cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
DIKLUS: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah
ISSN : 0854896X     EISSN : 26859637     DOI : 10.21831
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 155 Documents
Integrasi Life Skills berbasis Andragogi untuk Meningkatkan Kesiapan Kerja di LKP Cheerful Gallo, Noki Wafii Mazaya De; Hilmi, Muhammad Irfan; Fajarwati, Linda; Sintiawati, Nani; Mutaqin, Ali
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v9i2.80959

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi life skills dalam program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) English for Guide di LKP Cheerful guna meningkatkan kesiapan kerja peserta. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap alumni dan pengelola lembaga di LKP Cheerful, Banyuwangi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini secara efektif mengembangkan empat komponen life skills meliputi kecakapan personal, sosial, akademik, dan vokasional. Pengembangan kecakapan tersebut berdampak langsung pada peningkatan enam aspek kesiapan kerja lulusan, yaitu tanggung jawab, fleksibilitas, keterampilan teknis, komunikasi, pandangan diri, serta kesadaran kesehatan dan keselamatan kerja. Peningkatan signifikan ditemukan pada kepercayaan diri dan kemampuan adaptasi alumni di lingkungan kerja pariwisata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kurikulum berbasis industri dan pendekatan pembelajaran orang dewasa sangat krusial dalam menekan angka pengangguran. Implikasinya, model integrasi ini dapat menjadi acuan bagi lembaga pendidikan nonformal dalam merancang program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) Kata Kunci: life skills, kesiapan kerja, english for guide, pendidikan nonformal   Andragogy-Based Life Skills Integration to Improve Work Readiness at LKP Cheerful Abstract This study aims to analyze the integration of life skills within the English for Guide Vocational Education Program (PKK) at LKP Cheerful to enhance trainees' job readiness. A qualitative descriptive method was employed, with data gathered through interviews, observations, and documentation involving alumni and the institution's management in Banyuwangi. The findings reveal that the program effectively develops four life skill components: personal, social, academic, and vocational skills. These components directly contribute to improving six aspects of job readiness: responsibility, flexibility, technical skills, communication, self-view, and health and safety awareness. Significant improvements were observed in the graduates' self-confidence and adaptability within the tourism work environment. The study concludes that strengthening industry-based curricula and adult learning approaches is crucial for reducing unemployment. The implication is that this integration model serves as a reference for non-formal education institutions in designing training programs aligned with industrial needs. Keywords: life skills, job readiness, english for guide, non-formal education
Evaluasi Belajar Pelatihan Pemandu Wisata Gunung di Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia Mukhlis, Rahman; Hiryanto
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v9i1.86162

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi belajar pelatihan pemandu wisata gunung di Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia. Evaluasi difokuskan kepada hasil belajar yang didapatkan peserta saat mengikuti pelatihan pemandu wisata gunung dengan membandingkan hasil pre test dan post test. Evaluasi belajar merupakan evaluasi tahap kedua dalam model evaluasi Kirkpatrick. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik dalam pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatnya kompetensi pemandu wisata gunung yang ditandai dengan meningkatnya nilai 22 orang peserta dari 30 peserta dengan peningkatan rata-rata kenaikan nilai pengetahuan peserta pelatihan sebesar 10,27 dari nilai pre test 52,40 (D/kurang) menjadi nilai post test 62,67 (C/cukup) . Namun, ditemukan beberapa catatan evaluasi pelatihan yaitu modul pelatihan yang tidak terstruktur, kurang efektifnya peran instruktur dalam mengelola kegiatan pembelajaran serta kurangnya motivasi dan partisipasi peserta pelatihan. Evaluasi ini diharapkan menjadi rekomendasi bagi Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia dalam menyelenggarakan program pelatihan pemandu wisata gunung yang berkualitas. Kata Kunci: evaluasi pelatihan, pemandu wisata gunung, APGI, pelatihan berbasis kompetensi, Kirkpatrick   Evaluation of Mountain Tour Guide Training at the Indonesian Mountain Guide Association   Abstract This study aims to determine the learning evaluation of mountain   guide training  at the Indonesian Mountain Guide Association. The evaluation focuses on the learning outcomes obtained by participants when participating in mountain guide training by comparing the results of the pre-test and post-test. Learning evaluation is the second stage of evaluation in the Kirkpatrick evaluation model. The approach in this study uses a qualitative approach. The technique in data collection uses interview techniques, observation and documentation. Data analysis is carried out through the stages of data collection, data reduction, data presentation and data conclusions. The results of the study showed that the increase in the competence of mountain tour guides was marked by an increase in the scores of 22 participants out of 30 participants with an average increase in the knowledge score of training participants of 10.27 from a pre-test score of 52.40 (D/less) to a post-test score of 62.67 (C/sufficient). However, several notes were found in the training evaluation, namely unstructured training modules, the ineffective role of instructors in managing learning activities and the lack of motivation and participation of training participants. This evaluation is expected to be a recommendation for the Indonesian Mountain Guide Association in organizing quality mountain tour guide training programs. Keywords: training evaluation, mountain tour guide, APGI, competency-based training, Kirkpatrick
Pemberdayaan Lingkungan: Keterampilan Kecakapan Hidup di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat dalam Pengelolaan Limbah Kayu Fuadi, Debi S.; Ismawati, Dwi
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v9i2.88992

