cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Proceeding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
Harmonisasi Konsep PSSA ke Dalam Hukum Nasional Indonesia Muhammad Ashri; Tri Fenny Widayanti; Eka Merdekawati Djafar; Syarief Saddam Rivanie
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia telah mengajukan selat lombok sebagai PSSA ke IMO, hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk perlindungan laut, namun pengajuan masih belum mendapatkan penetapan dari IMO. PSSA harus disertai APMs (Associated Protective. Measures) yang tepat untuk mengatasi risiko akibat aktivitas pelayaran PSSA bukanlah instrumen yang berdiri sendiri melainkan harus disertai tindakan perlindungan tambahan lainnya (APMs) yang mampu mendukung PSSA tersebut oleh karena itu maka diperlukan harmonisasi dalam menerapkan konsep PSSA ke dalam hukum nasional Indonesia. Penelitian ini menggunakan studi hukum normatif dengan sumber data berupa dokumen-dokumen hukum maupun referensi lainnya terkait dengan penerapan PSSA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa banyak aturan dalam berbagai bidang yang dapat mengalami perubahan setelah ditetapkannya sebab konsep PSSA ini akan berpengaruh terhadap keadaan ekologi, sosio ekonomi budaya masyarakat di sekitar area penetapan PSSA, dalam hal riset ilmiah serta yang paling utama adalah dalam hal aktivitas pelayaran. Harmonisasi ini bisa dilakukan dengan mengadopsi konsep PSSA tersebut kedalam hukum nasional maupun membuat aturan tersendiri yang mengatur secara khusus mengenai PSSA itu.
Perbandingan Efektivitas Penggunaan Beberapa Metode dalam Monitoring Kondisi Terumbu Karang Cahya Nor Fadhillah; Chair Rani; Budimawan
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terumbu karang merupakan salah satu potensi kekayaan laut Indonesia, yang bila dikelola dan dimanfaatkan secara baik akan dapat memberikan nilai ekonomi yang tinggi bagi masyarakat. Untuk dapat mengelola terumbu karang dengan baik diperlukan dukungan data yang valid sebagai dasar dalam merumuskan suatu kebijakan. Salah satu data yang diperlukan yaitu tutupan dasar terumbu karang yang diperoleh dengan menggunakan suatu metode tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dari beberapa metode pemantauan yang umum digunakan dalam monitoring terumbu karang berdasarkan pendekatan statistik di Perairan Pulau Barranglompo dengan menggunakan tiga metode berbeda yang dibandingkandengan nilai sebenarnya (Metode Transek Kuadran). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa metode UPT merupakan metode yang efektif digunakan karena memiliki nilai koefisien variasi dan kesalahan baku yang paling kecil diantara metode lain yang dibandingkan berdasarkan tutupan karang hidupnya. Metode UPT juga lebih konsisten menghasilkan data yang tercermin dari nilai standar error yang lebih kecil. Meskipun diantara ketiga metode (LIT, PIT, dan UPT) yang diperbandingkan dengan nilai sebenarnya metode PIT merupakan metode yang menghasilkan nilai tutupan karang hidup yang lebih tinggi dari metode yang lain, namun koefisien variasi dan standar error yang dihasilkan juga relatif lebih tinggi sehingga tidak menjadi metode yang efektif untuk digunakan.
Analisis Potensi dan Peranan Sektor Perikanan di Kabupaten Majene, Propinsi Sulawesi Barat Siti Hajar Suryawati
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Majene merupakan salah satu kabupaten di wilayah Propinsi Sulawesi Barat, dimana hampir semua wilayahnya berbatasan dengan laut. Studi ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan peranan sektor perikanan dalam peningkatan perekonomian wilayah Kabupaten Majene. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Majene Tahun 2010-2018. Alat analisis yang digunakan adalah Location Quotient (LQ) dan Shift Share (SS). Hasil analisis LQ menunjukkan bahwa sektor perikanan sebagai salah satu subsektor dari sektor pertanian, kehutanan dan perikanan bukan sektor basis dan unggulan bagi Kabupaten Majene. Hasil analisis SS menunjukkan bahwa sektor perikananbersama dengan pertanian dan kehutanan di Kabupaten Majene masih memberikan kontribusi yang cukup besar bagi perekonomian Provinsi Sulawesi Barat, tetapi memiliki keunggulan kompetitif yang rendah. Rekomendasi kebijakan yang disarankan adalah berupaya untuk meningkatkan masuknya investasi pada sektor perikanan serta meningkatkan daya saing sektor perikanan agar lebih kompetitif yang terintegrasi dari hulu ke hilir.
