cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan
ISSN : 20874995     EISSN : 25984004     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan merupakan berkala ilmiah bidang kesehatan yang diterbikan dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKes Kapuas Raya Sintang. Artikel tersebut berisi hasil penelitian bidang kesehatan yang telah dilakukan dan belum pernah dipublikasikan di media apapun dan terkait dengan ilmu kesehatan masyarakat, kebidanan, perekam dan informasi kesehatan terdiri dari epidemiologi, kebijakan dan administrasi kesehatan, sistem informasi kesehatan, biostatistik, promosi kesehatan, kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja, keluarga berencana, kesehatan reproduksi dan HIV/AIDS guna menginspirasi dan memberi manfaat bagi masyarakat luas.
Arjuna Subject : -
Articles 111 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PENATALAKSANAAN MANDIRI VULVA HYGIENE PADA REMAJA PUTRI USIA 16 – 19 TAHUN DI DESA KUPAN JAYA KECAMATAN TEMPUNAK KABUPATEN SINTANG Frelestanty, Eka
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan Vol 2, No 2 (2016): Vol 2, No 2 (Januari 2016)
Publisher : STIKes Kapuas Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk memiliki kualitas diri yang baik remaja putri harus memiliki pengetahuan dan penatalaksanaan mandiri tentang vulva hygiene. Salah satu penyebab adanya masalah yang berhubungan dengan alat genitalia wanita adalah karena ketidaktahuan remaja putri dalam melakukan vulva hygiene. Berkaitan dengan masalah tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk hubungan antara tingkat pengetahuan tentang vulva hygiene dengan penatalaksanaan mandiri vulva hygiene pada remaja putri di Desa Kupan Jaya Kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan secara cross sectional. Pengambilan sampling dalam penelitian ini menggunakan tekhnik Simple Random Sampling dengan jumlah sampel 38 orang. Variabel dalam penelitian ini adalah berupa variabel bebas yaitu pengetahuan tentang vulva hygiene dan variabel terikat adalah penatalaksanaan mandiri. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data berupa kuesioner yaitu 40 pertanyaan. Hasil analisa data menunjukan bahwa dari 38 responden (81,58%) mempunyai pengetahuan baik. Sedangkan penatalaksanaan mandiri vulva hygiene tepat yaitu sebanyak 28 responden (73,68%). Serta ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang vulva hyiene dengan penatalaksanaan mandiri pada remaja putri usia 16-19 tahun. Oleh karena itu, diharapkan dengan pengetahuan yang sudah baik tentang vulva hygiene, remaja putri dapat melakukan penatalaksanaan mandiri vulva hygiene dan pencegahan secara berkesinambungan.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PETUGAS PENYAPU JALAN DI KOTA SINTANG TAHUN 2014 Noviandhita, Hesty
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan Vol 1, No 2 (2015): Vol 1, No 2 (Januari 2015)
Publisher : STIKes Kapuas Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perlindungan kesehatan kerja adalah Alat Pelindung Diri (APD). Menurut OSHA atau Occupational Safety and health Administration, Pesonal Protective equipment atau Alat pelindung Diri adalah alat yang digunakan untuk melindungi pekerja dari luka atau penyakit yang di akibatkan oleh adanya kontak dengan bahaya (Hazard) di tempat kerja. Dinas kebersihan membuat peraturan-peraturan kerja, berbagai Alat Pelindung Diri (APD) dikembangkan dan prosedur kerja disusun, maka masalah yang timbul selanjutnya adalah bagaimana membuat pekerja patuh. Kepatuhan (Compliance) berarti mengikuti suatu standar atau hukum yang telah diatur dan jelas biasanya diterbitkan oleh lembaga atau organisasi yang berwenang suatu bidang tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada petugas penyapu jalan di Kota Sintang Tahun 2014. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan rancangan Cross Sectional dengan sampel sebanyak 39 orang yang bekerja diatas 1 tahun. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis statistik menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan  uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara sikap (P=0,002) OR 11,250, dukungan sosial Dinas Kebersihan (P=0,015) OR 6,964, dukungan teman seprofesi (P=0,032) OR 5,625 dan dukungan sosial keluarga (P=0,016) OR 6,533 terhadap kepatuhan penggunaan APD. Tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan (P=0,213) dengan kepatuhan penggunaan APD pada petugas penyapu jalan. Petugas penyapu jalan diharapkan agar dapat mengikuti seluruh peraturan dalam tata cara melindungi diri yang baik dan pemakaian alat pelindung diri yang lengkap. Dinas Kebersihan diharapkan melakukan pengawasan serta memberikan penghargaan dan sanksi kepada petugas yang patuh dan tidak patuh.
ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM PENANGGULANGAN RABIES DI KABUPATEN MELAWI TAHUN 2016 Prasetyo, Budi
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan Vol 3, No 1 (2016): Vol 3, No 1 (Juli 2016)
Publisher : STIKes Kapuas Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rabies (penyakit anjing gila) adalah penyakit hewan yang disebabkan oleh virus, bersifat akut serta menyerang susunan saraf pusat. Rabies bersifat zoonosis artinya penyakit tersebut dapat menular dari hewan ke manusia. Kasus gigitan hewan penular rabies di Kabupaten Melawi sebanyak 200 gigitan dan sembilan orang yang meninggal dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Implementasi program penanggulangan rabies meliputi implementasi, komunikasi, struktur birokrasi, sumber daya dan disposisi. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif, informan kunci dari penelitian ini sebanyak dua orang dan informan pendukung sebanyak empat orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan porposive sampling. Analisis data dilakukan secara interaktif, dan berlangsung terus menerus sampai tuntas. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam menanggulangi rabies di Kabupaten Melawi sudah berjalan dengan baik namun belum mencapai hasil yang maksimal dalam implementasi hal ini dikarenakan masih kurang tindakan observasi lapangan, akses untuk melakukan penanggulangan menuju tempat-tempat terpencil yang sulit dan masih kurangnya  sumber daya manusia dan sarana. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi Pemerintah/Bupati dan Dinas terkait Kabupaten Melawi dapat melakukan implementasi sesuai dengan teori dan kebijakan yang sudah di buat agar dalam menanggulangi rabies di Kabupaten Melawi dapat terlaksana dengan baik
PENGARUH MEDIA LEAFLET BERBAHASA DAERAH TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PHBS TATANAN RUMAH TANGGA (ASI EKSKLUSIF) DI KABUPATEN SAMBAS Damayanti, Ria
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan Vol 2, No 1 (2015): Vol 2, No 1 (Juli 2015)
Publisher : STIKes Kapuas Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media promosi kesehatan yang ada di Kabupaten Sambas masih bersifat sentralistik dan belum berbasis pada kebutuhan masyarakat setempat. Leaflet berbahasa daerah diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tatanan Rumah Tangga khususnya pada indikator ASI Eksklusif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh media leaflet berbahasa daerah terhadap peningkatan pengetahuan tentang PHBS tatanan rumah tangga (ASI eksklusif) di Kabupaten Sambas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, jenis penelitian adalah quasi experimental dengan rancangan non equivalent control group. Penelitian ini juga dilengkapi tekhnik kualitatif berupa need assessment dan uji coba (pretesting) untuk pengembangan media leaflet. Penentuan sampel dilakukan dengan tekhnik purposive sampling, sampel sebanyak 60 ibu rumah tangga yang terdiri dari masing-masing 20 ibu rumah tangga pada tiga kecamatan di Kabupaten Sambas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan (p value<0,001) yang signifikan antara sebelum dan setelah perlakuan, dimana peningkatan pengetahuan dan sikap pada kelompok perlakuan dengan menggunakan media leaflet berbahasa daerah lebih tinggi dibanding dengan kelompok perlakuan dengan media leaflet berbahasa Indonesia dan kelompok kontrol
LINGKUNGAN SOSIAL, POLA ASUH DAN PERILAKU SEKS BEBAS PADA PENGGUNA NARKOBA DI KOTA PONTIANAK Abrori, Abrori; Hastuti, Lidia; Blessilia, Eligia
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan Vol 5, No 1 (2018): JULI 2018
Publisher : STIKes Kapuas Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33485/jiik-wk.v5i1.91

Abstract

Narkoba (Singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Aditif berbahaya lainnya) adalah zat yang jika dimasukkan dalam tubuh manusia, baik secara oral, dihirup maupun disuntikkan dapat mengubah pukiran, suasana hati dan perilaku seseorang. Narkoba menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis. Narkoba sering disebut psikoaktif, yaitu zat yang bekerja pada otak, sehingga menimbulkan perubahan perilaku, perasaan dan pikiran. Trend penyalahgunaan narkoba terjadi karena beberapa faktor. 80% remaja mengenal dan mendapatkan narkoba melalui teman-temannya. Lingkungan keluarga dan teman memberikan kontribusi dan mendorong remaja terpengaruh lingkungan pergaulan yang kurang sehat, sehingga rasa ingin tahu akibat bujukan teman sebagai alat untuk melepaskan diri dari tekanan dan permasalahan mereka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui lingkungan sosial dan pola asuh terhadap perilaku seks bebas pada pengguna narkoba. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptifanalitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian pada pengguna narkoba di Kota Pontianak yang berjumlah 63 orang. Instrumen pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Hasil analisis Chi Square terbukti variabel yang berhubungan dengan perilaku seks bebas adalah teman sebaya (p value=0,674>0,05), sosial ekonomi (p value=0,672>0,05), dan pola asuh orang tua (p value=0,885>0,05). Diharapkan pada pihak terkait memberikan program guna untuk mengurangi dampak penyalahgunaan narkoba dan mengetahui dampak luas yang terjadi padapengguna narkoba terkait perilaku seks bebas.