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi program pendidikan kecakapan hidup di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bhina Swakarya, dengan fokus pada pengelolaan limbah kayu, serta dampaknya terhadap peningkatan keterampilan dan kualitas hidup peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan logic model, yang terdiri dari empat komponen utama: input, proses, output, dan outcome. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pendidikan kecakapan hidup di PKBM Bhina Swakarya berhasil meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengolah limbah kayu, serta meningkatkan pengetahuan dan sikap mereka terhadap pengelolaan sumber daya lokal. Outcome jangka panjang mencakup peningkatan kualitas hidup, peningkatan pendapatan, dan kontribusi positif terhadap masyarakat sekitar. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa pendidikan kecakapan hidup yang terintegrasi dengan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan kreatif dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi peserta didik. Kata Kunci: pendidikan kecakapan hidup, pusat kegiatan belajar masyarakat, pengelolaan limbah kayu, pemberdayaan masyarakat   Environmental Empowerment: Life Skills in Community Learning Centers in Wood Waste Management   Abstract This study aims to explore the implementation of life skills education programs at the Bhina Swakarya Community Learning Center (CLC), with a focus on wood waste management and its impact on improving the skills and quality of life of students. The research method used is a qualitative method with a logic model approach, which consists of four main components: input, process, output, and outcome. Data was collected through in-depth interviews, observations, and document analysis. The results of the study indicate that the life skills education program at PKBM Bhina Swakarya has successfully improved the skills of participants in processing wood waste, as well as enhancing their knowledge and attitudes toward the management of local resources. Long-term outcomes include improved quality of life, increased income, and positive contributions to the surrounding community. This study implies that life skills education integrated with environmental management and creative empowerment can provide significant benefits for students. Keywords: life skills education, community learning center, wood waste management, community empowerment
Metode Pelatihan E-Learning dalam Pengembangan Kinerja Peserta di Balai Diklat KKB Jember Sintiawati, Nani; Imsiyah, Niswatul; Dethan, Jessica Rachel
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v9i2.93079

