cover
Contact Name
Rinto Manurung
Contact Email
pedontropika@untan.ac.id
Phone
+6285249321249
Journal Mail Official
pedontropika@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Jendral Ahmad Yani Pontianak. Telp. (0561) 740191 Fax (0561) 740191
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan
ISSN : 2443101X     EISSN : 25799800     DOI : https://10.26418/pedontropika
Core Subject : Agriculture,
Research and study in soil science and other fields related, include : Soil physics and conservation Soil chemistry and fertility, Soil biology and biotechnology Clay mineralogy Plant nutrient Pedogenesis Geology and Mineralogy Soil survey and classification Soil reclamation and remediation Soil and Water Quality
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2024): Agustus" : 6 Documents clear
Pengaruh Kombinasi Volume Effluent Peternakan Sapi dan Takaran Pupuk Anorganik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea Mays Saccharata Sturt L.) Nuralam, Rizki; Permana, Indra; Sunarya, Yaya
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 10, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v10i2.83890

Abstract

Effluent dapat memberikan dampak positif maupun negatif terhadap lingkungan. Dampak negatif pada lingkungan disebabkan oleh polutan organik sedangkan dampak positif sebagai sumber unsur hara. Penelitian ini dilakuan untuk mengetahui kombinasi volume effluent peternakan sapi dan takaran pupuk anorganik terhadap petumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Percobaan dilaksanakan di lahan peternakan Mifama farm yang terletak di Kelurahan Ciherang, Kecamatan Cibereum, Kota Tasikmalaya dari bulan Februari sampai bulan April 2024. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 kombinasi perlakuan, A = Effluent 0% kapasitas lapang + 300 kg/ha Urea + 150 kg/ha SP36 + 100 kg/ha KCl, B = Effluent 100% kapasitas lapang, C = Effluent 100% kapasitas lapang + 225 kg/ha Urea + 112,5 kg/ha SP36 + 75 kg/ha KCl, D = Effluent 100% kapasitas lapang + 150 kg/ha Urea + 75 kg/ha SP36 + 50 kg/ha KCl, E = Effluent 50% kapasitas lapang + 225 kg/ha Urea + 112,5 kg/ha   SP36 + 75 kg/ha KCl, F = Effluent 50% kapasitas lapang + 150 kg/ha Urea + 75 kg/ha SP36 + 50 kg/ha KCl diulang sebanyak 4 kali. Kombinasi volume effluent peternakan sapi dan takaran pupuk anorganik berpengaruh terhadap panjang tongkol tanpa kelobot, berat tongkol berkelobot per tanaman dan berat tongkol tanpa kelobot per tanaman. Tapi tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang dan diameter tongkol tanpa kelobot. Kombinasi effluent peternakan sapi 50% kapasitas lapang dan takaran pupuk anorganik 150 kg/ha Urea + 75 kg/ha SP36 + 50 kg/ha KCl berpengaruh paling baik terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis.  
Analisis Beberapa Sifat Kimia Tanah Ultisol pada Lahan Kelapa Sawit di Desa Kelompu Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau Dinata, Marta; Sulakhudin, Sulakhudin; Agustine, Leony
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 10, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v10i2.83118

Abstract

Oil Palm Plants (Elaeis guineensis Jacq.) are one type of plantation crop that occupies an important position in the agricultural sector in general, and the plantation sector in particular. Oil palm can grow in Ultisol soil which has a low fertility level. The characteristics of the elements in the soil greatly influence the characteristics of the elements in the plants that grow on it, so that the content of essential and non-essential elements that are deficient or excessive in plant tissue will reflect the content of the elements in the soil. The aim of this research is to analyze the nutrients magnesium, calcium and sodium as well as the soil base saturation of ultisol on oil palm land in Kelompu Village, Kembayan District, Sanggau Regency. The method used in this research is the survey method and soil sampling using the grid system method. The observation point represents a land area of 1,000 x 1,000 m or 10 ha. Soil samples or specimens are taken at a depth of 0-30 cm in a composite manner for the purpose of analyzing the chemical properties of the soil. Oil palm fields in Ultisol soil for all locations have almost the same soil chemical properties of magnesium, calcium and sodium, that is, they tend to have chemical properties that are classified as low class.
Evaluasi Kesesuaian Lahan Sawah Tadah Hujan Untuk Tanaman Padi Di Desa Empodis Kecamatan Bonti Kabupaten Sanggau Farizi, Kahfi Al; Hazriani, Rini; Alhadad, Abdul Mujib
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 10, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v10i2.83184

