cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 143 Documents
SPACE SYNTAX: PENGARUH KONFIGURASI JARINGAN JALAN PADA PERGERAKAN DAN PEMANFAATAN LAHAN DI RUANG PERKOTAAN. STUDI KASUS KOTA YOGYAKARTA Yudhanta, Widi Cahya; Ikaputra, Ikaputra
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol. 12 No. 1 (2025): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v12i1.82435

Abstract

Ruang perkotaan merupakan ruang dinamis tempat di mana penghuni kota berinteraksi. Interaksi manusia dalam ruang- ruang perkotaan akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan perkotaan itu sendiri. Memahami hubungan manusia, pergerakan dan ruang perkotaan akan memudahkan melihat bagaimana ruang berkembang. Dalam sistim perkotaan Konfigurasi mempunyai pengaruh yang besar dimana bentuk dan pola jaringan jalan akan menjadi penghubung setiap ruang perkotaan. Tujuan penelitian untuk memberi pemahaman bagaimana jaringan jalan mempengaruhi pola pergerakan,penggunaan lahan serta perkembangan perkotaan. Pendekatan teori dan metode Space Syntax digunakan untuk mendapakan hasil interpretasi dan mengungkapkan hal tersebut. Hasil dari penelitian pada jaringan jalan Kota Yogyakarta mengunakan nilai NACH (Normalized Angular Choice) dan NAIN (Normalized Angular Integration) didapat hasil bahwa nilai yang sama sama tinggi pada dua nilai akan mempengaruhi pola mobilitas dan pergerakan menuju dan dari jaringan serta pemanfaatan lahan sebagai area komersial. Nilai integrasi dan choice baik rendah atau tinggi akan berpengaruh terhadap bagaimana perkembangan dan pemanfaatan lahan perkotaan
RUANG BESALI PADA RUMAH TRADISIONAL GROJOGAN: ARTIKULASI FUNGSI EKONOMI DALAM KONTEKS ARSITEKTUR VERNAKULAR JAWA TIMUR Angelica, Monica; Venerdi, Reyvaldo Tereswana Winata; Hakim, Cliff Jevond Audoric
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol. 12 No. 2 (2025): October
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v12i2.95708

Abstract

Rumah tradisional Grojogan di Desa Sendangagung, Lamongan, merupakan contoh arsitektur vernakular yang mencerminkan keterkaitan ruang huni, budaya lokal, dan aktivitas domestik. Namun, belum ada kajian yang secara khusus membahas ruang besali, yakni ruang kerja pengrajin emas yang kini banyak ditemukan dalam rumah-rumah Grojogan. Fenomena ini menarik karena besali umumnya menempati dapur (pawon), ruang yang secara tradisional diperuntukkan bagi aktivitas memasak dan hanya digunakan oleh perempuan. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana rumah tradisional Grojogan yang awalnya tidak memiliki besali akhirnya mengalami perubahan konfigurasi ruang seiring perkembangan kebutuhan ekonomi keluarga. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi kasus. Lokasi penelitian berada di Desa Sendangagung, Paciran, Lamongan, Jawa Timur. Teknik analisis dilakukan melalui pemetaan konfigurasi ruang (spatial mapping), interpretasi pola sirkulasi, dan analisis tematik terhadap data wawancara untuk mengidentifikasi makna sosial dan perubahan fungsi ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemunculan besali dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti peran historis Sunan Sendang yang memperkenalkan kerajinan logam, serta tuntutan ekonomi yang menjadikan pawon sebagai ruang produktif. Besali merupakan artikulasi fungsi ekonomi dalam ruang vernakular dan mencerminkan perubahan nilai sosial terkait zonasi privat dan profan. Penelitian ini menawarkan pembahasan baru mengenai fungsi ekonomi domestik dalam arsitektur tradisional, khususnya melalui kajian tentang besali.
EVALUASI DISTRIBUSI SUHU DAN KENYAMANAN TERMAL INTERIOR KANTIN AUDITORIUM UNIMED BERBASIS CITRA TERMAL Wibowo, Harry; Zulfikar, Ahmad; Yacub, Mirzal; Hadibroto, Bambang; Rani, Cut Meuthia; Lukman, Mena Fadillia; Trimailuzi, Trimailuzi
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol. 12 No. 2 (2025): October
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v12i2.97663

