cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal As-Salam
Published by As-Salam Press
ISSN : 25281402     EISSN : 25495593     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Junal As-Salam merupakan jurnal publikasi ilmiah dari Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam di Provinsi Aceh, diterbitkan secara paper-based pada tahun 2016 dan diterbitkan secara online sejak tahun 2017. Jurnal As-Salam dan diterbitkan 3 (tiga) bulanan (Januari-April, Mei-Agustus, Sptember-Desember). Jurnal As-Salam Bersifat Peer-Reviewed dalam bidang intergarasi sains–Islam (interdisciplinary)
Arjuna Subject : -
Articles 195 Documents
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS CALON GURU MATEMATIKA Ali Umar; Nurul Qomariyah Ahmad
Jurnal As-Salam Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.734 KB) | DOI: 10.37249/as-salam.v3i1.118

Abstract

Tulisan ini membahas kemampuan berpikir mahasiswa dalam menyelesaikan soal matematika berkategori soal berpikir kreatif matematis. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan penilitian deskriptif. Subjek penelitian adalah mahasiswa prodi tadris matematika STAIN Gajah Putih Takengon yang berjumlah 13 orang TA 2018/2019. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal tes berpikir kreatif matematis. Analisis data menggunakan The torrance tests of creative thinking (TTCT) yang terdiri dari tiga komponen yaitu kefasihan (fluency), fleksibelitas(flexibility), dan kebaharuan (novelty). Hasil penelitian disimpulkkan bahwa 1). Kemampuan berpikir kreatif mahasiswa masih sangat rendah dengan skor rata-rata2,61 (berada pada level kurang kreatif. 2) komponen berpikir kreatif yang paling rendah adalah fleksibelitas dan kebaharuan.
RELASI ANTAR IMAN DI NEGERI SYARI’AT ISLAM (STUDI PERAN DAN FUNGSI FKUB DALAM MENJAGA KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA DI ACEH TENGAH) Muhammad Riza
Jurnal As-Salam Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.357 KB) | DOI: 10.37249/as-salam.v3i1.119

Abstract

Persoalan kerukunan antar umat beragama merupakan suatu keniscayaan dalam konteks keberagaman agama dalam masyarakat Indonesia. Berkaitan dengan upaya menjaga kerukunan antar umat beragama, maka penelitian ini dilakukan di Aceh Tengah sebagai bagian dari pemerintah Aceh yang diberikan kewenangan oleh pemerintah pusat untuk menjalankan syari’at Islam. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi peran dan fungsi FKUB Aceh Tengah dalam menjaga kerukunan antar umat beragama di wilayah tersebut dan pada sisi lainnya melihat tingkat kerukunan antar umat beragama yang terbangun dalam masyarakat dataran tinggi Gayo di Aceh Tengah. Untuk mendapat data sebagaimana yang disebutkan penelitian menggunakan pendekatan gabungan (mixed-method) yaitu dengan melakukan teknik wawancara dan penyebaran angket (questionnaire). Adapun yang menjadi subjek peneletian ini adalah ketua FKUB, Kepala Kemenag Aceh Tengah dan tokoh-tokoh pemuka agama yang dilakukan secara snowballing. Di samping itu data juga dihimpun dari 40 responden dari sejumlah agama yang ada yakni Islam, Khatolik, Protesten dan Budha. Selanjutnya data yang terhimpun dianalisis dengan pendekatan mix-method yaitu data kualitatif-kuantitatif bertahap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa FKUB Aceh Tengah telah menjalankan peran dan fungsinya dengan baik sesuai dengan SKB Menteri Agama No.09 dan Menteri Dalam Negeri No. 08 ,Qanun No. 08 tahun 2015 dan Qanun No. 04 tahun 2016. Di samping itu tingkat kerukunan agama dalam masyarakat Aceh Tengah dalam hal ini berada pada level 3,7 atau dalam kategori sangat baik.
SISTEM KEKERABATAN MASYARAKAT GAYO DAN RELEVANSINYA DENGAN AJARAN ISLAM Mustafa Kamal Nasution; Awal Kurnia Putra Nasution
Jurnal As-Salam Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.087 KB) | DOI: 10.37249/as-salam.v3i1.120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsep tradisi tutur dalam sistem kekerabatan masyarakat gayo Untuk mengidentifikasi relevansi tradisi tutur masyarakat Gayo dengan konsep pemeliharaan nasab dalam ajaran Islam. penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam hal ini berkaitan dengan itu maka subyek penelitian ini diambil secara purposive sampai diperoleh data jenuh. Untuk kepentingan itu maka peneliti menentukan para pakar bidang adat Gayo yang diwakili oleh ketua Majelis Adat Gayo, para petua kampung (Sarakopat) serta tokoh adat Gayo yang dianggap berkompeten. Dalam bidang agama Islam dalam hal ini diwakili oleh MPU Aceh Tengah. Data yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 63 jenis tutur Gayo dengan 11 (sebelas) jenjang tutur yang bersifat hierarki vertical. Secara budaya tutur tidak terlalu mengedepankan usia, namun lebih kepada posisi tutur dalam keluarga. Dengan adanya tutur ini, masyarakat memiliki sarana dan chemistry tertentu dalam komunikasi. Penggunaan tutur dalam masyarkat menghadirkan value (nilai) dalam interaksinya. Sistematika tutur ini memiliki tujuan sosial untuk menjaga harmoni yang berkesinambungan dalam masyarakat; dimulai dari keluiarga inti, keluarga besar, hingga masyarakat luas. kaitan antara sistem tutur dan Islam terletak dalam nilai (value) dan tujuan yang terkandung pada sistem tutur ini. pengguanaan tutur masyarkat terkandung nilai-nilai seperti kesopanan, kelembutan, penghormatan, kasih sayang, yang mempunyai tujuan utama untuk menjaga harmonisasi (hubungan baik) antar masyarakat melalui cara tutur kata dan berprilaku yang baik dalam internal keluarga. Dalam kaitan hubungan sistematika tutur masyarakat Gayo dengan sistem Nasab dalam Islam, tidak ada laporan yang memaparkan bahwa sistem tutur ditujukan untuk merawat Nasab, namun terlihat jelas ada hubungan antara sistem sistem tutur ini dapat membantu masyarakat dalam merawat Nasab-nya.
PENGGUNAAN GRUP FACEBOOK SEBAGAI VIRTUAL CLASS Awal Kurnia Putra Nasution
Jurnal As-Salam Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.904 KB)