Abstract

Lahan sawah tadah hujan adalah lahan sawah yang sumber perairannya tergantung atau berasal dari curah hujan. Desa Empodis terletak di Kecamatan Bonti Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat memiliki luas lahan sawah tadah hujan ± 2.153 ha, Umumnya komoditi yang terdapat di Kabupaten Sanggau ini adalah padi sawah namun produksi padi sawah di Desa Empodis masih memberikan hasil yang tergolong rendah bagi masyarakat petani. Produktivitas padi di lahan sawah tadah hujan sangat rendah karena memiliki kadar hara N, P, K dan bahan organik rendah oleh karena itu di perlukan informasi potensi lahan dan pengelolaan lahan.. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui sub kelas kesesuian lahan tanaman padi di lokasi penelitian Desa Empodis Kecamatan Bonti Kabupaten Sanggau dengan faktor-faktor pembatas kesesuaian lahan untuk tanaman padi. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah penentuan titik-titik pengamatan dengan sistem grid 200 m x 200 m dengan jumlah 16 titik pada lahan seluas 100 ha yang setiap titik pengamatan mewakili 6.25 ha. Lokasi penelitian memiliki 2 jenis tanah yaitu Typic Dystrudepts dan Aquic Dystrudepts yang tergolong dalam 3 satuan lahan yaitu satuan lahan dengan luas keseluruhan kurang lebih 100 ha, Sifat kimia tanah pada lokasi penelitian memiliki pH masam, KTK tanah sedang, kejenuhan basa rendah, C-organik tinggi, kandungan nitrogen sedang, phosfor sangat tinggi dan K-tukar yang rendah. Dengan upaya perbaikan, maka kelas kesesuaian lahan potensial pada setiap satuan lahan yaitu 1,2 dan 3 memiliki kelas S1 dengan luasan 100 ha atau seluruh dari wilayah penelitian.
Analisis Daya Dukung Lingkungan Berdasarkan Evaluasi Kemampuan Lahan sebagai Landasan Pengelolaan Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat Nuriman, Muhammad; Adelina, Winna; Alkadrie, Rachmad Hafiz Zulfifar
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 10, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v10i2.82863

Abstract

The utilization of land that is not aligned with its environmental carrying capacity is a significant issue in Indonesia. One affected sector is oil palm plantations, which covered an area of 16.38 million hectares in 2019. However, the government policy through Presidential Instruction Number 8 of 2018 halted this expansion. This policy also applies to independent farmers who must adhere to the principles and criteria of the RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil), including practices to maintain soil fertility, control erosion and soil degradation, and plan development locations based on soil surveys. This study aims to evaluate the land capability of independent oil palm plantations in Sintang Regency. The methods used include soil surveys and land evaluation with the collection of soil morphology data and soil type classification. The study results show significant differences between the soil type map data issued by BBSDLP in 2010 and field verification results. Land evaluation identified four different soil units, each requiring specific management based on limiting factors such as plant root penetration, water excess, soil texture, slope gradient, and waterlogging. Proper land management includes soil and water conservation techniques, cover cropping, liming, and good drainage. Water management on peatlands must also consider environmental aspects to prevent ecosystem damage. With proper evaluation and management, land productivity can be sustainably increased.
Prediksi Erosi dengan Metode USLE pada Perkebunan Kelapa Sawit Masyarakat di Kecamatan Anjongan Kabupaten Mempawah Pratiwi, Mega; Suryadi, Uray Edi; Agustine, Leony
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 10, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v10i2.83234

