cover
Contact Name
Rina Setiana
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.keperawatan@ui.ac.id
Editorial Address
Faculty of Nursing, Universitas Indonesia, Indonesia
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Indonesia
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 14104490     EISSN : 23549203     DOI : https://doi.org/10.7454/jki
Core Subject : Health,
Focus and Scope Jurnal Keperawatan Indonesia (JKI, or Nursing Journal of Indonesia) contributes to the dissemination of information related to nursing research and evidence-based study on urban nursing issues in low-middle income countries. The scope of this journal is broadly multi-perspective in nursing areas such as Nursing Education, Clinical Practice, Community Health Care, Management and Health System, Health Informatics, and Transcultural Nursing, with a focus on urban nursing issues in low-middle income countries. JKI is committed to communicating and being open to the discussion of ideas, facts, and issues related to health across a wide range of disciplines. The journal accepts original research articles, synthesized literature, and best practice reports or case reports that use the quantitative, qualitative, or mixed-method approach. JKI adheres to journalistic standards that require transparency of real and potential conflicts of interest that authors and editors may have. It follows publishing standards set by the International Committee of Medical Journal Editors (ICMJE), the World Association of Medical Editors (WAME), and the Committee on Publication Ethics (COPE). Letters and commentaries about our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a blind peer-review process according to appropriate criteria.
Articles 640 Documents
Care Burden of Family Caregivers of Elderly Relatives with Breast Cancer in the Asian Culture: Integrative Review Chayanisa Kemathad; Kannikar Hannah Tatiyaworawattanakul
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 26 No 1 (2023): March
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v26i1.2489

Abstract

Breast cancer is the most common type of cancer and a major cause of death in elderly women. In Asia, the roles and responsibilities of family caregivers of elderly relatives with breast cancer vary across cultural and social contexts, but the care burden and its impacts on caregivers’ quality of life have been reported globally. Therefore, this review aims to summarize existing evidence of the care burden and experiences of family caregivers caring for elderly relatives with breast cancer in Asian cultures. This integrative review used databases, including MEDLINE, Cumulative Index of Nursing and Allied Health Literature (CINAHL), and Scopus, to conduct a comprehensive search of all studies published in English between 1994 and 2016 in relation to the topic at hand, yielding 322 articles, eight of which met the eligibility criteria and were included in the review. Three domains of the care burden, including physical, psychological, and financial, were identified and reported as varying in degree across cultures. Caring for elderly patients with breast cancer in Asian cultures was found to be performed on passionate grounds involving love, sympathy, relationships, and attachments. The positive and negative experiences among family caregivers were found to be associated with cultural factors, including beliefs, social norms, traditional practices, and religion. A stronger family bond and sense of togetherness within the family were expressed as positive, whereas caring for the elderly was described as burdensome, or negative. While the caregiver role is perceived as integral to the Asian family caregiver’s life, they nonetheless experience physical, psychological, and financial burdens related to the care. Thus, the deep insight into the burden of family caregivers offered herein warrants the provision of appropriate support from health professionals to family caregivers. Abstrak Beban Pengasuhan Pelaku Rawat di Keluarga dalam Merawat Lansia dengan Kanker Payudara di Asia: Tinjauan Integratif. Kanker payudara adalah jenis kanker yang paling umum dan merupakan penyebab utama kematian pada perempuan lansia. Dalam konteks sosial dan budaya di Asia, peran dan tanggung jawab yang dimiliki oleh family caregiver dalam mendampingi pasien lansia dengan kanker payudara bervariasi. Meskipun demikian, beban pengasuhan dan dampaknya terhadap kualitas hidup caregiver dilaporkan dialami di seluruh dunia. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mengumpulkan bukti tentang beban pengasuhan dan pengalaman family caregiver di Asia dalam merawat kerabat lansia yang menderita kanker payudara. Tinjauan integratif ini menggunakan kumpulan data dari MEDLINE, Cumulative Index of Nursing and Allied Health Literature (CINAHL), dan Scopus, untuk melakukan pencarian komprehensif dari semua studi terkait topik beban family caregiver yang diterbitkan dalam bahasa Inggris antara tahun 1994 dan 2016. Pencarian komprehensif ini menemukan 322 artikel yang delapan di antaranya memenuhi kriteria kelayakan untuk ditinjau secara integratif. Identifikasi terhadap tiga domain dari beban pengasuhan; fisik, psikologis, dan keuangan, menemukan bahwa tingkat beban tersebut bervariasi antara satu budaya dan yang lainnya. Ditemukan bahwa merawat pasien lansia dengan kanker payudara dalam budaya Asia dilakukan atas dasar dorongan jiwa yang melibatkan cinta, simpati, hubungan, dan keterikatan. Pengalaman positif dan negatif yang dialami oleh family caregiver diasosiasikan dengan faktor budaya, termasuk kepercayaan, norma sosial, praktik tradisional, dan agama. Ikatan keluarga yang lebih kuat dan rasa kebersamaan dalam keluarga diekspresikan sebagai pengalaman positif, sedangkan merawat lansia digambarkan sebagai beban yang bersifat negatif. Meskipun peran sebagai pengasuh dianggap sebagai bagian yang penting dari kehidupan family caregiver di Asia, mereka tetap mengalami beban fisik, psikologis, dan keuangan. Studi ini bertujuan memberikan pengetahuan yang mendalam tentang beban family caregiver agar dapat digunakan dalam menjamin penyediaan dukungan yang tepat dari tenaga kesehatan profesional kepada family caregiver. Kata Kunci: beban pengasuhan; budaya Asia; family caregiver; kanker payudara; pasien lansia
Strategies for Supporting Healthcare Workers’ Resilience and Mental Health During A Pandemic: A Scoping Review Eka Oktavianto; I Made Moh. Yanuar Saifudin; Gani Apriningtyas Budiyati
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 26 No 1 (2023): March
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v26i1.2278

