cover
Contact Name
Ahadiyat Yugi R., SP., MSi., D.Tech.Sc.
Contact Email
psi.faperta@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ahadiyat_yugi@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian
ISSN : 14100029     EISSN : 25496786     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrin provides facilities for publishing articles or quality papers in the form of research results in various aspects of agriculture and agricultural commodities widely including ; agronomy, agroecology, plant breeding, horticulture, soil science, plant protection, agribusiness, agroforestry, food science and technology , agricultural techniques, agricultural innovations, agricultural models and agricultural biotechnology. This journal is published twice a year, ie the April and October. The Agrin Journal invites researchers, academics and intellectuals to contribute critical writing and contribute to the development of agricultural science.
Arjuna Subject : -
Articles 303 Documents
POTENSI HASIL GALUR-GALUR PADI SAWAH DATARAN RENDAH KABUPATEN CIAMIS, JAWA BARAT Dianawati, Meksy; Noviana, Irma
Agrin Vol 19, No 2 (2015): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2015.19.2.241

Abstract

Salah satu usaha peningkatan produksi padi adalah penggunaan varietas unggul. Untuk memperolehvarietas unggul tersebut perlu dilakukan serangkaian kegiatan pemuliaan, mulai dari persilangan, seleksi,pengujian daya hasil, dan uji multilokasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji galur-galur harapan padi sawahyang mempunyai sifat unggul dan potensi hasil tinggi dari uji daya hasil padi sawah dataran rendah MK I 2004.Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah Desa Ciulu, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis selama MH2005/2006 yang berada pada ketinggian 25 m dpl sejak Maret hingga Juni 2006. Rancangan penelitian yangdigunakan adalah rancangan acak kelompok dengan perlakuan sebanyak 12 nomor genotipe padi sawah (10 galurharapan yang berasal dari uji daya hasil padi sawah dataran rendah MK I 2004 dan 2 varietas pembanding) dan 3ulangan. Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman, jumlah malai per rumpun, jumlah gabah isi dan hampaper malai, umur 50% berbunga, bobot 1000 butir, dan produksi GKG. Data dianalisis dengan Anova dandilanjutkan dengan uji LSD taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil GKG semua perlakuan tidakberbeda nyata. Terdapat 8 galur harapan yang lebih genjah daripada varietas pembanding, yaitu OBS-MK-02-256,OBS-MK-02-272, OBS-MK-02-274, OBS-MK-02-271, OBS-MK-02-001, OBS-MK-02-269, OBS-MK-02-128,dan IR 63655-3-3-2-3. Galur harapan yang genjah dengan hasil GKG tidak berbeda nyata dengan varietaspembanding, berpeluang dikembangkan di lahan sawah tadah hujan, terutama pada musim tanam kedua atau MKI untuk meningkatkan indeks pertanaman suatu daerahKata kunci: potensi hasil, galur, padiABSTRACTFor getting a new rice variety with good character must be done by breeding, selection, yield potential testand multi location to improve rice production. Objective of this study was to find out the potential yield of linesrice in low land area from first season planting of year 2004 in Cisulu vilage, sub district of Banjarsari, CiamisDistrict during rainy season of year 2005/3006. at 25 m above sea level within march to June. Randomizedcomplete block design with 12 rice genotipes (10 rice lines gained in irrigated rice in low land area during firstdry season of year 2004 and two control varieties with three replication observed variables were plant height,number of panicle per hill, number of filled and unfilled grain per hill, 50 percent flowering stage, weight of 1000grains, and total production. Data was analyzed by Analysis of variance and if there has significant effect followingby LSD (p=0.05). The results showed that there was no significant effect on yield among rice lines compared tocontrol. Eight rice lines had shortage compared to control i.e. OBS-MK-02-256, OBS-MK-02-272, OBS-MK-02-274, OBS-MK-02-271, OBS-MK-02-001, OBS-MK-02-269, OBS-MK-02-128, dan IR 63655-3-3-2-3 and hadpotency to develop in rainfed area in second season or first dry season to improve crop area index.Key words: potential yield, rice lines, rice
KAJIAN GENETIK DAN SELEKSI GENOTIPE S5 KACANG HIJAU (Vigna radiata) MENUJU KULTIVAR BERDAYA HASIL TINGGI DAN SEREMPAK PANEN S. H. Sutjahjo; Rustikawati Rustikawati; A.W. Sandhi S.G.
Agrin Vol 11, No 1 (2007): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2007.11.1.59

