cover
Contact Name
Bisarul Ihsan
Contact Email
bisarulihsan@unisda.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pentas.unisda@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
PENTAS : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 2442787X     EISSN : 25798979     DOI : -
Core Subject : Education,
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia is a journal published by Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan This journal which is published twice a year provides a room for researchers, academists, professionals, practicians, and students to deliver and share various knowledge in forms of research articles, as well as research results or qualified theoretical studies such as case studies, analysis or book review about linguistics, literature and teaching.
Arjuna Subject : -
Articles 219 Documents
GAYA DAN STRATEGI BELAJAR BAHASA yayuk cici lia
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2020): PENTAS: Mei 2020
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teks, buku-buku dan naskah publikasi mengenai gaya dan strategi belajar bahasa. Di dunia pendidikan, istilah gaya belajar mengacu khusus untuk penglihatan, pendengaran, dan kinestetik. Gaya belajar visual menyangkut penglihatan dan bayangan mental. Gaya belajar pendengaran menunjuk pada pendengaran dan pembicaraan. Gaya belajar kinestetik menunjuk pada gerakan (Emirina, 2009). Hakikatnya strategi pembelajaran bahasa dapat diuraikan mengacu pada keterampilan berbahasa yang dicapai. Oleh karena itu, berbagai strategi berikut dijelaskan dengan mempertimbangkan empat keterampilan berbahasa yakni mendengarkan, membaca, berbicara, dan menulis. Karena kompetensi bahasa adalah keterampilan yang harus dikuasai oleh sesorang, hal ini menjadi dasar yang dikuasai dalam kehidupan bermasyarakat.
PRINSIP-PRINSIP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SD / MI Rafika Elsa Oktaviani
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 1 (2021): PENTAS: Mei 2021
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/pentas.v7i1.1528

Abstract

Kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia memerlukan prinsip-prinsip. Yang menjadi dasar kebenaran bertindak dalam pembelajaran agar tujuan pembelajaran tercapai disebut dengan prinsip-prinsip dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Salah satu sarana yang dapat mengakses informasi dan kemajuannya ilmu pengetahuan yaitu dengan belajar bahasa. Permasalahan yang akan dijawab dalam kajian ini menggunakan penelitian kepustakaan (Library research), akan menjawab apa saja prinsip-prinsip dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Dari berbagai referensi dan data-data yang dikumpulkan. menunjukkan hasil penelitian bahwa ada empat prinsip dalam pembelajaran bahasa Indonesia SD / MI yaitu prinsip kontekstual (nyata), prinsip integratif (terpadu), prinsip fungsional (fungsi), dan prinsip apresiatif (menyenangkan). Agar tujuan dalam pembelajaran bahasa Indonesia dapat tercapai dengan baik, maka keempat prinsip tersebut dapat dilaksanakan berdasarkan pendekatan komunikatif. Kata Kunci: Prinsip-prinsip, bahasa
TEORI BELAJAR BAHASA iatun hayatun najmi
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2020): PENTAS: November 2020
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to examine some of the text, script publications and books related to the theory of language learning. Get to know some language learning in learning theory as a theory of behavioristik mangacu to the behaviour of generative theory of nativism, language based on generative theory kognitifisme's talents, which focuses upon the cognitive theory, and kecapan Constructivism is a blend of cognitive and affective. Principles of language learning focuses on learning activities with a series of picture and feelings regularly in the learning process in order to assist students in understanding a problem so what-what is delivered by teachers can be accepted maximum possible by learners. The Scope Of Language Learning Among others listening/focusing on purpose to a voice, speaking/spawned with the feeling, reading to redirect students may know something by way of direct, Writing is an attempt to redirect skilled students composing/arranging language Indonesia well.
