cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL TATA KELOLA SENI
ISSN : 24429589     EISSN : 26147009     DOI : -
Jurnal Tata Kelola Seni adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Tata Kelola Seni, Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Jurnal ini memuat hasil penelitian dan tinjauan buku dalam bidang tata kelola, terkhusus di wilayah seni.
Arjuna Subject : -
Articles 113 Documents
Pengaruh Live Performance, Kualitas Pelayanan, dan Persepsi Harga terhadap Kepuasan Penonton Sendratari Ramayana Prambanan Elvira Elvira
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 2, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4585.879 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v2i2.1822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh live performance, kualitas layanan, danpersepsi harga terhadap kepuasan khalayak Sendratari Ramayana Prambanan. Penelitian dilakukan di Teater dan Pertunjukan Panggung Sendratari Ramayana Prambanan, kawasanwisata Candi Prambanan, Kota Yogyakarta dengan sampel mengumpulkan sebanyak 100responden di panggung tertutup Gedung Tri Murti dan panggung terbuka RamayanaPrambanan. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode survei menggunakankuesioner dengan teknik accidental sampling. Metode analisis menggunakan analisis regresiberganda dan bertahap pada Uji Sampel Uji Independen T-Test. Hasil penelitian regresi padapanggung tertutup secara statistik menunjukkan nilai F0 sebanyak 23.136 dan panggungterbuka menunjukkan F0 sebanyak 14.400 dengan Fsig = 0,000 <0,05. Analisis regresi padavariabel X1, X2 snf X3 berpengaruh secara signifikan. Uji T Uji Sampel Independenmenunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap panggung tertutup dengannilai rerata 25.700 dan 23.9500 pada tahap terbuka dengan tingkat signifikansi 0,025 kurangdari 5% (0,025 <0,050) yang menunjukkan ada perbedaan antara kepuasan penonton padatahap yang dekat dan terbuka. This study aims to determine the effect of live performance, service quality, and price perceptions of the audience satisfaction Ramayana Prambanan Ballet. The study wasconducted at the Theater and Performances of Ramayana Prambanan, Prambanan Temple,Yogyakarta with a sample of 100 respondents on the closed stage of Tri Murti Building andRamayana Prambanan open stage. The sampling technique was conducted by survey methodusing questionnaires with accidental sampling technique. The analytical method usedmultiple regression analysis and stepwise on the Independent Test Sample Test T-Test. Theresult of regression research on closed stage statistically shows F0 value as much as 23.136and open stage shows F0 14,400 with Fsig = 0,000 <0,05. Regression analysis on variablesX1, X2 snf X3 have significant effect. The Independent Sample T-Test shows that there is a significant effect on the closed stage with a mean value of 25,700 and 23,9500 in the open stage with a 0.025 significance level of less than 5% (0.025 <0.050) which indicates there is a difference between audience satisfaction in the near and open stage.
Pengaruh Nilai Iklan yang Dipersepsikan dan Getok Tular terhadap Minat Wisata Kota Yogyakarta Dimediasi oleh Citra Destinasi Mustika Syarifuddin
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 2, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.252 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v2i1.1813

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh nilai iklan yang dipersepsikan dan getok tular (wom) terhadap minat wisata kota di Kota Yogyakarta dengan dimediasi oleh citra destinasi. Penelitian ini dilakukan di Kota Yogyakarta dengan mensurvei 386 responden wisatawan domestik. Teknik pengambilan sampelnya dengan sistem acak menggunakan sampling daerah (cluster). Metode analisis datanya menggunak an analisis regresi sederhana bertahap dan analisis mediasi. Hasil penelitian ini menemukan adanya pengaruh signifikan dan positif antara nilai iklan yang dipersepsikan dan getok tular terhadap citra destinasi. Penelitian ini menunjukkan pula bahwa adanya pengaruh signifikan secara langsung maupun tidak langsung antara nilai iklan yang dipersepsikan dan getok tular terhadap minat wisata Kota Yogyakarta melalui citra destinasi sebagai variabel pemediasi komplementer. Abstract The purpose of this study was to examine the influences of perceived advertising value and word of mouth on intentions of city visit Yogyakarta is mediating by destination image. This research was conducted in the city of Yogyakarta with 386 respondents by surveying domestic tourists. Sample collection techniques with a system using a random sampling area (cluster). Methods of data analysis using stages of simple regression and mediation analysis. The results of this study found a significant and positive influ ence between perceived advertising value and word of mouth on the destination image. This study also shows that significant influence, directly or indirectly between it perceived value advertising and word of mouth to the intentions of city visit Yogyakarta through the destination image as a variable complementary mediator.
PERAN RUMAH BUDAYA TEMBI DALAM MELAHIRKAN KOMPONIS MUDA MELALUI AJANG FESTIVAL Ganang Dwi Asmoro
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 1, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.225 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v1i2.1638

