cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Invensi (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni)
ISSN : 24600830     EISSN : 26152940     DOI : -
INVENSI adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Penciptaan dan Pengkajian Seni, Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta, dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Jurnal INVENSI memuat semua tulisan yang berobjek materi seni, baik seni pertunjukan, seni rupa, maupun seni media rekam dan bersifat multidimensional. INVENSI bermaksud untuk memberikan ruang mewadahi berbagai macam ide, gagasan, atau kritik yang merupakan hasil penelitian empiris kuantitatif dan kualitatif terkait dengan seni pertunjukan, seni rupa, dan seni media rekam yang belum pernah diterbitkan dalam bentuk apapun.
Arjuna Subject : -
Articles 143 Documents
EKSPLORASI MEDIA DAUN JATI KERING PADA KARYA ADEK DIMAS AJISAKA Andrik Musfalri
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 2, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.99 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v2i2.1866

Abstract

Eksplorasi sangat erat kaitannya dengan lingkungan, yaitu memanfaatkan berbagai media ataupun bahan yang ada di sekitar seniman. Jadi, lingkungan menjadi ide dasar dalam menciptakan sebuah karya seni, khususnya seni lukis. Seperti halnya eksplorasi seni yang dilakukan oleh seniman Adek Dimas Ajisaka, mengeksplorasi alam sebagai sebuah karya seni, dimana eksplorasi menjadi suatu bentuk proses perjalanan berkeseniannya, sebab setiap seniman tentu memiliki cara sendiri untuk berdialog dengan karya seninya agar dapat menghasilkan karya yang menakjubkan. Tulisan ini mencoba untuk menampilkan bagaimana proses perjalanan seni Adek Dimas Ajisaka yang menjadikan eksplorasi sebagai petualangan berkeseniannya, dan salah satu karya fenomenal Adek Dimas Ajisaka saat ini ialah karya yang mengeksplorasi daun jati sebagai media lukisannya. Exploration is closely associated with the environment, which utilizes a variety of media and materials that exist around the artist. Thus, the environment is the basic idea of creating a work of art, particularly painting. As well as the exploration of art done by artists Ade Dimas Ajisaka, exploring nature as a work of art, where exploration becomes a form of travel process in art, because every artist of course has its own way to dialogue with his art in order to produce stunning works. This paper tries to show how the process of traveling art Adek Dimas Ajisaka which make exploration as petualagan in art, and one of the phenomenal work Adek Dimas Ajisaka this time to work mengeksplorasi teak leaves as media paintings.
KERIS KAMARDIKAN PADA ERA DIGITAL (SEBUAH PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL APLIKASI DIGITAL) R. Wisnu Wijaya Dewojati
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 2, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.349 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v2i1.1804

Abstract

Tujuan penciptaan karya desain komunikasi visual ini berangkat dari permasalahan generasi muda terutama remaja yang sebenarnya sudah mengenal keris, namun belum memahami jenis-jenis keris, terutama Keris Kamardikan. Perkembangan teknologi yang pesat, pada saat ini telah merambah dunia digital, menjadi alasan untuk mengangkat Keris Kamardikan dalam bentuk aplikasi digital yang dekat dengan generasi muda dan mudah diakses penggunaannya. Metode yang digunakan melalui pendekatan penelitian desain yang diadaptasi melalui struktur Matt Cooke yang membagi tahapan penelitian dalam empat tahap:Definition,Divergence (perbedaan),Transformasi,Convergence, yang difokuskan pada dua tahap awal yaitu definition dan divergence, dimulai dengan menentukan target khalayak sasaran, menentukan konsep kreatif, konsep media, sampai pada visualisasi desain melalui berbagai kegiatan langkah-langkah penelitian yang meliputi pengumpulan data, mind mapping, analisis data, sintesis, dan kesimpulan terhadap hasil penelitian. Hasil penciptaan berupa aplikasi android Keris Kamardikan yang dapat diunduh melalui GooglePlay dengan pertimbangan media bagi khalayak sasaran anak muda berusia 16-30 tahun. Konsep bentuk, ilustrasi, tipografi, warna, layout memadukan antara warna merah, hitam, keemasan, dipadu dengan ilustrasi fotografi untuk menampilkanbentuk dan detail ornamen keris secara realisdan menarik.
KOMODIFIKASI AGAMA PADA VISUALISASI DESAIN KEMASAN “HILO SOLEHA” Monica Revias Purwa Kusuma
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 1, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1023.383 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v1i1.1610

