cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Proceeding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
Teknik Pembuatan Peta Evakuasi Tsunami Negeri Galala & Hative Kecil, Kota Ambon Indah Kurniawati; Rizky Muhammad Rahman
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ambon merupakan wilayah dengan aktifitas seismik aktif yang memiliki potensi bencana tsunami. Sebagai langkah mitigasi dalam mengurangi jumlah kerugian akibat bencana tsunami, dibuat peta evakuasi tsunami dalam skala besar di wilayah Negeri Galala dan Kecamatan Hative Kecil, Kota Ambon. Studi ini bertujuan untuk membantu upaya pembuatan jalur evakuasi dengan mengkombinasikan informasi parameter gempabumi dan pemodelan tsunami menggunakan aplikasi ComMIT. Data yang digunakan adalah data bathimetri dari ETOPO1 1 arc menit dan data topografi SRTM 3 arc detik. Hasil dari studi ini adalah ketinggian tsunami maksimum di Negeri Galala dan Kecamatan Hative Kecil mencapai 4 meter, waktu tiba gelombang pertama sekitar 15-20 menit setelah terjadinya gempabumi dan jarak inundasi maksimum adalah 300 meter dari garis pantai.Titik kumpul yang disarankan yaitu SMPN 3 Ambon, Kantor ATR BPN dan Gudang Bulog.
Pertumbuhan Bakteri pada Limbah Cair Perikanan Secara Spontan Devi Ambarwaty Oktavia; Dita Febrianti; Vita Yanuar
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanganan limbah cair perikanan baik dalam bentuk padat maupun cair di Indonesia umumnya belum tertangani dengan baik sehingga berpotensi menyebabkan penurunan kualitas perairan. Hasil karakterisasi limbah cair surimi dan rajungan memperlihatkan bahwa limbah cair tersebut mempunyai beban protein dan lemak yang tinggi. Untuk itu perlu dilihat keberadaan bakteri pada kedua jenis limbah tersebut dan dilakukan pada tiga jenis media yang berbeda yaitu agar nutrien, MSM skim milk (media spesifik pertumbuhan bakteriproteolitik) dan agar tributirin sebagai media spesifik pertumbuhan bakteri lipolitik. Hasilnya adalah bakteri tumbuh baik pada ketiga media yang berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa pada kedua limbah terdapat bakteri proteolitik dan lipolitik. Jumlah bakteri tertinggi pada limbah cair rajungan adalah 4,3x107 CFU/mL ditunjukkan pada media proteolitik sedangkan limbah cair surimi adalah 4,5x107 CFU/mL ditunjukkan pada media lipolitik. Kadar lemak limbah cair surimi dan rajungan semakin meningkat selama masa pertumbuhan bakteri sebesar 0,067 mg/L pada jam ke-20. Kadar amonia limbah cair rajungan menurun pada jam ke-18 sebesar 2 mg/L, sedangkan menurun pada jam ke-9 ditunjukkan pada limbah cair surimi sebesar 1,8 mg/L. Kadar protein terlarut menurun pada jam ke-30, sedangkan kadar protein total mengalami penurunan pada jam ke-24 baik pada limbah cair surimi maupun rajungan.
