cover
Contact Name
Darnoto
Contact Email
darnoto@unisnu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tarbawi@unisnu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jepara,
Jawa tengah
INDONESIA
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 20883102     EISSN : 2548415X     DOI : -
Core Subject : Education,
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam p-ISSN: 2088-3102; e-ISSN: 2548-415X is an journal published by the Faculty of Tarbiyah and Education Science Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara. The journal focuses its scope on the issues of Islamic education. We invite scientists, scholars, researchers, as well as profesionnals in the field of Islamic education to publish their researches in our Journal.
Arjuna Subject : -
Articles 189 Documents
Pembelajaran daring masa pandemi Covid-19 di sekolah Indonesia Kuala Lumpur Silfiyani Musoffa
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v18i1.1654

Abstract

AbstrakPandemi COVID-19 memberikan dampak yang signifikan dalam dunia pendidikan yaitu adanya transformasi pembelajaran yang semula dilakukan secara konvensional beralih menjadi daring. Tujuan Penelitian ini yaitu 1) Untuk mengidentifikasi bagaimana sistem pembelajaran masa pandemi COVID-19, 2) Untuk mengetahui bagaimana implementasi pembelajaran daring masa pandemi COVID-19 di SIKL, dan 3) Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam pembelajaran daring selama pandemi COVID-19 di SIKL. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, subyek penelitian guru dan kepala sekolah. Pengumpulan data melalui dokumentasi dan wawancara dalam pelaksanaan KKL International Virtual Fieldwork Study di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur yang diselenggarakan oleh Institut Agama Islam Negeri Kudus (IAIN Kudus). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran daring dilakukan sebagai upaya belajar di rumah (BDR) guna memutus penyebaran COVID-19 membutuhkan kreativitas guru dan pendampingan orang tua, implementasi pembelajaran daring di SIKL direalisasikan dalam bentuk sistem digital seperti blueprint, program unggulan dan feedback laporan dari orang tua, pembelajaran daring di SIKL memiliki kelebihan dalam hal pelaksanaan sistem digital, program unggulan, serta feedback laporan orang tua dan memiliki kekurangan dalam hal keterbatasan akses internet dan kejenuhan siswa dalam belajar.Kata Kunci: Implementasi, Pembelajaran Daring, COVID-19, SIKL.AbstractThe COVID-19 pandemic has a significant impact on world education, namely the transformation of conventional learning into courage. The objectives of this study are 1) To find out how the learning system during the COVID-19 pandemic, 2) To see how the implementation of bold learning to face the COVID-19 pandemic in SIKL, and 3) To see the advantages and disadvantages of learning during the COVID-19 pandemic. at SIKL. This study uses qualitative methods, the subject of research is the teacher and the principal. Collecting data through documentation and interviews in the implementation of the KKL International Virtual Fieldwork Study at the Kuala Lumpur Indonesian School organized by the Kudus State Islamic Institute (IAIN Kudus). The results of the study show that bold learning as an effort to learn at home (BDR) to cut the spread of COVID-19 requires teacher creativity and parental assistance, the implementation of learning in SIKL is realized in the form of a digital system such as blueprints, superior programs and report feedback. from parents, brave learning SIKL has advantages in terms of implementing digital systems, superior programs, as well as parental feedback reports and has shortcomings in limited internet access and student boredom in learning.Keywords: Implementation, Online Learning, COVID-19, SIKL.
Tahapan perkembangan dan pembelajaran sebagai landasan konsep life long education: sebuah pemikiran Ali Ahmad Madkur Miftahul Huda
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v18i1.1976