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan studi genetik (pendugaan nilai heritabilitas, variabilitasgenetik, dan korelasi genetik), dan untuk melakukan seleksi indeks menuju pengembangan kultivar berdayahasil tinggi dan panen serempak. Tiga puluh empat genotipe kacang hijau ditanam dalam rancangan acakkelompok dengan tiga ulangan. Hasilnya menunjukkan bahwa buku total memiliki nilai duga heritabilitastinggi, dua belas karater lainnya memiliki nilai duga heritabilitas sedang hingga rendah. Total bukumenunjukkan variabilitas genetik luas. Tinggi tanaman, jumlah polong total, bobot polong, dan rasio bobotbiji terhadap polong menunjukkan korelasi genetik yang kuat terhadap hasil, dengan koefisien korelasigenetik berturut-tutur sebesar 0.672, 0.455, 0.912, dan 0.680. Genotipe 8, 14, betet, 1, dan 24 menunjukkannilai indeks seleksi yang lebih tinggi dibandingkan genotipe yang lain, dan karena itu genotipe tersebutdirekomendasikan untuk pengembangan selanjutnya.Kata kunci: kacang hijau, studi genetik, seleksi indeks ABSTRACTThe objectives of this research were to do genetic study (heritability estimation, genetic variability,and genetic correlation) and to do index selection for developing high yielding and concurrently harvestingcultivars. Thirty four mungbean genotypes were grown in a randomized complete block design with threereplications. The result showed that total node had high heritability values and 12 other characters hadmoderate to low heritability values. Total node showed broad genetic variability. Plant height, total pod, podweight, and ratio seed to pod weight showed strong genetic correlation with the yield; with geneticcoefficient correlation of 0.672, 0.455, 0.912, and 0.680 respectively. Genotype 8, 14, Betet, 1, and 24showed better selection index value than other genotypes, and, therefore, they were recommended for furtherdevelopment.Key words: mungbean, genetic study, index selection 
PEMATAHAN DORMANSI BENIH KENTANG G2 DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN DALAM AIR KELAPA Nuraini, Anne; Sumadi, Sumadi; Suminar, Erni; Suci Azima, Nuzula
Agrin : Jurnal Penelitian Pertanian Vol 21, No 2 (2017): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2017.21.2.369