Mampukah Metode LCC Mengestimasi Laju Mortalitas Penangkapan Ikan Kembung Lelaki Secara Akurat? Wanwan Kurniawan
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam praktik kajian stok di Indonesia, laju eksploitasi (E) yakni rasio laju mortalitas penangkapan F terhadap mortalitas total Z, masih menjadi reference point paling populer untuk menilai status populasi ikan. Estimasi nilai Z (dan pada gilirannya F) dilakukan dengan metode kurva tangkapan berbasis panjang (metode LCC). Namun sebagaimana diketahui, LCC didasarkan pada asumsi yang sangat simplistik yakni populasi dalam kondisi ekuilibrium, dimana laju mortalitas dan rekruitmen konstan selama rentang hidup ikan. Kenyataannya, rekruitmen biasanya berubah-ubah seiring waktu. Studi ini mengkaji performa LCC dalammengestimasi F ikan kembung lelaki (Rastrelliger kanagurta). Untuk mencapai hal ini, dilakukan simulasi dinamika populasi ikan kembung lelaki dan estimasi nilai F berdasarkan sampel acak dari populasi. Pertama, populasi hipotetik dikonstruksi berdasarkan parameter life history dari studi-studi terdahulu. Penangkapan diintroduksi pada populasi dengan berbagai skenario F dan umur pertama kali ikan tertangkap (ac). Selain itu, pada beberapa kasus rekruitmen dibuat acak. Kedua, hasil tangkapan disampling untuk mendapatkandata frekuensi panjang, selanjutnya dilakukan analisis LCC untuk mengestimasi nilai F. Untukmengakomodir variasi individual panjang pada umur (La) serta variabilitas sampling hasil tangkapan, analisis dilakukan secara Monte Carlo dengan mengulangi simulasi berkali-kali. Hasilnya, nilai estimasi F dari metode LCC umumnya bias, bias lebih tinggi terjadi pada skenario nilai ac yang tinggi. Hasil estimasi F tidak begitu sensitif pada pelanggaran asumsi rekruitmen konstan. Selain itu, sampling ikan lebih dari satu tahun tidak memperbaiki akurasi estimasi nilai F. Bias yang terjadi adalah sistematis, sehingga bisa diperkecil menggunakan persamaan koreksi.
Kebiasaan Makanan Ikan Kakap Tompel Lutjanus fulviflamma (Forsskal, 1775) yang Didaratkan di Tempat Pelelangan Ikan Rajawali, Kota Makassar, Sulawesi Selatan Suwarni; Moh. Tauhid Umar; Enggar Trio Wardani
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebiasaan makanan, agar dapat memberi informasi kepada masyarakat mengenai makanan dari ikan kakap tompel. Penelitian ini di laksanakan pada bulan April sampai Juni 2017 di Tempat Pelelangan Ikan Rajawali, Kota Makassar Sampel ikan yang diperoleh merupakan hasil dari tangkapan nelayan dengan menggunakan alat tangkap jaring insang (set gill net) dan jaring tiga lapis. Analisis sampel dilaksanakan di laboraturium Biologi Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan,Universitas Hasanuddin. Jumlah sampel yang diperoleh berjumlah 193 ekor, Ikan contoh diukur panjang total tubuhnya dengan menggunakan mistar ukur, kemudian ikan dibedah dan dilihat gonadnya. Analisis index bagian terbesar (IBT) dan panjang relative usus serta identifikasi plankton. Berdasarkan hasil analisis (IBT) kebiasaan makanan ikan kakap tompel berdasarkan waktu, jenis kelamin, dan ukuran tubuh, semua jenis makanan utama ikan kakap tompel yaitu dari kelas Entomostraca. Makanan pelengkap ikan kakap tompel pada bulan April yaitu dari kelas Rotatoria, Diatomae, dan Rhizopoda, bulan Mei dari kelas Rotatoria, bulan Juni dari kelas Rotatoria, Phyprophyta, Cilliata, Platyhelmintes, dan Rhizophoda. Makanan tambahan ikan kakap tompel bulan April yaitu dari kelas Phyprophyta dan Cilliata, bulan Mei dari kelas Diatomae, Pyprophyta, Platyhelmintes, Cilliata, dan Rhizophoda, pada bulan Juni dari kelas Diatomae. Berdasarkan jenis kelamin, makanan pelengkap ikan kakap tompel jantan yaitu dari kelas Rotatoria, Rhizopoda, Cilliata, Pyprophyta, dan Diatomae, sedangkan betina dari kelas Rotatoria. Makanan tambahan ikan kakap tompel jantan yaitu dari kelas Platyhelmintes, sedangkan betina dari kelas Diatomae, Pyprophyta, Platyhelmintes, Cilliata, dan Rhizophoda. Berdasarkan ukuran tubuh, makanan pelengkap ikan kakap tompel ukuran kecil yaitu dari kelas Rotatoria, dan Rhizophoda pada ukuran sedang dari kelas Rotatoria, Rhizophoda, Cilliata, dan Pyprophita, ukuran besar dari kelas Rotatoria, dan Diatomae. Makanan tambahan ikan kakap tompel ukuran kecil yaitu dari kelas Cilliata, Platyhelmintes, Pyprophyta, dan diatomae, pada ukuran sedang dari kelas Platyhelmintes, dan Diatomae, ukuran besar yaitu kelas Rhizophoda, Cilliata, Platyhelmintes, dan Pyprophyta. Berdasarkan hasil analisis perbandingan panjang relatif alat pencernaan dengan panjang tubuh ikan maka ikan kakap tompel digolongkan sebagai ikan omnivore.