Abstract

Kantin merupakan salah satu fasilitas pendukung bagi sebuah universitas, untuk meningkatkan layanan dan kenyamanan fasilitas tersebut perlu adanya evaluasi terhadap kenyamanan yang ada didalamnya. Kenyamanan termal merupakan salah satu faktor dalam menentukan kualitas lingkungan pada sebuah ruangan, khususnya pada ruang publik seperti kantin auditorium yang berada di Universitas Negeri Medan yang memiliki intensitas penggunaan yang tinggi oleh civitas akademi. Kantin Auditorium bukan hanya digunakan sebagai cafetaria tetapi juga sarana bagi mahasiswa dan dosen menyediakan layanan penggandaan dokumen, printing, scanning, laminating, dan penjilidan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi distribusi suhu serta Tingkat kenyamanan termal dengan memanfaatkan teknologi citra termal (thermal imanging). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain observational cross-sectional, meliputi pengambilan data suhu permukaan dan udara menggunakan kamera termal inframerah pada berbagai titik pengukuran, disertai pengumpulan data pendukung berupa kecepatan udara, kelembapan relatif, dan persepsi pengguna melalui kuesioner. Analisa dilakukan dengan deskriftif dan interpretasi dimana dua komponen tersebut penting dalam penelitian yang saling berkaitan. Analisis deskriptif bertujuan dalam menggambarkan data secara ringkas dan informatif, sementara itu interpretasi adalah proses memberikan makna pada data yang telah dianalisis. Hasil dari penelitian ini berupa identifikasi area dengan distribusi suhu yang tidak merata, titik terpanas, serta faktor desain dan tata letak yang mempengaruhi kondisi kenyamanan termal. Temuan dari penelitian ini menunjukkan distribusi suhu tidak merata. Area dekat dapur dan sisi barat kantin memiliki suhu 5-8°C lebih tinggi dibanding area lainnya menjadi acuan, saran dan masukan dalam perbaikan desain ventilasi, tata ruang dan tata letak perabotan, pemilihan material interior, penggunaan cooker hood pada area dapur dan beberapa aspek lainnya untuk meningkatkan kenyamanan pengguna serta efisiensi energi pada kantin Auditorium Universitas Negeri Medan. Potensi penelitian lanjutan nya berupa studi simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) untuk memodelkan pergerakan udara dan suhu guna optimasi desain ventilasi
RUANG PUBLIK DAN KEHIDUPAN KAMPUS: STUDI ETNOGRAFI SPASIAL RUANG-RUANG KOMUNAL DI FAKULTAS TEKNIK UNTAN Lubis, Mira Sophia; Mustikawati, Mustikawati
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol. 12 No. 2 (2025): October
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v12i2.101066

Abstract

Ruang publik di kampus memegang peran penting dalam mendukung aktivitas sosial, akademik, dan pengembangan diri mahasiswa. Penelitian ini bertujuan memahami bagaimana mahasiswa memanfaatkan ruang publik di Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura (UNTAN) dan memberikan rekomendasi desain komunal yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Metode etnografi spasial dipilih karena dapat menggali aspek fisik, sosial, dan simbolis ruang melalui observasi perilaku, pemetaan aktivitas, melihat pola pergerakan, dan wawancara. Hasil studi menunjukkan bahwa ruang publik yang ada saat ini kurang fleksibel, minim fasilitas peneduh dan tempat duduk. Ruang publik juga belum optimal dalam mendukung pola aktivitas mahasiswa yang dinamis dan kolaboratif. Rekomendasi yang diajukan meliputi peningkatan fleksibilitas ruang, penambahan elemen peneduh dan zona aktivitas yang terstruktur, serta penguatan konektivitas antar-ruang. Studi ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan ruang publik kampus yang lebih adaptif dan selaras dengan kebutuhan mahasiswa di UNTAN
SETTING PERILAKU KELOMPOK LANSIA DALAM MERESPON SITUASI BENCANA TRADISI NGALALAKON DESA ADAT KASEPUHAN GELARALAM SUKABUMI Kristiadi, Adimas
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol. 12 No. 2 (2025): October
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v12i2.95484

