cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Proceeding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
Sampul dan Daftar Isi SimnasKP IX (2022) Moh. Tauhid Umar; . Kasri; Rahmat Hidayat; Widyastuti Umar; Wilma J.C. Moka
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 9 (2022): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL IX KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kumpulan artikel yang telah dipresentasikan dalam Simposium Nasional IX Kelautan dan Perikanan 2022
Keanekaragaman Jenis dan Produktivitas Penangkapan di Ekosistem Padang Lamun pada Waktu Siang dan Malam Hari Menggunakan Alat Tangkap Minnow Trap di Desa Parak Pulau Selayar Nursalam Saputra; Andi Assir Marimba; Alfa F.P. Nelwan
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 9 (2022): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL IX KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertempat di perairan padang lamun Desa Parak, Pulau Selayar pada bulan Oktober hingga Desember 2021. Tujuan dari penelitian ini (1) mengetahui komposisi jenis hasil tangkapan siang dan malam (2) mengetahui frekuensi kemuculan siang dan malam (3) melihat nilai indeks keanekaragaman spesies siang dan malam (4) mengetahui produktivitas hasil tangkapan siang dan malam. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus pada pengoperasian 6 buah minnow trap secara langsung di lapangan selama 15 trip. Hasil penelitian menujukkan total 148 ekor tertangkap, dimana 33 ekor tertangkap pada waktu siang dan 115 tertangkap pada waktu malam. Jumlah hasil tangkapan pada malam hari jauh lebih tinggi dibandingkan siang hari. Total spesies yang tertangkap sebanyak 10 family yang terdiri atas 13 spesies. Hasil tangkapan terdiri atas 3 kelompok yaitu gastropoda, ikan dan krustasea. Komposisi jenis spesies yang tertangkap pada malam hari lebih tinggi dibandingkan siang hari. Proporsi kemunculan spesies per trip di dominasi lebih tinggi pada malam hari. Nilai indeks keanekaragaman jenis menujukkan waktu siang dan malam termasuk kategori sedang. Indeks keanekaragaman siang lebih tinggi dibandingkan malam hari. Produktivitas penangkapan berdasarkan waktu menujukkan pada malam hari lebih tinggi dibandingkan siang hari.
Analisis Hubungan Panjang Bobot Ikan Baronang Angin Siganus javus Linnaeus, 1766 yang ditemukan di Tempat Pendaratan Ikan Paotere Kota Makassar, Sulawesi Selatan Basse Siang Parawansa; Muhammad Ryas Rasyid; Suwarni, Suwarni; Joeharnani Tresnati
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 10 (2023): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL X KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan panjang bobot dan faktor kondisi dari ikan baronang angin, Siganus javus (Linnaeus, 1766) yang didaratkan di Tempat Pendaratan Ikan Paotere, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilaksanakan satu kali per bulan selama tiga bulan yaitu bulan Agustus – Oktober 2022 dengan lokasi pengambilan sampel di Tempat Pendaratan Ikan Paotere, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Jumlah ikan yang tertangkap selama penelitian yaitu 289 ekor yang terdiri dari 165 ekor ikan jantan dan 124 ekor ikan betina. Jumlah ikan yang diperoleh pada bulan Agustus yaitu 126 ekor, pada bulan September yaitu 92 ekor, dan pada bulan Oktober yaitu 71 ekor. Hasil penelitian berdasarkan waktu pengambilan sampel selama tiga bulan menunjukkan pola pertumbuhan dengan persamaan pada bulan Agustus W=0,00002L2,9482, bulan September W=0,00004L2,8124, dan bulan Oktober W=0,00004L2,8119, dan berdasarkan jenis kelamin menunjukkan pola pertumbuhan dengan persamaan pada ikan jantan W=0,00003L2,8926 dan ikan betina W=0,00005L2,77 , yang menunjukkan pola pertumbuhan bersifat isometrik pada bulan Agustus dan Oktober serta pada ikan baronang jantan yaitu pola pertumbuhan Panjang sebanding dengan pertambahan bobotnya dan bersifat alometrik negatif pada bulan September dan pada ikan baronang betina yaitu pertumbuhan panjang lebih cepat dari pertumbuhan bobot. Nilai faktor kondisi ikan baronang angin mencapai angka 1 mengindikasikan ikan tersebut memiliki kondisi fisik yang baik untuk bertahan hidup dan bereproduksi.