Abstract

As a group, health workers are at risk of experiencing stress and mental health problems at work, which may negatively affect their resilience. This study assessed the effectiveness of mental health support strategies for health workers during the COVID-19 pandemic. This scoping review followed the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analyses guidelines in searching through three journal databases, such as: EBSCO, Scopus, and PubMed. The quality of the studies was assessed with the Crowe Critical Appraisal Tool, and the results of the review emerged from a process of synthesis that identified common themes. The search yielded five main articles. The results of the synthesis process inspired several recommended strategies to support the resilience and mental health of health workers during a pandemic, including personal management, psychoeducational, and counselling approaches. It is important to work in partnership with stakeholders and across sectors to derive the maximum benefit from these interventions. Abstrak Strategi untuk Mendukung Resiliensi dan Kesehatan Mental Tenaga Kesehatan saat Pandemi: Scoping Review. Tenaga kesehatan adalah kelompok dengan risiko mengalami masalah kesehatan mental, seperti stress, di tempat kerja yang dapat berdampak negatif pada ketahanan/resiliensi. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menilai efektifitas strategi pendukung kesehatan mental tenaga kesehatan selama pandemi COVID-19. Scoping review dilakukan dengan menggunakan PRISMA guidelines dalam melakukan pencarian pada tiga database jurnal, yaitu EBSCO, Scopus dan PubMed. Kualitas studi dinilai dengan Crowe Critical Appraisal Tool. Hasil ulasan diformulasikan melalui proses narasi berulang dari hasil sintesis untuk mengidentifikasi tema umum. Pencarian pada tiga database menghasilkan lima artikel utama. Melalui proses sintesis, didapatkan beberapa strategi yang diketahui efektif dalam meningkatkan kesehatan mental tenaga kesehatan. Strategi yang dimaksud dapat berupa manajemen pribadi, kegiatan konseling bersama ahli, dan pelatihan/pendidikan terkait manajemen stres. dukungan stakeholder dan lintas sektor menjadi hal yang penting untuk memaksimalkan manfaat intervensi. Kata Kunci: tenaga kesehatan, kesehatan mental, pandemi, resiliensi
Influence of Self-Motivation and Health Locus of Control on Adherence to Medication Among Hypertension Patients Nur Ainiyah; Najmiatu Zuhriyah; Chilyatiz Zahroh; Siti Damawiyah; Diah Retno Kusumawati; R. Khairiyatul Afiyah; Syiddatul Budury; Andikawati Fitriasari
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 26 No 1 (2023): March
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v26i1.2526

