cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Proceeding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
Pelatihan Pembuatan Nugget Cumi dan Kelayakan Usahanya di Desa Air Bini, Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas Muhamad Firdaus; Bambang Dwi Argo; Atiek Iriany; Dhanny Septimawan Sutopo; Danang Ariyanto; Marhen Andan Prasetyo
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan kepulauan Anambas terletak di Wilayah Pengelolaan Perikanan Laut Cina Selatan yang memiliki sumberdaya perairan pelagis dan demersal banyak, diantaranya adalah cumi-cumi. Desa Air Bini adalah sentra industri cumi kering di kabupaten Anambas. Pemanfaatan dan peningkatan nilai tambah komoditas ini di desa Air Bini masih terbatas pada pengolahan cumi asin kering. Produk ini utamanya dipasarkan dalam bentuk utuh ke Tanjung Pinang, Batam dan Jakarta. Cumi kering adalah produk yang dapat didiversifikasi menjadi nugget. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelatihan pembuatan nugget cumi kepada ibu-ibu pengusaha dan pengolah cumi asin dan penilaian kelayakan usahanya. Kegiatan ini dilaksanakan di UKM Nadine Desa Air Bini, Kecamatan Siantan Selatan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah participatory rural appraisal (PRA). Data kegiatan didapat melalui observasi, wawancara, partisipasi aktif dan dokumentasi dalam proses pembuatan nugget cumi. Pengambilan data dimulai dari proses pengadaan bahan baku sampai pada produk akhir yang dihasilkan. Analisa usaha yang dianalisis terdiri dari biaya produksi, keuntungan, BEP, dan analisa R/C ratio. Tahapan pembuatan nugget cumi meliputi persiapan bahan baku, persiapan bahan tambahan, penggilingan cumi kering asin dengan bahan tambahan, pembuatan adonan, pengukusan, battering, breading dan penggorengan. Hasil analisis usaha menunjukkan bahwa usaha nugget cumi dalam setahun membutuhkan biaya total Rp 159.144.620,-, dengan keuntungan sebesar Rp 43.655.380,-, dan nilai pulang balik tiap kemasan sebesar Rp 7.136 atau terjual sebanyak 4.894 kemasan dan memiliki nilai R/C ratio 1,27.
Formulasi Bubur Rumput Laut Sargasum sp. dalam Pembuatan Produk Masker Gel Peel Off Nana Sutrisna; Mahiza Taruna; Dian Latifa; Yuliati H. Sipahutar
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masker gel peel off merupakan salah satu jenis masker wajah yang mempunyai keunggulan dalam penggunaan yaitu mudah dilepas atau diangkat seperti membrane elastis. Rumput laut adalah bahan baku yang melimpah dan berpeluang untuk dikembangkan menjadi kosmetika. Rumput laut di olah dulu menjadi bubur sebelum digunakan sebagai bahan baku pembuatan Masker gel peel off. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi terpilih dari bubur rumput laut Sargassum sp dalam pembuatan produk masker gel peel off. Penelitian dilakukan dengan eksperimen pembuatan masker gel peel off dengan penambahan bubur rumput laut Sargassum sp 0%, 10%, 15% dan 20% dengan tiga kali ulangan. Uji hedonic dilakukan dengan SNI 01-2346-2006, menghitung lama waktu sediaan mengering, Viskositas SNI 16-4399-1996, pH SNI 06-6989.11-2004, Kadar air SNI 01-2354.2-2006, Kadar Abu SNI 01-2354.1- 2006. Analisa dilakukan dengan diskriptif. Hasil pengujian bubur rumput laut Sargassum sp, yaitu kadar air 95.9 % dan nilai pH 6,2. Hasil hedonik masker rumput laut menunjukkan nilai kenampakan 6 -7.5, tekstur 5.5 – 6.8, aroma 5,93 – 6.9, dan warna 6.1-7.1. Hasil uji mutu masker gel peel off memiliki lama waktu sediaan mengering selama 28,3 menit, pH sebesar 5,86 dan viskositas sebesar 14.800 cps. Formulasi terbaik untuk pembuatan masker gel pell off adalah penambahan bubur rumput laut 20% dengan nilai kenampakan 7,5, Tekstur 6,8, aroma 6,9, dan warna 7,1.
