cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JURNAL TATA KELOLA SENI
ISSN : 24429589     EISSN : 26147009     DOI : -
Jurnal Tata Kelola Seni adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Tata Kelola Seni, Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Jurnal ini memuat hasil penelitian dan tinjauan buku dalam bidang tata kelola, terkhusus di wilayah seni.
Arjuna Subject : -
Articles 113 Documents
Strategi Pengelolaan Sanggar Seni Sidoum di Kota Langsa, Aceh Rininta Yulia Kartika
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 3, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.272 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v3i2.2635

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pengelolaan Sanggar Seni Sidoum dalam upaya mewujudkan manusia yang berbudaya, mandiri, dan juga menjadi pusat informasi yang menjadi wadah komunikasi para seniman dalam pengembangan seni dan budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab dua permasalahan yang diajukan: pertama, strategi apa yang semestinya diterapkan oleh pengelola dalam rangka menjaga eksistensi di tengah persaingan global; kedua, bagaimana rancangan penerapan strategi pada Sanggar Seni Sidoum. Untuk membedah permasalahan tersebut, digunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan alat pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan dengan metode SWOT untuk mengkaji permasalahan, baik dalam lingkup internal dan eksternal. Sumber data diperoleh di lokasi penelitian dengan menentukan key person yang kompeten dan sumber data tertulis yang mendukung dan relevan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Sanggar Seni Sidoum perlu melakukan pemilihan strategi berupa penggunaan setiap kekuatan (strength) untuk menghadapi segala ancaman (threat) dengan melakukan penetrasi pasar, pengembangan pasar, pengembangan produk dan ofensif yang menggunakan strategi mempertahankan dan memelihara, sehingga Sanggar Seni Sidoum dapat dikelola dengan baik dan mewujudkan manusia yang berbudaya, mandiri, serta menjadi pusat informasi yang menjadi wadah komunikasi para seniman untuk perkembangan seni dan budaya. This study examines the management of Sidoum Art Studio in an effort to realize humanity that is cultured, self-reliant and also become the information center which become the communication container of artists in the development of art and culture. The purpose of this study is to answer two things proposed: first, what strategy should be implemented by managers in the scope to maintain existence in the midst of global competition; both strategies in Sidoum Art Studio. To dissect it, a qualitative approach is used, using tools. Observational data, interviews, and literature study. Data analysis by SWOT method to study the problem both internal and external scope. Data sources were obtained at the research sites by determining the key of competent persons and supporting and relevant written data sources. The results of this study indicate that Sidoum Art Studio needs to do a strategy to achieve all the power by penetrating the market, market development, product development and intensive strategy, Sidoum Art Studio can be managed well and manifest humanity that is cultured, independent, and become the center information that becomes a place of communication of artists for the development of art and culture.
Gaya Kepemimpinan dan Pendekatan dalam Mengatasi Stres pada Karyawan Studi Kasus Pusat Musik Liturgi (PML)Yogyakarta Benyamin Regi
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 3, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.654 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v3i1.2605

Abstract

Abstrak Pemimpin, kepemimpinan, dan seni dalam mengolah konflik sangat dibutuhkan dalam sebuah organisasi. Terutama dalam organisasi seni seperti di Lembaga Pusat Musik Liturgi Yogyakarta. Psikologi sosial dan organisasi merupakan suatu bagian yang sangat melekat dalam diri seorang pemimpin. Seni menyelesaikan berbagai persoalan terutama terhadap tekanan yang dialami oleh seseorang dalam organisasi memiliki dampak terhadap perkembangan psikis dan produktivitas kerja. Terdapat berbagai persoalan yang dapat menimbulkan stres sehingga diperlukan suatu pendekatan untuk mengatasi stres agar tidak menghambat kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggali akar permasalahan psikologi organisasi terutama tentang kepemimpinan di Lembaga PML Yogyakarta serta menganalisis dan memformulasikan strategi pendekatan apa yang tepat dalam mengelola dan mengatasi stres yang dihadapi. Pendekatan sosial merupakan salah satu metode yang dapat merangkum ketiga metode lain seperti pendekatan psikologi, pendekatan individu, dan pendekatan transaksional. Stres di tempat kerja dapat kita lihat tidak hanya sebagai tingkat fenomena psikologi, tetapi juga sebagai proses politik dan sosial yang selalu terjadi dan tak terhindarkan. Penyelesaian solusi stres pada tempat kerja tentunya tidak bisa lepas oleh pengaruh sosial dan membutuhkan penyelesaian pendekatan sosial. Di sini peran seorang pemimpin sangat dibutuhkan. Kata kunci: psikologi seni, kepemimpinan, pendekatan sosial AbstractLeaders, leadership and art in processing conflict are needed in an organization. Especially in the arts organizations such as The Institution of Yogyakarta Liturgical Music Center. Social and organizational psychology is an inherent part of a leader. The art of solving various problems, especially against the pressure experienced by a person in the organization has an impact on psychological development and work productivity. There are various problems that can cause stress so that an approach is needed to cope with stress in order not to hamper performance. This study aims to explore the roots of the problems of organizational psychology, especially about leadership at PML Yogyakarta Institute as well as analyze and formulate the right approach strategy in managing and overcoming stress faced. Social approach is one method that can summarize the other three methods such as psychological approach, individual approach and transactional approach. Stress in the workplace can be seen not only as a level of psychological phenomena, but also as an ongoing and unavoidable political and social process. Completion of stress solutions in the workplace certainly can not be separated by social influences and requires the completion of social approach. Here the role of a leader is needed.Keywords: art psychology, leadership, social approach
Manajemen Risiko Tradisi Kirab Pusaka Malam 1 Suro Keraton Surakarta Yohana Maya Lalita
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 4, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.284 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v4i1.3079

