cover
Contact Name
Ahadiyat Yugi R., SP., MSi., D.Tech.Sc.
Contact Email
psi.faperta@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ahadiyat_yugi@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian
ISSN : 14100029     EISSN : 25496786     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrin provides facilities for publishing articles or quality papers in the form of research results in various aspects of agriculture and agricultural commodities widely including ; agronomy, agroecology, plant breeding, horticulture, soil science, plant protection, agribusiness, agroforestry, food science and technology , agricultural techniques, agricultural innovations, agricultural models and agricultural biotechnology. This journal is published twice a year, ie the April and October. The Agrin Journal invites researchers, academics and intellectuals to contribute critical writing and contribute to the development of agricultural science.
Arjuna Subject : -
Articles 303 Documents
PERTUMBUHAN, KERONTOKAN, DAN KANDUNGAN NUTRISI BUAH JERUK PADA PERLAKUAN JUMLAH BUAH MUDA PER DOMPOL Rahmawan, Moch Inung; Suparto, Slamet Rohadi; Sakhidin2, Sakhidin
Agrin Vol 19, No 1 (2015): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2015.19.1.346

Abstract

Jumlah buah muda per dompol menentukan tingkat persaingan antar buah dalam mendapatkan fotosintat.Tingkat persaingan tersebut akan berpengaruh terhadap pertumbuhan, kerontokan, dan kandungan nutrisi buahdalam suatu dompol. Tujuan penelitian adalahuntuk mengkaji pengaruh jumlah buah muda terhadap diameterbuah, bobot per buah, kerontokan buah, dan kandungan gula dan vitamin C.Penelitian surve ini menggunakantanaman jeruk yang berumur 3 tahun. Lokasi penelitian di Desa Karangdadap, Kecamatan Kalibagor, KabupatenBanyumas dengan ketinggian tempat sekitar 45 mdpl.Faktor yang diteliti adalah jumlah buah muda per dompol(1, 2, dan 3 buah). Perlakuan tersebut diulang 3 kali dalam setiap pohon, jumlah pohon yang diteliti sebanyak 10batang dari 12 pohon jeruk yang ada di lokasi penelitian. Variabel yang diamati meliputi jumlah buah retensi danbuah rontok per dompol,diameter buah, bobot per buah, kandungan gula, dan kandungan vitamin C. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa antar jumlah buah muda per dompol yang diteliti tidak menunjukkan pengaruhterhadap diameter buah, bobot per buah, kerontokan buah, kandungan gula, dan kandungan vitamin C buah jeruk.Kerontokan buah jeruk untuk setiap dompol yang berisi 1 buah, 2 buah, dan 3 buah masing-masing mulai terjadi140, 70, dan 80 hari setelah fruitset; sedangkan tingkat kerontokannya adalah 4,0%, 13,0%, dan 14,7%Kata kunci: dompol, kerontokan, kandungan gula, vitamin CABSTRACTNumber of young fruits per cluster determine the competition level among fruits for getting photosynthate.This competition level influence growth, fruit drop, and nutrition content of fruit. The objective of this researchwas to study the effect of number of young fruits on fruit diameter, weight per fruit, fruit drop, and content ofglucose and ascorbic acid. Research used 3 years old orange tree of local variety. It was located at Karangdadapvillage, Kalibagor district, and Banyumas regency with about 45m asl altitude. The treatment was 3 levels ofnumber of young fruit per cluster : 1, 2, and 3. The observed variables were number of fruit drop and fruit retentionper cluster, fruit diameter, weight per fruit, content of glucose and ascorbic acid. The results of research showedthat number of young fruit did not influence fruit diameter, weight per fruit, fruit drop, content of sucrose andascorbic acid. Fruit drop of cluster having 1, 2, and 3 young fruits were occurred at 140, 70, and 80 days afterfruitset respectively and its level were 4,0%; 13,0%, and 14,7%.Keywords : cluster, fruit drop, content of glucose and ascorbic acid.
MODIFIKASI MEDIA MS DAN PERLAKUAN PENAMBAHAN AIR KELAPA UNTUK MENUMBUHKAN EKSPLAN TANAMAN KENTANG Purwanto Purwanto; A. S.D. Purwantono; S. Mardin
Agrin Vol 11, No 1 (2007): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2007.11.1.62