Abstract

Salah satu kendala dalam teknik budidaya kentang adalah adanya masa dormansi benih yang cukup lama.Upaya mempercepat pematahan dormansi dapat dilakukan menggunakan air kelapa. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mendapatkan kombinasi konsentrasi dan lama perendaman benih dalam air kelapa yang paling cepatmematahkan dormansi benih kentang G2 dan menghasilkan pertumbuhan tunas paling baik. Penelitian inidilakukan di Laboratorium Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Penelitian inimenggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan. Perlakuannya terdiri dari kombinasi konsentrasidan lama perendaman ubi kentang dalam air kelapa yaitu: tanpa perendaman air kelapa, 25% selama 1 jam, 25%selama 2 jam, 25% selama 3 jam, 50% selama 1 jam, 50% selama 2 jam, 50% selama 3 jam, 75% selama 1 jam,75% selama 2 jam dan 75% selama 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perendaman air kelapa50% selama 1 jam menghasilkan waktu pemecahan dormansi paling cepat yaitu 27,92 hari dan menghasilkanpertumbuhan panjang tunas dan bobot segar tunas yang cenderung lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya.Kata kunci: kentang, dormansi benih, air kelapa, lama dan konsentrasi perendamanABSTRACTOne of the constraint on potato production is a quite long period of dormancy. An efforts to acceleratedormancy breaking can be done using coconut water. The purpose of this experiment was to get a combination ofconcentration and coconut water soaking duration which give a best effect on G2 potato seed dormancy breaking.This experiment was held in the laboratory of Seed Technology, Faculty of Agriculture, Padjadjaran University.This experiment was arranged in a randomized block design with three replications. The treatment was consistsof : without soaking by coconut water, soaking by 25% coconut water for 1 hour, 25% coconut water for 2 hour,25% coconut water for 3 hour, 50% coconut water for 1 hour, 50% coconut water for 2 hour, 50% coconut waterfor 3 hour, 75% coconut water for 1 hour, 75% coconut water for 2 hour, and 75% coconut water for 3 hour.Results of experiment showed that combination of soaking 50% coconut water for 1 hour was fastest dormancybreaking time of 27.92 days and resulted in the growth of shoot length and fresh weight of buds of potato whichtended to be better than other treatments.Key words: potato, seed dormancy, coconut water, concentartion and soaking duration
ISOLASI DAN UJI EFEKTIFITAS IN VITRO MIKROBA PELARUT FOSFAT ISOLAT AJIBARANG Tamad, Tamad; Maryanto, Joko
Agrin Vol 15, No 1 (2011): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2011.15.1.121

Abstract

Kelarutan P yang rendah dalam tanah dapat ditingkatkan antara lain dengan memanfaatkan mikrobapelarut fosfat (MPF). MPF menghasilkan sejumlah asam organik (sitrat, oksalat, glukonat, laktat dan fumarat)yang mampu melarutkan P. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat MPF lokal yang unggul dalammelarutkan P dari Batuan Fosfat (BF) deposit Ajibarang. Penelitian ini merupakan percobaan faktor tunggal,yaitu MPF dengan 10 isolat bakteri dan 10 isolat fungi. Rancangan yang digunakan ialah Rancangan AcakLengkap dengan tiga ulangan. Berdasarkan karakteristik kemampuan mengasamkan media tumbuh, lajutumbuh dan daya melarutkan P (zone bening dan P terlarut) maka: a) isolat dari sumber akar tanaman lebihunggul dibanding asal tanah sekitar perakaran, b) isolat dari tanaman padi dan jagung lebih unggul dibandingdari tanaman lainnya dan c) isolat kelompok bakteri lebih unggul dibanding kelompok fungi. MPF dengan dayalarut P dari BF tertinggi ialah isolat bakteri dari akar padi dan jagung dengan daya larut 1,2 sampai 1,3 ppmP/hari.Kata kunci: mikroba pelarut fosfat, batuan fosfat, isolat Ajibarang ABSTRACTThe low solubility of P in soil could be enhance by using microorganisms. This due to the organic acids(citrate, oxalate, gluconate, lactate and fumarate) produce by soil microorganisms could increase the solublityof P. The organic acid could form chelate with Al, Fe and Ca, result in the release of P. The research aimed isto get Phosphate Solubilizing Microorganisms (PSM) isolat well on solubilizing P of Ajibarang Rock Phosphate(RP). The single factor of this research is PSM (ten bactery and ten fungy). The research was arranged inComplete Randomized Design with three repeated. The base of acidity capability, rate of growth andsolubilizing of P, so isolate PSM: a) from rhizoplane is better than isolate from rhizosphere, b) from paddy andcorn better than anather plant and c) bactery isolate better than fungy isolate. Isolate PSM with highestsolubilizing of P from RP is bactery isolate from paddy and corn root. Phosphorus soluble from RP by thatisolate is between 1.2 to 1.3 ppm P/day.Key words: phosphate solubilizing microorganisms, rock phosphate, Ajibarang isolate
PERAKITAN TEKNOLOGI BUDIDAYA KUBIS ORGANIK BERBASIS PUPUK ORGANIK CAIR DAN PESTISIDA NABATI Tarjoko, Tarjoko; Mujiono, Mujiono; Purwanto, Purwanto; Suyono, Suyono
Agrin Vol 19, No 1 (2015): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2015.19.1.353

