cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
DIKLUS: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah
ISSN : 0854896X     EISSN : 26859637     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 155 Documents
PELATIHAN PENGEMBAGAN KARAKTER ANAK BAGI GURU TK DI UPT PENDIDIKAN KECAMATAN NGAGLIK KABUPATEN SLEMAN Ariefa Efianingrum; Farida Hanum; Arif Rohman; Joko Sri Sukardi; Murtamadji Murtamadji; Ebni Sholikhah
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.811 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v3i2.26789

Abstract

Globalisasi membuat dunia semakin terbuka dan berdampak pada semakin mudahnya pertukaran budaya yang belum tentu sesuai dengan konteks masyarakat Indonesia. Sayangnya guru dinilai belum berhasil dalam mengembangkan karakter anak dalam mentransformasikan budaya bangsa karena dinilai lebih focus pada materi pelajaran. Untuk itu, keterampilan pengembangan karakter anak diperlukan para guru agar tidak hanya menciptakan anak yang cerdas namun juga berkarakter. Program pelatihan dipilih sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru-guru TK se Kecamatan Ngaglik Sleman sebagai upaya mengembangkan karakter anak di lingkungan sekolah. Pelatihan dilakukan dengan cara penyampaian materi dan action plan. Keberhasilan pelatihan dievaluasi menggunakan model Ralph W. Tyler yang berorientasi pada tujuan. Tujuan dari pelatihan adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru terhadap pengembangan karakter anak. Pre-test dan post-test digunakan untuk mengukur peningkatan pengetahuan guru terhadap pengembangan karakter anak. Sedangkan evaluasi terhadap action plan dilakukan dengan melihat catatan yang diserahkan para guru kepada tim PPM. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan Guru TK terhadap pengembangan karakter anak rata-rata 21.81 poin. Sedangkan action plan menunjukkan peningkatan keterampilan guru dari cara-cara yang digunakan dalam mengembangkan karakter anak
CONTRIBUTION OF LEARNING ORIENTATION AND PARENT SOCIO-ECONOMIC STATUS ON THE RESULTS OF SEWING TRAINING PARTICIPANTS IN BALAI LATIHAN KERJA DAN PENGEMBANGAN PRODUKTIVITAS (BLKPP) YOGYAKARTA Suci Hari Mulyani
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.085 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v3i2.27530

Abstract

Vocational training is an effort to increase productivity and create jobs. In the education process there are factors that influence learning outcomes, including learning orientation and socioeconomic status of parents. This research is a correlational research using survey method with instruments using questionnaires and observation test values. The research subjects used were 31 participants in the skills training program at (BLKPP) Yogyakarta. Data analysis technique uses F test at 5% significance level. The results of the first correlation coefficient are obtained r count = 0.436 R (0.05) (30) = 0.296, so it can be concluded that there is a relationship between learning orientation towards learning outcomes of trainees. The results of the second correlation coefficient obtained r count value (0.574) r table (0.05) (30) (0.296) so that it can be concluded that there is a relationship between the socio-economic status of parents and the learning outcomes of trainees. The results of multiple regression analysis showed that the value of F calculated 7.109 F table (3.32) at a significance level of 5%, so it can be concluded that there is a relationship between learning orientation and socio-economic status of parents on the learning outcomes of skills training participants in BPLKPP Yogyakarta.
Pembelajaran Diversifikasi Produk Olahan Bagi Pengrajin Emping Melinjo Entoh Tohani; Hiryanto Hiryanto; RB. Suharta; Iis Prasetyo
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.397 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v3i2.27151

