cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Proceeding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
Pengolahan dan Karakteristik Mutu Rengginang dengan Penambahan Daging Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Yudi Prasetyo Handoko; Radina Urmila Sari; Muhammad Khafin Mokhtar; Rosalinda Dwi Atmaja
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 9 (2022): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL IX KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambahan daging ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) ke rengginang yang terbuat dari beras ketan diharapkan dapat meningkatkan konsumsi ikan masyarakat dan sekaligus menambah nilai gizi produk, terutama gizi protein. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pengolahan rengginang yang ditambahkan daging ikan cakalang, dan menguji mutu produk rengginangnya. Penelitian dilakukan dengan membuat formulasi rengginang pada komposisi penambahan daging ikan cakalang 0%, 25%, dan 50% kemudian menguji kesukaan dengan uji hedonik. Produk rengginang terpilih berdasarkan uji hedonik lalu diuji secara kimia (kadar air, kadar lemak, kadar abu, dan kadar protein), serta uji mikrobiologi (ALT). Hasil penelitian diperoleh bahwa rengginang ikan cakalang melalui tahapan proses, dimulai dari tahap penerimaan bahan baku hingga tahap pengemasan dan penyimpanan. Hasil uji hedonik menunjukan bahwa produk yang disukai adalah rengginang dengan formulasi penambahan daging ikan cakalang 25% dengan nilai uji hedonik 7.33 ± 1.16. Hasil uji kimia diperoleh kadar air 8,33%, kadar lemak 0,23%, kadar abu 2,27%, dan kadar protein 8,44%. Hasil uji mikrobiologi pada nilai ALT 7,75 x 103 kol/g.
Proses Pengolahan Mie Kering Rumput Laut Gracilaria sp. di CV KG Makassar Zainal Abidin; Yuliati H. Sipahutar
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 9 (2022): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL IX KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumput laut (Gracilaria sp.) merupakan penghasil agar yang memiliki fungsi sebagai pembentuk gel pada makanan. Mie kering adalah salah satu bentuk pangan olahan dari tepung terigu yang banyak dikonsumsi dan digemari oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan mie kering rumput laut (Gracilaria sp.) dari penerimaan bahan baku hingga akhir penyimpanan, mengetahui mutu organoleptik bahan baku dan produk dan mutu kimia kadar air dan protein. Penelitian dilakukan dengan observasi mengikuti proses tahap penerimaan bahan baku, pencucian, pemblenderan, pencampuran dan pembuatan adonan (mixing), pelempengan/pemipihan, pencetakan, penggorengan, penimbangan, dan tahap terakhir adalah pengemasan. Hasil penelitian menunjukkan mutu organoleptik bahan baku rumput laut kering diperoleh nilai rata-rata 8,23 Hasil uji sensorik mie kering rumput laut nilai rata-rata bau 7,25; rasa 7,56; warna 8.26 dan tekstur 8.64. Hasil uji kadar air 7.42% dan kadar protein 10.4%, kadar lemak 0.52%, karbohidrat 72.78%, serat kasar 2.81% dan kadar abu 3.34%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengolahan mie kering rumput laut memenuhi standar SNI 8271-2015.
Pola Serangan Penyakit Komplikasi EHP dan WSSV Pada Litopenaeus vannamei di Tambak Intensif Hamzah .; Srinawati .; Lideman .
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 9 (2022): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL IX KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tambak udang intensif terkadang mengalami kasus kematian udang akibat infeksi berbagai patogen, dan salah satu penyakit tersebut adalah EHP atau disebut white peces disease (WFD) dan WSSV (white spot syndrome virus) atau disebut bintik putih. Umumnya pembudidaya akan segera panen jika kedua penyakit ini menyerang udang di tambak. Namun pada kegiatan ini, dilakukan upaya mempertahankan pemeliharaan udang hingga mencapai masa panen yang layak. Oleh karena itu, sangat diperlukan adanya pengetahuan mengenai pola serangan penyakit udang dan kondisi kualitas air tambak agar penyakit tersebut dapat dikurangi dampaknya. Sampai saat ini masih kurang informasi mengenai gambaran kondisi pertumbuhan udang dan kualitas lingkungan saat terjadi kasus penyakit infeksi EHP dan WSSV pada udang tambak intensif. Informasi tersebut akan sangat bermanfaat bagi pembudidaya dalam menentukan langkah yang harus dilakukan agar tidak mengalami kerugian yang besar. Hasil yang diperoleh, menunjukkan bahwa kasus infeksi penyakit EHP dan WSSV pada udang vanname di tambak intensif terjadinya bersamaan di pekan ke-3 atau DOC 19. Munculnya penyakit EHP dan WSSV tersebut disertai dengan meningkatknya kasus nekrosis pada kaki renang, meningkatnya infeksi bakteri filamen (Leucotrix sp), meningkatnya suhu air tambak, penurunan nilai pH air satu pekan sebelumnya, meningkatnya nilai alkalinitas air, dan meningkatnya total bakteri dalam air tambak. Meskipun pada masa pemeliharaan ini telah terbukti telah terinfeksi penyakit EHP dan WSSV, namun pemeliharaan dapat dilanjutkan hingga pekan ke-13 atau DOC 75 dan akhir panen sebanyak 937 kg, SR 73,5%, dan FCR 1,69.