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah memperoleh rakitan teknologi budidaya kubis organik berbasis POC danpestisida nabati yang berproduksi tinggi. Penelitian dilaksanakan di Desa Serang Kec. Karangreja Purbalingga daribulan Maret sampai Juli 2014. Penelitianmenggunakan Rancangan Acak Kelompk (RAK) dengan enam perlakuanrakitan teknologi budidaya kubis organik dan empat ulangan. Hasil penelitian diperoleh dua rakitan budidayakubis organik berbasis Pupuk Organik Cair (POC) dan pestisida nabati yang paling baik adalah: 1). pupuk kandang(10 ton/ha) + POC tanah (4 ml/l) + POC daun (4 ml/l) + agens hayati Trichoderma harzianum + Mikorhiza, 2).Pupuk kandang (10 ton/ha) + POC tanah (4 ml/l) + dolomit + kombinasi POC daun (4 ml/l) dan fosfat nabati (6%)+ pestisida nabati ( maja gadung).Kata Kunci: rakitan teknologi budidaya, kubis, pupuk organik cair, pestisida nabatiABSTRACTThe objective of this research was to assembly organic cabbage culture based on liquid organic fertilizer(LOF) and botanical pesticide with high yield. This research was held ini Serang village Karangreja Purbalingga.This research used randomized complete block design (RCBD) with six treatments and 4 replications. Results ofthe research performed that two assemblies of organic cabbage culture based on LOF and botanical pesticideindicating the high yield were 1) animal manure (10 t/ha) + soil LOF (4 ml/l) + leaf LOF (4 ml/l) + biologicalagents of Trichoderma harzianum + Mycorhiza, and 2) animal manure 910 t/ha) + soil LOF (4 ml/l) + dolomite+ combined leaf LOF (4 ml/l) and botanical phosphate (6%) + botanical pesticide (maja-gadung).Keywords: culture technology assembly, cabbage, liquid organic fertilizer, botanical pesticide
STUDI SUMBER INOKULUM DAN CARA PENYEBARAN PATOGEN Botryodiplodia theobromae. PENYEBAB PENYAKIT KULIT DIPLODIA PADA JERUK SIAM BANJAR Salamiah, Salamiah
Agrin Vol 12, No 1 (2008): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2008.12.1.82