Abstract

Penggunaan jaringan internet saat ini semakin pesat, salah satu kegiatan yang banyak dilakukan saat menggunakan internet adalah mengakses Facebook. Pembelajaran yang baik seharusnya tidak membelenggu dan menyenangkan. Berdasarkan observasi bahwa semua mahasiswa menggunakan Facebook dan untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan maka penulis tertarik unutuk mengembangkan penggunaan grup Facebook sebagai virtual class. Rumusan masalah yang akan di ambil adalah: (1) bagaimana menggunakan grup Facebook sebagai Virtual Class?; dan (2) bagaimana tanggapan mahasiswa terhadap penggunaan grup Facebook sebagai Virtual Class?. Metode penelitian menggunakan Research and Development (R&D). Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa kelas A, B, dan C semester 6 tahun ajaran 2016/2016 di STAIN Gajah Putih Takengon. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini: (a) penggunakan grup Facebook sebagai Virtual Class dilakukan dengan terlebih dahulu membuat grup Facebook dan dilanjutkan dengan tahapan pengelolaan pembelajaran. Tahapan pengelolaan pembelajaran terdiri dari empat tahapan: (1) tahap pertama membuat postingan materi; (2) tahap kedua me-like, menanggapi, dan bertanya; (3) tahap ketiga menjawab dan menanggapi pertanyaan;dan (4) tahap keempat tanggapan dari dosen, menonaktifkan kolom komentar, dan merekapitulasi perkuliahan; dan (b) tanggapan mahasiswa terhadap penggunaan grup Facebook sebagai Virtual Class adalah baik dan layak untuk digunakan.
THE REALIZATION OF MORPHOSYNTAX, PRAGMATICS, PHONOLOGY, AND LEXICON IN VIVIAN’S CONTEXT OF ENGLISH LANGUAGE TEACHING Imam Munandar
Jurnal As-Salam Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.483 KB) | DOI: 10.37249/as-salam.v3i2.126

Abstract

This research has found that he language and language learning theories in Vivian’s classroom follow the communicative and cognitive/ interactionism approach. Vocabulary, pronunciation, morpho-syntax and pragmatics were learnt interactively in the classroom. Cognitive theory crucially considers learning language as a process, and interactionism views language as acquired when learners are involved in interaction. These approaches are finely exemplified in the classroom activities. Interactionist centralizes the role of input, interaction and output. Input and interaction are modified to make it comprehensible for the students. Noticing is central to input to be uptake. In Vivian’s classroom, opportunity for output is provided for the students to exercise their emergent language. Furthermore, feedback is given to indicate learners’ incorrect forms of the language, leading them to notice the form of language they need to work on. Knowing a word involves the identification of form, meaning, and use. In lexicon learning, it is important for teachers to the build semantic fields of the words. Attaining this, as Vivian showed, it is helpful to provide input with visual aids to enhance learners’ conceptualization of a particular word.
UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGHADAPI KENAKALAN REMAJA PADA MASA PUBERTAS Nurul Qomariyah Ahmad; Asdiana Asdiana; Seni Jayatimar
Jurnal As-Salam Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.266 KB) | DOI: 10.37249/as-salam.v3i2.127

