Abdimas Dewantara
Jurnal Abdimas Dewantara menerbitkan memuat tulisan-tulisan hilirisasi penelitian pada organisasi masyarakat, industri, serta instansi-instansi terkait dalam rangka peningkatanpartisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat dan atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Artikel belum pernah dipublikasikan dan tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain. Artikel yang kirimkan pada Jurnal Abdimas Dewantara harus terhindar dari unsur plagiasi. Jurnal Abdimas Dewantara terbit dua kali dalam setahun, yaitu bulan Maret dan bulan Oktober.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2 No 1 (2019)"
:
10 Documents
clear
Pengolahan Jerami dengan Limbah Jamu di Kelurahan Gedong Kecamatan/Kabupaten Karanganyar
Veronika Unun Pratiwi;
Catur Rini Sulistyaningsih;
Nurnaningsih Nurnaningsih
ABDIMAS DEWANTARA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (221.778 KB)
|
DOI: 10.30738/ad.v2i1.2754
Abstrak. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan khalayak sasaran tentang pengolahan jerami dengan limbah jamu secara praktis. Dengan kegiatan ini kelompok tani dihimbau dapat memanfaatkan limbah jerami yang melimpah dan kurang di daya gunakan sehingga dapat memenuhi kebutuhan pupuk organik dan kebutuhan unsur hara tanaman terpenuhi. Pengabdian pada masyarakat dilaksanakan mulai bulan Juli sampai Oktober 2011 di Kelurahan Gedong, Kecamatan / Kabupaten Karanganyar. Bentuk kegiatan pengabdian pada masyarakat yaitu memberi penyuluhan (ceramah dan tanya jawab ) dan demonstrasi pembuatan pupuk jerami dengan limbah jamu. Sasaran kegiatan adalah kelompok tani padi sawah di Kelurahan Gedong, Kecamatan / Kabupaten Karanganyar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan menyebabkan adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang pembuatan pupuk organik dari jerami dengan limbah jamu sebesar 1,61 % dan peningkatan ketrampilan tentang pembuatan pupuk organik jerami dengan limbah jamu sebesar 3,80 %. Presentasi pemahaman materi meningkat menjadi 156, 57 %. Para peserta merasa puas karena dengan teknologi maju yaitu pengomposan dengan menggunakan limbah jamu menyebabkan jerami dapat difermentasi (terurai) lebih cepat dan praktis, sehingga pupuk organik dari jerami dapat segera dimanfaatkan pada periode tanam berikutnya.
Baganisasi Petani Garam Desa Karanganyar Sumenep
Abd Salim;
Campina Illa Prihantini;
Hajjatul Mabruroh
ABDIMAS DEWANTARA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2860.115 KB)
|
DOI: 10.30738/ad.v2i1.2958
Bagi masyarakat Desa Karanganyar, Garam adalah satu-satunya yang paling berharga sedangkan Potensi laut yang ada belum dikelola secara baik salah satunya dengan menjadi Nelayan dengan mengelola Bagan. ketergantungan masyarakat Desa Karanganyar terhadap produksi garam sangat tinggi. Padahal produktivitas lahan garam hanya bisa dikerjakan di saat musim kemarau saja, praktis petani hanya bisa menggarap lahan/tambak garam berkisar 4-5 bulan saja di mulai sekitar bulan 6 sampai dengan bulan 10 (sesuai kebiasaan musim di madura) dan jika sudah masuk musim penghujan maka petani mulai menganggur, sesuai kebiasaan mayoritas masyarakat Desa Karanganyar Kecamatan Kalianget ketika masuk musim penghujan petani garam menjadi pekerja serabutan, menjadi tukang becak, kuli angkut, atau pekerja kasar lain yang sekiranya bisa memenuhi kebutuhan. Jika petani garam tidak mendapatkan pekerjaan sampingan setelah musim penghujan tiba bisa di pastikan pendapatan petani garam yang selama 4-5 bulan tersebut adalah satu-satunya harapan untuk bertahan hidup. Bagi masyarakat Desa Karanganyar, Garam adalah satu-satunya yang paling berharga sedangkan Potensi laut yang ada belum dikelola secara baik salah satunya dengan menjadi Nelayan dengan mengelola Bagan.
Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika
Andi Dian Rahmawan;
Nendra Mursetya Somasih Dwipa
ABDIMAS DEWANTARA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (733.804 KB)
|
DOI: 10.30738/ad.v2i1.2825
Both Math and English are the two subjects that most of students have difficulty on it. To understand Math requires logical thinking that most of students do not have. To understand English, in which the written and sound are different with our first language, requires habit to hear and write English a lot. Students need to be accustomed to using English on everyday activities. In fact, most of students tend to use Javanese or Indonesian to communicate to others. Teachers also get difficulties on motivating students to learn Math and English for the better future. Some students have struggled to learn them, but still, the results are not satisfying.Observing this phenomenon, as the lecturers of English and Math, we are trying to help the teachers on giving material with the different point of views. We introduced different approaches on giving exposure to students about Math and English. English will be taught by employing Podcast, math will be introduced by using Geogebra. It is expected that teachers and students will have another perspectives; we can say that the teachers may have another style of teaching and students will get additional learning styles.
Workshop Peningkatan Keterampilan Debat bagi Siswa SMK Muhammadiyah 1 dan 3 Ciputat
Nur Amalia;
Nawawi Nawawi;
Nur Aini Puspitasari
ABDIMAS DEWANTARA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (647.599 KB)
|
DOI: 10.30738/ad.v2i1.2963
Workshop on Improving Skills Debate of SMK Muhammadiyah 1 and 3 Ciputat. Which of course is very interesting for students. Through this method students do not feel patronized but they are expected to have their own way how to understand the implementation of an interesting debate because students find themselves an interesting debate style and presented in an interesting way that teachers and students need to develop, this can add self-confidence to students. At the time of implementation, the practice of the debate focused on students' activeness in speaking / arguing in the debate. Both groups who will argue either as a negation group or affirmation group play an active role and produce brilliant ideas. After the debate practice, the team will provide its assessment and commentary on the practice of the debate that has been done. Assessment is given as objectively as possible based on a prepared table. The aspects assessed include: The accuracy and authenticity of ideas, the ability to argue, understanding, accuracy of words and sentences, and fluency in conveying ideas. The results obtained after the students were taught using inquiry method and interactive video learning media, there was an increase of results and according to what was expected. The results of the training activities were responded and the questions conveyed by the participants to the Community Service Team (Tim Pengabdian Masyarakat = TPM). Responses and questions indicate high interest and curiosity towards the improvement of student debate skills of SMK Muhammadiyah 1 and 3 Ciputat. Thus this training activity is considered successful. The expected outcomes from this Community Service Activity are students of SMK Muhammadiyah 1 Ciputat and SMK Muhammadiyah 3 Ciputat can improve their speaking ability through debate activities. In addition the team will create a scientific article that will be published in the journal ISSNKey word: Debate, Inquiry, Skills, Video Interactive
Pelatihan Kewirausahaan Pembuatan dan Promosi Digital Marketing Batik Jenggolo
Jajuk Herawati;
Lusia Tria Hatmanti Hutami;
Pristin Prima Sari
ABDIMAS DEWANTARA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (285.973 KB)
|
DOI: 10.30738/ad.v2i1.2517
