cover
Contact Name
Sarip Hidayat
Contact Email
mohsyarifhidayat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
metasastra@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra
ISSN : 20857268     EISSN : 25032127     DOI : -
Metasastra: Jurnal Penelitian Sastra is a journal published by Balai Bahasa Jawa Barat, ISSN printed 2085-7268 and ISSN online 2503-2127. This journal is a literary research journal that publishes various research reports, literature studies, and literary papers on literature. Published periodically twice a year in June and December. This journal also serves as a media dissemination of information research results and literature review.
Arjuna Subject : -
Articles 201 Documents
LEGENDA BANJAR SEBAGAI SARANA DAKWAH KEAGAMAAN (Banjar Legend as a Tool of Religious Preaching) Saefuddin, Saefuddin
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2015.v8i2.289-302

Abstract

Legenda merupakan cerita rakyat pada zaman dahulu yang ada hubungannya dengan dengan pristiwa sejarah  pada masa lampau. Selain itu, legenda juga dikenal  pada suatu kelompok masyarakat nusantara yang tersebar  dalam bentuk pengelompokan  yang disebut dengan siklus, yaitu sekelompok cerita yang berkisar pada suatu tokoh atau kejadian tertentu dan masyarakat Banjar menyebutnya dengan  istilah cerita legenda para datu.Penelitian mengenai legenda keagamaan cerita para datu di Kalimantan Selatan selain lebih populer di kalangan masyarakat Banjar, cerita  para datu itu dapat dianggap lebih refresentatif untuk dijadikan bahan kajian. Selain itu, cerita para datu di dalamnya banyak mengandung unsur sarana dakwah keagamaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif-kualitatif.  Hasil yang diharapkan dari penelitian ini ialah mengungkapkan nilai-nilai dakwah keagamaan melalui sarana cerita para datu yang dijadikan bahan analisis dalam penelitian ini.Abstract: Legend is a type of folklore which has a close relationship with a specific historical person or event in the past. Legend is shared by people in Nusantara based on a certain grouping which is called cycle that is a group of stories on a particular person or event. Banjarese people call this type of stories as the legends of datu, legenda para datu. Research on religious legends of datu stories in Kalimantan Selatan is not only popular amongst its people, it is also considered as a good source for a research. Method used in this research is descriptive-qualitative.  the aim of this research is to describe the values of religious preaching in datu stories media which is the object of the research.
TRADISI LISAN CEPUNG: SASTRA PERLAWANAN KOMUNITAS SASAK TERHADAP KEKUASAAN BALI DI PULAU LOMBOK (Cepung Oral Tradition: Literature Resistance of Sasak Community to Domination of Bali in Lombok Island) Nur Alaini, Nining
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2015.v8i1.47-60

Abstract

Cepung merupakan seni pertunjukan tradisional yang tumbuh dalam komunitas Sasak di Pulau Lombok. Dalam tradisi ini dibacakan lontar Monyeh yang diiringi instrument-instrumen suling, redep (rebab dalam gambang kromong, Betawi) dan musik vokal menirukan bunyi gendang, kenceng, dan rincik. Lontar klasik Monyeh digubah dalam bentuk pantun dalam bahasa Sasak. Lontar ini mengisahkan seorang putri raja yang disisihkan delapan saudaranya.  Cerita Monyeh sebenarnya merupakan sebuah bentuk perlawanan komunitas Sasak terhadap hegemoni Karangasem di Pulau Lombok. Hal yang menarik adalah adalah bergabungnya  komunitas Bali dalam tradisi lisan ini. Cepung secara pragmatik dan kultural menjadi menarik, karena sastra yang semula merupakan sebuah perlawanan, pada akhirnya menyatukan dua komunitas, Sasak dan Bali dalam sebuah harmoni seni pertunjukan tradisi lisan.  Melalui kajian pragmatik, tulisan ini akan mengungkapkan tujuan nonliterer  dalam tradisi lisan Cepung. Dari kajian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa keterlibatan suku Bali dalam tradisi lisan Cepung ini didorong oleh kekecewaan mereka terhadap perilaku negatif para penguasa Bali di Lombok. Oleh karena itu, melalui Cepung pula, mereka menyampaikan kekecewaannya.Abstract:Cepung is a traditional performance art that grows in Sasak in Lombok Island. In this tradition, Lontar Monyeh is recited while accompanied by suling (flute)  instruments, redep (fiddle in Gambang Kromong, Betawi) and vocal music imitating sound of gendang, kenceng, and rincik. Lontar Monyeh is composed in the form of rhyme in Sasak language. Monyeh story is actually a form of resistance of Karangasem Sasak community to the Karangasem hegemony in Lombok island.The interesting thing is that the community of Bali   takes a part  in this oral tradition. Cepung is pragmatically and culturally  interesting as  the original literature which was initially as a resistance, then eventually uniting the two communities, Sasak and Bali in a  performance art harmony  of oral tradition. Through the study of pragmatics, this study  will reveal the nonliterer purpose in the Cepung oral tradition. From the study it can be concluded that Balinese involve- ment in the tradition was triggered by their dissatisfaction with the negative behavior of  Balinese rulers in Lombok. Therefore,  they  also  expressed their disappointment through it.
CITRA KEPEMIMPINAN DALAM SASTRA LAMA; HIKAYAT SRI RAMA DAN WAWACAN BABAD TIMBANGANTEN Hidayat, Asep Rahmat
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 1, No 1 (2008)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2008.v1i1.18-25