Abstract

Abstrak Jurnal ilmiah ini menganalisis manajemen risiko dalam tradisi kirab pusaka Malam 1 Suro di Keraton Surakarta, Jawa Tengah. Tradisi ini memiliki nilai-nilai keunggulan yang sesuai dengan Pancasila serta memiliki relasi dengan alam. Tetapi, tradisi ini juga rentan terhadap ancaman bencana fisik maupun nonfisik, sehingga membutuhkan manajemen risiko yang baik untuk mengatasi masalah ini. Penulis menggunakan metode kualitatif dengan wawancara dan studi pustaka. Strategi manajemen risiko terkait dengan pengelolaan dan pelestarian bisa melibatkan banyak pihak. Respons berbagai pihak sangat dibutuhkan dalam menanggulangi risiko tersebut. Selain itu, ada potensi yang ditemukan untuk mengembangkan manajemen tradisi ini dan berdampak untuk ekonomi yang berkelanjutan. Abstract This scientific journal analyzes the risk management in Malam 1 Suro heritage procession in Surakarta Palace, Central Java. This tradition has values of excellence that are in accordance with Pancasila values and it has relations with nature. However, this tradition is also vulnerable to the threat of physical and non-physical disasters so it requires good risk management to overcome this problem. The author uses qualitative methods with making interviews and literature. Risk management strategies related to management and preservation can involve many divisions. The response of various divisions is needed in overcoming these risks. In addition, there is a potentiality which is found in developing the management of this tradition and it has an impact on a sustainable economy.
Manajemen Grup Sendratari pada Pogram Studi Pendidikan Sendratasik 76 Universitas Palangka Raya (UPR) (Sendratari Group Management In Sendratasic Education Study Program Palangkaraya University) Elvira Elvira
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 5, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.336 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v5i2.3259

