cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 136 Documents
MORFOLOGI PERKOTAAN PADA KAWASAN BERSEJARAH DI KORIDOR KAYUTANGAN KOTA MALANG Salam, Rahmi Ariani; Sudikno, Antariksa; Parlindungan, Johannes
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 11, No 2 (2024): October
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v11i2.77996

Abstract

Kawasan bersejarah dalam suatu kota sering dianggap sebagai pusat kehidupan sosial, ekonomi, dan politik. Namun, transformasi fisik terjadi seiring kemajuan kota, mengubah karakter kawasan tersebut. Koridor Kayutangan, sebelumnya dikenal dengan bangunan bersejarah kolonial Belanda, kini menjadi fokus pembangunan perkotaan yang kadang mengesampingkan nilai sejarahnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui perubahan Koridor Kayutangan seiring perkembangan zaman dengan mengeksplorasi struktur fisik Koridor Kayutangan, Kota Malang. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan morfologi perkotaan dengan menggunakan teknik analisis tipo-morfologi dan komparatif yang terfokus pada pola street, landuse dan building pada masa sebelum kemerdekaan dan setelah kemerdekaan. Hasil penelitian menunjukkan pola jalan dan fungsi Koridor tetap konsisten, meskipun beberapa perubahan terlihat dalam nama jalan, arus lalu lintas, moda transportasi dan parkir liar. Untuk penggunaan lahan Koridor ini masih menjadi pusat perdagangan dan jasa dengan beberapa penyesuaian pada fungsi bangunannya. Sedangkan bangunan di Koridor Kayutangan mengadaptasi bangunan bergaya modern, meskipun beberapa bangunan bergaya kolonial masih bertahan
MODEL PENILAIAN DAN EVALUASI BANGUNAN LAMA PADA KORIDOR HEERENSTRAAT PROBOLINGGO Shabri, Sayyidah Rafi Dianya; Soemardiono, Bambang; Cahyadini, Sarah
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 11, No 2 (2024): October
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v11i2.79222

Abstract

Pelestarian bangunan lama menjadi isu penting dalam warisan budaya. Penelitian ini bertujuan menentukan model penilaian bangunan lama dan mengevaluasi bangunan-bangunan lama pada koridor Heerenstraat Probolinggo. Heerenstraat sebagai sumbu Kota Probolinggo merupakan koridor bersejarah peninggalan Belanda. Namun, Heerenstraat kini mengalami penghancuran dan terbengkalainya bangunan lama, termasuk perubahan bangunan cagar budaya. Penelitian ini merupakan penelitian historical interpretative, dengan tool appraisal study dalam urban research method. Analisis yang digunakan analisis deskriptif dan evaluasi (skoring) bangunan lama. Hasil penelitian menghasilkan model evaluasi bangunan lama, dengan parameter nilai sejarah, nilai sosial, umur bangunan, keaslian, estetika dan arsitektur, memperkuat citra kawasan, kelangkaan/keistimewaan, dan scientific/ilmu pengetahuan. Penelitian ini juga menghasilkan evaluasi penilaian 13 bangunan lama yang berusia lebih dari 50 tahun pada koridor Heerenstraat Probolinggo.  
MEMBANGUN KEBERLANJUTAN WARISAN BUDAYA: KAJIAN PENGEMBANGAN WISATA DAN KONSERVASI WARISAN BUDAYA KAWASAN KOTABARU YOGYAKARTA Kinanthi, Maria; Mayang, Servatia; Cristina Aprilia Norman, Laurensia; A. Panggabean, Meiti
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 11, No 2 (2024): October
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v11i2.79532