Abstract

Salah satu kendala utama dalamusaha tani jeruk di Kalimantan Selatan adalah gangguan cendawanBotryodiplodia theobromae Pat. penyebab penyakit Diplodia. Sampai saat ini pengendalian penyakit diplodia diKalimantan Selatan masih belum efektif dan efisien. Kegagalan pengendalian di atas karena tidak tepat sasaran,sebab daur hidup patogen ini belum diketahui dengan pasti. Salah satu cara untuk mengetahui daur hidup adalahdengan mempelajari sumber inokulum dan cara penyebaran penyakit kulit diplodia B. theobromae. Dalampenelitian ini dilaporkan hasil studi sumber inokulum dan cara penyebaran patogen penyebab penyakit kulitdiplodia pada jeruk siam Banjar. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fitopatologi dan Rumah Kaca JurusanHama dan Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Unlam Banjarbaru. Penelitian ini meliputi tahapan-tahapan:(1) identifikasi patogen; (2) isolasi patogen dari berbagai tempatnya bertahan; dan (3) studi cara penyebarannya.Hasil identifikasi terhadap patogen yang diisolasi dari jeruk siam Banjar menunjukkan bahwa patogen itu adalahcendawan genus Botryodiplodia. Selain pada tanaman jeruk, sumber inokulum patogen dapat bertahan di biji,kulit buah, tunggul tanaman, dan cabang pohon yang masih sehat, tetapi tidak ditemukan di tanah. Patogen dapatmenyebar melalui vektor serangga, penempelan/pelukaan, penyemprotan lewat udara, dan percikan air.Kata kunci: jeruk siam Banjar, Botryodiplodia theobromae, penyakit kulit diplodia, cara penyebaran patogen,tempat bertahan Botryodiplodia. ABSTRACTMain problem on citrus farming in South Kalimantan is diplodia disease of Botryodiplodia. Currentlythere’s no effective and efficient practice on diplodia control. Due to the limited knowledge of the cycle of thepathogen by which the control; is failed. To know life cycle of this pathogen study of inoculum source anddispersal of citurs must be done. This study was carried out at the Laboratory of Plant Diseases and at glasshouse of the Department of Plant Pests and Diseases of the Faculty of Agriculture-Lambung MangkuratUniversity in Banjarbaru. The study was done into three phases, i.e. (1) identification of pathogens, (2) pathogenisolation from different place, and (3) study the dispersal of the pathogen. Results showed that the diplodiadiseases of citrus “Siam Banjar” was caused by a fungus of genus Botryodiplodia. The pathogen can be isolatedfrom seeds, fruit peels, branches, or twigs of infected plants but available in soil. The pathogen can be dispersedthrough insects (Nitidulidae and Euphoria sp.; Coleoptera), through air and rain or water.Key words: citrus “Siam Banjar”, Botryodiplodia theobromae, diplodia diseases, fungus dispersal, survival place of Botryodiplodia.
PENGARUH GIBERELIN (GA3) DAN PUPUK ORGANIK CAIR ASAL RAMI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN RAMI KLON BANDUNG A Suherman, Cucu; Nuraini, Anne
Agrin Vol 21, No 1 (2017): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2017.21.1.333