Abstract

Artikel dalam tulisan ini untuk mengetahui bagaimana peran Rumah Budaya Tembi dalam melahirkan komposer-komposer muda. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data yang akan dilakukan dalam penelitian ini dengan melakukan observasi, wawancara dan studi pustaka. Sumber data ini diperoleh melalui informan, pustaka dan dokumen. Untuk menganalisis data penelitian ini, dilakukan dengan mereduksi data, penyajian data, memverifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Rumah Budaya Tembi berperan terhadap munculnya komposer muda melalui ajang festival yang diselenggarakan. Festival musik Tembi yang diselenggarakan setahun sekali ini mampu memberikan wadah bagi para komposer muda untuk mengekspresikan imajinasinya dengan menghadirkan karya seninya.
Pengelolaan Usaha Kerajinan Berbasis Pemberdayaan Sampah di Dusun Sukunan, Desa Banyuraden, Kabupaten Sleman Lutfi Tri Atmaji
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 2, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1285.398 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v2i2.1818

Abstract

Sampah merupakan permasalahan yang kerap dijumpai dalam kehidupan masyarakat di perkotaan dan daerah padat penduduk seperti perkampungan dan perumahan. Pengelolaan sampah yang kurang efektif dapat berakibat pada penumpukan sampah dan jika dibiarkan tentu akan mengganggu bagi lingkungan sekitar hingga menimbulkan penyakit. Namun di masyarakat di Dusun Sukunan memiliki sistem pengolahan sampah mandiri. Untuk mengatasi permasalahan karena penumpukan sampah warga Dusun Sukunan memberdayakan limbah sampah rumah tangga diolah menjadi kerajinan yang memiliki nilai ekonomis dan berdaya guna sehingga selain dapat mengatasi permasalahan sampah juga dapat membatu pemasukan ekonomi bagi warga sekitar. Proses memberdayakan pengolahan limbah rumah tangga kepada warga di Dusun Sukunan tidaklah mudah namun pelan tapi pasti banyak warga yang justru tertarik menjadi pengrajin olahan sampah. Penelitian ini akan mengkaji bagaimana cara kelompok usaha kerajinan di dusun Sukunan menjaga keberlangsungan usahanya yang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti produk, produksi, harga, SDM, finansial dan edukasi. Hasil dalam penelitian ini adalah faktor edukasi dan faktor kepercayaan merupakan elemen yang memegang peranan penting dalam keberlangsungan pengelolaan kerajinan berbasis sampah di dusun Sukunan. Waste is a problem that is often encountered in public life in urban and densely populated areas such as settlement and housing. The lack of effectiveness of garbage management may result in the accumulation of garbage and if left unchecked it will damaging the surrounding environment and causing illness. But people in the Sukunan Village have independent waste management system. To overcome the problems due to the accumulation of garbage, people in Sukunan Village recycle their household waste into a handicraft that has economic and useful value so that in addition to addressing the waste problem it can also contribute to economic income for local residents. Recycling process of household waste in the Sukunan Village is not a simple matter however, slowly but sure many people are actually interested in being a recycled garbage craftsman. This study will examine how the handicraft business group in Sukunan Village maintain continuity of their business that are affected by several factors such as product, production, pricing, human resources, financial and education. This research used descriptive qualitative method with interviewing 7 informants as a research instrument. The result in this research are education and trust factor which became the essential element in waste management industry in Dusun Sukunan.
STRATEGI PEMASARAN WAYANG KAMPUNG SEBELAH Setyabudhi Rahardjo Situmorang
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 1, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.811 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v1i2.1643

