Jurnal As-Salam
Junal As-Salam merupakan jurnal publikasi ilmiah dari Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam di Provinsi Aceh, diterbitkan secara paper-based pada tahun 2016 dan diterbitkan secara online sejak tahun 2017. Jurnal As-Salam dan diterbitkan 3 (tiga) bulanan (Januari-April, Mei-Agustus, Sptember-Desember). Jurnal As-Salam Bersifat Peer-Reviewed dalam bidang intergarasi sains–Islam (interdisciplinary)
Articles
195 Documents
BAHASA FIGURATIF DALAM NOVEL TERJEMAHAN BAHASA INGGRIS KE BAHASA INDONESIA (SUATU ANALISIS KESEPADANAN TERJEMAHAN)
Yunie Amalia Rakhmyta
Jurnal As-Salam Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (327.023 KB)
|
DOI: 10.37249/as-salam.v2i2.29
Penelitian ini menguraikan penerjemahan kata figuratif dari bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia yang terdapat pada kidung dan surat-surat dalam novel Lisa See yang berjudul “Snow Flower and the Secret Fan”, strategi yang digunakan penerjemah dalam menerjemahkan kata figuratif yang terdapat di dalam novel, kesepadanan penerjemahan, dan masalah-masalah yang terdapat pada terjemahan yang tidak sepadan serta strategi yang dapat digunakan sebagai solusi untuk mencapai kesepadanan makna di tingkat leksikal pada terjemahan. Terdapat 82 data kata figuratif di dalam novel dan masing-masing kata figuratif dikelompokkan berdasarkan jenisnya menggunakan teori dari Perrine.Lalu, strategi yang digunakan penerjemah dalam menerjemahkan masing-masing jenis kata figuratif dianalisis menggunakan teori dari Larson yakni strategi dalam menerjemahkan metonimi dan sinekdoke, serta strategi dalam menerjemahkan metafora dan simile.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjemahan literal lebih sering digunakan oleh penerjemah dibandingkan strategi milik Larson, yakni sejumlah 49 dari 82 data kata figuratif. Namun, strategi-strategi yang digunakan penerjemah hanya menghasilkan 51.2% kesepadanan pada terjemahan. Masalah-masalah yang paling sering ditemukan pada ketidaksepadanan terjemahan yaitu “image” pada bahasa sumber tidak diketahui di bahasa sasaran dan jenis perbandingan yang dilakukan antara bahasa sumber dan bahasa sasaran berbeda. Sebagian besar solusi yang disarankan untuk mengatasi masalah-masalah tersebut adalah dengan menggunakan strategi ketiga milik Larson dalam menerjemahkan metafora, simile, metonimi dan sinekdoke.Untuk menerjemahkan kata figuratif lainnya, yakni dengan mengganti kata figuratif pada bahasa sumber dengan kata kfiguratif yang ada di bahasa target yang memiliki makna yang setara.Strategi yang disarankan dapat digunakan untuk mencapai kesepadanan makna di tingkat leksikal karena baik makna maupun arti kiasan yang dimaksudkan dapat disampaikan dengan baik di dalam terjemahan.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING PADA MATERI SPLDV DI KELAS VIII SMP NEGERI 2 TAKENGON
Nur Ainun Lubis;
Nurul Qomariyah Ahmad;
Rahmani J
Jurnal As-Salam Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (569.237 KB)
|
DOI: 10.37249/as-salam.v2i2.30
Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu tujuan atau kompetensi yang akan dicapai dalam pelajaran matematika. Semua pemecahan masalah melibatkan beberapa informasi dan untuk mendapatkan penyelesaiannya digunakan informasi tersebut. Informasi-informasi ini pada umumnya merupakan konsep-konsep atau prinsip-prinsip dalam matematika salah satunya pada sistem persamaan linear dua variabel. karena akan memudahkan siswa untuk menghitung barang belanjaan di pasar dan juga memudahkan siswa nantinya apabila akan membuat sebuah perusahan. Selain siswa kurang bisa dalam menyelesaikan soal sistem pesamaan linear dua variabel siswa juga masih kurang terampil dalam menjawab soal pemecahan masalah. Untuk itu peneliti menggukan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dalam pemecahan masalah matematis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan dan perbedaan hasil belajar menggunakan model Creative Problem Solving (CPS) pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Takengon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitiannya yaitu quasi ekperimen, karena penelitian ini ingin mengetahui perbedaan dari kelas eksperimen dan kontrol serta ingin melihat peningkatan pada kelas eksperimen yang diberi perlakuan model pembelajaran (CPS). Penelitian yaitu dengan nilai rata-rata pada kelas yang kontrol yaitu 42,9 dan nilai rata-rata pada kelas eksperimen yaitu 53,4, yang dimana kelas tersebut berdistribusi normal. Dengan nilai uji hipotesis thitung ttabel dimana 12,53 2,02 dengan demikian Ha diterima, sehingga terdapat perbedaan rerata kemampuan pemecahan masalah siswa. Dan hasil pengujian gain ternormalisasi diperoleh untuk kriteria gain ternormalisasi terendah 4 siswa (20%) dan dengan kriteria sedang diperoleh 16 siswa (80%), Sehingga dapat disimpulkan terdapat peningkatan kemampuan masalah siswa pada kelas VIII SMP Negeri 2 Takengon dengan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS).
