cover
Contact Name
Sarip Hidayat
Contact Email
mohsyarifhidayat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
metasastra@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bandung,
Jawa barat
INDONESIA
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra
ISSN : 20857268     EISSN : 25032127     DOI : -
Metasastra: Jurnal Penelitian Sastra is a journal published by Balai Bahasa Jawa Barat, ISSN printed 2085-7268 and ISSN online 2503-2127. This journal is a literary research journal that publishes various research reports, literature studies, and literary papers on literature. Published periodically twice a year in June and December. This journal also serves as a media dissemination of information research results and literature review.
Arjuna Subject : -
Articles 201 Documents
THE RED THREAD IN LEILA S. CHUDORI’S NADIRA AND PULANG (Benang Merah dalam Novel Nadira dan Pulang karya Leila S. Chudori) Adji, Alberta Natasia
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2016.v9i2.131-142

Abstract

Novel Nadira (2015) dan Pulang (2012) karya Leila S. Chudori merupakan dua novel yang dianalisis dalam tulisan ini. Keduanya sama-sama bercerita tentang sebuah keluarga yang berjuang melawan ikatan-ikatan sosial yang kompleks, yang terpusat pada tema-tema cinta yang hilang, kematian orang tua, dan pemikiran idealis sang tokoh utama dalam proses pencarian jati dirinya. Walaupun politik kerap menjadi tema utama dalam karya-karya Leila S. Chudori, kisah- kisah tersebut sejatinya selalu diceritakan melalui perspektif sebuah keluarga. Kajian ini berusaha mencari benang merah dari kedua novel tersebut dengan menggunakan teori intertekstual yang dikemukakan Julia Kristeva dan dengan metode pembacaan cermat (close reading technique). Hasil penelitian merujuk pada perjuangan keluarga yang terdapat dalam kedua novel yang terkait erat dengan struktur  naratif  yang merepresentasikan nilai-nilai budaya kekeluargaan Indonesia dan masih memiliki kecenderungan kental dalam menentukan pilihan hidup seseorang, bahkan seringkali membalik arah hidup mereka.Abstract: Leila S. Chudori’s Nadira (2015) and Pulang (2012) are two novels analyzed in the research. Both  tell the story of a complicated family struggling against social bindings and complexities, centered on the loss of love, the death of a parent figure, and the heroine’s idealistic views the process of finding her true self. Though politics has always been a major force in both of Leila S. Chudori’s most notable works, it is always told from the point of view of a family. This study aims to trace the red thread between those two literary works by applying Julia Kristeva’s intertextual theory and close reading technique in analyzing both novels. The result  of the research shows  that the family struggles contained in both novels are closely related to the narrative structure, which represents the dominant cultural values of Indonesian extended family in determining one’s way of life that often leads to their downfall.
POLITIK SEKSUALITAS NAZI DALAM NOVEL DER VORLESER KARYA BERNHARD SCHLINK (Nazi’s Sexuality Politics in Bernhard Schlink’s Novel “Der Vorleser”) Rosyidah Antoni, Cheryl Desyanti; Priyatna, Aquarini; Noorman, Safrina
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2014.v7i2.159-172

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang politik seksualitas  Nazi yang terdapat dalam novel Der Vorleser karya Bernhard Schlink. Teks novel ini menunjukkan adanya keterkaitan antara seksualitas dan politik. Kajian ini dilandasi oleh teori Foucault yang membahas sejarah seksualitas dan kaitannya dengan negara, serta teori mengenai politik seksualitas Nazi di Jerman yang dikemukakan Herzog. Hasil analisis menunjukkan bahwa di dalam novel tersebut terdapat gambaran politik seksualitas Nazi, seperti pelarangan aktivitas seksual remaja, sakralisasi aktivitas seksual, pengokohan identitas dan peran gender, serta pelarangan hubungan di luar pernikahan. Selain itu, hasil analisis juga menunjukkan bahwa politik seksualitas ini diterapkan oleh pemerintah Nazi dengan tujuan untuk menjaga kemurnian ras bangsa Jerman serta menunjukkan superioritas bangsa Jerman terhadap bangsa lain.Abstract:This paper examines Nazi’s politics of sexuality in the Bernhard Schlink’s novel “Der Vorleser”. The novel shows that there is a relation between sexuality and politics.  This study uses Foucault’s theory on sexuality in relation with the state as well as Herzog’s theory on Nazi’s politic of sexuality. The result of the research show that in the novel there are descriptions of Nazi’s politics of sexuality, such as the prohibition on teenage sexuality, the sacralization of sexual activity, the strengthening of identity and gender roles, and the prohibition of premarital sex. Furthermore, the results of the analysis reveal that the sexuality politics is applied by the Nazi government in order to maintain the purity of the German race and show German supremacy over other nations.
PEMILIHAN CERPEN KONTEMPORER DALAM SURAT KABAR SEBAGAI BAHAN AJAR DAN DAMPAKNYA PADA HASIL PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (Selection of Contemporary Short Stories in The Newspaper as Teaching Materials and Learning Outcomes of Indonesian Language and Literature in The Secondary School) A.R., Syamsuddin; Azis, Abdul
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 4, No 1 (2011)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2011.v4i1.1-14