Abstract

Kehadiran pertunjukan seni tidak lepas dari sebuah kelompok dan komunitas kesenian. Manajemen berfungsi untuk menjamin masukan dari berbagai sumber daya organisasi, guna menghasilkan produk yang dirancang secara tepat sehingga keinginan konsumen dapat terpenuhi. Adapun fungsi manajemen terdiri dari empat: 1) Perencanaan (planning); 2) Pengorganisasian (organizing); 3) Penggerakan (actuating); dan 4) Pengawasan (controlling) yang digunakan pada Grup SendratariProdi Sendratasik Universitas Palangka Raya. Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif, yaitu lebih banyak mementingkan segi proses daripada hasil. Metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Pendekatan kualitatif deskriptif adalah metode pengumpulan data berdasarkan pengamatan dan wawancara dengan cara non-statis/tidak menggunakan angka, danpenulis membuat gambaran kompleks, laporan terinci dari pandangan responden secara deskriptif. Sasaran penelitian ini adalah proses pengolahan manajemen kegiatan Grup Sendratari Tambun Bungai Gaib Malambunan Prodi Sendratasik Universitas Palangka Raya. Hasil penelitian ini yaitu Grup Sendratari Prodi Sendratasik Universitas Palangka Raya memiliki manajemen kekeluargaan karena berada di lingkungan komunitas Unit Kegiatan Mahasiswa dengan tanggung jawabdi bawah pimpinan dan dosen program studi bidang seni drama, tari, dan musik. Mahasiswa menjadi wadah terbentuknya susunan organisasi grup sendratari yang dikelola langsung oleh mahasiswa.AbstractThe presence of art performances can not be separated from a group and the arts community. Management functions to ensure input from various organizational resources to produce that is precisely designed so that consumer desires can be fulfilled. The Management function consists of four: 1) Planning, 2) Organizing, 3)Actuating, and 4) Controlling of the Group of Ballet Studies Program at Palangka Raya University. This study uses a qualitative approach, which is more concerned with the aspects of the process in terms of results. The qualitative method as a research procedure that produces descriptive data in the form of written or oralwords from people and observable behavior. The descriptive qualitative approach is a method of collecting data based on observations and interviews in a nonstatic/does not use numbers, and researchers make a complex picture, detailed reports from respondents' views descriptively. The objective of this research is the management process of Tambun Bungai Gaib Malambunan Group Study Program activities the Sendratasik University of Palangka Raya. The results of this study are the family management study programs in Palangka Raya University because based on the Student Activity Unit community environment with responsibilities under the leadership and lecturers of the study programs in the fields of drama, dance, and music. Students become a place to form a ballet group organizational structure that is managed directly by students.
Membangun Ruang Kreatif Desa Perdamaian di Dusun Srumbung Gunung, Desa Poncoruso “Mewujudkan Persatuan Dalam Perbedaan” Iwan Firman Widiyanto
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 4, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.427 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v4i2.3084

Abstract

Abstrak Perkembangan paham radikalisme di Indonesia menjadi permasalahan yang serius. Hal tersebut dikarenakan paham tersebut tidak bisa menerima perbedaan budaya dan agama yang beraneka ragam di Indonesia. Fenomena tersebut mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tulisan ini mengupayakan sebuah desain yang komprehensif dan sistematis berkaitan dengan pembentukan dan pengembangan Ruang Kreatif Desa Perdamaian (RKDP) di Dusun Srumbung Gunung, Desa Poncoruso, Kecamatan Bawen, Kabupaten Jawa Tengah. Dusun tersebut mempunyai modal sosial dan budaya yang sangat kuat, yaitu masih menjaga nilai-nilai kerukunan hidup di antara umat yang beraneka ragam dan masih memelihara budaya dan adat istiadat dengan sangat baik. Dusun tersebut juga menyimpan potensi seni, pusaka saujana, dan situs bersejarah. RKDP dibentuk untuk menjadi salah satu upaya mempromosikan kehidupan yang rukun dan kreatif kepada dunia untuk mendukung perdamaian. Selain itu, pembentukan RKDP selanjutnya mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakatnya, serta sebagai upaya mendukung tujuan masyarakat global dengan agenda Sustainable Development Goals yang dicita-citakan terwujud pada tahun 2030. Abstract The development of radicalism in Indonesia has become a serious problem. This is because these understandings cannot accept diverse cultural and religious differences in Indonesia. This phenomenon threatens the integrity of the Unitary State of the Republic of Indonesia. This paper seeks a comprehensive and systematic design relating to the formation and development of the Peace Village Creative Space (RKDP) in Srumbung Gunung hamlet, Poncoruso Village, Bawen District, Central Java Regency. The hamlet has a very strong with social and cultural capital, which still maintains harmony values among diverse people and still maintains culture and customs very well. The hamlet also holds the potential of art, saujana (View) heritage and historic sites. RKDP was formed to be one of the efforts to promote harmonious and creative life to the world to support peace. In addition, the establishment of the RKDP will further improve the economic welfare of the community. In addition, it is also an effort to support the goals of the global community with the goal of the Sustainable Development Goals aspired to be realized in 2030.
GAYA KEPEMIMPINAN DAN PENGELOLAAN ORGANISASI SENI PERTUNJUKAN STUDI KASUS TEATER GANDRIK Erwin Sianturi
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 1, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.751 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v1i1.2829