Abstract

Desain kemasan pada saat ini tidak hanya mempunyai fungsi melindungi produk tetapi juga mengkomunikasikan isi produk secara visual. Fenomena unik yang belakangan ini hadir di Indonesia yaitu menggunakan simbol-simbol agama pada desain kemasan produknya. Simbolsimbol agama yang digunakan dalam desain kemasan tersebut digunakan sebagai alat untuk mengubah nilai guna sebagai nilai jual. Hal tersebut biasa disebut sebagai komodifikasi agama. Salah satu contoh desain kemasan yang menggunakan simbol-simbol agama yaitu produk HiLo Soleha. Produk tersebut menggunakan simbol agama Islam pada desain kemasannya. Penelitian ini dapat memberikan pemahaman tentang pemaknaan tanda-tanda komodifikasi agama yang muncul melalui simbol-simbol agama yang dimasukkan ke dalam visualisasi desain kemasan. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa tanda-tanda komodifikasi agama yang terlihat pada sampel tersebut menggunakan model wanita berhijab, kata-kata, ornamen-ornamen, bentuk tulisan, serta warna yang merujuk pada agama Islam. Pada pemaknaan konotasi, tanda-tanda yang terdapat pada desain kemasan tersebut berguna untuk menunjukkan segmentasi pasar dan menjelaskan informasi produk secara lengkap. Selain itu, tanda-tanda komodifikasi agama Islam juga digunakan untuk membentuk mitos-mitos baru yang muncul. Mitos baru yang muncul juga didasari oleh mitosmitos lama yang telah ada sebelumnya dan diyakini oleh masyarakat Indonesia. Nowadays, Packaging design not only to protect the product in it, but also have another function like communicate the content visually. Unique phenomenon happen lately in Indonesia, many product using packaging design that have a religion symbol on it. The use of religion symbol on packaging design is a medium to change the original trade value of the product into sales value. The use of religion symbol on packaging design is called religion commodification. Example of this thing can be seen on HiLo Soleha product. The product use Islamic symbol on their packaging. This research can provide an understanding of purport signs religion commodification rose through symbols religion put in visualization design packaging. The result of this research is an evidence and critical description of the use of religion symbol that mark the commodification of the sample. The commodification reveal from the hijab woman illustration, words, patterns, shape and color that refer to Islam religion symbol. In the connotative meaning, the signs on the packaging design is use to show the target market and to give information of the product completely. Beside of that, the sign of commodification islam religion is also use to construct a new myth. New myth is emerging constituted by old myth which have pre-existed and believed by Indonesia’s society.
Fujoshi Ala Indonesia dalam Penciptaan Komik Yueni Andri Ani
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 3, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.616 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v3i1.2104

