cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Proceeding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
Distribusi Ukuran dan Tipe Pertumbuhan Ikan Endemik (Dermogenys orientalis Weber, 1894) di Perairan Sungai Bantimurung, Kawasan Karst Maros Mahjati Zatil Ilmi; Sharifuddin Bin Andy Omar; Sri Wahyuni Rahim; Dewi Yanuarita; Moh. Tauhid Umar; Andi Aliah Hidayani
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai Bantimurung merupakan bagian dari Kawasan karst Maros yang memiliki keanekaragaman iktiofauna endemik yang tinggi. Salah satu jenis ikan endemik di sungai tersebut yang memiliki potensi untuk dijadikan ikan hias adalah Dermogenys orientalis, yang dikenal oleh masyarakat setempat dengan nama anculung. Informasi baik biologi, ekologi, maupun reproduksi ikan yang berasal dari sungai tersebut belum ada sampai saat ini. Penelitian ini mengkaji distribusi ukuran dan tipe pertumbuhan ikan anculung berdasarkan lokasi dan waktu pengambilan sampel. Pengambilan sampel ikan dilaksanakan pada bulan Juli hingga Oktober 2020, menggunakan pukat tarik dengan ukuran panjang 5 m, tinggi 2 m, dan ukuran mata jaring 3 mm. Pengukuran panjang tubuh menggunakan jangka sorong dengan ketelitian 0,5 mm dan penimbangan bobot tubuh menggunakan neraca digital dengan ketelitian 0,01 g dilakukan di Laboratorium Biologi Perikanan, Universitas Hasanuddin. Ikan anculung yang diperoleh selama penelitian berjumlah 2096 ekor, yaitu di Stasiun 1 sebanyak 899 ekor, di Stasiun 2 sebanyak 613 ekor, dan di Stasiun 3 sebanyak 584ekor. Hasil analisis menunjukkan jumlah ikan anculung terbanyak berada pada kisaran ukuran panjang tubuh 39-44 mm sedangkan untuk bobot tubuh pada kisaran 0,04-0,35 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe pertumbuhan ikan D. orientalis dominan hipoalometrik kecuali pada bulan Juli di Stasiun 3 bersifat isometrik. Nilai faktor kondisi ikan anculung lebih kecil dari 1,0 yang menunjukkan bahwa ikan tersebut dalam kondisi buruk dengan bentuk tubuh panjang dan pipih.
Pengolahan Rajungan (Portunnus pelagicus) Pasteurisasi dalam Cup di PT Muria Bahari Indonesia, Kudus, Jawa Tengah Fitria Maurina; Yuliati H. Sipahutar
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan salah satu komoditas unggulan perikanan Indonesia yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Untuk itu, diperlukan proses dan penanganan rajungan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan rajungan pasteurisasi dalam cup. Metode dilakukan dengan observasi dan survei, dengan mengikuti secara langsung seluruh proses pengolahan, mulai dari penerimaan bahan baku hingga pemuatan, dengan melakukan pengujian terhadap mutu (organoleptik, mikrobiologi, antibiotik) dan pengamatan penerapan rantai dingin. Analisa data dilakukan dengan deskriptif. Hasil pengujian mutu organoleptik bahan baku 8 dan produk akhir adalah 7. Uji mikrobiologi bahan baku berkisar 3.9 x10³ - 9 x10⁴ dan produk pasteurisasi dalam cup berkisar 8x10¹ kol/gr - 7x102 kol/gr. Pengujian E. Coli <3.0 (MPN/g), Coliform <3.0 (APM/g), S. Aureus 0 CFU/g. Hasil uji antibiotik rajungan bahan baku berkisar 0,034 ppb - 0,045 ppb dan Rajungan pasteurisasi dalam cup berkisar 0,041 ppb - 0,084 ppb, sesuai dengan SNI. Penerapan rantai dingin telah dilakukan dengan baik dengan suhu receiving 0.94°C, Sortir 3,41, Final checking 10,19, Filling 11,9, Weighing 12,2, Seaming 12,9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengolahan pasteurisasi rajungan dalam cup sudah dilakukan dengan baik sesuai SNI No. 6929:2016 tentang pasteurisasi rajungan dalam kaleng.
Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Prosedure (SSOP) pada Proses Pengalengan Ikan Lemuru (Sardinella longicep) dengan Media Saus Tomat Ahadin FF Ma’roef; YH Sipahutar; Nur Hidayah
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengalengan merupakan salah satu bentuk pengolahan dan pengawetan ikan secara modern dikemas secarahermatis dan disterilkan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penerapan Good Manufacturing Practices(GMP) dan Sanitation Standard Operating Prosedure (SSOP) pada tahapan proses pengalengan ikan lemuru media saus tomat. Metode dilakukan dengan survei dan observasi langsung mengikuti kegiatan proses pengalengan dengan melakukan pengujian terhadap mutu organoleptik dan kimia, pengamatan suhu serta pengamatan GMP dan SSOP. Analisa data dilakukan dengan deskriptif. Hasil pengujian suhu ikan segar rata-rata 0,35°C, suhu proses pengisian rata-rata 3,8°C, Suhu Exhoust Box 90°C dan suhu retort 118°C. Nilai organoleptik bahan baku rata-rata 8 dan produk akhir rata-rata 7. Kadar histamin berkisar 27,82 mg/kg - 29,91 mg/kg. Hasil uji ALT bahan baku adalah 1,6×10³ koloni/gram dan produk akhir <1×101 koloni/gram. Pengamatan GMP meliputi penerimaan bahan baku, penanganan dan pengolahan, persyaratan bahan pembantu dan bahan kimia, pengemasan, penyimpanan dan stuffing. Penerapan SSOP meliputi : keamanan air dan es, peralatan dan pakaian kerja dan pencegahan kontaminasi silang, toilet dan tempat cuci tangan, bahan kimia dan saniter, syarat label dan penyimpanan, kesehatan karyawan dan pengendalian pest. GMP dan SSOP telah dilaksanakan dengan baik untuk mengurangi kontaminasi produk akhir dan telah sesuai dengan standard prosedur yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Dinamika Garis Pantai Wilayah Kepesisiran Kabupaten Purworejo Tahun 2007 – 2020 Maria Nooza Airawati; Djati Mardiatno; Nurul Khakim
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai merupakan bagian dari wilayah kepesisiran yang mempunyai sifat dinamis yang tercermin pada proses perubahan garis pantai yang terjadi secara terus menerus sehingga mengakibatkan terjadinya proses erosi dan akresi. Pemantauan dinamika garis pantai dapat dilakukan dengan menggunakan kombinasi teknologi penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dinamika garis pantai di sepanjang wilayah kepesisiran Kabupaten Purworejo dalam rentang tahun 2007 hingga 2020. Citra SPOT tahun 2007, 2011, 2017 dan 2020 digunakan untuk memperoleh data garis pantai yang diperlukan. Perubahan garis pantai dianalisis menggunakan Digital Shoreline Analysis System (DSAS). Laju dinamika garis pantai dianalisis meggunakan metode Net Shoreline Movement (NSM) dan End Point Rate (EPR) yang terdapat dalam DSAS. Tiap transek kemudian diberi jarak dengan interval 50 meter. Nilai NSM dan EPR positif menunjukkan terjadinya akresi, sedangkan nilai negatif menunjukkan kejadian erosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas proses akresi dan erosi berjalan secara bersamaan sepanjang rentang 13 tahun dengan proses akresi yang lebih dominan terjadi. Jarak perubahan garis pantai berupa akresi dan erosi yang diukur dengan metode NSM tertinggi terjadi di Kecamatan Grabag sebesar 119,73 dan -27,44 meter. Laju perubahan garis pantai berupa akresi dan erosi yang diukur menggunakan metode EPR sebesar 9,06 dan -2,08 meter per tahun. Hasil dinamika ini turut dipengaruhi oleh sejumlah faktor hidro oseanografi diantaranya adalah gelombang. Diperlukan analisis lebih lanjut mengenai faktor hidro-oseanografi dan perubahan penggunaan lahan serta keterkaitannya dengan dinamika garis pantai dalam rangka penyusunan strategi pengelolaan wilayah kepesisiran di Kabupaten Purworejo secara tepat.