Abstract

Wisata budaya dan sejarah menjadi daya tarik utama di Yogyakarta karena memiliki nilai budaya yang unik. Namun, kekhawatiran yang terjadi ketika suatu tempat bersejarah menjadi pariwsata adalah terkadang hanya sebagai branding tanpa kekuatan nilai budaya yang utuh. Kotabaru adalah salah satu daerah yang kaya akan warisan budaya dengan status cagar budaya yang dilindungi. Pepohonan yang rindang dan ruang tepi jalan dibagian depan bangunan yang bergaya arsitektur indis dan kolonial menjadi karakteristik pembeda dengan tempat lain. Kawasan Kotabaru merupakan kawasan yang cukup cepat perkembangannya. Awalnya perumahan elit kini menjadi tempat pariwisata. Kekhawatiran yang terjadi adalah perkembangan kawasan ini yang tidak terkontrol dan dapat menghilangkan citra Kawasan. Dengan adanya wisata yang terintegrasi maka diharapkan beberapa bangunan cagar budaya yang tidak terawat, menjadi poin yang dapat dikembangkan juga sehingga tidak menjadi terbengkalai. Selain itu partisipasi masyarakat di dalamnya sebagai upaya pelestarian merupakan salah satu prioritas yang harus tercapai dalam memanfaatkan bangunan cagar budaya berwawasan pelestarian. Penelitian ini akan mengkaji keberlanjutan warisan budaya dengan mendiskripsikan praktik pengembangan dan pelestarian wisata budaya yang unggul dalam nilai sejarah, estetika, dan ekonomi melalui framework VCC (Values-Centered Conservation). Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan menjaring pendapat dari responden purposif menggunakan kuisioner terkait pelestarian dan daftar bangunan cagar budaya yang bisa dikembangkan menjadi perencanaan wisata heritage dalam tujuan pelestarian serta pemetaan bangunan secara fisik. Hasilnya adalah adanya rekomendasi bentuk pelestarian secara holistik menurut framework VCC untuk wisata Kotabaru.
PENGEMBANGAN DESAIN PORTABEL UNTUK UNIT MODULAR RUMAH SAKIT LAPANGAN Effendi, Moch Yusuf; Ngurah Antaryama, I Gusti; Badai Samodra, FX Teddy
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 11, No 2 (2024): October
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v11i2.83476

Abstract

Rencana Kontijensi BPBD DIY tahun 2021 menghasilkan gempa bumi sesar opak berkategori aktif yang berdampak pada sektor pelayanan medis. Rumah sakit wilayah tersebut tidak semua siap menghadapi bencana karena tidak ada persiapan matang dan siklus bencana membuat pemasalahan semakin kompleks. Rumah sakit lapangan di Indonesia saat ini masih banyak permasalahan dalam cara perakitan yang memerlukan waktu lama dan tidak memiliki kelebihan tertentu menghadapi kondisi akibat bencana. Arsitektur portabel merupakan salah satu cara untuk menemukan solusi permasalahan desain ini, namun beberapa sistem dan teknologinya memiliki keterbatasan. Tujuan penelitian adalah merancang rumah sakit lapangan yang memiliki kemampuan efisiensi pengemasan serta dapat beradaptasi di lingkungan secara efektif. Metode kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data survei konteks lokasi lahan berdasarkan aspek khusus pendirian rumah sakit lapangan dan rencana Kontijensi BPBD DIY tahun 2021, proses desain menggunakan force-based framework. Menunjukkan bahwa tingkat modularitas desain dalam mengemas bentuk cukup efisien dengan terintegrasinya peralatan medis, perakitan hanya membutuhkan waktu 19 menit dengan 4 orang dan memiliki kemampuan beradaptasi terhadap kontur lahan setempat. Hasil ini bermanfaat sebagai perkembangan kajian prinsip desain rumah sakit lapangan
EFISIENSI WAKTU KONSTRUKSI BANGUNAN MODULAR BAMBU SEBAGAI HUNIAN SEMENTARA MENGGUNAKAN SISTEM PANEL MODULAR Pramaningdyah, Wening Saraswati; Prihatmaji, Yulianto Purwono; Maghzaya, Abdul Robbi
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 12, No 1 (2025): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v12i1.87159