KOMPETENSI BAHASA DAN KOMPETENSI KOMUNIKATIF Syarul Rahmanshya; Nursalim Nursalim
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 2 (2020): PENTAS: November 2020
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In everyday life, someone's language competence is very necessary. Language competence is one's mastery of the content contained in the language learned. Without language competence a person becomes irregular in language. The purpose of this study is to explain and find out about language competence or language skills and communicative competencies or one's appearance in interacting in language. Communicative competence concerns the social and cultural knowledge that speakers have to help them use and interpret linguistic forms. The problems that will be answered in this study use library research, which will answer what are the components and language competencies. Data collected from various references; both primary, secondary and supporting data. The results of the study show that there are five language competencies according to Canale and Swain namely linguistics, socio-linguistics, speech acts (speech acts), speech sets, strategies. In language competence one must master language skills, namely listening, speaking, reading and writing
STRATEGI PENGAJARAN SASTRA muhamad Syarifudin; Nursalim Nursalim
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2019): PENTAS: November 2019
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini kondisi pembelajaran sastra di sekolah dasar masih mengecewakan. Siswa di sekolah menganggap bahwa bahasa Indonesia merupakan pelajaran yang mudah dan tidak perlu dipelajari secara serius. Hal inilah yang menyebabkan pelajaran sastra kurang diminati oleh siswa dan siswa lebih tertarik pada pelajaran yang mengarah ke olimpiade. Jika dilihat seksama pembelajaran sastra menimbulkan dampak positif bagi siswa diantaranya dalam upaya pengembangan rasa, cipta, dan karsa. Sebab, fungsi utama dari pembelajaran sastra adalah sebagai penghalus budi, dapat meningkatkan rasa kemanusiaan dan kepedulian sosial, menumbuhkembangkan apresiasi budaya, dan menyalurkan gagasan, ide, imajinasi dan ekspresi secara kreatif. Di sekolah saat ini porsi pelajaran bahasa lebih banyak jika dibandingkan dengan porsi pengajaran sastra. Pada umumnya porsi pelajaran sastra hanya berkisar 15% dari pelajaran bahasa Indonesia. Hal ini jelas akan menghambat keberhasilan pembelajaran sastra di sekolah. Strategi yang dibutuhkan untuk meningkatkan minat siswa dalam mempelajari sastra diantaranya diperlukan peran guru yang mempunyai pengetahuan sastra yang baik, seperti seorang sastrawan sehingga makna sastra itu dapat tersalurkan dengan baik kepada siswa. Selain itu, model pembelajaran konvensional harus ditinggalkan dan diganti dengan metode BKAS (Bimbingan Kritik dan Apresiasi Sastra) yang menggunakan jalur 5-M, yaitu menyimak, membaca, melisankan, menulis dan menjawab persoalan.
DIKSI DAN GAYA BAHASA KOMENTATOR SEPAK BOLA PERSELA LAMONGAN LAWAN MADURA UNITED DI TV INDOSIAR Elin Mufashilah; Laila Tri Lestari; Anisa Ulfah
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2020): PENTAS: Mei 2020
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan diksi dan gaya bahasa komentator sepak bola Persela Lamongan lawan Madura United di tv indosiar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Objek dalam penelitian ini adalah tuturan komentator sepak bola. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik rekam, transkripsi, simak, catat, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah berupa transkripsi, identifikasi, dan simpulan. Hasil penelitian ini adalah (1) jenis diksi yang digunakan dalam komentator sepak bola Persela Lamongan lawan Madura United meliputi kata tidak baku, makna denotasi, makna konotasi; (2) jenis gaya bahasa yang digunakan dalam komentator sepak bola Persela Lamongan lawan Madura United meliputi metafora, antitesis, pleonasme, hiperbola, klimaks, elipsis, dan epizeukis.