Abstract

Budaya bermukim nomaden menciptakan proses adaptasi yang mempengaruhi pola aktivitas berhuni masyarakat. Penelitian ini mengkaji bagaimana setting perilaku kelompok rentan, khususnya kaum lanjut usia yang beradaptasi merespon potensi situasi kebencanaan terkait konsep budaya Ngalalakon, yaitu konsep nomaden di Desa Adat Kasepuhan Gelaralam. Metode penelitiannya deduktif-kualitatif, membawa teori untuk melihat bagaimana proses pola perilaku yang terbentuk dari objek penelitian (lansia) atas lingkungan bermukimnya yang nomaden. Data diambil melalui pengamatan perilaku dan wawancara yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian berupa 3 standar pola perilaku dari kelompok rentan lansia yang merespon potensi situasi kebencanaan dalam konsep budaya Ngalalakon, yang harapannya dapat berkontribusi pada pengetahuan dasar desain inklusif, terutama kelompok rentan lansia dalam merespon situasi potensi bencana nomaden, yaitu: 1) Kesadaran penuh atas kondisi tempat bermukim di alam yang semakin ekstrim, maka lansia menjadi pemberi saran dari pengalaman hidupnya agar masyarakat wajib menghargai alam, merawat dan peka terhadap tanda-tanda alam; 2) Aktivitas masyarakat yang periodik, lansia memiliki peran yang dijalankan rutin dalam tiap upacara adat sehingga nilai-nilai dan prosesinya terjaga, maka meniadakan kesenjangan proses adaptasi dan adjustment yang besar atas aktivitas lansia di tempat bermukim yang baru; 3) Keterikatan sosial masyarakat yang kuat, status lansia yang dituakan serta memiliki kewajiban memberikan seluruh pengetahuan untuk generasi selanjutnya, sehingga lansia mendapat kepercayaan, perhatian dan dukungan masyarakat di tempat bermukim yang baru
MENELISIK HILANGNYA ‘RUANG TAMU”, MENGIKIS BUDAYA SILATURAHMI Handajani, Rinawati Pudji; Asikin, Damayanti
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol. 12 No. 2 (2025): October
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v12i2.88185

Abstract

Ruang tamu pada rumah kecil Indonesia telah bergeser, dari ruang penerima formal menjadi area yang kerap dilebur dengan ruang keluarga karena keterbatasan lahan dan kebutuhan multifungsi. Studi deskriptif-kualitatif ini menelaah sepuluh rumah tipe kecil di Perumahan Bulan Terang Utama, Malang, melalui observasi terstruktur, wawancara, dan pemetaan ruang untuk merekonstruksi hierarki ruang serta alur sirkulasi tamu. Analisis menegaskan dua strategi utama. Strategi pertama mengubah teras depan menjadi ruang tamu semi-terbuka, memendekkan rute tamu, mengurangi paparan ke area privat, serta menambah kapasitas interaksi. Strategi kedua mempertahankan ruang tamu menyatu dengan ruang keluarga, dengan teras berfungsi sebagai limpahan ketika jumlah tamu meningkat. Mekanisme pengatur batas konsisten pada seluruh objek meliputi relokasi area servis, orientasi duduk mengarahkan pandangan menjauh dari kamar tidur, penggunaan partisi ringan atau penataan level lantai, serta pengelolaan bukaan untuk kenyamanan termal dan visual. Dari sisi sosiokultural, strategi tersebut menjaga kesinambungan silaturahmi tanpa renovasi besar, sekaligus menyesuaikan praktik menerima tamu. Penelitian merekomendasikan prinsip penataan peka budaya bagi rumah kecil yaitu sirkulasi tamu terfokus di bagian depan, pembatas visual adaptif, penggunaan furnitur modular, serta aturan penggunaan ruang yang disepakati keluarga. Temuan memberi rujukan bagi perancang, pengembang, dan pemilik untuk mengoptimalkan area depan sebagai zona perantara ramah, efisien, sekaligus melindungi privasi.
EVALUASI KENYAMANAN TERMAL PADA MASJID AL-IKHLAS SIDOARJO Septian, Muhammad Idham Cahyo; Nizhar, Mochamad; Rosyidhi, Rizqi; Amaulana, Agung; Firmansyah, Muhammad Syafri; Heryanti, Septia
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol. 13 No. 1 (2026): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v13i1.102232