Abstract

Tujuan penelitianini adalah untuk mengetahui dan mengkaji pengaruh modifikasi media MS terhadappertumbuhan eksplan tanaman kentang dan mengetahui pengaruh penambahan air kelapa pada media MSyang dimodifikasi terhadap pertumbuhan eksplan tanaman kentang. Penelitian ini dilaksanakan diLaboratorium Agronomi dari bulan Mei 2002 sampai dengan februari 2003. Penelitian ini menggunakanrancangan acak lengkap dengan tiga ulangan. Faktor yang dicoba terdiri atas dua faktor yaitu modofikasimedia MS dan penambahan air kelapa. Faktor pertama terdiri atas media ekstrak kentang, media MS, 1/2MS,dan 1/4MS. Faktor kedua adalah penambahan air kelapa yang terdiri atas kontrol tanpa penambahan airkelapa dan penambahan air kelapa 150 ml per liter media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasimedia MS sampai dengan ¼ MS masih cukup baik untuk menumbuhkan eksplan tanaman kentang dilihatdari tinggi tanaman, jumlah akar dan jumlah tunas. Perlakuan penambahan air kelapa berpengaruhmeningkatkan panjang akar. Tidak terjadi pengaruh interaksi antara modifikasi media MS dan penambahanair kelapa terhadap pertumbuhan eksplan tanaman kentang.Kata kunci: media ms, modifikasi, eksplan tanaman kentang ABSTRACTThe aims of this research were to know the effect of modification of MS medium enriched withpotatoes extract on the growth and development of potato’s explants, to know the effect of coconut milk onthe growth and development of potato’s explants. This research was done in Agronomy Laboratory Facultyof Agriculture UNSOED from May 2002 up to February 2003. This research was arranged with RandomizedComplete Design with three replications. The first factors was the modification of MS medium consisted ofpotato extract medium, full strength of MS medium, ½ MS medium, ¼ MS medium. The second factor wasthe coconut milk treatment consisted of control and 150 ml of coconut milk per liter medium. The result ofthis research showed that the modification of MS medium up to ¼ MS was adequate for the growth ofpotato’s explants according the high of plantlets, number of shoots, and number of roots. Coconut milkincreased the roots length. There was no interaction effect between MS medium and coconut milk treatment.Keyword: ms medium, modification, potatoes explants
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI TERHADAP JARAK TANAM PADA LAHAN TADAH HUJAN DENGAN MENGGUNAKAN PENGAIRAN INTERMITTENT Ruminta, Ruminta; Wahyudin, Agus; Sakinah, Syaza
Agrin Vol 21, No 1 (2017): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2017.21.1.338

Abstract

Peningkatan produksi padi untuk mencapai kebutuhan pangan nasional diperlukan paket teknik budidayayang baik yang meliputi varietas padi unggul, pemupukan, jarak tanam, dan sistem pengairan yang tepat. Telahdilakukan penelitian budidaya padi menggunakan varietas padi, jarak tanam dan sistem pengairan intermittentpada lahan sawah tadah hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui varietas padi dan jarak tanam yang tepatpada sistem pengairan intermitten di lahan tadah hujan. Penelitian dilakukan pada tahun 2014 pada lahan tadahhujan dengan ketinggian tempat 765 m dpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan enamperlakuan yang merupakan kombinasi dari dua varietas padi (Ciherang dan Sintanur) dan tiga perlakuan jaraktanam (25x25 cm, 30x30 cm, dan 25x25x50 cm atau legowo 2:1) yang diulang empat kali. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa jarak tanam legowo 2:1 pada sistem pengairan intermittent merupakan perlakuan terbaikdalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi baik Ciherang maupun Sintanur.Kata kunci: varietas Ciherang dan Sintanur, jarak tanam, padi, pengairan intermittenABSTRACTEffort to increase rice production for achieve the demands of national food needed a good cultivationtechniques such as high-yielding rice varieties, fertilization, plant spacing, and proper irrigation system.Experiment of rice cultivation had been carried out using varieties of rice, row spacing, and irrigation system inthe rain-fed lands. This experiment aims to know the proper varieties of rice and row spacing on intermittentirrigation system in rain-fed land. The Experiment was conducted in 2014 at the rain-fed land with altitude 765 mabove sea level. Randomized Block Design was used with six treatment is a combination of two rice varieties(Ciherang and Sintanur) and three treatment space (25x25 cm, 30x30 cm, and 25x25x50 cm or Legowo 2: 1) andfour times replicating. The results showed that the row spacing of 25x25x50 cm or Legowo 2: 1 in the intermittentirrigation system is the best treatment to increase growth and yield of rice plants both Ciherang and Sintanur.Key words: Ciherang and Sintanur varities, row spacing, rice, intermittent irrigation
PENYIMPANAN BENIH PADI MENGGUNAKAN BERBAGAI JENIS PENGEMAS Rahayu, Siti; Wanita, Yeyen Prestyaning; Kobarsih, Mahargono
Agrin Vol 15, No 1 (2011): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2011.15.1.117

