berkualitas tinggi, sebaliknya hawa nafsu adalah dzat yang berkualitas rendah dan selalu mengajak kepada keburukan, sedangkan jiwa adalah dzat yang bisa memilih kebaikan dan keburukan tersebut. Maka jiwa harus bertanggung jawab terhadap pilihannya. Dan perbedaan ketiga, perbedaan itu ada pada sifatnya, dimana jiwa merasakan kesedihan, kekecewaan, kegembiraan, kebahagiaan, ketentraman, ketenangan dan kedamaian. Sedangkan ruh bersifat stabil dalam kebaikan tanpa mengenal perbandingan. Ruh adalah kutub positif dari sifat kemanusiaan sebagai lawan dari sifat setan yang negatif
Membangun Pluralisme Siswa melalui Pendidikan Agama Islam di Sekolah Non Muslim Indah Wahuni
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 4 No 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.528 KB)

Abstract

Abstrak : Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah non muslim berbeda-beda bentuknya. Sebagian sekolah telah memberikan PAI bagi siswa muslim dan diajarkan oleh guru seagama dalam bentuk mata pelajaran, tetapi sebagian sekolah yang lain memberikan pendidikan agama Islam berupa kegiatan ke-Islam-an. Kebijakan sekolah dalam memberikan pendidikan agama Islam bagi siswa muslim tidak sepenuhnya dilandasi misi ideologi dan ketaatan terhadap perundang-undangan, tetapi lebih didasari pertimbangan misi sosial, terutama marketing sekolah. Problematika Pendidikan Agama Islam di sekolah non muslim cukup beragam, yaitu problem ideologi, sosiologi dan budaya. Adapun faktor mikro yang menghambat PAI di sekolah non muslim adalah; (1) sarana ke-Islam-an masih minim, (2) metode pembelajaran kurang sesuai konteks, (3) materi pembelajaran tidak sesuai kemampuan awal siswa, (4) pembinaan kemenag belum intensif, serta (5) input siswa rendah. Idealitas pendidikan agama Islam di sekolah non muslim dilaksanakan berbasis multikultural, yaitu pendidikan yang tidak doktrinal-tekstualis, tetapi memberikan pemahaman kepada diri peserta didik tentang perbedaan agama dan sistem nilai. Pendidikan agama Islam menggunakan pendekatan doktrinal-kontekstual dengan memperhatikan sistem nilai dan ajaran agama lain.
Keesaan Allah Perspektif Al Qur'an Khotimah Suryani
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 4 No 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.266 KB)

Abstract

AbstraksBanyak orang yang mengaku dirinya beragama Islam, namun pemahamannya tentang ke Esaan Alloh masih sangat kurang, bahkan sedikit sekali orang yang dapat menjawab dengan benar apabila ditanya tentang keEsaan Alloh. Di sisi lain seseorang mengaku menyembah Allah namun ia tidak mengenal Allah yang disembahnya, tidak mengetahui bagaimana sifat-sifat Allah, tidak mengetahui nama-nama Allah, tidak mengetahui apa hak-hak Allah yang wajib dipenuhinya. Yang akibatnya, tidak mentauhidkan Allah dengan benar, bahkan mensyirikkanNya dan keimanan terhadap Nya pun sangat kurang, sehingga kepasrahan terhadap Alloh swt pun mengambang. Maka sangat penting dan urgen bagi setiap muslim mempelajari tauhid yang benar, dan menyimak tentang ke Esaan Alloh langsung dari Kalam Alloh yang telah ditulis di dalam Al Quran khususnya dalam surat Al-‘An’am, karena didalam surat al-An’am ini mengandung bukti-bukti keesaan Alloh swt. Bahkan ilmu Tauhid inilah ilmu yang paling pertama dan utama yang harus diketahui terlebih dahulu oleh setiap muslim. Oleh karena itu, setiap muslim wajib mempelajari, mengetahui, dan memahami ilmu tersebut, karena merupakan ilmu tentang Allah Subhanahu wa Ta’ala, tentang nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, dan hak-hak-Nya atas hamba-Nya.
Pemikiran M. Natsir dalam Pembaharuan Pendidikan Islam di Indonesia Suwarno Suwarno
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 4 No 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.677 KB)

Abstract

AbstrakMuhammad Natsir merupakan salah satu tokoh pembaharu islam. Terdadap beberapa gagasan yang memberi sumbangsi pada kemajuan pendidikan islam dengan cara merombak sistem yang dikotomis kepada sistem yang integrated antara ilmu-ilmu agama dengan ilmu-ilmu umum, merombak kurikulum dari kurikulum yang dikotomis menjadi kurikulum yang integrated, dan menggunakan metode-metode yang aplicable dan sesuai dengan syariat-syariat Islam. Gagasan dan pemikiran Natsir dalam bidang kenegaraan maupun bidang pendidikan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. faktor internal adalah kecerdasan, karakter dan kepribadian Natsir yang demikian kuat, tabah dan rela berkorban untuk memperjuangkan kebenaran yang diyakininya sekalipun harus dibayar dengan penderitaan. Dan yang dimaksud dengan faktor ekternal adalah penjajahan belanda yang telah menyengsarakan rakyat baik lahir maupun bathin, dan juga kondisi umat Islam sendiri yang bersikap pasrah, memusuhi ilmu pengetahuan, tidak menguasai manajeman dan cita-cita yang tinggi.
Internalisasi Revolusi Mental Muhammad Haris
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 4 No 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.416 KB)

