cover
Contact Name
Arhanuddin Salim
Contact Email
arhanuddin@iain-manado.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaliqra@iain-manado.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Islam Iqra'
ISSN : 16935705     EISSN : 28412108     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL PENDIDIKAN ISLAM IQRA' diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Manado bulan Juni dan Desember setiap tahun. Jurnal ini, berisi kajian seputar Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Guru Raudhatul Atfhal, Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Bahasa Arab.
Arjuna Subject : -
Articles 264 Documents
Keluarga sebagai Media Pendidikan Tauhid (Telaah Atas Pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi dan Lamya Al-Faruqi) Bekti Khudari Lantong
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.838 KB) | DOI: 10.30984/jii.v5i2.566

Abstract

Human association has had a long story which three institutions had struggled to dominate. The first is the family, which has blood and heredity for bases. The characteristic it engenders in humans are innate and immutable. Certainly, family-living engenders in humans other characteristics which are acquired through association. These, however, are not necessary. Members born to one family may successfully be brought up as members of another; but the innate characteristic remain unchanged. The family was declared by God an intrinsic order of creation. “O..Humankind, revere your Lord, Who created you of a single soul and created of it its spouse.. It is of God’s providing that He created of yourselves spouses in whom to find quiescene, and established between you love and compassion…that He generated from you and your spouses your children and grandchildren”. Parents, their children and grandchildren, and the love and compassion relation between them, constitute an immutable pattern of God creation. This is the family in its nuclear and extended forms spanning three generations. Islam not only acknowledges it but has girded it with law. Unlike any other social system, the law of Islam articulated the relations of all members of the extended family in order to insure proper functioning of all of them. Marriage and divorce, legitimacy and dependency, earnings and supports, inheritance, and the members’ mutual rights and duties have been detailed by the shari’ah.Keywords: Family, Education, Tauhid (Belief in One Supreme God) 
Implementasi Total Quality Management (TQM) di Lembaga Pendidikan Feiby Ismail
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.901 KB) | DOI: 10.30984/jii.v10i2.591

Abstract

Implementasi Total Quality Management (TQM) perlu dilakukan pada lembaga pendidikan sebagai bentuk dari upaya peningkatan kualitas pendidikan. Hal ini penting untuk menjalankan fungsi manajemen dalam setiap lembaga pendidikan. Kajian ini membahas tentang implementasi total quality management (TQM) di lembaga pendidikan serta upaya peningkatan mutu pendidikan dalam mencapai standar mutu yang telah ditentukan. Setiap lembaga pendidikan sudah seharusnya menunjukkan kualitas yang lebih baik. Hal ini dimaksudkan agar lembaga pendidikan tetap mendapatkan kepercayaan masyarakat dan stakeholder. Salah satu cara untuk tetap mendapatk hal tersebut adalah dengan melakukan perbaikan secara berkelanjutan (continous improvement), baik dari aspek fisik maupun non fisik. Sehingga menjadi lembaga pendidikan yang bermutu dan terjamin kualitasnya. Ada beberapa hal pokok yang perlu diperhatikan dalam penerapan TQM di dunia pendidikan, yaitu: perbaikan secara terus menerus (continous improvement); menentukan Standar Mutu, (Quality assurance); perubahan kultur (change of culture); perubahan organisasi (upside-down-organization); dan mempertahankan hubungan dengan pelanggan (keeping close to the customer). Implementasi TQM perlu ditunjang dengan strategi pelaksanaan yang baik serta kerjasama seluruh elemen sekolah.Kata Kunci: Implementasi, TQM, Manajemen, Pendidikan
Menilik Dasar dan Orientasi Pendidikan Agama Islam Nasruddin Yusuf
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 3, No 2 (2009)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.412 KB) | DOI: 10.30984/jii.v3i2.557

Abstract

Pendidikan Islam adalah suatu bagian dari Agama Islam itu sendiri, karena itu Pendidikan Islam tidak boleh lari dari makna Islam yang bertujuan mencari keberhasilan hidup rohani dan materi.  Olehnya, dasar yang dipakai dalam pendidikan Islam adalah argumen-argumen nas Al-Qur’an dan hadis yang memuat secara global ataupun rinci tentang pendidikan Islam. Selain itu digunakan pula ketentuan lain yang di dalam sejarah pendidikan Islam telah teruji substansinya. Pendidikan Islam memiliki dua orientasi pokok, yaitu pertama mengabdi kepada Allah selaku khaliq dan memahami dirinya sebagai khalifah di muka bumi. Orientasi ini berguna untuk mendesain keyakinan anak didik agar tetap terbingkai dalam nilai-nilai dan moralitas Islam. Kedua, mendidik dengan memahami adanya fitrah anak didik, pada batas ini maka tidak hanya materi pendidikan Islam saja yang urgen tetapi metode dan proses pembelajaran pun menjadi penting.Kata Kunci: Nilai, Dasar, Orientasi Pendidikan Agama Islam
Arabanisani Husni Mubarak
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.431 KB) | DOI: 10.30984/jii.v6i1.614