Abstract

Hypertension is one of the more common comorbidities among patients infected with the Sars-CoV-2 virus, which causes COVID-19, but many hypertensive patients do not comply with taking medication. This study analyzed the relationship of self-motivation and health locus of control with self-management (medication adherence) among hypertensive patients during the COVID-19 pandemic at Private Hospital Surabaya, Indonesia. The research adopted a correlative analytic design with a cross-sectional approach, and the study’s population comprised 74 hypertensive patients recruited by simple random sampling who were treated at Private Hospital Surabaya, Indonesia The instruments used included the Treatment Self-Regulation Questionnaire to measure self-motivation, the Multidimensional Health Locus of Control Scale to measure locus of control, and the Morisky Medication Adherence Scale–8 to measure self-management (medication adherence). Spearman’s rank correlation coefficient was employed for data analysis to measure the relationships between self-motivation, locus of control, and with self-management (adherence to taking medication). The results reveal a relationship between self-motivation and adherence to medication at a level of p = 0.000 and a relationship between health locus of control and adherence to taking medication at a level of p = 0.000 among hypertensive patients during the COVID-19 pandemic at Private Hospital Surabaya, Indonesia. The findings suggest the value of efforts to provide motivation to patients and support their being more responsible in controlling their health conditions by adherence to medication.   Abstrak Pengaruh Motivasi Diri dan Locus of Control pada Kepatuhan Minum Obat Pasien dengan Hipertensi. Hipertensi merupakan salah satu penyakit dengan komorbiditas tertinggi pada pasien yang terinfeksi virus Sars-CoV-2 penyebab COVID-19, diperparah dengan masih banyaknya pasien hipertensi yang tidak patuh minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan motivasi diri dan health locus of control dengan self-management (kepatuhan minum obat) pada pasien hipertensi pada era pandemi COVID-19 di rumah sakit swasta Surabaya. Desain penelitian ini adalah analitik korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien hipertensi yang dirawat di rumah sakit swasta Surabaya Indonesia dengan simple random sampling sebanyak 74 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah the Treatment Self-Regulation Questionnaire untuk mengukur motivasi diri, Multidimensional Health Locus of Control Scale untuk mengukur locus of control, dan Morisky, Medication Adherence Scale untuk mengukur selfmanagement (kepatuhan pengobatan). Analisis data yang digunakan untuk mengukur self-motivation, locus of control dengan self-management (kepatuhan minum obat) adalah tes Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara motivasi diri dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di era pandemi COVID-19 di rumah sakit swasta Surabaya dengan taraf (p = 0,000), dan ada hubungan antara lokus kesehatan dengan pengendalian dan kepatuhan minum obat bagi pasien hipertensi di era pandemi COVID-19 di rumah sakit swasta Surabaya (p = 0,000). Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya dengan memberikan motivasi dan dukungan untuk lebih bertanggung jawab dalam mengontrol kondisi kesehatannya (patuh minum obat). Kata Kunci: kepatuhan minum obat, locus of control, pasien hipertensi, self-motivation
Risk Factors for Hypertension Among Adults Living in A Rural Area, Minahasa Cindy Debora; Cindy Tolimba; Shekina Palunggi; Deborah Siregar; Lenny Harefa
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 26 No 1 (2023): March
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v26i1.2527

Abstract

Hypertension is a major public health issue in Indonesia due to its high prevalence and the fact that it is a risk factor for heart disease, kidney failure, and stroke. Age, gender, family history, alcohol consumption, smoking, iodine consumption, physical activity, and obesity are all risk factors for hypertension. Adults with undiagnosed hypertension can face an increased risk of morbidity and mortality if it is left untreated. Early detection and knowledge about the risk factors for hypertension in adults are important. This cross-sectional study aimed to investigate the risk factors for hypertension in adults in Mapanget Village, North Minahasa. The sample size was 384 respondents, and the sample was obtained using convenience sampling. Data were collected using an online questionnaire and analyzed using a Chi-square test. The study found a relationship between hypertension and family history (p = 0.01), obesity (p = 0.03), smoking (p = 0.01), physical activity (p = 0.01), and alcohol consumption (p = 0.01). This study recommends people live a healthy lifestyle by controlling their blood pressure and weight, not drinking alcohol, not smoking, and engaging in physical activities that are appropriate given their abilities. Abstrak Faktor Risiko Hipertensi pada orang Dewasa yang Tinggal di Pedesaan Minahasa. Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang utama di Indonesia karena prevalensinya yang tinggi dan menyebabkan komplikasi seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke. Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi yaitu usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, asupan alkohol, merokok, asupan konsumsi yodium, aktivitas fisik, dan obesitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa di Desa Mapanget, Minahasa Utara. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 384 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan Chi square. Hasil penelitian didapatkan bahwa riwayat keluarga (p = 0,001), obesitas (p = 0,033), merokok (p = 0,005), aktivitas fisik (p = 0,004), dan konsumsi alkohol (p = 0,009) Mimouna hubungan yang signifikan terhadap kejadian hipertensi di Desa Mapanget, Minahasa Utara. Sedangkan jenis kelamin (p = 0,334) tidak berhubungan dengan kejadian hipertensi di Desa Mapanget. Rekomendasi dari penelitian ini adalah agar masyarakat melakukan gaya hidup sehat dengan mengontrol tekanan darah dan berat badan, tidak mengonsumsi alkohol, menghindari rokok, dan melakukan aktivitas fisik sesuai dengan kemampuan fisik. Kata Kunci: dewasa, healthy lifestyle, hipertensi, tekanan darah
Heavy Burdens of Family Caregivers Caring for Persons with Severe Mental Disorders Kissa Bahari; Arief Bachtiar; Gracia Herni Pertiwi; Ahmad Syahlani
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 27 No 1 (2024): March
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v27i1.914