Abstract

Permasalahan Fujoshi bukan hal baru lagi, beberapa jurnal pendidikan banyak yang mengangkatnya sebagai pembahasan. Namun dari semua itu, belum ada hasil yang terlihat karena sebagian besar hanya berupa riset tanpa adanya upaya nyata. Dalam penciptaan desain komunikasi visual, dimana perlu dilakukan adanya riset, analisis, dan pemecahan masalah dalam bentuk nyata maka akan memungkinkan adanya hasil yang berbeda. Upaya dalam penciptaan ini akan menggunakan komik sebagai salah satu media yang paling dekat dengan target, untuk digunakan sebagai cara menyampaikan pesan tentang bagaimana perkembangan fujoshi di Indonesia, bagaimana media bermuatan yaoi ini berpengaruh pada para fujoshi, serta beberapa pemicu kenapa fenomena ini mudah sekali berkembang, juga akan dibahas dalam artikel ini. Fujoshi's problem is not new anymore, some educational journals many of which raised it as a discussion. But all of that, there is no visible result because most of it is just research without any real effort. In the visual comunication of designs, where need presence of research, analysis and problem solving in the real form it may be will allow for different results. Efforts in this creation will use comics as one of the media closest to the target, will used to convey the message of how the development of fujoshi in Indonesia, how the media charged yaoi affect the fujoshi, as well as some triggers why this phenomenon is easy to develop, also will discussed in this anticle.
LUKISAN KANVAS JAKA TARUB KARYA WIYADI DALAM KAJIAN FEMINISME PERIODE AWAL (EARLY FEMINISM) Probosiwi Probosiwi
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 1, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.406 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v1i1.1583

Abstract

Jaka Tarub adalah salah satu cerita rakyat berasal dari Jawa Tengah yang menceritakan seorang pemuda yang mengintip bidadari yang sedang mandi di hutan lalu mengambil selendang salah satu bidadari hingga menjadikannya seorang istri. Pada umumnya cerita rakyat mengisahkan tentang suatu kejadian di suatu tempat atau asal muasal suatu tempat. Penggambaran cerita rakyat dikemas dalam susunan teks (uraian) berupa dongeng dan biasanya dilengkapi dengan ilustrasi. Versi cerita Jaka Tarub beragam tetapi inti cerita sama, selain itu penggambaran pun juga beragam ada yang dilukiskan dalam figur manusia realis, kartun dan wayang. Salah satu penggambaran cerita ini yaitu menggunakan figur wayang Beber Panji dengan media kanvas. Versi cerita tersebut menjadi modal awal penulis ingin mengkaji lebih jauh lukisan Jaka Tarub karya Wiyadi, karena penulis melihat ada pembacaan lain terkait figur-figur yang ditampilkan kemudian menghadirkan contoh lukisan karya Basuki Abdullah dengan judul yang sama. Lukisan Jaka Tarub ini dibuat dengan cita rasa lukisan tradisional dapat dilihat dari penggunaan figur wayang Beber Panji, gradasi pewarnaan, penambahan atribut pada figur dan hiasan berupa ornamen, isen-isen dan bentuk hayati yang distilisasi. Wiyadi ialah seorang pelukis wayang Beber yang menggambarkan Jaka Tarub dengan figur wayang beber. Wiyadi masih produktif hingga saat ini, tidak hanya wayang beber dan cerita rakyat yang dibuatnya, tetapi juga penggambaran wuku Jawa (perlintangan) atau lebih biasa dikenal dengan zodiak (Barat) dan shio (Timur). Semua hasil karya seni lukisnya mengacu pada figur wayang baik Beber Panji maupun Purwa gaya Surakarta. Penulis tertarik untuk mengkaji lebih jauh melalui pembacaan visual karya ini dengan menggunakan sudut pandang Feminisme Periode Awal (Early Feminism) dikarenakan terkait dengan penggambaran figur tokoh-tokohnya. Jaka Tarub is one of folklore from Central Java who tells a young man peeking nymph bathing in the woods and take shawl one angel to make him a wife. In general folklore tells of an incident in a place or origin somewhere. Depiction of folklore packed in the arrangement of text (description) in the form of fairy tales and usually equipped with an illustration. Jaka Tarub diverse versions of the story, but the core story of the same, but it was also a variety of existing depictions portrayed in realistic human figures, cartoons and puppets. One depiction of this story is to use a Wayang Beber figure on canvas. The story version became the start authors wanted to examine further “Jaka Tarub” painting which created by Wiyadi, because the authors saw no other reading of the relevant figures shown then presents examples of paintings by Basuki Abdullah with the same title. Jaka Tarub painting was made with flavors of traditional painting can be seen from usage the figure of Wayang Beber, gradation of color, adding attributes and ornament to the figure, Isen-Isen and biological stylized form. Wiyadi is a Wayang Beber painter who depicts Jaka Tarub with the figure of Wayang Beber. Wiyadi still productive today, not only Wayang Beber and folklore are made, but also depictions Javanese wuku (perlintangan) or more commonly known as the zodiac (the West) and the zodiac (the East). All the works of his art refers to Wayang Beber Panji figure either Wayang Beber Purwa in Surakarta style. Authors interested to study further through a visual reading of this work by using the viewpoint of Early Feminism studies due to the depiction of figures associated with the characters.
PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL PENGENALAN TOKOH WAYANG KULIT PUNAKAWAN YOGYAKARTA MELALUI CIRI FISIKNYA Novida Nur M. Arif
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 2, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.722 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v2i1.1809

