cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 136 Documents
MEMBACA TINGKAT KEBERLANJUTAN SOSIAL PADA KAMPUNG TERAPI HIJAU KOTA MALANG Audri, Delia Suci; Fanda, Aigan Mubiena; Kusdiwanggo, Susilo
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 11, No 1 (2024): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v11i1.74573

Abstract

Penelitian terkait pembangunan berkelanjutan telah mengalami perkembangan yang signifikan di kalangan peneliti dari waktu ke waktu. Pembangunan berkelanjutan sangat penting sebagai respons terhadap tantangan-tantangan yang dihadapi akibat urbanisasi massal dan masalah lingkungan, khususnya dalam topik keberlanjutan sosial (social sustainability). Salah satu upaya untuk menangani tantangan-tantangan tersebut adalah dengan menerapkan program kampung tematik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membaca keberlanjutan sosial berdasarkan konsep social sustainability pada Kampung Terapi Hijau sebagai salah satu kampung tematik di Kota Malang. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif evaluatif yang diawali dengan pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi pustaka secara daring dengan basis data Google Scholar yang dibantu oleh perangkat lunak Publish or Perish. Metode sintesis data Systematic Literature Review (SLR) dilakukan dengan mengumpulkan referensi dari penelitian terdahulu secara sistematis sehingga didapatkan kriteria dan parameter untuk mengevaluasi tingkat keberlanjutan sosial pada Kampung Terapi Hijau Kota Malang. Parameter-parameter dari kriteria yang dihasilkan (availability, accessibility, connectivity, density, diversity, legibility, safety, versatility, participatory, social actions, dan equity) kemudian digunakan sebagai acuan dalam menganalisis konsep keberlanjutan sosial pada studi kasus. Secara keseluruhan, hasil yang didapatkan pada penelitian ini mengindikasikan bahwa Kampung Terapi Hijau Kota Malang telah berhasil mencapai tingkat keberlanjutan sosial yang signifikan melalui implementasi konsep keberlanjutan sosial yang baik oleh masyarakat setempat.
PAWON: RUANG SOSIAL, RITUAL, DAN SAKRAL BAGI WANITA SUNDA Nuryanto, Nuryanto; Astariani, Ni Kadek; Krisnanto, Erna
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 11, No 1 (2024): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v11i1.68161

Abstract

Pawon adalah sebuah ruangan yang terletak di bagian belakang rumah masyarakat Sunda dengan fungsi utama untuk memasak. Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena para wanita sunda yang sangat suka menghabiskan waktunya di pawon, seperti suka mengobrol, membuat kue, mengasuh anak, bahkan ngerumpi. Lokasi penelitian di Kasepuhan Ciptagelar (Sukabumi), Naga (Tasikmalaya), dan Dukuh (Garut) dengan melakukan wawancara, sketsa, dan foto. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap fenomena aktivitas sosial, ritual, dan sakral para wanita Sunda di pawon. Metode penelitian menggunakan etno-arsitektur dengan melibatkan diri secara langsung dengan masyarakat. Hasil penelitian menemukan tiga hal pokok pada pawon: (1) Ruang sosial terkait dengan kehidupan para wanita Sunda sebagaimana tertuang dalam kalimat "silih asah, silih asih, silih asuh" dan "manusa jeung kamanusaanana"; (2) Ruang ritual yang berkaitan dengan upacara adat untuk menghormati Tuhan dan leluhurnya sebagaimana tertuang dalam kalimat "manusa jeung karuhunna"; (3) Ruang sakral sebagai pengikat ruang batin para wanita Sunda yang berhubungan dengan waktu suci.
KONSEP TIPOLOGI DAN KONEKTIVITAS RUANG PADA PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT Arna, Hasnur Zhafirah; Harmunisa, Yusvika Ratri
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 11, No 1 (2024): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v11i1.75601