Abstract

Seperti dengan bahasa Eropa yang lain, banyak kata-kata inggris diserap dari bahasa Arab, selalunya melalui bahasa Eropa lainnya, terutama dari Spanyol dan Italia, diantaranya kosakata harian seperti “aula” (sukkar), kapas (qutn) atau “majalah” (makhzen). Kata-kata lain yang sangat terkenal misalnya “aljabar”, “alcohol” dan “zenith”. Pengaruh Arab telah menjadi paling mendalam dimana pada Negara yang dikuasai oleh Islam atau kuasa Islam. Arab adalah sumber kosa kata utama untuk bahasa yang berbagai seperti bahasa Berber, Kurdi, Persia, Swahili, Urdu, Hindi, Turki, Melayu dan Indonesia, baik juga seperti bahasa lain di Negara di mana bahasa ini adalah dituturkan. Contohnya perkataan Arab untuk buku / kita:b/ digunakan dalam semua bahasa yang disenaraikan, selain dari Melayu dan Indonesia (spesifiknya termaksud “buku agama”Kata Kunci: Arab, bahasa, agama
Pengaruh Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Motivasi Belajar terhadap Perilaku Belajar Siswa Abdul Haris Abdullah
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 3, No 1 (2009)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.879 KB) | DOI: 10.30984/jii.v3i1.548

Abstract

This research aimed to describe: (1) the relationship between the utilization of Information Technology, learning motivation, and learning behavior; (2) the relationship of the utilization of Information Technology and learning motivation, individually or combined toward the learning behavior of the students of SMK in Manado City.The research sample was 84 students chosen proportionally from the total population of 530 students scattered at 4 SMK in Manado City. This research applied survey method with data collecting technique through questionnaires which had been tested before for their validity and reliability. Furthermore, the collected data was analyzed by computer, using SPSS 16 for Windows 2007.Based on the research analysis, the following findings were: (1) Relationship was found between the utilization of Information Technology, learning motivation, and learning behavior; (2) significant impact was found between the utilization of information technology and learning motivation toward learning behavior of the students of SMK in Manado City, either individually or combined.Kata Kunci: Information Technology, Motivation, Learning behaviour
Peningkatan Mutu Lembaga Pendidikan Islam (Tinjauan Konsep Mutu Edward Deming dan Joseph Juran) Mardan Umar; Feiby Ismail
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.738 KB) | DOI: 10.30984/jii.v11i2.581

Abstract

Peningkatan mutu pendidikan menjadi prioritas utama di semua lembaga pendidikan. Demikian pula di lembaga pendidikan Islam yang sementara berproses menjadi lembaga pendidikan yang memiliki kualitas setara dengan lembaga pendidikan lain bahkan menjadi lembaga pendidikan yang berkualitas tinggi. Untuk mencapai hal tersebut, maka upaya terus dilakukan oleh lembaga pendidikan Islam. Salah satu upayanya adalah dengan menerapkan berbagai teori dan konsep manajemen mutu agar kualitas pendidikan dapat terjaga dan diakui sebagai lembaga pendidikan yang menjalankan proses dengan baik dan menghasilkan output yang baik. Ada beberapa konsep peningkatan mutu/kualitas yang dikemukakan para ahli seperti Edward Deming dan Joseph Juran yang berkaitan dengan  perencanaan mutu, pengendalian dan peningkatan mutu. Kajian ini akan membahas tentang beberapa konsep mutu dan relevansinya pada lembaga pendidikan Islam dalam menjawab tantangan pendidikan global.Kata Kunci: mutu, lembaga pendidikan, Edward Deming dan Joseph Juran
Tantangan dan Peluang Guru Pendidikan Agama Islam di Era Globalisasi Nurhayati Nurhayati
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.554 KB) | DOI: 10.30984/jii.v7i1.605