Pelatihan Pengolahan Limbah Tulang Ikan di Desa Lamuru, Kecamatan Tellu Siattinge, Kabupaten Bone Nurul Eka Wijayanti Risa; Aam Azatil Isma
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 9 (2022): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL IX KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi perikanan tangkap di Desa Lamuru yaitu Tempat Pelelangan Ikan (TPI) merupakan penggerak ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan. Aktivitas pendaratan dan pengolahan ikan yang berada di TPI menghasilkan berbagai jenis limbah yang dapat berpengaruh terhadap lingkungan sekitar. Jika penanganan limbah ikan tidak ditangani secara baik maka dapat mempengaruhi terjadinya pencemaran pada lingkungan TPI dan sekitarnya. Pemanfaatan limbah ikan terutama tulang ikan menjadi bahan baku pakan merupakan hal yang belum pernah dilakukan oleh para pembudidaya, hal tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan dalam bidang pengolahan limbah tulang ikan serta unsur protein yang terkandung didalam limbah tulang ikan. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengedukasi masyarakat khususnya para pembudidaya dalam mengolah limbah tulang ikan menjadi tepung ikan. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Lamuru, Kecamatan Tellu Siattinge, Kabupaten Bone. Hasil dari kegiatan yang telah dilaksanakan di Desa Lamuru berupa produk tepung ikan yang bersumber dari limbah ikan. Diharapkan dari pengolahan tersebut dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan dari limbah ikan dan dapat mengurangi biaya bahan dalam pembuatan pakan.
Penyediaan Data Populasi Sidat di Kalimantan Timur R. Andry I. Sukmoputro; Andrian Saputra; Ratih Tribuwana D; Hetty Priyanti E.; M.A. Riandyka; Kaisar P. Hasudungan; Despriyanto Supriadi
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 9 (2022): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL IX KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BPSPL Pontianak melaksanakan pendataan populasi sidat di Kalimantan Timur untuk memperkaya data dan infromasi ikan sidat di Perairan Indonesia, khususnya sidat endemik Pulau Kalimantan, Anguilla borneensis mengacu pada diberlakukannya Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia No. 80/KEPMEN-KP/2020 Tentang Perlindungan Terbatas Ikan Sidat (Anguilla spp.). Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan antara bulan Januari – September 2021 di Sungai Mahakam, Kabupaten Kutai Kartanegara yang merupakan daerah ruaya ikan sidat. Ikan sidat dewasa stadia yellow eel sampai silver eel ditemukan sepanjang waktu dari Muara Handil Terusan sampai Kota Bangun-Muara Kaman, sedangkan glass eel ditemukan tanggal 16-22 Hijriah bulan Dzulhijah di perairan Loa Janan, Harapan Baru, Loa Kulu Seberang, Banua Puhun-Muara Kaman memiliki ukuran panjang 50-70 mm dan berat 0,15-0,18 gram, hasil uji DNA glass eel merupakan Anguilla borneensis dengan indeks kemiripan mencapai 98,31%. Identifikasi morfologi dan morfometrik sidat dewasa yang ditemukan di Sungai Mahakam antara lain, Anguilla marmorata, Anguilla borneensis dan Anguilla bicolor, tidak didetailkan dalam sub spesiesnya dan diperkuat dari hasil Uji DNA menunjukkan support tinggi > 97% pada masing-masing jenis. Hasil pendataan tangkapan glass eel di bulan Juli 2021 adalah 88,7 kg dengan jumlah rata-rata tangkapan per hari yaitu 17.74 kg nilai CPUE penangkapan glass eel menggunakan alat tangkap hand scoop atau tanggok yaitu 0.100 kg per usaha penangkapan dengan rata-rata 0.020 kg per usaha penangkapan. Berdasarkan hasil tangkapan kumulatif dan hasil tangkapan per upaya dapat diperoleh dugaan populasi Anguilla borneensis sebesar 452.5 kg.