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengembangkan kemampuan diversifikasi produk olahan berbasis potensi local bagi perempuan pengrajin emping melinjo sebagai upaya untuk memberdayaan kelompok dan warga masyarakat. Kemampuan diversifikasi ini perlu dikembangkan karena kelompok belum mampu mengembangkan produk bernilai jual tinggi dan meningkatkan kebermanfaatan usaha kelompok. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan dengan tahapan pengkajian isu, perencanaan, pengimplementasian tindakan, dan refleksi. Tindakan berupa pembelajaran vokasional kepada para anggota kelompok di Desa Kalirejo,Kulon Progo. Data dikumpulkan dengan wawancara dan observasi dan dianalisis secara kualitatif yaitu direduksi, disajikan dan ditarik kesimpulan. Teknik keabsaha data dilakukan dengan pengamatan perpanjangan dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan yang diberikan kepada kelompok sasaran memberikan perubahan positif berupa mereka dapat memiliki kesadaran untuk lebih inovatif dan memiliki pengetahuna dan keterampilan dalam produksi diversifikasi produk olahan berbasis potensi local. Oleh karenanya, tindakan berkesimbungan dan relevan perlu dilaksanakan kembali di masa depan dengan menyediakan fasilitas yang memadai.Kata kunci: pembelajaran, diversifikasi, perempuan, produk AbstractThis study aimed to develop the ability to diversify processed products based on local potential for women “emping melinjo” craftsmen in an effort to empower groups and community members. This diversification ability needs to be developed because the group has not been able to develop high-value-selling products and increase the usefulness of group businesses. This research was an action research with the stages of the study of issues, planning, implementing actions, and reflection. The action was in the form of vocational learning to group members in Kalirejo Village, Kulon Progo. Data collected by interview and observation and analyzed qualitatively that is reduced, presented and drawn conclusions. The validity of the data was done by observing the extension and triangulation. The results showed that the actions given to the target group gave positive changes in the form they could have an awareness to be more innovative and have knowledge and skills in the production of diversified products based on local potential. Therefore, relevant and relevant actions need to be implemented again in the future by providing adequate facilities.Keywords: learning, diversification, women, products
UPAYA MEWUJUDKAN LANSIA TANGGUH MELALUI BINA KELUARGA LANSIA (STUDI DESKRIPTIF DI BKL KECUBUNG) Bigi Pangestuti
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.987 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v3i2.27535

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan upaya mewujudkan lansia tangguh di BKL Kecubung, peran kader dan keluarga lansia, faktor pendukung dan penghambat, serta hasil kegiatan lansia tangguh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subyek penelitian ini pengelola BKL Kecubung, narasumber, lansia dan keluarganya. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah analisis kualitatif oleh Milles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkanupaya mewujudkan lansia tangguh meliputi perencanaan, pelaksanaan dan penilaian. Kader BKL Kecubung berperan di dalamdan luar kegiatan. Faktor pendukungnya adalah semangat lansia, kaderaktif dan ramah, kepercayaan pemerintah setempat, dukungan mitra. Faktor penghambatnya adalah keterbatasan sarana prasarana, kondisi fisik lansia, keterbatasan pendanaan, kondisi geografi, dan kurangnya partisipasi keluarga. Hasil kegiatan adalah muncul kebiasaan positif, memiliki kegiatan mengasah ingatan, harapan menikmati usia tuanya dengan kemandirian, dan terjalin hubunganyang baik. Kata kunci: bina keluarga lansia, lansia, kader, keluarga AbstractThis study aims to describe efforts to create resilient elderly people in BKL Kecubung, the role of cadres and elderly families, supporting and inhibiting factors, and the results of resilient elderly activities. This research is a qualitative research with descriptive method. The subjects of this study were the managers of the BKL Kecubung, resource persons, the elderly and their families. Data collection techniques by observation, interview and documentation. The technique used in data analysis is qualitative analysis by Milles and Huberman, namely data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of the study show that efforts to create resilient elderly people include planning, implementation and evaluation. BKL cadres play a role in and outside the activity. Supporting factors are the spirit of the elderly, active and friendly cadres, trust of local government, partner support. The inhibiting factors are limited infrastructure, the physical condition of the elderly, limited funding, geographical conditions, and lack of family participation. The results of these activities are positive habits that appear, have activities to hone memories, hope to enjoy old age with independence, and established good relationships. Keywords: elderly family development, elderly, cadres, family
Pemanfaatan Sumber Energy Setempat Guna Pengadaan PLTA (Micro-Hydro) Berbasis Partisipasi Masyarakat Hikmah Kurrota 'Ainin
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.589 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v3i1.24849