Abstract

Family caregivers who live with and care for individuals with severe mental disorders face serious issues. This study aimed to investigate the burdens of these family caregivers. This descriptive phenomenological study involved 15 family caregivers who looked after persons with mental disorders in Malang City, Indonesia; the participants were selected using a purposive sampling technique. Data were gathered using individual in-depth interviews and observations, and then analyzed inductively. Based on the findings, the burdens of family caregivers can be grouped into four main themes: 1) families encountered challenges and stigma in caring for persons with severe mental disorders, 2) there was a lack of support from the community and healthcare providers, 3) family caregivers reported experiencing various negative emotions and interpreting negative implications from their caregiving experiences, and 4) family caregivers employed coping strategies to alleviate their burdens. The researchers conclude that family caregivers experience complex burdens when caring for persons with severe mental disorders; hence, family caregivers need the support of healthcare personnel and community presence in situations of caring for persons with chronic mental disorders. Keywords: burden of disease, caregiver, family, Indonesia, severe mental disorders   Abstrak Beban Berat Caregiver Keluarga dalam Merawat Orang dengan Gangguan Jiwa Berat. Caregiver keluarga yang hidup bersama orang dengan gangguan jiwa berat menghadapi masalah yang serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam beban para caregiver keluarga. Penelitian fenomenologi deskriptif ini melibatkan 15 caregiver keluarga yang merawat orang dengan gangguan jiwa di Kota Malang, Indonesia; partisipan dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara mendalam secara individual dan observasi, serta selanjutnya dianalisis secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban caregiver keluarga dapat dikelompokkan ke dalam empat tema utama: 1) keluarga menghadapi tantangan dan stigma dalam merawat orang dengan gangguan jiwa berat, 2) kurangnya dukungan masyarakat dan penyedia layanan kesehatan keluarga, 3) caregiver keluarga mengalami berbagai perasaan negatif dan memaknai secara negatif pengalamannya, dan 4) caregiver keluarga menggunakan strategi koping untuk meringankan beban keluarga. Peneliti menyimpulkan bahwa caregiver keluarga mengalami beban yang kompleks saat merawat orang dengan gangguan jiwa berat; oleh karena itu, caregiver keluarga sangat membutuhkan dukungan dari tenaga kesehatan dan kehadiran masyarakat sekitar dalam menghadapi situasi perawatan kronis bagi orang-orang dengan gangguan jiwa berat. Kata Kunci: beban penyakit, caregiver, gangguan jiwa berat, Indonesia, keluarga
Willingness of Graduate Nursing Students to Provide Care for COVID-19 Patients Andrea Beatrice Josef; Hannah Grace Pascual; Antonette Mei Surigao; Jemina Fuentebella; Kathyrine Calong Calong; Gil P. Soriano; Carissa Juliana Balaria; Ryan Michael F. Oducado
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 26 No 3 (2023): November
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v26i3.966

Abstract

Nurses play a key role in management and care services to maintain patient safety; however, with the emergence of COVID-19, the number of nurses still continues to decline. Due to the on-going problem that even novice nurses may see as a major challenge, this study aims to identify whether nursing graduates are willing to participate in the care of COVID-19 patients. The study is cross-sectional where a total of 146 conveniently chosen nursing graduates currently enrolled in Nursing Review Centers in the Philippines preparing to take the Nurse Licensure Examination. The data were collected using Google forms from August to September 2020 using a four-part questionnaire which includes demographic information sheet, COVID-19 Perceived Risk Scale, Fear of COVID-19 Scale, and questions pertaining to their willingness to care for COVID-19 patients. Descriptive statistics such as frequency, percentage, mean, and standard deviation and inferential statistics such as Mann-Whitney U test, Kruskal-Wallis and Spearman rho were used to analyze the data. After gathering the information from the participants, the results had ultimately shown that the majority of the participants (86.3%) are willing to care for COVID-19 patients. The ones with the most significant positive correlation with willingness were age (p = 0.008), self-reported health (p = 0.000), self-reported knowledge about COVID-19 (p = 0.001), and interest to become a Registered Nurses (p = 0.000). Based on these results, the majority of the participants had been willing to care for patients with COVID-19, although the factors that influence were associated with their willingness differ. Keywords: COVID-19, nursing graduates, willingness   Abstrak Kesediaan Lulusan Mahasiswa Keperawatan dalam Memberikan Perawatan Pasien COVID-19. Perawat memainkan peran kunci dalam manajemen dan pelayanan perawatan untuk menjaga keselamatan pasien; namun dengan munculnya COVID-19 jumlah perawat semakin berkurang. Masalah ini masih berlangsung dan dianggap sebagai tantangan besar bahkan oleh perawat pemula, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi apakah lulusan keperawatan bersedia berpartisipasi dalam perawatan pasien COVID-19. Studi ini menggunakan metode cross-sectional dan dilakukan pada 146 lulusan keperawatan yang terdaftar di Pusat Tinjauan Keperawatan (Nursing Review Centers) di Filipina dan sedang bersiap untuk mengikuti ujian lisensi perawat (Nurse Licensure Examination). Data dikumpulkan menggunakan formulir Google dari Agustus hingga September 2020 menggunakan kuesioner empat bagian yang meliputi lembar informasi demografi, Skala Persepsi Risiko COVID-19, Skala Ketakutan terhadap COVID-19, dan pertanyaan terkait kesediaan mereka untuk peduli terhadap pasien COVID-19. Statistik deskriptif seperti frekuensi, persentase, mean, dan standar deviasi serta statistik inferensial seperti Mann-Whitney U test, Kruskal-Wallis, dan Spearman rho digunakan untuk menganalisis data. Setelah mengumpulkan informasi dari para peserta, hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas peserta (86,3%) bersedia merawat pasien COVID-19. Korelasi positif yang paling signifikan dengan kemauan adalah usia (p = 0,008), laporan kesehatan diri (p = 0,000), pengetahuan yang dilaporkan sendiri tentang COVID-19 (p = 0,001), dan minat menjadi registered nurse (p = 0,000). Berdasarkan hasil tersebut, mayoritas peserta telah bersedia merawat pasien COVID-19, meskipun faktor yang memengaruhi kesediaannya berbeda-beda. Kata Kunci: COVID-19, kesediaan, lulusan keperawatan
Smoking Among Adolescents and Associated Factors in Rural Areas Hanida Hani Mohd Mokhtar; Nurul Farhana Abdul Ghani; Siti Nur Illiani Jaafar; Aini Ahmad; Fitri Arofiati
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 26 No 3 (2023): November
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v26i3.1075

Abstract

Smoking among adolescents is the major health-related issues in Malaysia. However, information concerning recent smoking rates and how they correlate among adolescents in rural areas is still limited. This study aimed to determine the percentage of adolescent smokers among high school students, examine their level of nicotine dependence, and study the association between sociodemographic data and smoking status. A cross-sectional study was conducted at one of the high schools located in the rural area of Bandar Tun Abdul Razak, Pahang, Malaysia. A convenience sampling method was used to select the participants, as only Form 2 students were available during the data collection. In total, 113 respondents were recruited for the study. The data, which were collected using self-administered questionnaires were analyzed using chi-square analysis and Fisher’s exact test analysis. The results showed that the prevalence of adolescent smokers among high school students was quite high (25.7%). Among the adolescent smokers, 65.5% had low nicotine dependence, and 34.5% had moderate nicotine dependence. Moreover, 21.4% of them admitted that they had tried other substances or drugs in addition to cigarettes. Peer pressure was the major factor in smoking (69.0%), followed by curiosity (27.6%), and then smoking family members’ influence, stress or tension, and others (3.4% each). The only significant association (p < 0.001) was between gender and smoking status. These findings showed that the proportion of smokers among adolescents is increasing over the years; thus, effective strategies, such as peer advocacy of smoking cessation, may be needed among this population. Keywords: adolescent, peer influence, rural areas, smoking, students   Abstrak Merokok di Kalangn Remaja dan Faktor-faktor yang Memengaruhinya di Daerah Pedesaan. Merokok di kalangan remaja adalah masalah kesehatan utama di Malaysia. Namun, informasi mengenai tingkat perokok saat ini dan korelasinya di kalangan remaja di daerah pedesaan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase remaja perokok di kalangan siswa sekolah menengah atas (SMA), mengetahui tingkat ketergantungan nikotin, dan mempelajari hubungan antara data sosiodemografi dengan status merokok. Sebuah studi cross-sectional dilakukan di salah satu SMA yang terletak di daerah pedesaan Bandar Tun Abdul Razak, Pahang, Malaysia. Metode convenience sampling digunakan untuk memilih peserta, hanya siswa Form 2 yang bersedia selama pengumpulan data. Sebanyak 113 responden direkrut untuk penelitian ini. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dikelola secara mandiri, dan dianalisis menggunakan analisis chi-square dan analisis Fisher’s exact test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi perokok remaja pada siswa SMA cukup tinggi (25,7%). Di antara remaja perokok, 65,5% memiliki ketergantungan nikotin tingkat rendah, dan 34,5% memiliki ketergantungan nikotin tingkat sedang. Terlebih, 21,4% di antaranya mengaku pernah mencoba zat atau obat lain selain rokok. Tekanan dari orang terdekat (teman) merupakan faktor utama dalam merokok (69,0%), diikuti oleh rasa ingin tahu (27,6%), dan pengaruh anggota keluarga yang merokok, stres atau ketegangan, dan lain-lain (masing-masing 3,4%). Satu-satunya hubungan yang signifikan (p < 0,001) adalah antara jenis kelamin dan status merokok. Temuan ini menunjukkan bahwa proporsi perokok di kalangan remaja meningkat dari tahun ke tahun; oleh karena itu, strategi yang efektif, seperti advokasi sejawat untuk berhenti merokok, diperlukan di kalangan populasi ini. Kata Kunci: daerah pedesaan, merokok, pengaruh teman sebaya, remaja, siswa
Sleep Quality and Stress Levels Among Nurses: A Single Center Study Siti Zuhaidah Shahadan; Mohamad Firdaus Mohamad Ismail; Khalidah Nadhirah Kamaruzaman
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 26 No 3 (2023): November
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v26i3.1077

Abstract

The issue of nurses' sleep quality, which has a significant impact on their mental health, has not received enough attention. Nurses’ stress and mental health can affect patient care, so poor sleep quality in nurses can lead to stress and patient harm. Thus, this study examines the relationship between sleep quality and stress in nurses at a university hospital in Kuantan, Malaysia. This cross-sectional study used convenience sampling. A total of 101 nurses in the hospital were recruited to complete a series of questionnaires, including the Pittsburgh sleep quality index (PSQI) and the depression anxiety stress scale 21 (DASS21). SPSS version 23.0 was used to analyze the data. Hypothesis testing was conducted with an independent sample t-test. The mean age of the participants was 27.2 ± 4.15 years; 88.1% of the participants were Malay and 98.0% were female. Of these nurses, 86.1% reported having poor sleep quality. Most (76.2%) had normal stress levels, 9.9% were mildly stressed, and 5.0% were moderately stressed. According to the findings, 5.0% of nurses had extremely severe stress, and 4.0% had severe stress. Poor sleepers had a higher stress score (t 93.984 = -6.395, p < .001). This study suggests that sleep quality may have an impact on the psychological wellbeing of nurses. Thus, hospital administrations must address this issue for nurses to help them provide high-quality patient care. Keywords: nurses, psychological wellbeing, sleep quality   Abstrak Kualitas Tidur dan Tingkat Stres di Kalangan Perawat: Studi Pusat Tunggal. Masalah kualitas tidur perawat, yang memiliki dampak signifikan pada kesehatan mental mereka, belum mendapatkan cukup perhatian. Stres dan kesehatan mental perawat dapat memengaruhi perawatan pasien, sehingga kualitas tidur yang buruk pada perawat dapat menyebabkan stres dan bahaya bagi pasien. Oleh karena itu, penelitian ini menguji hubungan antara kualitas tidur dan stres pada perawat di sebuah rumah sakit universitas di Kuantan, Malaysia. Studi potong lintang ini menggunakan sampel kenyamanan. Sebanyak 101 perawat di rumah sakit direkrut untuk mengisi serangkaian kuesioner, termasuk Indeks Kualitas Tidur Pittsburgh (PSQI) dan Skala Depresi Kecemasan Stres 21 (DASS21). SPSS versi 23.0 digunakan untuk menganalisis data. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji t independen. Usia rata-rata partisipan adalah 27,2 ± 4,15 tahun; 88,1% dari mereka adalah orang Melayu dan 98,0% perempuan. Dari perawat tersebut, 86,1% melaporkan memiliki kualitas tidur yang buruk. Sebagian besar (76,2%) memiliki tingkat stres normal, 9,9% mengalami stres ringan, dan 5,0% mengalami stres sedang. Menurut temuan, 5,0% perawat mengalami stres sangat parah, dan 4,0% mengalami stres parah. Orang yang tidur buruk memiliki skor stres yang lebih tinggi (t 93,984 = -6,395, p < ,001). Studi ini menyarankan bahwa kualitas tidur dapat berdampak pada kesejahteraan psikologis perawat. Oleh karena itu, administrasi rumah sakit harus mengatasi masalah ini untuk membantu perawat memberikan perawatan pasien berkualitas tinggi. Kata Kunci: kualitas tidur, perawat, psikologis perawat
Efficacy of Programs Designed to Reduce the Incidence of Premarital Sexual Behavior Among Adolescents: A Systematic Review Desy Ayu Wardani; Siti Khuzaimah Ahmad Sharoni; Endang Triyanto
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 27 No 1 (2024): March
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v27i1.1098