Abstract

Penelitian penyimpanan benih padi menggunakan berbagai jenis pengemas bertujuan untuk mengetahuipengaruh tiga jenis bahan pengemas dan lama penyimpanan terhadap kadar air dan daya berkecambah benihpadi. Penelitian dilaksanakan pada bulan April – Desember 2009. Menggunakan benih padi varietas Cimelati(tipe SS), hasil panen oleh kelompok tani Ngudi Rahayu di dusun Tangkilan, Sumbermulyo, Bambanglipuro,Kabupaten Bantul bulan April 2009. Benih padi dikemas menggunakan tiga macam jenis pengemas yaitu 1)kantong plastik ketebalan 0,8 mm; 2) Kaleng bertutup dan 3). Kaleng kedap udara. Sampling dilakukan setiapbulan, untuk menganalisis kadar air dan daya kecambah benih padi dan pada awal dan akhir pengamatandianalisis benih yang terinfeksi kapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tiga jenis bahanpengemas benih padi tidak menunjukkan perbedaan yang nyata terhadap kadar air benih padi. Demikian jugadaya kecambah benih padi selama penyimpanan tidak berbeda nyata selama penyimpanan menggunakan tigajenis pengemas. Sehingga tiga jenis bahan pengemas tersebut dapat digunakan sebagai pengemas padapenyimpan benih padi. Pengemasan menggunakan kaleng kedap udara dapat direkomendasi sebagai bahanpengemas benih padi, hal ini disebabkan karena setelah penyimpanan selama tujuh bulan kadar air benih padi<13% dan daya kecambahnya > 90%, dan pada akhir pengamatan benih yang terinfeksikapang 72% (lebihrendah dari dua kemasan yang lain) dengan demikian benih padi tersebut masih layak untuk dijadikan benihkarena sesuai SNI.Kata kunci : benih padi, pengemas, padi, penyimpanan ABSTRACTResearch about paddy seed storage using many types of packaging aimed to determine the effect of threetypes of packaging materials and storage time on moisture content and germination of paddy. Thiis researchconducted in April-December 2009. Paddy seed variety wasCimelati (type SS), the harvest months of April 2009by a farmer’s group Ngudi Rahayu in Tangkilan, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul regency. Packagedpaddy seeds using three types of packaging: 1) plastic bags of thickness 0.8 mm; 2) cans lids and 3). Airtightcans. Sampling was done every month, to analyze the moisture content and germination of paddy seed and fungiinfection of paddy seed on befor and after storage. The results showed that the use of three types of packagingmaterials paddyseeds showed no significant difference to the water content of paddy seed. Similarly,germination of paddy seeds during storage was not significantly different during storage using three types ofpackaging. So that three types of packaging materials can be used as the packaging on the storage of paddyseeds. Airtight can packaging used can be recommended as paddy seed packaging materials, it is because afterstorage for seven months, the water content of rice seedlings <13% and power kecambahnya> 90%, and fungiinfection 72% so the paddy seed is still suitable as seed because liked ISO standard.Key words: rice seeds, package, storage
PENEKANAN VEKTOR DAN VIRUS MOSAIK KOMPLEK DENGAN CARA PENGENDALIAN DAN PENGGUNAAN MULSA PADA TANAMAN MENTIMUN (Cucucmis sativus L.) Gunaeni, Neni
Agrin Vol 15, No 2 (2011): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2011.15.2.187