Pertumbuhan Abalon Tropis (Haliotis squamata) pada Pemberian Pakan Dua Makroalga yang Berbeda di Wadah Pemeliharaan Idham S. Pratama; Yanuariska Putra; Dien A. Anggorowati; Evi A. Siahaan; La Ali
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 9 (2022): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL IX KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Macroalgae Gracilaria sp. and Ulva sp. are commonly found, cultivated, and utilized to feed abalone in captivity. This study was aimed to evaluate the effect of two different macroalgae diet (Gracilaria sp. and Ulva sp.) on tropical abalone (Haliotis squamata). Two treatments of macroalgae diet (Gracilaria - Gra and Ulva - Ulv) with six replications were performed at Research Center for Marine and Land Bioindustry, North Lombok. In this study, 300 tropical abalone (49.40 ± 0.21 mm) were kept indoor in 60-l rearing tank at 25 abalone per tank of stocking density for 90 days between September to December. Macroalgae Gracilaria sp. outperformed Ulva sp. on specific growth rate body weight (SGRBW) (0.18 ± 0.15), food conversion ratio (FCR) (7.14 ± 5.72) and survival rate (SR) (75.20 ± 15.34 %) of tropical abalone.
Analisis Tingkat Peran Keluarga Nelayan dalam Menghadapi Perubahan Iklim (Studi Kasus : Nelayan Suku Bajo Desa Terapung, Sulawesi Tenggara) Nurtasya Kharima Ramadhani; Amiluddin .; Muh. Dalvi Mustafa; Andi Adri Arief; Benny Audy Jaya Gosari
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 9 (2022): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL IX KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dari masing-masing anggota keluarga suku bajo dalam mempertahankan kehidupan pada perubahan iklim di Desa Terapung Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret 2022 dengan menggunakan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner tertutup atau angket yang disebarkan kepada keluarga nelayan suku bajo yang berada di Desa Terapung. Analisis data pada penelitian ini menggunakan interval rentan kelas dengan kategori 1%-20% yaitu pada kategori tidak efektif, 21%-40% masuk dalam kategori kurang efektif, 41%-60% masuk pada kategori cukup efektif, 61%-80% masuk pada kategori efektif, dan 81%-100% masuk pada kategori sangat efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat peran keluarga dalam menghadapi perubahan iklim di nelayan suku bajo yang berada di Desa Terapung berada di interval rentan kelas 61%-80% masuk ke dalam kategori efektif. Peran keluarga tertinggi dilakukan oleh istri nelayan dengan nilai skor 4,00 yaitu istri ikut membantu dalam menyiapkan proses melaut seperti menyiapkan bekal konsumsi dan bahan bakar yang ingin digunakan nelayan pada proses melaut. Salah satu peran penting dalam menghadapi perubahan iklim pada keluarga nelayan suku bajo memperoleh nilai tertinggi yaitu 3, 94 adalah suami tetap melaut saat musim timur dan musim barat untuk menghidupi perekonomian keluarga. Pada musim timur nelayan (suami) fokus pada usaha perikanan tangkap tetapi pada musim barat atau pada saat terjadi perubahan iklim nelayan melakukan pekerjaan lain seperti beralih ke usaha budidaya rumput laut, buruh bangunan, buruh kayum dan buruh harian.
Analisis Faktor Dalam Pengaruh Kunjungan Wisata Pantai Indah Bosowa M. Mahmud Hijazy; Aris Baso; Muh. Dalvi Mustafa; Amiluddin .; Arie Syachruni Cangara
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 9 (2022): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL IX KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor internal dan eksternal dalam mempengaruhi kunjungan wisata di Pantai Indah Bosowa. Penelitian ini dilakukan selama satu bulan pada bulan Maret 2022 dengan menggunakan metode pengambilan sampel dengan cara sampel tidak acak atau nonrandom sampling/nonprobability sampling. Pengambilan nonprobability sampling dilakukan secara convenience sampling I accidental sampling dengan menggunakan kuisioner/angket yang disebarkan ke pengunjung wisata Pantai Indah Bosowa dan dihitung menggunakan analisis regresi liniear berganda menggunakan spss vers.22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan menunjukkan bahwa nilai Adjusted R Square sebesar 0,928 mendekati 1 maka menunjukkan pengaruh dalam peningkatan intensitas kunjungan sebesar 92,8% yang dipengaruhi dari total faktor-faktor yang diajukan penulis berdasarkan data responden yaitu Willingness to Pay, Atraction, Ancilliary, Accessibility, Amenity dan sisa 6,2% adalah faktor lain yang tidak tercantum dalam model regresi namun juga dapat mempengaruhi frekuensi kunjungan dalam penelitian ini. Faktor yang memiliki pengaruh secara signifikan terhadap kunjungan berdasarkan uji parsial t adalah variabel Aksesbilitas artinya bahwa terdapat pengaruh signifikan antara variabel Aksebilitas secara parsial terhadap frekuensi kunjungan, Variabel Fasilitas artinya bahwa terdapat pengaruh signifikan antara variabel Fasilitas secara parsial terhadap frekuensi kunjungan, Variabel Pelayanan Tambahan artinya bahwa terdapat pengaruh signifikan antara variabel Pelayanan Tambahan secara parsial terhadap frekuensi kunjungan.