Abstract

Pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan menjadi bekal untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dalam menghadapi perkembangan global karena pendidikan merupakan salah satu tolok ukur dari kemajuan suatu wilayah. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai lembaga pendidikan nonformal memberi peluang besar kepada seluruh lapisan masyarakat agar dapat memenuhi hak pendidikannya. PKBM menyediakan berbagai fasilitas untuk mewadahi aktivitas akademik dan non-akademik. PKBM dapat terdiri atas lebih dari satu massa bangunan dengan fungsi yang bervariatif sesuai kebutuhan kegiatan belajar-mengajar. Oleh karena itu, PKBM yang terdiri atas banyak massa membutuhkan ruang konektivitas agar dapat menciptakan organisasi dan integrasi spasial yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep tipologi penataan ruang sebagai pembentuk konektivitas antarmassa dan antarruang, sehingga diperoleh konsep tipologi ruang yang sesuai untuk diterapkan pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat.   Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis komparatif. Kemudian, penelitian menerapkan teori Sistem Spasial oleh Habraken dan diperdalam dengan teori Tipologi Desain Spasial oleh LEaRN. Objek studi kasus yang akan diteliti, yaitu Community Learning Center Titian Foundation Bayat Klaten dan PKBM Budi Utama Jambangan Surabaya. Hasil dari penelitian ini menjelaskan terkait sintesis konsep tipologi sistem spasial dan koneksi spasial yang sesuai untuk diterapkan pada perancangan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat.
KARAKTERISTIK SPASIAL RUANG INTERAKSI SOSIAL PENGHUNI di LINGKUNGAN HUNIAN KAMPUNG KOTA TEMATIK TANGERANG Anggiani, Mona; Ayudya, Rr Diana
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 11, No 1 (2024): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v11i1.69948

Abstract

Kehidupan seseorang selalu membutuhkan aktivitas interaksi sosial, bermula dari mereka memulai kehidupan hingga pada akhir hidupnya. Aktivitas interaksi sosial antarmanusia dapat kita temukan di salah satu hunian kota besar, yaitu kampung kota. Penghuni kampung kota melakukan interaksi sosial mereka di dalam lingkungannya dengan bentuk yang sederhana seperti berbincang-bincang, duduk-duduk, atau bahkan bersenda gurau. Mereka menggunakan tempat-tempat yang bisa mewadahi aktivitas interaksi sosial mereka. Interaksi sosial tersebut dilakukan pada satu wadah yang dinamakan tempat berinteraksi. Terdapat beberapa macam tempat-tempat yang mereka jadikan untuk berinteraksi sosial. Pemilihan tempat-tempat tersebut berdasarkan pertimbangan tertentu sesuai dengan kebutuhan para penghuni sebagai pengguna tempat interaksi sosial di kampung kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap karakter spasial tempat-tempat yang dijadikan sebagai tempat interaksi sosial bagi penghuni di kampung kota Atur, Tata, dan Modifikasi (ATM) di Tangerang. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif, dengan melakukan pengumpulan data melalui observasi dan survei di lingkungan kampung kota ATM Tangerang pada hari kerja maupun hari akhir pekan pada waktu pagi, siang, dan sore hari. Sasaran pengamatan pada penelitian ini yaitu penghuni kampung kota ATM Tangerang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghuni di kampung kota ATM Tangerang melakukan interaksi sosial di dalam lingkungan hunian mereka dengan memilih tempat memiliki atau terdapat elemen-elemen fasilitas dalam berinteraksi sosial, seperti keberadaan tempat duduk, dekat dengan pohon peneduh, berada di dekat tempat kegiatan berdagang, dan di halaman sarana hunian. Penelitian ini bermanfaat untuk melihat titik tempat-tempat yang digunakan oleh penghuni kampung kota sebagai dasar acuan perencanaan tempat interaksi sosial di lingkungan hunian yang lebih fungsional dan berkelanjutan.
ADAPTASI BENCANA ANGIN PADA PERUMAHAN DI PESISIR ACEH. STUDI KASUS PERUMAHAN KAJHU INDAH KABUPATEN ACEH BESAR Wulandari, Elysa; Rezawati, Rezawati; Nursaniah, Cut
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 11, No 1 (2024): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v10i2.61755