Pengolahan Fillet Ikan Ekor Kuning (Caesio cuning) Beku di PT. Duta Buana Pasific Belitung, Bangka Belitung Aldamal Tri Gusdi; Yuliati H. Sipahutar
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan ekor kuning (Caesio cuning) merupakan salah satu komoditas perikanan tangkap di wilayah perairan Provinsi Bangka Belitung dan menjadi komoditas ekspor dalam perdagangan internasional, Untuk itu, diperlukan penanganan yang baik dalam proses pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan fillet ikan ekor kuning (Caesio cuning), Metode dilakukan dengan observasi dan survei pada proses pengolahan mulai dari penerimaan bahan baku hingga pemuatan dengan melakukan pengujian terhadap mutu (organoleptic dan mikrobiologi) dan pengamatan penerapan rantai dingin. Analisa data dilakukan secara deskriptif. Hasil pengujian mutu organoleptik bahan baku dan produk akhir adalah 7,33 dan 7,77. Pengujian mikrobiologi bahan baku ALT 3x105 kol/gr, E. coli <3, dan salmonella negatif, pengujian mikrobiologi produk akhir yaitu ALT 4x105 kol/gr, E. coli <3, dan salmonella negatif. Penerapan suhu telah dilakukan dengan baik, yaitu suhu ikan fillet ekor kuning bahan baku 2.4 °C, suhu pembekuan - 21.9 °C, suhu pengemasan -21,5°C dan suhu penyimpanan dipertahankan <-25,8 °C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengolahan sudah dilakukan dengan baik sesuai dengan SNI 2696 :2013 tentang fillet ikan beku.
Pengolahan Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) Kupas Mentah Beku Peeled Deveined (PD) di PT. Central Pertiwi Bahari, Lampung Abrar Hafina; Yuliati H. Sipahutar
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Udang vanamei (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu produk perikanan yang mempunyai nilai ekonomis penting, sebagai komoditas ekspor dalam perdagangan internasional, sehingga harus memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan. Penelitian dilakukan dengan metode observasi dan survei, dengan mengikuti secara langsung seluruh proses penngolahan, mulai dari penerimaan bahan baku hingga pemuatan, dengan melakukan pengujian terhadap mutu (organoleptik, mikrobiologi, antibiotik), pengamatan penerapan rantai dingin. Analisa data dilakukan dengan deskriptif. Hasil pengujian sudah sesuai dengan SNI yaitu mutu organoleptik bahan baku dan produk akhir adalah 8, uji mikrobiologi berkisar 9 x 103 kol/gr - 2,5 x 103 kol/gr dan hasil uji antibiotik adalah not detected, Penerapan suhu rata-rata udang bahan baku, suhu pembekuan dan suhu glazing adalah 3º C, -21.8 C dan -19.8. Suhu penyimpanan dipertahankan dipetahankan <-20 (+2) s/d < - 25 °C sedangkan suhu anterom dipertahankan < 10 °C. Hasil pengamatan menunjukkan pengolahan udang vannamei beku telah dilakukan dengan baik dan benar.
Proses Pengolahan Ikan Tongkol Abu-Abu (Thunnus tonggol) dalam Kaleng Dengan Media Air Garam di PT. Jui Fa International Foods, Cilacap-Jawa Tengah Farah Zhafirah; Yuliati H. Sipahuta
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengalengan merupakan salah satu bentuk pengolahan dan pengawetan ikan secara modern yang dikemas secara hermetis dan disterilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengalengan ikan tongkol abu-abu (Thunnus tonggol) dalam kaleng dengan media air garam. Metode penelitian dilakukan melalui observasi dengan mengikuti secara langsung seluruh proses pengolahan, mulai dari penerimaan bahan baku hingga pemuatan, serta melakukan pengujian terhadap mutu organoleptik dan kimia, pengamatan suhu. Analisa data dilakukan secara deskriptif-komparatif. Hasil pengujian mutu nilai organoleptik bahan baku 8 dan produk akhir adalah 9. Hasil uji histamin berkisar 1,63 ppm sd 4,4 ppm. Uji kadar garam berkisar 0,36% sd 0,94%. Pengamatan suhu pada tahapan proses adalah receiving -8,5 °C, penyimpanan beku -18,8 ºC, thawing -4 ºC, pre-cooking 62,5ºC, spraying 38,71 ºC, skinning off 34,71 ºC, cleaning 33,6 ºC, filling 31,45ºC. Kesimpulan menunjukkan bahwa proses pengolahan tongkol abu-abu dalam kaleng media air garamsudah dilakukan dengan baik sesuai dengan (SNI 8223:2016) ikan tongkol abu-abu (Thunnus sp.) dalam kaleng.