Analisis Tindak Tutur Program Talkshow “dr. Oz Indonesia” di TV Tema Mencegah Penuaan Dini izzah lidina; Nisaul Barokati Selirowangi; Syamsul Ghufron
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2019): PENTAS: November 2019
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peristiwa tutur tidak dapat lepas dalam kehidupan termasuk juga dalam program talkshow “dr. Oz Indonesia” di TV. Tindak tutur memiliki peran penting dalam program tersebut guna menjelaskan cara merawat kesehatan tubuh agar tetap awet muda di usia lanjut. Tindak tutur digunakan untuk menyampaikan maksut pembicaraan antara dokter sebagai sumber informasi dengan sampel, bintang tamu, dan penonton “dr. Oz Indonesia”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk tindak tutur lokusi, bentuk tindak tutur ilokusi, dan bentuk tindak tutur perlokusi dalam program talkshow “dr. Oz Indonesia dengan tema “Mencegah Penuaan Dini”. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penggunaan metode deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi dalam acara “dr. Oz Indonesia” Trans TV tema Mencegah Penuaan Dini. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bentuk: 1) tindak tutur lokusi, 2)tindak tutur ilokusi, dan 3)tindak tutur perlokusi. Tindak tutur yang terdapat pada interaksi antara dokter (sumber informasi), sampel, bintang tamu, dan penonton “dr. Oz Indonesia”. 1) Tindak tutur lokusi dalam penelitian ini ditemukan bentuk pernyataan, bentuk pertanyaan, dan bentuk perintah. 2) Tindak tutur ilokusi dalam penelitian ini ditemukan bentuk: a) deklarasi dengan wujud kalimat sesuai kenyataan dan kalimat yang merubah keadaan; b) tindak tutur ilokusi asertif dalam bentuk memberi saran, mengklaim, menyatakan, dan menyebuutkan; c) tindak tutur ilokusi ekspresif dalam bentuk ucapan terimakasih dan menyanjung; d) tindak tutur ilokusi komisif dalam bentuk menawarkan dan menyatakan kesanggupan; e) tindak tutur ilokusi komisif dalam bentuk memberikan aba-aba, meminta, dan menyerahkan.
STILISTIKA DALAM ANTOLOGI PUISI DOA UNTUK ANAK CUCU KARYA W.S RENDRA zhenatul umaroh
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 1 (2021): PENTAS: Mei 2021
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/pentas.v7i1.1547

Abstract

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah gaya bahasa pertentangan yang terdiri dari gaya bahasa antitesis, gaya bahasa paradoks, dan gaya bahasa hiperbola, selanjutnya diksi yang berupa kata umum dan kata khusus, serta diksi kata indria, kemudian ekspresi puisi yang terdiri dari penggantian arti, penyimpangan arti, dan penciptaan arti. Sumber data dalam penelitian ini adalah Antologi Puisi Doa Untuk Anak Cucu Karya W.S Rendra. Instrumen penelitin ini berupa lembar korpus data. Teknik pengumpulan data ini adalah teknik teknik simak dan teknik catat. Hasil penelitian ini yang sering muncul adalah gaya bahasa pertentangan, diksi dan ekspresi puisi yang meliputi: 8 majas antitesis, 2 majas paradoks, 6 majas hiperbola. Selanjutnya 12 diksi kata umum, 14 kata khusus, 3 indria peraba, 3 indria perasa, I indria penciuman, 4 indria pendengaran, 3 indria penglihatan. Kemudian 5 penggantian arti, 2 penyimpangan arti, dan 2 penciptaan arti.
KESANTUNAN BERBAHASA PADA DIALOG DEBAT PILPRES 2019 Shofi Anah; Syamsul Ghufron; Nisaul Barokati Selirowangi; Iib Marzuqi
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2020): PENTAS: Mei 2020
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pragmatik adalah cabang linguistik yang mempelajari bagaimana bahasa digunakan dalam komunikasi dan bagaimana pragmatik menyelidiki makna sebagai konteks, bukan sebagai sesuatu yang abstrak dalam komunikasi. Penelitian ini mengkaji kesantunan berbahasa pada debat pilpres 2019. Bahasa pada dialog pilpres 2109 berdiri sebagai sesuatu yang harus dibaca dan dilihat oleh masyarakat. Kalimat-kalimat yang digunakan pada dialog pilpres 2109 mempengaruhi cara berpikir masyarakat. Dalam penelitian ini penulis mengkaji tentang kesantunan berbahasa pada diaolog debat pilpres 2019 dengan meneliti dialog pada masing-masing capres dan cawapres pada debat pilpres 2019. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan mendokumentasikan, mentranskrip, menyimak, dan mencatat serta mengisi data pada lembar korpus. Penulis terlebih dahulu mendokumentasikan debat yang dilakukan oleh masing-masing capres dan cawapres pada debat pilpres 2019, selanjutnya penulis mentranskrip dokumntasi debat tersebut dan mentranskripkan wacana lisan ke tulis, kemudian penulis menyimak dan mengamati isi debat secara keseluruhan serta mencatat hal-hal yang dirasa penting, tahapan yang terakhir yakni memilah kalimat yang santun dan tidak santun berdasarkan teori Leech dan memasukannya dalam lembar korpus yang kemudian dianalisis. Sumber data penelitian ini adalah tayangan debat pilpres 2019 antara Ir. H. Joko Widodo dan Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin sebagai capres dan cawapres nomor urut 01 dan H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo dan H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A. sebagai capres dan cawapres nomor urut 02. Metode yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan teknik dokumentasi, transkripsi, simak, catat, pengisian lembar korpus, analisis secara heuristik dan menarik simpulan. Peneliti menememukan bentuk tuturan yang santun dan tidak santun dalam dialog debat capres dan cawapres 2019 berdasarkan prinsip kesantunan baik pematuhan maupun penyimpangan terhadap maksim Leech. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debat pilpres 2019 terdapat banyak pelanggaran dibandingkan ketaatan pada maksim kesantunan berbahasa sehingga sangat menarik untuk dikaji.
REFERENSI WACANA DALAM BERITA PEMILU 2019 PADA HARIAN JAWA POS lutfi dwi hardiyanti; Syamsul Ghufron; Nisaul Barokati; Markub Markub; Iib Marzuqi
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2019): PENTAS: November 2019
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa sangat penting bagi manusia dalam kehidupan sehari-hari. BahasaIndonesia berfungsi sebagai alat berkomunikasi dari berbagai masyarakat yangberbeda latar belakang sosial, budaya dan bahasanya, bahkan sebagai alatpenghubungan antar budaya dan daerah. Salah satu fungsi bahasa Indonesiaadalah sebagai alat komunikasi antar anggota masyarakat, baik secara lisanmaupun tulisan. Pemilihan kedua cara bergantung pada situasi komunikasi.Apabila situasi komunikasi itu tidak memungkinkan dipakai secara lisan makadipakai secara tulis. Dalam komunikasi secara lisan, situasi penuturan dikenaloleh semua partisipan (penutur dan lawan tutur). Yang dimaksud situasi lisanantara lain berupa gerakan-gerakan anggota tubuh yang menyertai pembicara,intonasi, mimik dan sebagainya. Berbeda dengan komunikasi tulis, situasi penuturtidak dapat dikenali pembaca. Dengan demikian, wacana atau tuturan pun dibagimenjadi dua macam; wacana lisan dan wacana tulis. Untuk wacana yangdisampaikan secara tertulis, penyampaian isi atau informasi disampaikan secaratertulis. Ini dimaksudkan agar tulisan tersebut dapat dipahami dandiinterpretasikan oleh pembaca. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untukmengetahui: (1) jenis penanda referensi wacana yang terdapat dalam berita Pemilu2019 pada harian Jawa Pos, (2) wujud penanda referensi wacana yang terdapatdalam berita Pemilu 2019 pada harian Jawa Pos, (3) kesalahan pemakaianreferensi wacana yang terdapat dalam berita Pemilu 2019 pada harian Jawa Pos.Objek penelitian ini berupa penggalan wacana yang diambil dari wacana yangberupa wacana tulis dalam berita Pemilu 2019 pada harian Jawa Pos bulan April2019.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptifkualitatif. Data dalam penelitian ini adalah penggalan wacana tulis yangmengandung referensi dalam berita Pemilu 2019 edisi bulan April 2019. Sumberdata dalam penelitian ini adalah wacana tulis dalam berita Pemilu 2019 padaharian Jawa Pos. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodesimak dengan teknik catat, dam metode dokumentasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis penanda referensi di surat kabarberdasarkan tempat acuannya terdapat referensi endofora (anafora dan katafora)dan eksofora. Sedangkan wujud penanda referensi menurut tipenya dalam beritaPemilu 2019 hanya menggunakan referensi persona dan demonstratif.