cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal As-Salam
Published by As-Salam Press
ISSN : 25281402     EISSN : 25495593     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Junal As-Salam merupakan jurnal publikasi ilmiah dari Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam di Provinsi Aceh, diterbitkan secara paper-based pada tahun 2016 dan diterbitkan secara online sejak tahun 2017. Jurnal As-Salam dan diterbitkan 3 (tiga) bulanan (Januari-April, Mei-Agustus, Sptember-Desember). Jurnal As-Salam Bersifat Peer-Reviewed dalam bidang intergarasi sains–Islam (interdisciplinary)
Arjuna Subject : -
Articles 195 Documents
ANALISIS KENDALA KERJA SAMA SISWA DALAM MODEL PEMBELAJARAN JUCAMA (PENGAJUAN DAN PEMECAHAN MASALAH) Ali Umar
Jurnal As-Salam Vol. 3 No. 3 (2019): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.337 KB) | DOI: 10.37249/as-salam.v3i3.138

Abstract

Bekerja sama menjadi salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh generasi di abad 21. Oleh karena itu pembelajaran harus mengakomodasi dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam bekerja sama. Sayangnya kegiatan dalam proses pembelajaran yang berlangsung masih menitik beratkan pada kemampuan siswa untuk bersaing mendapatkan nilai yang tinggi. Sudah saatnya model pembelajaran yang diterapkan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan semua, seperti kemampuan bekerja sama tanpa harus meninggalkan aspek kognitif. Model yang cocok diantaranya penerapan model JUCAMA, namun demikian kendala akan muncul untuk siswa yang diajar dengan model tersebut untuk pertama kalinya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kendala tersebut, subjek penelitian adalah siswa kelas X1 MTsN 2 Aceh Tengah. Hasil penelitian disimpulkan bahwa kendala pada pertemuan pertama siswa dalam bekerja sama pada model pembelajaran JUCAMA adalah 1) siswa tidak percaya diri dalam menuangkan ide-ide mereka dalam menyelesaikan tugas kelompok; 2) tidak semua siswa yang fokus dalam pengerjaan tugas kelompok; 3) siswa berkemampuan tinggi masih mendominasi dalam diskusi; 4) waktu yang dibutuhkan lebih banyak dari yang tersedia.
PENGARUH PEMBERIAN SOAL BERDASARKAN KOMPONEN PISA TERHADAP KECEMASAN BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VIII MTsS DARUL MUKHLISIN Hilda Hakim; Nurul Qomariyah Ahmad; Ewis Niati Simahara
Jurnal As-Salam Vol. 3 No. 3 (2019): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.949 KB) | DOI: 10.37249/as-salam.v3i3.139

Abstract

PISA menilai sejauh mana siswa yang duduk di akhir tahun pendidikan dasar (siswa berusia 15 tahun) telah menguasai pengetahuan dan keterampilan yang penting untuk dapat berpartisipasi sebagai warga negara. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kondisi siswa yang tidak terbiasa menghadapi soal berdasarkan komponen PISA di sekolah dapat mengakibatkan dampak psikologis berupa rasa cemas karena anggapan siswa bahwa soal berdasarkan komponen PISA itu sulit untuk diselesaikan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian soal berdasarkan komponen PISA terhadap kecemasan belajar matematika pada siswa kelas VIII MTsS Darul Mukhlisin. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian kausal, yang menjadi populasi adalah seluruh siswa kelas VIII MTsS Darul Mukhlisin yang berjumlah 100 siswa yang terdiri dari 4 kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII karena untuk populasi sama dengan atau kurang dari 100 sebaiknya diambil semua sebagai sampel. Setelah dilakukan perhitungan koefisien determinasi diperoleh R atau 89, 39% kecemasan belajar matematika dipengaruhi oleh pemberian soal berdasarkan komponen PISA dan sisanya 10, 61% dipengaruhi oleh faktor lain. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa siswa merasa cemas karena tidak mampu menyelesaikan suatu permasalahan atau soal berdasarkan komponen PISA sehingga siswa mengalami gejala fisik, kognitif, dan prilaku.
PERILAKU KUNCI PEMBELAJARAN EFEKTIF DALAM KONSEP WAHYU MEMANDU ILMU (WMI) Mochammad Jiva Agung Wicaksono
Jurnal As-Salam Vol. 3 No. 3 (2019): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.115 KB) | DOI: 10.37249/as-salam.v3i3.140