Abstract

Provinsi Aceh memiliki kerawanan bencana yang tinggi, khususnya Kabupaten Aceh Besar terbagi atas wilayah pesisir. Bencana di pesisir diantaranya adalah angin kencang. Gampong Kajhu terdapat banyak perumahan salah satunya Perumahan Kajhu Indah. Namun, pembangunan perumahan tersebut dengan pola linear tanpa pembatas lingkungan kurang adaptif bencana pesisir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah pengembangan hunian telah memperlihatkan karakteristik resiliensi adaptasi fisik, dan untuk mengetahui eksisting dan perubahan hunian berdasarkan prinsip mitigasi bencana perumahan. Jenis penelitian kualitatif dan kuantitatif (mixed methods). Metode pengumpulan data berupa observasi, pemetaan hunian, dan studi kepustakaan. Teknik analisis dengan deskriptif kualitatif, yaitu melihat karakteristik geografis, pengaruh pergerakan angin di luar bangunan disimulasikan dengan software Autodesk CFD 2019 (Computational Fluid Dynamics), serta penilaian tingkat adaptasi dengan pembobotan variabel bentuk denah, atap, beranda, dan ventilasi silang. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Pengembangan denah 44% (adaptif), sedangkan 56% (kurang adaptif);   2) Bentuk atap tetap mempertahankan 100% atap pelana dengan sisi segitiga menghadap angin (adaptif); 3) Penambahan beranda 65% (adaptif) sedangkan 35% (tidak adaptif), 4) Pengembangan hunian 100% tidak menambahkan ventilasi silang (kurang adaptif). Adaptasi lingkungan telah dilakukan dengan penanaman mangrove di lingkungan perumahan (adaptif). Kesimpulan secara keseluruhan menunjukkan pengembangan hunian telah beradaptasi dengan lingkungan rawan angin.  
ANALISIS DAYA TARIK DAN CITRA DESTINASI TAMAN AGROWISATA REKADENA, KECAMATAN SUNGAI KAKAP, KABUPATEN KUBU RAYA Bestari, Septia; Yuniarti, Erni; Hernovianty, Firsta Rekayasa
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 11, No 1 (2024): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v11i1.72587

Abstract

Taman Agrowisata Rekadena tergolong sebagai objek wisata minat khusus yang menawarkan pemandangan alam perkebunan di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan yang dapat dilakukan oleh pengunjung selama berada di taman ini terdiri dari berkebun, piknik, kemah, bersantai, berfoto, memancing, bermain sampan, memanah, dan menikmati kuliner khas Indonesia dengan kegiatan yang menjadi potensi unggulan yaitu outbond. Disamping potensi tersebut, taman ini juga memiliki permasalahan seperti belum memiliki souvenir, atraksi agro yang kurang diminati, terdapat fasilitas yang kurang terawat, dan tidak ramah disabilitas. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah mengidentifikasi daya tarik dan citra destinasi Taman Agrowisata Rekadena. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi lapangan untuk mengidentifikasi daya tarik dan penyebaran kuisioner kepada pengunjung untuk mengidentifikasi citra destinasi. Hasil identifikasi daya tarik menunjukkan bahwa taman ini memiliki cukup fasilitas dan pengunjung dapat melakukan kegiatan berkebun, piknik dan kemah, bersantai, berfoto, bermain sampan, memanah, memancing, outbond, serta menikmati kuliner dan produk makanan dari kelapa. Hasil identifikasi citra destinasi juga menunjukkan unsur atraksi sebagai kegiatan yang paling menonjol, yaitu outbond, bersantai, menikmati makanan, dan berfoto. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam pengembangan Taman Agrowisata Rekadena sehingga tidak hanya berdasarkan dari sudut pandang peneliti, melainkan juga dari kebutuhan pengunjung sebagai unsur penting objek wisata.  
TRANSFORMASI KONSEP PAWON PADA DAPUR MODERN (STUDI KASUS: KAMPUNG PANGGUNG, MALANG) Putri, Debri Haryndia; Handajani, Rinawati Puji; Mustikawati, Triandriani
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 11, No 1 (2024): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v11i1.72975