FAKTOR–FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KEPATUHAN MENGKONSUMSI OBAT PADA PENDERITA TUBERKULOSIS PARU Sugiono, Sugiono
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan Vol 3, No 2 (2017): Vol 3, No 2 (Januari 2017)
Publisher : STIKes Kapuas Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis paru (TB paru) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi kompleks Mycobacterium Tuberculosis. Tuberkulosis di Indonesia sekitar 528 ribu atau berada di posisi tiga di dunia setelah India dan Cina. Pengobatan TB diberikan kepada penderita secara cuma-cuma dan dijamin ketersediannya sering mengakibatkan pasien kurang patuh dan minum obat  tidak teratur. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian descriptive correlational dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita TB dengan jumlah total 65 orang kemudian sampel diambil sebanyak 65 responden menggunakan metode total sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa  yang patuh menkonsumsi obat TB sebanyak 34 responden dan yang tidak patuh mengkonsumsi obat TB sebanyak 31 responden. Dari uji statistik chi-square didapatkan tingkat pendidikan (pvalue=0,317), tingkat pengetahuan (pvalue=0,009), jarak atau jangkauan (akses) ke fasilitas kesehatan (pvalue=0,019), dukungan pengawas minum obat (pvalue=0,002), dan dukungan tenaga kesehatan (pvalue=0,000). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara tingkat pengetahuan, jarak atau jangkauan (akses) ke fasilitas kesehatan, dukungan pengawas minum obat, dan dukungan tenaga kesehatan dengan tingkat kepatuhan mengkonsumsi obat TB pada penderita TB paru
HUBUNGAN JENIS KELAMIN, PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERAN GURU DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA SISWA SD NEGERI 25 BEGORI KECAMATAN SERAWAI KABUPATEN SINTANG Kwureh, Hendrikus Nara
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan Vol 2, No 2 (2016): Vol 2, No 2 (Januari 2016)
Publisher : STIKes Kapuas Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak sekolah merupakan kelompok yang sangat peka untuk menerima perubahan atau pembaruan. Pada taraf ini anak dalam kondisi peka terhadap stimulus sehingga mudah dibimbing, diarahkan dan ditanamkan kebiasan-kebiasaan yang baik termasuk kebiasaan hidup sehat. Usia sekolah merupakan masa keemasan untuk menanamkan nilai-nilai PHBS dan berpotensi sebagai agent of change untuk mempromosikan PHBS, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Keadaan kesehatan anak sekolah akan sangatberpengaruh terhadap prestasi belajar yang dicapai. Tujuan penelitian untuk mempelajari dan menjelaskan hubungan jenis kelamin, pengetahuan, sikap dan peran guru dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa SD Negeri 25 Begori Kecamtan Serawai Kabupaten Sintang tahun 2015. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian menggunakan total sampling yaitu siswa kelas empat, lima, dan enam sebanyak 120 siswa. Pengumpulan data menggunakan angket.Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian diperoleh sebanyak 77 (64.2%) siswa yang baik dalam berperilaku hidup bersih dan sehat. Hasil analisis bivariat ditemukan bahwa variabel-variabel yang berhubungan signifikan dengan perilaku hidup bersih dan sehat adalah variabel jenis kelamin dengan p-value=0.000, variabel pengetahuan dengan p-value=0.048, variabel sikap dengan p-value=0.002 dan peran guru dengan p value=0.002
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA IBU HAMIL TRIMESTER III Jumaiza, Jumaiza; Elvira, Devi; Panjaitan, Arip Ambulan
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : STIKes Kapuas Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia mortalitas dan morbiditas hipertensi dalam kehamilan masih cukup tinggi, dan merupakan 5-15% penyulit kehamilan serta merupakan salah satu dari tiga penyebab tertinggi mortalitas dan morbiditas ibu bersalin. Maka dilakukanlah penelitian tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan hipertensi dalam kehamilan pada ibu hamil trimester III. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 40 orang dengan menggunakan data primer. Sampel yang diambil adalah pasien yang memeriksakan kehamilan di Puskesmas Wajok Hulu tahun 2017 yang memenuhi kriteria inklusi untuk variabel yang akan diteliti. Hasil analisis univariat dalam penelitian ini didapatkan hasil pada usia 20-35 tahun 24 orang (60%), multigravida 23 orang (57,5%), faktor keturunan 28 orang (70%), pada penyakit yang diderita 25 orang (52,5%), IMT >23 20 orang (50%), riwayat obsetri yang lalu 29 orang (72,5%), dan tidak hipertensi 22 orang (55%). Setelah dianalisis bivariat dengan menggunakan uji chi-square menunjukan terdapat hubungan yang bermakna antara hipertensi dalam kehamilan dengan faktor keturunan (p=0,044), penyakit yang diderita (p=0,000), berat badan (p=0,026), dan riwayat  obsetri yang lalu (p=0,001) (p < 0,05). Sedangkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara hipertensi dalam kehamilan dengan faktor usia (p=0,399) dan paritas (p=0,460) (p > 0,05). Pelayanan kesehatan perlu memperhatikan setiap ibu hamil yang sudah memiliki faktor risiko terutama faktor keturunan sehingga dapat dijadikan sebagai deteksi dini bagi ibu hamil yang memiliki risiko tinggi mengenai adanya tanda bahaya dalam kehamilan salah satunya yaitu hipertensi dalam kehamilan.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI ZIKIR UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN PASIEN HIPERTENSI ESENSIAL PRALANSIA Lusrizanuri, Kiki
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan Vol 4, No 1 (2017): Vol 4, No 1 (Juli 2017)
Publisher : STIKes Kapuas Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, hipertensi merupakan masalah serius, selain karena prevalensinya tinggi, juga penyakit yang diakibatkan sangat fatal seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pengaruh terapi relaksasi zikir untuk menurunkan kecemasan pada pasien hipertensi esensial pralansia. Subjek dalam penelitian ini adalah pralansia yang memiliki tekanan darah di atas normal dan mengalami kecemasan. Alat ukur menggunakan skala kecemasan. Penelitian ini adalah kuasi-eskperimen rancangan control group design. Analisis data menggunakan  U Mann Whitney untuk mengetahui adanya perbedaan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah diberikan terapi relaksasi zikir. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan kecemasan yang sangat signifikan antara kelompok eskperimen dan kelompok kontrol setelah pelaksanaan terapi relaksasi zikir. Hasil penelitian menunjukkan skor p = 0,008 (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa subjek hipertensi esensial pralansia yang mengikuti terapi relaksasi zikir mengalami penurunan tingkat kecemasan
HUBUNGAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE MENJAGA KEBERSIHAN GENITALIA EKSTERNA DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI Desky, Desky
Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan: Wawasan Kesehatan Vol 1, No 2 (2015): Vol 1, No 2 (Januari 2015)
Publisher : STIKes Kapuas Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Diare merupakan penyebab kesakitan dan kematian di Keputihan (Flour Albus) adalah cairan yang berlebihan yang keluar dari vagina. Kejadian keputihan pada remaja putri kelas X dan XI di SMA Negeri 1 Kelam Permai Kabupaten Sintang 2014 menunjukkan bahwa 49.0% pernah mengalami keputihan dan 51.0% remaja putri tidak pernah mengalami keputihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku personal hygiene menjaga kebersihan genitalia eksterna dengan kejadian keputihan, meliputi jenis pengetahuan, sikap, praktik  dan sumber informasi. Jenis penelitian ini deskritif analitik dan desain cross sectional. Total populasi 130 siswi dan 98 siswi sebagai sampel dengan teknik random sampling. Analisis data menggunakan komputer program SPSS dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa 54.1% responden memiliki pengetahuan kurang, 61.2% responden memiliki sikap kurang, 54.1% responden memiliki praktik kurang dan tidak terpapar sumber informasi tentang keputihan 59.2%. Hasil uji statistik diketahui ada hubungan pengetahuan dengan kejadian keputihan (p=0.000), ada hubungan sikap dengan kejadian keputihan (p=0.000), ada hubungan praktik dengan kejadian keputihan (p=0.025) dan ada hubungan sumber informasi dengan kejadian keputihan (p=0.000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan bermakna antara variabel bebas dengan kejadiankeputihan. Bagi sekolah diharapkan agar dapat dijadikan pertimbangan untuk memasukkan upaya kegiatan atau program-program yang mengenai kesehatan reproduksi diberikan pada remaja putri melalui bimbingan oleh guru yang lebih mendalam tentang keputihan

Page 8 of 12 | Total Record : 111