Abstract

Wayang kulit memiliki pesan moral yang masih relevan sampai zaman ini. Hal ini juga terdapat pada tokoh Punakawan. Para tokoh asli nusantara ini menyimpan ajaran kehidupan yang merupakan hasil pemikiran atau falsafah Jawa. Secara ikonografi, setiap tokoh memiliki atribut khas pada anggota tubuhnya dan mengandung ajaran pembentukan karakter. Akan tetapi minat pada wayang kulit khususnya Punakawan sudah menurun terutama pada generasi muda. Genarasi muda yang mewarisi budaya tradisi perlu dikenalkan supaya menumbuhkan rasa apresiasi, yang nantinya diharapkan turut serta menjaga dan melestarikannya.
IKONOGRAFI RESTORAN DAE JANG GEUM YOGYAKARTA (ORNAMEN LOTUS, PHOENIX, NAGA DAN HUI SEBAGAI ORNAMEN UTAMA) Ika Indriyani
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 1, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1303.28 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v1i2.1617

Abstract

Restoran Dae Jang Geum adalah restoran pertama di Yogyakarta yang menerapkan konsep Istana Korea. Restoran Dae Jang Geum digolongkan dalam specialty restaurant di mana suasana dan dekorasi disesuaikan dengan masakan khas Korea. Penelitian ini mengkaji ornamen Korea beserta makna filosofinya dan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan ikonografi. Ornamen pada restoran bukan lukisan asli tetapi dari kertas yang dilukis. Hal tersebut tidak sesuai dengan yang ada di Korea yaitu dengan dilukis. Hasil penelitian menunjukkan ornamen yang terdapat pada restoran Dae Jang Geum baik dari bentuk, penempatan dan ukuran mendekati dengan ornamen asli Korea tetapi terdapat beberapa ornamen dari luar Korea yang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari ornamen Korea. Warna ornamen pada restoran lebih cerah dibandingkan dengan aslinya. Dari segi fungsi ornamen tersebut hanya sebagai hiasan yang mendukung konsep Korea.
Perubahan Identitas Musik Pop pada Versi Cover di Indonesia Dessyratna Putry; Aquarini Priyatna; Lina Meilinawati Rahayu
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1086.217 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v3i2.2414