Komposisi Gizi Biskuit Dengan Substitusi Konsentrat Protein Ikan (KPI) Cindy Regina Magdalena Loppies1; Dwight Soukotta; Febe F Gaspersz
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biskuit merupakan merupakan makanan jajanan yang renyah dan dikonsumsi oleh anak-anak maupun orang dewasa. Penambahan Konsentrat protein ikan (KPI) dapat meningkatkan nilai protein biskuit dan sebagai upaya diversifikasi dan pengembangan produk. Untuk itu tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui mutu sensoris dan nilai gizi dari biskuit yang disubstitusi KPI. Metoda yang dilakukan yaitu metoda eksperimen dengan 3 perlakuan yakni substitusi KPI 10%, 20 % dan 30%. Analisa mutu sensoris dilakukan dengan cara organoleptik skala hedonic 5 meliputi rupa, bau, rasa dan tekstur. Kemudian terbaik dari analisa organoleptik dilanjutkan anlisa kandungan gizi dan angka kecukupan gizi bikuit dengan substitusi KPI. Hasil menunjukkan KPI 10%, 20% dan 30% masing-masing nilai kenampakan yaitu 4,7 , 4,5, 3,5; nilai aroma yaitu 4,6 ; 3,6 ; 3,3 , nilai rasa 4,5 ; 4,1 ; 3,5 , nilai tekstur 4,4; 3,9; 3,7. Dari hasil analisa subjektif di simpulkan biscuit dengan substitusi KPI 10% memiliki nilai terbaik untuk mutu sensoris biscuit sesuai SNI. Selanjutnya nilai gizi biskuit dengan substitusi KPI 10% yaitu kadar air 4,78%, kadar abu 2,68%, kadar lemak 24,09%, kadar protein11,91% dan kadar Karbohidrat 56,54 sedangkan Angka kecukupan Gizi adalah energy 8,35%, Karbohidrat 6,78%, Protein 9,57& dan Lemak 11,51%.
Penentuan Hasil Tangkapan Rawai Dasar Berdasarkan Perbedaan Jenis Umpan (Pari, Buntal dan Hiu ) di Perairan Bulukumba, Sulawesi Selatan Yuyun Prastika; Fahrul; Alfa F.P Nelwan; Muhammad Kurnia; Baharuddin Dg. Nompo; Abduh Ibnu Hajar
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efesiensi suatu alat tangkap diperlukan untuk mengoptimalkan usaha penangkapan. Umpan merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh dalam keberhasilan alat tangkap rawai dasar, karena itu penentuan jenis umpan yang lebih disenangi oleh target tangkapan sangat di butuhkan. penelitian ini menggunakan metode eksperiental fishing dengan 45 total pengulangan pengoperasian rawai dasar pada Oktober – Desember 2020 di perairan Bulukumba. Hook rate tertinggi diperoleh pada umpan ikan pari totol biru (Dasyatis kuhli) yaitu 10,81% dengan komposisi hasil tangkapan sebanyak 38,46 % dimana ikan jenis kakap merah (Lutjanus malabaricus) merupakan jenis ikan yang paling dominan tertangkap. Sedangkan hook rate terendah diperoleh pada umpan ikan buntal (Arothron hispidus), yaitu 7,14% dengan komposisi hasil tangkapan sebanyak 28,84%, ikan kakap batu (Lutjanus bohar), dan hiu sirip putih (Triaenodon obesus), merupakan jenis yang paling dominan tertangkap pada umpan ini. Sedangkan Pada umpan ikan hiu (Carcharhinus limbatus) memperoleh nilai hook rate sebesar 8,25% dengan komposisi hasil tangkapan sebanyak 32,7%, jenis ikan hiu sirip hitam (Carcharhinus limbatus) merupakan jenis yang paling banyak tertangkap. Terlihat secara kualitatif terdapat perbedaan penggunaan umpan yang berbeda akan tetapi secara statistik uji kruskal wallis tidak menjukkan perbedaan siginifikan (0,459>0,05). Berdasarkan uji analisis satitistik mengindikasikan bahwa hasil tangkapan tidak memilih jenis umpan sebagai makanannya, penelitian lanjutan dibutuhkan dengan pengulangan yang lebih banyak untuk mengkonfirmasi ketertarikan ikan pada umpan yang berbeda
Sampul, Kata Pengantar dan Daftar Isi Buku Prosiding Tim Editor
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

.
