cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Invensi (Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni)
ISSN : 24600830     EISSN : 26152940     DOI : -
INVENSI adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Penciptaan dan Pengkajian Seni, Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta, dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Jurnal INVENSI memuat semua tulisan yang berobjek materi seni, baik seni pertunjukan, seni rupa, maupun seni media rekam dan bersifat multidimensional. INVENSI bermaksud untuk memberikan ruang mewadahi berbagai macam ide, gagasan, atau kritik yang merupakan hasil penelitian empiris kuantitatif dan kualitatif terkait dengan seni pertunjukan, seni rupa, dan seni media rekam yang belum pernah diterbitkan dalam bentuk apapun.
Arjuna Subject : -
Articles 143 Documents
MELAMPAUI PENGULANGAN: KREATIVITAS ANGKI PURBANDONO DALAM PANDANGAN DELEUZE Mocodompis, Jeannete Lauren; Yuliadi, Koes
INVENSI Vol 10, No 2 (2025): December 2025
Publisher : Graduate School of the Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/invensi.v10i2.14999

Abstract

Karya seni kontemporer seringkali dipahami sebagai hasil dari pengulangan, namun dalam perjalanan kreatif Angki Purbandono, pengulangan tersebut melampaui batas teknis dan membuka kemungkinan baru yang tak terduga. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis kreativitas Angki Purbandono melalui lensa teori difference and repetition oleh Gilles Deleuze, serta konsep rhizomatic thinking yang dikembangkan bersama Félix Guattari. Fokus utama artikel ini adalah bagaimana proses kreatif dengan teknik-teknik fotografi eksperimental seperti photogram, scanography, dan montase stiker yang digunakan Angki Purbandono melampaui sekadar pengulangan teknis untuk menciptakan karya seni yang terus berkembang dan tak terbatas. Kreativitas Angki Purbandono, yang dipicu oleh pengalaman residensi di berbagai negara dan fleksibilitas dalam berkolaborasi lintas disiplin, mencerminkan prinsip rhizomatic yang menolak struktur hierarkis dan memungkinkan terbentuknya jaringan kreatif yang dinamins. Dalam konteks ini, karya-karya Angki Purbandono bukan sekedar variasi atau pengulangan, melainkan hasil dari eksplorasi tanpa batas yang membentuk jalur-jalur baru dalam seni visual kontemporer. Kata Kunci: Angki Purbandono, Difference and Repetition, Rhizomatic Thinking
Perancangan Buku Interaktif Siri’ Na Pesse (Falsafah Hidup Masyarakat Suku Bugis) Amir, Widya Devilowa
INVENSI Vol 10, No 2 (2025): December 2025
Publisher : Graduate School of the Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/invensi.v10i2.12551