Klasterisasi Daerah Penangkapan Perikanan Demersal di Perairan Utara Jawa, Lamongan Ledhyane Ika Harlyan; Widyani Dinda Putri; Eko Sulkhani Yulianto
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 10 (2023): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL X KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perikanan demersal di wilayah perairan utara Jawa memiliki intensitas tekanan penangkapan yang cukup tinggi. Larangan penggunaan alat tangkap cantrang telah berakhir dengan munculnya PERMEN-KP No. 18 Tahun 2021. Hingga saat ini belum ada informasi terkait dampak langsung perikanan cantrang pada keragaman spesies di perairan utara Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keragaman hasil tangkapan cantrang dan melakukan klasterisasi daerah penangkapan berdasarkan pola distribusi daerah penangkapan ikan pada perairan Utara Jawa. Pengambilan data berupa data komposisi hasil tangkapan dan daerah penangkapan untuk tiap unit kapal cantrang dilakukan mulai dari Januari – April 2021 di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Lamongan. Data untuk selanjutnya dianalisis dengan menggunakan index keragaman Shannon-Wiener (H’) dan index kekayaan jenis Menhinick (S’) serta dilakukan klasterisasi menggunakan analisis klaster hierarkis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perikanan cantrang sebagian besar dilakukan di sekitar perairan Masalembu. Berdasarkan data komposisi hasil tangkapan dan daerah penangkapan perikanan cantrang, distribusi spasial perairan utara Jawa sekitar Lamongan menunjukkan adanya tumpang tindih keragaman dan kekayaan jenis spesies di perairan utara Jawa. Ditemukan tujuh klaster dengan dua spesies dominan yaitu Priacanthus tayenus dan Nemipterus nemathoporus. Kedua spesies merupakan spesies yang muncul sepanjang tahun dengan laju pertumbuhan yang relatif cepat dan akan cepat pulih dari tekanan penangkapan. Oleh karena itu, keberadaan dua spesies dominan ini diasumsikan mampu menopang keberlanjutan perikanan cantrang meski dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dengan melakukan estimasi tingkat pemanfaatan dan status stok dari kedua spesies tersebut.
Karakteristik Suara Gelembung Air Laut yang dikeluarkan Ikan Layang (Decapterus Sp) dapat dijadikan Atraktor Berbasis Suara Pada Areal Rumpon Arham Rumpa; Najamuddin, Najamuddin; Safruddin, Safruddin; Hajar, M. Abduh Ibnu
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 10 (2023): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL X KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumpon mampu menarik spesies ikan untuk berasosiasi dengannya. Banyak pertanyaan terkait kinerja rumpon itu sendiri, salah satunya adalah karakteristik suara yang ada dibawah rumpon tersebut. Spesies ikan pelagis yang umumnya tertangkap pada areal rumpon adalah Ikan Layang (Decapterus sp). Umumnya memproduksi suara gelembung air laut. Pertanyaannya apakah gelembung air laut tersebut sebagai bentuk komunikasi dilaut. untuk saling berinteraksi, mempertahankan diri atau menghindar dari predator? Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi karakteristik suara dikeluarkan oleh schooling ikan yang berasosiasi pada areal rumpon, mekanisme produksi suara gelembung air laut dan hubungan antara karakteristik suara dengan terkosentrasinya schooling ikan yang kemungkinan bisa dijadikan atraktor berbasis gelombang bunyi untuk menarik schooling ikan mendekati areal rumpon. Parameter yang diamati adalah bentuk karakteristik dan mekanisme produksi suara dibawah rumpon, mekanisme produksi suara, bentuk karakteristik frekuensi gelembung air laut dan pengaruhnya terhadap schooling ikan khususnya schooling layang. Jenis penelitian metode observasi dengan pendekatan akustik pasif (PAM). Hasil menunjukkan bahwa ikan layang teridentifikasi mengeluarkan gelembung air laut saat terkosentrasi penuh dibawah rumpon pada dini hari, kondisi kaget dan kondisi ada ikan predator datang menyerang, peak frekuensi suara gelembung air laut rata-rata pada kisaran 583,90 Hz sedangkan tekanan suara yaitu rata-rata pada kisaran 86 dB. Temuan tersebut sesuai dengan sensitivitas maksimum dan minimum pendengaran ikan pada umumnya, sehingga karakteristik suara gelembung air laut memungkinkan pengembangan atraktor berbasis gelombang suara untuk menarik dan mengkonsentrasikan spesies ikan tertentu pada areal rumpon.
Analisis Teknis dan Efektivitas Underwater LED sebagai Alat Pengumpul Ikan Bagan Tancap berbasis di Pesisir Pantai Pangkaje’ne, Kabupaten Pangkep Fatma, Ummi; Kurnia, Muhammad; Musbir, Musbir; Hajar, M. Abduh Ibnu; Fahrul, Fahrul; Jaya, Ilham; Adam, Adam; Amir, Muh. Ikhsan; Tawil, Muh. Fadhli
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 10 (2023): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL X KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek teknis berupa ketahanan pencahayaan lampu bawah air dan efektivitas lampu celup underwater light emitting diode (LED) serta komposisi jenis dan jumlah hasil Tangkapan bagan tancap menggunakan underwater LED. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2022 dengan mengikuti satu unit bagan tancap sebanyak 60 hauling. Hasil menunjukkan Underwater LED mampu menarik respon ikan dari berbagai jenis dan ukuran tetapi kurang dalam jumlah (kg). Lampu LED dengan intensitas cahaya 60 Watt dalam penggunaanya kurang efektif tetapi ketahanan pencahayaan lampu dalam proses penelitian cukup baik. Komposisi jenis hasil tangkapan selama 60 hauling diperoleh sebanyak 15 spesies dengan jumlah hasil tangkapan sebanyak 106 kg.
Penggunaan Citra Landsat 8 untuk Menganalisis Kondisi dan Luas Lamun di Desa Matahora, Pulau Wangi-Wangi, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Indonesia Fauziah, Eka; Nurdin, Nurjannah; La Nafie, Yayu A.; Selamat, Muh. Banda; Supriadi, Supriadi; Idrus, M. Rijal
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 10 (2023): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL X KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh dapat digunakan untuk memetakan dan memantau padang lamun secara efektif dan efisien karena mampu menghasilkan informasi secara spasial dan temporal. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan perubahan kondisi lamun dan cadangan karbon menggunakan data Citra Satelit Landsat 8 periode tahun 2013, 2017 dan 2022 di perairan Pulau Wangi Wangi dan Pulau Kapota Wakatobi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data satelit Landsat 8 dengan resolusi spasial 30 m (diakuisisi pada 6 Oktober 2023, 26 Januari 2017, dan 22 Januari 2022). Metode penelitian: (1) Pengukuran lapangan dan analisa laboratorium untuk menguji keakuratan dan pengukuran nilai karbon lamun dan (2) penginderaan jauh untuk mengetahui kondisi lamun secara luas. Pendekatan kedua juga melakukan klasifikasi citra yang terdiri dari 3 level, hal ini didasarkan pada komposisi lamun yaitu level 1 yang terbagi menjadi daratan, perairan dangkal, dan laut dalam. Permukaan 2 terdiri dari empat kelas habitat yaitu karang bentik, lamun, pasir , dan rubble- dan level 3 merupakan persentase tutupan padang lamun yang juga terbagi dalam tiga kelas tutupan yaitu padat, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7 jenis lamun di perairan Pulau Wanci dan Pulau Kapota dengan pola sebaran keseluruhan mengelompok. Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana, diperoleh hubungan yang relatif kuat antara persen tutupan dengan total biomassa lamun, analisis citra Landsat 8 secara umum lamun mengalami penurunan setiap tahunnya.