Abstract

Rami merupakan salah satu tanaman penghasil serat alami yang dapat digunakan sebagai bahan bakutekstil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terbaik Kombinasi giberelin (GA3) dan Pupuk OrganikCair (POC) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman rami Klon Bandung A. Penelitian dilaksanakan mulai Januarisampai Maret 2016, pada kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Inceptisol,Tipe curah hujan C, dan 750 m di atas permukaan laut.. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan AcakKelompok (RAK), terdiri atas 8 perlakuan dan 4 ulangan. Penanaman dilakukan pada Polibeg. Perlakuan padapenelitian ini adalah kombinasi antara zat pengatur tumbuh GA3 (0, 50, 100 dan 150 ppm) dan POC-Rami (0, dan40 mL/L air). Ditanam pada polibeg 40 x 50 cm. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi zat pengatur tumbuhGiberelin (GA3) dan POC-Rami berpengaruh meningkatkan komponen hasil (tinggi tanaman, diameter batang),dan pertumbuhan (bobot batang segar, bobot batang kering dan bobot akar kering tanaman). Perlakuan 150 ppmGA3 + 40 ml POC/L air merupakan perlakuan yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasiltanaman rami Klon Bandung A. Secara umum, perlakuan kombinasi Giberelin dan POC-Rami mampumeningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman rami Klon Bandung A. Bobot batang segar meningkat sampai 42%dan bobot batang kering meningkat sampai 70%.Kata kunci: Giberelin, POC-Rami, ramiABSTRACTRamie is one of the natural fiber crops that can be used as a material of raw textile product. The aim ofthis experiment was to find out the best effect of combination of gibberellic acid (GA3) and liquid ramie manure(LRM) on growth and yield of ramie Clone Bandung A. An experiment was carried out in from January 2016 toMarch 2016 at Experimental Station, Faculty of Agriculture, Padjadjaran University Jatinangor, Sumedang,Inceptisol soil order. The rainfall type is C, ± 750 m above sea level. The experiment was arranged in aRandomized Block Design (RBD), with eight treatments and four replications. The treatment in this experimentwas a combination of plant growth regulators GA3 (0,50,100 and 150 ppm) and LRM (0 and 40 mL/L water). Theresult showed that the application of GA3 and LRM gave significant effect on the plant height, stem diameter, freshweight of stem, dry weight stem and root. The concentration of GA3 150 ppm + LRM 40 ml/L water was the besttreatment on growth and yield of ramie Clone Bandung A. Generally, the combination of GA3 and LRM canimprove plant growth and yield of ramie Clone Bandung A. Fresh weight of stem increase until 42% and dryweight of stem increase until 70%.Key words: Gibberellic, organic fertilizer ramie, ramie
MEDIA PEMBAWA ALTERNATIF INOKULAN MIKROBA PELARUT FOSFAT BERBASIS LIMBAH PERTANIAN Tamad, Tamad; Maryanto, Joko
Agrin Vol 14, No 2 (2010): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2010.14.2.112

