cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota singkawang,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal PIPSI: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia
Published by STKIP Singkawang
ISSN : 24776254     EISSN : 24778427     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan IPS Indonesia is a Journal in the field of social sciences education: teaching, development, instructional, educational project and innovations, learning methodologies and new technologies in educational and learning and the other issues for social sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 174 Documents
Pelestarian Budaya Kain Gebeng Sebagai Kearifan Lokal Palembang Melalui Perkuliahan Pendidikan IPS Mahasiswa FKIP Pendidikan Sejarah UM Palembang Yusinta Tia Rusdiana; Heryati Heryati; Mico Mico
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 11, No 2 (2026): VOLUME 11 NUMBER 2 MEI 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v11i2.8563

Abstract

This study aims to describe the preservation of Kain Gebeng culture as a local wisdom of Palembang through Social Studies Education lectures for students of the History Education Program, FKIP, Muhammadiyah University of Palembang. This research employed a descriptive qualitative method with data collection techniques consisting of observation, interviews, questionnaires, and documentation. The results showed that the community has a high level of knowledge and awareness regarding the importance of preserving Kain Gebeng as a local cultural heritage. The process of making Kain Gebeng is still carried out traditionally through weaving techniques passed down from generation to generation. In addition, the integration of Kain Gebeng into Social Studies Education lectures was able to improve students’ understanding of Palembang local culture and foster positive attitudes toward regional cultural preservation efforts. Kain Gebeng also has great potential as a local wisdom-based Social Studies learning resource because it contains historical, social, cultural, and economic values of the Palembang community. Therefore, the preservation of Kain Gebeng through education becomes a strategic effort to maintain the existence of local culture amidst the current of globalization.
Strategi Guru IPS dalam Mengurangi Dampak Etnosentrisme Melalui Pengembangan Perilaku Prososial dalam Pembelajaran IPS (Studi Kasus di SMP Negeri 5 Duampanua) Nur Afni; Hasmiah Herawaty; Fuad Guntara; Abd Rahman K; Zurahmah Zurahmah
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 11, No 2 (2026): VOLUME 11 NUMBER 2 MEI 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v11i2.8539

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi guru IPS dalam mengembangkan perilaku prososial melalui penguatan sikap toleransi untuk meminimalisasi etnosentrisme pada konteks sekolah multietnis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus di SMP Negeri 5 Duampanua. Informan terdiri atas kepala sekolah, guru IPS, dan siswa yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dengan triangulasi untuk menjamin keabsahan data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi utama yang digunakan guru adalah pembelajaran interaktif dan pendekatan humanistik yang mendorong interaksi inklusif, empati, dan kerja sama lintas etnis. Penerapan toleransi diwujudkan melalui pembiasaan menghargai perbedaan, keteladanan guru, penyelesaian konflik secara dialogis, serta integrasi nilai kearifan lokal. Namun, implementasi strategi tersebut masih menghadapi hambatan berupa stereotip etnis, pengaruh lingkungan, dan rendahnya kesadaran sosial siswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi strategi pembelajaran IPS berbasis interaksi sosial dan pendekatan humanistik dalam konteks sekolah multietnis sebagai upaya konkret meminimalisasi etnosentrisme. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya peran guru sebagai fasilitator dan model sosial dalam membangun lingkungan pembelajaran yang inklusif dan toleran.
Pelestarian Tradisi Pencak Silat Betawi Sebagai Sumber Belajar IPS Berbasis Kearifan Lokal Di SMP (Studi Fenomenologi Di DPW PPSI Jakarta) Muhamad Abi Fadila; I Wayan Lasmawan; Tuty Maryati
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 11, No 2 (2026): VOLUME 11 NUMBER 2 MEI 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v11i2.8614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengintegrasian tradisi pencak silat Betawi yang dilestarikan oleh DPW PPSI Jakarta sebagai sumber belajar IPS berbasis kearifan lokal. Subjek dalam penelitian ini merupakan organisasi Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Pencak Silat Indonesia di Jakarta. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik, wawancara mendalam, observasi sebagai pengamat berperan serta, dokumentasi atau studi dokumen. Keabsahan data dalam penelitian ini dianalisis berdasarkan triangulasi data dan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa kearifan lokal Betawi dapat dibagi menjadi dua, yaitu tidak berbentuk produk budaya (intangible) dan berbentuk produk budaya (tangible). Kearifan lokal yang tidak berbentuk produk budaya terdiri dari, pengetahuan tentang alam semesta, ritual keagamaan, ekspresi lisan, seni pertunjukan, dan keterampilan tradisional. Kearifan lokal yang berbentuk produk budaya terdiri dari, golok, pakaian silat Betawi, dan musik pengiring silat gambang kromong. Aspek-aspek dalam tradisi pencak silat Betawi terdiri dari, aspek seni, aspek mental spiritual, aspek beladiri, dan aspek olahraga. Pengintegrasian tradisi pencak silat Betawi menjadi sumber belajar IPS di SMP dapat diadaptasikan dalam materi esensial dan muatan lokal pada Capaian Pembelajaran IPS tahun 2025. Pengintegrasian dapat dirancang melalui kerangka Pembelajaran Mendalam dengan memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik, memahami, mengaplikasikan, dan merefleksi. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa kearifan lokal pada tradisi pencak silat Betawi dapat diintegrasikan menjadi sumber belajar IPS melalui materi esensial dan muatan lokal. Sumber belajar IPS berbasis kearifan lokal dapat diajarkan melalui pembelajaran intrakurikuler dan kokurikuler. Pengintegrasian tersebut perlu dirancang menggunakan kerangka Pembelajaran Mendalam.
Needs and Content Concept Analysis of Local Wisdom–Based Digital Supplementary Teaching Materials for Environmental Awareness in Bajulan Village, Nganjuk Martha Abymanyu Ragil Atmaja; Sumarmi Sumarmi; Tuti Mutia
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 11, No 2 (2026): VOLUME 11 NUMBER 2 MEI 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jpipsi.v11i2.8530

Abstract

Digital transformation in education requires learning innovations that are not only technology-oriented but also integrate local cultural values. This study aims to analyse needs and design a concept for digital teaching materials based on the local wisdom of the Bajulan Traditional Village, Nganjuk. This study employs a qualitative approach supported by simple quantitative data. The research subjects included teachers and class XI Geography students at SMAN 3 Nganjuk, as well as traditional leaders from Bajulan Village as supporting informants. Qualitative data was obtained through observation, interviews, and curriculum analysis, whilst quantitative data was obtained through questionnaires analysed using percentages. The results of the study indicate that teachers and students require digital teaching materials that are more interactive, contextual, and relevant to daily life, as the media currently in use are considered unengaging. Content analysis indicates that ATP 1.1–1.2 still emphasise environmental concepts in a theoretical manner, whilst ATP 1.3–1.5 have the potential to be integrated with local wisdom values such as sowan punden, ruwat sumber, and bersih desa. The integration of local wisdom into digital teaching materials has the potential to strengthen students’ understanding of geographical concepts, enhance environmental awareness, and foster a love for local culture.