Abstract

Wayang Kampung Sebelah (WKS) is one of the phenomenal new genre shadow puppet art show group in today's society and was favored by many people. Their performance in its innovation and creativity of the puppet art show implicates on the marketing methods developed, which results to attracting public attention to the work. The purpose of this study is to determine why WKS was favored among audiences, the marketing methods used and challenges faced in making innovations in a puppet show by WKS. The theory underlying this study refers to the concept of segmentation covering segmentation, targeting and positioning (STP). The study used qualitative research methods. Data analysis was performed based on the theory of marketing strategy with case study approach using a single instrument type with three interviewees. The results showed that the ability of the WKS puppeteer in storytelling and communicating with the audience was a skill difficult to imitate as it was a talent possessed by someone individually thus to attract the audience dissolved in the story told. WKS marketing strategy on the segmentation stage was done using the geographical segmentation by promoting the performance on village societies, which in its development all ages and education eventually become audiences of the group's performances. At the targeting stage, WKS do not choose specifically which consumers is targeted in marketing because the guidelines that are held by WKS, which is that the puppet show should be able to be enjoyed by all people. While on positioning stage, WKS has successfully positioned itself as a puppet group with a unique and hard to imitate style although the idea of the show refers to the style of many traditional puppet show that had long been abandoned. WKS implemented four price levels in the effort to market their work which were as follows: the village attack, subsidized performance attack, public commercial and the professionals commercial. Challenges in creating works comes a lot more from internal factors, which is maintaining the creation spirit of the group, while from external factors there are no significant obstacles but requires a long enough time for WKS to be accepted by the intellectuals (academic society).
Strategi Pengelolaan Pusat Musik Liturgi Yogyakarta Rolfi Junyanto Is Natonis
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 2, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3668.779 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v2i2.1852

Abstract

Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Langkah yang digunakanyaitu melakukan analisis data dan analisis SWOT. Hasil penelitian pertama, berdasarkan matrik IE dalam strategi PML Yogyakarta yang digunakan pada pengelolaan musik liturgiberada pada posisi V yaitu hold and maintaind, (pertahankan dan pelihara). Strategi umumyang dipakai adalah menjaga dan mempertahankan posisi internal yaitu memiliki jaringankerja sama dengan komponis-komponis gereja lokal dalam menjalankan lokakarya mengenai musik liturgi yang selama ini sudah diraih. Kedua berdasarkan kuadran analisis SWOTpengelolaan PML Yogyakarta menunjukkan posisinya berada pada kuadran III. Stability,yaitu suatu lembaga menghadapi peluang pasar yang sangat besar, tetapi dilain pihakmenghadapi beberapa kendala dalam internal seperti regenerasi yang belum memadaisehingga masih bergantung pada figur pendiri, keterbatasan tenaga pengelola baik dari segikuantitas maupun kualitas, dan kegiatan lokakarya belum menjangkau semua budaya yang ada di nusantara. Ketiga berdasarkan analisis SWOT strategi umum yang diperoleh yaituadalah penetrasi pasar dan pengembangan produk. Posisi tersebut mengarah pada menambah karya musik atau nyanyian nusantara dalam musik liturgi dan memberikan penataran dalamsetiap tahun di gereja-gereja Katolik yang belum memahami tentang musik liturgi dalaminkulturasi dan memberikan pengetahuan dan penerjemah kepada pengelola sehingga cukup memadai. In this research using qualitative descriptive method, The step used is doing data analysis and SWOT analysis. The first result of the research, based on the matrix of IE in PML Yogyakarta strategy used in the management of liturgical music is in position V that is hold and maintaind. General strategy used is to maintain and maintain internal position that has a network of cooperation with composers the local church in running a workshop on liturgical music that has been achieved. The second is based on quadrant of SWOT analysis of PML Yogyakarta management showing its position is in quadrant III Stability, that is an institution facing huge market opportunity, but on the other hand facing some internal constraints such as regeneration that is not enough so that still depends on founder figure, both in terms of quantity and quality, and workshop activities have not yet reached all the cultures in the archipelago. Third based on the SWOT analysis the general strategies obtained are market penetration and product development. The position leads to; adding musical works or chants of the archipelago to liturgical music and giving up in every year catholic churches that have not understood the liturgical music in inculturation and providing knowledge and translators to the manager so that it is sufficient.
Pengembangan Strategi Tata Kelola Museum Omahku Memoriku Topan Indraseni Gunawan
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 2, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.209 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v2i1.1814