Abstract

The incidence of premarital sexual behavior worldwide is increasing despite the fact that it is known that it may cause health and psychological problems. Hence, interventions are needed to reduce the incidence of premarital sexual behavior. The aim of this study was to provide an overview of the reported interventions used to reduce the incidence of premarital sexual behavior in adolescents and identify the implications for nursing practice. A systematic review was conducted using The Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines. The Scopus, Science Direct, Web of Science, and ProQuest databases were searched using the keywords "premarital sexual behavior” and “sexual,” and three researchers independently examined the resultant selected full-text articles. Articles published between 2020 and 2022 that described studies with a randomized controlled trial (RCT) design and that were published in English and had the full text available were included. The quality of each article was assessed using the Joanna Briggs Institute Critical Appraisal Checklist. Seven articles met the inclusion criteria and were subsequently analyzed. Our study showed that different types of interventions have been tested to variously enhance education, motivation, skills, and empowerment. The findings of our study have implications for nursing practice in terms of the creation of intervention-based programs and standard operating procedures for implementing programs designed to reduce the prevalence of premarital sexual behavior. Keywords: adolescent, incidence, randomized controlled trial, sexual behavior   Abstrak Program Efikasi yang Dirancang untuk Menurunkan Kejadian Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja: Tinjauan Sistematis. Angka kejadian perilaku seksual pranikah di seluruh dunia semakin meningkat meskipun diketahui dapat menimbulkan permasalahan kesehatan dan psikologis. Oleh karena itu, diperlukan intervensi untuk mengurangi kejadian perilaku seksual pranikah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang intervensi yang digunakan untuk mengurangi kejadian perilaku seksual pranikah pada remaja dan mengidentifikasi implikasinya terhadap praktik keperawatan. Tinjauan sistematis dilakukan dengan menggunakan pedoman PRISMA. Basis data Scopus, Science Direct, Web of Science, dan ProQuest dicari menggunakan kata kunci "perilaku seksual pranikah" dan "seksual", dan tiga peneliti secara independen memeriksa artikel teks lengkap pilihan yang dihasilkan. Artikel yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2022 yang menjelaskan penelitian dengan desain randomized controlled trial (RCT) dan diterbitkan dalam bahasa Inggris serta teks lengkapnya disertakan. Kualitas setiap artikel dinilai menggunakan Joanna Briggs Institute Critical Appraisal Checklist. Tujuh artikel memenuhi kriteria inklusi dan kemudian dianalisis. Penelitian kami menunjukkan bahwa berbagai jenis intervensi telah diuji untuk meningkatkan pendidikan, motivasi, keterampilan, dan pemberdayaan. Temuan penelitian kami memiliki implikasi terhadap praktik keperawatan dalam hal penciptaan program berbasis intervensi dan prosedur operasi standar untuk implementasi program yang dirancang untuk mengurangi prevalensi perilaku seksual pranikah. Kata Kunci: kejadian, perilaku seksual, remaja, uji coba terkontrol secara acak
Parents' Attitudes and Stress Levels Associated with Assisting Children's Distance Learning in Westren Indonesia Dina Musila; Florensia Dewi Rahayu Wulan Prasetya; Maria Arnetta Friesca Indriani; Lia Kartika; Agustin Lamtiur
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 26 No 2 (2023): July
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v26i2.1099

Abstract

The Indonesian government implemented distance learning to reduce the viral spread during the coronavirus disease (COVID-19) pandemic. A preliminary study based on interviews with 10 parents found that some parents had problems accessing the internet during their children’s online classes and that they used an excessive amount of data. Parents also had difficulty dividing their time between working and assisting their children with their online learning. This study aimed to determine parents’ attitudes and stress levels associated with assisting their children’s distance learning in western Indonesia. A descriptive research method was utilized, and the research population consisted of parents with school-age children undergoing distance learning in western Indonesia. The accidental sampling technique was used, and 384 respondents were involved. The research instrument was a questionnaire. Univariate analysis was used to analyze the data. The results showed that 1.6% of the respondents had a low stress level, 49.7% had a medium stress level, and 48.7% had a high stress level. The results also revealed that more than half of the respondents (51.3%; n=197) had a positive attitude toward assisting their school-age children during distance learning. Given that this study involved a substantial sample of parents, the findings have implications for academic institutions and community leaders in western Indonesia and similar region. The findings indicate that efforts could be made to educate parents about their stress and attitudes associated with distance learning and the effects these have on their children’s learning.Abstrak Perilaku dan Stres Orang Tua dalam Mendampingi Anak yang Menjalani Pembelajaran Jarak Jauh. Pemerintah menetapkan pembelajaran jarak jauh untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Sebuah studi pendahuluan yang melibatkan sepuluh orang tua, ditemukan bahwa beberapa orang tua memiliki masalah dalam mengakses jaringan selama kelas online dengan penggunaan kuota yang berlebihan. Orang tua juga kesulitan membagi waktu untuk bekerja dan mendampingi anak dalam pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap dan tingkat stres orang tua dalam mendampingi pembelajaran jarak jauh anak di Indonesia bagian barat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif, dengan populasi penelitian orang tua dengan anak usia sekolah yang menjalani pembelajaran jarak jauh di Indonesia Barat. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah accidental sampling sebanyak 384 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat stres rendah (1,6%), stres sedang (49,7%), dan stres tinggi (48,7%). Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa lebih dari separuh responden memiliki sikap positif terhadap pendampingan anak usia sekolah selama pembelajaran jarak jauh, yaitu sebanyak 197 responden (51,3%). Penelitian ini melibatkan sampel orang tua yang cukup besar, sehingga temuan-temuan yang ada memiliki implikasi bagi institusi akademis dan tokoh masyarakat di Indonesia bagian barat dan wilayah serupa. Upaya-upaya dapat dilakukan untuk mengedukasi orang tua mengenai stres dan sikap mereka terkait pembelajaran jarak jauh dan dampaknya terhadap pembelajaran anak-anak mereka. Kata Kunci: orang tua, pembelajaran jarak jauh, perilaku, stres