Pengetahuan Pengolah Ikan Asin dan Keberadaan Formalin di Sentra Ikan Asin di Desa Kronjo, Kabupaten Tangerang Sulthan Salim; Yuliati H. Sipahutar; Yudi P Handoko; Medal L Perceka; Anugrah Bertiantoro; Taty Yuniarti
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan makanan merupakan aspek yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Bahan tambahan makanan adalah zat yang sengaja ditambahkan ke dalam makanan untuk mempengaruhi sifat alami makanan yang satu adalah formalin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi formalin pada ikan asin dan tingkat pengetahuan pengolah di sentra ikan asin, di Kronjo, Kabupaten Tangerang. Metode penelitian dilakukan dengan survey yang bersifat deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara sampel acak sederhana, yaitu berdasarkan ikan asin yang paling banyak diminati pembeli. sedangkan tingkat pengetahuanpenjual diukur dengan kuesioner. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung. Pengujian formalin dengan metode kromatofit. Penelitian ini menggunakan 30 responden dan 30 sampel yang diambil dari 8 kelompok pengolah ikan asin. Analisis data dilakukan dengan deskriptif. Sebanyak 9 dari 30 sampel ikan asin yang diuji positif mengandung formalin dan sebanyak 11 dari 30 responden yang memiliki tingkat pengetahuan rendah mengenai bahaya formalin. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan pengolah ikan asin (p< 0,05) terhadap hasil identifikasi formalin padaikan asin di sentra pengolahan ikan asin di Kronjo, Tangerang
Kadar Histamin dan Nilai Angka Lempeng Total (ALT) pada Tuna Loin Berdasarkan Jumlah Hari Penangkapan dan Ukuran Ikan di Unit Pengolahan Ikan, Surabaya Muhammad R. Suryanto; Yuliati H. Sipahutar
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Histamin adalah senyawa yang terdapat pada daging ikan atau produk-produk ikan dari Famili Scombroidae yang karena kontribusi bakteri pembusuk menghasilkan histamin yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai histamin dan ALT pada tuna loin berdasarkan hari penangkapan dan ukuran ikan di unit pengolahan ikan di Surabaya. Penelitian ini dilakukan bulan Januari 2020 sampai dengan Februari 2020 di Unit Pengolahan Ikan, dan laboratorium intern UPI Surabaya. Metoda penelitian dilakukan dengan observasilangsung pada kapal penangkap ikan dengan 5 hari penangkapan yang berbeda, dengan 5 kali ulangan. Sampel ikan disimpan pada palka kapal. Parameter uji adalah histamin dan ALT. Analisa data dilakukan dengan regresi linier, dilanjutkan dengan confidence interval. Hasil penelitian menunjukkan kadar histamin berdasarkan hari penangkapan berkisar antara 5,80 mg/100gr – 6,91mg/100gr. Nilai ALT berdasarkan hari penangkapan menunjukkan antara 6,8 x 103 kol/g - 8,7 x 103 kol/g. Ukuran ikan 20 kg–40 Up terhadap kadar histamin menunjukkan kisaran 5,46 mg/100g-7,22 mg/100g. Ukuran ikan 20 kg–40 Up terhadap nilai ALT menujukkan kisaran 4,1 x 103 kol/g- 6,1 x 103 kol/g. Hasil analisa menunjukkan kadar histamin dan nilaiALT tidak berbeda nyata (p>0.05) terhadap hari penangkapan dan ukuran ikan. Kesimpulan tidak ada pengaruh antara hari penangkapan dan ukuran ikan terhadap kenaikan kadar histamin dan ALT pada bahan baku tuna Loin.
Pengaruh Parameter Oseanografi terhadap Hasil Tangkapan Sero di Perairan Selat Makassar, Kabupaten Barru Hamriani; Safruddin; Musbir
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis ikan dan pengaruh parameter oseanografi terhadap jumlah hasil tangkapan sero. Penelitian ini dilakukan di Perairan Selat Makassar, Kabupaten Barru dari bulan September sampai Oktober 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan mengikuti operasi penangkapan ikan. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan sofware SPSS dengan analisis uji t dan uji f. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah total hasil tangkapan selama 35 operasi penangkapan pada alat tangkap sero (fixed trap) sebanyak 6.586 ekor dengan berat total 259,5 kg. Berdasarkan hasil analisis data, suhu perairan dan kecepatan arus berpengaruh signifikan terhadap hasil tangkapan.
Analisis Kandungan Nutrisi Biskuit Cracker dengan Penambahan Tepung Ikan Teri Nasi (Stolephorus sp.) di UD. Sinar Bahari Tina Fransiskha C. Panjaitan; Muhammad Fadhlullah; Riska Nurmala; Yuliati H. Sipahutar