Abstract

Pada tahun 2010 terjadi letusan Gunung Merapi yang mengeluarkan abu vulkanik mencapai 600 derajat celcius yang telah menghancurkan desa dan rumah tinggal warga sekitar. Setelah letusan tersebut masyarakat menyediakan jasa Lava Tour dan Museum Omahku Memoriku salah satu destinasi wisata di dalam Lava Tour. Museum Omahku Memoriku sebagai tempat untuk mengenang ganasnya letusan Gunung Merapi, terletak di Dusun Petung Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman. Koleksi yang dipamerkan dalam museum ini diantaranya sepeda motor, gamelan, kerangka hewan dan perlengkapan rumah yang telah rusak. Tujuan penelitian ini menjelaskan tata kelola serta memperoleh formulasi strategi museum Omahku Memoriku dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk memahami persepsi stakeholders museum sehingga dapat dirumuskan variabel-variabel internal dan eksternal dari museum. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analanisis SWOT. Pendekatan ini digunakan untuk membantu menganalisis variabel internal dan eksternal di dalam pengelolaan museum Omahku Memoriku sehingga diperoleh formulasi strategi tata kelola. Temuan di lapangan mengindikasikan berdasarkan matriks IE (internal-external) menunjukkan bahwa tata kelola museum Omahku Memoriku pada posisi Growth and Build (tumbuh dan bina) selanjutnya berdasarkan kuadran analisis SWOT ada pada posisi expansion atau perluasan. Berdasarkan posisi tersebut maka strategi tata kelola Museum Omahku Memoriku menggunakan kekuatan dan peluang untuk mengambil setiap keunggulan yang ada yaitu, bekerja sama dengan hotel dan pemandu wisata, membuat proposal untuk mendatangkan investor ataupun dapat menggunakan dana CSR, dan toko cenderamata dan kantin dapat diubah menjadi kafe karena area sekitar mendukung untuk itu. In 2010 there was an eruption of Mount Merapi volcanic ash reached 600 degrees Celsius which has destroyed villages and homes residents around. After the eruption the community provides services Lava Tour and Museum Omahku Memoriku one tourist destination on the Lava Tour. Museum Omahku Memoriku as a place to commemorate the ferocious eruption of Mount Merapi, located in Petung Hamlet Village Kepuharjo Village, District Cangkringan, Sleman. Collections exhibited in this museum include motorcycles, gamelan, animal skeletons and home supplies that have been damaged. The purpose of this study describes the governance as well as get the formulation of museum strategy Omahku Memoriku by using descriptive qualitative research methods to understand the perceptions of museum stakeholders so that can be formulated internal and external variables of the museum. The approach used is a quantitative approach with SWOT analanisis, this approach is used to help analyze internal and external variables in the management of museum Omahku Memoriku so obtained formulation of governance strategy. The findings in the field indicate that based on the IE matrix (internal-external) shows that the management of museum Omahku Memoriku in the position of Growth and Build then based on SWOT analysis quadrant is in Expansion or expansion position. Based on that position, the Museum Omahku Memoriku governance strategy uses the strength and the opportunity to take every advantage that is, in cooperation with hotels and tour guides, make proposals to bring in investors or to use CSR funds, and the cendramata and canteen stores can be converted into cafes because the surrounding area supports it.
STRATEGI PENGELOLAAN SANGGAR SENI ANACARAKA DALAM MEWADAHI BAKAT ANAK-ANAK DI PEGUNUNGAN KINTAMANI BALI I Putu Ardiyasa
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 1, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.621 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v1i2.1639