Abstract

Guru sebagai salah satu komponen dalam pendidikan, termasuk dalam pendidikan agama islam, merupakan salah satu komponen yang sangat menentukan bagi tujuan pendidikan agama islam yang relevan dan berorientasi pada peluang dan tantangan di era globalisasi. Karena itu dibutuhkan suatu pototipe atau model seorang guru agama yang sesuai dengan kondisi globalisasi tersebut.Pendidikan agama islam disekolah merupakan usaha sadar, melalui bimbingan, pengajaran dan atau pelatihan guna mempersiapkan anak didik dalam rangka menyongsong masa depannya dengan menjadikan agama islam sebagai pegangan dan pedoman hidupnya.Dalam proses belajar mengajar guru tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu pengetahuan, akan tetapi juga bertanggung jawab terhadap perkembangan kepribadian peserta didik. Guru harus menciptakan proses belajar sedemikian rupa, sehingga dapat merangsang peserta didik untk belajar efektif dan dinamis dalam memenuhi dan mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan kemajuan yang dicapai dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi akan semakin memicu perubahan yang terjadi diberbagai bidang kehidupan manusia yang sekaligus berdampak pada pergeseran nilai-nilai budaya dan agama dalam kehidupan umat manusia. Hal inilah yang menjadi tantangan-tantangan yang harus diantisipasi sedini mungkin agar tantangan-tantangan yang ada tidak menjadi ancaman menainkan menjadi suatu peluang yang menjanjikan.Kata kunci: Guru pendidikan agama islam, globalisasiGuru sebagai salah satu komponen dalam pendidikan, termasuk dalam pendidikan agama islam, merupakan salah satu komponen yang sangat menentukan bagi tujuan pendidikan agama islam yang relevan dan berorientasi pada peluang dan tantangan di era globalisasi. Karena itu dibutuhkan suatu pototipe atau model seorang guru agama yang sesuai dengan kondisi globalisasi tersebut.Pendidikan agama islam disekolah merupakan usaha sadar, melalui bimbingan, pengajaran dan atau pelatihan guna mempersiapkan anak didik dalam rangka menyongsong masa depannya dengan menjadikan agama islam sebagai pegangan dan pedoman hidupnya. Dalam proses belajar mengajar guru tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu pengetahuan, akan tetapi juga bertanggung jawab terhadap perkembangan kepribadian peserta didik. Guru harus menciptakan proses belajar sedemikian rupa, sehingga dapat merangsang peserta didik untk belajar efektif dan dinamis dalam memenuhi dan mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan kemajuan yang dicapai dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi akan semakin memicu perubahan yang terjadi diberbagai bidang kehidupan manusia yang sekaligus berdampak pada pergeseran nilai-nilai budaya dan agama dalam kehidupan umat manusia. Hal inilah yang menjadi tantangan-tantangan yang harus diantisipasi sedini mungkin agar tantangan-tantangan yang ada tidak menjadi ancaman menainkan menjadi suatu peluang yang menjanjikan.Kata kunci: Guru pendidikan agama islam, globalisasi
ILUSTRASI TENTANG REENGINEERING HUMAN RESOURCES (Kajian Buku: Lyle Spencer, Reengineering Human Resourcess) Zubaidah Al-Bugis
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.55 KB) | DOI: 10.30984/jii.v2i2.539

Abstract

Penggunaan teknologi berarti telah dimulai dari awal penggabungan antara Reengineering sumber daya manusia dengan teknologi, sebagai inti dari pemanfaatan teknologi, sebagai inti dari pemanfaatan teknologi dalam cara berpikir yang berdampak dalam pelaksanaan kegiatan yang kita kerjakan akan lebih cepat, tepat, akurat, efisien dengan jangkauan hubungan kescmua aspek kebutuhan Manusia.
Integrasi Pendidikan Islam/Madrasah dalam Sistem Pendidikan Nasional Mastang Ambo Baba
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.869 KB) | DOI: 10.30984/jii.v5i2.571

Abstract

Pendidikan Islam seharusnya berbeda dengan sekolah lain pada umumnya. Perbedaan itu menyangkut banyak hal, mulai dari orientasi atau tujuan, kurikulum, tenaga pengajar, maupun kultur yang seharusnya dikembangkan. Tatkala pendidikan Islam disamakan dengan sekolah umum, bukan berarti persamaan itu  dalam segala halnya. Persamaan itu adalah terkait dengan pengakuan oleh pemerintah, yaitu bahwa siapapun yang belajar di lembaga pendidikan Islam dianggap telah memenuhi kewajiban belajar.Kata Kunci: integrasi, pendidikan islam, madrasah dan negara
Internalisasi Nilai-Nilai Pluralisme dalam Pendidikan Islam Ikmal Ikmal
Jurnal Ilmiah Iqra' Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.738 KB) | DOI: 10.30984/jii.v9i1.596

Abstract

Diktum Bhinneka Tunggal Ika hanya menjadi jargon penguasa belaka, belummenempati kesadaran kognitif masyarakat mayoritas, dan tidak diimplementasikan secara nyata dan tepat dalam kehidupan sosial masyarakat sehari-hari. Berbagai konflik bernuansa SARA yang terjadi beberapa tahun silam, merupakan kegagalan bangsa Indonesia memahami pluralitas. Secara spesifik pendidikan juga dituding telah gagal memainkan perannya dalam menjalin keragaman melalui pembelajaran yang melampaui sekat-sekat agama. Pendidikan agama yang seharusnya dapat dijadikan sebagai wahana untuk mengembangkan moralitas universal yang ada dalam agama-agama sekaligus mengembangkan teologi inklusif dan pluralis, selama ini malah cenderung menampilkan wajahnya yang eksklusif dan dogmatis. Akibatnya, cita-cita luhur untuk mencapai masyarakat majemuk yang harmonis masih menjadiimpian.Keyword : Pluralisme-Agama-Pendidikan

Page 5 of 27 | Total Record : 264