Pengaruh Lama Penyalaan Lampu terhadap Hasil Tangkapan Purse Seine di Perairan Kecamatan Pajukukang Kabupaten Bantaeng Chandra Siska; Muhammad Kurnia; Musbir
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komposisi jenis hasil tangkapan dan menentukan perbedaan jumlah produksi hasil tangkapan purse seine berdasarkan lama penyalaan lampu pada waktu hauling. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – Juli 2020 di perairan Desa Baruga, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini menggunakan eksperimental fishing dengan mengikuti operasi penangkapan sebanyak 20 trip dan wawancara dengan nelayan. Data dianalisis menggunakan uji MannWhitney untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh lama penyalaan lampu terhadap hasil tangkapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uji Mann-Whitney memperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) >0.05 artinya H1 diterima atau tidak ada perbedaan secara signifikan jumlah hasil tangkapan berdasarkan lama penyalaan lampu. Dimana, lama penyalaan lampu waktu hauling I (5-8 jam 1 menit) mempunyai produksi hasil tangkapan tertinggi sebanyak 900 kg dan pada waktu hauling II (8 jam 2 menit-10 jam 5 menit) produksi hasil tangkapan tertinggi 270 kg. Sedangkan komposisi jenis ikan hasil tangkapan yang memiliki jumlah tertinggi secara berurutan adalah Selar Kuning (Selaroides leptolepis) sebesar 37% (2385 kg), Tongkol (Euthynnus affinis) sebesar 33% (2135 kg), Alu-alu (Sphyraena obtusata) 12% (815 kg). Selain itu terdapat pula jenis ikan yaitu Cumi-cumi (Loligo sp.) sebesar 8% (505 kg), Selar Bentong (Selar crumenophthalmus) sebesar 5% (315 kg), Talang-talang (Scomberoides commersonnianus) sebesar 3% (180 kg) dan Peperek (Leiognathus sp.) sebesar 2% (165 kg).
Identifikasi Sampah Laut Terapung (Floating Marine Debris) Berdasarkan Pola Musim di Perairan Pulau Barranglompo, Kota Makassar. Rafsanjani; Shinta Werorilangi; Wasir Samad; Amran Saru; Ahmad Faizal
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah laut (marine debris) menjadi permasalahan yang semakin penting untuk dituntaskan semenjak Indonesia didaulat menjadi negara penghasil sampah terbanyak kedua di dunia setelah Cina. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis dan menghitung kelimpahan sampah makro terapung serta melihat pola sebarannya dan pengaruh musim di perairan Pulau Barranglompo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2019 sampai Maret 2020. Metode pengambilan sampel sampah laut terapung menggunakan neustone net ukuran mesh size 0,5 mm dan luas bukaan jaring 150 cm x 50 cm, kemudiandipasang pada bagian belakang perahu lalu ditarik dengan kecepatan ±5 knot. Jenis sampah makro terapung yang didapatkan di perairan Pulau Barranglompo pada musim timur dan musim barat didominasi oleh sampah makro jenis plastik, kemudian diikuti oleh busa plastik, kaca dan keramik, kertas dan kardus, kayu dan bahan lainnya. Rata-rata kelimpahan jumlah sampah makro pada musim timur adalah 19.166,67 potong/km2 dan rata-rata kelimpahan berat sebesar 269.422 gram/km2 sedangkan kelimpahan jumlah sampah makro pada musim barat adalah 12.833,34 potong/km2 dan rata-rata kelimpahan berat sebesar 145.526,5 gram/km2. Kelimpahan sampah makro pada musim timur lebih tinggi dibandingkan dengan kelimpahan sampah makro pada musim barat. Kuat dugaan bahwa intensitas angin yang tinggi memicu kuatnya arus permukaan yang membawa sampah laut permukaan jauh ke arah utara hingga perairan Pulau Barranglompo selama periode musim timur.