Intervensi SDGs Terhadap Penanganan Kemiskinan Nelayan pada Masa Pandemi Covid-19 di Kota Makassar Muhammad Iqbal Latief; Hasbi; Sultan; Arsyad Genda; Pasmudir
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemiskinan bagi masyarakat nelayan yang bermukim di pesisir pantai dan pulau-pulau kota Makassar, masih menjadi patologi sosial yang belum bisa diselesaikan. Ironisnya, kemiskinan tersebut bertambah parah dengan pandemi Covid-19. Kesulitan hidup makin nyata, karena pendapatan sangat berkurang sementara biaya melaut makin meningkat. Di kota Makassar angka kemiskinan meningkat drastis dari 4,1 persen menjadi 7,2 persen selama tahun 2020 (Data Depsos Makassar). Salah satu upaya mengatasinya,melalui pendekatan intervensi SDGs (Sustainable Develomplement Goals).Karena itu, tulisan ini berupaya menggambarkan intervensi SDGs dalam penanganan kemiskinan masyarakat nelayan di masa pandemi Covid-19 di kota Makassar dan tantangan yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah kualitatif desktiptif, dan data yang diolah yaitu data sekunder dan data primer. Penelitian ini berawal identifikasi dan perumusan masalah, pengumpulan data, pengolahan dan analisis data meliputi klasifikasi dan reduksi data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil kajian ini menyimpulkan bahwa,penerapan SDGs sebagai strategi intervensi penanganan kemiskinan masih belum efektif, karena; (1) Masih banyak nelayan yang belum paham tentang program SDGs dalam mengembangkan ekonominya; (2) Program SDGs masih sangat terbatas implementasinya karena terkendala kebijakan. Sebagai saran, perlu dilakukan sosialisasi yang massif dan intensif terhadap kebijakan, program dan pelaksanaan SDGs di masyarakat nelayan. Selain itu, perlu dibangun kelembagaan yang efektif menangani pelaksanaan SDGs pada masyarakat nelayan di kota Makassar.
Analisis Pertumbuhan dan Kelayakan Usaha Budidaya Ikan Nila Dengan Teknologi Herbal “Vitomolt Plus” yang Diintroduksi di Kecamatan Sigeri, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan Yushinta Fujaya; Dwi Kesuma Sari; Letty Fudjaja; Wahyudi
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah 1) melakukan introduksi teknologi herbal “Vitomolt Plus” pada kelompok pembudidaya ikan nila di kabupaten pangkep. 2) Melakukan analisis pertumbuhan ikan nila yang dibudidayakan menggunakan teknologi herbal “Vitomolt Plus”. 3) Melakukan analisis kelayakan usaha budidaya ikan nila menggunakan “Vitomolt Plus” dikabupaten pangkep. Kegiatan dilakukan pada bulan Januari hingga Maret 2021. Ada empat pembudidaya ikan nila yang dilibatkan pada kegiatan ini dengan padat penebaran yang berbeda-beda, yaitu masing-masing K1 (3000 ekor), K2 (5000 ekor), K3 (7000 ekor), K4 (10.000 ekor). Selama kegiatan dilakukan pendampingan dan sampling pertumbuhan ikan setiap minggu. Analisis kelayakan usaha dilakukan pada akhir kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa aplikasi “Vitomolt Plus” pada air dan pakan ikan dapat dilakukan dengan baik oleh pembudidaya. Ikan tumbuh pesat seiring waktu dengan MBW (Mean Body Weight) mengikuti persamaan y = 2.5796x2 + 0.8361x + 18.868 dengan korelasi R² = 0.9915. ADG (Average Daily Growth) juga terus meningkat seiring waktu mengikuti persamaan y = 0,0523x2 - 0,3103x + 1,8098 dengan korelasi R² = 0,9697. Ukuran panen setelah 108 hari pemeliharaan mencapai berat ±330 g per ekor dengan variasi size 2, 3, 4, 6. Hasil perhitungan R/C ratio menunjukkan bahwa penggunaan “Vitomolt Plus” pada budidaya ikan nila layak secara ekonomi (R/C = 2.24)
Indonesia Menuju Akuakultur Berkelanjutan Rajuddin Syamsuddin; Isyanita .