Community service activity is related to Training of Entrepreneurship Making and Promotion Digital Marketing Batik To Women Fostering Family Welfare (PKK). The purpose of this activity is to introduce entrepreneurship and digital marketing of handmade batik to the women PKK Pandeyan Numbers. In addition, PKK women can follow up to have store of batik from their production. The venue is located at RW 04 Pandeyan Hall. The activity targets are women PKK Kalangan Pandeyan. The implementation followed by cooperation with Sanggar Batik Jenggolo as a speech how to make batik. Training methods are studying, discussions and practices. Training activities include entrepreneurship, promotion, product decisions and branding, digital marketing and making batik. The result of this activity is handkerchief batik.Keyword: Entrepreneurship, Digital Marketing, Batik Tulis
Perancangan Kemasan Ramah Lingkungan berbahan Corugated dan Penerapan Sistem Pemasaran Daring pada Produk Jamu Tradisional
Dwi Wijayanti;
Reza Bayu Kurniawan;
Dwi Susanto
ABDIMAS DEWANTARA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (348.046 KB)
|
DOI: 10.30738/ad.v2i1.2888
AbstrakPengabdian Masyarakat dengan judul “Perancangan Kemasan Ramah Lingkungan Berbahan Corugated dan Penerapan Sistem Pemasaran Daring Pada Produk Jamu Tradisional Kiringan, Dusun Kiringan, Kabupaten Bantul D.I. Yogyakartaâ€.Pengabdian ini bertujuan untuk: (1) Memberikan sosialisasi tentang perancangan kemasan ramah lingkungan berbahan corugated produk jamu tradisional, (2)Memberikan sosialisasi tentang penerapan sistem pemasaran daring pada produk jamu tradisional, (3) Memberikan motivasi untuk meningkatkan regenerasi penjual jamu sehingga image kiringan sebagai “sentral jamu gendong†dapat dipertahankan, sekaligus dapat menjadi desa wisata. Tempat pengabdian di Balai Dusun Kiringan. Waktu kegiatan, Rabu 22 November 2017 pukul 09.00-17.00 WIB.Sasaran kegiatan yaitu kelompok usaha jamu Mekar Sari dan kelompok jamu Sehat Asri.Pengabdian ke masayarakat ini dilaksanakan dengan metode ceramah dan tanya jawab.Hasil kegiatan in antara lain: (1) Munculnya kesadaran untuk melestarikan dusun Kiringan sebagai desa wisata jamu tradisional. Hal ini nampak dari Ibu-ibu kelompok usaha jamu tradisional di dusun Kiringan yang termotivasi untuk bersama-sama membentuk kelompok promosi desa wisata, (2) Pengetahuan Ibu-ibu kelompok usaha jamu tradisional semakin bertambah terutama tentang berbagai bentuk mapun jenis kemasan yang lebih menarik dan ramah lingkungan, sehingga diharapkan mampu meningkatkan nilai jual jamu tradisional, dan (3) Ibu-Ibu kelompok usaha jamu tradisional menjadi memiliki pengetahuan baru untuk memasarkan jamu melalui online, selain itu dapat menarik minat remaja (anak penjual jamu) untuk membantu orang tua mereka berjualan jamu tanpa harus merasa malu. Kata kunci: pengabdian, jamu tradisional, kiringan
Peningkatan Pemahaman Tes dan Pengukuran Kondisi Fisik Pelatih dan Pemain Persatuan Sepakbola Air Bangis
Sepriadi Sepriadi;
Sefri Hardiansyah
ABDIMAS DEWANTARA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (194.745 KB)
|
DOI: 10.30738/ad.v2i1.2612
Tes dan Pengukuran, merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam berbagai kegiatan manusia, demikian pula halnya dalam kegiatan pelatihan olahraga. Karena dengan melaksanakan hal tersebut kita dapat mengetahui perkembangan dan kekurangan, sehingga akhirnya dapat membuat suatu keputusan yang tepat. Semakin teliti informasi yang diperoleh (melalui tes dan pengukuran) akan semakin baik keputusan yang diambil. Setiap pelatih akan memberikan latihan fisik sesuai dengan cabang yang digelutinya. Oleh sebab itu, dalam memberikan latihan fisik pelatih harus mengetahui bagaimana peningkatan kemampuan fisik atlitnya sedangkan bagi pemain dapat mengetahui keadaan fisiknya sendiri dengan melaksanakan tes dan pengukuran kondisi fisik. Mitra yang dilibatkan dalam kegiatan ini adalah Pelatih dan pemain sepakbola Air Bangis. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah masih belum memiliki kemampuan dalam melaksanakan tes dan pengukuran kondisi fisik yang baik dan benar. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah melalui beberapa tahapan, yaitu tahap pertama adalah pelatihan. Tahap yang kedua memberikan pendampingan dalam pelaksanaan tes dan pengkuran secara langsung. Dan yang ketiga adalah evaluasi dari tahap kedua. Hasil yang diperoleh setelah pelatihan ini adalah pelatih dan pemain sepakbola Air Bangis memiliki kemampuan dan pengetahuan dalam melakukan tes dan pengukuran kondisi fiisk khususnya bagi cabang sepakbola.