Abstract

Konsep-konsep pendidikan modern hari ini dipenuhi dengan pandangan para akademisi Barat yang notabenenya bukan beragama Islam. Sebagai umat Muslim kita pantas bertanya sekaligus menguji apakah pemahaman tersebut telah sesuai dengan yang dikehendaki oleh ajaran Islam. Tujuan dari penulisan ini ialah untuk menguji keselarasan pemahaman pembelajaran efektif sebagaimana yang dikaji oleh pakar Barat dengan ajaran-ajaran Islam melalui pendekatan konsep Wahyu Memandu Ilmu. Setelah dianalisis, dapat disimpulkan bahwa meskipun belum bisa menampung secara keseluruhan dari makna-makna edukatif yang terkandung dalam sumber sakral dan khazanah Islam, pemahaman pembelajaran efektif yang dipahami oleh akademisi Barat tidaklah bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam.
INTEGRASI PENCEMARAN LOGAM BERAT DAN ISLAM MENGGUNAKAN METODE 4-STMD Munasprianto Ramli; Buchori Muslim; Silvi Nur Fajriah
Jurnal As-Salam Vol. 3 No. 3 (2019): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.998 KB) | DOI: 10.37249/as-salam.v3i3.141

Abstract

Gagasan integrasi ilmu muncul karena adanya dikotomi atau pemisahan antara ilmu-ilmu agama dengan ilmu-ilmu umum lainnya. Seiring dengan perkembangan gerakan integrasi keilmuan khususnya ilmu agama dan sains maka Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta hadir untuk melakukan gerakan integrasi keilmuan ini. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis aspek integrasi Islam berupa Al-Qur’an, hadist, fiqih dan usul fiqih, ayat kauniyah dan sejarah Islam dengan ilmu kimia pada materi pencemaran logam berat menggunakan metode 4S-TMD (Four Step Teaching Material Development). Metode 4S-TMD ini dilakukan dengan menggunakan empat tahap yang harus ditempuh, yang terdiri dari seleksi, strukturisasi, karakterisasi, dan reduksi. Pada tahap seleksi didapatkan 15 konsep kimia terintegrasi keislaman. Pada tahap strukturisasi didapatkan 6 konsep utama kimia terintegrasi keislaman. Pada tahap karakterisasi didapatkan hasil menunjukkan sebagian besar konsep-konsep materi yang terdapat pada bahan ajar tergolong konsep mudah, dengan persentase penulisan ide pokok sebesar 94,72% dan kualifikasi pemahaman mahasiswa angkatan 2015 di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta terhadap konsep yang terintegrasi dikategorikan baik. Peneliti tidak menggunakan tahap reduksi dikarenakan tingkat keterpahaman mahasiswa sudah baik. Konsep-konsep kimia terintegrasi keislaman ini diharapkan dapat membantu proses pembelajaran terintegrasi keislaman pada program studi pendidikan kimia Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
PILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN DARING OLEH GURU PAI DI BENGKULU TENGAH Carona Elianur
Jurnal As-Salam Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.873 KB) | DOI: 10.37249/as-salam.v4i1.142

