cover
Contact Name
Arman Rifat Lette
Contact Email
lette.arman@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
vinsenmaking@yahoo.com
Editorial Address
http://cyber-chmk.net/ojs/index.php/kesehatan
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
CHMK HEALTH JOURNAL
ISSN : 20861567     EISSN : 26151154     DOI : -
Core Subject : Health,
CHMK HEALTH JOURNAL memuat artikel hasil penelitian yang terkait dengan bidang Kesehatan Masyarakat (Epidemiologi dan biostatistika, Promosi kesehatan, Gizi Kesehatan Masyarakat, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, Kebijakan dan Manajemen kesehatan, dan sebagainya) , baik penelitian kuantitatif maupun kualitatif. Wadah ini kiranya menjadi salah satu saluran bagi pengembangan IPTEK dan SCIENCE di bidang Kesehatan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 96 Documents
Efektifitas Ekstrak Faloak (Stercullia quadrifida R.Br) Sebagai Chelator bagi Radikal FeS Akibat Pencemaran Logam Timbal Jannes Bastian Selly
CHMK HEALTH JOURNAL Vol 2 No 2 (2018): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : Citra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.708 KB) | DOI: 10.37792/the public health.v2i2.323

Abstract

Faloak (Stercullia quadrifida R. Br) merupakan tumbuhan yang pada ekstrak kulit batangnya (klika) terkandung senyawa bioaktif yaitu alkaloid, fenol, fenolik dan terpenoid. Kandungan senyawa bioaktif yang terkandung pada ekstrak klika faloak bermanfaat sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas ekstrak klika faloak khususnya senyawa flavonoid sebagai chelator bagi radikal FeS pada organ hati ikan nila (Oreochromis niloticus) yang tercemar logam berat timbale (Pb). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini, menunjukkan bahwa ekstrak klika faloak mampu menurunkan kandungan radikal FeS pada organ hati ikan nila akibat pencemaran logam Pb dengan korelasi sebesar 97%. Konsentrasi ekstrak klika faloak yang paling efektif sebagai chelator bagi radikal FeS pada organ hati ikan nila adalah 4 mg/mL atau 4000 ppm.
Gambaran Pola Makan pada Anak Sekolah Dasar di Kota Kupang Asweros Umbu Zogara
CHMK HEALTH JOURNAL Vol 2 No 2 (2018): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : Citra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.744 KB) | DOI: 10.37792/the public health.v2i2.327