Filter by Year

1997 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 28 No 3 (2025): November Vol 28 No 2 (2025): July Vol 28 No 1 (2025): March Vol 27 No 3 (2024): November Vol 27 No 2 (2024): July Vol 27 No 1 (2024): March Vol 26 No 3 (2023): November Vol 26 No 2 (2023): July Vol 26 No 1 (2023): March Vol 25 No 3 (2022): November Vol 25 No 2 (2022): July Vol 25, No 1 (2022): March Vol 25 No 1 (2022): March Vol 24, No 3 (2021): November Vol 24 No 3 (2021): November Vol 24 No 2 (2021): July Vol 24, No 2 (2021): July Vol 24, No 1 (2021): March Vol 24 No 1 (2021): March Vol 23, No 3 (2020): November Vol 23 No 3 (2020): November Vol 23, No 2 (2020): July Vol 23 No 2 (2020): July Vol 23, No 1 (2020): March Vol 23 No 1 (2020): March Vol 22, No 3 (2019): November Vol 22 No 3 (2019): November Vol 22 No 2 (2019): July Vol 22, No 2 (2019): July Vol 22, No 1 (2019): March Vol 22 No 1 (2019): March Vol 21 No 3 (2018): November 2018 Vol 21 No 2 (2018): Juli Vol 21 No 1 (2018): Maret Vol 20 No 3 (2017): November Vol 20 No 2 (2017): Juli Vol 20 No 1 (2017): Maret Vol 19 No 3 (2016): November Vol 19 No 2 (2016): Juli Vol 19 No 1 (2016): Maret Vol 18 No 3 (2015): November Vol 18 No 2 (2015): Juli Vol 18 No 1 (2015): Maret Vol 17 No 3 (2014): November Vol 17 No 2 (2014): Juli Vol 17 No 1 (2014): Maret Vol 16 No 3 (2013): November Vol 16 No 2 (2013): Juli Vol 16 No 1 (2013): Maret Vol 15 No 3 (2012): November Vol 15 No 2 (2012): Juli Vol 15 No 1 (2012): Maret Vol 14 No 3 (2011): November Vol 14 No 2 (2011): Juli Vol 14 No 1 (2011): Maret Vol 13 No 3 (2010): November Vol 13 No 2 (2010): Juli Vol 13 No 1 (2010): Maret Vol 12 No 3 (2008): November Vol 12 No 2 (2008): Juli Vol 12 No 1 (2008): Maret Vol 11 No 2 (2007): September Vol 11 No 1 (2007): Maret Vol 10 No 2 (2006): September Vol 10 No 1 (2006): Maret Vol 9 No 2 (2005): September Vol 9 No 1 (2005): Maret Vol 8 No 2 (2004): September Vol 8 No 1 (2004): Maret Vol 7 No 2 (2003): September Vol 7 No 1 (2003): Maret Vol 6 No 2 (2002): September Vol 6 No 1 (2002): Maret Vol 5 No 2 (2001): September Vol 5 No 1 (2001): Maret Vol 2 No 8 (1999): Desember Vol 2 No 7 (1999): September Vol 2 No 6 (1999): Mei Vol 2 No 5 (1998): Oktober Vol 1 No 4 (1998): Juli Vol 1 No 3 (1997): Desember Vol 1 No 2 (1997): Juli Vol 1 No 1 (1997): Januari More Issue