Abstract

Bentuk kepemimpinan tunggal, krisis finansial, serta rendahnya loyalitas pemainmerupakan wujud dari mayoritas wajah kelompok teater Indonesia. Ketigafaktor tersebut telah menjadi persoalan klasik yang menyebabkan banyaknya ke-lompok teater Indonesia tidak berkembang bahkan mengalami perpecahan. Namun di tengah banyaknya kelompok teater yang mengalami persoalan tersebut, Gandriksalah satu kelompok teater asal Yogyakarta yang mampu mempertahankan keberlangsungandanproduktivitaskelompoknyaselama32tahun.SehinggauntukmelihatproduktivitasdanefektivitasdariGandrikmakadilakukansebuahpenelitiandenganmelihat dari sisi kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan eksistensinya.Penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Sedangkan teori yang digunakan berpijak dari konsep kepemimpinan Blake dan McCanse yang dikombinasikan dengan sudut pandang konsep falsafah kepemimpi-nan Jawa milik Endraswara. Kemudian untuk efektivitas dan sistem pengelolaannyapenelitianini menggunakan konsep Gibson serta Gary Dessler. Perilaku ataugaya kepemimpinan dari suatu kelompok dapat dipelajari dari proses interaksi yang terjadi antara pemimpin, pengikut, dan lingkungan yang selanjutnya dilebur dalamnilai-nilai kebudayaan Jawa yang berlaku. Kemudian untuk efektivitas dan sistempengelolaannya dilihat dari efektivitas jangka pendek, menengah, dan jangka panjangyangdimiliki.Darihasilpenelitianiniditemukanbahwagayakepemimpinanyangada di Gandrik mengacu pada konsep 3A yaitu gaya kepemimpinan Asah,Asih, Asuh. Serta dalam penelitian ini dibuktikan juga bahwa gaya kepemimpinanseseorang disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada pada organisasi yangdipimpinnya.Sedangkan sistem pengelolaan yang digunakan sangat terefleksi denganpolakulturmasyarakatJawaitusendiriyaitusistemkekerabatan.Sistemyangmengutamakanrasakekeluargaandangotongroyong.Walaupunsecaraprosesnyabeberapaaspekekonomisosialjugamemengaruhiakankesinambungankelompokdanloyalitas para anggotanya.
Strategi Pengembangan Wisata Berbasis Budaya Kerajaan di Pura Pakualaman dan Kampung Wisata Pakualaman Janu Riyanto
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 5, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.639 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v5i1.3143

Abstract

Abstrak Pura Pakualaman dan Kampung Wisata Pakualaman menyimpan potensi besar sebagai destinasi wisata budaya berbasis budaya kerajaan, baik yang bersifat tangible maupun intangible. Komponen atraksi Pura Pakualaman ada yang berupa seni tradisi dan adat istiadat serta ada pula yang berujud benda/bangunan yang punya nilai sejarah tinggi punya keunikan tersendiri. Sedang Kampung Wisata Pakualaman kaya potensi wisata budaya, di antaranya berupa kesenian tradisional, kuliner khas Pakualaman dan tempat-tempat bersejarah. Namun Pura Pakualaman maupun Kampung Pakualaman belum dikembangan secara optimal sebagai destinasi wisata budaya. Penelitian ini difokuskan untuk menggali potensi daya tarik wisata yang dapat dikembangkan sebagai produk wisata di Pura Pakualaman dan Kampung Wisata Pakualaman, hambatan dan kendala yang dihadapi dalam pengembangannya serta strategi pengembangan produk wisata budaya berbasis budaya kerajaan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, menggunakan sumber data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan besarnya potensi wisata budaya berbasis kerajaan Pura Pakualaman dan Kampung Wisata Pakualaman belum dimanfaatkan dan dikembangkan secara optimal karena terkendala beberapa hal. Konflik antarkerabat Pura Pakualaman dan masih lemahnya dari sisi tata kelola menjadi hambatan utama pengembangan destinasi wisata budaya ini. Sehingga berdasarkan analisis SWOT, peneliti mengusulkan rencana pengembangan jangka pendek, menengah dan panjang. Abstract Pura Pakualaman and The Pakualaman Tourism Village saves great potential as a royal culture-based tourist destination both tangible and intangible. Many attraction components of Pura Pakualaman are in the form of traditional arts and customs and the others are referring to objects/buildings that have high historical value. The Pakualaman Tourism Village is rich in cultural tourism, including traditional arts, typical Pakualaman culinary, and historical places. Recently, Pura Pakualaman and Pakualaman villages have not been optimally developed as cultural tourism destinations. This research is focused on exploring the potential of tourist attraction that can be developed as a tourism product in Pura Pakualaman and Pakualaman Tourism Village, obstacles and constraints faced in its development and development strategies for cultural tourism products based on royal culture. This research is descriptive qualitative research, using primary data sources and secondary data. The results of the research show that the magnitude of the kingdom-based cultural tourism potential of Pura Pakualaman and Pakualaman Tourism Village has not been optimally utilized and developed because of several constraints. The inter-friend conflict of the Pura Pakualaman and the weak governance aspect is the main obstacle to the development of this cultural tourism destination. So based on the SWOT analysis, researchers propose development plans for the short, medium and long term.
Analisis Persepsi dan Harapan Pelanggan Terhadap Kualitas Layanan Galeri Sangkring Art Space Anggiansyah Anggiansyah
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 4, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.141 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v4i1.3080