Abstract

AbstrakFokus penelitian ini yaitu, “Bagaimana internalisasi revolusi mental siswa SMK Nurul Islam Manyar Gresik?”. Jenis penelitian termasuk penelitian kualitatif deskriptif yaitu kegiatan penelitian yang dilakukan pada objek tertentu secara jelas dan sistematis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Internalisasi Revolusi Mental Siswa di SMK Nurul Islam Manyar Gresik. Hasil penelitian : 1). Internalisasi diartikan sebagai penghayatan, pendalaman, pengasingan, penggabungan atau penyatuan sikap, standart tingkah laku, pendapat dan seterusnya di dalam kepribadian. 2). Revolusi mental adalah transformasi etos, yaitu perubahan mendasar dalam mentalitas, cara berfikir, cara merasa dan cara mempercayai, yang semuanya menjelma dalam perilaku dan tindakan sehari-hari. Etos ini menyangkut semua aspek kehidupan, mulai dari ekonomi, politik, sains tekhnologi, seni, agama, dan sebagainya, 3). Internalisasi revolusi mental adalah suatu proses secara mendalam tentang nilai-nilai Revolusi Mental yang berjalan di SMK Nurul Islam. Proses internalisasi sangatlah penting dalam Revolusi Mental. Oleh karena Revolusi Mental merupakan bagian nilai-nilai pendidikan.
Korelasi Penguasaan Kosakata Bahasa Arab dengan Kemampuan Berpidato Bahasa Arab Mahasiswa PBA UNISDA Lamongan Khoirotun Ni’mah
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 4 No 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.751 KB)

Abstract

AbstrakKosakata menjadi salah satu dasar dari empat keterampilan bahasa, dan unsur terpenting dalam pengembangan empat kemahiran berbahasa yang baik. Langkah awal dalam memperkenalkan bahasa Arab adalah dengan pengenalan kosa kata (mufradat) terlebih dahulu. kemampuan menyimak, Kemampuan berbicara, kemampuan membaca, dan kemampuan menulis, keempat kemahiran ini akan saling berkaitan dan menunjang dalam menentukan seseorang untuk mengembangkan kemahiran berbahasa Arab. Pidato merupakan salah satu matakuliah yang wajib diampu oleh mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab di UNISDA Lamongan. Matakuliah ini bertujuan agar mahasiswa mampu berpidato dengan bahasa Arab dengan baik dan lancar, akan tetapi tidak semua mahasiswa bisa berpidato dengan lancar karena kurangnya penguasaan kosakata. Oleh karena itu, mahasiswa harus menguasai kosakata bahasa Arab sebanyak mungkin. Semakin banyak kosakata yang dikuasai oleh mahasiswa, maka semakin baik pula kemampuan berpidato bahasa Arab.
AL-WASHILIYAH Siti Lathifatus Sun'iyah
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 4 No 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.113 KB)

Abstract

Abstrak:Mu'tazilah yang pada awal kemunculannya dikenal sebagai gerakan puritan yang kaku, tetapi pada perkembangan berikutnya, aliran ini berkembang sebagai kelompok rasionalis yang mengagungkan hasil pemikiran yang ditegakkan diatas pandangan bahwa akal adalah sumber kebenaran melebihi al-Qur'an; yang dipelopori oleh Wasil pada awal abad ke II hijriyah tepatnya tahun 110 H pada masa-masa akhir kekuasaan Bani Umayyah di kota bashroh yang merupakan tempat tinggalnya Al Hasan Al Bashry, lalu menyebar dan merebak ke kota Kufah dan Baghdad. bersamaan dengan berkembangnya kekuasaan Bani Abasiyah, berkembanglah Mu'tazilah dengan mulainya mereka mengirim para dai dan delegasi-delegasi ke seluruh negeri Islam untuk mendakwahkan mazhab dan i'tikad mereka kepada kaum muslimin dan diantara yang memegang peran besar dan penting dalam hal ini adalah Waashil bn Atho'. Dan kesempatan ini mereka peroleh karena mazhab mereka dengan syiar dan manhajnya memberikan dukungan yang besar dalam mengokohkan dan menguatkan kekuasaan Bani Abasiyah khususnya pada zaman Al Ma'mun yang condong mengikut aqidah mereka, apalagi ditambah dengan persetujuan Al Ma'mun terhadap pendapat mereka tentang Al Quran itu Makhluk.
Pendidikan Pesantren dalam Mempertahankan Nilai-nilai Pendidikan Islam Nihwan Nihwan
DAR EL-ILMI : Jurnal Studi Keagamaan, Pendidikan dan Humaniora Vol 4 No 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.202 KB)

Abstract

Abstrak:Pendidikan pesantren sejak awal kehadirannya telah memiliki ciri khas tersendiri dengan sistem nilai yang berbeda dengan pendidikan-pendidikan diluar pesantren. Sistem nilai yang mengakar di pesantren adalah keikhlasan, kemandirian, keteladanan, kesederhanaan, serta spiritualitas yang terus berjalan mengikuti berkembangan dan kemajuan pesantren. Nilai yang diajarkan dipesantern adalah nilai-nilai yang menitik beratkan pada sifat-sifat Ilahiyah, bukan pada materi.

Page 2 of 24 | Total Record : 240