Abstract

Masalah kenakalan remaja pada siswa yang sedang duduk di bangku sekolah bukan saja meresahkan orang tua dan masyarakat, namun juga meresahkan para guru di sekolah. Kenakalan tersebut terkait dengan masa pubertas yang sedang dihadapi, oleh karena itu perlu perhatian dan upaya dari orang tua, masyarakat dan guru yang salah satunya adalah guru pendidikan agama Islam. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya dan kendala guru pendidikan agama Islam dalam menghadapi kenakalan remaja pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 5 Takengon yang sedang mengalami masa pubertas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data primer penelitian ini adalah siswa kelas VIII. Sesuai sumber data dapat di ambil langsung dari 20 orang siswa, 1 guru PAI dan 1 wakasek yang ada di SMP Negeri 5 Takengon. Sumber data sekunder adalah buku catatan kasus siswa dan foto kejadian kenakalan remaja. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, interview, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data dengan triangulasi teknik. Langkah analisis berupa reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini sebagai berikut: (1) Bentuk kenakalan siswa di SMP Negeri 5 Takengon yaitu pelanggaran terhadap peraturan tata tertib sekolah, pelanggaran terhadap kegiatan belajar mengajar, pelanggaran terhadap ketenteraman sekolah, dan pelanggaran terhadap etika pergaulan dengan warga sekolah; (2) Faktor-faktor penyebab kenakalan siswa di SMP Negeri 5 Takengon, yaitu pada dasarnya kenakalan siswa di SMP Negeri 5 Takengon disebabkan atau ditimbulkan oleh dua faktor utama, yaitu faktor internal pada diri siswa itu sendiri, dan faktor eksternal dalam hal ini faktor lingkungan keluarga serta lingkungan sosial (pergaulan antar siswa di sekolah); (3) Upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kenakalan siswa di SMP Negeri 5 Takengon adalah dilaksanakan dalam bentuk program sekolah berbasis karakter yang meliputi: (a) aspek pembinaan dan (b) aspek pencegahan kenakalan siswa. Penekanan program kegiatan ini adalah pada pengenalan dan pengamalan nilai-nilai karakter yang diharapkan melalui intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. (4) Kendala guru PAI dalam menanggulangi kenakalan siswa di SMP Negeri 5 Takengon dapat dikelompokkan dalam dua faktor kendala, yaitu: (a) kendala internal sekolah, dan (b) kendala eksternal.
KONSUMSI INTERNET OLEH MAHASISWA STAIN GAJAH PUTIH TAKENGON DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN Rahmanita Zakaria
Jurnal As-Salam Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.671 KB) | DOI: 10.37249/as-salam.v3i2.128

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian yang mengidentifikasi konsumsi internet oleh para mahasiswa dan implikasinya terhadap penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kebiasaan mahasiswa dalam menggunakan internet dengan cara pengumpulan data melalui quisioner yang dibuat untuk mengetahui interaksi mereka terhadap teknologi dan tingkat keseringan penggunaan digital dalam keseharian para mahasiswa dalam era digital saat ini. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa konsumsi internet yang dilakukan oleh mahasiswa STAIN Gajah Putih Takengon sangat aktif, mahasiswa menggunakan internet sebagai alat komunikasi, jaringan sosial, mencari informasi, penggunaan multimedia, juga sebagai alat untuk mencari hiburan dan permainan lainnya. Hampir keseluruhan dari mereka adalah pengguna internet dalam skala yang besar untuk kebutuhan menikmati permainan dan hiburan yang ada dalam era digital sekarang ini. Mereka selalu menggunakan instan pesan sebagai sarana hiburan dan hampir rata-rata selalu online dalam durasi 24 jam. Untuk itu dosen sebaiknya lebih aktif melakukan proses belajar mengajar dengan menggunakan jaringan internet, sehingga mahasiswa dengan sendirinya akan mengkonsumsi internet sebagai sarana dalam proses belajar mengajar.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA MELALUI REPCIPROCAL TEACHING DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 BUKIT Rosliana Harahap
Jurnal As-Salam Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.263 KB) | DOI: 10.37249/as-salam.v3i2.129