Abstract

Tujuan penelitian mendapatkan cara penekanan vektor dan virus mosaik pada tanaman mentimun yangefektif. Penelitian dilakukan di dataran medium Rancaekek (Kabupaten Bandung) pada ketinggian 850 m di ataspermukaan laut pada bulan Oktober sampai Desember 2006. Mentimun yang digunakan adalah varietas “HijauRoket”. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Pola Faktorial yaitu: (A). Faktorpertama adalah penggunaan mulsa dengan tiga taraf yaitu : M0 = tanpa mulsa, M1 = mulsa plastik perak, M2 =mulsa jerami. (B). Faktor kedua adalah cara pengendalian dengan empat taraf yaitu: P0 = tanpapengendalian/kontrol, P1 = menggunakan insektisida selektif berbahan aktif profenofos dengan konsentrasiformulasi 2 cc/L, P2 = menggunakan baki kuning Moeriche yang berisi 10 % air sabun dan formalin, digantiseminggu sekali, P3 = menggunakan perangkap likat kuning yang diganti seminggu sekali. Perlakuan diulangtiga kali. Uji Serologi dilakukan dengan metode Elisa langsung yang dilakukan pada umur tanaman 21 harisetelah tanam menggunakan antiserum CMV, ZYMV, SMV, dan CGMMV. Hasil penelitian menunjukkanbahwa : Kombinasi cara pengendalian dengan penggunakan mulsa plastik hitam perak berpengaruh paling baikterhadap tinggi tanaman, penekanan populasi vektor dan virus mosaik komplek serta meningkatkan hasil buahmentimun sekitar 1,5 – 2 kali hasil pada perlakuan kontrol.Kata Kunci : Cucucmis sativus L., vektor, virus mosaik, pengendalian, mulsa ABSTRACTThe purpose of the study find ways suppression vectors and cucumber mosaic virus in plants areeffective.The study was conducted in plain medium Rancaekek (Bandung District) with elevation 850 m of abovesea level in October to December 2006. Cucumber varieties used were 'Green Rocket'. The design used wasfactorial randomized block design patterns are: (A). The first factor is the use of mulch with three levels,namely: M0 = no mulch, plastic silver mulch = M1, M2 = straw mulch. (B). The second factor is how to controlwith four levels ie: P0 = no control, P1 = selective insecticides active ingredient profenofos concentrationformulations 2 cc / L, P2 = yellow trap Moeriche containing 10 % soapy water and formalin, replaced a weekonce, P3 = sticky yellow traps are replaced once a week. The treatment was repeated three times. Serology testperformed by Elisa directly method on the plant 21 days after planting using antiserum to CMV, ZYMV, SMV,and CGMMV. The results showed that: The combination of control measures by the use of plastic mulch is besteffect on plant height, population suppression vector and mosaic virus complex and increase the yield ofcucumber fruit is about 1.5 - 2 times results in the control treatment.Key words: Cucucmis sativus L., vector, mosaic virus, control method, mulching
PENGARUH JENIS KEMASAN TERHADAP MUTU FISIOLOGIS BENIH BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) SELAMA PERIODE SIMPAN Waluyo, Nurmalita; Azmi, C.; Kirana, R.
Agrin Vol 18, No 2 (2014): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2014.18.2.220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis kemasan terhadap mutu fisiologis  benih bawang daun varietas Fragrant yang telah disimpan selama beberapa periode simpan. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2011-2012 dan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap pola faktorial yang terdiri atas dua faktor yaitu periode simpan (4 (empat), 8 (delapan) dan 12 (bulan) dan jenis kemasan (kantong alumunium foil kedap, kantong alumunium foil, kantong kertas dan plastik klip)  dengan empat kali ulangan. Parameter yang diamati adalah mutu fisiologis benih yang terdiri dari daya berkecambah benih, kecepatan berkecambah benih, panjang hipokotil, dan laju pertumbuhan kecambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu fisiologis benih bawang daun dipengaruhi oleh periode simpan dan jenis kemasan. Pada suhu ruang, mutu fisiologis benih bawang daun menurun seiring bertambahnya masa simpan dengan menggunakan semua jenis kemasan. Waktu penyimpanan dan jenis kemasan meningkatkan daya berkecambah dan kecepatan laju perkecambahan bawang daun. Untuk mempertahankan daya berkecambah benih bawang merah selama 4 bulan dapat menggunakan seluruh kemasan, namun untuk penyimpanan lebih dari 4 bulan harus menggunakan kemasan alumunium foil. Kata kunci: benih bawang daun, mutu fisiologis, penyimpanan, periode simpan ABSTRACT The research aims was to study the effect of packaging on physiological seed quality of bunching onion (Fragrant variety) that have been stored for some period. The research was conducted from 2011 to 2012. A Factorial Completed Randomized Design with two factors was used i.e. , storage period (four (4), 8 (eight) and 12 months) and the type of packaging (bag-tight aluminum foil, aluminum foil bags, paper bags and plastic clips) with four replications. The observations were made on seed germination, speed of germination, hypocotyl length, and seedling growth rate. The results showed that the bunching onion seed physiological quality is affected by the store period and type of packaging. At room temperature, physiological quality of bunching onion seeds decreases with increasing storage period using all types of packaging.  Key words: bunching onion seed, fisiology quality, storage, storage period 
VARIABILITAS DAN HERITABILITAS BEBERAPA KARAKTER BUAH DARI 15 AKSESI PEPAYA GENERASI F1 T. Budiyanti
Agrin Vol 11, No 2 (2007): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2007.11.2.69