Abstract

Kenyamanan termal memiliki peran penting dalam mendukung kekhusyukan beribadah, terutama di bangunan masjid yang bergantung pada sistem ventilasi pasif dan desain arsitektural. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kenyamanan termal pada Masjid Al-Ikhlas Sidoarjo sebagai salah satu sarana ibadah dengan intensitas penggunaan tinggi di wilayah beriklim tropis lembab. Dengan menggunakan metode kuantitatif dan pendekatan deskriptif, pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran suhu udara (°C), kelembaban relatif (%), dan kecepatan udara (m/s) menggunakan thermohygrometer dan anemometer. Pengukuran dilaksanakan selama dua hari pada tiga rentang waktu (pagi, siang, dan sore) di area lantai 1 dan lantai 2, baik dalam kondisi kipas menyala maupun mati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu ruang masjid berada dalam kisaran optimal 22,8–25,8 °C sesuai standar SNI 03-6572-2001. Perbedaan antara kondisi dengan dan tanpa kipas relatif kecil, menunjukkan bahwa desain arsitektural masjid mendukung kenyamanan termal pasif. Secara keseluruhan, Masjid Al-Ikhlas telah memenuhi standar kenyamanan suhu, namun diperlukan strategi tambahan untuk mengontrol kelembaban. Hasil studi ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam perancangan dan renovasi masjid di wilayah tropis agar lebih memperhatikan aspek kenyamanan termal arsitektural secara menyeluruh.
PREFERENSI KONSUMEN PADA UNIT RUMAH SUBSIDI DI PERUMAHAN SEDERHANA : STUDI KASUS: PERUMAHAN SAHABAT PERMAI NAIONI KUPANG Mbake, Imanuel N; Bahantwelu, Marianus -; Hardy, I Gusti Ngurah Wiras
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol. 13 No. 1 (2026): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v13i1.103946

Abstract

Preferensi konsumen terhadap produk unit hunian rumah yang ditawarkan pengembang selalu berkembang sejalan dengan perubahan dunia arsitektur dan menjadi fenomena yang menarik untuk diteliti. Preferensi konsumen terhadap unit hunian rumah dapat berdampak secara luas terhadap pertumbuhan dan perkembangan sebuah kota. Hal ini dikarenakan perumahan yang ditawarkan pengembang selalu menjadi tolok ukur pertumbuhan sebuah kota. Umumnya perumahan dibedakan atas tipe hunian rumah disediakan. Hunian rumah tersebut dibedakan atas kelas hunian mewah, hunian menengah dan hunian sederhana. Penelitian pada preferensi untuk kelas hunian mewah, hunian menengah dan hunian bawah sudah cukup banyak dilakukan. Namun, penelitian terhadap preferensi konsumen pada perumahan campuran belum banyak dilakukan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi preferensi konsumen pada perumahan campuran yaitu perumahan dengan unit hunian menengah dan hunian sederhana. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan metode survey. Responden penelitian adalah konsumen yang membeli unit hunian sederhana di Perumahan Sahabat Permai Naioni. Hasil penelitian menujukkan variabel harga, lokasi dan produk menjadi faktor penentu preferensi konsumen untuk membeli hunian di perumahan campuran. Lingkungan perumahan yang nyaman dan tenang, harga beli yang terjangkau dengan pertimbangan harga jual unit hunian yang tinggi dan tampilan unit rumah yang menarik menjadi dasar preferensi konsumen di Perumahan Sahabat Permai Naioni Kupang.
TRANSFORMASI RUMAH JAWA: MENYIASATI PERUBAHAN IKLIM MELALUI ADAPTASI ARSITEKTURAL LOKAL Daryanto, Tri Joko; Musyawaroh, Musyawaroh; Cahyono, Untung Joko
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol. 13 No. 1 (2026): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v13i1.104429