Identifikasi Sampah Laut Permukaan Kaitannya dengan Pola Arus di Perairan Pulau Barrangcaddi, Kota Makassar. Muh Asmal; Shinta Werorilangi; Wasir Samad; Sulaiman Gosalam; Mahatma Lanuru
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah laut (marine debris) merupakan bahan padat persisten yang sengaja atau tidak sengaja dibuang atau ditinggalkan ke dalam lingkungan laut. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis dan menghitung kelimpahan sampah makro terapung serta menjelaskan karakteristik oseanografi terkait pola sebaran sampah laut dan kaitannya dengan pola arus di perairan Pulau Barrangcaddi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2019 sampai Maret 2020. Metode pengambilan sampel sampah laut terapung menggunakan neustone net ukuran mesh size 0,5 mm dan luas bukaan jaring 150 cm x 50 cm, kemudian dipasang pada bagian belakang perahu lalu ditarik dengan kecepatan ±5 knot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis sampah laut terapung ukuran makro yang didapatkan di perairan Pulau Barrangcaddi pada musim timur dan musim barat didominasi oleh sampah makro berjenis plastik, kemudian diikuti oleh busa plastik, logam, kertas dan kardus, dan kayu. Rata-rata kelimpahan jumlah sampah makro pada musim timur adalah 14.833potong/km2 dan rata-rata kelimpahan berat sebesar 280.270 gram/km2 sedangkan kelimpahan jumlah sampah makro pada musim barat adalah 11.333 potong/km2 dan rata-rata kelimpahan berat sebesar 82.636 gram/km2. Kelimpahan sampah makro pada musim timur lebih tinggi dibandingkan dengan kelimpahan sampah makro pada musim barat. Akumulasi sampah makro yang tersebar diduga kuat terbawa oleh arus permukaan laut akibat intensitas hembusan angin musim timur serta diperkuat letak perairan Pulau Barrangcaddi dekat dengan daratan kota Makassar, sehingga sampah makro yang terbawa oleh angin dan arus cenderung ke utara selama periode musim timur.
Karakteristik Daerah Penangkapan Ikan Pada Operasi Rawai Dasar di Perairan Bulukumba Sulawesi Selatan St Nurhalizah; Musbir; Najamuddin; Ilham Jaya; Baharuddin Dg. Nompo; Muh. Abduh Ibnu Hajar
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Periaran kabupaten bulukumba merupakan daerah penagkapan ikan yang cukup potensial untuk pengoperasi alat tangkap rawai dasar. Daerah penagkapan ikan sangat di tentukan oleh krakteristik oseanografi perairan terhadap keberadaan target tangkapan. Metode experimental fishing dilakukan pada pengorasian rawai dasar dengan 21 mata pancing menggunakan umpan segar yang pada tiga spot lokasi daerah pengkapan ikan yaitu 1)pesisir barat pantai bulukumba, 2) pesisir timur , dan 3)wilayah pulau Liukang Loe. Hasil analisis karaekteristik daerah pengakapan pantai barat (rata-rata kedalaman 32 meter, suhu 26.5ºC, salinitas 29.8 ‰, arus 0.17 m/s, kecerahan 7 meter)memperoleh hasil tangkapan 11 jenis dengan jumlah 33 ekor, berat 160.7 kg, panjang rata-rata 83 cm, spot daerah pengkapan pada bagian timur pantai bulukumba memiliki karakteristik (rata-rata kedalaman 32.6 meter, suhu 26.4 ºC, salinitas 29.8 ‰, arus 0.22 m/s, kecerahan 7.3 meter) memperoleh hasil tangkapan 6 jenis dengan jumlah 34 ekor dan berat 149.2kg, panjang rata-rata 71.7 cm dan spot parairan pada daerah pulau Liukan Loe memiliki karakteristik (rata-rata kedalaman 38.4 meter, suhu 26.4 ºC, salinitas 29.6 ‰, arus 0.22 m/s, kecerahan 7 meter)memiliki