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pengelolaan Sanggar Seni Anacaraka dalam upaya mewadahi bakat anak-anak di Kintamani, Bali. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab dua permasalahan yang diajukan : pertama strategi apa yang semestinya diterapkan oleh pengelola dalam rangka menjaga eksistensi di tengah persaingan global; kedua bagaimana rancangan penerapan strategi pada Sanggar Seni Anacaraka. Untuk membedah permasalahan tersebut, digunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan alat pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan dengan metode SWOT untuk mengkaji permasalahan baik dalam lingkup internal dan eksternal. Sumber data diperoleh di lokasi penelitian dengan menentukan key person yang berkompeten dan sumber data tertulis yang mendukung dan relevan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Sanggar Seni Anacaraka perlu melakukan pemilihan strategi berupa penggunaan setiap kekuatan (strenght) untuk menghadapi segala ancaman (treath) dengan melakukan penetrasi pasar, pengembangan pasar, pengembangan produk dan diversifikasi terkait. Selain itu, pengelolaan Sanggar Seni Anacaraka menggunakan strategi tumbuh dan membangun karena posisi sanggar yang baru berdiri dan belum memiliki kekuatan yang bisa mendukung pembangunan sanggar. Bentuk edukasi seperti ini akan terus berkembang dengan keterlibatan masyarakat dan pemerintah bersama pihak pengelola, sehingga ke depan mampu mengedukasi anak-anak secara berkelanjutan dalam rangka menjaga keberlangsungan hidup seni.
Strategi Pemasaran Travel Organizer Berbasis Online ‘Fade Journey’ Steffi Stefani Sianipar
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 2, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1881.567 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v2i1.1810

Abstract

Seiring dengan berkembangnya sektor pariwisata dan semakin berkembangnya media sosial memberikan peluang besar bagi agen perjalanan untuk menawarkan paket perjalanan melalui online, seperti sosial media. Fade Journey adalah salah satu travel organizer yang menawarkan travel tour di Yogyakarta, lewat online. Tentu saja, bisnis berbasis online mendapatkan berbagai manfaat salah satunya adalah media promosi gratis, namun jangan lupa bahwa banyak pemain besar yang tidak hanya memiliki modal besar, namun sudah terlibat dalam sektor pariwisata ini cukup lama di Yogyakarta, sehingga mereka memiliki jaringan yang luas dan dikenal baik oleh masyarakat. Artikel ini mencoba menganalisa situasi dan kondisi persaingan yang dihadapi Fade Journey, dengan melihat juga faktor internal dan eksternal yang akan mempengaruhi bisnis yang masih sangat muda ini. Data diperoleh dengan metode observasi dan kuesioner. Kemudian data dianalisis dengan model Five Porter's Forces, SWOT Matrix, Evaluasi Faktor Internal (IFE) dan Evaluasi Faktor Eksternal (EFE) dan IE Matrix. Dari hasil analisisnya, penulis mendapatkan kesimpulan strategi generik yang diambil oleh Fade Journey yang tepat yaitu untuk melakukan diferensiasi, penetrasi pasar dan pengembangan produk. Karena dari analisis Matrix IE, Fade Journey ada di kuadran „Growth and Build‟. Mengingat kondisi tersebut, penulis menyarankan Fade Journey untuk menembus pasar dengan mempromosikan tidak hanya mengandalkan media online, serta menggunakan strategi diversifikasi konsentris dengan menambahkan fasilitas layanan lainnya seperti pemesanan tiket penerbangan dan kereta api, yang akan membuatnya lengkap. Solusi perjalanan bagi wisatawan. Implementasi strategi dapat dilakukan dengan tahapan-tahapan dari kerangka kerja 7-S - Mc. Kinsey yang telah dijelaskan pada artikel ini. Along with the development of tourism sector and the growing use of social media provides a big opportunity for travel agencies to offer travel packages via online. Fade Journey is one of the travel organizer that offers travel tour in Yogyakarta, via online. Of course, online-based businesses offer various benefits for the perpetrators, one of them is the free promotion media, but do not forget that many big players have been involved in this tourism sector long enough in Yogyakarta, so they has a wide network and well known by the public. This article will try to analyze the situation and competitive conditions faced by Fade Journey, by looking at internal and external factors that will affect the business as well that is still very young. Data were obtained by observation and questionnaire methods. Then the data are analyzed with Five Porter's Forces model, SWOT Matrix analysis, Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE) and IE Matrix. From the results of the analysis, the authors get the conclusions that the generic strategy that is to differentiate, market development and product development taken by Fade Journey is right. Because from the IE Matrix analysis, Fade Journey is in the Growth and Build quadrant. In view of these conditions, the authors suggest Fade Journey to penetrate the market by promoting not only relying on online media, as well as using a concentric diversification strategy by adding other service facilities such as booking airline and trains tickets, will making it a complete travel solution for tourists. Implementation of the strategy can be done with the stages of The 7-S framework - Mc. Kinsey that has been described in this article.
Pengembangan Strategi Pelestarian Budaya di Sanggar Tari Bali Saraswati Yogyakarta Putu Merina Rahayu
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 2, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5121.764 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v2i2.1853