PENGGUNAAN ALAT PERAGA BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS
Nurul Qomariyah Ahmad;
Nur Ainun Lubis;
Rezeky Putra Alasta
Jurnal As-Salam Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (548.351 KB)
|
DOI: 10.37249/as-salam.v2i2.31
Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu tujuan atau kompetensi yang akan dicapai dalam pelajaran matematika. Semua pemecahan masalah melibatkan beberapa informasi dan untuk mendapatkan penyelesaiannya digunakan informasi tersebut. Informasi-informasi ini pada umumnya merupakan konsep-konsep atau prinsip-prinsip dalam matematika salah satunya pada operasi bilangan bulat. Operasi pada bilangan bulat merupakan hal yang mendasar di pelajari dalam mata pelajaran matematika, namum masih banyak siswa mengalami kesulitan melakukan operasi bilangan bulat khususnya pada operasi perkalian dengan secara manual. Hal ini dikarenakan siswa lebih bergantung dengan menggunakan kalkulator. Selain siswa kurang bisa dalam melakukan operasi perkalian siswa juga masih kurang terampil dalam menjawab soal pemecahan masalah. Untuk itu peneliti menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan berbantukan alat peraga tulang napier dan alat peraga papan stick sebagai alat bantu hitung dalam pemecahan masalah matematik siswa . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan penggunaan alat peraga berbasis model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas VII SMP Negeri 5 Takengon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitiannya yaitu ekperimen, karena penelitian ini ingin mengetahui perbedaan dari perbandingan alat peraga tulang napier dan papan stick berbasis model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Adapun hasil penelitian yaitu dengan nilai rata-rata pada kelas yang diberi perlakuan alat peraga tulang napier yaitu 77,25 dan nilai rata-rata pada kelas yang diberi perlakuan alat peraga papan stick yaitu 76, yang dimana kelas tersebut berdistribusi normal dan homogen. Dengan nilai uji hipotesis thitung >ttabel dimana 2,50 > 2,02 dengan demikian Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematik siswa pada kelas VII SMP Negeri 5 Takengon dengan penggunaan alat peraga Tulang Napier dengan alat peraga papan stick berbasis model pembelajaran Problem Based Learning (PBL)
PRESTASI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM YANG KULIAH SAMBIL BEKERJA DI SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) GAJAH PUTIH, TAKENGON ACEH TENGAH, ACEH
Awal Kurnia Putra Nasution;
Dina Marlia
Jurnal As-Salam Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (284.054 KB)
|
DOI: 10.37249/as-salam.v2i2.32
Banyaknya jumlah mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam yang kuliah sambil bekerja, hal ini dapat berpengaruh terhadap prestasi belajar. Rumusan masalah yang dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Apa faktor penyebab mahasiswa kuliah sambil bekerja?; (2) Bagaimana prestasi mahasiswa kuliah sambil bekerja?; dan (3)Adakah pengaruh kuliah sambil bekerja terhadap prestasi mahasiswa?. Hipotesis Penelitiandalam penelitian ini sebagai berikut : (1) Tidak terdapat pengaruh antara kuliah sambil bekerja terhadap prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam; dan (2) Terdapat pengaruh antara kuliah sambil bekerja terhadap prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kausal.Kesimpulan dari hasil penelitian : (1) Faktor penyebab mahasiswa kuliah sambil bekerja di STAIN Gaj ah Putih, Takengon: (a) membantu ekonomi keluarga, ; (b) mencari pengalaman dan; (c) menambah uang saku, sehingga mahasiswa yang kuliah sambil bekerja bisa mandiri dan dapat mengurangi beban orang tua; (2) Prestasi Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja mahasiswa yang kuliah sambil bekerja memiliki prestasi yang cukup tinggi, dengan IPK rata-rata 3,35. IPK rata-rata mahasiswa kuliah sambil bekerja lebih tinggi dari pada IPK rata-rata keseluruhan mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) semester VI dan semester VIII yaitu; 3,18. Hasil penelitian, menunjukan mahasiswa yang kuliah sambil bekerja juga memiliki prestasi di kampus maupun diluar kampus; dan (3) Pengaruh Kuliah Sambil Bekerja Terhadap Prestasi Mahasiswa yaitu tidak terdapat pengaruh antara mahasiswa kuliah sambil bekerja terhadap prestasi mahasiswa.