Meningkatkan Kesadaran dan Kesiapsiagaan Masyarakat dengan Pembentukan Kelompok DESTANA (Desa Tangguh Bencana) di Desa Sinorang, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah Syakir, Mohammad; Ariani, Cut Desy; Stani, Abdil Halimis; Agus Hermawan, Atma; Rahman, Samsu Adi
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 10 (2023): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL X KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sinorang merupakan salah satu Desa yang terletak di Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah memiliki potensi rawan terjadinya bencana alam, terutama banjir, gempa bumi, abrasi pantai, tanah longsor bahkan tsunami yang mengakibatkan kerugian baik dari segi materi maupun korban jiwa. Munculnya kerugian materi maupun korban jiwa disebabkan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap penanggulangan bencana. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menanggulangi terjadi bencana alam adalah dengan membentuk kelompok Desa Tangguh Bencana (DESTANA). Tujuan dibentuknya DESTANA adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam. Metode yang digunakan adalah melakukan sosialisasi, pelatihan kebencanaan, dan pemberdayaan kepada masyarakat melalui program pemberdayaan masyarakat (CSR) oleh JOB Tomori yang berada di Kawasan Desa Sinorang. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil pembentukan kelompok dan upaya yang dilakukan menujukkan adanya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap sesiapsiagaan bencana mencapai 75% dari pemahaman sebelumnya 27.3%. Kehadiran DESTANA dapat disimpulkan bahwa mampu meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana alam.
Studi Genangan Pasang dan Naungan pada Substrat Sedimen Berbeda Terhadap Pertumbuhan Anakan Mangrove Rizophora mucronata dalam Pengelolaan Sumber Daya Perairan Pantai Kabupaten Sinjai Yunus, Budiman; Parawansa, Basse Siang
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 10 (2023): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL X KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urgensi vegetasi mangrove bagi sumberdaya perairan pantai di Indonesia sudah saatnya menjadi perhatian serius dalam merehabilitasi ekosistem mangrove yang semakin mengalami degradasi akibat eksploitasi berat selama tiga dekade terakhir. Di beberapa wilayah pesisir Indonesia yang populasi penduduknya padat, vegetasi mangrove dan wilayah estuaria telah berubah menjadi lokasi pemukiman dan industri, areal pertanian, pusat-pusat rekreasi dan dermaga pelabuhan. Akibat semua ini menimbulkan dampak negative yang sudah tidak mampu diimbangi oleh pertumbuhan alami mangrove itu sendiri. Berdasarkan permasalahan lingkungan tersebut diperlukan penelitian substrat sedimen, lama penggenangan dan naungan, serta pengaruhnya terhadap pertunasan dan pertambahan tinggi anakan, serta kelangsungan hidup Rhizophora mucronata. Dari penelitian ini, dengan menggunakan analisis rancangan kelompok faktorial diperoleh hasil bahwa anakan semai R. mucronata menunjukkan persentase pertunasan, pertumbuhan dan kelangsungan hidup yang lebih baik pada kondisi media substrat lempung-liat dengan naungan dan penggenangan 7 jam/hari, sedangkan pada substrat pasir berlempung tanpa naungan dengan penggenangan 3 jam/hari menunjukkan tingkat pertunasan dan pertumbuhan serta kelagsungan hidup yang rendah. Hasil penelitian ini menjadi informasi penting dalam pengelolaan ekosistem mangrove terutama dalam seleksi bibit mangrove pada pengelolaan tambak silvofishery di wilayah pesisir pantai timur Kabupaten Sinjai.
Pemodelan Emisi Udara Indikator Perubahan Iklim dari Sampah Laut di Kawasan Taman Nasional Laut: Pantai Sombu, Wakatobi Tassakka, Muhammad Irpan Sejati; Alsita, Indah; Sahari, Sariamin; Runtu, Kezia Gloria Apriliana; Kusuma Admaja, Alfi; Musrianton, Muhammad; Nasrun, Nasrun; Muhajirin, Muhajirin
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 10 (2023): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL X KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah laut meningkat secara drastis yang sejalan dengan peningkatan populasi, kunjungan wisatawan, dan eksplorasi sumber daya pesisir dan laut. Wilayah taman nasional laut merupakan studi kasus yang sempurna untuk sampah laut karena memiliki ekosistem yang paling rentan. Pantai Sombu merupakan salah satu kawasan perlindungan laut di Taman Nasional Wakatobi (TNW). Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode garis pantai NOAA dan pemodelan emisi udara menggunakan aplikasi IWM2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi rata-rata sampah laut diperkirakan 0,67 unit dan 0,036 kg per m2 dengan komposisi didominasi oleh jenis plastik yaitu 57,71% berdasarkan jumlah dan 48,74% berdasarkan berat. Jumlah dan komposisi sampah laut diperkirakan menghasilkan emisi udara yang berimplikasi pada perubahan iklim sebanyak 52 kgCO2/tahun; 23 kgCH4/tahun; dan 541 kgGWP/tahun.