cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Proceeding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
Produksi Padi (Oriza sativa L) dan Ikan Mas (Cyprinus carpio) pada Berbagai Pengelolaan Air, Jenis Varietas dan Dosis Pakan pada Sistem Minapadi Makmur, Makmur; Yassi, Amir; Saade, Edison
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 10 (2023): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL X KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui metode pengelolaan air, jenis varietas dan dosis pakan ikan serta interaksi ketiganya yang memberikan produksi tinggi tanaman padi dan ikan mas pada sistem minapadi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Salumokanan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat pada bulan Januari – Juni 2022. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak-Petak Terpisah dengan metode pengelolaan air sebagai petak utama, jenis varietas sebagai anak petak dan dosis pakan ikan mas sebagai anak-anak petak. Metode pengelolaan air (P) sebagai petak utama yang terdiri atas 2 taraf yaitu sistem pengelolaan basah kering / AWD (P1), sistem pengairan tergenang (P2). Anak petak adalah varietas padi yang terdiri atas 2 taraf yaitu varietas lokal mamasa (V1) dan Inpari 30 (V2). Anak-anak petak adalah dosis pakan ikan (D) yang terdiri atas 3 taraf yaitu 1 % bobot ikan (D1), 3 % bobot ikan (D2) dan 5 % bobot ikan(D3). Hasil penelitian pengelolaan air tergenang memberikan hasil tertinggi untuk jumlah anakan produktif (12,78 batang), berat kering tanaman (40,81 g), pertumbuhan bobot mutlak (73,06 g), laju pertumbuhan spesifik (1,52 %) dan tingkat kelangsungan hidup (94,44 %). Pengelolaan air basah kering hasil tertinggi pada produksi gabah per petak (8,77 Kg). Varietas inpari 30 hasil terbaik pada berat kering tanaman (41,25 g), produksi gabah per petak (8,69 g), pertumbuhan bobot mutlak (72,61 g) dan laju pertumbuhan spesifik (1,51 g). Dosis pakan ikan 5 % hasil tertinggi pada jumlah anakan produktif (12,42 g), pertumbuhan bobot mutlak (75,76 g) dan laju pertumbuhan spesifik (1,54 %). Intraksi pengelolaan air tergenang dan dosis pakan ikan 5 % hasil terbaik pada pertumbuhan bobot mutlak (86,00 g) dan laju pertumbuhan spesifik (1,63 %). Interaksi varietas inpari 30 dan dosis pakan ikan 5 % memberikan hasil terbaik pada jumlah anakan produktif (13,33 batang), pertumbuhan bobot mutlak (84,33 g) dan laju pertumbuhan spesifik (1,61 %). Interaksi pengelolaan air tergenang, varietas inpari 30 dan dosis pakan ikan 5 % hasil terbaik pertumbuhan bobot mutlak (103,33 g) dan laju pertumbuhan spesifik (1,78 %).
Identifikasi Ekosistem Terumbu Karang Menggunakan Aplikasi Coral Point Count with excel extentions (CPCe) di Pulau Wangiwangi, Wakatobi, Indonesia Tassakka, Muhammad Irpan Sejati; Alsita, Indah; Sahari, Sariamin; Muniawati, Istiqomah; Admaja, Alfi Kusuma; Musrianton, Muhammad
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 10 (2023): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL X KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Nasional Wakatobi (TNW) merupakan taman laut terbesar kedua di Indonesia dengan luas total 1,39 juta hektar. Wakatobi merupakan akronim wangi-wangi, kaledupa, tomia dan binongko yang memiliki salah satu keanekaragaman terumbu karang tertinggi dalam konservasi laut di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi ekosistem terumbu karang saat ini khususnya di Pulau Wangiwangi. Pemantauan dilakukan di 11 lokasi dengan menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT). Proses analisis menggunakan software CPCe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi terumbu karang di Pulau Wangiwangi tergolong baik dengan tutupan karang (hardcoral) sebesar 53,0%. Jenis terumbu karang dan substrat lainnya adalah Dead Coral (DC) sebesar 1,0%; Dead Coral with Algae (DCA) sebesar 7,7%; Soft Coral (SC) sebesar 12,6%; Sponge (SP) sebesar 1,6%; Fleshy Seaweed (FS) sebesar 4,7%; Other Biota (OT) sebesar 9,8%; Rubble (R) sebesar 4,3%; Sand (S) sebesar 2,7%; dan Rock (RK) sebesar 2,5%. Persentase tutupan karang tertinggi ada di Titik Waha (70,5%) dan terendah ada di Titik Sombu (38,7%).
Fraksinasi Logam Pb dalam Sedimen Laut Untuk Estimasi Nilai Potensial Biovaibility di Kepulauan Wilayah Perairan Provinsi Maluku Utara Inayah, Inayah; Samawi, M. Farid; Yaqin, Khusnul; Najamuddin, Najamuddin
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 10 (2023): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL X KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Determination of the geochemical fractionation of metals is also important to identify sources of metal pollutants in waters, whether they originate from natural processes or originate from human activities. This study aims to analyze the potential availability of Pb metal in sediments for biota and analyze the relationship between sediment grain size and total organic matter with the geochemical characteristics of Pb metal. The research was carried out in the North Maluku Waters Region in March 2023. consisting of 4 stations namely Ternate Island (Bastiong Harbor and Waters around Pertamina Jambula), Tidore (PLTU Waters) and Halmahera (Waters around the NHM Gold Mining area). And each station consists of 3 points. Sample testing was carried out at the Chemical Oceanography Laboratory, Faculty of Maritime Affairs and Fisheries, Hasanuddin University. And metal analysis was carried out at the Agency for Standardization and Industrial Services Policy Testing Laboratory BBSP JIHPMM Makassar City. Metal concentrations in the sediment fraction were determined by the BCR Sequential Extraction method (Based on Sarkar et al., (2014) The results showed that the total fraction was unstable at station 1, 2 and 3 were higher than the non-labile fraction, while at station 4 it was found that the total non-labile fraction was higher than the labile fraction.
Sampul dan Daftar Isi Prosiding SimnasKP X (2023) Moka, Tim Penyunting: Moh. Tauhid Umar, Kasri, Rachmat Hidayat, Widyastuti Umar, Wilma J.C.
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 10 (2023): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL X KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kumpulan artikel yang telah dipresentasikan dalam Simposium Nasional X Kelautan dan Perikanan 2023