Abstract

Mikroba Pelarut Fosfat (MPF) sudah lama digunakan untuk meningkatkan efisiensi pemupukan P.Perakitan MPF dalam bentuk inokulan yang murah dan mudah diaplikasikan perlu dikembangkan. Penelitian inibertujuan untuk menguji laju tumbuh dan daya pelarutan fosfat dari Pseudomonas sp., dan Aspergillus sp. padapembawa padat dan cair serta lama inkubasi dalam pembawa tersebut. Percobaan terdiri dari tiga faktor yangdisusun dalam rancangan petak terbagi. Petak utama ialah MPF dengan taraf: Pseudomonas sp. (bakteri), danAspergillus sp. (jamur). Anak petak ialah media pembawa dengan taraf: pembawa padat, dan pembawa cair.Anak-anak petak ialah komposisi media pembawa dengan 4 taraf. Pembawa padat berupa campuran abu sekam(AS), dedak padi (DP), dan onggok tapioka (OT), terdiri atas: 30 % AS dan 30 % DP, 30 % AS dan 30 % OT,30 % DP dan 30 % OT, dan 20 % AS, 20 % DP, dan 20 % OT dengan 40 % air; dan pembawa cair berupamolase terdiri atas: 25 %, 50 %, 75 % dan 100 % volume molase. Inkubasi inokulan selama 4 minggu dan 8minggu. Laju tumbuh Pseudomonas sp. (0,75 UPK/ml/hari) lebih cepat dibanding Aspergillus sp. (0,54UPK/ml/hari). P terlarut oleh Aspergillus sp. (21,41 ppm) lebih banyak dibanding Pseudomonas sp. (9,98 ppm)dan P terlarut oleh bakteri dan jamur pelarut fosfat asal pembawa padat (20,27 ppm) lebih banyak dibandingasal pembawa cair (8,76 ppm), sedangkan P terlarut oleh Pseudomonas sp., dan Aspergillus sp. antara inkubasi4 minggu dan 8 minggu sama. Perbedaan pembawa padat dan cair tidak mempengaruhi laju tumbuhPseudomonas sp., dan Aspergillus sp. Inkubasi 8 minggu menurunkan laju tumbuh Pseudomonas sp. danAspergillus sp. Pembawa padat terbaik untuk Pseudomonas sp., dan Aspergillus sp. isolat Ajibarang adalah 20% Abu Sekam, 20 % Dedak Padi, dan 20 % Onggok Tapioka dan 25 % Molase untuk pembawa cair.Kata kunci: mikroba pelarut fosfat, media pembawa, inokulan, limbah pertanian ABSTRACTPhosphate Solubilizing Microorganisms (PSM) has been used for increasing P fertilization efficinencyfor a long time. The research of carrier for PSM inoculants effective need to be developed. The researchaimed to evaluate the viability and the ability of phosphate solubilization of Pseudomonas sp., and Aspergillussp. in solid and liquid carrier and incubation time. The research arrange on Split-split Plot Design, with threefactors. The main factor is PSM with two levels are bactery (Pseudomonas sp.) and fungy (Aspergillus sp.) ofphosphate solubilizing. The sub plot is carrier wit level solid and liquid carrier. The sub-sub plot is 4 levels ofcarrier. Solid carrier are hush ash (HA), rice waste (RW) and tapioca waste (TW), with composition: 30 % HAand 30 % RW, 30 % HA and 30 % TW, 30 % RW and 30 % TW and 20 % HA, 20 % RW and 20 % TW with 40% is water; and liquid carrier is molase with concentration: 25 %, 50 %, 75 % and 100 % volum molase.Incubation time of innoculant is 4 weeks and 8 weeks. The growth rate Pseudomonas sp. (0.75 CFU/ml/day)faster than Aspergillus sp. (0.54 CFU/ml/day). The soluble P by Aspergillus sp. (21.41 ppm) is greater thanPseudomonas sp. (9.98 ppm) and the soluble P by Pseudomonas sp., and Aspergillus sp. from solid carrier(20.27 ppm) greater than liquid carrier (8.76 ppm), while the incubation time could not affect the soluble P byPseudomonas sp., and Aspergillus sp. The different between solid and liquid carrier could not affect the growthrate of Pseudomonas sp., and Aspergillus sp., however, 8 weeks incubation could decrease the growth rate.The best solid carrier for isolate Pseudomonas sp., and Aspergillus sp. of Ajibarang is 20 % of hush ash, 20 %of rice waste and 20 % of tapioca waste and 25 % of molase for liquid carrier.Key words: phosphate solubilizing microorganims, inoculants, carrier, agriculture waste 
EVALUASI NENAS HIBRIDA HASIL PERSILANGAN ANTARA CAYENNE, QUEEN, A. BRACTEATUS, DAN MERAH Hadiati, Sri; Yuliati, Sri
Agrin Vol 16, No 2 (2012): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2012.16.2.136