Geogebra dan Maple Sebagai Media Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Kualitas Guru Matematika
Moh Zayyadi;
Harfin Lanya;
Sri Irawati
ABDIMAS DEWANTARA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (350.749 KB)
|
DOI: 10.30738/ad.v2i1.2919
Kurangnya pemahaman guru matematika akan media pembelajaran berbasis computer salah satunya adalah Aplikasi Geogebradan Maple membuat mereka kesulitan mengajarkan siswa akan rumus-rumus yang dianggap “membosankan†dan “sulit†bagi siswa. Hal ini sejalan dengan survey yang dilakukan terhadap guru matematika SMP/MTs di Proppo, mereka masih banyak yang belum paham akan kedua aplikasi di atas, bahkan ada yang masih belum tahu sama sekali jika ada dua aplikasi tersebut. Melalui dana hibah Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Madura dilaksanakan pelatihan aplikasi geogebra dan Maple yang bertujuan untuk memberikan bantuan keilmuan dan sekaligus praktek penggunaan aplikasi geogebradan Maple kepada guru matematika se-kecamatan Proppo. Adapun metode yang dilakukan dalam pengabdian ini adalah pelatihan diberikan dalam dua pertemuan .Pertemun pertama membahas dan mempraktekkan aplikasi geogebra dan pertemuan kedua membahas dan mempraktekkan aplikasi Maple. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan selama kegiatan pengabdian hasil positif  yang d idapatkan adalah 1.) peserta pelatihan sangat antusias terhadap materi pelatihan, 2.) peserta pelatihan menunjukkan respon yang positif terhadap materi pelatihan, 3.) peserta pelatihan sangata ktif dalam praktek penggunaaan aplikasi geogebra dan Maple. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan dapat menambah wawasan keilmuan dan praktik penggunaan media pembelajaran computer khususnya aplikasi geogebradan Maple untuk meningkatkan kualitas guru matematika.
Pelatihan Active Learning bagi Guru SMP Muhammadiyah se-Kota Yogyakarta
Nur Arina Hidayati;
Rima Aksen Cahdriyana
ABDIMAS DEWANTARA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (770.679 KB)
|
DOI: 10.30738/ad.v2i1.2660
Pelaksanaan pelatihan ini dilakukan dengan metode berikut ini. (1) Pemberian pelatihan tentang pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan model maupun metode yang menggunakan pendekatan pembelajaran aktif, (2) pemberian pelatihan tentang praktek pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran aktif, (3) Pendampingan dalam penerapan active learning di sekolah. Pelatihan dilaksanakan di aula SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta pada tanggal 10 dan 17 Februari 2018, sedangkan pendampingan dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2018 di SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta. Hasil dari pelatihan dan pendampingan active learning adalah sepuluh guru peserta pelatihan telah mengumpulkan RPP dengan kegiatan pembelajaran yang menggunakan pendekatan active learning, dan dua peserta yang menjadi guru model telah menerapkan active learning di sekolah berdasarkan RPP yang telah dibuat.
Pelatihan Pengolahan Kecap dari Limbah Produksi Tahu dan Promosinya bagi Produsen Tahu
Desty Rakhmawati;
Yusyida Munsa Idah;
Muhammad Zacky
ABDIMAS DEWANTARA Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (242.323 KB)
|
DOI: 10.30738/ad.v2i1.2951
Desa sokaraja tengah, berdasrkan survei menjelaskan bahwa sebagian besar sekitar 60% warga nya bermata pencaharian sebagai produsen tahu. Dalam proses produksi tahu, tentu saja menghasilkan limbah dari industri pengolahan tahu tersebut. Limbah yang dihasilkan dapat berupa limbah padat dan limbah cair. Limbah padat dari pembuatan tahu adalah ampas tahu, dimana di desa Sokaraja Tengah tersebut ampas tahu hanya digunakan sebagai pakan ternak yang harganya tergolong murah. sehingga keuntungan yang dihasilkan produsen tahu masih rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu produsen tahu di Sokaraja Tengah untuk meningkatkan nilai jual limbah tahu padat yaitu ampas tahu dengan cara membuat produk makanan yang inovatif dan bergizi, yaitu kecap. Dan membantu produsen tahu memasarkan produk kecap tersebut secara online. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan memberikan pelatihan bagi para produsen tahu di Sokaraja Tengah berkaitan dengan penambahan nilai jual ampas tahu, yang di olah menjadi produk inovatif berbahan dasar tahu, yaitu menjadi produk inovatif berupa kecap. Luaran yang dihasilkan adalah memberi ketrampilan kepada produsen tahu dalam pengolahan kecap ampas tahu, dan memberi pemahaman berkaitan dengan pemasaran produk dari produksi tahu, yaitu pemasaran baik secara offline dan secara online, serta produk dari hasil produksi tahu di Sokaraja Tengah dapat dikenal, dikonsumsi oleh masyarakat luas.