Abstract

Hunian sementara perlu dibangun dengan cepat sebagai tahap transisi antara fase tanggap darurat dan rekonstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efisiensi waktu konstruksi bangunan modular bambu sebagai hunian sementara dengan menggunakan sistem panel modular, sehingga lebih banyak huntara (hunian sementara) dapat dibangun untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi secara cepat. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penelitian baik akademik maupun praktik serta relevansi dalam konteks tanggap darurat bencana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan membuat bangunan modular berbahan bambu. Pada tahap analisis, dilakukan analisis deskriptif untuk menemukan cara meningkatkan efisiensi waktu penyelesaian konstruksi bangunan modular bambu sebagai hunian sementara berdasarkan data yang diperoleh. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan sistem panel memungkinkan pengerjaan komponen dinding dan plafon dapat dilakukan paralel dengan pengerjaan komponen struktural sehingga dapat meningkatkan efisiensi waktu penyelesaian secara signifikan. Penambahan lima tukang dan tiga kelompok pekerja (masing-masing terdiri atas tiga mahasiswa) mampu mengurangi waktu penyelesaian konstruksi bangunan modular bambu dari 10 menjadi 5 hari kerja dengan jam kerja efektif 8 jam per hari, sehingga menghasilkan efisiensi waktu total sebesar 50%. Penambahan jumlah pekerja dapat mengurangi waktu penyelesaian bangunan modular bambu ini walaupun kebutuhan man-hours tetap sama dalam setiap tahapnya. Efisiensi waktu penyelesaian ini memungkinkan peningkatan kapasitas produksi dari tiga unit menjadi enam unit per bulan, sehingga lebih banyak hunian sementara dapat dibangun untuk memenuhi kebutuhan pengungsi lebih cepat.
DINAMIKA PERUBAHAN LINGKUNGAN DAN TREN TRANSFORMASI FISIK PERMUKIMAN TEPIAN SUNGAI DI PONTIANAK Khaliesh, Hamdil; Zain, Zairin
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 12, No 1 (2025): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v12i1.88030

Abstract

Permukiman tepian sungai di Kota Pontianak menghadapi berbagai perubahan lingkungan yang kompleks, termasuk banjir, abrasi, sedimentasi, dan penurunan tanah. Perubahan ini berdampak secara fisik maupun non fisik. Meskipun banyak perubahan, masyarakat tepian sungai di Pontianak menunjukkan daya tahan yang luar biasa dengan beradaptasi terhadap kondisi lingkungan. Adaptasi ini sering kali mengarah pada transformasi fisik permukiman. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi fisik bangunan sebagai respons terhadap tantangan lingkungan, sosial, dan ekonomi, dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pentingnya memahami fenomena ini berkaitan dengan ancaman terhadap keberlanjutan budaya permukiman tepian air akibat urbanisasi berbasis aktivitas daratan. Studi kasus dilakukan di Kampung Beting, Tambelan, dan Kamboja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan ruang jalan menjadi faktor paling signifikan yang memengaruhi transformasi, dengan dampak pada 100% rumah. Transformasi dari jalan gertak kayu menuju jalan beton mengubah orientasi permukiman dari berbasis sungai menuju aktivitas daratan. Selain itu, ruang gertak sebagai elemen sosial dan infrastruktur memengaruhi 97% rumah. Penelitian ini menemukan tren adaptasi berupa penguatan struktur bangunan dan pelestarian nilai tradisional dengan inovasi material. Hasilnya memberikan wawasan berbasis data untuk pengembangan permukiman yang tangguh dan berkelanjutan, sekaligus melestarikan budaya arsitektur lokal sebagai respons terhadap dinamika lingkungan.
INTEGRASI AMDAL DAN SOFTWARE ENVI-met DALAM EVALUASI KUALITAS LINGKUNGAN JOGJA PLANNING GALLERY Budianto, Elisabeth; Wardani, Christina Esti
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 12, No 1 (2025): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v12i1.88004