Abstract

Penelitian ini menelaah pemikiran Ali Ahmad Madkur di dalam kitab Manhaj al-Tarbiyah fii al-Tashawwur al-Islami terkait dengan tahapan perkembangan dan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik library research. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa tahapan perkembangan manusia menurut Ali Ahmad Madkur terdiri dari 7 masa yaitu : 1) Masa Kehamilan (marhalah al-haml), 2) Masa Penyusuan (marhalah al-radha'ah), 3) Masa Anak-Anak (marha marhalah al-thufulah) , 4) Masa Peralihan dan Baligh(marhalah al-bulugh wa al-murahaqah) , 5) Masa Pemuda(marhalah al-syabab) , 6) Masa Dewasa(marhalah al-rajulah wa al-nadhaj) , dan 7) Masa Tua(marhalah al-syaikhukhah) . Tahapan-tahapan perkembangan tersebut sebagai panduan dan landasan bagi seorang pendidik dalam memberikan pendidikan kepada anak didiknya. Berdasarkan pada tahapan-tahapan perkembangan tersebut maka pendidik diharapkan dapat menyesuaikan proses pelaksanaan pembelajaran menjadi lebih baik dan terukur, sehingga tujujuan pembelajaran yang telah dicanangkan dapat tercapai dengan baik. Dari tahapan-tahapan perkembangan ini pula, lahir konsep lifelong education yaitu konsep belajar sepanjang hayat. Oleh karena tahapan perkembangan manusia dimulai sejak lahir sampai dengan akhir hayatnya, maka proses belajaranya pun tidak boleh berhenti, untuk itulah kemudian di kenal pendidikan formal, informal dan non-formal. Sebagai salah satu wadah pendidikan sepanjang hayat.Kata Kunci : Perkembangan, pembelajaran, lifelong education
Implementasi pendidikan Islam anak dari orang tua lulusan pondok pesantren Navisatul Munawwaroh; Ashif Az Zafi
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v18i1.1141

Abstract

Permasalahan yang ada sekarang ini adalah banyak anak kurang mengerti secara mendalam agama Islam, faktor utama dari hal tersebut dikarenakan orang tua yang kurang memerhatikan pendidikan islam anak. Pengaruh pendidikan orang tua juga menjadi kaitan utama dalam pendidikan anak, karena orang tua yang berada dalam waktu yang banyak dengan anak dari anak kecil. Peran orang tua sangat berarti bagi pendidikan anak. Orang tua yang paham pendidikan Islam lebih dalam misalnya pendidikan terakhir mereka pondok pesantren, maka hal tersebut menentukan cara dan penyampaian pendidikan islam yang tepat diterapkan kepada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pendidikan islam dari orang tua pondok pesantren, apakah anak akan memiliki agama dan moral yang baik atau tidak berdasarkan orang tua pondok pesantren. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengambilan data menggunakan observasi dan wawancara.  Hasil penelitian ini orang tua pondok pesantren dapat menerapkan dalam kehidupannya di keluarga dengan baik, terutama dalam mengajarakan pendidikan Islam pada anak.
Penerapan model pembelajaran ADDIE terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran fiqih Risal Qori Amarullah; Nida Fatmah Wahidah
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v18i1.1977

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran ADDIE pada mata pelajaran Fikih terhadap hasil belajar siswa kelas VIII Siswa SMPIT Plus Al Ittihad Cianjur tahun ajaran 2020/2021. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Quasi Eksperimen. Pada populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII yang terdiri dari 8 kelas. sampel pada penelitian ini yaitu kelas VIII A yang berjumlah 30 siswa. Instrumen penelitian berupa soal uraian. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes dan observasi. Teknik analisis data menggunakan SPSS 26.0. Berdasarkan analisis dari hasil hipotesis di atas dapat disimpulkan bahwa nilai sig adalah 0,000. Karena nilai sig < 0,05, maka Ho ditolak, H1 diterima sehingga disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar fiqih dengan model pembelajaran konvensional dan dengan menggunakan model pembelajaran ADDIE, dengan kata lain pengunaan model pembelajaran ADDIE sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar fiqih siswa. Pelaksanaan penerapan model pembelajaran ADDIE pada mata pelajaran Fiqih dengan tema Kurban SMPIT Plus Al Ittihad Cianjur dengan menerapkan langkah-langkah pembelajaran ADDIE yaitu, analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi
Minat belajar siswa takhassus tahfidz dan non tahfidz terhadap mata pelajaran PAI di SMA Ali Maksum Tutik Dinur Rofiah
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v18i1.1282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan minat belajar siswa/santri Takhassus Tahfidz dan non tahfidz terhadap mata pelajaran PAI di SMA Ali Maksum Krapyak Yogyakarta. Selain itu juga untuk mengetahui seberapa besar nilai perbedaan minat belajar siswa/santri takhasus tahfidz dan non tahfidz pada mata pelajaran PAI di SMA Ali Maksum. Penelitian ini menggunanakan jenis penelitian analitis komparatif, yaitu membandingkan dua atau lebih kelompok data terdapat perbedaan aspek atau variabel yang telah diteliti dengan menggunakan uji independent t-test dikarenakan variabel dalam penelitian ini adalah 2 variabel bebas dan tidak berkorelasi. Pada penelitian ini menggunakan tiga metode pengumpulan data yaitu Angket, wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa Nilai rata-rata minat belajar siswa Takhasus Tahfidz sebesar 109,54 sedangkan rata-rata nilai minat anak non tahfidz sebesar 93,4 dengan besar t hitung sebesar -4.728 karena t hitung lebih besar dari t table dengan signifikasi 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima disimpulkan bahwa minat belajar anak tahfidz lebih besar dari pada anak non tahfidz dengan nilai beda/ Mean Difference sebesar-16.14286
Pendidikan aqidah akhlak dalam perspektif Al Ghazali Muhammad Chairul Ashari Akhmad; Yazida Ichsan; Bambang Putra Hendrawan; Asih Kartika Putri; Sheriena Mega Putri
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v18i2.2098