PERUBAHAN BAHASA DAN BUDAYA JAWA DI YOGYAKARTA PADA ERA GLOBALISASI
Sungkawati Kardi Wahyuningsih
Jurnal As-Salam Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (253.7 KB)
|
DOI: 10.37249/as-salam.v2i2.33
Tulisan ini mengulas tentang perubahan bahasa dan kebudayaan Jawa di Yogyakarta. Perubahan bahasa Jawa meliputi semua aspek kebahasaan, baik fonologi (bunyi), morfologi (bentuk), sintaksis (kalimat), kosakata dan semantik (makna). Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan bahasa adalah: perkembangan dalam ilmu dan teknologi, perkembangan sosial dan budaya, perbedaan bidang pemakaian, adanya asosiasi dan pertukaran tanggapan indera. Bahasa bukan hanya menentukan corak budaya, melainkan juga menentukan cara dan jalan pikiran manusia, sehingga mempengaruhi tingkah lakunya. Perbedaan-perbedaan budaya dan jalan pikiran manusia bersumber pada perbedaan bahasa. Karena bahasa dan budaya merupakan satu-kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, maka ketika suatu bahasa mengalami pergeseran hal serupa juga terjadi pada budayanya. Budaya Jawa di Yogyakarta telah bergeser dalam penggunaanya dalam kehidupan sehari-hari.
MELIHAT MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA DARI KOMPETENSI GURU SELAMA PEMBELAJARAN
Edy Saputra
Jurnal As-Salam Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (269.73 KB)
|
DOI: 10.37249/as-salam.v2i2.34
Guru menjadi faktor utama penunjang pendidikan formal karena bagi siswa guru sering dijadikan tokoh dalam upaya mengidentifikasi diri. Karena itu kompetensi guru menjadi salah satu yang paling berperan penting dalam pendidikan terutama dalam memotivasi siswa pada proses belajar mengajar matematika. Motivasi dalam belajar matematika akan membantu ketajaman berpikir secara logis (masuk akal) dan membantu memperjelas pada penyelesaian masalah matematis. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh Kompetensi Guru terhadap motivasi belajar siswa pada pembelajaran matematika. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian korelasional untuk melihat sejauh mana variasi pada satu variabel berkaitan dengan variasi pada satu atau lebih variabel lain. Teknik pengumpulan data dalam penelian ini menggunakan angket. Angket yang diberikan kepada guru matematika untuk melihat kompetensi guru matematika dan angket yang diberikan kepada siswa untuk melihat motivasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh guru matematika SMA di Aceh Tengah dan seluruh siswa SMA kelas XII dengan sampel yang dipilih secara purposive sampling yaitu 5 orang guru dan 25 orang siswa. Analis data dalam penelitian ini menggunakan regresi sederhana dan melihat kooefisien determinasi untuk menentukan besar pengaruhnya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa terdapat hubungan kompetensi guru dengan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA PADA MATA KULIAH PEMODELAN MATEMATIKA
Lola Mandasari
Jurnal As-Salam Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (271.795 KB)
|
DOI: 10.37249/as-salam.v2i2.35
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah mahasiswa pendidikan matematika pada mata kuliah pemodelan matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek pada penelitian ini terdiri dari 37 mahasiswa angkatan 2014 pada Program Studi Pendidikan Matematika STAIN Gajah Putih Takengon. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes kemampuan pemecahan masalah. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Mahasiswa Pendidikan matematika yang mampu memahami masalah sebesar 19%, kurang mampu memahami masalah sebesar 38%, dan tidak mampu memahami masalah sebesar 43%; (2) Mahasiswa Pendidikan matematika yang mampu membuat rencana penyelesaian sebesar 14%, kurang mampu membuat rencana penyelesaian sebesar 27%, dan tidak mampu membuat rencana penyelesaian sebesar 59%; (3) Mahasiswa Pendidikan Matematika yang mampu melaksanakan rencana penyelesaian sebesar 14%, kurang mampu melaksanakan rencana penyelesaian sebesar 24%, dan tidak mampu melaksanakan rencana penyelesaian sebesar 62%; dan (4) Mahasiswa Pendidikan Matematika mampu memeriksa kembali penyelesaian sebesar 11%, kurang mampu memeriksa kembali penyelesaian sebesar 19%, dan tidak mampu memeriksa kembali penyelesaian sebesar 70%.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH SISWA PADA MATERI PRINSIP-PRINSIP PENELITIAN SEJARAH DI KELAS X SMA NEGERI 1 SUNGAI MAS
T Kamarisal
Jurnal As-Salam Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (485.237 KB)
|
DOI: 10.37249/as-salam.v2i2.36