Abstract

Jogja Planning Gallery (JPG) adalah rencana proyek pembangunan di Jalan Malioboro, Yogyakarta, berfungsi sebagai ruang budaya dan edukasi yang menginformasikan sejarah, keistimewaan tata ruang serta perencanaan masa depan Yogyakarta. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk mengevaluasi dampak lingkungan pembangunan, khususnya dalam meningkatkan kualitas ruang publik dan kenyamanan termal. Tujuan penelitian adalah mengintegrasikan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) dan software ENVI-met dalam evaluasi kualitas lingkungan, guna memahami interaksi antara elemen desain seperti vegetasi, geometri bangunan, ruang terbuka hijau dan material permukaan serta dampaknya terhadap mikroklimat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan simulasi komparatif, melalui pengumpulan data dari studi literatur, observasi lapangan, dan simulasi kondisi lingkungan dengan software ENVI-met. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi kualitas lingkungan Jogja Planning Gallery menunjukkan bahwa integrasi dokumen AMDAL dan software ENVI-met memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan pemahaman tentang dampak lingkungan pembangunan dengan fokus pada parameter kualitas lingkungan seperti kualitas udara terhadap kenyamanan termal. Pengujian lapangan AMDAL menunjukkan bahwa kualitas udara JPG memenuhi baku mutu lingkungan, sementara simulasi ENVI-met dengan mempertimbangkan faktor iklim mikro seperti suhu, kelembapan, dan kecepatan angin dengan melakukan modeling menghasilkan kenyamanan termal yang cukup baik. Dengan menggabungkan pengukuran langsung dari AMDAL dan simulasi digital dari ENVI-met, penelitian ini memberikan wawasan komprehensif yang mendukung rekomendasi untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kenyamanan di ruang publik, sejalan dengan perencanaan yang berkelanjutan dan responsif terhadap konteks Yogyakarta.
ARSITEKTUR POPULIS UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PERMUKIMAN MARGINAL Septanti, Dewi; Narida, Tisya Surya
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 12, No 1 (2025): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v12i1.83876

Abstract

Arsitektur sejak awal kemunculannya bersifat populis, yakni memenuhi kebutuhan manusia akan tempat tinggal. Seiring dengan perkembangan struktur masyarakat menurut peradaban, arsitektur sebagai penyedia fasilitas bagi kehidupan masyarakat pun ikut berkembang untuk beradaptasi. Arsitektur untuk masyarakat umum, arsitektur populis, juga berlaku pada kampung marjinal seperti Kampung Keputih Tegal Timur Baru (Kampung KTTB). Pada lokasi ini ditemukan implikasi berbagai permasalahan perencanaan dan pembangunan yang kurang tepat. Salah satunya adalah dampak terhadap kesehatan yang bersumber dari permasalahan lingkungan karena kampung tersebut sangat dekat dengan bekas Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA). Selain itu, permasalahan lain yang ditemukan adalah hal-hal yang berkaitan dengan faktor ekonomi. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba menguraikan berbagai permasalahan yang ada dalam studi kasus dan studi pustaka serta mengusulkan beberapa solusi yang bertujuan untuk memperbaiki dan membangun kembali Kampung KTTB melalui arsitektur populis. Metode kuantitatif-kualitatif (campuran) digunakan dengan pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian tersebut berupa rekomendasi desain hunian wisata sampah edukatif yang dapat meningkatkan kualitas kampung dan menjadikannya berkelanjutan.  
REKONSTRUKSI ASPEK FUNGSI DAN ESTETIKA BANGUNAN KOMERSIAL ERA KESULTANAN BULUNGAN, TANJUNG SELOR, KALTARA Risnafaty, Risnafaty; Wihardyanto, Dimas; Fajarwati, Anisah Nur
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 12, No 1 (2025): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v12i1.84092