Abstract

Dapur memainkan peran sentral dalam kehidupan rumah tangga sehari-hari. Indonesia merupakan negara dengan kelompok etnis dan suku yang beragam, masing-masing etnis dan suku memiliki adat istiadat, praktik, serta gaya arsitektur yang unik, yang berkaitan dengan dapur dan aktivitas memasak. Pada masyarakat Jawa, dapur lebih dikenal dengan istilah Pawon. Bagi masyarakat Jawa, memasak merupakan aktivitas olahraga dan ibadah. Esensi fisik pawon terfokus pada kehadiran tungku (perapian kayu), amben serta dingklik. Modernitas hadir dan memasuki berbagai aktivitas hidup masyarakat Jawa. Dapur modern dirancang serba ada dengan desain yang compact yang memunculkan budaya konsumtif dan cepat, tanpa memperhatikan kebiasaan masyarakat yang telah ada. Pawon ber-transformasi menyesuaikan aktivitas memasak serta aspek spasialitas dapur bagi masyarakat Jawa modern. Transformasi dalam arsitektur, mengacu pada perubahan lingkungan binaan untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, estetika serta responsif terhadap perubahan kebutuhan penggunanya. Penelitian ini bertujuan menelusuri penyesuaian konsep Pawon pada dapur masyarakat Jawa modern, dengan mengambil 3 studi kasus dapur pada area Kampung Penanggungan, Kota Malang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara di lapangan untuk mendapatkan informasi tentang transformasi konsep pawon pada dapur. Penelitian menggunakan metode analisa kualitatif deskriptif yang berfokus pada aspek pembentuk interior dapur seperti jenis aktivitas serta kualitas spasial seperti layout, posisi dan sikap kerja, ergonomi furniture, layout, serta kondisi sistem lingkungan (pencahayaan dan penghawaan). Dari hasil analisa didapatkan, bahwa aktivitas racik "nguleg" menjadi sebuah keunikkan pada dapur modern masyarakat Jawa yang merupakan hasil penyesuaian konsep Pawon. Area racik melengkapi konsep segitiga ergonomi dapur modern yang awalnya hanya 3 (tiga) area menjadi 4 (empat) area yaitu area penyimpanan, area cuci, area racik serta area masak.
STUDI KELAYAKAN OBJEK DAYA TARIK WISATA ALAM KAWASAN EKOWISATA MANGROVE SETAPUK Yuniarti, Erni; Rekayasa Hernovianty, Firsta; Novita Pratiwi, Nana; Listyo Widodo, Muji
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 11, No 2 (2024): October
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v11i2.71864

Abstract

Kawasan Ekowisata Mangrove Setapuk adalah salah satu destinasi wisata Mangrove yang ada di Kota Singkawang. Kawasan ekowisata Mangrove ini digolongkan menjadi Kawasan Pengembangan Pariwisata (KPP)-II dengan tujuan menambah dan mengembangkan daya tarik wisata baru dengan atraksi atau event yang kreatif dan inovatif. Pengelolaan konservasi Mangrove dapat dimanfaatkan sebagai bentuk ekowisata (ekologi wisata) yang bersifat berkelanjutan karena tidak hanya mengupayakan kelestarian alam tetapi juga memanfaatkan komunitas lokal masyarakat di daerah terkait Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan objek daya tarik wisata alam di Kawasan Ekowisata Mangrove Setapuk. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Teknik analisis yang digunakan adalah Objek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) dengan sistem bobot. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kawasan Ekowisata Mangrove Setapuk masuk ke dalam kategori Wisata Layak Dikembangkan dengan total indeks nilai potensi Objek Daya Tarik Wisata Alam sebesar 75.4%. Unsur objek dan daya tarik yang dapat dikembangkan di Kawasan Ekowisata Mangrove Setapuk terdiri dari unsur daya tarik (85,7%); sarana dan prasarana (75,0%); beserta keamanan (91,7%). Sementara untuk unsur Objek Daya Tarik Wisata Alam yang masuk ke dalam kategori belum layak dikembangkan adalah aksesibilitas (54.5%), pengelolaan dan pelayanan (55,6%) beserta kategori yang tidak layak dikembangkan adalah pemasaran (16,7%). Adapun manfaat ataupun kontribusi dalam penelitian ini memberikan informasi tentang elemen sarana dan prasarana yang sudah layak dan yang belum memadai, seperti aksesibilitas dan pemasaran. Hal ini dapat panduan bagi arsitek dan perencana kota untuk merancang infrastruktur yang mendukung, seperti akses jalan, fasilitas umum, dan bangunan yang ramah lingkungan di sekitar kawasan mangrove, guna mendukung keberlanjutan wisata dan kenyamanan pengunjung
KABUPATEN SINTANG MENUJU KOTA TANGGUH: ANALISIS LOKASI EVAKUASI BENCANA BANJIR Affrilyno, Affrilyno; Jumaylinda Br. Gultom, Bontor; Rahayu Jati, Dian
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 11, No 2 (2024): October
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v11i2.78157