Biodiversitas dan Densitas Spons Berdasarkan Zona Terumbu Karang di Pulau Barranglompo Reski Adiguna; Abdul Haris; Yayu Anugrah La Nafie
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman spons yang kaya dan sebagian besar didominasi Kelas Demospongiae. Spons yang berhasil diinventarisasi di perairan Indonesia masih belum maksimal. Masalah ini tentu saja menimbulkan banyak hambatan terutama pada studi ekologi, biodiversitas dan ilmu terkait lainnya. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2018-Februari 2019 di Pulau Barranglompo. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keragaman jenis dan bentuk pertumbuhan spons di zona fore reef Pulau Barranglompo, Mengetahui sebaran dan densitas spons di zona fore reef Pulau Barranglompo, serta mengetahui keterkaitan sebaran, densitas spons (menurut bentuk pertumbuhan dan pelekatan pada substrat) dengan faktor lingkungan. Metode yang digunakan dalam pendataan spons adalah belt transect 2x2m dengan panjang transek 50m di masing-masing zona fore reef pada 4 stasiun. Keragaman jenis spons yang ditemukan yaitu sebanyak 27 spesies yang berasal dari 19 genus, 16 famili, dan 10 ordo dari Kelas Demospongiae dan1 spesies dari Kelas Homoscleromorpha. Adapun keragaman bentuk pertumbuhan spons yang ditemukan pada zona terumbu karang di pulau Barranglompo sebanyak 7 bentuk pertumbuhan. Selain itu, ditemukan perbedaan yang signifikan terhadap densitas spons yang terdapat pada zona fore reef. Adapun sebaran jenis spons pada zona lower fore reef memiliki sebaran jenis yang lebih banyak dibandingkan dengan jumlah jenis spons yang berada di zona upper fore reef dan reef crest. Adapun Keterkaitan sebaran dan densitas spons dengan faktor lingkungan dicirikan dengan bentuk pertumbuhan encrusting, massive, arborescent pada zona lower fore reef yang melekat pada substrat karang mati maupun pecahan karang.
Pengolahan Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) Nobashi Ebi di PT. Misaja Mitra, Pati–Jawa Tengah. Anggun Putrisila; Yuliati H. Sipahutar
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Udang vanamei (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu komoditas perikanan laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi baik di pasar domestik maupun global, dimana 77% di antaranya diproduksi oleh negaranegara Asia termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan proses pengolahan Nobashi Ebi. Metode penelitian dilakukan dengan observasi dan survey, dengan mengikuti langsung proses pengolahan mulai dari penerimaan bahan baku hingga pemuatan. Pengujian dilakukan terhadap mutu (organoleptik, mikrobiologi, antibiotik) dan pengamatan suhu. Analisa data dilakukan dengan deskriptif. Hasil pengujian menunjukkan nilai mutu organoleptik bahan baku yaitu 8 dan nilai produk akhir 8. hasil uji mikrobiologi dengan nilai terendah 2 x 103 kol/gr dan nilai tertinggi 9 x104 kol/gr, E.Coli ˂3 APM/g, Staphylococcus aureus negatif, Salmonella negative, Vibrio Parahae negative dan detected untuk hasil uji antibiotic. Penerapan suhu pada PT. Misaja Mitra telah dilakukan dengan baik dengan suhu bahan baku 4,5°C, suhu pembekuan -16.3 º C dan suhu penyimpanan dipertahankan dipertahankan <-18 ºC (+2) sedangkan suhu ruangan dipertahankan < 20 °C. Kesimpulan menunjukan bahwa pengolahan udang vannamei nobashi ebi sudah dilakukan dengan baik sesuai SNI.