Abstract

Abstract: This research was conducted to find out the learning media used by islamic education teachers in implementing online learning. This online learning is carried out throughout schools in Indonesia, to prevent the spread of coronavirus (covid-19). The formulation of the problems in this study are: (a) What is the media used by islamic education teachers in Bengkulu in teaching online ?; and (b) What is the response of islamic education teachers in Bengkulu Tengah to online learning ?. This type of research is a descriptive study with a quantitative approach. The research subjects taken were islamic education teachers in Bengkulu Tengah district. Data collection techniques using online questionnaires. The conclusions obtained in this study are: (a). The media used by islamic education teachers in Bengkulu in teaching online is the Whatsapp application and zoom cloud; and (b) islamic education teacher responses in Bengkulu Tengah to online learning the majority of teachers said that online learning was not effective. Keywords: Online Learning Media, PAI Teachers Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui media pembelajaran yang digunakan oleh guru PAI dalam melaksanakan pembelajaran secara daring. Pembelajaran secara daring ini dilakukan diseluruh sekolah di Indonesia, untuk menghambat penyebaran coronavirus (covid-19). Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (a) Apa media yang digunakan oleh guru PAI di Bengkulu tengah dalam mengajar secara online?; dan (b) Bagaimana tanggapan guru PAI di Bengkulu Tengah terhadap pembelajaran secara daring?. Jenis penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian yang diambil adalah guru PAI di kabupaten Bengkulu Tengah. Teknik pengumpulan data menggunakan angket secara online. Kesimpula yang didapat dalam penelitian ini yaitu: (a). Media yang digunakan oleh guru PAI di Bengkulu tengah dalam mengajar secara online adalah aplikasi Whatsapp dan zoom cloud; dan (b) Tanggapan guru PAI di Bengkulu Tengah terhadap pembelajaran secara daring mayoritas guru mengatakan bahwa pembelajaran secara daring tidak efektif. Kata Kunci: Media Pembelajaran Daring, Guru PAI
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIKA MAHASISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI IAIN TAKENGON Rosliana Harahap
Jurnal As-Salam Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.158 KB) | DOI: 10.37249/as-salam.v4i1.144

Abstract

Abstract: Mathematical literacy is the capacity of individuals to formulate, use and interpret mathematics in various contexts. Mathematical literacy skills consist of 6 levels, level I, II, and III are low level thinking abilities while level IV, V and VI are high level thinking abilities. These levels can be measured using PISA questions, PISA questions are arranged with content, context and process. Mathematical literacy ability can develop human mindset so that it can find solutions to every problem. This research was conducted to determine the level of literacy ability of students in the first semester of TMA IAIN Takengon TA. 2019 / 2020. This study uses a quantitative description approach. population and sample of 11 students in semester I of TMA IAIN Takengon. The students will be given a math literacy ability test which will be calculated on average. The results of the 11 students' mathematical literacy ability test at level I have an average score of 68.18 so that the mathematics literacy ability of students is in the moderate category, at level II the average score of the student is 69.09 in the medium category, level III average score students are 67.72 in the medium category, the average level IV score of students is 51.81 in the low category, at level V the average score of students is 45 in the low category and at level VI the average score of students is 28.63 in the category low. And the score of 11 students' mathematical literacy ability is 55,076 in the low category. Because the overall mathematical literacy ability of students in the category is low so it must be done innovation and development of appropriate learning models so that students' mathematical literacy skills are even better. Keywords: Literacy ability, Mathematics, PISA Abstrak: Kemampuan literasi matematika adalah kapasitas individu untuk memformulasikan, menggunakan, dan menafsirkan matematika dalam berbagai konteks. Kemampuan literasi matematika dapat mengembangkan pola pikir manusia sehingga dapat menemukan solusi dari setiap masalah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kemampuan literasi mahasiswa semester I TMA IAIN Takengon TA. 2019/2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskripsi kuantitatif. Dengan populasi dan sampel seluruh mahasiswa semester I TMA IAIN Takengon yang berjumlah 11 orang. Mahasiswa akan diberikan tes kemampuan literasi matematika yang selanjutnya nilainya akan dihitung rata-ratanya. Hasil tes kemampuan literasi matematika 11 mahasiswa tersebut pada level I memilki rata-rata nilai 68,18 sehingga kemampuan literasi matematika mahasiswa dalam kategori sedang, pada level II rata-rata hasil tes kemampuan literasi matematika mahasiswa adalah 69,09 dalam katerogi sedang, pada level III nilai rata-rata hasil tes kemampuan literasi matematika mahasiswa adalah 67,72 dalam kategori sedang, pada level IV rata-rata nilai hasil tes kemampuan literasi matematika mahasiswa adalah 51,81 dalam kategori rendah, pada level V nilai rata-rata kemampuan literasi matematika mahasiswa adalah 45 dalam kategori rendah dan pada level VI rata-rata nilai kemampuan literasi matematika mahasiswa adalah 28,63 dalam kategori rendah. Dan nilai rata-rata kemampuan literasi matematis 11 mahasiswa tersebut adalah 55,076 dalam kategori rendah. Karena kemampuan literasi mahasiswa matematika dalam kategori rendah maka perlu dilakukan inovasi pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan literasi matematika mereka. Kata Kunci : Kemampuan literasi, Matematika, PISA
PERSEPSI TENAGA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN TERHADAP PROGRAM BELAJAR DARI RUMAH Barkat Amiruddin
Jurnal As-Salam Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.588 KB) | DOI: 10.37249/as-salam.v4i1.146