Hasil belajar siswa di sekolah masih banyak yang mengalami masalah yang disebabkan oleh tidak tercapainya ketuntasan minimal yang diterapkan. Hal disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya masih ada guru yang belum mampu menggunakan metode yang benar. Penggunaan metode sering kali dilakukan dengan pemberian tugas dan latihan serta ceramah. Metode ini tidak dapat mengeksplor kemampuan motorik siswa dan kreativitas berpikirnya. Peneltian ini dilaksanakan selama 3 bulan dari bulan Januari sampai dengan Maret 2017 di SMA Negeri 1 Sungai Mas yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas X pada materi Prinsip-prinsip Penelitian Sejarah pelajaran Sejarah dengan menggunakan model Group Investigation (GI) pada SMA Negeri 1 Sungai Mas. Penelitian ini dilaksanakan di kelas X Negeri 1 Sungai Mas yang jumlah siswanya 30 orang siswa sebagai subjek penelitian. Data diperoleh menggunakan tes dan non tes. Data dianalis secara deskriptif dengan cara membandingkan antara siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa kelas X Negeri 1 Sungai Mas pada materi Prinsip-prinsip Penelitian Sejarah dengan menggunakan model GI dengan hasil pada siklus I dari 30 orang siswa terdapat 19 (63,33%) orang yang yang tuntas secara klasikal, sedangkan setelah siklus II meningkat menjadi 28 orang siswa atau (93,33%) yang tuntas secara klasikal.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFAE) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS SISWA PADA MATERI SARAN DAN TAWARAN KELAS XI SMA NEGERI 2 KAWAI XVI
Herlina Herlina
Jurnal As-Salam Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (280.017 KB)
|
DOI: 10.37249/as-salam.v2i2.37
Hasil belajar siswa di sekolah masih banyak yang mengalami masalah, terutama hasil belajar yang masih rendah. Hal ini disebabkan oleh berbagai sebab, diantaranya masih ada guru yang menerapkan pembelajaran menggunakan metode secara benar. Kesalahan dalm mengunakan metode dalam belajar akan menghambat perkembangan dan hasil setelah proses pembelajran tidak sesuai dengan yang diinginkan. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan dari bulan September sampai dengan Nopember 2017 di SMA Negeri 2 Kawai XVI yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas XI pada materi Saran dan Tawaran pelajaran bahasa Inggris dengan menggunakan model SFAE pada SMA Negeri 2 Kawai XVI. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI Negeri 2 Kawai XVI yang jumlah siswanya 30 orang siswa sebagai subjek penelitian, untuk memperoleh data penulis menggunakan teknik pengumpulan data tes dan non tes. Setelah data terkumpul dengan baik diolah dan dianalis dengan cara membandingkan antara siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar siswa kelas XI Negeri 2 Kawai XVI pada materi Saran dan Tawaran dengan menggunakan model SFAE. Hal ini terbukti pada siklus I dari 30 orang siswa hanya 20 (66,66%) yang yang tuntas secara klasikal, sedangkan setelah siklus II meningkat menjadi 27 orang siswa atau (90,00%) yang tuntas secara klasikal.
REDUCING STUDENTS’ FOREIGN LANGUAGE ANXIETY IN SPEAKING CLASS THROUGH COOPERATIVE LEARNING
Susidamaiyanti Susidamaiyanti
Jurnal As-Salam Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal As-Salam
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (388.292 KB)
|
DOI: 10.37249/as-salam.v2i2.38
One of the challenges in teaching English as a foreign language to students in Indonesia is the existence of Foreign Language Anxiety (FLA) that are faced by students at any level of education. FLA has hindered the students in mastering English, especially in Speaking Skill, it is shown by their performances in the class which are too nervous, shy, unwilling to participate and lack of confidence.Gardner and McIntyre,(1987) stated that FLA negatively impacts the quality of learning and is a critical factor in learners’ success or failure in learning a foreign language. Based on the aforementioned statements, it means reducing students’ language anxiety can enhance their overall learning experience and improve motivation and achievement.Thus, for many years, some researchers have attempted to find the most suitable techniques and methods to help students overcome this problem. Some of which is by providing them a conducive learning environment, the culture of caring and of course, a non-threatening atmosphere in the classroom. For that reason, this paper isintended to propose a technique to reduce the students’ anxiety; that is cooperative learning. By using cooperative learning, it is expected that it can overcome this problem, as this technique offers a good language-learning environment in which the process of learning dealing with cooperativeness rather than competitiveness. This is in line with Krashen (1982). He, through his Affective Filter Hypothesis, contends that one of the factors of language acquisition to happen is in a low-filter language-learning environment.