Abstract

Perubahan iklim global menuntut adaptasi dalam banyak aspek kehidupan, salah satunya adalah arsitektur. Penelitian ini menginvestigasi bagaimana rumah-rumah Jawa di Laweyan, Surakarta, menanggapi perubahan iklim dengan melakukan modifikasi terhadap sistem pencahayaan dan penghawaan untuk meningkatkan efisiensi energi serta kenyamanan termal. Fokus penelitian adalah pada adaptasi dari fungsi awalnya sebagai tempat tinggal menjadi lokasi komersial, yang membutuhkan penyesuaian desain yang substansial untuk memenuhi kebutuhan baru tersebut. Menggunakan metodologi kualitatif, penelitian ini memetakan berbagai pola adaptasi yang diintegrasikan dalam desain rumah- rumah tersebut, dengan mempertimbangkan pelestarian nilai-nilai kultural selain memenuhi fungsi fungsionalnya. Analisis dari lima sampel rumah yang telah mengalami modifikasi signifikan menunjukkan bahwa perubahan dalam arsitektur bukan hanya memenuhi fungsi baru, tetapi juga merupakan bagian dari strategi adaptasi budaya yang lebih luas yang bertujuan untuk mempertahankan keberlanjutan lingkungan. Temuan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana prinsip-prinsip desain lokal dapat direnovasi untuk menghadapi tantangan global sambil masih mempertahankan identitas kultural dan historis. Penelitian ini berkontribusi pada literatur tentang adaptasi iklim dalam arsitektur tradisional, dengan menekankan pentingnya pendekatan yang mengintegrasikan keberlanjutan lingkungan, fungsionalitas, dan identitas kultural. Hasil studi ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi wilayah lain yang menghadapi tantangan serupa, menunjukkan pentingnya menggabungkan kearifan lokal dengan inovasi teknologi untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan dan kultural resonan. Ini mendemonstrasikan pentingnya mengadaptasi praktek arsitektur dalam menghadapi perubahan iklim, sambil tetap menghargai dan memelihara warisan budaya.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MOCKUP PENULANGAN STRUKTUR PORTAL UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MAHASISWA Nursetyastuti, Adilla Ramadhani; Lilo Adi Sucipto, Taufiq Lilo Adi Sucipto; Sukatiman, Sukatiman
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol. 13 No. 1 (2026): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v13i1.104589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi kelayakan media pembelajaran berbasis mockup untuk materi penulangan struktur portal. Model penelitian menggunakan pengembangan ADDIE dengan melibatkan satu ahli media, satu ahli materi, dan sepuluh mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Sebelas Maret yang telah menempuh mata kuliah Struktur Beton II. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, dokumentasi, serta tes pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pemahaman mahasiswa. Proses pengembangan meliputi analisis kebutuhan, perancangan media, persiapan alat dan bahan, pembuatan media, penyusunan instrumen penilaian, validasi oleh ahli, uji coba kepada mahasiswa, dan penyempurnaan produk akhir. Hasil penilaian kelayakan menunjukkan bahwa media mockup sangat layak digunakan dalam pembelajaran, dengan persentase penilaian sebesar 96,94% dari ahli media, 91,88% dari ahli materi, dan 84,88% dari mahasiswa. Selain itu, terdapat peningkatan rata-rata nilai mahasiswa sebesar 20,4 poin, dari 64,4 pada pretest menjadi 84,4 pada posttest, yang menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan.