cover
Contact Name
Sri Rahayu
Contact Email
srirahayuatirfiyah@gmail.com
Phone
+6285379034482
Journal Mail Official
srirahayuatirfiyah@gmail.com
Editorial Address
Jl.Tentara Pelajar Mudal Boyolali 57351
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kebidanan
Core Subject : Science,
ABSTRAK Latar Belakang : Involusi uterus adalah suatu proses dimana uterus kembali ke kondisi sebelum hamil. Proses ini dimulai segera plasenta lahir akibat kontraksi otot-otot polos uterus (Ambarwati, 2009). Senam nifas adalah latihan jasmani yang dilakukan setelah melahirkan, dimana fungsinya adalah untuk mengembalikan kondisi kesehatan, untuk mempercepat penyembuhan, mencegah timbulnya komplikasi, memulihkan dan memperbaiki regangan pada otot – otot setelah kehamilan (Ervinasby, 2008). Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Pengaruh senam nifas terhadap involusi uterus pada ibu post partum Di Puskesmas Mariana Kabupaten Banyuasin tahun 2020. Metodologi : Penelitian ini Merupakan penelitian Kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen dengan rancangan pretest posttest dengan kelompok kontrol (pretest-posttest with control group). Hasil : Hasil Penelitian menunjukan bahwa rerata involusi uterus pada kelompok Kontrol (Tidak melakukan senam Nifas) adalah 5,30+0,67 cm, rerata kelompok perlakuan (melakukan Senam Nifas) adalah 3,00+1,05 cm. Analisis kemaknaan dengan uji Mann Withney menunjukkan bahwa nilai p = 0,000. Hal ini berarti bahwa kedua kelompok sesudah diberikan perlakuan, rerata Involusi Uterus berbeda secara bermakna (p<0,05). Kesimpulan : Involusi uterus kelompok kontrol (Tidak melakukan senam) sesudah/Pengukuran ke dua terjadi penurunan involusi uterus dan Involusi uterus kelompok Perlakuan (melakukan senam nifas) sesudah senam nifas terjadi penurunan involusi uterus secara signifikan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa Ada pengaruh senam nifas terhadap involusi uteri.
Articles 361 Documents
PENGARUH PENGETAHUAN DAN PELATIHAN KADER POSYANDU TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN IBU DAN ANAK DI KABUPATEN PURWOREJO Zuliyanti, Nurma Ika; Pangestuti, Restu
Jurnal Kebidanan VOLUME 11. No.02, Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v11i02.407

Abstract

ABSTRAK            Latar Belakang: Kinerja kader merupakan salah satu indikator keberhasilan program Posyandu dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Adanya faktor individu dan sosial dapat mempengaruhi kinerja kader dalam memberikan pelayanan kesehatan. Tingkat pengetahuan dan pelatihan yang diberikan kepada kader mampu menunjang kinerja dalam pelayanan Posyandu. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh pengetahuan dan pelatihan kader Posyandu terhadap pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Purworejo. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada 25 Posyandu dari bulan Juni - Juli 2019 di Purworejo, Jawa Tengah. Subjek penelitian sebanyak 200 kader dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah pelayanan kesehatan. Variabel independen yang digunakan yaitu pengetahuan dan pelatihan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan Stata 13. Hasil Penelitian: Kader dengan pengetahuan yang baik memiliki kemungkinan untuk melakukan pelayanan yang baik 24,56 kali daripada kader dengan pengetahuan yang kurang. Kader dengan pelatihan yang baik memiliki kemungkinan untuk melakukan pelayanan yang baik 35,55 kali daripada kader yang memiliki pelatihan kurang dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Nilai signifikansi p yaitu <0.001. Kesimpulan: Pengetahuan kader yang baik dan pelatihan yang baik yang diberikan kepada kader dapat meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak dalam kegiatan Posyandu dengan nilai p<0.001. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan dan pelatihan sangat berpengaruh dalam meningkatkan pelayanan. Saran: Memberikan pelatihan untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan pada semua kader Posyandu secara berkala dan menyeluruh.Kata kunci : Kader Posyandu, Pelayanan Kesehatan, Kesehatan Ibu dan AnakTHE EFFECT OF POSYANDU CADRE KNOWLEDGE AND TRAINING ON MATERNAL CHILD HEALTH SERVICES IN PURWOREJO REGENCYABSTRACTBackground: Cadre performance is one of the indicators Posyandu program in maternal and child health services. The existence of individual and social factors can affect the performance of cadres in providing health services. The level of knowledge and training given to cadres is able to support the performance in Posyandu services. Purpose: Knowing the effect of posyandu cadre knowledge and training on maternal and child health services in Purworejo Regency. Subjects and Method: The type of research used is observational analytics with a cross sectional approach. The research was conducted on 25 Posyandu from June - July 2019 in Purworejo, Central Java. The study subjects were 200 cadres with sampling techniques using simple random sampling. The dependent variable in this study is the health service. Independent variables used are knowledge and training. Data collection using questionnaires and data analysis using Chi-Square test with Stata 13. Results: Cadres with good knowledge have the possibility to perform good service 24.56 times than cadres with less knowledge. Cadres with good training are more likely to perform good service 35.55 times than cadres who have less training in providing maternal and child health services. The value of p significance is <0.001. Conclusion: Good cadre knowledge and good training provided to cadres can improve maternal and child health services in Posyandu activities with p value <0.001. These results show that knowledge and training are very influential in improving services. Suggestions: Providing training to improve skills and knowledge to all Posyandu cadres periodically and comprehensive.Keywords: Posyandu Cadre, Health Services, Maternal and Child Health
HUBUNGAN LAMA INISIASI MENYUSU DINI DENGAN SUHU TUBUH BAYI BARU LAHIR DI WILAYAH PUSKESMAS BANDONGAN KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2010 Mundarti Poltekkes Kemenkes Semarang
Jurnal Kebidanan Volume 4 No. 1 Juni 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v4i1.52

Abstract

HUBUNGAN LAMA INISIASI MENYUSU DINI DENGAN SUHU TUBUH BAYI BARU LAHIR DI WILAYAH PUSKESMAS BANDONGAN KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2010 Mundarti Poltekkes Kemenkes Semarang ABSTRAK Inisiasi Menyusu Dini (IMD)/ early initation atau permulan menyusu dini adalah bayi mulai menyusu sendiri segara setelah lahir, kontak kulit dengan kulit segera setelah lahir dan bayi menyusu sendiri dalam satu jam pertama kehidupan sangat penting karena ini akan menurunkan kematian bayi karena kedinginan / hipotermia (Roesli, 2008), study pendahuluan di salah satu BPS di wilayah Kerja Puskesmas Bandongan menyebutkan terdapat perbedaan Angka Kematian Bayi sebelum dan sesudah pelaksanaan IMD, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungna antara lama IMD dengan suhu tubuh Bayi Baru Lahir (BBL) di wilayah kerja Puskesmas Bandongan. Jenis penelitian ini adalah studi dokumentasi analitik dengan metode survei serta pendekatan observasional cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin dan  Bayi Baru Lahir (BBL) yang dilakukan Inisiasi Menyusu Dini(IMD) di wilayah Puskesmas Bandongan Kabupaten Magelang periode tanggal 12 April 2010 sampai dengan 8 Mei 2010, Jumlah populasi hasil rekapitulasi data ibu hamil dengan HPL awal April-awal Mei 2010 di 14 desa wilayah kerja Puskesmas Bandongan adalah 64 orang,Teknik yang digunakan dalam pemilihan sampel adalah purposive Sampling. Sampel berjumlah 30 orang. Instrumen yang digunakan berupa blangko pengamatan. Data diperoleh melalui pengukuran langsung. Gambaran hasil diperoleh data lama IMD ≥ 60 menit 86,6 % dan suhu tubuh BBL Normal (36,5-37,5OC) 86,8%. Berdasarkan hasil statistik uji korelasi product moment dengan derajat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian, ada hubungan antara lama IMD dengan suhu tubuh BBL, dimana r hitung (0,558) > r tabel 0,361, dan p value = 0,001 (p < 0,05). Disarankan pada tenaga kesehatan yang mungkin melaksanakan IMD, khsusnya bidan, agar dapat melaksanakan IMD sesuai dengan ketentuan yaitu minimal 60 menit, hal ini dilakukan agar kejadian kehilangan panas bayi setelah lahir yang dapat menyebabkan hypotermia dapat ditekan   Kata kunci : lama IMD, Suhu tubuh BBL
HUBUNGAN TINGKAT DEPRESI DENGAN INSOMNIA PADA LANJUT USIA LEBIH DARI 60 TAHUN Nofus, Merlien; ., Sutanta
Jurnal Kebidanan VOLUME 10. No. 02, DESEMBER 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v10i02.284

Abstract

Merlien Nofus1)  , Sutanta2)1) Program Studi S1 Keperawatan STikes Yogyakarta2)Program Studi Ners STikes Estu UtomoE-mail: delsynofus@yahoo.com. paksutanta@gmail.comABSTRAKLatar Belakang : Semakin meningkatnya jumlah lanjut usia di Indonesia setiap tahun, semakin meningkatnya pula resiko penyakit yang terjadi pada lanjut usia. Salah satunya adanya gangguan mental seperti depresi. Depresi dapat menyebabkan terjadinya insomnia pada lanjut usia. Kejadian insomnia dapat menyebabkan seseorang menjadi sedih dan susah tidur. Tujuan : Mengetahui hubungan tingkat  depresi dengan insomnia pada lanjut usia lebih dari 60 tahun. Metode : Penelitian ini termasuk survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 52 orang, sampel sebanyak 30 orang yang diambil dengan metode purposive sampling.  Instrument penelitian berupa kuisioner tertutup dan kuesioner yang digunakan adalah Geriatric Depression Scale dan Kuesioner Kelompok Studi Psikiatrik Biologik Jakarta (KSPBJ-IRS). Metode analisa data menggunakan korelasi Rank Spearman. Hasil : Sebagian besar lanjut usia lebih dari 60 tahun mengalami depresi ringan, sebanyak 22 orang (73,3 %) dan mengalami insomnia sementara sebanyak 21 orang (70 %).  Ada hubungan antara tingkat depresi dengan insomnia pada lansia yang ditunjukkan dari nilai korelasi Spearman Rank (ρ)  sebesar 0,384 sebesar = 0,384 dengan p value 0,036. Kesimpulan :  Ada hubungan yang signifikan tingkat depresi dengan insomnia pada lanjut usia lebih dari 60 tahun.Kata Kunci :  Depresi, Insomnia, Lansia  THE RELATIONSHIP OF BODY MASS INDEX WITH OF DYSMENORRHEA IN ADOLESCENT RELATIONSHIP OF DEPRESSION LEVELS WITH INSOMNIA IN THE AGE OF MORE THAN 60 YEARSABSTRACTBackground: The increasing number of elderly people in Indonesia each year, the higher the risk of diseases occurring in the elderly. One of them is a mental disorder such as depression. Depression can cause insomnia in the elderly. The incidence of insomnia can cause a person to become sad and have trouble sleeping. Objective: To find out the relationship between depression levels and insomnia in the elderly more than 60 years in. Method: This study included an analytical survey with a cross sectional approach. The study population was 52 people, a sample of 30 people were taken by purposive sampling method. The research instrument was a closed questionnaire and the questionnaire used was the Geriatric Depression Scale and the Jakarta Biological Psychiatric Study Group Questionnaire (KSPBJ-IRS). Data analysis method uses Rank Spearman correlation. Results: Most of the elderly over 60 years experienced mild depression, as many as 22 people (73.3%) and experienced temporary insomnia as many as 21 people (70%). There is a relationship between the level of depression and insomnia in the elderly  which is shown from the Spearman Rank correlation value (ρ) of 0.384 of = 0.384 with p value 0.036. Conclusions: There was a significant association of depression levels with insomnia in the elderly over 60 years.Keywords: Depression, Insomnia, Elderly
KORELASI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN TINGKAT IQ PADA ANAK TK DI TK AISYAH KECAMATAN PRINGSEWU KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2014 Cynthia Puspariny; Triani Yuliastanti; Anggun Suhastina
Jurnal Kebidanan VOLUME 07 No.02, Desember 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v7i02.181

Abstract

ABSTRAK ASI merupakan makanan yang paling cocok untuk bayi.  Kadar lemak yang tinggi ini dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan otak yang cepat semasa bayi.  Tujuan penelitian  ini adalah untuk menggetahui Korelasi  pemberian ASI Eksklusif dengan tingkat IQ pada anak Prasekolah di TK Aisyah Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu Tahun 2014. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitikmenggunakan pendekatan cross sectional .Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak TK di TK Aisyah I, 2 dan 3 Pringsewu pada tahun ajaran 2013/2014 sebanyak 339 anak usia prasekolah dan diambil sampel penelitian sebanyak 78 orang . Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling , alat bantu yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisoner . Berdasarkan korelasi pemberian ASI Eksklusif dengan tingkat IQ pada anak Prasekolah di TK Aisyah Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu Tahun 2014,dapat diketahui bahwa anak prasekolah yang mendapatkan ASI Eksklusif memiliki tinggkat IQ di atas rata-rata sebesar 21(61,8%).  Hasil uji statistik chi square didapat nilai p value = 0,028  (0,028 < 0,05. Kesimpulanya terdapat hubungan pemberian asi eksklusif dengan tingkat IQ pada anak usia prasekolah. Kata Kunci : ASI Eksklusif – Tingkat IQ EXCLUSIVE BREAST FEEDING RELATIONSHIP WITH THE IQ OF PRESCHOOL CHILDREN IN KINDERGARTEN AISYAH DISTRICT PRINGSEWU PRINGSEWU ABSTRACT Breast milk is the most suitable food for babies. The high fat content needed to support rapid brain growth during the baby. The purpose of this study was to Determine the relationship of exclusive breastfeeding to with IQ levels in children in kindergarten Preschool Aisyah District Pringsewu 2014. The research design used in this study was a cross sectional analytic approach. The population in this study is a mother who has a child in kindergarten kindergarten Ayesha I, 2 and 3 Pringsewu the 2013/2014 school year as many as 339 children of preschool age and samples are taken 78 people. Sampling technique using cluster random sampling, the tools used in this study is the questionnaire. Based on exclusive breastfeeding relationship with IQ levels in children in kindergarten Preschool Aisha District Subdistrict Pringsewu In 2014, it can be seen that preschoolers who received exclusive breastfeeding has an IQ above the average of 21 (61.8%). The results of the chi-square statistical test obtained p value = 0.028 (0.028 <0.05 In conclusion there is exclusive breastfeeding relationship with IQ levels in children of preschool age.  Keywords : exclusive breastfeeding - IQ Level
HUBUNGAN PERAN SERTA KADER DENGAN PELAKSANAAN KEGIATAN POSYANDU Dewi Ginanjar Sari; Lies Indarwati S.S.T, M.Kes.
Jurnal Kebidanan Volume 4 No. 1 Juni 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v4i1.57

Abstract

ABSTRAK Posyandumerupakanbentukperan sertamasyarakat dibidang kesehatan,yang dikelola oleh kader, dengan sasarannya adalah seluruh masyarakat. Kader adalah warga masyarakat setempat yang terpilih atau ditunjuk oleh masyarakat.Kegiatan yang ada di posyandu dikenal dengan sistem pelayanan 5 meja, dimana setiap meja fungsinya berbeda - beda dan sangat ditentukan oleh peran serta kader. Kader yang berperan baik posyandunya akan berjalan dengan maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui peran serta kader dengan pelaksanaan posyandu Balita di Desa Tawengan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali. Jenis penelitian menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatancross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kader yang berada di desa Tawengan sejumlah 35 responden yang sekaligus sebagai sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan SPSS versi 17 dengan uji kendal tau. Hasil ujikendal tau menunjukkan adanya hubungan yang signifikan peran serta kader dengan pelaksanaan posyandu balita. Diperoleh nilai tau sebesar 0,611 (0,611>2,58) dengan p. value sebesar 0,0001 (0,0001 < 0,05). Ada hubungan peran serta kader dengan pelaksanaan posyandu balita.   Kata Kunci : peran serta kader,pelaksanaan posyandu balita.
PERSEPSI MEROKOK SISWA SMK BAKTI UTAMA PATI Kasanah, Uswatun
Jurnal Kebidanan VOLUME 10. No. 02, DESEMBER 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v10i02.289

Abstract

Uswatun Kasanah1) 1)  Prodi Diploma Tiga Kebidanan, Stikes Bakti Utama PatiE-mail: haqqacantiq@gmail.comABSTRAKMenurut laporan WHO tahun 2011 mengenai konsumsi tembakau dunia, angka prevalensi merokok di Indonesia merupakan salah satu di antara yang tertinggi di dunia, dengan 46,8% laki-laki dan 3,1% perempuan usia 10 tahun ke atas yang diklasifikasikan sebagai perokok. Jumlah perokok mencapai 62,8% juta, di mana 40% di antaranya berasal dari kalangan ekonomi ke bawah (Faridah, 2015). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam tentang persepsi merokok pada remaja di SMK Bakti Utama Pati. Persepsi tersebut meliputi persepsi kerentanan, keparahan, manfaat, pengorbanan serta pencetus dalam merokok. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan siswa SMK Bakti Utama Pati. Sampel sejumlah 4 siswa dari populasi siswa yang bersedia menjadi responden. Analisis data dilakukan dengan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Semua responden menyatakan merasa rentan menderita penyakit yang disebabkan oleh merokok, namun tingkat kerentanan tersebut rendah;  2) Sebagian besar responden menganggap bahwa dampak merokok itu tidak begitu parah; 3) Seorang responden belum mengetahui secara pasti akan manfaat merokok Seorang responden lain menyatakan bahwa merokok membuat pikirannya rileks atau tenang. Sedangkan seorang responden lagi mengatakan bahwa tidak ada manfaat yang luar biasa sehingga orang harus merokok; 4) sebagian besar responden, untuk merokok itu tidak memerlukan pengorbanan yang signifikan. Namun sebagian kecil responden merasa bahwa yang memberatkan untuk merokok adalah bagaimana agar status merokoknya tidak diketahui oleh orangtunya; 5) sebagian besar responden mengatakan bahwa faktor pencetus perilaku merokok adalah teman dan seorang responden mengatakan bahwa pencetus merokok karena merokok itu sendiri. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi para pihak terkait memberikan penyuluhan guna meluruskan persepsi merokok yang belum tepat. Selain itu, bagi orang tua perlu memberikan dukungan sosial dalam mengawal tumbuhkembang anak agar tetap berada dan bergaul dengan teman-teman sebaya yang sesuai.Kata Kunci: persepsi, merokok.SMOKING PERCEPTION OF BAKTI UTAMA PATI VOCATIONAL SCHOOL STUDENTS ABSTRACTAccording to the 2011 WHO report on world tobacco consumption, the prevalence of smoking in Indonesia is one of the highest in the world, with 46.8% of men and 3.1% of women aged 10 years and over classified as smokers. The number of smokers reached 62.8% million, of which 40% came from the lower economic community (Faridah, 2015). This study aims to find out more about the perception of smoking in adolescents at the Main Bakti Vocational School in Pati. These perceptions include perceptions of vulnerability, severity, benefits, sacrifices and triggers in smoking.This study uses qualitative research methods with a phenomenological approach. Data was collected through in-depth interviews with students of Pati Bakti Utama Vocational School. A sample of 4 students from a population of students willing to become respondents. Data analysis is done by content analysis. The results showed that 1) All respondents stated that they felt vulnerable to suffer from diseases caused by smoking, but the level of vulnerability was low; 2) Most respondents consider that the effects of smoking are not so severe; 3) A respondent does not know for sure about the benefits of smoking. Another respondent stated that smoking made his mind relax or calm. While another respondent said that there were no extraordinary benefits so people had to smoke; 4) most respondents, for smoking it does not require significant sacrifice. However, a small proportion of respondents felt that what was burdensome to smoking was how to get their smoking status unknown to their people; 5) most of the respondents said that the trigger factor for smoking behavior was a friend and a respondent said that the originator smoked because of smoking itself. This study provides recommendations for relevant parties to provide counseling to correct the perception of smoking that is not right. In addition, parents need to provide social support in guarding the growth of children in order to stay and associate with their peers accordingly.Keywords: perception, smoking
HUBUNGAN POLA ASUH DENGAN PERKEMBANGAN PERSONAL SOSIAL ANAK TODDLER DI PAUD TETUKODESA KIOS KEBON DALEM LOR PRAMBANAN KLATEN Septi Suranto; Tinah .
Jurnal Kebidanan VOLUME 07 No.01, Juni 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v7i01.190

Abstract

ABSTRAK Perilaku sosial (personal sosial) merupakan salah satu kategori perkembangan anak toddler yang berhubungan dengan kemampuan mandiri seperti memakai baju sendiri, pergi ke toilet sendiri, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya.Perkembangan personal sosial anak toddler tidak semuanya maksimal lebih dari 25% anak toddler mengalami keterlambatan perkembangan.Keterlambatan perkembangan tersebut dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor terutama dari faktor orang tua yaitu pola pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola asuh, gambaran perkembangan personal sosial dan hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan personal sosial anak toddler. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey analitik dan pendekatan waktu cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak usia 2-3 tahun di PAUD Tetuko Desa Kios Kebondalem Lor Prambanan Klaten, dimana semua anak tersebut adalah anak toddler yaitu sejumlah 53, dengan teknik purposive sampling  diperoleh sampel 49 dan analisa data chi square. Hasil perhitungan chi square dengan α = 0,05, diperoleh nilai X2 hitung 11.031 dan p value = 0,004 (p < 0,05), berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan personal sosial anak toddler. Kata Kunci : Pola asuh, Perkembangan personal sosialASSERTIVE EFFECT ON ABILITY TRAINING EXPRESS ANGRY SCHIZOPHRENIA PATIENTS WITH HISTORY OF VIOLENT BEHAVIOR IN HOSPITAL GRHASIA DIY ABSTRACT Social behavior (personal social) is one category of toddler child development associated with the ability of self as wearing their own clothes, go to the toilet alone, socialize and interact with their environment. Personal social development toddler age children are not all up more than 25% of children experiencing developmental delays toddler. Delays in development can be affected by various factors, especially of factors that parents parenting. This study aims to describe parenting, on the development of social and personal relationships parenting parents with toddler son social personal development. The study was conducted by using survey methods of analytic and cross sectional approach. The population is all toddler children in early childhood Tetuko Kios Kebondalem Lor  Prambanan Klaten number 53, with purposive sampling technique samples obtained 49 and chi square analysis of the data. Chi square calculation results with α = 0.05, the value of  X2 count 11 031 and p value = 0.004 (p <0.05), mean Ha accepted and Ho rejected. From this study it can be concluded that there is a relationship with the parent parenting personal development social toddler son. Keyword: Parenting, personal social development.
INISIASI MENYUSUI DINI TERHADAP KEJADIAN HIPOTERMI PADA BAYI BARU LAHIR STUDY KOMPARATIF DESIGN Dwi Anita Apriastuti; Tinah .
Jurnal Kebidanan VOLUME 07 No.02, Desember 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v7i02.178

Abstract

ABSTRAK Inisiasi Menyusu Dini (IMD) yaitu upaya menyusu satu jam pertama kehidupan yang diawali dengan kontak kulit antara ibu dan bayi. Upaya tersebut dilakukan oleh bayi setelah dipotong tali pusatnya, bayi merangkak bergerak ke arah payudara, menemukan menjilat dan mengulum puting, membuka mulut dengan lebar dan melekat dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dilaksanakannya IMD dengan benar terhadap Kejadian Hipotermi. Penelitian ini dilakukan di RB Mujiyem dan RB Suwinah Kabupaten Boyolali pada periode Januari – Juli 2015 dengan populasi seluruh ibu bersalin di RB Mujiyem dan RB Suwinah di Kabupaten Boyolali dengan teknik sampel purposive random sampling dengan kriteria yang telah ditentukan. Jenis penelitian ini adalah penelitian Ex-postfacto, dengan desain penelitian causal comparative research dan menggunakan teknik analisis regresi untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih serta juga untuk menunjukkan arah hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh antara IMD yang benar terhadap Kejadian Hipotermi (nilai R hitung < t tabel (10.811>2,021) dan nilai probabilitas lebih kecil dari level of significant 5 % Sig. (2-tailed) > 0,05 (0,001<0,05), ada pengaruh antara IMD terhadap Kejadian Hipotermi (nilai t hitung < t tabel (42.349>2,021) dan nilai probabilitas lebih kecil dari level of significant 5 % Sig. (2-tailed) > 0,05 (0,001<0,05). Dengan demikian diharapkan semua bidan melaksanakan IMD disetiap pertolongan persalinan yang Normal dengan benar tehniknya maka akan didapatkan keselamatan nyawa ibu dan bayi.  Kata Kunci: Inisiasi Menyusui Dini, HipotermiINITIATION OF BREASTFEEDING EARLY IN THE EVENT HYPOTHERMIA NEWBORN : COMPARATIVE STUDY DESIGN ABSTRACT Early Initiation of Breastfeeding (IMD) which attempts to suckle the first hour of life begins with skin contact between mother and baby. Efforts are made to cut the umbilical cord after the baby, crawling baby moving towards the breast, find lick and suck the nipple, with wide open mouth and adheres well. This study aims to determine the effect of the implementation of the IMD correctly against Genesis Hypothermia. This study will be conducted in RB and RB Suwinah Mujiyem Boyolali in the period from January to July 2015 and the entire population of women giving birth in Mujiyem RB and RB Suwinah in Boyolali with purposive sampling technique of random sampling with predetermined criteria. This type of research is research Ex-postfacto, the causal comparative research design research and using regression analysis techniques to measure the strength of the relationship between two or more variables and also to indicate the direction of the relationship between the dependent variable and independent variables. The results showed that there is influence between IMD right to Genesis Hypothermia (R value <t table (10 811> 2,021) and a probability value of less than the level of significant 5% Sig. (2-tailed)> 0.05 (0.001 < 0.05), there is the influence of IMD to Genesis Hypothermia (value t <t table (42 349> 2,021) and a probability value of less than the level of significant 5% Sig. (2-tailed)> 0.05 (0.001 <0 , 05). It is hoped that all midwives carry out the IMD every aid deliveries Normal correctly tehniknya it will get the safety of the lives of mothers and babies. Keywords: Initiation of breastfeeding, Hypothermia, Newborn
PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN DI SMA NEGERI 2 UNGARAN KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2011 Syam Surya Dwi Setyo Rini FIKKES UNIMUS Semarang; Nuke Devi Indrawati FIKKES UNIMUS Semarang
Jurnal Kebidanan Vol 4 No.2 Desember 2012
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v4i2.97

Abstract

PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN DI SMA NEGERI 2 UNGARAN KABUPATEN SEMARANG TAHUN 2011 Syam Surya Dwi Setiyo Rini & Nuke Devi Indrawati FIKKES UNIMUS Semarang ABSTRAK Masa remaja merupakan masa peralihan baik secara fisik, psikis maupun sosial dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Masa ini sering terjadi masalah yang berkaitan dengan perilaku dan kesehatan reproduksi pada remaja, seperti bertambahnya kasus HIV/AIDS, kematian ibu muda makin tinggi dan merebaknya praktik aborsi karena kehamilan yang tidak diinginkan. Hasil Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) tahun 2007 yang dilakukan kepada remaja usia 15-19 tahun baik putra maupun putri menunjukkan bahwa tidak sedikit yang sudah pernah melakukan hubungan seksual. Jenis penelitian menggunakan eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan rancangan One Group Design Pretest-Postest. Pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling dan instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan penyuluhan, remaja yang berpengetahuan kurang sebanyak 40 siswa (51,3%). Sedangkan pengetahuan remaja setelah dilakukan penyuluhan berubah menjadi baik sebanyak 78 siswa (100%). Berdasarkan hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna pada pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi sebelum dan sesudah penyuluhan (Mean Rank 39,50 dan p-value 0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya perbedaan yang bermakna pada pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi sebelum dan sesudah penyuluhan (p-value 0,000). Kata kunci : adolescen, pengetahuan, kesehatan reproduksi.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG PERAWATAN PAYUDARA DENGAN KEJADIAN BENDUNGAN ASI PADA IBU NIFAS Herdini Widyaning pertiwi; Hana Rosiana Ulfah
Jurnal Kebidanan VOLUME 10. No. 01, JUNI 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v10i01.294

Abstract

ABSTRAKLatar belakang : Kejadian Bendungan ASI akan sangat berpengaruh terhadap masa nifas karena ketidakberhasilan dalam memberikan ASI kepada bayinya, Salah satu tidak tercapainya  ASI  eksklusif yaitu bayi tidak mendapat ASI yang  cukup serta produksi ASI meningkat, terlambat  menyusukan, hubungan dengan bayi (bonding) kurang baik,  dan  dapat  pula  karena adanya pembatasan waktu menyusui. Di klinik Mulia Kasih Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali pada bulan Berdasarkan data studi pendahuluan yang di lakukan di klinik mulia kasih, Ngemplak, Boyolali pada bulan Nopember 2017 terhadap 10 orang ibu post partum, didapatkan 6 orang (60%) tidak mengerti tentang perawatan payudara, dan 4 orang (40%) sudah mengerti perawatan payudara. Dari  4 orang yang sudah mengerti perawatan payudara tidak ada yang mengalami bendungan ASI. Sedangkan dari 6 orang yang tidak mengerti perawatan payudara terdapat 1 orang (16,7%) yang mengalami bendungan ASI., karena sebagian besar ibu belum mengerti tentang perawatan payudara (breast care).. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini 30 ibu menyusui yang masih masa nifas dibulan Januari 2018. Jumlah sampel sebanyak 30 responden. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian Responden yang memiliki pengetahuan baik tentang  perawatan payudara (43,3%), responden tidak mengalami Bendungan ASI (66,7 %) Diperoleh nilai p 0,003 (p<0,05)bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang perawatan payudara dengan kejadian bendungan ASI. Kesimpulan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang perawatan payudara dengan terjadinya bendungan ASI .Kata kunci : perawatan payudara,bendungan asiRELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE OF MOTHER ABOUT BREAST CARE WITH ENGORGEMENT ON THE POST PARTUMABSTRACTBackground: The incidence of breast milk damages will greatly affect the puerperium due to unsuccessful breastfeeding to the baby. One of the exclusion of exclusive breastfeeding is that the infant is not getting enough milk and the milk production is increased, belated, the relationship with the baby is not good enough, and can also be due to restrictions on breastfeeding time. In the clinic of Mulia Kasih, Ngemplak sub-district, Boyolali regency in the month Based on preliminary study data that was done in the noble clinic of love, Ngemplak, Boyolali in November 2017 to 10 post partum mothers, got 6 people (60%) did not understand about breast care, and 4 people (40%) already understand breast care. Of the 4 people who already understand breast care no one has breast dam. While 6 people who do not understand breast care there are 1 person (16,7%) who suffer from breast milk dam, because most of mothers do not understand about breast care (breast care) .. This research type is analytic survey with cross sectional approach. The population in this study were 30 breastfeeding mothers who were still in the month of January 2018. The number of samples were 30 respondents. Data analysis using chi-square test. Results Respondents who have good knowledge about breast care (43.3%), respondents did not experience milk dam (66.7%) obtained p value 0.003 (p <0.05) that there is a relationship between mother's knowledge about breast care with the incidence milk dam. The conclusion that there is a relationship between mother's knowledge about breast care with the occurrence of breast milk dam.keywords: breast care, engorgement