Abstract

Menurut pandangan Al-Ghazali, Pendidikan akhlak meliputi perjalanan hidup dan hasil pemikiran beliau mengenai pendidikan akhlak. Akhlak tidak hanya kemampuan, perbuatan, dan pengetahuan semata. Akan tetapi, akhlak adalah upaya mengombinasikan diri manusia dengan kondisi jiwa yang siap melakukan hal-hal, dan hal tersebut harus konsisten delakukan sehingga suatu perbuatan yang dilakukan darinya tidak bersifat sementara, melainkan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini banyak sekali tantangan yang berpotensi mengakibatkan tenggelamnya akhlak ummat Islam. Oleh karena itu, ummat Islam dituntut untuk memahami secara mendalam dan mengimplementasikan esensi dari pendidikan akhlak sesuai dengan pendidikan Islam. Metode kualitatif dipilih dalam proses pembuatan penelitian dan dalam bentuk penelitian kepustakaan. Pendidikan dan akhlak memiliki keterkaitan yang terlampau kuat, hal ini disebabkan insan yang paling sempurna adalah insan yang paling baik akhlaknya. Al-Ghazali mengatakan bahwa akhlak bukanlah pengetahuan tentang baik dan jahat, dan bukan juga pengalaman yang baik dan tidak baik, melainkan keadaan jiwa yang sehat serta beriman kepada Allah SWT. Pendidikan akhlak didapatkan melalui sikap mencontoh perilaku dan sifat nabi Muhammad SAW. Belajar mengenai akhlak dimulai dari beberapa tahap, yaitu pembersihan jiwa untuk menghindari perilaku tidak terpuji, pengembangan diri dengan perilaku yang mulia, dan hasil dari akhlak yang diteladani. Mulai melatih diri melaksanakan kegiatan yang baik merupakan cara yang paling dasar untuk meraih akhlak yang terpuji.
The role and challenges of learning the yellow bible lessons towards students' charles during the Covid-19 pandemic at MA NU TBS Kudus Muhammad Khoirun Nadlif; Ashif Az Zafi
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v18i2.2129

Abstract

During this COVID 19 pandemic, at MA NU Kudus whose daily behavior when learning is not a few students who are late for school, don't do assignments, don't care about the material being taught, often sleep during online learning, often say dirty, often smoke and others. The purpose of this study was to determine the role and challenges of learning the yellow book of Sufism on students' morals during the pandemic at MA NU TBS Kudus. This research method is a qualitative research using a descriptive approach. Data collection techniques in this study used 3 techniques, namely interview, observation, and documentation techniques. Sufism learning during the pandemic at MA NU TBS Kudus has an important role in shaping students' commendable morals, among others, to lead and help students to really remember God by filling their hearts with the word thoyyibah and the sentence of dhikr. While the challenge of learning Sufism during this pandemic is the impact of technology globally, students using technology such as cellphones are not appropriate. So the cellphone should be used for learning, but instead it is made for playing games.
Kedudukan guru dalam perspektif pendidikan Islam Ahmat Miftakul Huda; Ana Maritsa; Difa’ul Husna
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v18i2.2273