Abstract

Pembelajaran sastra cenderung kurang berani menggali teks dalam konteks yang lebih luas. Padahal sangatlah mungkin, guru mengajak siswa untuk masuk dan menyelami unsur pembangun sastra dari luar teks pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemilihan cerita pendek kontemporer dalam surat kabar untuk kepentingan alternatif bahan ajar dan peningkatan hasil pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis. Pendekatan penelitian untuk bahan ajar dan hasil pembelajaran adalah pendekatan deskriptif analitis. Data dalam penelitian ini adalah cerpen dalam surat kabar Kompas dan Republika periode Januari 2005--Desember 2009 dan hasil pembelajaran siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi. Teknik analisis meliputi proses pengorganisasian dan pengurutan data tentang bahan ajar ke dalam pola kategori dan satuan uraian. Hasil temuan dan analisis menunjukkan rata-rata nilai aspek pemilihan cerpen kontemporer sebagai bahan ajar sebesar 3,78 (layak dijadikan bahan ajar) dan aspek kesesuaian cerpen kontemporer dengan prinsip penyusunan bahan ajar sebesar 3,96 (layak dijadikan bahan ajar). Hasil pembelajaran untuk aspek pemahaman cerpen bervariasi pada kategori sangat baik, kategori baik,  kategori cukup, kategori kurang, dan tidak ada siswa yang memperoleh nilai kategori gagal. Cerpen yang dapat digunakan dalam pembelajaran adalah cerpen apa saja. Namun, sebaiknya untuk tingkat SMA, cerpen yang digunakan adalah cerpen kontemporer dan isinya harus sesuai dengan karakteristik, pengalaman, dan kebutuhan siswa.Abstract: Learning literary texts tends to be less daring to dig up a broader context. However, it is possible that teachers  invite students to trace builder element of literary text apart from teaching text material. This study aims to describe the selection of contemporary short stories in the newspa- pers for the benefit of alternative instructional materials and the improvement of learning out- comes of Indonesian Language and Literature in secondary school.The method used in this research is analytical descriptive method. The data in this study is  short stories taken from  Kompas and Republika on the period of January 2005--December 2009 as well as students’ works as learning outcomes. Data collection was done by using the documentation. Technical analysis involves the process of organizing and sorting data on instructional materials into the pattern of unit categories and descriptions.The finding and analysis show that an average value of the selection aspect of contemporary short stories is as instructional materials of 3.78 (worthy of teaching materials) and aspects of contemporary short stories conformity with the principles of the preparation of teaching materials of 3.96 (worthy of teaching materials). Results of learning for understanding aspects of the short story vary in some categories, namely,  very good, good, fair, and poor. However, it is not found any students failing to obtain the category.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DALAM PEMBELAJARAN SASTRA PADA SISWA KELAS VIII SMP SE-KABUPATEN CIREBON Nuryanti, Mira; Arfiyanti, Riskha; Muliawati, Hesti
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2016.v9i1.53-66