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 9 (2022): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL IX KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara maritim yang berperan penting dalam penyediaan sumber protein ikan harus mampu memanfaatkan sumberdaya kelautan dan perikanan secara bijak, yakni berkelanjutan untuk kebutuhan saat ini dengan memperimbangkan kebutuhan generasi yang akan datang. Masih banyak praktik budidaya perikanan yang tidak berkelanjutan, tidak ramah lingkungan dan merusak lingkungan hidup saat ini dan menggunakan sumberdaya yang tidak terbarukan secara tidak terkontrol. Oleh sebab itu penerapan teknologi akuakultur berkelanjutan, ramah lingkungan, dan akuakultur organik perlu dikembangkan. Kerjasama institusi pemerintah,, swasta dan pemangku kepentingan lainnya harus mendorong tumbuh kembangnya teknologi akuakultur berkelanjutan tersebut.
Studi Kelimpahan dan Sebaran Jenis Teripang (Holothuria sp.) di Pulau Kelapa Dua, Pulau Panjang Besar dan Panjang Kecil, Kepulauan Seribu Tegas Gentur Sosiawan; Mustalafin .
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 9 (2022): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL IX KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teripang merupakan salah satu komoditi ekspor perikanan yang memiliki nilai jual tinggi karena mengandung berbagai komponen bioaktif yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia, namun teripang telah menunjukkan fenomena chronic-over- fishing, yang secara alami tidak akan mampu lagi untuk pulih. Demikian halnya dengan keberadaan teripang di Kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu yang keberadaannya jauh menurun dibandingkan pada tahun 90an. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kondisi aktual terkait jenis dan sebaran teripang di Kepulauan Seribu. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah purposive sampling dimana sensus dilakukan di lokasi yang merupakan habitat teripang berupa ekosistem lamun dan karang yang dianggap dapat mewakili wilayah penelitian serta untuk mengurangi terjadinya bias data yang diperoleh. Luas area yang diamati selama penelitian seluas 20,53Ha, dimana dijumpai18 jenis teripang dari total individu yang ditemukan sebanyak 645 individu. Parameter yang diamati antara lain adalah kelimpahan jenis, dominansi jenis, komposisi jenis dan distribusi. Dari 18 jenis teripang yang dijumpai, Holothuria atra (teripang pasir hitam) adalah jenis yang paling banyak di temukan dari seluruh pulau dengan kelimpahan sebanyak 24 ind/Ha dan teripang Synapta reticulata sebanyak 15 ind/Ha. Untuk dominansi jenis diperoleh data bahwa Holothuria atra mendominansi di semua lokasi, dimana Holothuria atra memiliki dominansi jenis di Pulau Kelapa Dua sebesar 48, 31%, Pulau Panjang Besar 70 % dan Pulau Panjang Kecil sebesar 82,86 %. Jenis teripang pasir hitam (Holothuria atra) memiliki persentase komposisi jenis tertinggi dengan nilai sebesar 57,83%. Sedangkan untuk Pola penyebaran jenis teripang yang ditemukan pada setiap stasiun penelitian menunjukkan pola distribusi mengelompok dan seragam.