Abstract

 Erosi menyebabkan hilangnya lapisan tanah yang subur dan baik untuk pertumbuhan tanaman serta berkurangnya kemampuan tanah untuk menyerap dan menahan air.  Lokasi penelitian yakni di perkebunan kelapa sawit masyarakat Desa Anjongan Dalam, Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah.  Pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit di lokasi penelitian dilakukan dengan cara tebang bakar dan dikelola dengan tidak melakukan tindakan konservasi dan tidak memperhatikan faktor lingkungan. Akibatnya kerusakan dan menurunnya produktivitas tanah, yang erat kaitannya dengan erosi.  Penelitian ini bertujuan untuk  memprediksi besarnya erosi dengan metode USLE, erosi yang diperbolehkan dan tingkat bahaya erosi.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini dihitung menggunakan metode USLE dengan mengetahui nilai dari faktor R, K, L, S, C dan P yang merupakan faktor penyebab terjadinya erosi pada areal perkebunan kelapa sawit di lokasi penelitian. Kemudian nilai prediksi erosi dibandingkan dengan nilai erosi yang diperbolehkan yang akhirnya perlu dilakukan tindakan konservasi tanah yang direkomendasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lokasi penelitian memiliki nilai prediksi erosi (A) tertinggi sebesar 515,73 ton/ha/thn dan nilai prediksi erosi (A) paling rendah sebesar 187,09 ton/ha/thn. Nilai erosi yang diperbolehkan (EDP) sebesar 53,86 "“ 74,38 ton/ha/thn. Hasil penelitian menunjukkan dua kelas tingkat bahaya erosi yaitu kelas sangat berat dan kelas berat. Kedua tingkat bahaya erosi ini memiliki nilai prediksi erosi yang jauh lebih besar dari pada erosi yang diperbolehkan sehingga perlu tindakan konservasi berupa penanaman tanaman penutup dengan kerapatan tinggi  Leguminosa Cover Crops  (LCC).  Kata Kunci:  Prediksi erosi, USLE, Kelapa Sawit
Analisis Sifat Fisika Tanah Entisol pada Kebun Kelapa Sawit di Dalam dan Luar Tanggul Lahan Pasang Surut Desa Sungai Kerawang Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya Khamidah, Siti Nur; Junaidi, Junaidi; Alhadad, Abdul Mujib
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 10, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v10i2.82423

Abstract

Faktor yang perlu diperhatikan dalam memanfaatkan lahan pasang surut ialah lama atau kedalaman genangan air banjir, keadaan lapisan tanah bawah, substratum atau endapan serta luapan pasang dari air salin atau payau. Untuk mengatasi luapan air pasang yang berlebihan di lokasi penelitian di buatlah tanggul sungai. Akan tetapi, akibat dibuatnya tanggul sungai, daerah yang berada di luar tanggul mengalami genangan air akibat luapan pasang lebih lama. Tujuan dilakukan penelitian yaitu untuk mengetahui karakteristik tanah entisol di lokasi penelitian, dan menganalisis perbedaan sifat fisika tanah entisol pada lahan pasang surut yang berada di dalam dan luar tanggul. Lokasi penelitian pada lahan kelapa sawit yang berada di dalam dan luar tanggul Desa Sungai Kerawang Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya dengan titik pengamatan sebanyak 12 titik yang menggunakan sistem transek dengan jarak antar jalur transek 100 m dan jarak dalam jalur 50 m. Hasil uji-t kedalaman muka air tanah pada saat pasang, kedalaman muka saluran pada saat pasang dan surut, dan genangan banjir berbeda nyata. Kedalaman muka air tanah pada saat surut dan variabel sifat fisika tanah seperti bobot isi, kadar air, pororsitas, permeabilitas di dalam dan luar tanggul tidak berbeda nyata. Kemantapan agregat tanah pada lokasi penelitian tergolong sangat mantap. Hasil analisi kimia menunjukkan bahwa kedalaman pirit tergolong dalam sampai sangat dalam, pH tanah tergolong sangat masam. C-Organik dan bahan organik tergolong sangat tinggi. Salinitas tanah pada lahan luar tanggul tergolong brine dan pada lahan dalam tanggul tergolong air payau

Page 1 of 1 | Total Record : 6