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai duga daya waris (heritabilitas), besarnya variabilitasgenetik dan fenotip karakter buah pada 15 jenis papaya generasi F1 . Penelitian dilakukan di kebunpercobaan Aripan Balitbu pada tahun 2004. Bahan yang digunakan adalah 15 jenis papaya generasi F1Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 4 ulangan. Karakter yangdiamati di dapatkan dari tanaman hermaprodit yang terdiri dari karakter tinggi buah pertama, berat buah,panjang buah, lingkar buah, tebal daging, kekerasan kulit, kekerasan daging buah dan nilai TSS buah. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa varian genetik tergolong luas untuk karakter tinggi buah pertama, panjangtangkai, bobot buah, panjang buah, lingkar buah, kekerasan daging dan kadar gula terlarut (TSS). Nilaiheritabilitas (h2 ) menunjukkan kriteria tinggi untuk 6 karakter yaitu tinggi buah pertama, panjang tangkaibuah, bobot buah, panjang buah, lingkar buah dan TSS. Ada 6 karakter buah yang memiliki nilai heritabilitastinggi dan variabilitas genetik yang luas, sehingga seleksi pada populasi ini akan lebih efisien dan efektifdibanding karakter lainnyaKatakunci: Pepaya (Carica papaya L.), variabilitas genetik, heritabilitas,  ABSTRACT.The aims of this research were to know heritability and genetic variability of some fruit characters in F1generation of 15 accession papaya (Carica papaya L.). The experiment was conducted at Aripan field stationIndonesian Fruits Research Institute on January until December 2004 and was aranged in a randomized blockdesign with four replications. The characters obtained from hermaphrodite plant. Result of this experimentshowed: genetic variability of the first fruit high, long of petiole fruit, weight of fruit, long of fruit, circle offruit, hardness of skin fruit and total soluble solid (TSS) had a wide range. The heritability of of the first fruithigh, long of petiole fruit, weight of fruit, long of fruit, circle of fruit, and total soluble solid (TSS) were high.The research finds out six characters of fruit that has a wide range genetic variability and high heritability,and hence the selections of papaya populations will more efficient and more effective than other characters.Keywords: Carica papaya L, genetic variability, heritability  
REGENERASI DAN ENKAPSULASI IN VITRO KEDELAI (Glycine Max (L.) MERRIL) KULTIVAR RAJABASA MELALUI BERBAGAI KOMBINASI KONSENTRASI THIDIAZURON DAN NAPHTALENE ACETIC ACID PADA MEDIA MURASHIGE & SKOOG DAN VITAMIN MEDIA B5 RNT, Perkasa; Suminar, A; Karuniawan, A
Agrin Vol 20, No 2 (2016): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2016.20.2.321