Abstract

Abstrak Berbicara mengenai galeri sebagai salah satu jasa yang bergerak di bidang seni, erat kaitannya dengan pembahasan tentang kualitas layanannya. Setiap galeri yang ingin maju dan berkembang, dituntut untuk selalu meningkatkan dan menjaga kualitas layanannya dengan baik. Sebab, hanya dengan cara meningkatkan atau menjaga kualitas layanan yang baik, maka hubungan dengan para pelanggan dapat dipertahankan secara terus-menerus. Sangkring Art Space (SAS) merupakan salah satu galeri seni yang ada di Yogyakarta. Sejak awal berdiri hingga saat ini, SAS rutin mengadakan pameran untuk memenuhi kebutuhan para perupa (pelanggan) yang berpameran di SAS. Penelitian ini difokuskan untuk menganalisis kualitas layanan yang disediakan Galeri SAS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu metode penelitian survei dengan alat SERVQUAL oleh Parasuraman dkk (1988). Rancangan penelitian yang digunakan ialah studi potong lintang (cross-sectional) dan populasi yang diminati ialah pelanggan Galeri SAS. Metode pengambilan sampel dilakukan secara tidak acak (non-probability sampling), yaitu berjumlah 40 orang responden, terdiri dari laki-laki dan perempuan dewasa berusia di atas 25 tahun yang berpameran di Galeri SAS. Berdasarkan penelitian ini, ditemukan hasil, nilai ekspektasi sebesar 5.61 dan nilai persepsi sebesar 5.54. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bahwa ekspektasi melebihi persepsi pelanggan. Artinya kualitas layanan yang disediakan SAS tidak memenuhi ekspektasi pelanggan. Abstract Talking about galleries as one of the services of engaged in arts, is closely related to the discussion of the quality of its services. Every gallery that wants to progress and develop, is required to always improve and maintain the quality of its services well. Because, only by maintaining good service quality, relationships can be maintained with customers continuously. Sangkring Art Space (SAS) is one of the art galleries in Yogyakarta. Since its inception until now, SAS regularly holds exhibitions to meet the needs of artists (customers) who exhibit in SAS. This study is focused on analyzing the quality of services provided by the SAS gallery. This study uses a quantitative approach, namely survey research methods with SERVQUAL tools by Parasuraman et al (PZB, 1988). The study gallery was used as a crosssectional study and SAS gallery customers. The sampling method was conducted by non-probability sampling, which amounted to 40 respondents, consisting of men and women aged over 25 years who exhibited in the SAS gallery. Based on this study, results were found, the expectation value was 5.61 and the perception value was 5.54. Thus it can be concluded that expectations exceed customer perceptions. This means that the quality of services provided by SAS does not meet customer expectations
Perkembangan Studi Tata Kelola Seni dan Risetnya di Aras Global dan Lokal (Development of the Study of Art Governance and Research at the Global and Local Levels) Iwan Setiawan Dani
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 5, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.818 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v5i2.3260