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh lemahnya pembelajaran sastra pada jenjang siswa SMP di Kabupaten Cirebon. Selama ini, guru mengalami keterbatasan dalam merancang  model yang efektif untuk mengaktifkan dan mencerdaskan siswa. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menerapkan model pembelajaran berbasis proyek yang berorientasi pada kecerdasan interpersonal dalam pembelajaran sastra. Penelitian ini bertujuan ingin memperoleh hasil yang objektif tentang keefektifan pengembangan model pembelajaran berbasis proyek yang berorientasi pada kecerdasan interpersonal dalam pembelajaran sastra. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (research and development method) yang terdiri atas tiga tahapan, yaitu 1) studi pendahuluan, 2) perencanaan dan pengembangan draf media, dan 3) uji coba terbatas serta uji coba meluas. Uji coba terbatas dilakukan pada satu sekolah dan uji coba lebih luas dilaksanakan pada tiga sekolah. Penelitian ini menghasilkan acuan berupa model pembelajaran berbasis proyek yang berorientasi pada kecerdasan interpersonal dan aplikasinya dalam pembelajaran sastra. Keberhasilan hasil penelitian dapat dijadikan alternatif model pembelajaran.
MORFOLOGI CERITA RAKYAT ARSO WATUWE: SEBUAH ANALISIS NARATOLOGI VLADIMIR PROPP (Morphology of Arso’s Folktale Watuwe: An Analysis of Vladimir Propp’s Narratology) Ria Lestari, Ummu Fatimah
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2015.v8i1.139-154

Abstract

Penelitian ini mengkaji morfologi cerita rakyat Arso Watuwe berdasarkan teori struktur naratologi Propp. Latar belakang dilakukannya penelitian ini karena penelitian morfologi terhadap cerita rakyat tersebut belum pernah dilakukan sebelumnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan datanya melalui studi pustaka (dokumentasi). Dalam pelaksanaannya, penelitian ini menganalisis morfologi cerita rakyat berdasarkan teori dan metode penelitian struktur naratologi Propp. Konsep dasar analisis struktur naratologi Propp adalah fungsi dan peranan pelaku dalam cerita. Cara analisis dilakukan dengan memeriksa kembali data-data dan memilah-milahnya berdasarkan jenis dan tipenya. Selanjutnya, fungsi dalam dongeng didentifikasi dan dimasukkan ke dalam tanda atau lambang khusus yang telah dibuat oleh Propp. Terakhir, fungsi-fungsi tersebut didistribusikan ke dalam lingkaran tindakan tertentu. Simpulan penelitian ini adalah ditemukan dua puluh satu fungsi naratif, tiga pola cerita, dan lima lingkaran tindakan. Selain itu, terdapat nilai moral, seperti pantang menyerah, disiplin, kerja keras, dan menjaga solidaritas dalam cerita tersebut.Abstract:This research investigates morphology of Arso’s folktale “Watuwe” based on Propp’s theory. The background of conducting the research is that  the research has not been carried out yet.  The study uses qualitative method. The data collection technique is by doing library research (documentation). In this study, the author analyzes morphology of the folktale based on theory and research method of Propp’s narratology structure. The basic concepts of it are function and role of characters in the story. It is analyzed by rechecking and selecting data based on its kinds and types. Then, the functions are identified and symbolized in Propp’s symbols. Finally, the func- tions are distributed to Propp’s speres of action. From the investigation, it is found that there are twenty one narratology functions, three story patterns, and five speres of action.  Furthermore, there is a moral value, such as persevering, discipline, hard work, and keeping solidarity within the story.
REFLEKSI PEREMPUAN SUNDA DALAM NOVEL SUNDA SUNDA Meithawati, Rieza Utami
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 1, No 1 (2008)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2008.v1i1.91-100

Abstract

Karya sastra merupakan sebuah media untuk merepresentasikan berbagai bentuk gagasan ataupun persoalan perempuan yang berkembang dalam masyarakat, baik secara ideologis maupun secara praktis. Masalah refleksi perempuan dalam ruang publik dan ruang privat yang didominasi oleh kaun patriarkat terungkap dalam novel Pipisahan. Peranan tokoh perempuan dalam memperjuangkan hidupnya dengan mengais rezeki di ruang publik mendapat banyak hambatan dari kaum laki-laki. Bahkan, kaum laki-laki berusaha untuk menempatkan kembali tokoh perempuan itu ke ruang privat.
BENTUK, FUNGSI , DAN MAKNA TRADISI LISAN “MABEBASAN” DALAM UPACARA KEAGAMAAN DI JAWA TIMUR (Form, Function, and Meaning of The Oral Tradition “Mabebasan” in Religious Ceremony in East Java) Tanjung Turaini, Ni Nyoman
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2011.v4i2.171-180