Alur Produksi Ikan Layur (Trichiurus lepturus) Beku di PT. LPB Belawan-Sumatera Utara Luklu Shabrina; Widodo Sumiyanto; Hendarni Mulyani; Yuliati H. Sipahutar
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 9 (2022): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL IX KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan layur (Trichiurus lepturus) merupakan salah satu produk perikanan yang memiliki nilai ekonomis yang penting serta sudah diperhitungkan sebagai komoditi ekspor, sehingga diperlukan penanganan yang baik dalam proses pengolahan. Penelitian ini bertujuan mengetahui proses pengolahan ikan layur. Pengujian dilakukan pada bahan baku dan produk ikan layur beku di laboratorium Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Medan II. Penelitian menggunakan metode diskriptif observasi dan survei. Observasi dilakukan mengikuti proses pengolahan mulai dari penerimaan bahan baku sampai pemuatan dengan melakukan pengujian terhadap mutu organoleptik dan mikrobiologi,serta pengamatan rantai dingin. Hasil pengujian menunjukkan mutu nilai organoleptik adalah 8 dan produk akhir ikan layur beku adalah 8. Uji logam berat Cd 0.0061 mg/kg, Hg 0.009 mg/kg, Pb 0.0122 mg/kg. Hasil uji Angka Lempeng Total (ALT) berkisar 1.5x105 – 1.9x105 koloni/g. salmonella negative/25 g. E.coli <3 APM/g. Penerapan suhu proses pembekuan telah diterapkan dengan baik yaitu, suhu ikan layur pada penerimaan bahan baku 2,9°C, suhu pembekuan -21,4°C, suhu pengemasan -20,2°C dan suhu penyimpanan pada cold storage ≤-25°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengolahan ikan layur telah dilakukan sesuai SNI 4110 : 2014 tentang ikan beku.
Performa Pertumbuhan dan Indeks Asam Amino Esensial pada Penggemukan Kepiting Bakau, Scylla sp. yang Diberi Beberapa Kombinasi Pakan GELnat dengan Pakan Segar Edison Saade; Haryati Tandipayuk; Desi Nirmala Sari
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 9 (2022): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL IX KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kombinasi pakan segar dengan pakan GELnat pada penggemukan kepiting bakau merupakan suatu inovasi di bidang nutrisi dan teknologi pakan akuakultur yang berkualitas dan ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kombinasi antara pakan segar dengan pakan terhadap performa pertumbuhan dan indeks asam amino esensial pada penggemukan kepiting bakau yang dipelihara di crab box di perairan tambak selama30 hari pemeliharaan. Kepiting bakau jantan ukuran rata-rata 140.00±11.39 g dipelihara di dalam crab box dengan satu ekor setiapnya. Kepiting uji diberi pakan segar 100% ( perlakuan A), pakan segar 75% dan pakan GELnat 25% (perlakuan B), pakan segar 50% dan pakan GELnat 50% (perlakuan C), pakan segar 25% dan pakan GELnat 75% (perlakuan D), dan pakan GELnat 100% (perlakuan E). Parameter yang diukur adalah pertumbuhan, sintasan dan indeks asam amino esensial. Data diolah dengan analisis ragam, kecuali parameter indeks asam amino esensial dan kualitas air yang dianalisis decara deskriptif. Hasil penelitian menunjukaan bahwa kombinasi antar pakan segar dengan pakan GELnat tidak berpengaruh nyata, sedangkan indeks asam amino pakan dan daging kepiting bakau masing-masing antara 13,32 – 33,24 dan 34,54 – 66,75. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa pakan GELnat mampu mengganti pakan segar pada penggemukan kepiting bakau.