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji keterlibatan masyarakat lokal dalam pengembangan desa Sidoluhur dan merumuskan model pengembangan desa wisata yang mengedepankan partisipasi masyarakat lokal. Penelitian dalam tulisan ini dilakukan di desa Sidoluhur Kecamatan Godean, Sleman, DIY. Pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur, wawancara mendalam dan observasi non-partisipan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Tulisan ini menunjukkan bahwa pengembangan desa Sidoluhur yang melibatkan masyarakat lokal dalam setiap proses namun hanya antusias dalam tataran perencanaan. Disini peran pemerintah dibutuhkan, bila mengacu pada pendekatan tata kelola pemerintah yang bersih dan berkelanjutan peran pemerintah diharapkan menjadi fasilitator dengan memberikan peran dan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat lokal. Diperlukan kemauan politik pemerintah untuk mengurangi perannya dalam pengembangan desa wisata dengan membuka ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi. 
Partisipasi Pemuda dalam Pengembangan Rintisan Destinasi Wisata di Desa Sidoluhur, Godean, Sleman Rahmat Dwi Sanjaya; Iis Prasetyo
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.12 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v3i1.24830

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai penyebab kurangnya partisipasi pemuda serta upaya guna meningkatkannya dalam pengelolaan rintisan destinasi wisata di Desa Sidoluhur. Partisipasi menjadi salah satu aspek penting dalam sebuah program pengembangan di masyarakat. Minimnya partisipasi masyarakat khususnya pemuda dalam pengembangan rintisan destinasi wisata di Desa Sidoluhur menyebabkan proses pengembangan berjalan kurang optimal. Hasil temuan dari artikel ini berasal dari informasi dan data yang dikumpulkan peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan Focus Grup Discussion (FGD). Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dan dikonstruksikan menjadi kesimpulan-kesimpulan yang merupakan temuan dalam penelitian ini. Dalam artikel ini, dibahas mengenai faktor-faktor apa saja yang melatarbelakangi kurangnya partisipasi pemuda serta upaya-upaya yang telah dilakukan pengelola guna meningkatkan partisipasi pemuda dalam pengelolaan pengembangan rintisan destinasi wisata di Desa Sidoluhur.
Kolaborasi Pendidikan Nonformal, Informal, dan Formal dalam Pendidikan Pemuda di Daerah Istimewa Yogyakarta Alfin Julianto
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.679 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v3i1.24644

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses kolaborasi tiga jenis pendidikan (formal, informal, dan nonformal) pada program pendidikan kepemudaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Sumber data diperoleh dari proses wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yaitu: Pertama, pendekatan kolaborasi antara komunitas pemuda desa, orang tua, sekolah formal, dan masyarakat untuk mendukung serta berpartisipasi dalam membentuk lingkungan belajar yang dapat mendidik para pemuda di Dusun Munengan Desa Sidoluhur. Kedua, kolaborasi tiga jenis pendidikan dapat mewujudkan situasi  informal learning di Dusun Munengan Desa Sidoluhur melalui organisasi kepemudaan yaitu karang taruna dan remaja islam masjid. Ketiga, kegiatan kepemudaan yang ada di Dusun Munengan Desa Sidoluhur memiliki manfaat yang baik bagi pemuda untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan berorganisasi dan berpartisipasi aktif di masyarakat yang sifatnya nonformal dan informal, serta memberikan wadah bagi pemuda untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang produktif. 
Peran Agen Perubahan Sebagai Pelaku Pembangunan dalam Pengembangan Kelompok Sosial di Wisata Desa Sidoluhur Irawan Syarifuddin Daher
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.996 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v3i1.24842