Pengolahan Fillet Ikan Kerapu (Epinephelus sp) Beku di PT. Bintan Intan Gemilang, Bintan, Kepulauan Riau Tri Putri Mayangsari; Yuliati H. Sipahutar
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan kerapu merupakan komoditas unggulan ekspor non migas. Indonesia merupakan eksportir kerapu terbesar dunia, terutama ekspor kerapu hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan fillet ikan kerapu (Epinephelus sp) beku. Metode dilakukan dengan observasi dan survei, dengan mengikuti secara langsung seluruh proses pengolahan, mulai dari penerimaan bahan baku hingga pengangkutan, dengan melakukan pengujian mutu (organoleptik dan mikrobiologi), pengamatan rantai dingin, Analisa datadilakukan dengan deskriptif. Hasil pengujian mutu organoleptik bahan baku dan produk akhir adalah 8, uji Angka Lempeng Total (ALT) 3 × 103 kol/g, E.colli <3,0 APM/gr, Salmonella hasilnya negatif. Penerapan rantai dingin telah dilakukan dengan baik dengan suhu ikan kerapu bahan baku 1,58°C. suhu pembekuan - 21,27°C, suhu pengemasan dan pelabelan -20,63°C dan penyimpanan -19,63°C (+2). Pada suhu Air < 3 °C sedangkan suhu ruangan 18-25 ° C, suhu ABF (Air Blast Freezer) -32,38°C dan Cold Storage< -16,85 °C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengolahan Fillet ikan Kerapu sudah dilakukan dengan baiksesuai SNI No. 2696:2013 tentang fillet ikan beku
Fortifikasi Natrium Alginat dan Ekstrak Lavender terhadap Formulasi Skin Lotion Dwi Hartono; Ami Sulasmi; Adellia D. Oktaviani; Rezky P. Ismanur; Yuliati H. Sipahutar
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan Natrium Alginat dan ekstrak Lavender terhadap formulasi skin lotion. Penelitian dilakukan dengan metode ekperimen yaitu tahap pertama pembuatan natrium alginat, tahap kedua pembuatan skin lotion dengan perlakuan penambahan alginat 0%, 0,5%, 1%, 1,5% dan 2% dengan tiga kali ulangan. Parameter uji kadar air dilakukan dengan SNI 01-2354.2-2006. Kadar Abu SNI 01-2354.1-2006, pH SNI 06-6989.11-2004, Viskositas SNI 16-4399-1996, Uji hedonic dilakukan dengan SNI 01-2346-2006. Analisa dilakukan dengan diskriptif. Hasil Pengujian Rumput laut kering Sargassum policystum adalah Kadar air 14%, kadar abu 17,8% dan serat kasar 5,93%. Hasil Ekstraksi Natrium Alginat adalah Kadar air 11,22 %, Kadar abu 12,8 %, pH 7,8%, dan Viskositas 128,17. Hasil hedonik skin lotion adalah nilai kenampakan berkisar 6,9-7,7, nilai tekstur 4,66-7,86, nilai aroma 7,16-7,63. Karakteristik mutu kimia skin lotion memiliki nilai pH sebesar 6,3 dan viskositas 3102 dPa.s. Kesimpulan skin lotion yang terbaik adalah penambahan alginat 1% dengan nilai kenampakan 7,7, tekstur 6,86, nilai aroma 7,63
Penerapan Kelayakan Pengolahan Ikan Tembang (Sardinella fimbriata) Asin dalam Peningkatan Keamanan Pangan di Sentra Pengolah Ikan Asin Kabupaten Tangerang Wahyu Purna; Simson Masengi; Yuliati H. Sipahutar; Medal L Perceka; Taty Yuniarti; Anugrah Bertiantoro
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 8 (2021): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL VIII KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini ini bertujuan untuk mengetahui program kelayakan dasar melalui pengamatan alur proses pengolahan dan mutu ikan tembang asin. Penelitian dilakukan bulan Januari-Februari 2021 di Sentra pengolahan Ikan di kabupaten Tangerang. Pengujian dilakukan di Work Shop Pengolahan, Laboratorium Mikrobiologi dan Laboratorium Kimia Politeknik Ahli Usaha Perikanan, Jakarta. Kelayakan Pengolahan dilakukan dengan kuisener kelayakan pengolahan pada 30 pengolah ikan asin, pengujian mutu terhadap 5 pengolahan ikan asin terbaik. Hasil penilaian Sertifikat Kelayakan pengolahan pada 30 pengolah ikanmenunjukan nilai D (gagal) yaitu belum memenuhi persyaratan pengolahan. Hasil uji nilai organoleptik bahan baku berkisar 8,0-8,6; perendaman 7.7- 8,5; sensori produk akhir kenampakan 8,2; bau 8, ; rasa 8,1; tekstur 7,9. Hasil pengujian mutu kimia bahan baku, produk perendaman dan produk akhir secara berturutturut adalah kadar air 77,50%; 66,10%; 41,20; kadar abu 3,2%; 6,2%; 13,40, kadar lemak 0,85%; 1,24; 1,62%, kadar protein16,40%; 21,80; 25,40%, kadar garam produk akhir 8,52%. Angka Lempeng Total (ALT) 3,0 x 103 , 6.8 x 104, 7,8 x 104 kol/g. Persyaratan dasar pengolahan ikan asin, cara kerja yang baik dan benar, serta sanitasi pengolahan belum dilakukan dengan benar sesuai Permen KP no 19 tahun 2019 tentang tata cara kelayakan pengolahan yang baik dan benar.