Abstract

Identitas sebuah kota dapat diwujudkan dengan cara mengungkapkan peninggalan arsitektur bangunan bersejarah. Salah satu contoh peninggalan bangunan bersejarah yang ikonik dan bersifat komersial adalah rumah toko dan bioskop. Kedua bangunan ini digolongkan ke dalam ragam bangunan komersial lama yang dahulu banyak berdiri di bekas kawasan dagang pada era Kesultanan Bulungan, Kota Tanjung Selor, Kalimantan Utara. Fokus dan tujuan dari penelitian ini adalah aspek fungsi dan estetika pada bangunan komersial lama yang berupa rumah toko dan bioskop. Metode yang digunakan adalah rasionalistik dengan pendekatan kualitatif "“ deskriptif serta menjadikan aspek fungsi dan estetika bangunan sebagai variabel penelitian. Analisis data dilakukan dengan cara rekonstruksi secara virtual. Artinya, rekonstruksi tidak dilakukan secara langsung melainkan melalui gambar virtual yang digunakan untuk menemukan dan mengungkap keaslian fungsi dan estetika dalam bangunan rumah toko di kawasan Tanjung Selor. Hasil temuan yang diperoleh adalah tersisa sembilan bangunan komersial peninggalan era Kesultanan Bulungan yang masih menunjukan keaslian fungsi dan estetika di dalamnya. Kesembilan bangunan komersial tersebut menunjukkan keseragaman fungsi ruang dan esetika yang menjadi karakter dari bangunan komersial. Setiap bangunan komersial memiliki lima jenis ruang dengan susunan dari bagian depan sampai dengan belakang adalah beranda (emperan), toko, hunian, pelataran, dan dapur. Dari sembilan bangunan komersial yang tersisa, dapat dikelompokkan menjadi enam tipe berdasarkan jumlah lantai dan akses atau jalan masuk yang menghubungkan kelima jenis ruang. Akses atau jalan masuk tersebut ada yang menerus ada pula yang terputus di salah satu ruang.
PERSEPSI RAMAI DENGAN METODE SOUNDWALK PADA KAWASAN PENDIDIKAN KOTABARU YOGYAKARTA Wardani, Christina Esti; Budianto, Elisabeth; Lim, Kelly; Purbadi, Djarot; Felasari, Sushardjanti
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 12, No 1 (2025): April
Publisher : Architecture Program Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/lantang.v12i1.81972

Abstract

Yogyakarta memiliki predikat sebagai Kota Pendidikan dengan identitas sarana pendidikan yang tersedia. Kawasan Kotabaru Yogyakarta memiliki perkembangan sejarah menyediakan bangunan pendidikan sebagai pendukung kawasan permukiman penduduk Eropa pada masa kolonial. Saat ini, perubahan dalam aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya telah mempengaruhi citra kawasan. Penelitian memiliki tujuan untuk mengetahui persepsi suara pada kawasan pendidikan di Kotabaru, Yogyakarta. Metode yang digunakan berupa penelitian kualitatif dengan deskripsi kualitatif. Pengumpulan data primer dilakukan melalui soundwalk dengan merekam sumber suara, sedangkan pengumpulan data sekunder melalui studi pustaka. Evaluasi persepsi soundscape dilakukan dengan memainkan rekaman suara kepada sekelompok orang dan hasilnya dikategorikan berdasarkan standar ISO 12913-2:2018. Hasil penelitian menunjukkan persepsi suara "ramai" mendominasi Kawasan Kotabaru pada saat pagi, siang, dan malam. Implikasi penelitian terhadap persepsi suara pada Kawasan Kotabaru diharapkan dapat menjadi evaluasi lingkungan yang mendukung proses belajar mengajar di Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan. Upaya peningkatan mutu pendidikan masyarakat bertujuan mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara secara lebih luas. Pengendalian lingkungan suara yang kondusif, diharapkan dapat menciptakan atmosfer yang mendukung bagi proses pendidikan yang efektif.