Abstract

Penelitian mengenai Pengembangan Strategi Pelestarian Budaya di Sanggar Tari Bali Saraswati Yogyakarta bertujuan untuk mengidentifikasi strategi yang digunakan selama ini pada Sanggar Tari Bali Saraswati. Selain itu juga untuk menganalisis faktor internal dan eksternal serta memformulasikan pengembangan strategi yang dilakukan Sanggar Tari Bali Saraswati di Yogyakarta. Metode penelitian mengenai Pengembangan Strategi Pelestarian Budaya di Sanggar Tari Bali Saraswati Yogyakarta dilakukan dalam empat langkah, yaitu menentukan lingkup penelitian yang terdiri dari l okasi penelitian, objek penelitian dan subjek penelitian. Langkah kedua, melakukan teknik pengumpulan data yang terdiri dari dua poin yaitu pengumpulan data primer dan pengumpulan data sekunder. Ketiga, menentukan variabel yang dilakukan melalui dua faktor, yaitu faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor ekstenal (peluang dan ancaman). Langkah terakhir yaitu melakukan analisis data dengan metode kualitatif dengan analisis SWOT. Hasil penelitian pertama, berdasarkan matrik IE Sanggar Tari Bali Saraswati berada pada posisi IV yaitu Stability Strategy. Tidak menambahnya program dan kurikulum pembelajaran yang telah diterapkan sanggar namun, diperjelas lagi dari materi pembelajaran, kurikulum yang ada dan standar kelulusan siswa. Kedua, berdasarkan kuadran analisis SWOT Sanggar Tari Bali Saraswati berada pada kua dran IV, yaitu retrenchment strategy, melepaskan diri dari KPB Purantara atau menentukan sekretariat yang tepat untuk dijadikan secretariat sanggar adalah strategi yang tepat dilakukan. Ketiga, berdasarkan analisis matrik SWOT strategi umum yang diperoleh yaitu menyelenggarakan kegiatan lomba tari Bali setiap semester untuk anak-anak tingkat SD, SMP dan SMA se-Yogyakarta. Bekerja sama dengan panitia upacara keagamaan Hindu (pangempon Pura) yang ada di Yogyakarta. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian (ngayah) dan event yang mengatasnamakan Sanggar Tari Bali Saraswati. Perlu meningkatkan kesadaran dan rasa memiliki dari pengelola Sanggar Tari Bali Saraswati, anggota KPB (Keluarga Putra Bali) Purantara dan Asrama Bali. Research on Cultural Conservation Development Strategy at Bali Saraswati Dance Studio Yogyakarta aims to identify the strategy used at Bali Saraswati Dance Studio. In addition, to analyze the internal and external factors and formulate the development of strategies conducted by Bali Saraswati Dance Studio in Yogyakarta. The research method on Cultural Conservation Development Strategy at Bali Saraswati Dance Studio is done in four steps, those are determining the scope of research consisting of research location, research object and research subject. The second step, perform data collection techniques consisting of two points: primary data collection and secondary data collection. Third, determine the variables made through two factors, namely internal factors (strengths and weaknesses) and extensions (opportunities and threats). The last step is to perform data analysis with qualitative method with SWOT analysis. The results of the first study, based on the matrix IE Bali Saraswati Dance Studio is in the fourth position of Stability Strategy. Not adding to the program and learning curriculum that has been implemented by the studio but made clear from the learning materials, the existing curriculum and the students' graduation standard. Second, based on quadrant of SWOT analysis Bali Saraswati Dance Studio is in quadrant IV, that is retrenchment strategy, breaking away from KPB Purantara or determining the right secretariat to be used as studio secretariat is the right strategy to do. Third, based on SWOT matrix analysis, the general strategy obtained is to hold Balinese dance activity every semester for elementary, junior and senior high school students in Yogyakarta. In cooperation with the committee of Hindu religious ceremonies (Pangempon Pura) in Yogyakarta. Provide opportunities for students to participate in the activities of devotion (ngayah) and the event on behalf of Bali Saraswati Dance Studio. Need to increase awareness and sense of ownership of Bali Saraswati Dance Studio, member of KPB (Family of Putra Bali) Purantara and Bali Dormitory.

Page 2 of 12 | Total Record : 113