Abstract

Guru merupakan peranan yang paling utama dalam berlangsungnya proses pembelajaran karena seorang guru akan mengubah tingkah laku dan meningkatkan kualitas peserta didik menjadi pribadi yang lebih baik. Tugas seorang guru yaitu membimbing, mendidik, dan mengarahkan peserta didik untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bahwa guru memiliki kedudukan yang lebih tinggi dan istimewa dalam perspektif Pendidikan Islam. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam artikel ini yaitu menggunakan metode kualitatif dengan bentuk penelitian kepustakaan dalam memperoleh data. Penelitian ini menggunakan sumber data kepustakaan berupa buku, jurnal, dan sumber lainnya yang dikumpulkan dari beberapa referensi terkait dengan judul artikel ini. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu dengan cara mencari sumber referensi yang terkait dengan pembahasan artikel ini, kemudian menganalisis isi dari data – data yang sudah terkumpul. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru memiliki kedudukan yang lebih tinggi dalam perspektif Islam. Allah juga akan memberi kedudukan serta derajat yang lebih tinggi kepada orang – orang yang berilmu. Seorang guru mempunyai kewajiban dalam rangka untuk menciptakan anak bangsa menjadi manusia yang cerdas dan memiliki akhlakul karimah.
Kontribusi masjid jami’ NU pada perkembangan pendidikan Islam di Papua Hasruddin Dute
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v18i2.1999

Abstract

Penelitian ini berkaitan dengan Masjid Jami 'sebagai masjid pertama di Jayapura yang eksistensinya bukan saja sebagai sarana tempat ibadah kaum muslimin namun juga sebagai pencetus berdirinya sekolah dibawah lembaga pendidikan formal Ma'arif NU Papua. masjid ini masih ada hingga sekarang yang hadir sebagai bagian dari sejarah Islam yang ada di provinsi Papua, khususnya di Kota Jayapura yang ada sejak pra kemerdekaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan kehadiran masjid Jami sebagai masjid pertama di Kota Jayapura dan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan Islam di dalam masyarakat di kota Jayapura. Sebagai pencetus berdirinya sekolah formal Ma'arif NU Papua. juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan bagi generasi sekarang dan akan datang tentang peran masjid sebagai lembaga pendidikan di dalam mempertahankan persatuan dalam kerangka kehidupan berbangsa melalui lembaga lembaga pendidikan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan sejarah. Metode penelitian observasi observasi dan wawancara mendalam dengan narasumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Masjid Jami NU Jayapura sebagai tempat ibadah dalam bentuk masjid yang pertama yang ada di kota Jayapura. Berdiri tahun 1943 sebelum Indonesia merdeka. Walau diawal kehadirannya bukan sebagai masjid, melainkan sebagai gudang yang kemudian difungsikan sebagai tempat ibadah oleh buruh yang bekerja di pelabuhan kapal dekat masjid Jami '. Di samping sebagai masjid jami sebagai tempat ibadah,
Eksistensi guru fiqih dalam menginternalisasikan nilai-nilai tasamuh dalam bermadzhab Ratih Ratih
Tarbawi : Jurnal Pendidikan Islam Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/tarbawi.v18i2.2034

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji mengenai peran guru fiqih dalam menumbuhkan nilai tasamuh dalam bermadzhab serta upaya-upaya yang dapat dilakukannya. Menggunakan metode library research atau menjadikan buku-buku atau jurnal ilmiah dan tulisan lain yang relevan dengan objek penelitian sebagai sumber dalam penelitian ini.Hasil kajian penelitian ini menunjukan bahwa seorang guru fiqih memiliki peran dalam menginternalisasikan nilai tasamuh bermadzhab pada diri peserta didik. Dikarenakan guru fiqih menjadi sumber utama dalam pembelajaran fiqih itu sendiri. Adapun upaya yang dapat dilakukan guru fqih yaitu dengan menggunakan buku-buku fiqih 4 madzhab yang sudah ada sebagai referensi tambahan dalam pembelakaran, mengembangkan bahan ajar berupa modul yang berisi materi fiqih perspektif 4 madzhab dan mengadakan kegiatan-kegiatan lain yang sekiranya dapat meningkatkan keberhasilan dalam menginternalisasikan nilai tasamuh pada diri peserta didik.