Abstract

Abstract: Learning from Home Program have started since the covid19 pandemic entered Indonesia. Educators and education staff have implemented this program in schools. The purpose of this study was to determine the perceptions of teaching staff and education staff towards Learning from Home Program, the positive and negative impacts of the Learning from Home Program, and the obstacles in implementing the Learning from Home Program. The research method used is descriptive research with a qualitative approach. This research was conducted in 4 schools in the Central Bengkulu area, with 72 respondents. The results of the study found that most of the teaching staff and education staff did not like the Learning from Home Program, which was 61.1% or as many as 44 people. Positive impacts of the Home Learning Program, namely: (a) Learning becomes more time-efficient; (b) Train students to be more independent and responsible; (c) Making teachers more creative in making learning media and quizzes and multimedia supporting the learning process; and others. The negative impacts of the Home Learning Program, namely: (a) Reduced communication between teacher and students; (b) Learning becomes more difficult to control; (c) Difficulties in evaluating children; and others. Constraints in the implementation of the Learning from Home Program, namely: (a) Not all students have the tools to support the learning process; (b) Poor internet network in remote areas; (c) Lack of interaction and communication between students and teachers; and (d) There are still students who underestimate online learning. Keywords: Perception, Educators, Educators, Learning from Home Program Abstrak: Program belajar dari rumah sudah mulai dilakukan sejak pandemi covid19 masuk ke Indonesia. Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan telah menerapkan program ini disekolah. Tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan terhadap program belajar dari rumah, dampak positif dan negatif Program Belajar dari Rumah, serta kendala dalam penerapan Program Belajar dari Rumah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di 4 sekolah di daerah Bengkulu Tengah, dengan jumlah responden sebanyak 72 orang. Hasil penelitian ditemukan bahwa sebagian besar Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan tidak menyukai Program belajar dari Rumah, yaitu sebanyak 61,1% atau sebanyak 44 orang. Dampak positif Program Belajar dari Rumah, yaitu: (a) Pembelajaran menjadi lebih hemat waktu; (b) Melatih siswa lebih mandiri dan bertanggung jawab; (c) Membuat guru lebih kreatif dalam membuat media pembelajaran dan kuis serta multimedia pendukung proses pembelajaran; dan lain-lain. Dampak negatif Program Belajar dari Rumah, yaitu: (a) Komunikasi yang berkurang antara guru dan siswa; (b) Pembelajaran jadi lebih susah untuk di control; (c) Kesulitan dalam evaluasi terhadap anak; dan lain-lain. Kendala dalam penerapan Program Belajar dari Rumah, yaitu: (a) Tidak semua siswa mempunyai alat pendukung proses pembelajaran; (b) Buruknya jaringan internet di daerah pedalaman; (c) Kurangnya interaksi dan komunikasi antara siswa dan guru; dan (d) Masih ada siswa yang menganggap remeh terhadap pembelajaran daring. Kata Kunci: Persepsi, Tenaga Pendidik, Tenaga Kependidikan, Program Belajar dari Rumah
PENERAPAN ACTIVE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PAI Badrus Zaman
Jurnal As-Salam Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.777 KB) | DOI: 10.37249/as-salam.v4i1.148