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematis adalah kemampuan untuk menganalisis, menafsirkan, menalar, memprediksi, mengevaluasi dan merefleksikan serta dapat mendorong berkembangnya pemahaman dan penghayatan siswa terhadap prinsip, membantu meningkatkan potensi dan rasa percaya diri siswa dalam matematika. Penulis melihat kemampuan berpikir kritis matematis siswa di SMP Negeri 1 Bukit Bener Meriah masih kurang, khususnya pada pelajaran matematika materi Relasi dan fungsi. Oleh sebab itu, peneliti memilih pendekatan pembelajaran Reciprocal teaching sebagai salah satu alternative dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Adapun tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan strategi Reciprocal teaching terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa di SMP Negeri 1 Bukit Bener Meriah. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dengan jumlah siswa seluruh kelas VIII sebanyak 120 siswa. Dalam pengambilan sampel penulis menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan pengambilan sampel peneliti memilih kelas VIII.1 sebagai kelas eksperimen. Berdasarkan hasil perhitungan gain diperoleh peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VIII SMP N 1 Bukit dalam katagori sedang.
PERAN KEPALA MADRASAH DALAM MEMBANGUN BUDAYA RELIGIUS DI MTS MAMBAUL ULUM KECAMATAN PONDOK KUBANG KABUPATEN BENGKULU TENGAH Roslaini Roslaini
Jurnal As-Salam Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.667 KB) | DOI: 10.37249/as-salam.v3i2.130

Abstract

Budaya Religius merupakan budaya yang baik diterapkan di sekolah, khususnya di lingkungan madrasah, hal ini guru mendukung terwujudnya lingkungan madrasah yang islami. Kepala sekolah memilki peran sangat penting dalam menerapkan budaya religius di madrasah, kebijakan-kebijakan kepala sekolah merupakan kunci sukses demi keberhasilan membangun budaya religius tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: (1) Bagaimana budaya religius di MTs Mambaul Ulum Kecamatan Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah?; dan (2) Bagaimana peran kepala madrasah dalam membangun budaya religius MTs Mambaul Ulum Kecamatan Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah?. Jenis penelitian yang akan penulis lakukan adalah menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan maka didapat kesimpulan sebagai berikut: (1) Budaya religius di MTs Mambaul Ulum Kecamatan Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah di bangun melalui nilai-nilai religius di lingkungan sekolah melalui kegiatan-kegiatan yang membawa nilai-nilai keagamaan seperti Nilai Ibadah, Nilai Ruhul Jihad, Nilai Akhlak dan Kedisiplinan, Nilai Keteladanan, Nilai Amanah dan Ikhlas; dan (2) Peran kepala madrasah dalam membangun budaya religius di lingkungan MTs Mambaul Ulum Kecamatan Pondok Kubang Kabupaten Bengkulu Tengah sudah baik, hal ini dilihat dari Peran kepala sekolah dalam membangun budaya religius berupa menjalankan program-program yang telah dibuat sekaligus memberikan contoh pelaksanaannya, misalnya dalam pelaksanaan sholat dhuha, kepala sekolah memberikan contoh melaksanakan sholat dhuha bersama siswa. Peran sebagai pendidik dilakukan kepala sekolah dengan memberikan contoh yang baik terhadap siswa, baik berupa tingkah laku yang baik, penampilan, kedisiplinan, tutur kata.
PENERAPAN MODEL PENDIDIKAN AKHLAK SYAIKH UTSAIMIN DI SDIT AL-HIDAYAH BOGOR Abdul Jabar Idhaudin; Akhmad Alim; Abdul Hayyie Al Kattani
Jurnal As-Salam Vol. 3 No. 3 (2019): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.81 KB) | DOI: 10.37249/as-salam.v3i3.137

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi terjadinya kemerosotan akhlak pada jenjang pendidikan sekolah dasar yang disebabkan adanya pembaratan terhadap dunia pendidikan yang mendeislamisasi sendi kehidupan umat Islam. Penelitian ini dirumuskan untuk mendeskripsikan Penerapan Model Pendidikan Akhlak Syaikh Utsaimin di SDIT Al-Hidayah Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi tokoh dan studi kasus. Penelitian ini menghasilkan pembahasan mengenai Penerapan Model Pendidikan Akhlak Syaikh Utsaimin di SDIT Al-Hidayah Bogor sebagai berikut: landasannya al-Qur’?n, al-Hadits, dan ijtihad yang dinternalisasikan melalui visi dan misi sekolah, tujuannya mewujudkan peserta didik berakhlak mulia dan membangun budaya Islami dalam setiap unsur pendidikan, kurikulumnya berdimensikan mata pelajaran dan program sekolah yang bertumpu pada penanaman nilai-nilai akhlak, metodenya penanaman nilai akhlak dalam al-Qur’?n dan al-Hadits, pembiasaan meneladani akhlak Rasulullah, metode kisah, keteladanan, targhib dan tarhib, serta kemitraan sekolah dalam mengawal akhlak peserta didik, evaluasinya pengawasan sikap peserta didik melalui observasi selanjutnya dicatat dalam buku jurnal sikap, dan direkap pada buku laporan hasil belajar yang diiringi dengan pembinaan akhlak dalam memperhatikan faktor keberhasilan dan penghambat pendidikan akhlak.

Page 11 of 20 | Total Record : 195