Abstract

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode pelatihan e-learning dalam pengembangan kinerja peserta pelatihan di Balai Diklat KKB Jember. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, studi dokumen, dan focus group discussion yang melibatkan 20 partisipan terdiri dari peserta pelatihan, instruktur, pengelola sistem, dan pejabat struktural. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa implementasi e-learning merupakan proses kompleks yang melibatkan interaksi dinamis antara aspek teknologi, pedagogi, dan karakteristik peserta. Temuan menunjukkan disparitas dalam akses infrastruktur, variasi kemampuan adaptasi teknologi peserta, dan keterbatasan dalam pemanfaatan fitur kolaboratif Learning Management System.  kinerja bervariasi pada setiap aspek, dimana e-learning lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman teoritis namun kurang optimal dalam pengembangan keterampilan praktis. Penelitian ini menyoroti perlunya pendekatan yang lebih terpadu dan kontekstual dalam mengimplementasikan e-learning dengan mempertimbangkan keragaman karakteristik peserta dan kebutuhan spesifik pekerjaan. Kata Kunci: e-learning, kinerja, metode, pendidikan dan pelatihan   E-Learning Training Methods in Participant Performance Development at the KKB Jember Training Center    Abstract This qualitative study aims to describe the implementation of e-learning training methods in the development of trainees’ performance at the KKB Training Center in Jember. The study adopts a case study approach, with data collected through in-depth interviews, participant observation, document analysis, and focus group discussions involving 20 participants consisting of trainees, instructors, system administrators, and structural officials. The findings reveal that the implementation of e-learning is a complex process involving dynamic interactions among technological, pedagogical, and participant-related aspects. The results indicate disparities in infrastructure access, variations in participants’ technological adaptability, and limitations in the utilization of collaborative features of the Learning Management System. Training performance varies across different aspects, with e-learning being more effective in enhancing theoretical understanding but less optimal in developing practical skills. This study highlights the need for a more integrated and contextualized approach to implementing e-learning by taking into account the diversity of participant characteristics and specific job-related needs. Keywords: e-learning, performance, methods, education and training
Transformasi Pendidikan Literasi Digital Lansia: Dari Akses Teknologi menuju Pemberdayaan Konstekstual Tjiptasari, Fitriana; Azizah, Rahmah N.
Diklus: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diklus.v9i2.94746

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi dinamika strategi pendidikan literasi digital bagi lansia di tengah tuntutan masyarakat digital yang inklusif. Pendekatan yang dilakukan adalah mixed-methods systematic review yang mengintegrasikan analisis bibliometrik dan Systematic Literature Review (SLR). Berasal dari basis data Scopus, Dimensions, dan Google Scholar penelitian ini mengambil 45 artikel empiris dari tahun 2015–2025. Studi ini mengungkap sebuah evolusi paradigma yang signifikan. Temuan menunjukkan terdapat pergeseran fokus riset dari sekadar isu kesenjangan akses (digital divide) dan keterampilan komputer dasar, menuju tema-tema pemberdayaan seperti literasi kesehatan digital, kesejahteraan siber (cyber wellness), dan gamifikasi. Sintesis tematik merumuskan empat pilar strategi efektif, yakni (1) pedagogi humanistik sebagai fondasi psikologis; (2) pembelajaran kolaboratif lintas generasi; (3) materi kontekstual yang relevan dengan kehidupan lansia; dan (4) lingkungan belajar inklusif. Studi ini menyimpulkan bahwa literasi digital lansia tidak boleh lagi dipandang sebagai transfer keterampilan teknis semata, melainkan sebagai proses pemberdayaan yang membutuhkan dukungan psikososial dan pendekatan yang berpusat pada makna. Kata Kunci: literasi digital, pedagogis; tinjauan sistematis; pemberdayaan; pendidikan orang dewasa   Transformation of Digital Literacy Education for Older Adults: From Technology Access to Contextual Empowerment   Abstract This study explores the dynamics of digital literacy education strategies for older adults within the demands of an inclusive digital society. The research employs a mixed-methods systematic review that integrates bibliometric analysis and Systematic Literature Review (SLR). Drawing from the Scopus, Dimensions, and Google Scholar databases, this study examines 45 empirical articles published between 2015–2025. The findings reveal a significant paradigm shift. Research focus has evolved from mere issues of access (digital divide) and basic computer skills toward empowerment-oriented themes such as digital health literacy, cyber wellness, and gamification. Thematic synthesis formulates four pillars of effective strategy: (1) humanistic pedagogy as a psychological foundation; (2) cross-generational collaborative learning; (3) contextualized materials relevant to the daily lives of older adults; and (4) inclusive learning environments. The study concludes that digital literacy for older adults should no longer be viewed merely as a transfer of technical skills, but rather as an empowering process that requires psychosocial support and a meaning-centered approach. Keywords: digital literacy, pedagogical, systematic review, empowerment, adult education