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to describe the application of the active learning approach in inviting students to be able to think critically, be more creative, able to take roles, and be able to apply them. The research model is library research, research data from primary sources and secondary data. Then the data is processed by concept analysis. The conclusion of this study in the learning of PAI needs to be built an atmosphere such as encouraging learning is very important to attract students' interest in absorbing and interpreting the lessons that have been delivered by educators. Contextualizing the PAI material with other materials will make the students' understanding more comprehensive and integrate it with other subjects that can be easily understood. When a student understands the material received, the educator can ensure that the student is able to contextualize the material. Creativity and foresight of educators on social and cultural conditions must be able to illustrate the PAI material so that the material does not seem outdated and can be applied in appropriate conditions and conditions. This is also to facilitate students in understanding the material and its implementation in real life. Keywords: Implementation of Active Learning, PAI Learning Abstrak: Tujuan dari penelitian ini untuk memaparkan penerapan pendekatan active learning dalam mengajak peserta didik untuk mampu berpikir kritis, lebih kreatif, mampu mengambil peran, dan mampu menerapkannya. Model penelitian ini adalah library-research, data penelitian dari sumber primer dan data sekunder. Kemudaian data-data ini diolah degan analisa konsep. Kesimpulan peneletian ini dalam pembelajaran PAI perlu dibangun suasana seperti pembelajaran yang menggembirakan sangat penting untuk menarik minat peserta didik dalam menyerap dan menginterpretasikan pelajaran yang telah disampaikan oleh pendidik. Dengan mengkontekstualkan materi PAI dengan materi yang lain, akan membuat pemahaman peserta didik menjadi lebih menyeluruh dan mengintegrasikannya dengan mata pelajaran lain yang dapat dengan mudah untuk dipahami. Ketika seorang peserta didik memahami materi yang diterima, maka pendidik bisa memastikan bahwa peserta didik tersebut mampu mengkontekstualkan materi tersebut. Kreativitas dan kejelian pendidik terhadap kondisi sosial dan budaya, harus mampu mengilustrasikan materi PAI agar materi tidak terkesan ketinggalan zaman dan mampu diterapkan dalam keadaan dan kondisi yang sesuai. Hal ini juga untuk memudahkan peserta didik dalam pemahaman materi serta implementasinya dalam kehidupan nyata. Kata Kunci: Penerapan Active Learning, Pembelajaran PAI
TRACER STUDY ALUMNI PRODI PENDIDIKAN ISLAM ANAK USIA DINI STAIN GAJAH PUTIH TAKENGON Abdul Hafiz
Jurnal As-Salam Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.146 KB) | DOI: 10.37249/as-salam.v4i1.150

