cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 143 Documents
KOMODIFIKASI EMPERAN RUMAH JOGLO: ADAPTASI FUNGSI GALERI SENI & RESTORAN DALAM KONTEKS URBAN YOGYAKARTA Bikram, Akram; Prihatmaji, Yulianto Purwono
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol. 13 No. 1 (2026): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v13i1.104668

Abstract

Penelitian ini mengkaji komodifikasi emperan rumah Joglo dalam adaptasi fungsi galeri seni & restoran dalam konteks urban Yogyakarta. Tujuh studi kasus dianalisis, terdiri dari empat objek galeri seni (J-A1 hingga J-A4) dan tiga objek restoran (J-B1, J-C1, dan J-C2). Fokus utama terletak pada perubahan fungsi dan material emperan, dari ruang transisi tradisional menjadi ruang semi publik yang aktif dan komersial. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi kasus, observasi lapangan, dan wawancara, ditemukan bahwa komodifikasi dipicu oleh dua faktor utama: minat pemilik (galeri seni) dan kebutuhan ekonomi (restoran). Transformasi ini mengubah karakter spasial dan visual, namun tetap mempertahankan identitas arsitektur seperti bentuk atap Joglo dan struktur kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komodifikasi emperan menjadi strategi adaptif yang menjembatani nilai budaya lokal dengan kebutuhan ruang kontemporer, sekaligus mendukung pelestarian bangunan vernakular secara berkelanjutan.
TIPOLOGI TATA RUANG DALAM RUMAH ADAT KAMPUNG MARAPU ANAKALANG Solissa, Arfie Pigan; Archiva Umbu Saki Pekulimu , Zhygit
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol. 13 No. 1 (2026): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v13i1.104857

Abstract

Kampung Adat Marapu Anakalang di Kabupaten Sumba Tengah merupakan permukiman leluhur yang merefleksikan keterjalinan kosmologi Marapu, struktur sosial, dan sistem ekonomi tradisional melalui konfigurasi bentuk serta tata ruang rumah adat. Dinamika modernisasi dan introduksi material bangunan baru, seperti penggunaan atap seng dan relokasi dapur, telah memicu transformasi fisik dan fungsional; meskipun demikian, struktur dasar tata ruang dalam yang berakar pada sistem kepercayaan dan praktik budaya lokal tetap dipertahankan sehingga menandai proses negosiasi berkelanjutan antara nilai tradisional dan kebutuhan kontemporer. Keterbatasan kajian yang secara spesifik dan komprehensif mengulas tipologi tata ruang dalam rumah adat Kampung Marapu Anakalang, baik pada dimensi vertikal maupun horizontal serta keterkaitannya dengan praktik ritual dan aktivitas keseharian, menjadi landasan utama dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi, melalui observasi partisipatif, pengukuran arsitektural, dokumentasi visual, dan wawancara semi-terstruktur dengan informan kunci, yang selanjutnya dianalisis dan direpresentasikan dalam bentuk gambar arsitektural dan deskripsi tipologis. Temuan menunjukkan bahwa secara vertikal rumah adat tersusun atas tiga lapisan utama: Lubu Penang sebagai zona bawah untuk ternak dan penyimpanan material; Padua Uma sebagai zona tengah yang mengakomodasi aktivitas domestik, sosial, dan ritual keluarga; serta lapisan atas yang meliputi Hedang, Umadalu Korung, dan Umadalu Jaga Wogu sebagai ruang penyimpanan pusaka dan lumbung pangan yang bersifat sakral. Secara horizontal, ruang-ruang seperti Baga Haga Uma, Anakajaka, Halema, Korung, Kerajialu, Baga Baha Tabung, Pinu Paotung, dan ruang penyimpanan memperlihatkan pola dasar yang serupa, namun dengan variasi konfigurasi yang merefleksikan status sosial, intensitas praktik ritual, dan strategi adaptif terhadap modernisasi.
FUTURE CITY PLANNING POLICIES: VISION OF THREE CITY LEADERS Dwidayati, Kunthi Herma; Barliana, Mokhamad Syaom Barliana Syaom; Rahmanullah, Fauzi; Mardiana, Riskha; Adhi, Nuryanto
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol. 13 No. 1 (2026): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v13i1.105286

Abstract

The broad goal of urban governance, is the ability to address issues of equality, livability and sustainability in the cities of the future. In addition, city development is also expected to become larger and more numerous, with much more complex problems such as social inequality, lack of infrastructure, mobility issues, high population density, etc. Based on those urban issues, the equality, livability and sustainability in future cities also have not yet been reflected in the implementation of governance in most cities in Indonesia. Therefore, this research aim is to compare the visions of leaders of three cities: Bandung, Semarang and Denpasar in architectural policies for urban planning with a future perspective. The research method uses quantitative content analysis of city leaders' vision and policy documents in urban planning. The study systematically identifies key indicators embedded within each city’s strategic direction. The comparative analysis is further strengthened through qualitative interpretation, enabling a deeper understanding of how each city conceptualizes long term urban transformation, spatial quality and sustainable development. Through this mixed analytical approach, the study provides insights into the similarities, differences and unique priorities that characterize future oriented urban governance in the three cities.