Abstract

Potensi daerah dianggap tidak memiliki nilai ekonomis oleh masyarakat. Upaya penyadaran tentang manfaat potensi daerah sebagai objek wisata oleh agen paerubahan menghadirkan rekasi masyarakat berupa dukungan dan resistensi. Peran agen perubahan sebagai matarantai komunikasi antara dua atau lebih sistem sosial. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif. Hasil yang ditemukan yaitu bahwa strategi awal dalam merintis desa wisata Sidoluhur menggunakan pendekatan ekonomi. Strategi ekonomi diterapkan dengan tujuan agar kelompok dapat secara mandiri membiaya seluruh kegiatan operasionalnya dari hasil usaha yang dilakukan oleh kelompok. Tujuan akhir agen perubahan adalah menciptakan agen perubahan baru.
Andragogi Dan Teori Modal Sosial Untuk Pengembangan Sumber Daya Manusia Pada Kelompok Usaha Mandiri Hanifah Fitria Azizah; Entoh Tohani
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.768 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v3i1.24824

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk  mendeskripsikan kontribusi Andragogi, pembelajaran mandiri, dan teori modal sosial dalam hubungan antara belajar orang dewasa dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam sebuah kelompok usaha mandiri dan pelaksanaan proses kelompok usaha mandiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif  kualitatif. Alat yang digunakan untuk  menggumpulkan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun tehnik analisis data dilakukan dengan cara  pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. perspektif dari andragogi, pembelajaran individual, teori modal sosial sebagai kontribusi untuk diskusi pada hubungan antara teori belajar orang dewasa dan sumber daya manusia pada kelompok usaha mandiri. Pada teori andragogi dan modal sosial menawarkan kontribusi untuk mengubah tempat kerja tradisional ke dalam lingkungan belajar yang kondusif, menekankan pentingnya jaringan sosial, kemitraan, kolaborasi, interaksi, dan berbagi pengetahuan. Modal sosial menyediakan jaringan hubungan yang bermakna yang membantu mengintegrasikan ke dalam lingkungan kerja sehari-hari belajar.  Hasil proses pengembangan sumber daya manusia pada kelompok usaha mandiri (KUM)  yang diperoleh  pertama perencanaan mulai dari penyadaran dan pembentukan organisasi. Kedua  pelaksanaan  dan pemanfaatan bahan baku lokal. Ketiga  evaluasi. Keempat pendampingan untuk keberlanjutan inovasi program dan kendala yang dialami minimnya alat produksi yang bersumber dari keterbatasan modal dikarenakan keterbatasan dalam mengoptimalkan fungsi kemitraan.  
GAMBARAN MOTIVASI ORANG TUA MENYEKOLAHKAN ANAK PADA KELUARGA PETANI DIJORONG DAMAGADANG TANJUNG SANI KABUPATEN AGAM Rheny Guchi ERNIATI
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.579 KB) | DOI: 10.21831/diklus.v3i1.24887

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berhasilnya pendidikan anak pada keluarga petani yang diduga berhubungan dengan motivasi orang tua dalam menyekolahkan anaknya. Tujuan penelitian ini adalah mendeksripsikan motivasi orang tua dalam menyekolahkan anak pada keluarga petani secara intrinsik dan ekstrinsik di Jorong Dama Gadang Nagari Tanjung Sani Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh warga masyarakat yang bekerja sebagai petani yang ada di Jorong Dama Gadang Nagari Tanjung Sani Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam sebanyak 130 orang, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 33 orang yang diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner, dan teknik analisis yang digunakan adalah persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi orang tua dalam menyekolahkan anaknya secara intrinsik menunjukan angka tertinggi dan motivasi ekstrinsik juga tinggi.   

Page 6 of 16 | Total Record : 155