hasil tangkapan 7 jenis dengan jumlah 28 ekor, panjag rata-rata74 cm dan 160.7 kg. hal ini menjukkan bahwa secara simultan Hasil analis terhadap semua variabel terhadap hasil nilai F (Fhitung < FTabel = 6.309 > 5), semetara hasil analisis independen terhadap masing-masing variabel menjukkan parameter kedalaman lebih signifikan nilai t (thitung 4.095) berpengaruh terhap hasil tangkapan dibandingkan parameter lain. Perbedaan karkteristik daerah pengakapan ikan menjukkan perbedaan terhadap komposisi jenis, ukuran tangakapan, dan berat hasil tangkapan. Dibutuhkan penelitan lanjuntan pada parameter kedalaman terhadap karakteristik hasil tangkapan pada rawai dasar
Kajian Hasil Tangkapan Bagan Tancap Menggunakan Alat Bantu Lampu LED Kombinasi Warna Putih-Biru-Kuning di Perairan Pangkep Muh. Zulqidar Fauzi; Muhammad Kurnia; Musbir
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah hasil tangkapan dan perbandingan berdasarkan waktu hauling. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Oktober 2021 di Kampung Solo, perairan Pangkep sebanyak 15 trip 30 hauling penangkapan. Metode penelitian yang digunakan ialah studi kasus satu unit bagan tancap dengan alat bantu penangkapan lampu LED kombinasi warna putih-biru-kuning. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Kolmogorov Smirnov dan Uji Mann Whitney (non parametrik). Hasil menunjukkan terdapat 28 jenis ikan dengan total jumlah 402,55 kg. Tangkapan dominan terdapat 8 spesies, yaitu Peperek (Leiognathus equulus), Cumi – cumi (Loligo sp), Lemuru (Sardinella fimbriata), Buntal licin (Lagocephalus sceleratus), Teri (Stolephorus indicus), Kepiting (Portunus pelagicus), Selar (Selaroides leptolepis), dan Tembang (Dussumieria elopsoides). Jumlah hasil tangkapan pada saat hauling 1 dan pada saat hauling 2 relatif sama pada setiap trip. Hasil analisis uji Mann Whitney menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dari hasil tangkapan pada saat hauling 1 dan pada saat hauling 2
Analisis Mutu dan Susut Hasil (Fish Losses) Penangkapan Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bungus, Sumatera Barat Yudi Prasetyo Handoko; Arpan Nasri Siregar1; Mohamad Faisal
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) merupakan salah satu ikan konsumsi yang sangat digemari masyarakat. Pemenuhan permintaan Ikan Tongkol sejak dari proses penangkapan hingga didaratkan untuk dijual berpotensi mengalami susut hasil (fish losses). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik penanganan, mengetahui mutu, dan mengetahui susut hasil (Fish Losses) pada tangkapan ikan tongkol di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bungus, Sumatera Barat. Penelitian dilakukan dengan mengamati langsung proses penangkapan dan penanganan, melakukan pengujian mutu secara organoleptik, dan menghitung fish losses dengan mengacu Metode Load Tracking (LT). Perhitungan susut hasil dilakukan pada tiga jenis, yaitu: susut fisik, susut mutu, dan susut finansial. Alur proses dan kondisi penanganan ikan tongkol yaitu ditangkap di atas kapal, penyimpanan di palka, proses pembongkaran, dan pengantaran ke tempat pengepul. Nilai pengujian mutu secara organoleptik pada ikan tongkol hasil tangkapan adalah 8. Hasil susut rata-rata ikan tongkol yang terdiri atas susut fisik, susut mutu, dan susut finansial diperoleh secara berturutan yaitu: 1,63%; 2,68%; dan 4,38%.