Abstract

Perancangan ini dibuat untuk memberi informasi sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat Bugis tentang hakikat nilai filosofis dalam siri’ na pesse,  sebuah falsafah hidup yang menjadi pondasi budaya masyarakat suku Bugis. Meskipun nilai-nilai dari siri’ na pesse masih dipertahankan, pergeseran dalam penerapan sistem nilai yang dianut muncul dan mengakibatkan konflik di masyarakat. Salah satu penyebabnya akibat pemahaman yang kurang komprehensif. Berdasarkan pada fenomena tersebut, dikembangkan media buku ilustrasi interaktif yang berbasis pada teknis paper engineering (movable book). Mengintegrasikan narasi bermuatan nilai budaya dengan pendekatan desain cetak yang interaktif. Konten buku yang dirancang berupa kumpulan kisah berdasarkan teori nilai budaya dan falsafah hidup masyarakat Bugis, sementara metode perancangan mengadopsi kerangka teori design thinking. Proses perancangan diawali dengan menerapkan metode pengumpulan data antara lain meliputi kajian pustaka, observasi partisipatoris, dan wawancara. Data dianalisis menggunakan metode analisis 5W+1H untuk memastikan kedalaman dan relevansi konten. Hasil perancangan berupa buku interaktif dengan 9 kisah pendek dan 1 epilog yang menggambarkan implementasi siri’ na pesse di berbagai konteks zaman. Buku interaktif dipilih sebagai media karena mampu mengakomodasi kebutuhan penyampaian informasi secara menarik, memfasilitasi interaksi aktif pembaca, juga memiliki potensi daya saing. Melalui pendekatan yang ringan dan imersif, buku ini mengajak pembaca untuk merenungi kembali makna mendalam dari siri’ na pesse tanpa terasa menggurui atau membosankan. Design of the Interactive Book Siri' Na Pesse (Philosophy of Life for the Bugis Tribe)ABSTRACTThis design was developed to provide information as an effort to enhance the understanding of the Bugis community regarding the philosophical values embedded in siri’ na pesse, a life philosophy that forms the cultural foundation of the Bugis people. Although the values of siri’ na pesse are still preserved, shifts in the application of these values have emerged over time, leading to social conflicts within the community. One of the main contributing factors is the lack of comprehensive understanding. In response to this phenomenon, an interactive illustrated book was developed, utilizing paper engineering (movable book) techniques. The design integrates culturally meaningful narratives with an interactive print-based approach. The book’s content, structured as a collection of stories, was designed based on theories of cultural values and the life philosophy of the Bugis community, while the design process adopted the design thinking framework. The design process began with data collection through literature review, participatory observation, and in-depth interviews. Collected data were analyzed using the 5W+1H method to ensure depth and relevance of content. The final outcome is an interactive book comprising nine short stories and one epilogue, illustrating the application of siri’ na pesse across various historical and contemporary contexts. The interactive book was selected as the medium due to its ability to deliver information in an engaging way, facilitate active reader interaction, and offer competitive potential. Through a light-hearted and immersive approach, the book invites readers to reflect meaningfully on the deeper essence of siri’ na pesse without feeling didactic or monotonous.
Telaah Artistik Penggunaan Cahaya UV dan Cat Fluorescent dalam Lukisan Galam Zulkifli T, Abd Kirno
INVENSI Vol 10, No 2 (2025): December 2025
Publisher : Graduate School of the Indonesia Institute of the Arts Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/invensi.v10i2.14854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah penggunaan cahaya ultraviolet (UV) dan cat fluorescent dalam karya lukisan Galam Zulkifli, seniman asal Sumbawa, serta bagaimana elemen-elemen tersebut membentuk pengalaman artistik yang unik, imajinatif, dan memukau para penonton atau audiens. Dengan merujuk padabadan pemikiran John Dewey dalam Art as Experience, penelitian ini menekankan pentingnya pengalaman estetis sebagai proses interaktif antara seniman, karya, dan penonton. Metode yang digunakan bersifat kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap karya Seri Iluminasi milik Galam Zulkifli. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap karya di studio (Iniseum) miliknya, wawancara mendalam dengan seniman, serta dokumentasi visual. Analisis dilakukan secara deskriptif-interpretatif dengan menelusuri keterkaitan antara bentuk visual, medium, dan pengalaman perseptual yang ditimbulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan cahaya UV dan cat fluorescent tidak hanya menciptakan efek visual yang memukau dalam gelap, tetapi juga membuka ruang kontemplatif yang merangsang persepsi dan emosi audiens. Karya ini menjembatani antara tampilan visual yang kasat mata dengan lapisan makna tersembunyi yang hanya muncul dalam kondisi pencahayaan tertentu. Hal ini memperlihatkan bagaimana teknologi dapat digunakan secara kreatif untuk memperluas kemungkinan artistik. Dengan demikian, Seri Iluminasi menjadi contoh konkret dari perpaduan antara teknologi, imajinasi, dan nalar logis dalam membangun pengalaman estetis yang mendalam, khas dalam praktik seni rupa kontemporer Indonesia. The Artistic Exploration of UV Illumination and Fluorescent Materials in Galam Zulkifli’s PaintingsABSTRACTThis study aims to examine the use of ultraviolet (UV) light and fluorescent paint in the paintings of Galam Zulkifli, an artist from Sumbawa, and how these elements create a unique, imaginative, and captivating artistic experience for viewers or audiences. Drawing on John Dewey's ideas in Art as Experience, this study emphasizes the importance of aesthetic experience as an interactive process between the artist, the artwork, and the audience. The method used is qualitative, employing a case study approach to Galam Zulkifli's Illumination Series. Data was collected through direct observation of the works in his studio (Iniseum), in-depth interviews with the artist, and visual documentation. The analysis is descriptive-interpretative, exploring the connections between visual form, medium, and the perceptual experience evoked. The research findings show that the use of UV light and fluorescent paint not only creates stunning visual effects in the dark but also opens up a contemplative space that stimulates the audience's perception and emotions. This work bridges the gap between the visible visual display and the hidden layers of meaning that only emerge under specific lighting conditions. This demonstrates how technology can be creatively utilized to expand artistic possibilities. Thus, the Illumination Series serves as a concrete example of the fusion of technology, imagination, and logical reasoning in crafting a profound aesthetic experience, characteristic of contemporary Indonesian visual art practice.