Abstract

Dharma Gita adalah lagu-lagu keagamaan atau lebih dikenal dengan nyanyian tentang nilai- nilai kebenaran. Nyanyian ini berfungsi sebagai media untuk mengembangkan nilai keagamaan karena di dalamnya terkandung sastra-sastra agama. Yang termasuk dalam Dharma Gita adalah Seloka, Palawakya, Kakawin, Kidung, dan Geguritan. Melagukan nyanyian-nyanyian keagamaan di Bali disebut makidung, makakawin, mageguritan atau mamutru. Bila makakawin disertai dengan memberikan arti dan ulasan, kegiatan itu disebut mabebasan. Mabebasan merupakan seni tradisional masyarakat (Hindu) di Bali, tidak dapat dipisahkan dari kehidupan adat-istiadat sehari-hari. Seni mabebasan hampir selalu hadir pada setiap pelaksanaan upacara keagaamaan. Sebagai seni tradisional, mabebasan saat ini berkembang dengan pesat dalam masyarakat. Salah satu di antaranya adalah Mabebasan Utsawa Dharma Gita, yaitu membaca ayat-ayat suci dari kitab Weda yang diselenggarakan di tingkat kabupaten, propinsi, dan tingkat nasional. Makalah ini bertujuan untuk mengungkapkan makna yang terkandung dalam lirik nyanyian atau kidung yang dilantunkan dalam kegiatan tersebut. Pemaknaan akan diungkapkan melalui proses kajian hermeneutik dengan harapan dapat mengupas nilai-nilai keagamaan bagi kehidupan sosial budaya masyarakat Hindu, khususnya di Jawa Timur, sebagai medium untuk mempertahankan kearifan lokal yang terdapat dalam lingkungan masyarakat sebagai khazanah memperkaya budaya nasional.Abstract: Dharma Gita is a religious song, or better known as the singing of the true values. This song serves as a medium to develop the religious value because it contains a religious  literature. What is included in the Dharma Gita is Seloka, Palawakya, Kakawin Kidung and Geguritan.Singing religious songs in Bali is called makidung, makakawin, mageguritan  or mamutru.  W h en  ma ka ka win is  accompanied by  giving meaning and  reviews, the  called mabebasan. Mabebasan is the traditional art community (Hindism) in Bali that cannot be sepa- rated  from the customs of everyday ‘s life . Art mabebasan is mostly presented   at every religious ceremony . As a traditional art, mabebasan is currently growing rapidly in the community. One of them is mabebasan Utsawa Dharma Gita, the  reading of holy verses from the Vedas usually  held in the district, provincial, and national levels. a ct i vi t y  a re This paper is aimed at  revealing  the meaning contained in the lyrics of the song  sung in these activities. Meaning will be obtained  through a review process intended to find out religious values to social and cultural life of the Hindu community, especially in East Java. It is used  as a medium to preserve local wisdom existed  in the community as a treasure to enrich the national culture.
Sampul Metasastra Vol. 9, No. 2, Desember 2016 Mulyani, Yeni
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2016.v9i2.%p

Abstract

MORFOLOGI KABA PUTI NILAM CAYO (Morphology of Kaba Puti Nilam Cayo) Arriyanti, Arriyanti
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2013.v6i2.17-32

Abstract

Makalah ini bertujuan untuk mengkaji morfologi kaba Puti Nilam Cayo dengan menerapkan teori morfologi cerita rakyat Vladimir Propp. Apa yang telah ditelaah oleh Propp atas cerita rakyat Rusia diterapkan untuk melihat fungsi pelaku dan rumusan struktur salah satu cerita tradisional Minangkabau tersebut. Selain menguraikan fungsi pelaku, makalah ini juga membahas skema dan pola cerita termasuk distribusi fungsi di kalangan pelaku serta cara-cara pengenalan pelaku. Metode yang digunakan  adalah metode analisis deskriptif. Dari hasil pembahasan ditemukan bahwa kaba Puti Nilam Cayo mengandung sembilan belas fungsi pelaku dengan empat pergerakan cerita.Abstract:This paper is an endeavor to study morphology of Kaba Puti Nilam Cayo by applying the morphology theory of folktale written by Vladimir Propp. What Propp has studied on the Russian folktale is to reveal the character function and the structure of one of the Minangkabau traditional folktales. Besides describing the character function, this paper attempts to study  scheme and pattern of the story including function distribution among the characters as well as the ways of characters introduction.  The method used is descriptive qualitative method. The results of the research indicate that  Puti Nilam Cayo consists of nineteen character functions and four story movements.
HALAMAN DEPAN: Metasastra Vol 9, No 1, Juni 2016 Supriatin, Yeni Mulyani
METASASTRA: Jurnal Penelitian Sastra Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26610/metasastra.2016.v9i1.%p

Abstract

Page 4 of 21 | Total Record : 201