Abstract

Latar belakang. Anak sekolah dasar merupakan sasaran strategis dalam perbaikan gizi masyarakat. Hal ini menjadi penting karena anak sekolah merupakan generasi penerus tumpuan bangsa sehingga perlu dipersiapkan kualitasnya, baik fisik maupun mental. Pertumbuhan fisik yang baik sangat ditunjang oleh pola makan yang sehat dan bergizi.Tujuan. Mengetahui pola makan anak sekolah dasar di Kota KupangMetode. Jenis penelitian ini adalah cross-sectional. Responden penelitian adalah siswa kelas I dan II. Sampel penelitian sebanyak 170 siswa.Hasil. Semua responden mengalami defisit karbohidrat, protein, dan lemak karena kurangnya konsumsi makanan yang mengandung zat gizi makro tersebut. Ikan menjadi lauk hewani yang paling sering dikonsumsi, sedangkan lauk nabati yang dikonsumsi responden tidak bervariasi, yaitu tempe, tahu, dan kacang merah. Konsumsi sayur dan buah cukup rendah pada responden.Kesimpulan. Semua responden mengalami defisit asupan zat gizi. Hal ini dapat disebabkan oleh kurang bervariasinya makanan yang dikonsumsi setiap hari sehingga perlu adanya perhatian dari pihak orang tua, sekolah dan dinas terkait untuk memecahkan masalah ini.
Analisis Hubungan Body Image dan Pola Makan terhadap Status Gizi pada Mahasiswi Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang ANITA CHRISTINA SEMBIRING
CHMK HEALTH JOURNAL Vol 2 No 2 (2018): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : Citra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.784 KB) | DOI: 10.37792/the public health.v2i2.328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan body image dan pola makan terhadap status gizi pada mahasiswi Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional study. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang. Data yang dikumpulkan berupa data primer meliputi karakteristik individu, karakteristik keluarga, body image dan status gizi (berat badan, tinggi badan, dan kadar Hb). Pengumpulan data primer ini dilakukan dengan teknik pengisian kuesioner oleh peneliti dengan metode wawancara dan menggunakan kuesioner yang disebarkan dan diisi oleh mahasiswi. Tahapan analisis data diolah dengan program Microsoft Excell dan SPSS  versi 16.0 dan disajikan dalam bentuk tabulasi dan narasi. Karakteristik orang tua responden sebagian besar berpendidikan SMA. Pekerjaan ayah responden sebagian besar adalah petani dan kebanyakan ibu respoden tidak bekerja atau ibu rumah tangga. Sebagian besar (71,7 %) responden memiliki body image yang positif. Pola makan responden sebagian besar masih tergolong kurang yang artinya keanekaragaman konsumsi pangan responden masih rendah. Status gizi responden sebagian besar Normal (51%) dan sebagian besar responden tidak menderita anemia yang artinya kadar Hb responden sebagian besar Normal. Sebagian besar responden dengan body image positif memiliki pola pangan yang kurang tapi status gizi dan kadar Hb responden normal. Tidak ada hubungan antara body image dan pola makan serta body image dan status gizi. 
Analisis Faktor Risiko Konsumsi Pangan Hewani Pada Wanita Dewasa Di Indonesia Lalu Juntra Utama
CHMK HEALTH JOURNAL Vol 2 No 2 (2018): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : Citra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.61 KB) | DOI: 10.37792/the public health.v2i2.331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko konsumsi protein hewani pada wanita berusia 19-49 tahun. Penelitian ini dilakukan dengan metode cross sectional study dengan menggunakan data sekunder hasil Riskesdas 2010, dengan subjek penelitian adalah wanita umur 19-49 tahun. Berdasarkan hasil analisis data,prevalensi defisiensi konsumsi protein hewani pada perempuan usia 19-49 tahun di Indonesia rendah yaitu 11%. Prevalensi konsumsi protein hewani dengan standar 25% dari Angka Kecukupan Gizi (AKG) atau sebesar 12,5 gram dari kecukupan protein sudah tinggi yaitu sebesar 81%. Faktor-faktor yang terbukti mempengaruhi tingkat kecukupan protein hewani pada wanita dewasa adalah usia, pendidikan, status ekonomi dan pekerjaan (p
STUDI KONTAMINASI ASPERGILLUS FLAVUS DAN PARASITICUS PADA MAKANAN BERBAHAN BAKU KACANG TANAH Juni Gressilda Sine
CHMK HEALTH JOURNAL Vol 2 No 2 (2018): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : Citra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.866 KB) | DOI: 10.37792/the public health.v2i2.338

Abstract

This study was conducted to determine the presence or absence of Aspergillus flavus and Aspergillus parasiticus contamination on some types of food made from raw peanuts marketed in the city of Denpasar. Sampling method was done by purposive sampling. Determination of selected samples are five types of foods made from raw peanuts, namely salted peanuts, peanuts, peanut rempeyek, peanut enting and peanut seasoning. Samples were taken randomly as many as two brands of products from five types of food made from raw peanuts and for each type of food. Determination of sampling is a supermarket and traditional markets in Denpasar, where supermarkets and traditional markets are taken 30 percent from the number of supermarkets and traditional markets that exist. The results of this study indicate that in supermarkets, the highest population of A.flavus was found in RK2 of 320 x 103 Cfu / g and the lowest in BP1 of 40 x 103 Cfu / g, whereas A.parasiticus population was found only in RK1 of 40 x 103 Cfu / g. In traditional markets, the highest population of A.flavus was found in RK2 of 440 x 103 Cfu / g and lowest in KK1 of 40 x 103 Cfu / g, whereas A.parasiticus populations were found in RK1 and KK2 of 40 x 103 Cfu / g.Keywords: Contamination, A.flavus, A.parasiticus, Raw material of Peanut
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN DUKUNGAN SUAMI TERHADAP KEPATUHAN PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE (ANC) PADA IBU HAMIL DI KECAMATAN LOA KULU KABUPATEN KUTAI KARTA NEGARA Irfansyah Baharuddin Pakki
CHMK HEALTH JOURNAL Vol 2 No 2 (2018): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : Citra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.089 KB) | DOI: 10.37792/the public health.v2i2.369