Abstract

Konsep resilient city (kota tangguh) saat ini menjadi salah satu konsep pembangunan yang sedang gencar diterapkan di berbagai kota. Salah satu bagian dari penerapan konsep kota tangguh adalah kota dapat beradaptasi, menanggulangi, dan mengurangi efek kerugian bencana yang terjadi. Kabupaten Sintang merupakan salah satu Kabupaten di Kalimantan Barat rentan terhadap bencana banjir. Berdasarkan data BPBD Kalimantan Barat, 38 dari 190 desa rawan banjir Provinsi Kalimantan Barat berada di Kabupaten Sintang. Evakuasi merupakan salah satu hal terpenting dalam menanggulangi bencana banjir. Berdasarkan permasalahan yang dijabarkan, tujuan penelitian ini adalah menemukan peletakan lokasi evakuasi yang tepat di Kabupaten Sintang. Metodologi yang digunakan adalah metode gabungan pengumpulan data sekunder dan analisis space syntax serta populasi dalam grid (grid population). Hasil dari penelitian ini yang berdasarkan pada aksesibilitas dan jangkauan titik evakuasi eksisting, peneliti menyarankan 4 titik evakuasi tambahan yang berada di area Kecamatan Kelam Permai, Kecamatan Sei Tebelian, dan Kecamatan Dedai.
A COMPARATIVE EVALUATION ON SENSE OF COMMUNITY AND STUDENT SATISFACTION IN ONLINE AND OFFLINE ARCHITECTURAL DESIGN STUDIOS Lukman, Aldyfra Luhulima; Mochtar, Sahid
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 11, No 2 (2024): October
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v11i2.76346

Abstract

Architectural education, which include design studio normally involving physical interaction, in the times of Covid-19 pandemic, needs to be conducted in an online or hybrid format. Online or hybrid format was commonly applied to prevent or minimize the spread of coronavirus. This study intends to identify differences and correlation between sense of community and satisfaction regarding learning process by comparing architecture students participating in offline and online studio. This study measures and compares architecture student performance in offline/ physical design studio and online/ virtual design studio. Sense of community and student satisfaction are operational variables used to measure and compare student performance in this study. Sense of community and satisfaction were chosen because the study focuses on student performance from the students' perspective.  Data were collected through an online questionnaire applying Likert scale to architecture students involved in a hybrid design studio and then analyzed by applying statistical method. The analysis results do not show significant differences on sense of community and satisfaction regarding learning process, between students participating in offline studio and those of online studio. However, this study identifies that sense of community correlates with the satisfaction regarding learning process, in offline and online architectural design studios. The correlation indicates that sense of community and student satisfaction can be used to signify students"™ performance in offline, online or hybrid architectural design studios. This study recommends offline or hybrid mode of learning as the optimum format for architecture design studio in the post-Covid-19 era.