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan teri (Stolephorus sp) merupakan makanan kualitas tinggi karena seluruh bagian tubuhnya dapat dikonsumsi. Pada penelitian ini, ikan teri nasi diolah menjadi tepung ikan yang dimanfaatkan dalam pembuatan biskuit. Tujuan penelitian adalah mengetahui cara membuat biskuit cracker dengan penambahan tepung ikan teri nasi, mengetahui mutu sensori produk, kandungan nutrisi biskuit dan mutu mikrobiologi biskuit. Penelitian menggunakan metode analisis data deskriptif. Penggunaan metode ini dimaksudkan untukmemperoleh gambaran dari suatu fakta secara sistematis, faktual, dan akurat sehingga dapat diinterpretasikan dengan tepat untuk menganalisis masalah yang diteliti dan dapat ditarik kesimpulan yang tepat. Perlakuan pada penelitian ini adalah kombinasi antara tepung terigu dan tepung ikan teri nasi yaitu 0 (kontrol); 2,7%:54,34% dan 5,4%:54,34% dengan keterangan formulasi F0, F1 dan F2. Hasil yang didapatkan dari pengujian uji sensori penilaian panelis yang lebih disukai yaitu formulasi F0 tanpa penambahan tepung ikanteri nasi. Hasil uji proksimat didapatkan hasil sebagai berikut kadar protein 13,62%, kadar lemak 19,62%, kadar abu 3,19%, kadar air 4,88%, kadar karbohidrat 58,59%. Hasil yang didapatkan dari uji ALT biskuit dibawah maksimum SNI dengan formulasi F2 yaitu dengan nilai <2,5.102
Asosiasi Ikan Baronang Tompel (Siganus guttatus Bloch, 1787) di Ekosistem Padang Lamun dan Terumbu Karang, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan Basse Siang Parawansa
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Takalar merupakan wilayah pesisir yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi perikanan tangkap dan perikanan budidaya. Ikan baronang (Siganidae) banyak ditemukan pada lingkungan yang memiliki banyak tumbuhan laut, misalnya di habitat terumbu karang yang ditumbuhi lamun (seagrass) dan alga yang lebat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keberadaan serta asosiasi ikan baronang tompel (Siganus guttatus Bloch, 1787) atau orange spotted rabbit fish di dua ekosistem, yaitu ekosistem lamun dan ekosistem terumbu karang. Penelitian ini dilakukan pada dua wilayah yaitu Teluk Laikang dan Perairanpulau Tanakeke. Adapun hasil tangkapan Ikan baronang tompel (Siganus guttatus) yang diperoleh di Teluk Laikang pada daerah padang lamun dan terumbu karang yaitu jantan sebanyak 39 dan 26 ekor dengan kisaran panjang 12.0-30.2 cm dan 12.9-43.7 cm; dan berat 62.7-480.0 gram dan 60.65-790.00 gram, sedangkan betina sebanyak 29 dan 5 ekor dengan kisaran panjang 21.0-27.2 cm dan 20.19-53.76 cm; dan berat 195.97- 482.23 gram dan 89.23-213.76 gram. di Perairan Tanakeke, hasil tangkapan ikan baronang di daerah padang lamun dan terumbu karang yaitu jantan sebanyak 887 dan 179 ekor dengan kisaran panjang 10.3-30.0 cm dan 12.5-35.7 cm; dan berat 25.13-500.00 gram dan 44.13-512.80 gram, sedangkan betina sebanyak 29 dan 8 ekor dengan kisaran panjang 16.2-24.0 cm dan 19.5-31.0 cm; dan berat 105.02-512.80 gram dan 186.93-333.94 gram. Nilai tersebut menunjukkan bahwa hasil tangkapan yang diperoleh di areal lamun jumlahnya lebih banyak namun ukuran ikan yang tertangkap di areal terumbu karang lebih besar
Kualitas Ekstrak Minyak Mikroalga Spirulina sp. dengan Metode Ekstraksi Yang Berbeda Heder Djamaludin; Anies Chamidah
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikroalga merupakan salah satu organisme yang potensial untuk dijadikan sebagai sumber bahan baku produksi minyak nabati. Minyak nabati yang bersumber dari mikroalga memiliki potensi yang cukup besar dalam pemanfaatannya sebagai edible oil di industri pangan. Keunggulan minyak nabati dari mikroalga bila dibandingkan dengan sumber nabati yang hidup di darat adalah ekstraksi minyak mikroalga tanpa proses penggilingan, minyak mikroalga dapat langsung diektraksi dengan metode maserasi, bantuan enzim, pemerasan, ekstraksi CO2, ultrasonikasi, osmotic shock dan metode perusakan dinding sel yang lain, serta fase pertumbuhannya cepat, produktivitas tinggi dan mampu menghasilkan biomassa 50 kali lebih besar daripada tanaman terrestrial. Metode ekstraksi yang digunakan adalah dengan prinsip perusakan sel (cell disruption method) mikroalga Spirulina sp. melalui metode Ultrasonic Assisted Extraction (UAE) dan Microwave Assisted Extraction (MAE). Tujuan dari penelitian ini untuk membandingkan kedua metode ekstraksi tersebut manakah yang lebih efisien dan mengetahui kualitas minyak yang diperoleh dengan parameter kualitas minyak yakni bilangan Iod, kadar free fatty acid (FFA), dan bilangan peroksida.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan percobaannya yaitu rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan perbedaan metode ekstraksi. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ektstraksi UAE lebih efisien daripada MAE dengan nilai rendemen sebesar 2,15%. Kualitas minyak mikroalga Spirulina sp. dengan metode UAE yakni bilang Iod 116,19 g I2/g, kadar free fatty acid 0,05%, dan bilangan peroksida 1,75 meq O2/g. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa ekstrak minyak mikroalga Spirulina sp. memenuhi standar sebagai minyak nabati. Perlu dilakukan analisis kandungan jenisjenis asam lemak untuk mengetahui kualitas gizi minyak nabati dari mikroalga Spirulina sp.