Abstract

AbstractBackground : The 2007 IDHS data recorded an MMR in Indonesia reaching 228 per 100,000 live births. The 2015 RPJMN target is 118 per 100,000 live births. Antenatal Care Coverage (ANC) is an examination conducted by pregnant woman to health worker, pregnant woman contact to main health officer with midwife.According to a report by East Kalimantan Provincial Health Office 2016, ANC coverage is 86.34%. Data from Health Office of Regency of Kutai Kartanegara 74,8%. This figure is still below the target of 95%. From the data of Public Health centreat Loa Kulu in 2015, the target number 623 and the number of visits of 491 people pregnant, it is indicated that the ANC coverage has not reached the target.Objectives : the researcher wanted to know the factors related to the health of pregnant women in Loa Kulu distric by measuring the knowledge of pregnant mother about Antenatal Care, attitudes and husband support to the obedience of pregnant mother in doing Antenatal Care.This type of research is obeservasional research and is an analytical survey with Cross Sectional Research Method : This research was conducted on May-July 2016 in Loa Kulu distric of Kutai Kartanegara Regency. The sample taken is the number of pregnant women in Trimester III (pregnancy 28-39 weeks) which amounted to 105 people.The result of the research : shows that there is a correlation of knowledge on maternal ANC compliance with P value 0,002. There is relationship of attitude of pregnant mother to Compliance ANC with value of P value: 0,026. There is a relationship of husband support to maternal ANC Compliance with P value: 0,027 <0,05Conclusion : There is a relationship between knowledge, attitudes and husband support with the obedience of pregnant mother in doing Antenatal Care (ANC). It is better for the officers to give counseling or socialization about Antenatal Care (ANC), pregnancy risk not only in Public Health centre, Posyandu, and other Health Facilities, but more deeply in the groups of recitation and arisan. Keywords : pregnant mother, obedience, Antenatal Care (ANC)
Hubungan Antaran Nyeri Reumatoid Arthritis Dengan Tingkat Kemandirian Dalam Aktivitas Kehidupan Sehari-hari Pada Pra Lanjut Usia Di Wilayah Kerja Puskesmas Oesao Kabupaten Kupang Defebria Nasusda Dida
CHMK HEALTH JOURNAL Vol 2 No 3 (2018): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : Citra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.756 KB) | DOI: 10.37792/the public health.v2i3.36

Abstract

Nyeri Reumatoid Arthritis, Tingkat Kemandirian, Pra Lansia
Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS pada pekerja seks di Lokalisasi KArang Dempel Kupang hendra andryanus bire logo
CHMK HEALTH JOURNAL Vol 2 No 3 (2018): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : Citra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.505 KB) | DOI: 10.37792/the public health.v2i3.285

Abstract

ABSTRAKBire Logo, Hendra Andryanus. 2017. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan HIV/AIDS pada Pekerja Seks di Lokalisasi Karang Dempel. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Citra Husada Mandiri Kupang.Betan, Yasinta, S.Kep,Ns.,MNS dan Dion, Yohanes, S.Kep,NS.,M.KesAcquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) adalah suatu kumpulan gejala penyakit kerusakan sistem kekebalan tubuh, bukan penyakit bawaan tetapi didapat dari hasil penularan. Penyakit ini disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV). Upaya pencegahan pada populasi beresiko tinggi seperti PSK  yang karena pekerjaannya   beresiko terhadap penularan HIV/AIDS melalui pencegahan yang efektif seperti penggunaan kondom setiap kali melakukan transaksi seksual dengan banyak pasangan seksual. Health Belief Model (HBM) merupakan sebuah model psikologi yang dapat digunakan untuk memprediksi sebab munculnya perilaku sehat. HBM berfokus pada belief individu akan percieved seriousness/severity, percieved suspectibility, precieved benefits and barriers dan cues to action. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS pada pekerja seks di Lokalisasi Karang Dempel.Metode dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, pemilihan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 118 responden. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 20 juli- 20 agustus 2017 di Lokalisasi Karang Dempel Kupang. Pengambilan data dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada responden.Hasil penelitian didapatkan lebih dari sebagaian besar responden memiliki persepsi kerentanan, keseriusan, manfaat dan hambatan, isyarat untuk bertindak dan perilaku pencegahan HIV/AIDS tergolong baik. Hasil uji chi square diperoleh p value untuk masing-masing faktor ≤ 0,05. Kesimpulan, ada hubungan antara persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, persepsi manfaat dan hambatan, serta isyarat untuk bertindak dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS. Kata kunci : Persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, persepsi manfaat dan hambatan, isyarat untuk bertindak, perilaku pencegahan HIV/AIDS.
Screen Based Activity dan Status Gizi pada Anak Sekolah Dasar di Kota Kupang Asweros Umbu Zogara
CHMK HEALTH JOURNAL Vol 2 No 3 (2018): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : Citra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.495 KB) | DOI: 10.37792/the public health.v2i3.326