Abstract

In vitro seed production can be used as an alternative method in seed multiplication of superior cultivarssources, but the research concerning the use of the growth regulators to support regeneration and encapsulation inthis cultivar has never been done. The objective of this experiments is to find out the best combination of TDZ andNAA on medium MS + vitamin from medium B5 in the regeneration of embryonic axis explant and determine theencapsulation method used in this research that can encapsulate soybean cv Rajabasa in vitro. Current researchwas carried out from May to August 2014 at Tissue Culture Laboratory, Faculty of Agriculture, UniversitasPadjadjaran. The explants used in the research are embryonic axis of Rajabasa soybean cultivar. Its experimentaldesign was a Completely Randomized Design (CRD). The used medium was MS and vitamin from medium B5with the addition of growth regulators TDZ (0 mgL- 1; 0.01 mgL- 1; 0.1 mgL- 1; 1.0 mgL- 1) and NAA (0 mgL- 1;0.01 mgL- 1; 0.1 mgL- 1; 1.0 mgL- 1). Second stage of encapsulation in explants regenerated using Na-Alginate 4%+ CaCl2.2H2O 100 mM. The best treatment was obtained on combination of TDZ 0,01 mgL-1 + NAA 0 mgL-1, butthe encapsulation stage in this research has not been able to encapsulates regenerated explants in vitro.Key words : TDZ, NAA, medium MS + vitamin from medium B5, explant embryonic axis, encapsulation. ABSTRAKProduksi benih secara in vitro dapat dijadikan metode alternatif dalam perbanyakan benih sumber kultivarunggul, namun penelitian penggunaan zat pengatur tumbuh yang tepat dalam mendukung regenerasi danenkapsulasi pada kultivar ini belum pernah dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasiTDZ dan NAA pada media dasar MS dan vitamin dari media B5 terbaik dalam regenerasi eksplan embryonic axisdan menentukan apakah metode enkapsulasi yang digunakan dapat mengenkapsulasi eksplan kedelai kultivarRajabasa secara in vitro dengan baik. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Teknologi BenihFakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, yang berlangsung dari bulan Mei hingga Agustus 2014. Eksplan yangdigunakan adalah embrionic axis kedelai kultivar Rajabasa. Rancangan percobaan yang digunakan adalahRancangan Acak Lengkap. Media yang digunakan adalah MS dan Vitamin dari media B5 dengan penambahan zatpengatur tumbuh TDZ (0 mg L-1; 0,01 mg L-1; 0,1 mg L-1; 1,0 mg L-1) dan NAA (0 mg L-1; 0,01 mg L-1; 0,1 mg L-1; 1,0 mg L-1), kemudian tahap kedua dilakukan enkapsulasi pada eksplan hasil regenerasi menggunakan Na-Alginat 4% + CaCl2.2H2O 100 mM. Perlakuan yang terbaik diperoleh pada perlakuan TDZ 0,01 mgL-1 + NAA 0mgL-1, tetapi tahap enkapsulasi yang dilakukan belum mampu mengenkapsulasi eksplan hasil regenerasi secara invitro dengan baik.Kata kunci : TDZ, NAA, media MS + vitamin dari media B5, eksplan embrionic axis, enkapsulasi.
EFISIENSI EKSPRESI GEN GUS MENGGUNAKAN PROMOTER CaMV35S DAN RUBQ2 PADA TEBU TRANSGENIK Pudjiwati, Eko Hary
Agrin Vol 14, No 2 (2010): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2010.14.2.108

Abstract

Promoter adalah salah satu faktor penting yang harus dipertimbangkan dalam transformasi genetik,karena promoter menentukan tingkat ekspresi gen yang ditransfer. Gen Gus merupakan gen pelapor yang banyakdigunakan dalam proses transformasi genetik untuk mengetahui aktivitas suatu promoter. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui efisiensi ekspresi transien gen GUS pada tebu transgenik menggunakan promoter CaMV35 Sdan RUBQ2. Hasil penelitian menunjukkan ekspresi transien GUS hanya terdeteksi pada tebu transgenikmenggunakan promoter RUBQ2 dengan efisiensi 14%.Kata kunci: GUS, promoter, CaMV35S, RUBQ2  ABSTRACKPromoter is one of important factor which must be considered in genetic transformation, becausepromoter determinelevel of the transferred gene expression. GUS gene is the reporter gene which is a lot ofused in genetic transformation to know the activity of an promoter. This research aim to to know the efficiencyof transient GUS expression in transgenic sugarcane use CaMV35 S and RUBQ2 promoter. Result of researchshow transient GUS expression only detected in transgenic sugarcane use the RUBQ2 promoter with theefficiency 14%.Key words: GUS, promoter, CaMV35S, RUBQ2
KEPUASAN PETANI PADI TERHADAP PELAKSANAAN BAURAN PEMASARAN BENIH PADI BERSERTIFIKAT NON SUBSIDI – PT. PERTANI CABANG PEMASARAN KARAWANG Maulidia, Devi; Suminartika, Eti
Agrin Vol 22, No 2 (2018): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.111 KB) | DOI: 10.20884/1.agrin.2018.22.2.446