Abstract

Abstrak: lagu Sh-Boom karya Crew Cuts (musisi kulit hitam) yang awalnya bekemudian berubah menjadi genre pop oleh musisi kulit puith. Lagu Shorisinal dipublikasikan pada 19 Juni 1954 dan versi cover-nya munculPada 10 Juli 1954 lagu Sh-Boom masuk dalam daftar lagu-lagu pop hitahun kemudian versi cover ini direkam dan dipublikasikan sebagai lagoleh musisi kulit putih. Pada masa itu sudah menjadi hal yang lumrah musisi kulit hitam di-cover oleh musisi kulit putih. Sindrom cover versaja disebabkan oleh permasalahan rasisme, melainkan juga karena pantara label rekaman keduanya. Sementara itu, sejarah versi cover di Indonesia ditulis oleh Wa216) dalam Modern Noise, Fluid Genres: Popular Music in Indonesia, 1 Penelitian ini membahas perubahan identitas musik pop Indonesia yang dipublikasikan melalui situs YouTube. Lagu yang diteliti adalah Akad dari Payung Teduh yang di-cover oleh Mas Paijo dan Pamit dari Tulus yang di-cover oleh Sintesa Vocal Play. Penelitian ini menggunakan pendekatan transit dan transisi dengan kajian tekstual dan kontekstual pada identitas kedua lagu tersebut. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menemukan bagaimana identitas musik (lagu) beserta musisinya mengalami perubahan; dari versi orisinal menjadi versi cover. Dalam penelitian ini dipahami bahwa versi cover merupakan bentuk pembaruan musikal. Penjelasan mengenai perubahan identitas dalam kedua versi ini dibahas pada dua substansi. Pertama, narasi tentang peran teknologi dalam pembaruan musikal; kedua, uraian tentang perubahan identitas dalam narasi musikal yang meliputi lirik lagu, format lagu, instrumentasi, video musik berserta musisinya. Dengan demikian, perubahan identitas yang ditelaah dalam penelitian ini meliputi dua versi lagu: orisinal dan cover dengan dua narasi yang berbeda. Abstract: contohnya: Band Tor yang meng-cover lagu-lagu Jimi Hendrix, Rastafarlagu-lagu Bob Marley kemudian T-Five meng-cover lagu-lagu Korn and saat itu versi cover diciptakan bukan hanya dari segi komposisi musiknyjuga pada aksi panggungnya. Hingga kini versi cover semakin berkembangdiunggah melalui situs YouTube. Fenomena cover version yang tidak terlepas dari penggunaan tmengantarkan pada pembahasan bagaimana teknologi dan seni (musik)ini diuraikan oleh Yangni (2016: 4-5) bahwa kaitan antara seni dan teknolsejarah relasi keduanya tampak terpisah, namun secara esensial keduany Merunut mundur pada zaman Yunani, tidak ada pemisahan sama sekaliteknologi. Keduanya sama dan satu dilakukan oleh tiap individu dalam This research discusses changing identity of Indonesian pop music’s that was published on YouTube. Spesifically, there are two song’s (consist of original version and cover version) discussed here: firstly, Akad original version by Payung Teduh and cover version by Mas Paijo; secondly, Pamit original version by Tulus and cover version by Sintesa Vocal Play. This research applies transit and transition approach in which the signs in textual and contextual data are examined in their identity. The aim of this research is to find out how music and musician identity are represented in their song’s include in cover version. This research shows that cover version is defined as music renewal of the whole music and musician narration. Description about changing identity in both version (original and cover) was observed in two subject. Firstly, narration about technology involvement in music renewal and secondly, description about changing identity in musical narration (including in song lyrics, song forms, instrumentation, music video and the musician). It can also be said that changing identity refers to both version (original and cover) with two different descriptions.
Ekstrakurikuler Tari dan Minat Belajar Siswa dalam Bidang Seni Budaya di SMPN 1 Banguntapan, Kotagede, Yogyakarta Rika Agustina
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.016 KB) | DOI: 10.24821/invensi.v3i2.2421