Abstract

Latar belakang. Screen based activity pada anak adalah segala aktivitas yang dilakukan anak berkaitan dengan penggunaan media berbasis layar (televisi, komputer, video game, dan gadget). Anak yang mempunyai aktivitas berbasis layar lebih panjang dilaporkan mempunyai risiko lebih besar untuk mengalami obesitas dibandingkan anak dengan aktivitas berbasis layar lebih rendah. Screen based activity lebih dari 2 jam/hari akan meningkatkan risiko kegemukan. Aktivitas berbasis layar akan mengurangi aktivitas fisik anak. Kurangnya aktivitas fisik menjadi salah satu faktor risiko kegemukan dan obesitas.Tujuan. Untuk menganalisis hubungan screen based activity dengan status gizi anak sekolah dasar di Kota Kupang.Metode. Jenis penelitian ini adalah cross-sectional. Responden penelitian adalah siswa kelas I dan II. Sampel penelitian sebanyak 170 siswa.Hasil. Responden lebih lama melakukan aktivitas menonton televisi dan bermain handphone dalam seminggu dibandingkan aktivitas berkaitan dengan layar lainnya. Responden yang menghabiskan waktu >28 jam seminggu untuk melakukan screen based activity sebanyak 30,59% . Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, maka lebih banyak perempuan yang melakukan screen based activity ≤28 jam seminggu dibandingkan laki-laki. Lebih banyak responden yang memiliki status gizi normal. Hasil uji statistik membuktikan tidak ada hubungan antara status gizi dengan screen based activity (p-value 0.86).Kesimpulan. Siswa yang melakukan screen based activity >28 jam cukup banyak. Oleh karena itu, perlu perhatian orang tua dan guru untuk mengurangi screen based activity siswa sehingga nantinya tidak banyak siswa yang mengalami kelebihan gizi.
ANALISIS PENGARUH SOSIAL EKONOMI KELUARGA TERHADAP TINGKAT KECUKUPAN MINERAL KALSIUM, ZAT BESI, DAN ZINK PADA REMAJA LAKI-LAKI USIA 13—18 TAHUN DI INDONESIA ANITA CHRISTINA SEMBIRING
CHMK HEALTH JOURNAL Vol 2 No 3 (2018): CHMK HEALTH JOURNAL
Publisher : Citra Bangsa University - Literacy and Publishing Center (CBU-LPC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.539 KB) | DOI: 10.37792/the public health.v2i3.336

Abstract

This study aims to analyze the risk factors on calsium, iron and zinc adequacy level in adolescent males age 13—18 years. A cross-sectional study was conducted using secondary data of Riskesdas 2010, with male adolescent age 13—18 years as study sample. Data on food intakes were collected with 24-hour recall method and further converted into nutrients intakes (Ca, Fe, Zn) using Food Composition Table. Nutrient adequacy level of each nutrient was calculated using Recommended Dietary Allowance. Based on the analysis of data, the prevalence of calsium and zinc deficiency in male adolescent age 13—18 years in Indonesia is still very high, 72.8% and 68.6% respectively. The prevalence of iron deficiency is still high at 51.9%. Age, father’s education, economic status and area residence are shown to affect (p<0.05) the level of adequacy of calcium, iron and zinc in adolescent malesage 13—18 years, while the level of mother’s education, father’s occupation and mother’s occupation do not.

Page 3 of 10 | Total Record : 96