Abstract

PT.Pertani bergerak salah satunya di bidang produksi dan distribusi benih. Berdasarkan benih yangdipasarkannya, ada dua jenis konsumen benih padi PT. Pertani yaitu konsumen benih bersubsidi dan non subsidi.Penelitian ini dilakukan untuk menentukan kualitas bauran pemasaran benih padi bersertifikat non subsidiberdasarkan kepuasan petani padi sebagai konsumen benih. Penelitian dilakukan dengan teknik deskriptifkuantitatif yang mengidentifikasi tingkat kesesuaian antara kepentingan dan pelaksanaan bauran pemasaran yangdirasakan oleh petani padi, prioritas perbaikan bauran pemasaran, serta tingkat kepuasan petani. Terdapat tujuhatribut bauran pemasaran yang dinilai berdasarkan prinsip bauran pemasaran 7P dan dianalisis dengan metodeImportance-Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Penelitian dilakukan di empatdesa yang berada di wilayah Kios Tani Ramah, Kabupaten Karawang. Alasan pemilihan Kios Tani Ramah adalahkarena kios ini adalah pemasar benih padi bersertifikat terbesar dari PT. Pertani Cabang Karawang, dimana PT.Pertani sendiri merupakan satu dari dua BUMN yang memproduksi benih padi bersertifikat. Variabel yang akanditeliti pada penelitian ini adalah bauran pemasaran 7P (Product, Price, Place, Promotion, People, Process, danPhysical Evidence). Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menjadi prioritas untuk ditingkatkan ialah atributketahanan hama, penyakit, kesesuaian harga dengan kualitas, promosi word of mouth, dan kebersihan kios. Tingkatkepuasan petani berdasarkan penilaian CSI yaitu 75,20% atau 0,752 yang berarti ada pada kriteria puas, karenaberada diantara 0,66 – 0,80.Kata kunci: kepuasan petani, bauran pemasaran, benih padi bersertifikat, non subsidi, IPAABSTRACTOne of PT.Pertani’s business branch is seed production and distribution. Based on the seeds market, thereare two types of consumers of PT. Pertani. Those are, subsidized and non-subsidized seed consumers. Thisresearch was conducted to determine the quality of marketing mix of certified rice seeds based on the satisfactionof the rice farmers as seed consumers. The research was conducted with quantitative descriptive analysis methodthat identifies the level of conformity between the importance and the implementation of the marketing mixperceived by the rice farmers, the priority of the marketing mix improvement, and the level of farmer satisfaction.There are seven marketing mix attributes that are judged by the 7P marketing mix principle and analyzed byImportance-Performace Analysis (IPA) and Customer Satisfaction Index (CSI) method. The study was conductedin four villages located in Kios Tani Ramah area, Karawang Regency. The reason for choosing Tani Ramah Kioskis because this kiosk is the largest certified rice seeds marketer from PT. Pertani Karawang Branch, where PT.Pertani itself is one of two state-owned enterprises that produce certified rice seeds. The variables to be sold inthis study are 7P marketing mix (Product, Price, Place, Promotion, People, Process, dan Physical Evidence). Theresults showed that the priorities to be improved are the attribute of pest resistance, disease, price conformity withthe quality, word of mouth promotion, and the kiosk's hygiene. The level of farmer satisfaction based on the CSIassessment is 75.20% or 0.752 which means it is within the "satisfied" criteria, because it is between 0.66 - 0.80.Keywords: farmer satisfaction, marketing mix, certified rice seed, non subsidized, IPA