Abstract

Pendidikan dapat mengembangkan karakter seseorang dan memupuk individu menjadi pribadi yang beretika dan bermoral. Pengembangan karakter tidak hanya dilakukan melalui proses belajar-mengajar di kelas yang memiliki konsep, tetapi dapat juga melalui kegiatan belajar di luar jam sekolah yaitu ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana minat belajar siswa pada ekstrakurikuler tari di SMPN 1 Banguntapan, Kotagede, Yogyakarta dan diharapkan penelitian ini mencapai tujuannya sebagai upaya mendapatkan problem solving untuk meningkatkan prestasi belajar siswa di dalam pembelajaran seni tari di kelas. Program ekstrakurikuler yang dimiliki di SMPN ini adalah ekstrakurikuler tari yang berfokus pada siswa kelas VII dan kelas VIII. Ekstrakurikuler seni tari penting dalam membentuk karakter peserta didik serta memberikan pengalaman bagi siswa dan membantu siswa menjadi pribadi yang mencintai budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan dengan teknik observasi nonpartisipan melalui melihat proses yang dilaksanakan siswa ketika mengikuti ekstrakurikuler serta dengan wawancara. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan ekstrakurikuler tari di SMPN 1 Banguntapan, Kotagede, Yogyakarta menjadi problem solving yang dapat meningkatkan minat belajar siswa di kelas. Ekstrakurikuler tari dapat membantu siswa dalam meningkatkan keberhasilan proses belajar siswa sehingga prestasi mata pelajaran seni budaya menjadi lebih baik karena melalui ekstrakurikuler tari siswa berkesempatan untuk lebih mengeksplorasi diri dalam menguasai pembelajaran seni budaya tanpa batasan-batasan tertentu yang dihadapi di ruang kelas. Education can develop a person's character and nurture an individual into an ethical and moral person. Character development is not only done by the concept through the process of teaching and learning in the classroom, but also through learning activities; extracurricular outside the school hours. This study aims to describe how the students' interest in the extracurricular dance in SMPN 1 Banguntapan, Kotagede, Yogyakarta and this research is expected to achieve the goal as an effort to solve the problem of improving the student achievement in learning dance art in the classroom. The extracurricular program held in this junior high school is an extracurricular dance that focuses on students of class VII and class VIII. Extracurricular dance is important in shaped the character of learners as well as provide experience for students and help the students love the culture itself. This research used qualitative approach. The data collected by nonparticipant observation technique through seeing the process of students activities when following extracurricular as well as by interview. Based on the research, it can be concluded that the extracurricular dance at SMPN 1 Banguntapan, Kotagede, Yogyakarta becomes problem solving which can increase student's learning interest in class. Extracurricular dance can help students in improving the success of student learning process furthermore that the achievement of art and culture subjects become better because through extracurricular dance ,students have the further opportunity to explore themselves in mastering the eyes of art and culture learning without certain limitations encountered in the classroom.
Perancangan Desain Interior Museum Negeri Provinsi Lampung “Ruwa Jurai” Muchammad Rizky Kadafi
INVENSI (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni) Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/invensi.v3i2.2415

Abstract

Abstrak Museum Negeri Provinsi Lampung “Ruwa Jurai” berdasarkan jenisnya merupakan museum umum dan berdasarkan kedudukannya merupakan museum provinsi. Kondisi yang terjadi saat ini pada museum adalah pada sisi ergonomi, sirkulasi, pencahayaan, sistem tata display koleksi museum yang tidak berstandar sesuai dengan teori dalam ilmu ergonomi dan perancangan ruang. Serta rancangan desain interior pada museum ini yang tidak efektif dan tidak ramah untuk pengunjung berkebutuhan khusus (difabel). Hal ini menyebabkan pengunjung merasakan kesulitan dalam melakukan pengamatan terhadap benda koleksi museum dan pengunjung kurang dapat memahami ilmu-ilmu yang terkandung pada benda koleksi museum secara efektif. Dari permasalahan di atas, hal tersebut akan dikaji dan didesain ulang dengan menggunakan teori ergonomi dan teori perancangan desain interior. Abstract The Lampung Province State Museum "Ruwa Jurai" by its type is a public museum and based on its position it is a provincial museum. The current condition of the Museum is on the side of ergonomics, circulation, lighting, display systems of museums that are not standardized in accordance with the theory of ergonomics and spatial design. And the design of the interior design of this museum is ineffective and not friendly to visitors with special needs (difabel). This causes visitors to find difficulties in making observations of museum collections and visitors are less able to understand the knowledge contained in museum collections effectively. From the above problems, it will be reviewed and redesigned using the theory of ergonomics and design theory of interior design.

Page 4 of 15 | Total Record : 143