Abstract

Artikel ini hendak mendeskripsikan perkembangan studi dan riset Tata Kelola Seni, baik yang terjadi di aras global maupun lokal. Perkembangan studi ini di Amerika Serikat, Eropa akan dijelaskan, serta perbandingannya dengan Indonesia. Berikutnya adalah telaah perkembangan riset di bidang ini. Metode penelitian yang dipakai adalah campuran kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif adalah informasiyang diolah dari artikel akademik untuk menelusuri perkembangan studi dan riset Tata Kelola Seni di aras global, sedangkan data kuantitatif diambil dari kumpulan tesis Program Magister Tata Kelola Seni Program Pascasarjana (PPs) ISI Yogyakarta untuk menelusuri perkembangan di aras lokal. Penemuan dari penelitian ini adalah studi Tata Kelola Seni di PPs ISI Yogyakarta lebih mirip dengan, secara content, program studi Arts Management di Amerika Serikat, namun area risetnya masih sangat terbatas pada Pemasaran (21%) dan Manajemen (46%). Kemudian,organisasi kebudayaan yang menjadi objek penelitian terkonsentrasi padaKomunitas Seni (24%), Organisasi Swasta (24%), dan Pemerintah (22%). Dari hasil tersebut, penulis mengusulkan agar Magister Tata Kelola Seni PPs ISI Yogyakarta lebih memperlebar spektrum risetnya ke bidang-bidang seperti: Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Keuangan, Kepemimpinan dan Organisasi, Kebijakan Publik, dll.AbstractThis article aims to describe the development of Art Management studies and research both at global and local levels. The development of this study in the United States, Europe will be explained with the comparison with Indonesia. Next is to examine the development of research in this field. The research method used is a mixture of qualitative and quantitative. Qualitative data is information that is processed from academic articles to explore developments in Arts Managementstudies and research at the global level, while quantitative data is taken from a collection of Postgraduate Program of the Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta Arts Management Masters thesis programs to explore developments at the local level. The findings of this study are that the Arts Management study at Postgraduate Program of the Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta is more similar to content with the Arts Management study program in the United States, but the research areais still very limited to Marketing (21%), and Management (46%). Then the cultural organizations that became the object of research were concentrated in the Art Community (24%), Private Organizations (24%) and the Government (22%). From these results, the authors propose that the ISI Yogyakarta Arts Management Masters further broadens the spectrum of research into fields such as Human Resource Management, Financial Management, Leadership and Organizations, Public Policy, etc. 
Analisis Manajemen Pemasaran Rumah Produksi dan Promosi Alat Musik Tradisional Sasando Rolfi Junyanto Is Natonis
JURNAL TATA KELOLA SENI Vol 4, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.696 KB) | DOI: 10.24821/jtks.v4i2.3085

Abstract

Abstrak Dalam penelitian ini menggunakan metode desriptif kualitatif. Langkah yang digunakan yaitu melakukan analisis data dan analisis SWOT. Hasil penelitian pertama, berdasarkan tahap analisis terhadap strategi yang tepat dilakukan oleh pengelola dalam memasarkan Rumah Produksi dan Promosi Sasando adalah menjaga dan mempertahankan posisi pada indikator internal huruf E, yaitu memiliki jaringan kerja sama dengan pemerintah yang selama ini sudah dilakukan. Kebijakan yang umum dari strategi ini adalah dengan melakukan penetrasi pasar dan mengembangkan produk. Artinya pengelola perusahaan harus mempertahankan posisinya dengan terus mengembangkan karya-karya seperti membuat karya dalam bentuk alat musik dan miniatur/cendera mata. Kedua, berdasarkan kuadran analisis SWOT yang menunjukkan posisinya berada pada kuadran IV yaitu menggambarkan situasi organisasi sangat buruk, karena di samping berbagai kelemahan internal, timbul ancaman dari luar, strategi defensif dapat meningkatkan ketangguhan setiap keunggulan bersaing yang dimiliki perusahaan bila dikombinasikan dengan strategi ofensif untuk meningkatkan keunggulan bersaing perusahaan. Jenis strategi defensif dapat dibagi dalam dua bagian besar, yaitu strategi menangkis (deterrence) dan strategi tanggapan (response). Abstract In this resarch using qualitative descriptive method. The step used are doing data analysis and SWOT analysis. The first results of the research, based on the analysis phase of the appropriate strategy carried out by the manager in marketing Sasando Production and Promotion Houses, are maintaining and maintaining the position on the internal indicator letter E, which has a network of cooperation with the government. The general policy of this strategy is to penetrate the market and develop products. This means that company managers must maintain their position by continuing to develop works such as making works in the form of musical instruments and miniatures/souvenirs. Secondly, based on the SWOT analysis quadrant which shows its position in quadrant IV, it describes the organizational situation is very bad, because in addition to various internal weaknesses arising from outside threats, defensive strategies can increase the resilience of each company competitive advantage when combined with offensive strategies to improve competitive advantage company. This type of defensive strategy can be divided into two major parts, namely deterrence strategies and response strategies.

Page 4 of 12 | Total Record : 113