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi karakter-karakter penting pada nenas hibrida hasil persilanganantara Cayenne, Queen, A. bracteatus dan Merah. Penelitian dilakukan di Balai Penelitian Tanaman BuahTropika Solok mulai bulan Juni 2004 sampai Desember 2006. Materi genetik yang digunakan adalah nenashibrida hasil persilangan antara Cayenne x Queen (58 tanaman), Cayenne X A. bracteatus (24 tanaman) danCayenne x Merah (26 tanaman). Semua tanaman ditanam dalam polibag ukuran 40x50 cm. Pengamatandilakukan per individu tanaman terhadap karakter kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwadistribusi duri dan bentuk mata dipengaruhi oleh tetua betina. Persilangan Cayenne x Queen menghasilkanhibrida dengan persentase terbanyak pada ukuran mahkota kecil (≤ 100 g), dan rasa sangat manis (TSS > 20°brix ) berturut-turut 48.27% dan 8.62%. Persilangan Cayenne x A. bracteatus menghasilkan hibrida denganpersentase diameter hati kecil (≤ 1.5 cm) terbanyak, yaitu 50% . Persilangan Cayenne x Merah menghasilkanpersentase bobot buah > 1500 g terbanyak (23.07 %) dan persentase buah dengan tebal daging > 4 cmterbanyak (76.32%). Hibrida yang mempunyai karakter daun tidak berduri / duri hanya di ujung daun, rasasangat manis (TSS ≥ 20 °Brix ), dan bentuk mata lebar, adalah CQ-20, CB-1. Sedangkan hibrida dengan karaktertidak berduri / duri hanya di ujung daun, rasa sangat manis (TSS ≥ 20 °Brix ), dan bentuk mata menonjol adalahCQ-16, CQ-41. Informasi ini dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk pemilihan tetua jantan dan betinadalam program perakitan varietas unggul nenas.Kata kunci: A. comosus, A. bracteatus, evaluasi, komponen hasil, mutu buah.ABSTRACT.The aim of the research was to evaluate the important characters of pineapple hybrids from crossingbetween Cayenne, Queen, A. bracteatus, and Merah parents. This research was conducted at the ResearchInstitute for Tropical Fruit in Solok, from June 2004 to December 2006 . Genetic materials used were 58 hybridplants from Cayenne x Queen crossing, 24 hybrid plants from Cayenne x A. bracteatus crossing, and 26 hybridplants from Cayenne x Merah crossing. All of the plants were planted on polybag with size 40x50 cm.Observation was done per plant on qualitative and quantitative characters. The results showed that thedistribution of spines on the leaves and the shape of eyes were affected by female parents. Cayenne x Queencrossing produced the most percentage of hybrids with small crown weight (≤ 100 g), and very sweet taste (TSS> 20° brix), i.e. 48.27% and 8.62% respectively. Cayenne x A. bracteatus crossing produced the mostpercentage of hybrids with small core diameter (≤ 1.5 cm) was 50% . Cayenne x Merah crossing produced themost percentage of hybrids with big fruit weight (> 1500 g) and flesh thickness > 4 cm. i.e. 23.07% and 76.32%respectively. The hybrid plants possessing the combined characters of spineless or spiny at the leaf tip, verysweet taste (TSS ≥ 20°Brix), and broad eyes were CQ-20 and CB-1. Meanwhile, hybrids with characters ofspineless or spiny at the leaf tip, very sweet taste (TSS ≥ 20°Brix), and projected eyes were CQ-16 and CQ-41.These results can potentially provide valuable information on the choice of female and male parents for theprograms of pineapple variety improvement.Key words: A.comosus, A. bracteatus, evaluation, yield component, fruit quality
ADAPTASI DAN PRODUKSI KLON-KLON KENTANG HARAPAN DI DATARAN MEDIUM MAJALENGKA Handayani, Tri; Kurniawan, Helmi; Sofiari, Eri
Agrin Vol 18, No 1 (2014): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2014.18.1.215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hasil dan adaptasi klon-klon kentang harapan introduksi di dataran medium. Penelitian dilakukan di Desa Sukasari Kidul, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka dengan ketinggian 600 m dpl.  Materi yang ditanam sebanyak 11 klon introduksi dan 2 varietas kentang (Granola dan MB 17). Hasil pengujian menunjukkan semua klon dan varietas yang ditanam memperlihatkan pertumbuhan vegetatif yang baik. Penyakit yang terdeteksi di lapangan antara lain layu bakteri Ralstonia solanacearum, penyakit akibat virus (mosaik), dan kudis. Sedangkan hama yang muncul di lapangan adalah trips dan penggorok daun Liriomyza huidobrensis.  Klon-klon  CIP-391846.5; CIP-395192.1 dan CIP-396311.1 mempunyai produksi ubi di atas 350 gram per tanaman. Klon-klon tersebut mampu beradaptasi di dataran medium Majalengka dan berpotensi untuk dilanjutkan dalam uji daya hasil lanjutan.Kata kunci:  daya hasil, Solanum tuberosum L., suhu tinggi ABSTRACTThe objective of this trial was to evaluate the yield and adaptation of potato clones at medium altitude. The trial was carried out in Sukasari Kidul, Argapura Sub-district, Majalengka, West Java at 600 m asl. The material were planted as many as 13 advance clones and varieties of potatoes. The result showed that all the clones have good vegetative growth. The disease was detected in the field were bacterial wilt (Ralstonia solanacearum), viral diseases (mosaic), and scab, while pests in the field were trips and Liriomyza huidobrensis. Clones CIP-391846.5; CIP-395192.1 and CIP-396311.1 have the tuber production above 350 grams per plant. Those clones are potential to continue in the advanced yield trials. Key words:  yield, Solanum tuberosum L., high temperature