Abstract

Abstract: This research is the result of tracer study alumni of Islamic Education programs for Early Childhood students at STAIN Gajah Putih Takengon, Aceh Tengah, Aceh. The need for tracer study data for alumni of study programs is needed to map the alumni existence and as an input for evaluating the internal quality of the study programs that have been implemented and taught to alumni. By using the census method, researchers took the entire PIAUD study program alumni, while the key informants in this study were 428 PIAUD Early Study alumni and graduate users. However, after conducting this research a total of 144 graduates were recorded. While supporting informants came from the head of the PIAUD study program, academic staff of STAIN GPA and other information. From this study it was revealed that graduates of the PIAUD study program had worked in various early childhood education institutions, such as being a TPA teacher, family planning teacher, kindergarten/RA teacher, civil servant, school principal, and school supervisor. And the average waiting period for them to get a job is less than one year. Keywords: Tracer Study, Alumni, Islamic Education programs for Early Chilhood Students Abstrak: Penelitian ini merupakan hasil tracer study alumni program studi Pendidikan Islam Anak usia Dini pada Sekolah Tinggi Agama Islam Takengon, Aceh Tengah, Aceh. Kebutuhan akan data tracer study Alumni Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini STAIN GPA sangat dibutuhkan untuk memetakan keberadaan alumni serta sebagai bahan masukan evaluasi terhadap mutu internal pelaksanaan program studi yang telah dijalankan dan diajarkan kepada alumni. Dengan menggunakan metode sensus, peneliti mengambil keseluruhan alumni prodi PIAUD, adapun yang menjadi informan kunci dalam penelitian ini adalah 428 alumni Prodi Pendidikan Islam Anak usia Dini dan pengguna lulusan. Namun setelah melakukan penelitian ini total lulusan yang terdata berjumlah 144 lulusan. Sementara informan pendukung berasal dari ketua prodi PIAUD, staf bagian akademik STAIN GPA dan informasi lainnya. Dari Penelitian ini terungkap bahwa lulusan prodi PIAUD telah bekerja di berbagai lembaga pendidikan anak usia dini. Mulai dari guru TPA, guru KB, guru TK/RA, PNS, kepala sekolah, maupun pengawas sekolah. Dan rata-rata masa tunggu mereka dalam mendapatkan pekerjaan kurang dari satu tahun. Kata Kunci: Tracer Study, Alumni, Mahasiswa Pendidikan Islam Anak Usia Dini
MANAJEMEN SUPERVISI AKADEMIK PENGAWAS DI MTS NEGERI 2 OGAN ILIR Rini Yusmarti; Yasir Arafat; Dessy Wardiah
Jurnal As-Salam Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.862 KB) | DOI: 10.37249/as-salam.v4i1.160

Abstract

Abstract: The focus of this research is on the supervisory management of academic supervisors at MTs Negeri 2 Ogan Ilir. The research objective is to look at how to manage academic supervision in MTs Negeri 2 Ogan Ilir, such as planning, implementing, evaluating, and following up on academic supervision. This research uses a qualitative approach. The results obtained from the perspective of academic supervision planning at MTs Negeri 2 Ogan Ilir can be said to work well with the supervision planning program. Academic oversight by supervisors at MTs Negeri 2 Ogan Illir has been carried out but not yet optimal because the frequency of visits is still lacking. An evaluation of academic oversight at MTs Negeri 2 Ogan Ilir has been carried out but not yet effective. The follow-up of the academic supervision conducted by the supervisor in MTs Negeri 2 Ogan Ilir is quite adequate. Keywords: Management, Academic Supervision, and Supervisor. Abstrak: Fokus penelitian ini pada manajemen pengawas akademik pengawas di MTs Negeri 2 Ogan Ilir. Tujuan penelitian adalah untuk melihat bagaimana mengelola pengawasan akademik di MTs Negeri 2 Ogan Ilir, seperti perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan menindaklanjuti pengawasan akademik. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian diperoleh dari sisi perencanaan pengawasan akademik di MTs Negeri 2 Ogan Ilir dapat dikatakan berhasil dengan baik dengan program perencanaan pengawasan. Pengawasan akademik oleh pengawas di MTs Negeri 2 Ogan Illir telah dilakukan tetapi belum optimal karena frekuensi kunjungan masih kurang. Evaluasi pengawasan akademik di MTs Negeri 2 Ogan Ilir telah dilakukan tetapi belum efektif. Tindak lanjut dari pengawasan akademik yang dilakukan oleh pengawas di MTs Negeri 2 Ogan Ilir cukup memadai. Kata Kunci: Manajemen, Pengawasan Akademik, Pengawas.