Abstract

Karya sastra lama mengandung berbagai pelajaran, petuah, dan nilai-nilai yang masih relevan dengan kehidupan masa kini. Salah satu nilai yang terkandung dalam naskah-naskah kuno tersebut adalah nilai kepemimpinan. Nilai ini dihadirkan dalam berbagai seginya. Salah satu segi yang diteliti adalah nilai pencitraan. Penelitian terhadap kepemimpinan ini dikhususkan pada dua karya sastra yang berasal dari khazanah sastra lama, yaitu Hikayat Sri Rama dan Wawacan Babad Timbanganten. Dalam kedua naskah ini ternyata terdapat berbagai citra yang berhubungan dengan kepemimpinan yang selama ini sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
BUDAYA TIONGHOA DI INDONESIA DALAM SEBUAH CERPEN LAN FANG (Chinese-Indonesian’s Culture in Indonesia in a Short Story by Lan Fang) Ariyanti, Ariyanti
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2011.v4i2.116-122

Abstract

Lan Fang adalah seorang penulis keturunan Tionghoa. Karya-karyanya banyak menampilkan budaya Tionghoa. Salah satu karya Lan Fang yang cukup menarik adalah sebuah cerpen yang berjudul “Yang Liu”.  Dalam cerpen tersebut Lan Fang menggambarkan dengan jelas bagaimana orang-orang keturunan Tionghoa di Indonesia melakukan prosesi pemakaman jenazah. Selain itu, Lan Fang juga menyelipkan beberapa kosakata Mandarin dan menjelaskan kosakata tersebut sebagai upaya memperkenalkan bahasa Mandarin pada pembaca. Tulisan ini mendeskripsikan bagaimana Lan Fang menjadikan budaya Tionghoa di Indonesia sebagai latar belakang cerita, budaya apa saja yang ditampilkan, dan makna simbol-simbol yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Abstract:Lan Fang is a Chinese-Indonesian writer. In her works, she shows Chinese-Indonesian’s culture. One of her interesting works is a short story called Yang Liu. In Yang Liu, Lan Fang clearly describes funeral procession in her culture. Introducing Mandarin Language, Lan Fang gives some Mandarin words with its explanations. This writing desribes how Lan Fang uses the Chinese-Indonesian’s culture as her strory background, which kind of culture that she presented and the meanings of its symbol that she representated s.This research uses descriptiv method with qualitative approach.
“PACAR MERAH, PAHLAWAN YANG TERMARJINALKAN” Mulyani, Yeni
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2014.v7i1.123-126

Abstract

Abstrak Bahasa Inggris Hidayat, Sarip
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2018.v11i1.%p

Abstract

Resensi Buku: “RUH YANG BERONTAK” Irawan, Yusup
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2015.v8i2.303-308

Abstract

Identitas Novel Judul               : Sekuntum Ruh dalam Merah: Kisah tentang Ruh yang Selalu Tidak PuasPengarang      : Naning PranotoPenerbit          : Diva PressCetakan          : Ke-2Tahun terbit   : 2012Jumlah halaman:  x + 378
ESAI SANTAI "HUJAN MENULIS AYAM" KARYA SUTARDJI CALZOUM BACHRI REALISME HINGGA SUREALISME PUITIK DENGAN SUASANA DAN DIKSI YANG SEDAP Budiman, Eriyandi
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 3, No 1 (2010)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2010.v3i1.9-16

Abstract

Sastra Indonesia dapat bersifat Indonesia (Nusantara) kalau mencari kekuatan dari sastra Nusantara sendiri dengan diolah secara modern, dengan pikiran-pikiran modern yang dikombinasikan dengan konvensi sastra Indonesia Asli (Nusantara).
MENYIBAK PERJUANGAN MENGGAPAI MIMPI DAN CITA- CITA MELALUI “MAN SHABARA ZHAFIRA” Hoeronis, Irani
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 5, No 1 (2012)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2012.v5i1.102-106

Abstract

PELANGI KISAH DARI LIMA NEGARA SERUMPUN Asmalasari, Devyanti
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2013.v6i2.137-140

Abstract

Page 3 of 21 | Total Record : 201